ME TODE PE LAK S A NA AN
A. Identifikasi Masalah
Untuk menginventarisasi dan mengidentifikasi potensi dan
permasalahan yang dilakukan beberapa metode survey, yaitu sebagai
berikut:
1. Survey Persiapan administrasi meliputi pengurusan masalah
administrasi seperti pembuatan surat penugasan survey lapangan,
keperluan kantor dan lapangan. S etelah itu mulai merekrut personil-
personil yang telah dipersiapkan sebelumnya termasuk peralatan-
peralatan dan kendaraan.
2. Survey Lapangan, dimaksudkan untuk kebenaran mendapatkan data
primer yang meliputi data fisik di lapangan, menguji kebenaran peta-
peta standar yang diperoleh, dan pendapatan kembali data sekunder
yang ada.
B. Pengolahan Data
Penyusunan ini diawali dengan pengumpulan data melalui survey baik
survey langsung maupun tidak langsung. Perlu untuk tetap melakukan
survey langsung untuk lebih mendapatkan gambaran yang lebih terhadap
pekerjaan yang akan dilakukan.
Sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan Penyelesaian Pekerjaan
Pembangunan Pabrik Es 1 Ton, Kabupaten Kepulauan Sula, maka kegiatan
akan diawali dengan pemahaman wilayah perencanaan. Pemahaman ini
dilakukan dengan pendiskripsian zona awal wilayah yang dilakukan.
Pekerjaan Pembangunan Pabrik Es 1 Ton, Kabupaten Kepulauan Sula
secara garis besar.
C. Konsep Struktur Bangunan
1. Struktur Bangunan
Sistem Pondasi adalah unsur yang paling penting sebagai pendukung
utama berdirinya suatu bangunan.
Sehingga dalam perencanaan pondasi penentuan system/jenis pondasi harus
didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
• Sistem bangunan atas yang akan didukung
• Kondisi tanah dimana bangunan itu berdiri (dari data penyelidikan
ntanah)
• Beban bangunan atas yang harus didukung oleh pondasi
• Kondisi lingkungan dimana lokasi bangunan tersebut akan didirikan
• Waktu dan biaya pekerjaan
Dari pertimbangan-pertimbangan diatas, diharapkan diperoleh suatu system
pondasi yang optimum,dalam arti dapat memenuhi persyaratan teknis dan
dapat dilaksanakan dengan biaya seekonomis mungkin.
2. Jenis Pondasi yang digunakan
Berdasarkan hasil dari kondisi lingkungan (tanah) dimana bangunan akan
didirikan serta besarnya beban (jumlah lantai bangunan) yang harus dipikul,
jenis pondasi yang dipakai adalah pondasi setempat/food plat dan pasangan
batu kali (yang dilengkapi dengan cerucuk) pemilihan jenis tiang berdasarkan
kondisi lapisan tanah.
3. Material yang digunakan
Material yang digunakan dare pekerjaan ini adalah Beton bertulang
4. Daya dukung Pondasi
Daya dukung tiang adalah tekanan terkecil yang dapat menyebabkan
keruntuhan geser pada tanah pendukung tepat dibawah dan disekeliling
pondasi. Dalam menentukan besarnya daya dukung tiang dapat ditinjau
melalui bebarapa cara dengan mempertimbangkan:
• Jenis pondasi
• Metode pelaksanaan
• Jenis material
5. S truktur Atas
• Umum
Bangunan atas terdiri dari struktur beton. Bangunan besar struktur atap
disangga dengan struktur baja dan kayu.
Analisa ini harus meliputi kondisi pelaksanaan dan kondisi setelah seluruh
struktur terpasang.Gaya-gaya selama masa konstruksi diperhitungkan
secara cermat.
• Standard Perancangan
Standar perancangan struktur mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di
Indonesia, serta peraturan –peraturan lain jika peraturan yang berlaku di
Indonesia tidak mencakup hal tersebut:
Peraturan beton bertulang Indonesia 1EE1(S NI E1)
Tatacara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung
Peraturan pembebanan Indonesia untuk Gedung tahun 1E83
Peraturan perencanaan tahan gempa Indonesia untuk gedung tahun
1E87
Peratutan perencanaan bangunan baja Indonesia tahun 1E83
Peraturan Umum tentang bahan bangunan Indonesia tahun 1E83
S tandart Industri Indonesia
Peraturan ACI318-83dan PCI untuk beton praktekan
AIS C seta British S tandard untuk fabrikasi dan ereksi sturktur baja
Buku Pedoman Perencanaan struktur untuk beton bertulang biasa dan
struktur tembok beton bertulang tahun 201E.
• Beban Mati
Beban mati merupakan berat sendiri seluruh bangunan, struktur
maupun non struktur yang selalu adadan bekerja padabangunan ini
Beban mati tersebut sangat tergantung dari dimensi serta berat jenis
struktur yang digunakan.
• Beban Hidup
Beban hidup adalah berat tambahan diluar beban mati yang bekerja
pada waktu- waktu tertentu, baik secara terus menerus maupun
sementara. Besarnya beban hidup ditentukan oleh peruntukan bangunan,
dengan harga minimum sesuai dengan peraturan pembebanan Indonesia
untuk gedung tahun 1E83 Berikut disampaikan besarnya beban hidup
dari masing-masing peruntukan bangunan, serta perbandingannya
dengan nilai minimum yang tercantum pada perusahaan. Mengingat
beban hidup tidak bekerja secara bersamaan maka untuk analisa portal
maupun gempa ada suatu factor reduksi,yang bergantung pada jenis
peruntukan bangunan dan jumlah tingkat. Sesuai dengan Peraturan
Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1E83, untuk analisa Portal beban
hidup direduksi dengan koefesien 0,75dan untukanalisa gempa, beban
hidup direduksi dengan koefisien0.3.
6. S truktur Atap
Struktur atap terdiri dari Canal C dan R angka Kayu yang merupakan struktur
yang didukung oleh Klassifikasi Bahan. Atap dengan penopang kolom dengan
bentangan besar
Desain atap baja memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
• Menggunakan mutu yang terjangkau oleh fabri cator dalam negeri
• Tidak ada initial momen pada saat beban mati bekerja penuh.Momen
pada tumpuan hanya pada kondisi beban hidup (air hujan,service)
• Letak sambungan,bentuk sambungan sudah memperhatikan
metoda konstruksi
• Metoda konstruksi akan dituangkan dalam suatu manual yang disepakati
dan menjadi acuan semua pihak.
7. Analisa Balok Utama
Kuat lentur balok-balok portal dianalisis dengan kekuatan batas dan harus
kuat menahan lentur akibat kombinas idengan pembebanan gempa
D. Konsep Mekanikal / Elektrikal
Pada intinaya pemilihan system dan perhitungan kapasitas utilitas M&E
didasari pada aspek:
• Kenyamanan pengguna
• Tepat teknologi
• Sesuai standart internasional / Koni
• Biaya/ investasidan operasional rendah
• Mudah dalam pemeliharaan
Pengendalian system badan M&E pada kawasan ini dikendalikan oleh
Pengelola kawasan yang meliputi system:
• Cahaya (penerangan) dan sumber
• Tata surya (pembangkit listrik tenaga surya)
• Tata udara
• Sumber tenaga cadangan (genset)
• Sistem air bersih/kotordan drainase lingkungan
• Sistem scoring
E. Rencana Kerja
Rencana Kerja disusun berdasarkan Metodologi Pekerjaan yang telah
diuraikan sebelumnya yaitu :
1. Pekerjaan Persiapan/Menyusun Konsep Perencanaan Pekerajaan
persiapan meliputi :
a. Pengumpulan data dan informasi lapangan;
b. Membuat interpretasi KAK secara garis besar;
c. Konsep, sketsa dan gagasan perencanaan.
2. Pekerjaan Penyusunan Pra R encana Pelaksanaan Pekerjaan ini meliputi
:
a. Membuat pra rencana desain;
b. Membuat perkiraan biaya;
c. Laporan perencanaan.
3. Pekerjaan Penyusunan Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pekerjaan
ini meliputi :
a. R encana Arsitektur beserta uraian konsep visualisasi;
b. R encana S truktur beserta uraian konsep dan perhitungannya;
c. S pesifikasi Teknis;
d. Perkiraan Biaya.
4. Pekerjaan Penyusunan R encana Detail Pelaksanaan Pekerjaan ini
meliputi :
a. Membuat gambar detail;
b. S pesifikasi Teknis;
c. Rencana Anggaran Biaya (E E );
d. Analisa Harga S atuan;
e. Menyusun Laporan Akhir Perencanaan.
F. Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan adalah merupakan estimasi waktu yang diperlukan dalam
menyelesaikan suatu kegiatan / pekerjaan dengan memperhitungkan kapasitas
kerja dan waktu kontrak yang telah dibatasi. Dengan menyusun jadual pelaksanaan
dapat memberikan kontrol terhadap waktu penyelesaian pekerjaan. Untuk
melaksanakan Pekerjaan tersebut diatas diperlukan estimasi waktu minimal 1 bulan.
Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi:
1. Jadwal Pelaksanaan
NO K E GIATAN WAK TU K E TE R A NGA N
1 Pekerjaan Persiapan 3 Hari Pengumpulan Data
2 Pekerjaan S urvey Lapangan 2 Hari S urvey Lokasi
3 Pekerjaan Analisa 7 Hari S etelah S urvey
4 Pekerjaan Pembuatan Laporan 28 hari Pada Waktu Analisa
5 Pembuatan Gambar 28 Hari S etelah S urvey
6 Dokumentasi 2 Hari Pada Waktu S urvey
2. Rencana Kegiatan
MINGGU K E T
1 2 3 4
NO K E GIATAN
1 Pekerjaan Persiapan
2 Pekerjaan S urvey
Lapangan
3 Pekerjaan Analisa
4 Pekerjaan Pembuatan
Laporan
5 Pembuatan Gambar
6 Dokumentasi
G. Konsep Arsitektur
1. Dasar Perencanaan Dan Perancangan
Dasar dari perencanaan Pembangunan Pabrik Es 1 Ton Kabupaten Kepulauan
Sula ini adalah menciptakan S arana Perikanan yang berguna untuk
meningkatkan produktifitas nelayan. Prasarana Pemabangunan Pabrik Es 1
Ton ini memiliki bermacam-macam fasilitas,pendukung seperti :
• Rumah Pelindung Knock Down
• Pekerjaan Sistem Pendingin
• Peralatan Pendukung
• Penyambungan daya PLN 100 Kva
2. Konsep Perencanaan Dan Perancangan
Tujuannya perancangan sekolah ini adalah menjadikan sekolah rumah ke
dua bagi mereka, serta membuat mereka lebih nyaman dengan
kondisisuasana belajar yang berbeda Konsep dasar perancangan sekolah
untuk masyarakat adalah berdasarkan kegiatan mereka yang lebih
fleksibel dan pengalaman ruang dalam belajar lebih nyaman dan
menyenangkan sehingga tidak menimbulkan rasa kebosanan pada
pesertadidik, tamu ataupun wisatawan. Penggunaan bahan yang ramah
lingkungan serta murah merupakan bagian dari konsep untuk menciptakan
bangunan arsitektur utntuk rakyat. S elain itu mengacu pada tema E kspos
Arsitektur untuk R akyat, harulah beradaptasi sesuai dengan situasi dan
kondisi masyarakatnya baik itu dalam perekonomian, dan social budaya,
Hasil Rancangan
Master Plan