| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0029155066704000 | Rp 2,348,075,770 | - | |
| 0014060107705000 | - | - | |
| 0629774027704000 | Rp 2,138,175,493 | dinyatakan gugur teknis, tidak menyampaikan peralatan utama untuk pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan dokumen Pemilihan Nomor 000.3.3/003/Dok-Pemilihan/POKJA-II/Konstruksi/PPBJ/2025 BAB IV. F.2 | |
PT Ensargus Indra Utama | 02*0**0****01**0 | - | - |
| 0031669955701000 | - | - | |
| 0024399172705000 | - | - | |
| 0615610565701000 | - | - | |
| 0210592101701000 | - | - | |
CV Dhea | 00*6**9****02**0 | - | - |
| 0853162154701000 | - | - | |
| 0016673022701000 | - | - | |
| 0768069502701000 | - | - | |
Sumber Utama Gemilang | 04*9**7****04**0 | - | - |
CV Langit Bumi | 00*6**8****02**0 | - | - |
| 0029044880701000 | - | - | |
| 0851920538701000 | - | - | |
CV Telu Konco Mandiri | 00*2**8****04**0 | - | - |
| 0705807550704000 | - | - | |
| 0023824840702000 | - | - | |
Empat Saudara Berkah | 03*3**7****01**0 | - | - |
Fortuna Abadi Mandiri | 02*0**2****07**0 | - | - |
| 0768871964701000 | - | - | |
| 0861145209701000 | - | - | |
| 0032599136701000 | - | - | |
Putra Tani Mandiri | 00*0**0****05**0 | - | - |
| 0927953489704000 | - | - | |
PT Pandawa Bersaudara Jaya | 06*8**6****01**0 | - | - |
Uraian Singkat Pekerjaan
1. LOKASI KEGIATAN
Lokasi kegiatan terletak di Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Ruas Jl. Galang
– Sungai Bakau Besar Laut (Jl. Aswar)
2. PEKERJAAN UMUM
Mobilisasi Peralatan dan Demobilisasi Peralatan
Pekerjaan mobilisasi peralatan adalah pekerjaan pengadaan alat – alat yang digunakan
pada pekerjaan ini untuk sampai ke lokasi pekerjaan. Alat – alat yang digunakan pada
pekerjaan ini diantaranya.
1. Asphalt Finisher 1 Unit
2. Generator Set 1 Unit
3. Tandem Roller 8-10 T. 1 Unit
4. Compressor 4000-6500 L\M 1 Unit
5. Motor Grader >100 Hp 1 Unit
6. Tire Roller 8-10 T. 1 Unit
7. Vibratory Roller 5-8 T. 1 Unit
8. Asphalt Distributor 1 Unit
9. Excavator 80-140 HP 1 Unit
Pekerjaan Mobilisasi Peralatan ini dikerjakan pada saat pekerjaan mulai memerlukan
peralatan – peralatan tersebut.
Demobilisasi peralatan dilakukan setelah tahapan – tahapan pekerjaan yang menggunakan
peralatan – peralatan telah selesai dilaksanakan.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Untuk mengutamakan keselamatan kerja dengan menyediakan sarana pengamanan kerja
baik itu berupa helm, sepatu, pakaian pelindung dan pengaman lain yang diperlukan.
Selain itu pula membangun tanda-tanda bahaya dan isyarat-isyarat yang sesuai dan
cukup serta mengambil tindakan pencegahan yang perlu untuk perlindungan
pekerjaan dan keselamatan umum.
Semua peralatan K3 dilengkapi dengan pengarahan yang dibutuhkan yang sesuai
dengan ahli K3 maupun pengontrol yang sedang bertugas.
3. PEKERJAAN PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
a) Lapisan Pondasi Agregat Kelas A
Berikut langkah kerja pondasi agregat kelas A.
1) Proses pemecahan batu menjadi fraksi yang diinginkan menggunakan Stone
Crusher.
2) Blending material mulai dari fraksi 1, 2, 3 dan 4 sesuai komposisi JMF. Blending
bisa menggunakan alat blending plant. Jika tidak tersedia, blending bisa
menggunakan excavator maupun wheel loader
3) Proses pengangkutan dari stockpile menuju lokasi penghamparan menggunakan
dump truck.
4) Penghamparan agregat menggunakan Motor Grader. Tebal hamparan agregat
maksimum 20 cm.
5) Proses pemadatan menggunakan alat berat vibrator roller. Pada saat pemadatan
perlu menjaga kadar air. Oleh karena itu perlu dilakukan penyiraman
menggunakan truck water tank.
6) Pengujian ketebalan LPA atau tes spit
7) Pengujian kepadatan agregat menggunakan metode sand cone. Tingkat kepadatan
sampai 100%.
8) Pengujian CBR lapangan dan CBR lab. Nilai CBR minimal 90%.
b) Lapisan Pondasi Agregat Kelas B
Berikut langkah kerja pondasi agregat kelas B.
1) Proses pemecahan batu menjadi fraksi yang diinginkan menggunakan Stone
Crusher.
2) Blending material mulai dari fraksi 1, 2, 3 dan 4 sesuai komposisi JMF. Blending
bisa menggunakan alat blending plant. Jika tidak tersedia, blending bisa
menggunakan excavator maupun wheel loader
3) Proses pengangkutan dari stockpile menuju lokasi penghamparan menggunakan
dump truck.
4) Penghamparan agregat menggunakan Motor Grader. Tebal hamparan agregat
maksimum 15 cm.
5) Proses pemadatan menggunakan alat berat vibrator roller. Pada saat pemadatan
perlu menjaga kadar air. Oleh karena itu perlu dilakukan penyiraman
menggunakan truck water tank.
6) Pengujian ketebalan LPB atau tes spit
7) Pengujian kepadatan agregat menggunakan metode sand cone. Tingkat kepadatan
sampai 100%.
8) Pengujian CBR lapangan dan CBR lab. Nilai CBR minimal 90%.
c) Lapisan Pondasi Agregat Kelas S
4. PEKERJAAN PERKERASAN ASPAL
a) Lapis Resap Pengikat - Aspal
Cair/Emulsi Kegunaan Lapis resap
pengikat berguna untuk :
- Memberikan daya ikat antara lapis pondasi agregat dengan campuran aspal
- Mencegah lepasnya butiran lapis pindasi agregat jika dilewati kendaraan
sebelum dilapis dengan campuran aspal
- Menjaga lapis pondasi agregat dari pengaruh cuaca, khususnya hujan sehingga
air tidak masuk kedalam lapisan pondasi agregat yang bias menyebabkan
kerusakan struktur.
Pemasangan lapis resap pengikat dan lapis perekat digunakan alat Asphalt
Distributor. Asphalt Distributor adalah truk atau kendaraan lain yang dilengkapi
dengan aspal, pompa, dan batang penyemprot. Umumnya truk dilengkapi dengan
pemanas untuk menjaga temperature aspal dan juga penyemprot tangan. Penyemprot
tangan digunakan di daerah – daerah yang sulit dicapai dengan batang penyemprot.
Sebelum dilakukan pemasangan harus dipastikan bahwa daerah yang akan disemprot
bebas dari kotoran dan debu-debu. Lalu asphalt distributor harus dikalibrasikan
terlebih dahulu. Ketinggian batang penyemprot harus diatur sedemikian rupa sesuai
dengan jarak nosel agar diperoleh penyemprotan yang tumpang tindih sebanyak 2-3
kali. Penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang jalan. Agar tidak menggangu
pekerjaan, pastikan pelaksana mengalihkan arus lalu lintas jika dirasa perlu.
b) Laston Lapis Aus (AC-WC)
Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet berupa lapis perata,
lapis pondasi atau lapisan aus campuran beraspal panas yang terdiri dari agregat dan
bahan aspal yang dicampur secara panas di pusat instalasi pencampuran serta
menghampar dan memadatkan campuran tersebut diatas pondasi atau permukaan
jalan yang telah disiapkan sesuai dengan spesifikasi dan memenuhi garis, ketinggian
dan potongan memanjang yang ditunjukkan dalam gambar rencana.
Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, maka campuran harus dirancang
sampai memenuhi semua ketentuan antara lain :
- Ukuran agregat kasar
- AC-WC mempunyai proporsi fraksi agregat kasar lebih kecil
- Gradasi yang benar-benar senjang
- Abrasi maksimum 40 %
- Sisa rongga udara pada kepadatan membal harus memenuhi ketentuan yang
dalam spesifikasi
- Kelekatan agregat terhadap aspal minimal 95 %
- Ketentuan lain sesuai spesifikasi
5. PEKERJAAN AKHIR
Pekerjaan perapihan, pemeriksaan dan perawatan hasil pekerjaan (pemeliharaan).
Setelah semua pekerjaan selesai dikerjakan sebelum dilaksanakan penyerahan, pertama
terlebih dahulu dilaksanakan perapihan hasil pekerjaan. Lokasi sekitar tempat kerja harus
bersih dari sisa – sisa bahan yang tidak terpakai dan kotoran lainnya. Perapihan dan
pembersihan menggunakan tenaga manual (manusia).
Setelah diyakini rapi dan sesuai dengan rencana kerja penyedia jasa dan pengawas
lapangan selanjtnya dilaksanakan pekerjaan pemeriksaan hasil pekerjaan bersama – sama
anatara kontraktor, direksi pekerjaan, pengawas, dan konsultan. Apabila ternyata
ditemukan pekerjaan yang belum sesuai dengan rencana kerja atau spsesifikasi teknis
maka pekerjaan tersebut harus diperbaiki atau dibongkar dan diganti. Pekerjaan yang
telah dinyatakan sesuai dengan rencana dan spesifikasi teknis dan disetujui Direksi
pekerjaan harus dirawat / difinishing untuk diadakan serah terima pekerjaan pertama
(PHO). Perawatan pekerjaan ini juga dilaksanakan selama masa pemeliharaan sebelum
dilaksanakan PHO maka kondisi konstruksi / hasil pekerjaan menjadi tanggung jawab
Kontraktor.
Setelah serangkaian pekerjaan selesai, maka dilakukan pembongkaran Direksi Keet dan
pembuangan sisa pekerjaan agar lokasi pekerjaan bersih dari kotoran proyek.
Dilaksanakan juga perbaikan jalan akses yang sebelumnya dipakai untuk mobilisasi
kendaraan proyek, yitu dikembalikan sebagaimana aslinya atau diperbaiki agar bias
difungsikan dengan normal kembali. Kemudian dilakukan demobilisasi alat – alat,
tenaga kerja serta bahan yang ada dilokasi pekerjaan.
Pekerjaan administrasi akhir adalah menyerahkan semua laporan – laporan yang telah
dibuat selama waktu pelaksanaan pekerjaan sebagai pelengkap / pendukung pekerjaan
sesuai dengan ketentuan yang diinstruksikan Direksi. Bersamaan dengan kegiatan
pelaporan ini, diadakan pengukuran akhir dalam rangka pembuatan as-built drawing dan
MC 100%.
6. GAMBAR RENCANA KERJA
Gambar Rencana Kerja yang dipergunakan adalah gambar yang terlampir dalam
Dokumen Pengadaan/Kontrak.
7. SPESIFIKASI BAHAN
Seluruh bahan yang dipakai untuk pelaksanaan pekerjaan ini harus sesuai dengan ketentuan
yang tercantum dalam Spesifikasi Teknis, dan harus mengutamakan penggunaan bahan,
peralatan dan jasa produksi dalam negeri.
8. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Jadwal pelaksanaan pekerjaan yang dipakai sebagai pedoman adalah jadwal yanG telah
disesuaikan dengan tanggal terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja.
2. Pelaksanaan pekerjaan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender terhitung dari
tanggal mulai kerja sesuai dengan SPMK
9. PERALATAN
Peralatan yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan dan harus
disediakan penyedia jasa adalah sesuai dengan persyaratan peralatan yang telah ditentukan.
Peralatan yang dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan dan harus disediakan
penyedia jasa adalah :
No Jenis Kapasitas Jumlah
1 Asphalt Finisher 1 Unit
2 Generator Set 1 Unit
3 Tandem Roller 8-10 Ton 1 Unit
4 Compressor 4000-6500 L/M 1 Unit
5 Motor Grader >100 HP 1 Unit
6 Tire Roller 8-10 Ton 1 Unit
7 Vibratory Roller 5-8 Ton 1 Unit
8 Asphalt Distributor 1 Unit
9 Excavator 80-140 HP 1 Unit