Peningkatan Jalan Sagitci - Beriulou Dan Monganbosua - Sao

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 4102489
Date: 26 February 2023
Year: 2023
KLPD: Kab. Kepulauan Mentawai
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 4,883,760,642
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 4,883,302,840
Winner (Pemenang): PT Mahameru Citra Perkasa
NPWP: 029171865713000
RUP Code: 41582787
Work Location: Kecamatan Sipora Selatan - Kepulauan Mentawai (Kab.)
Participants: 19
Applicants
PT Mahameru Citra Perkasa
0029171865713000Rp 3,921,766,982
0033084690201000Rp 3,975,497,608
CV Lima Empat Lima Empat
0412461386201000-
0017597220311000-
0015807415201000-
0908425192201000-
0730500006201000-
0959527151201000-
0744879834205000-
CV Pongairangan
06*2**8****05**0-
0931691547201000-
0030245245202000-
0028788941201000-
0011292067201000-
0942874801301000-
0030451611219000-
0965134836201000-
0018942979218000-
0020083242101000-
Attachment
METODE  PELAKSANAAN  PEKERJAAN                         
Program        :  Penyelenggaraan Jalan                                
                                                                       
Kegiatan       :  Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota                 
Sub Kegiatan   :  Rekronstruksi Jalan                                  
Lokasi         :  Kecamatan Sipora Selatan                             
                                                                       
Tahun Anggaran :  2023                                                 
Lingkup        :  Peningkatan Jalan Sagitci – Beriulou dan Monganbosua - Sao
Pekerjaan                                                              
                                                                       
                                                                       
 Semua  item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai   
                                                                       
 1.   DIVSI 1 UMUM                                                     
      1.2        Mobilisasi                                            
      SKh.1.1.22 Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi               
 2.   DIVISI 2 DRAINASE                                                
      2.1.(1)    Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air         
                                                                       
      2.2.(1)    Pasangan Batu dengan Mortar                           
 3.   DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK                         
      3.1.(1)    Galian Biasa                                          
      3.2.(1a)   Timbunan Biasa dari Sumber Galian                     
      3.2.(1b)   Timbunan Biasa dari Hasil Galian                      
                                                                       
      3.2.(2a)   Timbunan Pilihan dari Sumber Galian                   
      3.3.(1)    Penyiapan Badan Jalan                                 
      3.4.(1)    Pembersihan dan Pengupasan Lahan                      
 4.   DIVISI 5 PERKERASAN BERBUTIR                                     
      5.3.(3)    Lapis Fondasi bawah Beton Kurus                       
                                                                       
 5.   DIVISI 7 STRUKTUR                                                
      7.9.(1)    Pasangan Batu                                         
      7.10.(3a)  Bronjong dengan kawat yang dilapisi Galvanis          
 6.   DIVISI 10 PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA                         
      10.1.(7)   Perbaikan dan Perataan Permukaan Jalan Tanah          
                                                                       
                                                                       
 spesifikasi teknis dan menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam Daftar
 Kuantitas dan Harga.                                                  
                                                                       
                                                                       
 A. URAIAN TAHAPAN  PELAKSANAAN                                        
 Dalam  pelaksanaan pekerjaan ini metode pelaksanaan pekerjaan secara  
                                                                       
 umum   dapat dilaksanakan setelah ada Serah Terima Lapangan maka      
 Pekerjaan Pembangunan Jalan Monganpoula - Sotboyak dapat dilaksanakan.
 Pekerjaan  pendahuluan  adalah  pekerjaan awal,  yang  meliputi       
 kegiatan-kegiatan untuk mendukung permulaan pelaksanaan konstruksi.   
 Pada Pekerjaan ini meliputi :                                         
                                                                       
 a. PCM (Pre Construction Meeting).                                    
 Dalam waktu 7 hari setelah Penandatangan Kontrak, di adakan Rapat Pra 
 Pelaksanaan (Pre Construction Meeting), Rapat yang diusulkan oleh salah satu
 dari para Pihak yang terdapat di dalam Kontrak suatu Pekerjaan. Rapat ini
 bisa diusulkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) atau bisa juga
 diusulkan oleh Kontraktor Pelaksana Pekerjaan. Rapat ini dihadiri oleh semua
                                                                       
 pihak yang terkait pekerjaan: PPK beserta Direksi Pekerjaan, Kontraktor, dan
 Konsultan Pengawas.                                                   
                                                                       
 Hal-hal yang dibahas di dalam Rapat PCM adalah antara lain:           
    - Mobilisasi Peralatan dan Material,                               
                                                                       
    - Pengukuran Ulang (Uitzet),                                       
                                                                       
    - Pembuatan Laporan Pekerjaan,                                     
    - Tata Cara Opname,                                                
                                                                       
    - Prosedur Penagihan Prestasi Pekerjaan,                           
                                                                       
    - Serah Terima Pekerjaan, dan lain-lain.                           
 Di bawah ini akan disinggung masing-masing secara singkat dan sederhana.
                                                                       
 Setelah semua disetujui dilakukan rekayasa lapangan guna melihat secara
 langsung langkah- langkah yang akan dikerjakan, serta metode-metode yang
 digunakan.                                                            
                                                                       
 b. Pekerjaan Rekayasa Lapangan dan Pengukuran                         
                                                                       
 Rekayasa Lapangan merupakan bagian penting dari kegiatan proyek untuk 
 menuju penanganan jalan secara optimal dari sisi mutu, biaya dan waktu.
                                                                       
   a. Pekerjaan Rekayasa Lapangan                                      
   Pekerjaan rekayasa lapangan di awal suatu pekerjaan untuk memastikan
                                                                       
   berapa besar perubahan yang terjadi akibat pelaksanaan dari perencanaan
   yang ada. Suatu perencanaan masih mengandung  galat. Pelaksana      
   Pekerjaan, Direksi Lapangan, dan Konsultan Pengawas harus memastikan
   lagi legalitas kepastian pekerjaan. Rekayasa Lapangan dan Pengukuran
   ulang ini menghasilkan Laporan MC-0 yang dilampiri Gambar Rencana   
                                                                       
   Pelaksanaan Kerja, Kurva S, Foto Pekerjaan 0%, dan Lampiran-lampiran
   yang diperlukan. Semua dokumen yang dihasilkan dalam Pengukuran     
   Ulang ini wajib disetujui oleh para pihak. Dan Pekerjaan rekayasa lapangan
   dilaksanakan guna untuk mengetahui tentang ada atau tidak perubahan 
   volume pekerjaan jika ada besarnya perubahan yang ditemukan dibuatkan
                                                                       
   Dokumen  Perubahan. Dokumen perubahan bisa berbentuk Dokumen        
   Tambah  Kurang (Change Contract Order) atau Dokumen Tambahan        
   (Addendum). Hal ini tergantung mazab yang digunakan di suatu satuan 
   kerja. Selain itu, terkadang Dokumen Perubahan ini bisa berbentuk serial
   sepanjang pekerjaan dilaksanakan, sehingga tim yang diusulkan dalam 
                                                                       
   Dokumen  Perubahan ini pun disesuaikan dengan tingkat perubahan yang
   dialami. Semakin berat tingkat perubahan, maka Tim yang diusulkan   
   (dibentuk) semakin lengkap dan lintas sektoral. Jika perubahan hanya kecil,
   maka  Tim yang dibentuk cukup sesuai dengan yang ada di Dokumen     
   Kontrak. Jika perubahan yang ditemukan besar bahkan berpengaruh     
   terhadap pasal-pasal dalam Kontrak, maka harus melibatkan Bidang    
                                                                       
   Hukum, Perencanaan, dan lain-lain. Selain itu, dokumen perubahan yang
   besar, diperlukan Justifikasi Teknis dan Tim Negosiasi Harga. Dokumen
   Perubahan tidak akan dibahas pada kesempatan ini, karena terdapat   
   berbagai pendapat tentang dokumen perubahan (tambah-kurang) sesuai  
   jenis kontrak, tingkat perubahan, dan kepentingan pekerjaan.        
                                                                       
                                                                       
                                                                       
   b. Pekerjaan Pengukuran/Uitzet                                      
                                                                       
   Pengukuran dan pematokan daerah batas pekerjaan dan ketinggiannya   
   untuk perencanaan dan pembuatan gambar kerja (shop drawing) sebagai 
   acuan  lapangan, dengan berpedoman pada dokumen tender dengan       
   menyesuaikan kondisi di lapangan, jika terjadi perubahan-perubahan  
                                                                       
   dilakukan asistensi ke direksi lapangan.                            
                                                                       
                      Pengecekan titik referensi                       
                           (Benc Mark)                                 
                                                                       
                                                                       
                         Pembuatan dan                                 
                       pemasangan patok TBM                            
                       (Temporary Bench Mark)                          
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                        Pengukuran cross dan                           
                        Longitudinal section                           
                          kondisi existing                             
                                                                       
                                                                       
                       Survey dan Penandaan                            
                         Lokasi Pekerjaan                              
                                                                       
                                                                       
 Pekerjaan Pengukuran (setting out) akan dilaksanakan untuk mengetahui :
                                                                       
 1. Batas - batas pekerjaan                                            
                                                                       
 2. Posisi bangunan yang ada.                                          
 3. Menentukan elevasi dan koordinat konstruksi yang akan dikerjakan.  
                                                                       
                                                                       
 Pelaksanaan pekerjaan :                                               
 Tim pengukuran yang bertugas untuk mengecek gambar yang ada dan       
 membuat data awal. Data awal akan dipakai dalam pembuatan Shop Drawing
                                                                       
 untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan.                              
                                                                       
 Pengecekan titik-titik referensi (existing BM) dengan theodolite dan waterpass
 sehingga dapat diketahui koordinat (x,y,z) titik-titik BM yang sesungguhnya
 lalu dibandingkan dengan data-data titik BM dalam gambar untuk mengatahui
 apakah BM tersebut masih baik atau sudah rusak.                       
                                                                       
 Pembuatan / pemasangan BM permanent di tempat yang aman dan mudah     
 terlihat agar tidak terganggu selama masa pekerjaan.                  
                                                                       
 Pelaksanaan pengukuran akan dilakukan team pengukuran yang dikoordinir
 oleh seorang surveyor yang sudah berpengalaman pada bidangnya.        
                                                                       
 Alat yang digunakan adalah Total Station/Theodolite dan Waterpass lengkap
 dengan baak ukur  allumunium panjang 4 m. Hasil pengukuran akan       
 dilaporkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan untuk      
 mendapatkan  comments atau approval. Untuk selanjutnya data hasil     
                                                                       
 pengukuran/survey lapangan tersebut dapat dipakai sebagai bahan untuk 
 menyiapkan rekayasa engineering, dan perhitungan volume MC-0, serta   
 sebagai acuan dalam pelaksanaan pekerjaan fisik.                      
 3. Pembuatan Shop Drawing                                             
                                                                       
 Untuk menjaga hal – hal yang tidak di inginkan di dalam pelaksanaan   
 pekerjaan, maka kontraktor Akan membuat shop drawing yang di setujui oleh
 Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana, dan Owner. Shop drawing harus
 di periksa dan disetujui oleh direksi pekerjaan untuk dilakukan perhitungan
 volume  actual (MC-0) dan pelaksanaan dilapangan. Shop drawing        
                                                                       
 dibuat/didesain berdasarkan data hasil pengukuran lapangan yang telah 
 dilakukan.                                                            
                                                                       
 4. Fasilitas Kantor Lapangan/Direksikeet dan Barak Kerja/Gudang       
 Sebelum  melangkah kepada pekerjaan Fisik Bangunan akan dibuat        
                                                                       
 Direksikeet atau Kantor Lapangan, yang dilengkapi dengan Furniture    
 Sederhana, Papan Tulis, Rak Buku. Untuk Penempatan Direksikeet akan   
 ditempatkan pada area yang strategis terhadap pekerjaan dan tidak     
 mengganggu kelancaran kendaraan logistik ke dalam dan dari luar Lokasi
 Pekerjaan. Gudang harus dibuat tertutup dan terlindung dari pengaruh cuaca,
                                                                       
 dan memenuhi persyaratan, dan kondisinya harus dijaga agar tetap kering dan
 tidak lembab. Penyimpanan bahan harus diatur sedemikian rupa agar material
 yang lebih dulu datang dapat lebih awal digunakan.                    
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
 5. Listrik dan Air Kerja                                              
                                                                       
 Dalam pelaksanaan proyek maka pengadaan air bersih yang sesuai dengan 
 spesifikasi yang diminta menjadi hal penting untuk mendukung kelancaran
 kegiatan. Dalam pelaksanaan karena bekerja dalam lingkungan yang padat
                                                                       
 akan lalulintas maka penerangan disekitar proyek pada malam hari harus
 terjaga dengan baik. Dengan penerangan yang memadai maka diharapkan   
 tidak terjadi kecelakaan lalulintas akibat tidak ada penerangan disekitar lokasi
 proyek. Selain itu juga penerangan berfungsi untuk memberikan kenyamanan
 dan suasana yang terang untuk pekerjaan bilamana diperlukan kerja lembur.
 Untuk pelaksanaannya maka digunakan genset dan lampu yang ditempatkan 
 sesuai keperluan.                                                     
                                                                       
 6. Papan Nama Proyek                                                  
                                                                       
 Papan Nama Proyek di buat untuk memberikan informasi seluas luas nya  
 kepada masyarakat tentang keberadaan pekerjaan. Papan nama terbuat dari
 multyplek dan kayu kaso dengan pondasi adukan semen, pasir dan split. 
                                                                       
                                                                       
                                                                       
 B. PEKERJAAN   KONSTRUKSI                                             
 Pekerjaan ini meliputi pekerjaan umum, drainase, pekerjaan tanah dan  
 geosintetik, perkerasan berbutir, struktur, dan pekerjaan pemeliharaan
                                                                       
 kinerja.                                                              
 1. DIVISI I UMUM                                                      
    1.2. PEKERJAAN MOBILISASI                                          
                                                                       
    A. Pekerjaan Persiapan                                             
                                                                       
      Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan -
      kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi : 
                                                                       
      1. Pembuatan Job Mix Design                                      
         Sebelum  pekerjaan utama   dilaksanakan terlebih dahulu       
                                                                       
         dilaksanakan pengambilan sampel bahan dari quarry yang berada di
         lokasi setempat atau yang didatangkan, diantaranya : batu, pasir
         dan bahan Timbunan pilihan selanjutnya dibawa ke laboratorium 
         job mix formula/job mix designn yang akan dipakai sebagai acuan
         kerja dalam pelaksanaan proyek.                               
                                                                       
      2. Material dan Penyimpanan                                      
                                                                       
         Bahan yang akan digunakan di dalam pekerjaan harus memenuhi   
         spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, tipe maupun
         ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material
                                                                       
         yang akan digunakan untuk proses pembuatan Concrete diambil   
         dari quarry sungai yang berada di lokasi setempat.            
                                                                       
      3. Mobilisasi Personil                                           
         Selama proses pelaksanaan pekerjaan wajib menghadirkan personil
                                                                       
         sebagi berikut :                                              
         No  Posisi Penugasan  Jumlah Pendidikan Pengalaman Kualaifikasi
                                                                       
          1  Manajer Pelaksana/ 1 Org S.1 - Sipil ≥ 4 Tahun SKA Ahli   
                                                                       
             General Superintendent                        Teknik      
                                                            Jalan      
                                                           Madya       
                                                                       
          2  Manager Teknik    1 Org  S.1 - Sipil ≥ 3 Tahun SKT        
                                                                       
                                                          Pelaksana    
                                                          Lapangan     
                                                          Pekerjaan    
                                                          Jalan (028)  
                                                                       
          3  Manager Keuangan  1 Org    S.1 -   ≥ 1 Tahun              
                                      Keuangan                         
          4  Ahli K3           1 Org    S.1     ≥ 1 Tahun   SKA        
                                                          Ahli Muda    
                                                                       
          5  Quality Engineer  1 Org     D3     ≥ 2 Tahun   SKT        
                                                           Teknisi     
                                                          Laboratorium 
                                                            Beton      
          6  Surveyor          1 Org     D3     ≥ 1 Tahun   SKT        
                                                           Juru Ukur   
                                                           Pekerjaan   
                                                            Jalan /    
                                                           Jembatan    
                                                                       
                                                                       
      4. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan                              
                                                                       
         Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi alat-alat yang digunakan
         adalah:                                                       
                                                                       
                                                                       
                     Uraian Alat              Jumlah Unit              
                                                                       
         CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3              2 Unit                 
                                                                       
         DUMP TRUCK 3 - 4 M3                    4 Unit                 
                                                                       
         EXCAVATOR 80-140 HP                    3 Unit                 
                                                                       
         GENERATOR SET                          1 Unit                 
         MOTOR GRADER  >100 HP                  1 Unit                 
                                                                       
         WHEEL LOADER 1.0-1.6 M3                1 Unit                 
                                                                       
         VIBRATORY ROLLER 5-8 T.                1 Unit                 
         RUBBER CRAWLER CARRIER TRUCK           1 Unit                 
                                                                       
         CONCRETE VIBRATOR                      1 Unit                 
         WATER PUMP 70-100 mm                   1 Unit                 
                                                                       
         WATER TANKER 3000-4500 L.              1 Unit                 
                                                                       
         TRUK MIXER (AGITATOR)                  3 Unit                 
                                                                       
         TANDEM ROLLER 8-10 T.                  1 Unit                 
         CONCRETE BATCHING PLANT                1 Unit                 
                                                                       
         MOBIL PICK UP                          1 Unit                 
                                                                       
         SEWA PONTON MOBILISASI (PP)            1 Unit                 
                                                                       
                                                                       
                                                                       
 SKh.1.1.22. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)            
                                                                       
 Dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan atau peningkatan jalan setiap
 tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan
 akhir kegiatan di lapangan diusahakan agar pekerja dan pengguna jalan aman.
 Ada beberapa hal yang perlu di siapkan untuk keselamatan dan kesehatan
 kerja ddiantaranya :                                                  
                                                                       
    1. Penyiapan dokumen penerapan SMKK                                
                                                                       
      Rencana keselamatan kerja di tuangkan dalam dokumen rencana      
      keselamatan kerja, selanjutnya pembuatan prosedur dan instruksi kerja
      serta ppenyiapan formulir K3.                                    
                                                                       
    2. Sosialisasi, Promosi dan Pelatihan                              
                                                                       
      Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Induction), Pengarahan    
      Keselamatan Konstruksi (Safety Briefing), Simulasi Keselamatan   
      Konstruksi, Spanduk (Banner) dan Papan Informasi Keselamatan     
      Konstruksi.                                                      
                                                                       
    3. Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri                    
                                                                       
    - Topi pelindung (Safety Helmet)                                   
                                                                       
    - Sarung tangan (Safety Gloves)                                    
                                                                       
    - Sepatu keselamatan (Safety Shoes, rubber safety shoes and toe cap)
                                                                       
    - Rompi keselamatan (Safety Vest)                                  
    4. Asuransi dan Perizinan terkait Keselamatan Konstruksi           
                                                                       
    - Asuransi (Construction All Risk/CAR)                             
    5. Fasilitas, Sarana dan Prasarana dan Alat KesehatanPeralatan P3K 
    6. Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen
                                                                       
      lalu lintas                                                      
                                                                       
      Rambu  yang di buat diantaranya, rambu petunjuk, rambu larangan, 
      rambu peringatan dan rambu kewajiban.                            
                                                                       
                                                                       
 2. DIVISI 2. DRAINASE                                                 
                                                                       
 Pekerjaan drainase dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan, 
 pekerjaan drainase dilakukan setelah dilakukan pembersihan dan        
                                                                       
 pengupasan lahan dan penyesuaian grade jalan (galian /Timbunan) dengan
 gambar kerja selesai dilaksanakan.                                    
                                                                       
 2.1.(1). Galian untuk Saluran Drainase dan Saluran Air                
 Pekerjaan ini meliputi panggalian, penanganan, pembuangan atau        
                                                                       
 penumpukan tanah atau bahan lainnya.                                  
 Cara Pelaksanaan :                                                    
                                                                       
 a. Sebelum penggalian dimulai harus memperhatikan bangunan utilitas   
   dibawah tanah                                                       
                                                                       
 b. Semua lahan dalam batas pelaksanaan diadakan pembersihan, dan      
   material hasil pembersihan dibuang keluar lokasi pekerjaan dengan   
                                                                       
   persetujuan direksi.                                                
 c. Setelah diadakan pengukuran, dibuat shop drawing maka pekerjaan    
                                                                       
   penggalian siap dimulai dengan persetujuan Direksi.                 
 d. Material hasil galian dibuang ke lokasi pekerjaan yang telah disediakan oleh
                                                                       
   kontraktor.                                                         
 2.2.1(1). Pasangan Batu dengan Mortar                                 
                                                                       
 Pekerjaan pasangan batu dengan mortar dilakukan baik pada sisi kanan dan
 kiri jalan sepanjang jalan yang akan dikerjakan sesuai dengan gambar kerja.
                                                                       
 Pekerjaan ini baiknya dilakukan setelah pekerjaan tanah selesai dilaksakan.
 Pelaksanaan pasangan batu dengan mortar meliputi :                    
                                                                       
  1. Penyiapan pondasi atau galian parit untuk tumit (cut off wall) dari
    pasangan batu dengan mortar                                        
                                                                       
  2. Penyiapan batu untuk pasangan batu dan adukan mortar              
                                                                       
  3. Pekerja memasang lapisan batu sedemikian rupa sesuai dengan pekerjaan
    pasangan batu mortar dalam spesifikasi umum 2018                   
  4. Pelapisan pasangan batu dengan mortar yang telah dikerjakan dengan
    acian                                                              
                                                                       
  5. Sekelompok pekerja melakukan perawatan pasangan batu dengan mortar
    yang telah dikerjakan seperti perawatan untuk pekerjaan beton      
                                                                       
                                                                       
 3. DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK                           
                                                                       
 Pekerjaan tanah dan geosintetik dimulai dengan pelaksanaan pembersihan
 dan pengupasan lahan dan dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan tanah 
 sesuai dengan ketentuan yang ada .                                    
                                                                       
 3.1.(1) Galian Biasa                                                  
                                                                       
 Penggalian dilakukan sesuai gambar kerja. Penggalian dapat dilaksanakan
 setelah bouwplank dengan penandaan sumbu ke sumbu selesai diperiksa dan
 disetujui oleh direksi. Selanjutnya dilakukan pembersihan lokasi dari 
 rintangan atau halangan yang mengganggu pekerjaan galian tanah.       
                                                                       
 Cara penggalian dengan menggunakan excavator atau menggunakan tenaga  
 manusia dengan linggis dan blencong untuk daerah-daerah yang tidak dapat
 digali dengan excavator. Tanah hasil galian dibuang menggunakan dump truck
                                                                       
 ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.                           
 Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan galian biasa:                   
                                                                       
 a. Periapan                                                           
                                                                       
    - Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan dan data pendukungnya.  
    - Menyerahkan gambar detail penampang melintang (Shop Drawing)     
      kepada Direksi Pekerjaan                                         
                                                                       
    - Cek kondisi/keadaan exsiting terhadap kemungkinan adanya pipa-pipa
      air, kabel, listrik, kabel telepon dan lain-lain.                
    - Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari
      kesiapan yang telah dilakukan.                                   
    - Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan
                                                                       
      tidak ada perubahan ari kesipan yang telah dilakukan             
    - Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi 
      kondisi khusus                                                   
    - Pastikan ada pengendalian keselamatan dan Kecelakaan KErja (K3)  
    - Pastikan ada kesiapan penegndalian lalu-lintas                   
                                                                       
    - Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.                     
 b. Persiapan Pekerjaan Galian                                         
                                                                       
    - Cek kondisi existing lahan/tanah yang akan digali. Pasang Patok-patok
      batas galian dan penggalian yang akan dilaksanakan               
    - Buatkan titik pemantauan kelongsoran dan tempatkan pada daerah   
      yang benar-banar aman. Sehingga apabila terjadi pergerakan bidang
      galian dapat segera diketahui.                                   
    - Serahkan Gambar detai seluruh struktur sementara yang diusulkan  
      atau yang diperintahkan untuk digunakan, seperti penyokong (shoring)
                                                                       
      pengaku (brancing), cofferdam dan dinding penahan rembesan (cutoff
      wall)                                                            
    - Untuk menjaga stabilitas lereng galian dan menjaga keselamatan   
      pekerja, maka galian yang lebih dari 5 meter harus dibuat bertangga
      dengan teras sebesar 1 meter.                                    
                                                                       
    - Semua galian terbuka harus diberi rambu peringtan dan penghalang 
      (barikade) yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh
      kedalamnya.                                                      
    - Galian terbuka pada lokasi jalur lalu-lintas maupun lokasi bahu jalan,
      harus  diberi rambu  tambahan   pada  malam  hari  berupa        
                                                                       
      drum/penghalang (barikade) yang dicat putih beserta lampu merah atau
      kuning guna menjamin keselamatan pengguna jalan.                 
    - Siapkan pompa air untuk dewatering pada penggalian tanah dibawah 
      elevasi muka air tanah.                                          
                                                                       
                                                                       
                                                                       
 c. Penggalian                                                         
                                                                       
    - Penggalian tanah dilaksanakan menurut kelandaian, garis dan elevasi
      yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukan oleh Direksi Pekerjaan
      dan mencakup pembuangan  material/bahan dalam bentuk apapun      
      yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata, beton, pasangan batu,
      bhan organik dan bahan perkerasan lama yang sudah tidak dipakai lagi.
                                                                       
    - Penggalian tanah dilakukan dengan alat berat yaitu Excavator untuk
      daerah galian tanah yang dalam . Sedang untuk galian yang bersifat
      pemotongan tanah, lebih baik dilakukan dengan menggunakan        
      Bulldozer atau Motor Grader. Untuk lahan/daerah yang tidak bisa  
      dijangkau oleh alat berat (Excavator/Bulldozer/Motor Grader) lakukan
                                                                       
      penggalian secara manual.                                        
    - Muat hasil galian ke atas Dump Truck, angkut dan buang hasil galian
      tersebut keluar area / lokasi kerja.                             
    - Dorong dan ratakan buangan hasil galian/tanah dengan bulldozer.  
    - Lakukan penggalian dan pembuangan secara berulang, sampai batas  
      galian dan elevasi yang sudah ditentukan                         
                                                                       
    - Pada permukaan galian/pemotongan harus dibersihkan dari segala   
      bahan yang lepas yang akan menjadi berbahaya setelah pekerjaan   
      selesai                                                          
    - Permukaan lereng hasil galian/pemotongan agar diusahakan dalam   
      keadaan stabil.                                                  
 d. Pemeriksaan                                                        
    - Cek apakah hasil akhir galian sudah sesuai dengan yang direncanakan
                                                                       
    - Lakukan koordinasi dengan bagian pengukuran untuk melakukan      
      pengendalian dan perbaikan pengukuran saat proses. Pastikan      
      dilakukan pengecekan permukaan akhir dengan alat ukur            
 e. Cek Kesesuaian                                                     
                                                                       
    - Seluruh permukaan hasil galian harus rata.                       
    - Kemiringan lereng galian/pemotongan harus seuai dengan elevasi yang
      direncanakan                                                     
                                                                       
    - Tidak ada material terlepas seperti batu pada permukaan hasil galian
      pada hasil akhirnya.                                             
 f. Perbaikan                                                          
                                                                       
    - Jika hasil galian/pemotongan belum sesuai dengan elevasi yang    
      direncanakan, lakukan penggalian ulang sehingga elevasi hasil galian
      sesuai dengan rencana.                                           
    - Jika terjadi pergerakan tanah atau kelongsoran selanjutnya dengan
                                                                       
      perbaikan turap yang ada ataupun penambahan turap yang ada       
      ataupun penambahan turap yang baru. Jika ada gangguan air, maka air
      harus segera dikeringkan/disalurkan                              
    - Jangan membebani tepi galian dengan penumpukan tanah galian      
      maupun material lainya.                                          
                                                                       
 g. Peralatan                                                          
      Peralatan yang digunakan diantaranya, excavator, Dump Truck, Alat
                                                                       
      Bantu dan Alat Ukur. Peralata kesehatan dan keselamatan kerja    
      diantaranya, Alat Pelindung diri, Rambu Peringatan dan lainnya. Untuk
      tenaga kerja yang dibutuhkan adalah Pengawas Lapangan, Juru Ukur,
      opertor dan lalu lintas                                          
                                                                       
 3.2.(1a). Timbunan Biasa dari Sumber Galian                           
                                                                       
 Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari
 bahan tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan
 sebagai bahan yang memenuhi syarat dalam pekerjaan permanen. Bahan    
 yang  dipilih sebaiknya harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari    
                                                                       
 karakteristik daya dukung tanah dasar yang diambil untuk rancangan dan
 ditunjukan dalam gambar atau tidak kurang dari 6% jika tidak disebutkan lain
 (CBR stelah perendaman 4 hari nilai dipadatkan 100% kepadatan kering  
 maksimum  (MDD) seperti yang ditentukan oleh SNI 1742:2008).          
                                                                       
 Pekejaan Timbunan Biasa dari Sumber Galian (Quarry) dilaksanakan dengan
 prosedur sebagai berikut:                                             
    a. Pengangkutan Material                                           
      Pengangkutan material timbunan biasa dari sumber galian ke lokasi
                                                                       
      pekerjaan menggunakan dump truck dan loadingnya dilakukan dengan 
      menggunakan  wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume      
      material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi     
      kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material ditempat
      lain.                                                            
                                                                       
    b. Penghamparan Material                                           
                                                                       
      Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader. 
      Ada  beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghamparan     
      material, diantaranya :                                          
                                                                       
       1. Kondisi cuaca yang memungkinkan                              
       2. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai
                                                                       
          dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan
          kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan        
          spesifikasi, semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal      
          hamparan berdasarkan petunjuk dan persetujuan dari Direksi   
          Pekerjaan.                                                   
                                                                       
       3. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada  
          lokasi yang ditetapkan.                                      
                                                                       
    c. Pemadatan Material                                              
                                                                       
      Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari
      bagian tepi ke bagian tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika  
      dimungkinkan untuk mendapat hasil yang maksimal dapat digunakan  
                                                                       
      alat water tank untuk membasahi material timbunan biasa dari sumber
      galian dan diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan vibro   
      roller. Timbunan biasa dari sumber galian (quarry) dipadatkan mulai
      dari tepi luar dengan bergerak menuju ke arah sumbu jalan sedemikian
      rupa. Bila mana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi harus
                                                                       
      terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha    
      pemadatan dari lalu lintas tersebut.                             
                                                                       
      Dasar perhitungan analisis adalah:                               
      1. Asumsi, Pekerjaan dilakukan secra mekanis dan lokasi pekerjaan
                                                                       
         sepanjang jalan yang dikerjakan                               
          - Urutan kerja/metode kerja :                                
          - Material timbunan biasa dimuat ke dump truck dengan        
           menggunakan whell loader                                    
          - Pengangkutan material timbunan biasa dilakukan drump truck 
                                                                       
           dari quarry dengan jarak quarry ke lapangan pekerjaan 6 KM  
          - Material timbunan biasa dihampar dengan menggunakan motor  
           grader                                                      
          - Hamparan Material dsisiram air dengan menggunakan water tank
           truck (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan 
           menggunakan vibro roller                                    
                                                                       
      Selama  pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi       
      hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.      
                                                                       
                                                                       
 3.2.(1b). Timbunan Biasa dari Hasil Galian                            
                                                                       
 Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari
 bahan tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan
 sebagai bahan yang memenuhi syarat dalam pekerjaan permanen. Bahan    
 yang  dipilih sebaiknya harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari    
 karakteristik daya dukung tanah dasar yang diambil untuk rancangan dan
                                                                       
 ditunjukan dalam gambar atau tidak kurang dari 6% jika tidak disebutkan lain
 (CBR stelah perendaman 4 hari nilai dipadatkan 100% kepadatan kering  
 maksimum  (MDD) seperti yang ditentukan oleh SNI 1742:2008).          
                                                                       
 Pekejaan Timbunan Biasa dari Hasil Galian dilaksanakan dengan prosedur
 sebagai berikut:                                                      
                                                                       
 a. Pengangkutan Material                                              
                                                                       
 Pengangkutan material timbunan biasa dari Hasil galian ke lokasi      
 penghamparan menggunakan dump truck dan loadingnya dilakukan dengan   
 menggunakan  wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material  
 dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material
 disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.                  
                                                                       
 b. Penghamparan Material                                              
                                                                       
 Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader. Ada  
 beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghamparan material,     
 diantaranya :                                                         
                                                                       
  1. Kondisi cuaca yang memungkinkan                                   
                                                                       
  2. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai  
    dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan     
    kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi, 
                                                                       
    semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan    
    petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.                   
                                                                       
  3. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang
    ditetapkan.                                                        
 c. Pemadatan Material                                                 
 Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari bagian
                                                                       
 tepi ke bagian tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika dimungkinkan 
 untuk mendapat hasil yang maksimal dapat digunakan alat water tank untuk
 membasahi material timbunan biasa dari sumber galian dan diselingi dengan
 pemadatan dengan menggunakan vibro roller. Timbunan biasa Hasil Galian
 dipadatkan mulai dari tepi luar dengan bergerak menuju ke arah sumbu jalan
                                                                       
 sedemikian rupa. Bila mana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi
 harus terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha   
 pemadatan dari lalu lintas tersebut.                                  
                                                                       
 Dasar perhitungan analisis adalah:                                    
                                                                       
  1. Asumsi, Pekerjaan dilakukan secra mekanis dan lokasi pekerjaan    
    sepanjang jalan yang dikerjakan                                    
                                                                       
  2. Urutan kerja/metode kerja :                                       
    - Material timbunan biasa dimuat ke dump truck dengan menggunakan  
                                                                       
      whell loader                                                     
    - Material timbunan biasa dihampar dengan menggunakan motor grader 
                                                                       
    - Hamparan Material dsisiram air dengan menggunakan water tank truck
      (sebelum  pelaksanaan pemadatan)  dan  dipadatkan  dengan        
                                                                       
      menggunakan vibro roller                                         
    - Selama  pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi       
                                                                       
      hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu       
                                                                       
                                                                       
 3.2.2. (a) Timbunan Pilihan dari Sumber Galian                        
                                                                       
 Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari
 bahan tanah atau batu yang memenuhi semua ketentuan di atas level     
                                                                       
 timbunan biasa dan sabagai tambahan harus memiliki sifat-sifat tertentu yang
 tergantung dari maksud penggunaannya, seperti diperintahkan atau disetujui
 oleh Direksi pekerjaan. Dalam segala hal, seluruh timbunan pilihan harus
 diuji dan memiliki CBR paling sedikit 10 % setelah 4 hari perendaman dan bila
 dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum.                     
                                                                       
 Pekerjaan Timbunan pelihan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut:
                                                                       
   a. Pengangkutan Material                                            
                                                                       
     Pengangkutan  material timbunan pilihan ke lokasi pekerjaan       
     menggunakan  dump   truck dan  loadingnya dilakukan dengan        
     menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material
     dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material
     disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.              
                                                                       
   b. Penghamparan Material                                            
                                                                       
     Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader.  
     Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghamparan material,
     diantaranya :                                                     
                                                                       
     1. Kondisi cuaca yang memungkinkan                                
                                                                       
     2. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai
       dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan  
       kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi,
       semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal hamparan berdasarkan 
       petunjuk dan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.                
                                                                       
     3. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi
       yang ditetapkan.                                                
                                                                       
   c. Pemadatan Material                                               
                                                                       
     Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari 
     bagian tepi ke bagian tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika   
     dimungkinkan untuk mendapat hasil yang maksimal dapat digunakan   
     alat water tank untuk membasahi material timbunan biasa dari sumber
                                                                       
     galian dan diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan vibro roller.
     Timbunan Pilihan dipadatkan mulai dari tepi luar dengan bergerak  
     menuju ke arah sumbu jalan sedemikian rupa. Bila mana memungkinkan,
     lalu lintas alat-alat konstruksi harus terus menerus divariasi agar dapat
     menyebarkan pengaruh usaha pemadatan dari lalu lintas tersebut.   
                                                                       
     Dasar perhitungan analisis adalah:                                
                                                                       
    1. Asumsi, Pekerjaan dilakukan secra mekanis dan lokasi pekerjaan  
       sepanjang jalan yang dikerjakan                                 
    2. Urutan kerja/metode kerja :                                     
                                                                       
       - Material timbunan biasa dimuat ke  dump   truck dengan        
         menggunakan whell loader                                      
       - Pengangkutan material timbunan pilihan dilakukan drump truck  
         dari quarry, dengan jarak quarry ke lapangan pekerjaan 6 KM   
       - Material timbunan biasa dihampar dengan menggunakan motor     
                                                                       
         grader                                                        
       - Hamparan Material dsisiram air dengan menggunakan water tank  
         truck (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan   
         menggunakan vibro roller                                      
       - Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi     
                                                                       
         hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.   
 3.3. (1) Penyiapan Badan Jalan                                        
    Pekerjaan penyiapan badan jalan dilakukan setelah seluruh pekerjaan
                                                                       
    galian tanah (cutting) untuk lereng-lereng gunung selesai dan telah
    memenuhi ketentuan elevasi yang ditentukan dalam perencanaan serta 
    telah disetujui oleh Direksi Lapangan barulah dilakukan penyiapan badan
    jalan dengan ukuran sesuai dengan gambar rencana/bestek            
                                                                       
    Prosedur pelaksanaan penyiapan badan jalan sebagai berikut:        
    1. Motor Grader meretakan permukaan hasil galian                   
    2. Vibro roller memadatkan permukaan yang telah dipotong/diratakan 
                                                                       
       oleh motor grader                                               
    3. Sekelompok pekerja akan membantu meratakan badan jalan dengan   
       alat bantu                                                      
                                                                       
 3.4.(1) Pembersihan dan Pengupasan Lahan                              
                                                                       
                                                                       
 Pekerjaan Pembersihan dan Pengupasan Lahan dilakukan pada awal        
 pelaksanaan pekerjaan dengan tujuan untuk mencapai elevasi realita yang
 dapat dijadikan acuan pengukuran baik untukm pekerjaan galian maupun  
 pekerjaan timbunan.                                                   
                                                                       
 Prosedur pelaksanaan pembersihan dan pengupasan jalan menggunakan alat
 berupa  Buldozer untuk pengupasan dan perataan, Excavator untuk       
 membersihkan dan muat material bekas pembersihan pengupasan, dan dump 
 truck untuk membuang material buangan.                                
 Pekerjaan ini dilaksanakan sampai dengan permukaan tanah existing bersih
                                                                       
 dari rumput, gulma maupun humus.                                      
                                                                       
 4. DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR                                      
                                                                       
 5.3.(3). Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus                              
                                                                       
 Tujuan penghamparan Lapis pondasi beton kurus ini adalah sebagai lapis
 pondasi dan juga perkerasan pada bahu jalan.                          
                                                                       
     1. Peralatan :                                                    
        - CONCRETE  MIXER 0.3-0.6 M3                                   
                                                                       
        - WATER TANKER  3000-4500 L.                                   
        - Algilator Truck                                              
        - Batching Plant                                               
                                                                       
                                                                       
                                                                       
     2. Bahan :                                                        
        - Semen                                                        
                                                                       
        - Pasir                                                        
        - Agregat Kasar                                                
        - Begisting/mal                                                
                                                                       
     3. Pelaksanaan pekerjaan                                          
                                                                       
        a. Persiapkan daerah bahu yang akan dicor, seperti pemasangan  
          bekisting/mal sesuai ukuran yang tertera pada gambar kerja.  
          Bagian bawahnya dipasang pelapis anti serap.                 
        b. Agregat, semen dan air dicampur sehingga menghasilkan mutu  
          beton minimal K-100 dan memenuhi persyaratan dalam Spesifikasi
                                                                       
          Teknik.                                                      
        c. Pemakaian ukuran agregat dipilih sesuai dengan kebutuhan Lantai
          kerja beton K-100 dan mendapat persetujuan dari Direksi      
          Pekerjaan.                                                   
        d. Beton mutu K-100 sebagai lantai kerja akan dicampur, diangkut,
                                                                       
          dituang, disebar dan dipadatkan sesuai dengan sesuai dengan  
          persyaratan dalam Spesifikasi Teknik.                        
        e. Setelah pengecoran lantai kerja beton mutu K-100 untuk bahu 
          jalan maka akan diuji kerataannya dengan panjang mal tidak   
          kurang dari 1,8 m                                            
        f. Lantai kerja beton mutu K-100 sebagai bahu jalan segera dirawat,
                                                                       
          setelah finishing tidak kurang dari 7 hari, perawatan tersebut yaitu
          dengan cara menutup permukaannya dengan plastik sampai       
          lapisan berikutnya dihampar atau seluruh permukaan disemprot 
          merata dengan white pigmented curing compound atau seluruh   
          permukaan disemprot merata kontinyu dan kondisi kelembaban   
                                                                       
          dijaga agar tetap selama masa perawatan.                     
                                                                       
                                                                       
 5. DIVISI 7. STRUKTUR                                                 
                                                                       
      7.9 Pasangan Batu                                                
                                                                       
        a. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang        
          ditunjukkan dalam Gambar atau seperti yang diperintahkan     
          Direksi pekerjaan, yang dibuat dari pasangan batu. Pekerjaan 
          harus meliputi pemasokan semua bahan, penyiapan seluruh      
                                                                       
          formasi atau pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan   
          untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi ini dan
          memenuhi garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang
          ditunjukkan dalam gambar atau sebagimana yang diperintahkan  
          secara tertulis oleh Direksi Pekerjaan.                      
                                                                       
        b. Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur 
          seperti dinding penahan, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala
          gorong-gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk  
          menahan beban luar yang cukup besar. Bilamana fungsi utama   
          suatu pekerjaan sebagai penahan gerusan, bukan sebagai penahan
          beban, seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai     
          gorong-gorong (spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya
          pada lereng atau di sekitar ujung gorong-gorong, maka kelas  
          pekerjaan di bawah Pasangan Batu (Stone Masonry) dapat       
          digunakan seperti Pasangan Batu dengan Mortar (Mortared      
                                                                       
          Stonework) atau pasangan batu kosong yang diisi (grouted rip rap).
        Dasar Perhitungan untuk Analisa Harga Satuan                   
                                                                       
        Asumsi:                                                        
          1. Menggunakan alat berat (secara mekanik)                   
          2. Bahan dasar (batu, pasir dan semen)diterima seluruhnya    
            dilokasi pekerjaan                                         
          3. Prosedur Pelaksanaan:                                     
                                                                       
            Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi spesi beton
            dengan menggunakan batu yang dibersihkan dari tanah liat dan
            debu agar daya rekat semen terpenuhi. Penyelesaian dan     
            perpihan setelah pemasangan                                
                                                                       
                                                                       
      7.10.(3.a). Bronjong dengan Kawatyang Dilapisi Galvanis          
      Teknis pelaksanaan pekerjaan mencakup :                          
      A. Persiapan pekerjaan                                           
         a. Pembuatan dan pengajuan shop drawing pekerjaan Pemasangan  
            Bronjong Kawat Galvanis Pabrikasi.                         
                                                                       
         b. Approval material yang akan digunakan.                     
         c. Persiapan lahan kerja.                                     
         d. Persiapan material kerja, antara lain : Kawat Galvanis Pabrikasi
            uk. L=2,0 m x B=1,0 m x T=0,5 m , ø3mm, Batu Belah, Dll.   
         e. Persiapan alat kerja, antara lain : Keranjang beronjong, vibro
                                                                       
            roller, dll.                                               
                                                                       
      B. Pelaksanaan pekerjaan                                         
          a. Keranjang bronjong disiapkan dan lalu dipasangkan di lokasi
            pekerjaan sesuai gambar kerja. Batu pengisi lalu diletakkan satu
                                                                       
            demi satu kedalam keranjang bronjong sedemikian rupa semoga
            tercapai kepadatan maksimum dengan rongga sekecil mungkin. 
          b. Melakukan Pengisian kerikil kedalam keranjang bronjong    
            dilakukan secara bertahap,seiring dengan pemasangan bronjong
            dan pengisian kerikil disebelahnya.                        
          c. Setelah pengisian kerikil selesai, keranjang ditutup, diikat dan
                                                                       
            dikencang kandangan batang penarik.                        
          d. Dalam arah vertical, sambungan keranjang bronjong dibentuk
            tidak dalam satu garis, akan tetapi dibentuk berselang dan 
            sesuai dengan gambar kerja.                                
          e. Secara bertahap, material timbunan diisikan dibelakang    
            keranjang bronjong yang telah berisi kerikil dan dipadatkan
            dengan alat pemadat mini vibro roller.                     
          f. Langkah pekerjaan berulang sampai mencapai elevasi rencana
                                                                       
                                                                       
                                                                       
 7. DIIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA                         
                                                                       
    10.1.(7) Perbaikan dan Perataan Permukaan Jalan Tanah              
      Peralatan dan Tenaga Kerja yang digunakan :                      
                                                                       
          Alat :                     Tenaga Kerja :                    
        1. Excavator 80-140 HP Dump                                    
                                   1. Pekerja Tukang                   
          truk                                                         
        2. Motor Grader            2. Mand or                          
        3. Alat bantu lainya       3. Operator                         
    Metode pelaksanaan                                                 
                                                                       
    a. Menentukan batas perbaikan dan perataan permukaan jalan tanah   
       rencana.                                                        
    b. Setelah batas ditentukan, dilanjutkan dengan perbaikan jalan tanah
       menggunakan Excavator 80-140 HP, tenaga orang dan alat bantu.   
       Kemudian   dilakukan perataan  permukaan  tanah   dengan        
                                                                       
       menggunakan Motor Grader dan pada akhlr pekerJaan dilaksanakan  
       pembersihan lahan dengan menggunakan tenaga mekanis dan         
       tenaga manusia.                                                 
    c. Kedalaman  dan penampang  dikerjakan sesuai dengan gambar       
       pelaksanaan.                                                    
                                                                       
    d. Tanah sisa hasil pekerjaan untuk sementara dibuang disekitar lokasi
       galian yang akan dipakai untuk timbunan dan apabila tidak bisa  
       dipakai kembali sesuai persetujuan Direksi/Pengawai, maka tanah 
       akan dibuang pada lokasi yang telah ditentukan menggunakan dump 
       truk.                                                           
                                                                       
    e. Pemadatan dilaksanakan pada lokasi/lahan yang telah dilaksanakan
       perbaikan dan perataan permukaan jalan tanah sehingga tanah     
       menjadi padat.                                                  
                                                                       
                                                                       
    PEKERJAAN  LAIN-LAIN                                               
                                                                       
    Administrasi / Dokumentasi                                         
    Untuk melengkapi Administrasi/Dokumentasi dan laporan-laporan akan 
    dikerjakan :                                                       
                                                                       
    1. Laporan berkala secara menyeluruh                               
    2. Catatan kemajuan pekerjaan, yang ditadatangani oleh Direksi Pekerjaan
      /Pemilik                                                         
    3. Dokumentasi Foto, meliputi:                                     
       - Pekerjaan sebelum dilaksanakan                                
       - Pekerjaan sedang dilaksanakan                                 
       - Pekerjaan setelah dilaksanakan                                
    4. Disusun rapi dan diketahui Direksi Pekerjaan. Foto-foto diambil pada
                                                                       
      setiap STA.                                                      
    5. Membuat as built drawing atau gambar yang sesuai pekerjaan lapangan
    6. Membuat Laporan harian, mingguan dan bulanan                    
    7. Membuat Back up data sesuai dengan hasil pekerjaan dilapangan.  
                                                                       
                                                                       
    Demobilsasi                                                        
    Semua  alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan  
    pekerjaan segera dilakukan demobilisasi kembali kepada pemberi     
    dukungan alat.                                                     
                                                                       
                                                                       
    Pembersihan Akhir                                                  
    Setelah semua pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan   
                                                                       
    melakukan pembersihan akhir dimana base camp, kantor direksi dan   
    lain-lain akan dibongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk
    direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat
    efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak Pelaksana bersama-sama      
    konsultan pengawas/Direksi, PPTK/PPK dan KPA melakukan serah terima
                                                                       
    pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu yang  
    telah ditentukan segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut
    menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
Tenders also won by PT Mahameru Citra Perkasa
Authority
11 December 2020Rehabilitasi Dan Peningkatan Jaringan Irigasi Rawa Wilayah Kerja Blok D Dir Unit Belanti I Kabupaten Pulang Pisau (Paket 12)Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 79,774,142,000
22 December 2022Pembangunan Saluran Primer Ring Drain Luar Pengendali Banjir Kota SampitKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 30,956,820,000
30 June 2023Pembangunan Gedung Badan Intelijen Negara Provinsi RiauProvinsi RiauRp 29,400,000,000
29 June 2021Revitalisasi Pasar Pancasila Kota Tasikmalaya (Lanjutan) Kel. Lengkongsari, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya (Bankeu 2021)Kota TasikmalayaRp 14,327,000,000
16 February 2021Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Kerja LainnyaKab. MajalengkaRp 8,869,139,300
15 January 2018Peningkatan Jalan Stadion - Cilik Riwut 2 (Urugan Pilihan Ke Aspal)Kab. Kotawaringin BaratRp 6,744,000,000
5 December 2016Rehabilitasi/Pemeliharaan Berkala Jembatan Ruas Takaras - Tumbang Talaken - Tumbang JutuhKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 5,000,000,000
16 May 2016Pembangunan Jembatan Sungai Arut Type Cable Stayed Tahap II (Arsel)Lpse-KobarRp 4,500,000,000
15 September 2017Peningkatan Jalan Samari - Stadion - Pinang Merah (Arsel)Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin BaratRp 3,990,000,000
28 September 2020Peningkatan Jalan Langkaplancar - MekarwangiKab. PangandaranRp 3,914,000,000