Pembangunan Jalan Matobek - Saumanganya - Mapinang Dan Sibaybay - Mabolak

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 4103489
Date: 26 February 2023
Year: 2023
KLPD: Kab. Kepulauan Mentawai
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 8,447,089,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 8,446,867,778
Winner (Pemenang): PT Bone Mitra Abadi
NPWP: 020451852217000
RUP Code: 41683792
Work Location: Kecamatan Pagai Utara - Kepulauan Mentawai (Kab.)
Participants: 44
Applicants
Reason
0020451852217000Rp 6,757,494,222-
0012298113201000Rp 6,757,496,000-
PT Nadya Ratu Permata
09*2**4****05**0Rp 6,785,000,000-
0015597883831000Rp 7,264,306,000evaluasi Tidak dilanjutkan karena telah telah mendapatkan calon pemenang dan pemenang cadangan
0018942979218000Rp 7,602,181,000evaluasi Tidak dilanjutkan karena telah telah mendapatkan calon pemenang dan pemenang cadangan
0031192701201000--
0033084690201000Rp 7,967,269,796Tidak Dilakukan evaluasi karena telah telah mendapatkan calon pemenang dan pemenang cadangan
0015499957201000--
0023817760202000--
PT Surya Rafli Mandiri
0312449787201000--
Generasi Dinasti Persada
0862924180201000--
PT Mahameru Citra Perkasa
0029171865713000--
0028382729201000--
0030750210201000--
0026681148201000--
0017597220311000--
0015536113009000--
0015212921201000--
0021146493201000--
0314761297429000--
0715483608215000--
0024216046203000--
0017369224202000--
0028050763203000--
0031372956331000--
CV Pongairangan
06*2**8****05**0--
0012686754201000--
0028788941201000--
0029841350201000--
0026258525122000--
0012337242617000--
0032330748201000--
0015807415201000--
0014233118201000--
0744879834205000--
0010716181058000--
0020083242101000--
0022006423122000--
0435888961201000--
0730500006201000--
0025513227201000--
0824604375205000--
0011292067201000--
0965134836201000--
Attachment
METODE  PELAKSANAAN PEKERJAAN                          
                                                                      
Program       : Penyelenggaraan Jalan                                 
Kegiatan      : Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota                  
                                                                      
Sub Kegiatan  : Pembangunan Jalan                                     
Lokasi        : Kecamatan Pagai utara                                 
Tahun Anggaran : 2023                                                 
Lingkup       : Pembangunan Jalan Matobek - Saumanganya -             
Pekerjaan                                                             
                Mapinang dan Sibaybay - Mabolak                       
                                                                      
                                                                      
 Semua  item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai  
 1.  DIVSI 1 UMUM                                                     
     1.2        Mobilisasi                                            
     SKh.1.1.22 Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksii              
 2.  DIVISI 2 DRAINASE                                                
                                                                      
     2.1.(1)    Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air         
     2.2.(1)    Pasangan Batu dengan Mortar                           
     '2.3.(10)  Gorong-gorong Pipa Baja Bergelombang                  
 3.  DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK                         
     3.1.(1)    Galian Biasa                                          
     3.2.(1a)   Timbunan Biasa dari Sumber Galian                     
     3.3.(1)    Penyiapan Badan Jalan                                 
     3.4.(1)    Pembersihan dan Pengupasan Lahan                      
 4.  DIVISI 5 PERKERASAN BERBUTIR                                     
                                                                      
     5.3.(3)    Lapis Fondasi bawah Beton Kurus                       
 5.  DIVISI 7 STRUKTUR                                                
     7.9.(1)    Pasangan Batu                                         
 6.  DIVISI 10 PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA                         
     10.1.(7)   Perbaikan dan Perataan Permukaan Jalan Tanah          
                                                                      
 spesifikasi teknis dan menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam Daftar
 Kuantitas dan Harga.                                                 
                                                                      
                                                                      
 A. URAIAN TAHAPAN PELAKSANAAN                                        
                                                                      
 Dalam pelaksanaan pekerjaan ini metode pelaksanaan pekerjaan secara  
 umum  dapat dilaksanakan setelah ada Serah Terima Lapangan maka      
 Pekerjaan Pembangunan Jalan Monganpoula - Sotboyak dapat dilaksanakan.
 Pekerjaan pendahuluan adalah  pekerjaan awal, yang meliputi          
 kegiatan-kegiatan untuk mendukung permulaan pelaksanaan konstruksi.  
 Pada Pekerjaan ini meliputi :                                        
 a. PCM (Pre Construction Meeting).                                   
                                                                      
 Dalam waktu 7 hari setelah Penandatangan Kontrak, di adakan Rapat Pra
 Pelaksanaan (Pre Construction Meeting), Rapat yang diusulkan oleh salah satu
 dari para Pihak yang terdapat di dalam Kontrak suatu Pekerjaan. Rapat ini
 bisa diusulkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) atau bisa juga
                                                                      
 diusulkan oleh Kontraktor Pelaksana Pekerjaan. Rapat ini dihadiri oleh semua
 pihak yang terkait pekerjaan: PPK beserta Direksi Pekerjaan, Kontraktor, dan
 Konsultan Pengawas.                                                  
 Hal-hal yang dibahas di dalam Rapat PCM adalah antara lain:          
                                                                      
    - Mobilisasi Peralatan dan Material,                              
                                                                      
    - Pengukuran Ulang (Uitzet),                                      
    - Pembuatan Laporan Pekerjaan,                                    
                                                                      
    - Tata Cara Opname,                                               
    - Prosedur Penagihan Prestasi Pekerjaan,                          
                                                                      
    - Serah Terima Pekerjaan, dan lain-lain.                          
                                                                      
 Di bawah ini akan disinggung masing-masing secara singkat dan sederhana.
 Setelah semua disetujui dilakukan rekayasa lapangan guna melihat secara
 langsung langkah- langkah yang akan dikerjakan, serta metode-metode yang
 digunakan.                                                           
                                                                      
 b. Pekerjaan Rekayasa Lapangan dan Pengukuran                        
 Rekayasa Lapangan merupakan bagian penting dari kegiatan proyek untuk
 menuju penanganan jalan secara optimal dari sisi mutu, biaya dan waktu.
                                                                      
   a. Pekerjaan Rekayasa Lapangan                                     
                                                                      
   Pekerjaan rekayasa lapangan di awal suatu pekerjaan untuk memastikan
   berapa besar perubahan yang terjadi akibat pelaksanaan dari perencanaan
   yang ada. Suatu perencanaan masih mengandung galat. Pelaksana      
   Pekerjaan, Direksi Lapangan, dan Konsultan Pengawas harus memastikan
   lagi legalitas kepastian pekerjaan. Rekayasa Lapangan dan Pengukuran
   ulang ini menghasilkan Laporan MC-0 yang dilampiri Gambar Rencana  
                                                                      
   Pelaksanaan Kerja, Kurva S, Foto Pekerjaan 0%, dan Lampiran-lampiran
   yang diperlukan. Semua dokumen yang dihasilkan dalam Pengukuran    
   Ulang ini wajib disetujui oleh para pihak. Dan Pekerjaan rekayasa lapangan
   dilaksanakan guna untuk mengetahui tentang ada atau tidak perubahan
   volume pekerjaan jika ada besarnya perubahan yang ditemukan dibuatkan
   Dokumen Perubahan. Dokumen perubahan bisa berbentuk Dokumen        
   Tambah Kurang (Change Contract Order) atau Dokumen Tambahan        
   (Addendum). Hal ini tergantung mazab yang digunakan di suatu satuan
                                                                      
   kerja. Selain itu, terkadang Dokumen Perubahan ini bisa berbentuk serial
   sepanjang pekerjaan dilaksanakan, sehingga tim yang diusulkan dalam
   Dokumen Perubahan ini pun disesuaikan dengan tingkat perubahan yang
   dialami. Semakin berat tingkat perubahan, maka Tim yang diusulkan  
                                                                      
   (dibentuk) semakin lengkap dan lintas sektoral. Jika perubahan hanya kecil,
   maka Tim yang dibentuk cukup sesuai dengan yang ada di Dokumen     
   Kontrak. Jika perubahan yang ditemukan besar bahkan berpengaruh    
   terhadap pasal-pasal dalam Kontrak, maka harus melibatkan Bidang   
   Hukum, Perencanaan, dan lain-lain. Selain itu, dokumen perubahan yang
   besar, diperlukan Justifikasi Teknis dan Tim Negosiasi Harga. Dokumen
   Perubahan tidak akan dibahas pada kesempatan ini, karena terdapat  
   berbagai pendapat tentang dokumen perubahan (tambah-kurang) sesuai 
                                                                      
   jenis kontrak, tingkat perubahan, dan kepentingan pekerjaan.       
                                                                      
                                                                      
   b. Pekerjaan Pengukuran/Uitzet                                     
                                                                      
   Pengukuran dan pematokan daerah batas pekerjaan dan ketinggiannya  
   untuk perencanaan dan pembuatan gambar kerja (shop drawing) sebagai
   acuan lapangan, dengan berpedoman pada dokumen tender dengan       
   menyesuaikan kondisi di lapangan, jika terjadi perubahan-perubahan 
   dilakukan asistensi ke direksi lapangan.                           
                                                                      
                     Pengecekan titik referensi                       
                         (Benc Mark)                                  
                                                                      
                                                                      
                        Pembuatan dan                                 
                      pemasangan patok TBM                            
                     (Temporary Bench Mark)                           
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                      Pengukuran cross dan                            
                       Longitudinal section                           
                        kondisi existing                              
                                                                      
                                                                      
                      Survey dan Penandaan                            
                        Lokasi Pekerjaan                              
                                                                      
                                                                      
 Pekerjaan Pengukuran (setting out) akan dilaksanakan untuk mengetahui :
 1. Batas - batas pekerjaan                                           
                                                                      
 2. Posisi bangunan yang ada.                                         
 3. Menentukan elevasi dan koordinat konstruksi yang akan dikerjakan. 
                                                                      
                                                                      
 Pelaksanaan pekerjaan :                                              
 Tim pengukuran yang bertugas untuk mengecek gambar yang ada dan      
 membuat data awal. Data awal akan dipakai dalam pembuatan Shop Drawing
                                                                      
 untuk pelaksanaan pekerjaan di lapangan.                             
                                                                      
 Pengecekan titik-titik referensi (existing BM) dengan theodolite dan waterpass
 sehingga dapat diketahui koordinat (x,y,z) titik-titik BM yang sesungguhnya
 lalu dibandingkan dengan data-data titik BM dalam gambar untuk mengatahui
 apakah BM tersebut masih baik atau sudah rusak.                      
                                                                      
 Pembuatan / pemasangan BM permanent di tempat yang aman dan mudah    
 terlihat agar tidak terganggu selama masa pekerjaan.                 
                                                                      
 Pelaksanaan pengukuran akan dilakukan team pengukuran yang dikoordinir
 oleh seorang surveyor yang sudah berpengalaman pada bidangnya.       
                                                                      
 Alat yang digunakan adalah Total Station/Theodolite dan Waterpass lengkap
 dengan baak ukur allumunium panjang 4 m. Hasil pengukuran akan       
 dilaporkan kepada Konsultan Pengawas dan Direksi Pekerjaan untuk     
 mendapatkan comments atau approval. Untuk selanjutnya data hasil     
 pengukuran/survey lapangan tersebut dapat dipakai sebagai bahan untuk
 menyiapkan rekayasa engineering, dan perhitungan volume MC-0, serta  
 sebagai acuan dalam pelaksanaan pekerjaan fisik.                     
 3. Pembuatan Shop Drawing                                            
 Untuk menjaga hal – hal yang tidak di inginkan di dalam pelaksanaan  
 pekerjaan, maka kontraktor Akan membuat shop drawing yang di setujui oleh
                                                                      
 Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana, dan Owner. Shop drawing harus
 di periksa dan disetujui oleh direksi pekerjaan untuk dilakukan perhitungan
 volume actual (MC-0) dan pelaksanaan dilapangan. Shop drawing        
 dibuat/didesain berdasarkan data hasil pengukuran lapangan yang telah
 dilakukan.                                                           
                                                                      
 4. Fasilitas Kantor Lapangan/Direksikeet dan Barak Kerja/Gudang      
 Sebelum melangkah kepada pekerjaan Fisik Bangunan akan dibuat        
                                                                      
 Direksikeet atau Kantor Lapangan, yang dilengkapi dengan Furniture   
 Sederhana, Papan Tulis, Rak Buku. Untuk Penempatan Direksikeet akan  
 ditempatkan pada area yang strategis terhadap pekerjaan dan tidak    
 mengganggu kelancaran kendaraan logistik ke dalam dan dari luar Lokasi
 Pekerjaan. Gudang harus dibuat tertutup dan terlindung dari pengaruh cuaca,
 dan memenuhi persyaratan, dan kondisinya harus dijaga agar tetap kering dan
 tidak lembab. Penyimpanan bahan harus diatur sedemikian rupa agar material
 yang lebih dulu datang dapat lebih awal digunakan.                   
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 5. Listrik dan Air Kerja                                             
                                                                      
 Dalam pelaksanaan proyek maka pengadaan air bersih yang sesuai dengan
 spesifikasi yang diminta menjadi hal penting untuk mendukung kelancaran
 kegiatan. Dalam pelaksanaan karena bekerja dalam lingkungan yang padat
 akan lalulintas maka penerangan disekitar proyek pada malam hari harus
 terjaga dengan baik. Dengan penerangan yang memadai maka diharapkan  
 tidak terjadi kecelakaan lalulintas akibat tidak ada penerangan disekitar lokasi
 proyek. Selain itu juga penerangan berfungsi untuk memberikan kenyamanan
                                                                      
 dan suasana yang terang untuk pekerjaan bilamana diperlukan kerja lembur.
 Untuk pelaksanaannya maka digunakan genset dan lampu yang ditempatkan
 sesuai keperluan.                                                    
                                                                      
 6. Papan Nama Proyek                                                 
 Papan Nama Proyek di buat untuk memberikan informasi seluas luas nya 
 kepada masyarakat tentang keberadaan pekerjaan. Papan nama terbuat dari
 multyplek dan kayu kaso dengan pondasi adukan semen, pasir dan split.
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 B. PEKERJAAN  KONSTRUKSI                                             
 Pekerjaan ini meliputi pekerjaan umum, drainase, pekerjaan tanah dan 
 geosintetik, perkerasan berbutir, struktur, dan pekerjaan pemeliharaan
 kinerja.                                                             
 1. DIVISI I UMUM                                                     
    1.2. PEKERJAAN MOBILISASI                                         
                                                                      
    A. Pekerjaan Persiapan                                            
                                                                      
      Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan -
      kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
                                                                      
      1. Pembuatan Job Mix Design                                     
         Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu         
                                                                      
         dilaksanakan pengambilan sampel bahan dari quarry yang berada di
         lokasi setempat atau yang didatangkan, diantaranya : batu, pasir
         dan bahan Timbunan pilihan selanjutnya dibawa ke laboratorium
         job mix formula/job mix designn yang akan dipakai sebagai acuan
         kerja dalam pelaksanaan proyek.                              
                                                                      
      2. Material dan Penyimpanan                                     
         Bahan yang akan digunakan di dalam pekerjaan harus memenuhi  
                                                                      
         spesifikasi dan standar yang berlaku, baik ukuran, tipe maupun
         ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis. Semua material
         yang akan digunakan untuk proses pembuatan Concrete diambil  
         dari quarry sungai yang berada di lokasi setempat.           
                                                                      
      3. Mobilisasi Personil                                          
         Selama proses pelaksanaan pekerjaan wajib menghadirkan personil
         sebagi berikut :                                             
         No Posisi Penugasan Jumlah Pendidikan Pengalaman Kualaifikasi
                                                                      
         1  Manajer Pelaksana/ 1 Org S.1 - Sipil ≥ 4 Tahun SKA Ahli   
            General Superintendent                      Teknik        
                                                        Jalan         
                                                        Madya         
                                                                      
         2  Manager Teknik   1 Org  S.1 - Sipil ≥ 3 Tahun SKT         
                                                                      
                                                       Pelaksana      
                                                       Lapangan       
                                                       Pekerjaan      
                                                      Jalan (028)     
         3  Manager Keuangan 1 Org   S.1 -   ≥ 1 Tahun                
                                    Keuangan                          
                                                                      
         4  Ahli K3          1 Org    S.1    ≥ 1 Tahun  SKA           
                                                      Ahli Muda       
         5  Quality Engineer 1 Org    D3     ≥ 2 Tahun  SKT           
                                                        Teknisi       
                                                      Laboratorium    
                                                        Beton         
         6  Surveyor         1 Org    D3     ≥ 1 Tahun  SKT           
                                                       Juru Ukur      
                                                       Pekerjaan      
                                                        Jalan /       
                                                       Jembatan       
                                                                      
                                                                      
      4. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan                             
                                                                      
         Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi alat-alat yang digunakan
         adalah:                                                      
    -  Ruas Rogdog - Matototan                                        
                                                                      
                  Uraian Alat             Jumlah Unit                 
       CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3            2 Unit                    
                                                                      
       DUMP TRUCK 3 - 4 M3                  4Unit                     
                                                                      
       EXCAVATOR 80-140 HP                  4 Unit                    
       GENERATOR SET                        1 Unit                    
                                                                      
       MOTOR GRADER >100 HP                 2 Unit                    
                                                                      
       VIBRATORY ROLLER 5-8 T.              2 Unit                    
                                                                      
       CONCRETE VIBRATOR                    1 Unit                    
       WATER PUMP 70-100 mm                 1 Unit                    
                                                                      
       WATER TANKER 3000-4500 L.            1 Unit                    
                                                                      
       TRUK MIXER (AGITATOR)                2 Unit                    
       CONCRETE CUTTER                      1 Unit                    
                                                                      
       CONCRETE BATCHING PLANT              1 Unit                    
                                                                      
       MOBIL PICK UP                        1 Unit                    
                                                                      
                                                                      
 SKh.1.1.22. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)           
                                                                      
 Dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan atau peningkatan jalan setiap
 tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan
 akhir kegiatan di lapangan diusahakan agar pekerja dan pengguna jalan aman.
 Ada beberapa hal yang perlu di siapkan untuk keselamatan dan kesehatan
 kerja ddiantaranya :                                                 
                                                                      
    1. Penyiapan dokumen penerapan SMKK                               
                                                                      
      Rencana keselamatan kerja di tuangkan dalam dokumen rencana     
      keselamatan kerja, selanjutnya pembuatan prosedur dan instruksi kerja
      serta ppenyiapan formulir K3.                                   
                                                                      
    2. Sosialisasi, Promosi dan Pelatihan                             
      Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Induction), Pengarahan   
                                                                      
      Keselamatan Konstruksi (Safety Briefing), Simulasi Keselamatan  
      Konstruksi, Spanduk (Banner) dan Papan Informasi Keselamatan    
      Konstruksi.                                                     
                                                                      
    3. Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri                   
    - Topi pelindung (Safety Helmet)                                  
                                                                      
    - Sarung tangan (Safety Gloves)                                   
                                                                      
    - Sepatu keselamatan (Safety Shoes, rubber safety shoes and toe cap)
    - Rompi keselamatan (Safety Vest)                                 
                                                                      
    4. Asuransi dan Perizinan terkait Keselamatan Konstruksi          
                                                                      
    - Asuransi (Construction All Risk/CAR)                            
    5. Fasilitas, Sarana dan Prasarana dan Alat KesehatanPeralatan P3K
                                                                      
    6. Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen
      lalu lintas                                                     
      Rambu yang di buat diantaranya, rambu petunjuk, rambu larangan, 
      rambu peringatan dan rambu kewajiban.                           
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 2. DIVISI 2. DRAINASE                                                
                                                                      
 Pekerjaan drainase dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan,
 pekerjaan drainase dilakukan setelah dilakukan pembersihan dan       
 pengupasan lahan dan penyesuaian grade jalan (galian /Timbunan) dengan
 gambar kerja selesai dilaksanakan.                                   
                                                                      
 2.1.(1). Galian untuk Saluran Drainase dan Saluran Air               
 Pekerjaan ini meliputi panggalian, penanganan, pembuangan atau       
 penumpukan tanah atau bahan lainnya.                                 
                                                                      
 Cara Pelaksanaan :                                                   
                                                                      
 a. Sebelum penggalian dimulai harus memperhatikan bangunan utilitas  
   dibawah tanah                                                      
                                                                      
 b. Semua lahan dalam batas pelaksanaan diadakan pembersihan, dan     
   material hasil pembersihan dibuang keluar lokasi pekerjaan dengan  
   persetujuan direksi.                                               
                                                                      
 c. Setelah diadakan pengukuran, dibuat shop drawing maka pekerjaan   
   penggalian siap dimulai dengan persetujuan Direksi.                
 d. Material hasil galian dibuang ke lokasi pekerjaan yang telah disediakan oleh
                                                                      
   kontraktor.                                                        
                                                                      
                                                                      
 2.2.1(1). Pasangan Batu dengan Mortar                                
                                                                      
 Pekerjaan pasangan batu dengan mortar dilakukan baik pada sisi kanan dan
 kiri jalan sepanjang jalan yang akan dikerjakan sesuai dengan gambar kerja.
 Pekerjaan ini baiknya dilakukan setelah pekerjaan tanah selesai dilaksakan.
                                                                      
 Pelaksanaan pasangan batu dengan mortar meliputi :                   
  1. Penyiapan pondasi atau galian parit untuk tumit (cut off wall) dari
    pasangan batu dengan mortar                                       
                                                                      
  2. Penyiapan batu untuk pasangan batu dan adukan mortar             
                                                                      
  3. Pekerja memasang lapisan batu sedemikian rupa sesuai dengan pekerjaan
    pasangan batu mortar dalam spesifikasi umum 2018                  
                                                                      
  4. Pelapisan pasangan batu dengan mortar yang telah dikerjakan dengan
    acian                                                             
  5. Sekelompok pekerja melakukan perawatan pasangan batu dengan mortar
    yang telah dikerjakan seperti perawatan untuk pekerjaan beton     
                                                                      
                                                                      
 3. DIVISI 3 PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK                          
                                                                      
 Pekerjaan tanah dan geosintetik dimulai dengan pelaksanaan pembersihan
 dan pengupasan lahan dan dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan tanah
 sesuai dengan ketentuan yang ada .                                   
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 3.1.(1) Galian Biasa                                                 
 Penggalian dilakukan sesuai gambar kerja. Penggalian dapat dilaksanakan
 setelah bouwplank dengan penandaan sumbu ke sumbu selesai diperiksa dan
                                                                      
 disetujui oleh direksi. Selanjutnya dilakukan pembersihan lokasi dari
 rintangan atau halangan yang mengganggu pekerjaan galian tanah.      
 Cara penggalian dengan menggunakan excavator atau menggunakan tenaga 
                                                                      
 manusia dengan linggis dan blencong untuk daerah-daerah yang tidak dapat
 digali dengan excavator. Tanah hasil galian dibuang menggunakan dump truck
 ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.                          
 Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan galian biasa:                  
                                                                      
 a. Periapan                                                          
                                                                      
   -  Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan dan data pendukungnya. 
   -  Menyerahkan gambar detail penampang melintang (Shop Drawing)    
      kepada Direksi Pekerjaan                                        
   -  Cek kondisi/keadaan exsiting terhadap kemungkinan adanya pipa-pipa
      air, kabel, listrik, kabel telepon dan lain-lain.               
   -  Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari
                                                                      
      kesiapan yang telah dilakukan.                                  
   -  Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan
      tidak ada perubahan ari kesipan yang telah dilakukan            
   -  Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi
      kondisi khusus                                                  
   -  Pastikan ada pengendalian keselamatan dan Kecelakaan KErja (K3) 
   -  Pastikan ada kesiapan penegndalian lalu-lintas                  
   -  Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.                    
                                                                      
 b. Persiapan Pekerjaan Galian                                        
                                                                      
   -  Cek kondisi existing lahan/tanah yang akan digali. Pasang Patok-patok
      batas galian dan penggalian yang akan dilaksanakan              
   -  Buatkan titik pemantauan kelongsoran dan tempatkan pada daerah  
      yang benar-banar aman. Sehingga apabila terjadi pergerakan bidang
      galian dapat segera diketahui.                                  
   -  Serahkan Gambar detai seluruh struktur sementara yang diusulkan 
      atau yang diperintahkan untuk digunakan, seperti penyokong (shoring)
                                                                      
      pengaku (brancing), cofferdam dan dinding penahan rembesan (cutoff
      wall)                                                           
   -  Untuk menjaga stabilitas lereng galian dan menjaga keselamatan  
      pekerja, maka galian yang lebih dari 5 meter harus dibuat bertangga
      dengan teras sebesar 1 meter.                                   
   -  Semua galian terbuka harus diberi rambu peringtan dan penghalang
      (barikade) yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh
      kedalamnya.                                                     
                                                                      
   -  Galian terbuka pada lokasi jalur lalu-lintas maupun lokasi bahu jalan,
      harus diberi rambu  tambahan pada  malam  hari berupa           
      drum/penghalang (barikade) yang dicat putih beserta lampu merah atau
      kuning guna menjamin keselamatan pengguna jalan.                
   -  Siapkan pompa air untuk dewatering pada penggalian tanah dibawah
      elevasi muka air tanah.                                         
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 c. Penggalian                                                        
   -  Penggalian tanah dilaksanakan menurut kelandaian, garis dan elevasi
      yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukan oleh Direksi Pekerjaan
      dan mencakup pembuangan material/bahan dalam bentuk apapun      
                                                                      
      yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata, beton, pasangan batu,
      bhan organik dan bahan perkerasan lama yang sudah tidak dipakai lagi.
   -  Penggalian tanah dilakukan dengan alat berat yaitu Excavator untuk
      daerah galian tanah yang dalam . Sedang untuk galian yang bersifat
      pemotongan tanah, lebih baik dilakukan dengan menggunakan       
      Bulldozer atau Motor Grader. Untuk lahan/daerah yang tidak bisa 
      dijangkau oleh alat berat (Excavator/Bulldozer/Motor Grader) lakukan
      penggalian secara manual.                                       
                                                                      
   -  Muat hasil galian ke atas Dump Truck, angkut dan buang hasil galian
      tersebut keluar area / lokasi kerja.                            
   -  Dorong dan ratakan buangan hasil galian/tanah dengan bulldozer. 
   -  Lakukan penggalian dan pembuangan secara berulang, sampai batas 
      galian dan elevasi yang sudah ditentukan                        
   -  Pada permukaan galian/pemotongan harus dibersihkan dari segala  
      bahan yang lepas yang akan menjadi berbahaya setelah pekerjaan  
      selesai                                                         
                                                                      
   -  Permukaan lereng hasil galian/pemotongan agar diusahakan dalam  
      keadaan stabil.                                                 
 d. Pemeriksaan                                                       
                                                                      
   -  Cek apakah hasil akhir galian sudah sesuai dengan yang direncanakan
   -  Lakukan koordinasi dengan bagian pengukuran untuk melakukan     
      pengendalian dan perbaikan pengukuran saat proses. Pastikan     
                                                                      
      dilakukan pengecekan permukaan akhir dengan alat ukur           
 e. Cek Kesesuaian                                                    
   -  Seluruh permukaan hasil galian harus rata.                      
                                                                      
   -  Kemiringan lereng galian/pemotongan harus seuai dengan elevasi yang
      direncanakan                                                    
   -  Tidak ada material terlepas seperti batu pada permukaan hasil galian
      pada hasil akhirnya.                                            
                                                                      
                                                                      
 f. Perbaikan                                                         
                                                                      
   -  Jika hasil galian/pemotongan belum sesuai dengan elevasi yang   
      direncanakan, lakukan penggalian ulang sehingga elevasi hasil galian
      sesuai dengan rencana.                                          
   -  Jika terjadi pergerakan tanah atau kelongsoran selanjutnya dengan
      perbaikan turap yang ada ataupun penambahan turap yang ada      
                                                                      
      ataupun penambahan turap yang baru. Jika ada gangguan air, maka air
      harus segera dikeringkan/disalurkan                             
   -  Jangan membebani tepi galian dengan penumpukan tanah galian     
      maupun material lainya.                                         
 g. Peralatan                                                         
                                                                      
      Peralatan yang digunakan diantaranya, excavator, Dump Truck, Alat
      Bantu dan Alat Ukur. Peralata kesehatan dan keselamatan kerja   
      diantaranya, Alat Pelindung diri, Rambu Peringatan dan lainnya. Untuk
      tenaga kerja yang dibutuhkan adalah Pengawas Lapangan, Juru Ukur,
      opertor dan lalu lintas                                         
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 3.2.(1a). Timbunan Biasa dari Sumber Galian                          
 Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan biasa harus terdiri dari
 bahan tanah atau bahan galian batu yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan
                                                                      
 sebagai bahan yang memenuhi syarat dalam pekerjaan permanen. Bahan   
 yang dipilih sebaiknya harus memiliki nilai CBR tidak kurang dari    
 karakteristik daya dukung tanah dasar yang diambil untuk rancangan dan
 ditunjukan dalam gambar atau tidak kurang dari 6% jika tidak disebutkan lain
 (CBR stelah perendaman 4 hari nilai dipadatkan 100% kepadatan kering 
 maksimum (MDD) seperti yang ditentukan oleh SNI 1742:2008).          
                                                                      
 Pekejaan Timbunan Biasa dari Sumber Galian (Quarry) dilaksanakan dengan
 prosedur sebagai berikut:                                            
    a. Pengangkutan Material                                          
                                                                      
      Pengangkutan material timbunan biasa dari sumber galian ke lokasi
      pekerjaan menggunakan dump truck dan loadingnya dilakukan dengan
      menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume      
      material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi    
                                                                      
      kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material ditempat
      lain.                                                           
    b. Penghamparan Material                                          
                                                                      
      Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader.
      Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penghamparan     
      material, diantaranya :                                         
                                                                      
      1. Kondisi cuaca yang memungkinkan                              
      2. Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai
         dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan
         kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan        
         spesifikasi, semua tahapan pekerjaan hamparan dan tebal      
                                                                      
         hamparan berdasarkan petunjuk dan persetujuan dari Direksi   
         Pekerjaan.                                                   
      3. Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada  
         lokasi yang ditetapkan.                                      
                                                                      
    c. Pemadatan Material                                             
                                                                      
      Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari
      bagian tepi ke bagian tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika 
      dimungkinkan untuk mendapat hasil yang maksimal dapat digunakan 
      alat water tank untuk membasahi material timbunan biasa dari sumber
      galian dan diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan vibro  
                                                                      
      roller. Timbunan biasa dari sumber galian (quarry) dipadatkan mulai
      dari tepi luar dengan bergerak menuju ke arah sumbu jalan sedemikian
      rupa. Bila mana memungkinkan, lalu lintas alat-alat konstruksi harus
      terus menerus divariasi agar dapat menyebarkan pengaruh usaha   
      pemadatan dari lalu lintas tersebut.                            
                                                                      
      Dasar perhitungan analisis adalah:                              
      1. Asumsi, Pekerjaan dilakukan secra mekanis dan lokasi pekerjaan
                                                                      
         sepanjang jalan yang dikerjakan                              
          - Urutan kerja/metode kerja :                               
          - Material timbunan biasa dimuat ke dump truck dengan       
          menggunakan whell loader                                    
          - Pengangkutan material timbunan biasa dilakukan drump truck
          dari quarry dengan jarak quarry ke lapangan pekerjaan 6 KM  
          - Material timbunan biasa dihampar dengan menggunakan motor 
          grader                                                      
                                                                      
          - Hamparan Material dsisiram air dengan menggunakan water tank
          truck (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan 
          menggunakan vibro roller                                    
      Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi       
      hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.     
                                                                      
                                                                      
 3.3. (1) Penyiapan Badan Jalan                                       
                                                                      
    Pekerjaan penyiapan badan jalan dilakukan setelah seluruh pekerjaan
    galian tanah (cutting) untuk lereng-lereng gunung selesai dan telah
    memenuhi ketentuan elevasi yang ditentukan dalam perencanaan serta
                                                                      
    telah disetujui oleh Direksi Lapangan barulah dilakukan penyiapan badan
    jalan dengan ukuran sesuai dengan gambar rencana/bestek           
    Prosedur pelaksanaan penyiapan badan jalan sebagai berikut:       
    1. Motor Grader meretakan permukaan hasil galian                  
                                                                      
    2. Vibro roller memadatkan permukaan yang telah dipotong/diratakan
       oleh motor grader                                              
    3. Sekelompok pekerja akan membantu meratakan badan jalan dengan  
       alat bantu                                                     
                                                                      
                                                                      
 3.4.(1) Pembersihan dan Pengupasan Lahan                             
                                                                      
                                                                      
 Pekerjaan Pembersihan dan Pengupasan Lahan dilakukan pada awal       
 pelaksanaan pekerjaan dengan tujuan untuk mencapai elevasi realita yang
 dapat dijadikan acuan pengukuran baik untukm pekerjaan galian maupun 
 pekerjaan timbunan.                                                  
 Prosedur pelaksanaan pembersihan dan pengupasan jalan menggunakan alat
 berupa Buldozer untuk pengupasan dan perataan, Excavator untuk       
 membersihkan dan muat material bekas pembersihan pengupasan, dan dump
 truck untuk membuang material buangan.                               
                                                                      
 Pekerjaan ini dilaksanakan sampai dengan permukaan tanah existing bersih
 dari rumput, gulma maupun humus.                                     
                                                                      
                                                                      
 4. DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR                                     
                                                                      
 5.3.(3). Lapis Pondasi Bawah Beton Kurus                             
 Tujuan penghamparan Lapis pondasi beton kurus ini adalah sebagai lapis
                                                                      
 pondasi dan juga perkerasan pada bahu jalan.                         
     1. Peralatan :                                                   
                                                                      
       - CONCRETE  MIXER 0.3-0.6 M3                                   
       - WATER TANKER 3000-4500 L.                                    
       - Algilator Truck                                              
       - Batching Plant                                               
                                                                      
     2. Bahan :                                                       
       - Semen                                                        
       - Pasir                                                        
       - Agregat Kasar                                                
                                                                      
       - Begisting/mal                                                
                                                                      
                                                                      
                                                                      
     3. Pelaksanaan pekerjaan                                         
        a. Persiapkan daerah bahu yang akan dicor, seperti pemasangan 
          bekisting/mal sesuai ukuran yang tertera pada gambar kerja. 
          Bagian bawahnya dipasang pelapis anti serap.                
                                                                      
        b. Agregat, semen dan air dicampur sehingga menghasilkan mutu 
          beton minimal K-100 dan memenuhi persyaratan dalam Spesifikasi
          Teknik.                                                     
        c. Pemakaian ukuran agregat dipilih sesuai dengan kebutuhan Lantai
          kerja beton K-100 dan mendapat persetujuan dari Direksi     
          Pekerjaan.                                                  
        d. Beton mutu K-100 sebagai lantai kerja akan dicampur, diangkut,
          dituang, disebar dan dipadatkan sesuai dengan sesuai dengan 
                                                                      
          persyaratan dalam Spesifikasi Teknik.                       
        e. Setelah pengecoran lantai kerja beton mutu K-100 untuk bahu
          jalan maka akan diuji kerataannya dengan panjang mal tidak  
          kurang dari 1,8 m                                           
        f. Lantai kerja beton mutu K-100 sebagai bahu jalan segera dirawat,
          setelah finishing tidak kurang dari 7 hari, perawatan tersebut yaitu
          dengan cara menutup permukaannya dengan plastik sampai      
          lapisan berikutnya dihampar atau seluruh permukaan disemprot
                                                                      
          merata dengan white pigmented curing compound atau seluruh  
          permukaan disemprot merata kontinyu dan kondisi kelembaban  
          dijaga agar tetap selama masa perawatan.                    
                                                                      
                                                                      
 5. DIVISI 7. STRUKTUR                                                
                                                                      
      7.9 Pasangan Batu                                               
                                                                      
        a. Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang       
          ditunjukkan dalam Gambar atau seperti yang diperintahkan    
          Direksi pekerjaan, yang dibuat dari pasangan batu. Pekerjaan
          harus meliputi pemasokan semua bahan, penyiapan seluruh     
          formasi atau pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan  
                                                                      
          untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi ini dan
          memenuhi garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang
          ditunjukkan dalam gambar atau sebagimana yang diperintahkan 
          secara tertulis oleh Direksi Prkerjaan.                     
        b. Umumnya, pasangan batu harus digunakan hanya untuk struktur
          seperti dinding penahan, gorong-gorong pelat, dan tembok kepala
          gorong-gorong besar dari pasangan batu yang digunakan untuk 
          menahan beban luar yang cukup besar. Bilamana fungsi utama  
                                                                      
          suatu pekerjaan sebagai penahan gerusan , bukan sebagai     
          penahan beban, seperti lapisan selokan, lubang penangkap, lantai
          gorong-gorong (spillway apron) atau pekerjaan pelindung lainnya
          pada lereng atau di sekitar ujung gorong-gorong, maka kelas 
          pekerjaan di bawah Pasangan Batu (Stone Masonry) dapat      
          digunakan seperti Pasangan Batu dengan Mortar (Mortared     
          Stonework) atau pasangan batu kosong yang diisi (grouted rip rap).
                                                                      
        Dasar Perhitungan untuk Analisa Harga Satuan                  
        Asumsi:                                                       
          1. Menggunakan alat berat (secara mekanik)                  
          2. Bahan dasar (batu, pasir dan semen)diterima seluruhnya   
           dilokasi pekerjaan                                         
                                                                      
          3. Prosedur Pelaksanaan:                                    
           Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi spesi beton
           dengan menggunakan batu yang dibersihkan dari tanah liat dan
           debu agar daya rekat semen terpenuhi. Penyelesaian dan     
           perpihan setelah pemasangan                                
                                                                      
                                                                      
 7. DIIVISI 10. PEKERJAAN PEMELIHARAAN KINERJA                        
                                                                      
    10.1.(7) Perbaikan dan Perataan Permukaan Jalan Tanah             
                                                                      
      Peralatan dan Tenaga Kerja yang digunakan :                     
         Alat :                    Tenaga Kerja :                     
       1. Excavator 80-140 HP Dump                                    
                                 1. Pekerja Tukang                    
         truk                                                         
       2. Motor Grader           2. Mand or                           
       3. Alat bantu lainya      3. Operator                          
    Metode pelaksanaan                                                
                                                                      
    a. Menentukan batas perbaikan dan perataan permukaan jalan tanah  
       rencana.                                                       
    b. Setelah batas ditentukan, dilanjutkan dengan perbaikan jalan tanah
       menggunakan Excavator 80-140 HP, tenaga orang dan alat bantu.  
       Kemudian  dilakukan perataan permukaan tanah  dengan           
       menggunakan Motor Grader dan pada akhlr pekerJaan dilaksanakan 
                                                                      
       pembersihan lahan dengan menggunakan tenaga mekanis dan        
       tenaga manusia.                                                
    c. Kedalaman dan penampang dikerjakan sesuai dengan gambar        
       pelaksanaan.                                                   
    d. Tanah sisa hasil pekerjaan untuk sementara dibuang disekitar lokasi
       galian yang akan dipakai untuk timbunan dan apabila tidak bisa 
       dipakai kembali sesuai persetujuan Direksi/Pengawai, maka tanah
       akan dibuang pada lokasi yang telah ditentukan menggunakan dump
                                                                      
       truk.                                                          
    e. Pemadatan dilaksanakan pada lokasi/lahan yang telah dilaksanakan
       perbaikan dan perataan permukaan jalan tanah sehingga tanah    
       menjadi padat.                                                 
                                                                      
                                                                      
    PEKERJAAN LAIN-LAIN                                               
    Administrasi / Dokumentasi                                        
                                                                      
    Untuk melengkapi Administrasi/Dokumentasi dan laporan-laporan akan
    dikerjakan :                                                      
    1. Laporan berkala secara menyeluruh                              
                                                                      
    2. Catatan kemajuan pekerjaan, yang ditadatangani oleh Direksi Pekerjaan
      /Pemilik                                                        
    3. Dokumentasi Foto, meliputi:                                    
      -  Pekerjaan sebelum dilaksanakan                               
      -  Pekerjaan sedang dilaksanakan                                
      -  Pekerjaan setelah dilaksanakan                               
    4. Disusun rapi dan diketahui Direksi Pekerjaan. Foto-foto diambil pada
      setiap STA.                                                     
                                                                      
    5. Membuat as built drawing atau gambar yang sesuai pekerjaan lapangan
    6. Membuat Laporan harian, mingguan dan bulanan                   
    7. Membuat Back up data sesuai dengan hasil pekerjaan dilapangan. 
                                                                      
    Demobilsasi                                                       
    Semua alat kerja yang digunakan pada akhir/finishing pelaksanaan  
    pekerjaan segera dilakukan demobilisasi kembali kepada pemberi    
    dukungan alat.                                                    
                                                                      
                                                                      
    Pembersihan Akhir                                                 
    Setelah semua pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan  
    melakukan pembersihan akhir dimana base camp, kantor direksi dan  
                                                                      
    lain-lain akan dibongkar dan diangkut ke luar lokasi menurut petunjuk
    direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat
    efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak Pelaksana bersama-sama     
    konsultan pengawas/Direksi, PPTK/PPK dan KPA melakukan serah terima
    pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan selama waktu yang 
                                                                      
    telah ditentukan segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut
    menjadi tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawatan.
Tenders also won by PT Bone Mitra Abadi
Authority
25 September 2018Pembangunan Jalan Matobe - Saumanganya (Multi Years)Kab. Kepulauan MentawaiRp 49,575,000,000
24 January 2020Pembangunan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Penukahan Gadang Kota Padang (Lanjutan)Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 14,147,569,000
18 September 2020Pembangunan Jalan Limu - Mapinang ( Multy Years )Kab. Kepulauan MentawaiRp 9,138,100,000
4 April 2017Pengadaan Dan Pemasangan Pipa Serta Sambungan RumahPDAM Tirta LangkisauRp 9,000,000,000
19 May 2017Pembangunan Jalan Matobe - SaumanganyakPemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan MentawaiRp 8,000,000,000
16 August 2016Pembangunan Spam Kab. SiakProvinsi RiauRp 5,687,000,000
24 August 2016Pengadaan Dan Pemasangan Pipa DistribusiKota BukittinggiRp 5,126,855,800
23 November 2020Pembangunan Jaringan Perpipaan Spam Ikk Malanca, Spam Ikk Gunung Omeh Dan Spam Ikk Tanjung Pati Kabupaten Limapuluh KotaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 5,050,000,000
6 March 2024Peningkatan Jalan Muntei - Bakeiluk Dan Puro - MalilimokKab. Kepulauan MentawaiRp 4,520,147,000
15 February 2018Pengembangan Jaringan Perpipaan Di Kawasan Perkotaan Ikk Sungai Nyalo Kabupaten Pesisir Selatan (Pspam-4)Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 3,607,287,000