| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0029256625924000 | Rp 1,765,266,558 | - | |
| 0025984519924000 | Rp 1,779,032,844 | - | |
| 0765361175923000 | - | - | |
| 0948421508924000 | Rp 1,696,272,909 | Surat perjanjian sewa peralatan atas nama Frumens Dandung tidak sesuai setelah dilakukan konfirmasi | |
| 0413063926924000 | - | - | |
| 0025983552924000 | - | - | |
| 0029251014923000 | - | - | |
| 0942224874924000 | - | - | |
PT Karya Terang Mulia | 00*7**2****21**0 | - | - |
| 0855965869924000 | - | - | |
| 0763821675924000 | - | - | |
| 0725662167924000 | - | - | |
CV Rangga Lehot Sejahtera | 04*4**6****24**0 | - | - |
| 0027432459922000 | - | - | |
| 0724007893924000 | - | - | |
| 0755876208924000 | - | - | |
| 0014157689924000 | - | - | |
| 0956514913924000 | - | - | |
| 0946696655924000 | - | - | |
CV Kaka Kiong | 04*0**5****24**0 | - | - |
| 0800034647924000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN MANGGARAI BARAT
DINAS SUMBER DAYA AIR, BINA MARGA DAN BINA KONSTRUKSI
Alamat : Jln. Labuan - Malawatar Km.03 - Labuan Bajo - Flores - NTT
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PROGRAM :
PENYELENGGARAAN JALAN
KEGIATAN :
PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN
Paket Pekerjaan :
Pembangunan Jembatan Wae Ndisi
(Lanjutan)
Tahun Anggaran
2023
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Tabel Metode Pelaksanaan
No. Lingkup Pekerjaan Metode Pelaksanaan Bahaya Utama
I DIVISI I. UMUM
1 Mobilisasi dan Pelaksanaan Kegiatan ini meliputi : Kecelakaan pada saat mobilisasi alat
Demobilisasi Tertabrak Kendaraan
Mobilisasi dan Demobilisasi peralatan dan Personil
Terpapar debu dan iritasi mata
kontraktor, serta material yang digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Penyiapan atau pembuatan fasilitas Kontraktor antara lain
Base Camp, Kantor Lapangan, Barak kerja, Bengkel, Gudang,
Ruang Laboratorium, dan lain- lain.
Pelaporan dan Adminintrasi serta Gambar Kerja (Shop
Drawing) dan Gambar terlaksana (As Buid Drawing)
Papan Nama Proyek
Dokumentasi Kondisi Awal (0%), Pelaksanaan Pekerjaan
(50%) dan kondisi setelah selesai pelaksanaan pekerjaan
(100%)
2 Manajemen dan Pelaksanaan Kegiatan ini meliputi : Kecelakaan Lalu Lintas
Keselamatan Lalu Lintas Terpapar debu dan iritasi mata
Menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama
periode kontruksi sesuai ketentuan.
Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai
schedule pekerjaan dan koordinasikan dengan seluruh
personil yang terkait.
Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis
pekerjaan di lapangan.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN 2
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan, dan
menempatkannya secara tepat dan benar.
Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur
dan mengarahkan arus lalu lintas.
3 Keselamatan dan Pelaksanaan Kegiatan ini meliputi : Kecelakaan Lalu Lintas
Kesehatan Kerja Terpapar debu dan iritasi mata
Rapat Persiapan Keselamatan Kerja
Membuat Rencana Manajemen dan keselamtan Kerja
(RMKK) berdasarkan tahapan-tahapan dan metode
pelaksanaan, sesuai ketentuan dan panduan Direktorat
Jendral Bina Marga.
Sosialisasi dan Promosi K3
Penyediaan Alat-alat Pelindung diri (APD) beserta
berlengkapan keselamatan kerja selama periode konstruksi
sesuai dengan ketentuan di dalam kontrak
Penyediaan personil dan fasilitas serta sarana K3
Menyediakan, memasang dan memelihara perlengkapan K3
II DIVISI 2. DRAINASE
1 Galian untuk Selokan Pelaksanaan Kegiatan ini meliputi : Tergelincir ke dalam galian
Drainase dan Saluran Air Terpapar debu dan iritasi mata,
Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator.
Tertimpa alat berat/kendaraan
Selanjutnya Excavator menuangkan hasil galian kedalam
dump truck.
Dump truck membuang material hasil galian keluar lokasi
jalan.
Sekelompok pekerja akan merapikan hasil galian dan
sekelompok lagi merapikan tanah hasilgalian apabila lokasi
bukan peruntukan untuk penampungan tanah
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN 3
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
2 Pasangan Batu dengan Pelaksanaan Kegiatan ini meliputi : Tergelincir ke dalam galian
Mortar
Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar Terpapar debu dan iritasi mata,
dengan menggunakan Concrete Mixer Tertimpa alat berat/kendaraan
Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya
sebelum dipasang
Sekelompok perkerja melakukkan penyelesaian dan
perapihan setelah pemasangan
III DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK
1 Galian Biasa Pelaksanaan Kegiatan ini meliputi : Tergelincir ke dalam galian
Tanah yang dipotong umumnya berada disisi jalan Terlindas alat berat
Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator Terpapar debu dan Iritasi mata
Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil galian
kedalam Dump Truck
Dump truck membuang material hasil galian keluar lokasi
perkerjaan
2 Galian Struktur dengan Galian struktur dengan kedalaman 0-2 meter mencakup galian Tergelincir ke dalam galian
kedalaman 0 - 2 meter pada segala jenis tanah dalam batas pekerjaan yang ditunjukan
Terlindas alat berat
dalam gambar untuk struktur
Terpapar debu dan Iritasi mata
Pelaksanaan Kegiatan ini meliputi :
Penggalian dilakukan sesuai dengan gambar kerja dengan
menggunakan Excavator
Hasil galian dimuat di dalam Dump truck dan dibuang ke
lokasi yang telah ditetapkan oleh deireksi pekerjaan
Setelah bangunan bawah selesai dilaksanakan dilakukan
pengurukan kembali
Sekelompok pekerja merapikan hasi galian
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN 4
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
3 Galian Struktur dengan Galian struktur dengan kedalaman 2-4 meter mencakup galian Tergelincir ke dalam galian
kedalaman 2 - 4 meter pada segala jenis tanah dalam batas pekerjaan yang ditunjukan
Terlindas alat berat
dalam gambar untuk struktur
Terpapar debu dan Iritasi mata
Pelaksanaan Kegiatan ini meliputi :
Penggalian dilakukan sesuai dengan gambar kerja dengan
menggunakan Excavator
Hasil galian dimuat di dalam Dump truck dan dibuang ke
lokasi yang telah ditetapkan oleh deireksi pekerjaan
Setelah bangunan bawah selesai dilaksanakan dilakukan
pengurukan kembali
Sekelompok pekerja merapikan hasi galian
4 Timbunan Biasa dari Pekerjaan dilaksanakan untuk menimbun lokasi pekerjaan Terlindas alat berat
sumber galian pasangan batu dengan menggunakan material timbunan Tertimbun material timbunan
dari lokasi quarry yang telah disetujui direksi pekerjaan Terpapar debu dan Iritasi mata
sebelumnya.
Bahan timbunan didatangkan dari quarry mengunakan
dump truck dengan diloadin dari whell loader, setibanya
dilokasi, dihampar dengan menggunakan motor grader dan
disiram dengan air dari water tank truck,
Selanjutnya dipadatkan dengan Vibratory Roller 6-8
lintasan, atau hingga mencapai kepadatan maksimal sesuai
spesifikasi atau persetujuan direksi pekerjaan.
5 Timbunan Biasa dari Pekerjaan dilaksanakan untuk menimbun lokasi pekerjaan Terlindas alat berat
sumber galian pasangan batu dengan menggunakan material timbunan Tertimbun material timbunan
dari lokasi quarry yang telah disetujui direksi pekerjaan Terpapar debu dan Iritasi mata
sebelumnya.
Bahan timbunan didatangkan dari quarry mengunakan
dump truck dengan diloadin dari whell loader, setibanya
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
dilokasi, dihampar dengan menggunakan motor grader dan
disiram dengan air dari water tank truck,
Selanjutnya dipadatkan dengan Vibratory Roller 6-8
lintasan, atau hingga mencapai kepadatan maksimal sesuai
spesifikasi atau persetujuan direksi pekerjaan.
IV DIVISI 7. STRUKTUR
1 Beton strukur, fc’20 Mpa Pekerjaan ini terdiri dari : Terjatuh dari ketinggian
Tersetrum listrik,
Persiapan permukaan: Pastikan bahwa permukaan jembatan
Kecelakaan karena alat berat
yang akan diberi beton bersih dari kotoran, debu, minyak,
Tertimpa material
atau bahan lainnya yang dapat mengganggu ikatan beton.
Terpapar debu dan Iritasi mata
Jika ada kerusakan pada permukaan jembatan, perbaiki
terlebih dahulu sebelum memulai pengecoran beton.
Pembuatan bekisting: Pasang bekisting di sekitar area yang
akan diisi dengan beton. Pastikan bekisting dirancang dan
dipasang dengan kokoh agar beton tidak bocor atau
mengalami deformasi selama proses pengecoran.
Pemasangan tulangan: Pasang tulangan besi beton (rebar) di
dalam bekisting sesuai dengan desain struktural yang telah
ditentukan. Tulangan bertujuan untuk memberikan
kekuatan tambahan dan stabilitas struktur beton.
Persiapan campuran beton: Campur beton sesuai dengan
spesifikasi yang diinginkan, yaitu dengan kuat tekan 20 Mpa.
Gunakan bahan-bahan yang berkualitas, seperti agregat,
pasir, semen, dan air, dalam proporsi yang tepat. Pastikan
bahwa beton tercampur secara merata dan konsistensinya
sesuai dengan kebutuhan.
Pengecoran beton: Setelah campuran beton siap, mulailah
menuangkan beton ke dalam bekisting. Pastikan beton
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
terdistribusi dengan merata di seluruh area yang diinginkan.
Gunakan alat-alat seperti vibrator beton untuk
menghilangkan gelembung udara dan memastikan adanya
kontak yang baik antara beton dengan tulangan.
Penyikatan dan perataan: Setelah pengecoran beton,
gunakan alat penyikat atau perata beton untuk meratakan
permukaan beton. Pastikan permukaan beton halus dan
datar sesuai dengan persyaratan desain yang ditentukan.
Pemadatan dan pengeringan: Setelah proses perataan,
lanjutkan dengan pemadatan beton menggunakan vibrator
beton untuk memastikan bahwa beton terkompaksi dengan
baik. Setelah itu, lindungi beton dari paparan sinar matahari
langsung dan angin kencang untuk mencegah kehilangan
kelembaban yang berlebihan. Pastikan juga adanya
perawatan dan pengeringan yang sesuai untuk beton agar
mencapai kekuatan yang diharapkan.
Pembongkaran bekisting: Setelah beton mencapai kekuatan
yang cukup, bekisting dapat dibongkar. Waktu yang
dibutuhkan untuk mencapai kekuatan tersebut bervariasi
tergantung pada kondisi iklim dan jenis campuran beton
yang digunakan.
2 Beton, fc’10 Mpa Pekerjaan ini terdiri dari : Terjatuh dari ketinggian
Tersetrum listrik,
Pembuatan bekisting: Pasang bekisting di sekitar area yang
Kecelakaan karena alat berat
akan diisi dengan beton. Pastikan bekisting dirancang dan
Tertimpa material
dipasang dengan kokoh agar beton tidak bocor atau
Terpapar debu dan Iritasi mata
mengalami deformasi selama proses pengecoran.
Pemasangan tulangan: Pasang tulangan besi beton (rebar) di
dalam bekisting sesuai dengan desain struktural yang telah
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
ditentukan. Tulangan bertujuan untuk memberikan
kekuatan tambahan dan stabilitas struktur beton.
Persiapan campuran beton: Campur beton sesuai dengan
spesifikasi yang diinginkan, yaitu dengan kuat tekan 10 Mpa.
Gunakan bahan-bahan yang berkualitas, seperti agregat,
pasir, semen, dan air, dalam proporsi yang tepat. Pastikan
bahwa beton tercampur secara merata dan konsistensinya
sesuai dengan kebutuhan.
Pengecoran beton: Setelah campuran beton siap, mulailah
menuangkan beton ke dalam bekisting. Pastikan beton
terdistribusi dengan merata di seluruh area yang diinginkan.
Gunakan alat-alat seperti vibrator beton untuk
menghilangkan gelembung udara dan memastikan adanya
kontak yang baik antara beton dengan tulangan.
Penyikatan dan perataan: Setelah pengecoran beton,
gunakan alat penyikat atau perata beton untuk meratakan
permukaan beton. Pastikan permukaan beton halus dan
datar sesuai dengan persyaratan desain yang ditentukan.
Pemadatan dan pengeringan: Setelah proses perataan,
lanjutkan dengan pemadatan beton menggunakan vibrator
beton untuk memastikan bahwa beton terkompaksi dengan
baik. Setelah itu, lindungi beton dari paparan sinar matahari
langsung dan angin kencang untuk mencegah kehilangan
kelembaban yang berlebihan. Pastikan juga adanya
perawatan dan pengeringan yang sesuai untuk beton agar
mencapai kekuatan yang diharapkan.
3 Baja Tulangan Polos-BjTP Syarat-syarat umum yang wajib diketahui terkait penyediaan Terjatuh dari ketinggian
280 materia pekerjaan pembesian tulangan yaitu : Tersetrum listrik,
Terpapar debu dan Iritasi mata
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Tergores, atau terbentur oleh tulangan
Besi tulangan untuk pekerjaan konstruksi beton bisa
berbentuk besi polos serta besi ulir. Penyedia Jasa wajib
mendapat persetujuan Direksi buat pengadaan besi tulangan
yang hendak dipergunakan buat pekerjaan.
Penyedia Jasa dengan biaya sendiri wajib melaksanakan uji
material apabila diminta Direksi dengan prosedur baku uji
yang disetujui oleh Direksi.
Tampang melintang besi tulangan yang dikirim ke posisi
kerja wajib sama pada seluruh panjangnya dengan yang
disetujui Direksi.
Dua buah besi tulangan dengan diameter yang sama yang
diambil secara random atau acak dari besi tulangan yang
dikirim ke lokasi kerja tidak boleh berbeda ukuran lebih dari
2%( 2 persen) dari diameter yang disyaratkan kecuali atas
persetujuan Direksi.
Besi tulangan wajib bersih dari karat, oli, kotoran serta tidak
cacat.
Diameter besi yang berbeda bisa digunakan apabila
disubstitusikan sehingga mempunyai perbandingan berat
yang sama berdasarkan persetujuan Direksi.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Metode Penyambungan Pembesian Tulangan
Seluruh besi tulangan wajib dipasang dengan lapisan serta
panjang seperti pada gambar kerja kecuali apabila ditentukan
dan disetujui berbeda oleh Direksi.
Kecuali yang telah ditetapkan dalam gambar penyambungan besi
tulangan yang lain tidak diperkenankan tanpa persetujuan
Direksi. Penyambungan wajib dilakukan dengan overlap
sepanjang mungkin.
Panjang overlap antara 2( dua) besi tulangan yang disambung
wajib cocok dengan gambar. Apabila tidak ditunjukkan dalam
gambar, panjang overlap harus tidak kurang dari 30( tiga puluh)
diameter besi tulangan. Untuk penyambungan dengan metode
overlap, besi tulangan wajib dipasang serta diikat dengan kawat
sedemikian sehingga tebal selimut beton tetap memenuhi syarat.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Syarat-syarat umum yang wajib diketahui terkait penyediaan Terjatuh dari ketinggian
4 Baja Tulangan Sirip BjTS
materia pekerjaan pembesian tulangan yaitu : Tersetrum listrik,
420A
Terpapar debu dan Iritasi mata
Besi tulangan untuk pekerjaan konstruksi beton bisa
Tergores, atau terbentur oleh tulangan
berbentuk besi polos serta besi ulir. Penyedia Jasa wajib
mendapat persetujuan Direksi buat pengadaan besi tulangan
yang hendak dipergunakan buat pekerjaan.
Penyedia Jasa dengan biaya sendiri wajib melaksanakan uji
material apabila diminta Direksi dengan prosedur baku uji
yang disetujui oleh Direksi.
Tampang melintang besi tulangan yang dikirim ke posisi
kerja wajib sama pada seluruh panjangnya dengan yang
disetujui Direksi.
Dua buah besi tulangan dengan diameter yang sama yang
diambil secara random atau acak dari besi tulangan yang
dikirim ke lokasi kerja tidak boleh berbeda ukuran lebih dari
2%( 2 persen) dari diameter yang disyaratkan kecuali atas
persetujuan Direksi.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Besi tulangan wajib bersih dari karat, oli, kotoran serta tidak
cacat.
Diameter besi yang berbeda bisa digunakan apabila
disubstitusikan sehingga mempunyai perbandingan berat
yang sama berdasarkan persetujuan Direksi.
Metode Penyambungan Pembesian Tulangan
Seluruh besi tulangan wajib dipasang dengan lapisan serta
panjang seperti pada gambar kerja kecuali apabila ditentukan
dan disetujui berbeda oleh Direksi.
Kecuali yang telah ditetapkan dalam gambar penyambungan besi
tulangan yang lain tidak diperkenankan tanpa persetujuan
Direksi. Penyambungan wajib dilakukan dengan overlap
sepanjang mungkin.
Panjang overlap antara 2( dua) besi tulangan yang disambung
wajib cocok dengan gambar. Apabila tidak ditunjukkan dalam
gambar, panjang overlap harus tidak kurang dari 30( tiga puluh)
diameter besi tulangan. Untuk penyambungan dengan metode
overlap, besi tulangan wajib dipasang serta diikat dengan kawat
sedemikian sehingga tebal selimut beton tetap memenuhi syarat.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
5 Pasangan Batu Tahapan pelaksanaan sebagai berikut : Terjatuh dari ketinggian
Pondasi untuk struktur pasangan batu harus disiapkan Kecelakaan karena alat berat
sesuai dengan syarat untuk Galian. Tertimpa material
Terkecuali disyaratkan lain atau ditunjukkan pada Gambar, Terpapar debu dan Iritasi mata
dasar pondasi untuk struktur dinding penahan harus tegak
lurus, atau bertangga yang juga tegak lurus terhadap muka
dari dinding. Untuk struktur lain, dasar pondasi harus
mendatar atau bertangga yang juga horisontal.
Lapis landasan yang rembes air (permeable) dan kantung
penyaring harus disediakan bilamana disyaratkan sesuai
dengan ketentuan dalam Drainase Porous.
Bilamana ditunjukkan dalam Gambar, atau yang diminta lain
oleh Direksi Pekerjaan, suatu pondasi beton mungkin
diperlukan. Beton yang digunakan harus memenuhi
ketentuan.
Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya
harus dipasang pada pondasi yang disiapkan sesaat sebelum
penempatan masing-masing batu pada lapisan pertama. Batu
besar pilihan harus digunakan untuk lapis dasar dan pada
sudut-sudut. Perhatian harus diberikan untuk
menghindarkan pengelompokkan batu yang berukuran
sama.
Batu harus dipasang dengan muka yang terpanjang
mendatar dan muka yang tampak harus dipasang sejajar
dengan muka dinding dari batu yang terpasang.
Batu harus ditangani sedemikian hingga tidak menggeser
atau memindahkan batu yang telah terpasang. Peralatan
yang cocok harus disediakan untuk memasang batu yang
lebih besar dari ukuran yang dapat ditangani oleh dua orang.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Menggelindingkan atau menggulingkan batu pada pekejaan
yang baru dipasang tidak diperkenankan.
Sebelum pemasangan, batu harus dibersihkan dan dibasahi
sampai merata dan dalam waktu yang cukup untuk
memungkinkan penyerapan air mendekati titik jenuh.
Landasan yang akan menerima setiap batu juga harus
dibasahi dan selanjutnya landasan dari adukan harus disebar
pada sisi batu yang bersebelahan dengan batu yang akan
dipasang.
Tebal dari landasan adukan harus pada rentang antara 2 cm
sampai 5 cm dan merupakan kebutuhan minimum untuk
menjamin bahwa seluruh rongga antara batu yang dipasang
terisi penuh.
Banyaknya adukan untuk landasan yang ditempatkan pada
suatu waktu haruslah dibatasi sehingga batu hanya dipasang
pada adukan baru yang belum mengeras. Bilamana batu
menjadi longgar atau lepas setelah adukan mencapai
pengerasan awal, maka batu tersebut harus dibongkar, dan
adukannya dibersihkan dan batu tersebut dipasang lagi
dengan adukan yang baru.
Dinding dari pasangan batu harus dilengkapi dengan lubang
sulingan. Kecuali ditunjukkan lain pada Gambar atau
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, lubang sulingan harus
ditempatkan dengan jarak antara tidak lebih dari 2 m dari
sumbu satu ke sumbu lainnya dan harus berdiameter 50 mm.
Pada struktur panjang yang menerus seperti dinding
penahan tanah, maka delatasi harus dibentuk untuk panjang
struktur tidak lebih dari 20 m. Delatasi harus 30 mm
lebarnya dan harus diteruskan sampai seluruh tinggi
dinding. Batu yang digunakan untuk pembentukan
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
sambungan harus dipilih sedemikian rupa sehingga
membentuk sambungan tegak yang bersih dengan dimensi
yang disyaratkan di atas.
Timbunan di belakang delatasi haruslah dari bahan Drainase
Porous berbutir kasar dengan gradasi menerus yang dipilih
sedemikian hingga tanah yang ditahan tidak dapat hanyut
jika melewatinya, juga bahan Drainase Porous tidak hanyut
melewati sambungan.
Sambungan antar batu pada permukaan harus dikerjakan
hampir rata dengan permukaan pekerjaan, tetapi tidak
sampai menutup batu, sebagaimana pekerjaan dilaksanakan.
Terkecuali disyaratkan lain, permukaan horisontal dari
seluruh pasangan batu harus dikerjakan dengan tambahan
adukan tahan cuaca setebal 2 cm, dan dikerjakan sampai
permukaan tersebut rata, mempunyai lereng melintang yang
dapat menjamin pengaliran air hujan, dan sudut yang
dibulatkan. Lapisan tahan cuaca tersebut harus dimasukkan
ke dalam dimensi struktur yang disyaratkan.
Segera setelah batu ditempatkan, dan sewaktu adukan masih
baru, seluruh permukaan batu harus dibersihkan dari bekas
adukan.
Permukaan yang telah selesai harus dirawat seperti yang
disyaratkan untuk Pekerjaan Beton.
Bilamana pekerjaan pasangan batu yang dihasilkan cukup
kuat, dan dalam waktu yang tidak lebih dini dari 14 hari
setelah pekerjaan pasangan selesai dikerjakan, penimbunan
kembali harus dilaksanakan seperti disyaratkan, atau seperti
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, sesuai dengan
ketentuan yang berkaitan dengan Timbunan, atau Drainase
Porous.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Lereng yang bersebelahan dengan bahu jalan harus
dipangkas dan untuk memperoleh bidang antar muka rapat
dan halus dengan pasangan batu sehingga akan memberikan
drainase yang lancar dan mencegah gerusan pada tepi
pekerjaan pasangan batu.
Terjatuh dari ketinggian
6 Bronjong dengan kawat Prosedur dasar pembangunan sebuah bronjong termasuk
Kecelakaan karena alat berat
yang dilapisi Galvanis penggalian, pemasangan bronjong dan pelaksanapenggalian
Tertimpa material
kembali.
Terpapar debu dan Iritasi mata
Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis
Adapun urutannya dapat kami gambarkan berikut ini :
Melakukan Pengukuran elevasi untuk penentuan
penempatan bronjong dan kemiringan tanah
kemiringan posisi bronjong yang di kehendaki sesuai
persetujuan pihak direksi pekerjaan.
Memperhatikan dan menghindari utilitas yang ada di area
pekerjaan.
Pemasangan rambu rambu adanya pekerjaan tersebut 50 m
sebelum titik lokasi pekerjaan dan di area lokasi pekerjaan.
Penggalian dilakukan dengan menggunakan alat gali
(excavator) yang diijinkan Direksi/ Pengawas, dengan
kedalaman sesuai Gambar Rencana atau atas persetujuan
Direksi Pengawas.
Pastikan semua material, peralatan dan alat bantu lainnya
tersedia dan dalam kondisi baik serta sesuai dengan
spesifikasi.
Pastikan setting out dilakukan dengan benar dan
berdasarkan suatu ketinggian yang telah d tentukan
sebelumnya.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN 21
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Kontrol jaring bronjong, perletakan batuan, diameter lubang
jaring, diameter kawat dan volume untuk perencanaan
pekerjaan
Terjatuh dari ketinggian
7 Sambungan Siar Muai Berikut Metode Pelaksanaan Pekerjaan Siar Muai Tipe Baja
Kecelakaan karena alat berat
Expansion Joint Tipe Baja Bersudut
Tertimpa material
Bersudut Penyedia Jasa harus menyerahkan rincian dari semua bahan
Terpapar debu dan Iritasi mata
pengisi (filler) sambungan dan penutup (seal) yang
diusulkan untuk digunakan untuk mendapat persetujuan
dari Direksi Pekerjaan.
Bilamana sambungan jenis patent yang diusulkan, maka
Penyedia Jasa harus menyerahkan rincian sambungan yang
lengkap untuk mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan,
termasuk gambar kerja dan sertifikat pabrik pembuatnya.
Untuk produk dan bahan yang digunakan di dalamnya.
Rincian setiap modifikasi terhadap pekerjaan struktur harus
juga diserahkan.
Jenis struktur sambungan ekspansi tergantung pada jumlah
pergerakan lantai yang diperlukan dan sebagaimana yang
ditunjukkan dalam Gambar.
Sambungan pelat atau siku harus mempunyai bentuk yang
disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Bagian baja dan baut
jangkar harus sesuai dengan AASHTO M120 Kelas A. Bagian
logam harus dilindungi terhadap korosi.
8 Landasan Elastomerik Bantalan Karet atau elastomer adalah penghubung dan penerus Terjatuh dari ketinggian
Karet Alam Berlapis Baja gaya antara bangunan atas jembatan dengan bangunan bawah Kecelakaan karena alat berat
Ukuran 300 mm x 350 jembatan. Terpapar debu dan Iritasi mata
mm x 36 mm Berikut adalah tahap pelaksanaan pemasangan Bantalan Karet
atau Elastomer :
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN 22
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Pengadaan Elastomer
Bantalan karet atau elastomer harus dalam keadaan baik dan
telah teruji serta sesuai dengan spesifikasi, selain itu dimensi
atau ukuran elastomer telah sesuai dengan gambar rencana.
Persiapan peralatan
Peralatan yang harus disiapkan adalah dial gauge, jack
hidrolik, hose, manifold, Genset, dan peralatan lain yang
dibutuhkan.
Pengukuran / leveling tumpuan pada abutment
Jack hidrolik ditempatkan pada posisi yang telah ditentukan
dan lakukan pengangkatan
Pasang kayu penyangga sementara
Bantalan karet atau elastomer diletakkan dibawah pelat
bantalan dan direkatkan dengan lem, bagian atas jembatan
diturunkan agar elastomer melekat sempurna pada pelat.
Lakukan pengangkatan secukupnya hingga elastomer
tergantung pada pelat dan lepaskan kayu penyangga
Pasang mortar dibawah elastomer dan turunkan hingga
elastomer masuk pada mortar yang belum mengeras
Bersihkan dan rapihkan sisa mortar
Setelah mortar mencapai kekuatan yang diinginkan, jack
hidrolik dan kayu penyangga dapat disingkirkan.
9 Sandaran (Railing) Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan, fabrikasi dan pemasangan Terjatuh dari ketinggian
sandaran baja untuk jembatan dan pekerjaan lainnya seperti Kecelakaan karena alat berat
galvanisasi, pengecatan, tiang sandaran, pelat dasar, baut Terpapar debu dan Iritasi mata
pemegang, dan sebagainya, sebagaimana yang ditunjukkan
dalam Gambar atau diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan dan
memenuhi Spesifikasi ini.
Jaminan Mutu
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN 23
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Mutu bahan yang dipasok, kecakapan kerja dan hasil akhir harus
dipantau dan diken-dalikan sebagaimana yang disyaratkan
dalam Standar Rujukan dalam Pasal 7.13.1.(5)
Toleransi
Diameter lubang:
+ 1 mm, - 0,4 mm
Tiang Sandaran:
Akan dipasang baris demi baris serta ketinggian, tiang-tiang
harus tegak dengan toleransi tidak melampaui 3 mm per meter
tinggi.
Sandaran (railing):
Panel sandaran yang berbatasan harus segaris satu dengan
lainnya dalam rentang 3 mm.
Kelengkungan:
Sandaran harus memenuhi kurva jembatan. Kurva ini dapat
dibentuk dengan serangkaian tali antara tiang.
Tampak:
Sandaran harus menunjukkan penampilan yang halus dan
seragam jika dalam posisi akhir.
Pengajuan kesipan kerja
Kontraktor harus menyerahkan gambar kerja untuk disetujui
Direksi Pekerjaan untuk setiap jenis sandaran baja yang akan
dipasang. Fabrikasi tidak boleh dimulai sebelum gambar kerja
disetujui.
Kontraktor harus menyerahkan sertifikat pabrik pembuat
sandaran baja yang menunjukkan mutu baja, pengelasan, dan
sebagainya.
Pengelasan
Pengelasan harus dilaksanakan oleh tenaga yang trampil, dengan
cara yang ahli, mengetahui detil semua sifat-sifat bahan. Lapisan
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
yang terekspos harus dikupas, digosok, dikikir dan dibersihkan
untuk mendapatkan penampilan yang bersih sebelum
digalvanisasi. Pelat dasar harus dilas ke tiang-tiang untuk
menghitung setiap ketinggian yang diberi-kan dalam Gambar
dan dengan cara yang sedemikian hingga tiang-tiang ini akan
tegak jika dalam posisi akhir.
Galvanisasi
Semua bagian baja harus digalvanisasi sesuai dengan AASHTO
M111 - 90 Galva-nizing., kecuali jika galvanisasi ini telah
mempunyai tebal minimum 80 mikron. Pekerjaan pengeboran
dan pengelasan harus sudah selesai sebelum galvanisasi. Agar
kondensasi uap air dapat lolos setelah fabrikasi sebelum
galavanisasi, pipa harus dilengkapi dengan lubang yang
ditunjukkan dalam Gambar. Setiap penambahan lubang yang
diperlukan untuk pengaliran atau diperlukan untuk galvanisasi
harus diletakkan dalam posisi yang sedemikian hingga tidak
langsung tampak dan tidak mengurangi kapasitas pipa terhadap
beban. Pipa harus digalvanisasi luar dan dalam. Setelah
galvanisasi elemen-elemen sandaran selesai, pengelasan atau
pengeboran tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan Direksi
Pekerjaan. Perbaikan galvanisasi, selanjutnya akan dilaksanakan
(setelah semua karat, uap air, galvanisasi yang mengelupas,
minyak dan benda-benda asing lainnya telah dibersihkan)
dengan 3 lapis cat dasar serbuk seng (zinc dust) yang bermutu
tinggi dan awet seperti yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
Pelaksanaan
Pemasangan harus sesuai dengan Seksi 7.4 Baja Struktur.
Sandaran harus dipasang dengan hati-hati sesuai dengan garis
dan ketinggian yang ditunjukkan dalam Gambar. Sandaran harus
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
disetel dengan hati-hati sebelum dimatikan agar dapat
memperoleh sambungan yang tepat, alinyemen yang benar dan
lendutan balik (camber) pada seluruh panjang. Persetujuan dari
Direksi Pekerjaan harus diperoleh sebelum sandaran dimatikan.
Kontraktor akan memberitahukan Direksi Pekerjaan bilamana
pemeriksaan dan persetujuannya diperlukan.
10 Papan Nama Jembatan Tahapan pemasangan Papan Nama Jembatan adalah sebagai Terjatuh dari ketinggian
berikut: Kecelakaan karena alat berat
Penyediaan Papan Nama Jembatan Terpapar debu dan Iritasi mata
Dalam penyediaan papan nama jembatan ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Papan nama jembatan terbuat dari bahan marmer atau
batu alam atau bahan lain yang disetujui oleh direksi
pekerjaan
- Bentuk dan dimensi papan nama sesuai dengan apa yang
ditunjukkan dalam gambar rencana
- Papan nama diukir nama, nomor, tahun pembuatan dan
lambang kementerian pekerjaan umum atau keterangan
lain yang telah disetujui direksi pekerjaan
Pemasangan Papan Nama Jembatan
- Papan Nama Jembatan dipasang ditempat yang sesuai
dengan apa yang ditunjukkan gambar rencana, biasanya
dipasang di parapet jembatan.
- Papan Nama Jembatan dipasang secara manual
menggunakan alat bantu dan menggunakan adukan
semen sebagai perekat. setelah itu, Finishing dengan
membersihkan papan nama jembatan dari kotoran-
kotoran seperti sisa adukan semen atau yang lainnya.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
11 Pipa Drainase Baja Semua jalur pipa diameter besar maupun kecil harus diukur Terjatuh dari ketinggian
diameter 4" ketinggian (level) sesuai dengan gambar rencana. Kecelakaan karena alat berat
Pengukuran harus di lakukan dengan alat waterpasss, selang Terpapar debu dan Iritasi mata
plastic, dll
Pipa baja harus sesuai dengan SNI
Pipa yang dipasang harus sesuai dengan spesifikasi yang
ditawarkan
V DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
1 Pengecatan Jembatan Pelaksanaan pekerjaan ini terdiri dari : Terjatuh dari ketinggian
Pekerjaan Pembersihan Elemen Beton Kecelakaan karena alat berat
Permukaan elemen beton yang akan dilakukan pengecatan, Terpapar debu dan Iritasi mata
terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran, debu, minyak dan
sejenisnya untuk mengindari perlemahan pada ikatan bahan
dengan menggunakan alat berupa sikat baja, amplas dan alat
bertekanan tinggi untuk membersihkan secara tuntas semua
permukaan.
Pencampuran Bahan Lapisan Utama
Pencampuran bahan lapis utama (primary coat) sesuai
dengan standar pencampuran yang dikeluarkan pabrik
pembuat. Dapat digunakan penambahan bahan pengencer
yang telah ditentukan oleh pabrik pembuat. Waktu
pencampuran campuran lapisan utama antara 30 sampai
60 menit dengan temperatur udara lingkungan sesuai
ketentuan dari pabrik pembuat.
Pekerjaan Pelapisan Utama
Pelapisan utama (primary coat) dilakukan diatas lapisan
dasar yang berupa bahan mortar. Lapisan ini terdiri dari dua
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
tahap pada seluruh permukaan beton. Lapisan ini dikerjakan
menggunakan roll, kuas maupun tangan. Ketebalan
lapisan ini sesuai dengan yang disyaratkan dalam
spesifikasi ini atau sesuai dengan persyaratan ketebalan
yang ditentukan pabrik pembuat.
Curing Lapisan Utama
Curing pada pekerjaan pelapisan utama dilakukan
dengan cara mendiamkan permukaan selama 4 – 7 jam
tanpa perlu perawatan lebih lanjut. Namun jika kondisi
dilapangan tidak mendesak, sebaiknya curing dilakukan
dalam waktu 7 hari untuk mencapai mutu/kualitas
pekerjaan secara maksimal.
Pencampuran Bahan Lapisan Akhir
Permukaan elemen beton yang telah dilakukan pelapisan
utama, diberikan lapisan akhir yang terlebih dahulu sesuai
dengan spesifikasi yang diberikan oleh pabrik pembuat.
Waktu pencampuran ini antara 30 sampai 60 menit dengan
temperatur udara lingkungan sesuai ketentuan dari pabrik.
Pekerjaan Pelapisan Akhir
Pelapisan akhir dikerjakan pada seluruh permukaan beton
dengan menggunakan roll, kuas dan spray. Ketebalan
lapisan ini sesuai dengan yang disyaratkan dalam
spesifikasi ini atau sesuai dengan persyaratan ketebalan
yang ditentukan pabrik pembuat.
Curing Lapisan Akhir
Curing pada pekerjaan pelapisan akhir dilakukan dengan
cara mendiamkan permukaan selama 2 jam tanpa perlu
perawatan lebih lanjut. Namun jika kondisi dilapangan tidak
mendesak, sebaiknya curing dilakukan dalam waktu 4 hari
untuk mencapai mutu/kualitas pekerjaan secara maksimal.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
2 Rambu Jalan Tunggal Pekerjaan ini meliputi Pengadaan, pengangkutan, dan Terjatuh dari ketinggian
dengan Permukaan pemasangan Rambu Jalan Tunggal Kecelakaan Lalu lintas
Pemantul Engineering
Tahapan Pelaksanaan
Grade
Membuat gambar shop drawing, metode pelaksanaan dan
membuat request Rambu Jalan Tunggal
Pengadaan Rambu Jalan Tunggal sesuai gambar shop
drawing yang disetujui
Plat untuk rambu jalan harus merupakan lembaran rata dari
campuran alumunium keras dan harus mempunyai
ketebalan minimum 2 mm. Lembaran tersebut harus bebas
dari gemuk, dikasarkan permukaannya (dietsa), dinetralisir
dan diproses sebelum digunakan sebagai Pelat Rambu Jalan.
Kerangka dan pengaku harus merupakan bagian-bagian
campuran alumunium alloy yang diekstrusi dari campuran
logam. Pelat Rambu Jalan harus diberi tambahan rangka
pengaku bila ukuran melebihi 1 meter.
Tiang Rambu harus merupakan pipa baja berdiameter dalam
minimum 40 mm, digalvanisir dengan proses celupan panas,
semua ujung yang terbuka harus diberi tutup untuk
mencegah masuknya air.
Siapkan bekisting dan galian tanah pondasi untuk tiang
rambu jalan tunggal
Pemasangan Rambu Jalan Tunggal pada lokasi dan jumlah
sesuai dengan shop drawing yang disetujui
3 Patok Pengarah Pekerjaan ini meliputi Pengadaan, pengangkutan, dan Terjatuh dari ketinggian
pemasangan Patok Pengarah / Patok Kilometer/Patok Kecelakaan karena alat berat
Hektometer Terpapar debu dan Iritasi mata
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN 29
PEMBANGUNAN JEMBATAN WAE NDISI
Tahapan Pelaksanaan
Membuat shop drawing, metode pelaksanaan dan membuat
request Patok Pengarah
Pengadaan Patok Pengarah / Patok Kilometer / Patok
Hektometer sesuai shop drawing
Pemasangan Patok Pengarah / Patok Kilometer / Patok
Hektometer dengan jarak dan jumlah sesuai shop drawing.
Semua patok harus dipasang dengan akurat pada lokasi dan
ketinggian sedemikian rupa sehingga dapat menjamin
bahwa patok tersebut tertanam kuat di tempatnya, terutama
selama pengerasan (setting) beton.
Semua patok harus diberi satu lapis cat dasar (primer), satu
lapis cat bawah permukaan dan satu lapis akhir sebagai lapis
permukaan sesuai shopdrawing.
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN