Penanganan Jalan Kebun Sayur - Simpang Talang Kawo

Tender Ulang
Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10080720000
Status: Tender Ulang
Date: 9 September 2025
Year: 2025
KLPD: Kab. Merangin
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 450,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 449,457,590
Winner (Pemenang): CV Sucinda Megah Perkasa
NPWP: 022946560333000
RUP Code: 59549235
Work Location: Kabupaten Merangin - Merangin (Kab.)
Participants: 8
Applicants
0022946560333000Rp 425,540,824
0809304124333000-
0016314155333000-
0933285124331000-
0402264311333000-
CV Zikri Jaya Konstruksi
10*1**1****88**6-
0029121837331000-
CV Cipta Fajar Perdana
09*3**6****16**0-
Attachment
PEMERINTAH KABUPATEN  MERANGIN                         
                                                                          
            DINAS PEKERJAAN   UMUM  DAN PENATAAN   RUANG                  
                                                                          
                    JALAN JENDERAL SUDIRMAN KM. 3 TELP. (0746) 323047     
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                KEGIATAN :                                
                      PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/KOTA                
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                              SUB KEGIATAN:                               
                                                                          
             PENYUSUNAN RENCANA, KEBIJAKAN, STRATEGI PENGEMBANGAN JARINGAN
            JALAN SERTA PERENCANAAN TEKNIS PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                               PEKERJAAN:                                 
                             PERENCANAAN JALAN                            
                                                                          
                        KEBUN SAYUR-SIMPANG TALANG KAWO                   
                               KEC. BANGKO                                
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                    TAHUN    ANGGARAN      2025                           
                        METODE  PELAKSANAAN                               
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Kegiatan    : Penyelenggaran Jalan Kabupaten/Kota                         
                                                                          
Sub Kegiatan : Penyusunan Rencana, Kebijakan, Strategi Pengembangan Jaringan Jalan Serta
            Perencanaan Teknis Penyelenggaraan Jalan Dan Jembatan         
Pekerjaan   : Perencanaan Jalan Kebun Sayur-Simpang Talang Kawo           
                                                                          
                                                                          
I. PENDAHULUAN                                                            
                                                                          
1.1 Latar Belakang                                                        
                                                                          
   Dalam pelaksanaan pekerjaan, penentuan metode pelaksanaan sangat penting, karena penentuan metode yang
   tepat sesuai dengan pekerjaan dan kondisi akan menentukan kinerja pelaksanaan pekerjaan tersebut. Metode
   pelaksanaan ini merupakan suatu teknis pelaksanaanyang telah direncanakan secara cermat sebelum pekerjaan
                                                                          
   berlangsung. Metode Pelaksanaan ini diajukan sebagai kelengkapan teknis pekerjaan dilapangan dalam memulai
   suatu pelaksanaan pekerjaan.                                           
                                                                          
                                                                          
                                                                          
1.2 Maksud dan Tujuan                                                     
                                                                          
   Tujuan pembuatan metode pelaksanaan ini adalah acuan dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan agar sesuai
   dengan rencana yang telah ditetapkan baik biaya, mutu dan waktu.Didalam metode pelaksanaan ini tercantum
   sistem kerja lapangan yang akan dipakai mulai dari awal kegiatan hingga selesai, yang terdiri dari site
                                                                          
   management hingga quality control pekerjaan serta unsur - unsur terkait selama pekerjaan berlangsung, sehingga
   apa yang menjadi target dan rencana yang telah ditetapkan dapat terlaksana dengan baik.Berikut kami tampilkan
   beberapa metode pelaksanaan sehingga dengan adanya metode ini diharapkan akan dapat memandu berjalannya
                                                                          
   proses pekerjaan dengan baik dengan maksud :                           
                                                                          
  •  Pengaturan pekerjaan dilapangan lebih terkontrol                     
                                                                          
    Penggunaan sumber daya akan lebih maksimal                           
    Penggunaan alat kerja akan lebih efisien                             
                                                                          
    Pengaturan lalu lintas kendaraan di lokasi kegiatan akan lebih teratur.
                                                                          
                                                                          
                                                                          
1.3 Lingkup Pekerjaan                                                     
     Lingkup Pekerjaan antara lain :                                      
  •  Divisi 1. Umum                                                       
                                                                          
      1. Mobilisasi                                                       
      2. Manajemen dan Keselamatan Lalu lintas                            
      3. Keselataman dan Kesehatan kerja                                  
  •  Divisi 3. Pekerjaan Tanah dan Geosintetik                            
                                                                          
      1. Galian Biasa                                                     
      2. Timbunan Pilihan dari sumber galian                              
                                                                          
                                                                          
  •  Divisi 7. Struktur                                                   
      1. Pemancangan Tiang Pipa Galvanis Ukuran 3”                        
      2. Bronjong Pabrikasi dengan kawat yang dilapisi galvanis 3 mm      
                                                                          
                                                                          
II. METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN                                         
                                                                          
                                                                          
       Metode pelaksanaan pekerjaan yang diuraikan dibawah ini akan dijelaskan mengenai tahapan dan tata
  cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai akhir, yang disusun berdasarkan
  dokumen lelang, gambar teknis, dan spesifikasi. Penjelasan ini akan meliputi :
                                                                          
                                                                          
    Mobilisasi                                                           
                                                                          
          Lingkup Mobilisasi dan demobilisasi proyek adalah kegiatan mendatangkan ke lokasi (mobilisasi) dan
     mengembalikan (demobilisasi) alat-alat proyek sesuai spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen lelang
     dengan menggunakan alat angkutan darat (trailer / truck besar) atau alat angkut air (ponton). Contoh aplikasi
                                                                          
     mobilisasi dan demobilisasi proyek adalah pekerjaan konstruksi. Didalam pekerjaan konstruksi dimulai
     dengan pekerjaan persiapan yang meliputi kegiatan antara lain :      
                                                                          
      Pembersihan lokasi                                                 
      Pengukuran dan pasang bouwplank                                    
      Mobilisasi dan demobilisasi peralatan                              
                                                                          
      Papan nama proyek                                                  
                                                                          
     Pembersihan Lokasi                                                   
                                                                          
          Kontraktor sebelum memulai pekerjaan, semua tanaman (semak-semak/pohon-pohon) yang ada dan
     tumbuh di sepanjang jalur pekerjaan (saluran/sungai) yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan harus
                                                                          
     dibersihkan menurut petunjuk konsultan pengawas lapangan dan direksi teknis.
                                                                          
     Pengukuran dan Pasang Bouwplank                                      
                                                                          
      Kontraktor harus membuat patok pokok / patok utama untuk setiap unit pekerjaan yang memerlukan
       bouwplank.                                                         
      Patok tersebut harus diikat ketinggiannya dengan patok yang sudah ada atau terhadap tinggi patok
                                                                          
       setempat yang disetujui oleh konsultan pengawas dan hasil pengikatan harus ditandai dengan cat merah.
      Semua patok / patok bouwplank harus dibuat dari bahan yang kuat dan awet, dipasang kokoh dan
       permukaan atasnya rata (waterpass).                                
     Mobilisasi dan Demobilisasi                                          
      Mendatangkan (mobilisasi) alat alat berat dan mengembalikannya kembali (demobilisasi)
                                                                          
      Pemberitahukan dan permintaan persetujuan terhadap jenis / kapasitas excavator yang akan digunakan
       kepada konsultan pengawas lapangan oleh kontraktor                 
      Sebelum dilakukan mobilisasi, kontraktor harus memberitahukan dan meminta persetujuan terhadap jenis
                                                                          
       / kapasitas excavator yang akan digunakan kepada konsultan pengawas lapangan.
      Segala resiko yang diakibatkan oleh pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi menjadi tanggung jawab
       kontraktor.                                                        
                                                                          
                                                                          
     Papan Nama Proyek                                                    
                                                                          
      Papan nama berukuran 60 x 120 cm dan dipasang pada tempat yang dapat terlihat langsung oleh
       masyarakat.                                                        
      Ijin Bangunan                                                      
                                                                          
      Membayar retribusi ijin bangunan sebesar 1% dari nilai kontrak.    
      Bukti setoran ijin bangunan diserahkan kepada proyek sebelum penyerahan pertama pekerjaan (PHO).
                                                                          
                                                                          
    Manajemen dan Keselamatan Lalu lintas                                
                                                                          
                                                                          
          Dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar
     SMK3 tersebut menjadi efektif, karena SMK3 mempunyai elemen- elemen atau persyaratan-persyaratan
     tertentu yang harus dibangun didalam suatu organisasi atau perusahaan. Sistem Manajemen K3 juga harus
                                                                          
     ditinjau ulang dan ditingkatkan secara terus menerus didalam pelaksanaanya untuk menjamin bahwa system
     itu dapat berperan dan berfungsi dengan baik serat berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan.
                                                                          
     Penerapan Sistem Manajemen ini (SMK3) ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, meliputi:
                                                                          
                                                                          
     1. Penetapan Kebijakan SMK3                                          
     2. Perencanaan K3                                                    
                                                                          
     3. Pelaksanaan Rencana K3                                            
     4. Pemantauan & Evaluasi Kinerja K3                                  
     5. Peninjauan & Peningkatan kinerja SMK3                             
                                                                          
                                                                          
    Galian Biasa                                                         
          Cara penggalian dengan menggunakan excavator atau menggunakan tenaga manusia dengan linggis
                                                                          
     dan blencong untuk daerah-daerah yang tidak dapat digali dengan Excavator. Tanah hasil galian dibuang
     menggunakan Dump  Truck  ke  lokasi pembuangan yang telah ditentukan.
                                                                          
                                                                          
     Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan galian biasa :                 
     Persiapan                                                            
                                                                          
      Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.      
      Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi Pekerjaan.
                                                                          
      Cek kondisi/keadaan existing terhadap kemungkinan adanya pipa-pipa air, kabel listrik, kabel telpon dll.
      Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
      Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan
                                                                          
       yang telah dilakukan.                                              
      Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
                                                                          
      Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).   
      Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.                    
      Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.                       
                                                                          
                                                                          
     Persiapan Pekerjaan Galian.                                          
                                                                          
      Cek kondisi existing lahan/tanah yang akan digali. Pasang Patok-patok batas galian dan penggalian yang
       akan dilaksanakan.                                                 
      Buatkan titik pemantauan kelongsoran dan tempatkan pada daerah yang benar-benar aman. Sehingga
                                                                          
       apabila terjadi pergerakan bidang galian dapat segera diketahui.   
      Serahkan Gambar Detil seluruh struktur sementara yang diusulkkan atau yang diperintahkan untuk
                                                                          
       digunakan, seperti penyokong (shoring), pengaku (bracing), cofferdam dan dinding penahan rembesan
       (cutoff wall).                                                     
      Untuk menjaga stabilitas lereng galian dan menjaga keselamatan pekerja, maka galian yang lebih dari 5
                                                                          
       meter harus dibuat bertangga dengan teras selebar 1 meter.         
      Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang (barikade) yang cukup untuk
       mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya.              
                                                                          
      Galian terbuka pada lokasi jalur lalu-lintas maupun lokasi bahu jalan, harus diberi rambu tambahan pada
       malam hari berupa Drum/penghalang (barikade) yang dicat putih beserta lampu merah atau kuning guna
                                                                          
       menjamin keselamatan pengguna jalan.                               
      Siapkan Pompa air utk dewatering pada penggalian tanah dibawah elevasi muka air tanah.
                                                                          
                                                                          
     Penggalian                                                           
      Penggalian tanah dilaksanakan menurut kelandaian, garis dan elevasi yang ditentukan dalam Gambar atau
                                                                          
       ditunjukkan oleh Direksi Pekerjaan dan mencakup pembuangan material/bahan dalam bentuk apapun
       yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata, beton, pasangan batu, bahan organik dan bahan perkerasan
       lama yang sudah tidak dipakai lagi.                                
                                                                          
      Penggalian tanah dilakukan dengan alat berat yaitu Excavator untuk daerah galian tanah yang dalam.
       Sedang untuk galian yang bersifat pemotongan tanah, lebih baik dilakukan dengan menggunakan Bulldozer
       atau Motor Grader. Untuk lahan/daerah yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat
                                                                          
       (Excavator/Bulldozer/Motor Grader), lakukan penggalian secara manual.
      Muat hasil galian ke atas Dump Truck, angkut dan buang hasil galian tersebut keluar area/lokasi kerja.
                                                                          
      Dorong dan ratakan buangan hasil galian/tanah dengan Bulldozer.    
      Lakukan penggalian dan pembuangan secara berulang, sampai batas galian dan elevasi yang sudah
       ditentukan.                                                        
      Pada permukaan galian/pemotongan harus dibersihkan dari segala bahan yang lepas yang akan menjadi
                                                                          
       berbahaya setelah pekerjaan selesai.                               
      Permukaan lereng hasil galian/pemotongan agar diusahakan dalam keadaan stabil.
                                                                          
                                                                          
     Pemeriksaan                                                          
      Cek apakah hasil akhir galian sudah sesuai dengan yang direncanakan.
                                                                          
      Lakukan koordinasi dengan bagian pengukuran untuk melakukan pengendalian dan perbaikan pengukuran
       saat proses.Pastikan dilakukan pengecekan permukaan akhir dengan alat ukur.
                                                                          
                                                                          
     Cek kesesuaian                                                       
      Seluruh permukaan hasil galian harus rata.                         
                                                                          
      Kemiringan lereng galian/pemotongan harus sesuai dengan elevasi yang direncanakan.
      Tidak ada material terlepas seperti batu pada permukaan hasil galian pada hasil akhirnya.
                                                                          
                                                                          
       Peralatan                                                          
                                                                          
      Excavator                                                          
      Dump Truck                                                         
                                                                          
      Alat Bantu                                                         
      Alat ukur                                                          
                                                                          
                                                                          
       Kesehatan dan keselamatan kerja                                    
                                                                          
      Alat pelindung diri                                                
      Rambu peringatan                                                   
                                                                          
      Dll                                                                
                                                                          
                                                                          
       Tenaga Kerja                                                       
                                                                          
      Pengawas lapangan                                                  
      Juru Ukur                                                          
                                                                          
      operator                                                           
      Lalulintas                                                         
    Timbunan Pilihan dari Sumber Galian                                  
                                                                          
     Metode pelaksanaan pekerjaan :                                       
                                                                          
     a) Sebelum dimulainya pekerjaan, terlebih dahulu Penyiapan Formasi untuk timbunan pilihan.
     b) Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak diperlukan harus
                                                                          
        dibuang sebagaimana diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.        
     c) Kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan penghamparan timbunan. Timbunan harus ditempatkan ke
        permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam lapisan yang merata yang bila dipadatkan akan
                                                                          
        memenuhi toleransi tebal lapisan yang disyaratkan.                
     d) Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke permukaan yang telah
        disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan. Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan
                                                                          
        biasanya tidak diperkenankan, terutama selama musim hujan.        
     e) Bilamana timbunan badan jalan akan diperlebar, lereng timbunan lama harus disiapkan dengan
        membuang seluruh tetumbuhan yang terdapat pada permukaan lereng dan harus dibuat bertangga
                                                                          
        (atau dibuat bergerigi) sehingga timbunan baru akan terkunci pada timbunan lama sedemikian sampai
        diterima oleh Pengawas Pekerjaan. Selanjutnya timbunan yang diperlebar harus dihampar
        horizontal lapis demi lapis sampai dengan elevasi tanah dasar, yang kemudian harus ditutup secepat
                                                                          
        mungkin dengan lapis fondasi bawah dan atas sampai elevasi permukaan jalan lama sehingga bagian
        yang diperlebar dapat dimanfaatkan oleh lalu lintas secepat mungkin, dengan demikian pembangunan
        dapat dilanjutkan ke sisi jalan lainnya bilamana diperlukan.      
                                                                          
     f) Kemudian dilanjutkan dengan pemadatan timbunan. Pemadatan timbunan tanah harus
        dilaksanakan hanya bilamana kadar air bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum
                                                                          
        sampai 1% di atas kadar air optimum. Kada air optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada
        kepadatan kering maksimum yang diperoleh bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI 1742:2008.
     g) Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang disyaratkan, diuji kepadatannya
                                                                          
        dan harus diterima oleh Pengawas Pekerjaan sebelum lapisan berikutnya dihampar.
     h) Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah sumbu jalan sedemikian
        rupa sehingga setiap ruas akan menerima jumlah usaha pemadatan yang sama.
                                                                          
     i) Bahan untuk timbunan pada tempat-tempat yang sulit dimasuki oleh alat pemadat normal harus
        dihampar dalam lapisan mendatar dengan tebal gembur tidak lebih dari
     j) 10 cm dan seluruhnya dipadatkan dengan menggunakan pemadat mekanis.
                                                                          
     k) Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan pemadat mesin gilas, harus
        dihampar dalam lapisan horizontal dengan tebal gembur tidak lebih dari 10 cm dan dipadatkan
        dengan penumbuk loncat mekanis atau timbris (tamper) manual dengan berat statis minimum 10 kg.
                                                                          
        Pemadatan di bawah maupun di tepi pipa harus mendapat perhatian khusus untuk mencegah timbulnya
        rongga-rongga dan untuk menjamin bahwa pipa terdukung sepenuhnya. 
    Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis                         
     A. Metode Kerja                                                      
                                                                          
         Lakukan pemasangan patok dan benang untuk menandakan daerah penggalian untuk pemasangan
          bronjong berdasarkan dimensi jaring dan disain. Termasuk tempat ruangan untuk pemadatan
          material                                                        
                                                                          
         Selama penggalian, letakkan jaring bronjong pada pinggir slope dan mulai pembentukan memanjang
          seperti yang tertera pada gambar 2, dan dengan ukuran lebar x tinggi yaitu 1000 X 500. Bungkus
          jaring hingga berbentuk kotak dan ikatkan bersama bagian tepinya menggunakan kawat yang telah
                                                                          
          digavanisir d = 3 mm, jepit dan ikatkan serta dipotong dengan menggunakan tang.
         Lanjutkan perletakan dan pengisian jaring bronjong dan tumpukan lalu ikatkan semua. Semakin
          banyak dinding bagian dalam di dapat, maka bronjong semakin kuat, karena itu maka setiap bronjong
                                                                          
          harus diikatkan secara bersama-sama dengan sebelumnya secara sejajar. Bronjong yang diletakkan
          diatas untuk setiap susunan harus dihubungkan juga untuk dengan yang lainnya. Seandainya
          bronjong mempunyai bentuk memanjang sisi bagian bawah jaring harus d pasang daya tahan dan
                                                                          
          memperkuat struktur.                                            
         Rongga antara bagian belakang dinding bronjong dengan kemiringan bekas galian harus di timbun
                                                                          
          kembali dan dilakukan pemadatan dengan menggunakan material berukuran 0 – 150 mm.
          Seandainya menggunakan tamper yaitu alat yang paling sesuai digunaan untuk memadatkan material,
          tuangkan material setebal 40 cm d sekeliling bronjong.          
                                                                          
         Ketika struktur bronjong telah selesai, pastika semua celah disekeliling bronjong d timbun kembali
          dan dipadatkan dengan baik.                                     
                                                                          
                                                                          
                                                                          
     B. Quality Control :                                                 
         Pastikan Semua tanah dipindahkan dari galian sampai dengan kedalaman yang tepat.
         Pastikan semua bongkahan dan batu-batu besar dipindahkan dari bawah tempat penggalian dan
                                                                          
          seandianya butuh ratakan dengan material yang lebih baik.       
         Periksa dinding penggalian dan kemiringan dinding galian 1:2 untuk mencegah terjadinya longsor.
         Jagalah galian agar dalam keadaan kering sebisa mungkin.        
                                                                          
         Pastikan pengikat dilakukan dengan kawat galvanis d > 3mm dan dengan jumlah kawat yang cukup.
         Pastikan batu (batu untuk isian bronjong dengan ukuran 30 – 40 cm) yang digunakan
                                                                          
          mempunyaikualitas yang baik dan dengan ukuran yang sesuai.      
         Pastikan bronjong terkunci dengan mengikatkannya secara bersamaan
         Pastikan dilakukan pemadatan yang cukup di sekeliling bronjong. 
                                                                          
         Pastikan bronjong diisi dengan cukup, timbunan kembali yang dibuat dipadatkan dengan baik
          sehingga tidak ada lagi yang masih lembek                       
                                                                          
         Periksa semua sambungan yang terlihat apakah sudah terikat dengan baik.
       Langkah kerja dalam metode pelaksanaan ini kami susun dengan berdasarkan spesifikasi yang ada pada
  dokumen pengadaan.                                                      
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                              PPK BIDANG BINA MARGA       
                                            DINAS PEKERJAAN UMUM DAN      
                                                PENATAAN RUANG            
                                               KABUPATEN MERANGIN         
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                              ARIYA ASGHARA, ST.MT        
                                              Nip. 19780911 200312 1006
Tenders also won by CV Sucinda Megah Perkasa
Authority
28 January 2021Biaya Bahan Makan Dan Minum PasienKab. MeranginRp 1,200,000,000
6 January 2020Peningkatan Jalan Tanjung Kasri - Renah KemumuKab. MeranginRp 1,000,000,000
24 February 2018Peningkatan Jalan Desa Kandang - Sungai PasirKab. MeranginRp 1,000,000,000
20 January 2018Belanja Makan Dan Minum PasienKab. MeranginRp 867,225,000
23 July 2019Peningkatan Jalan Muaro Panco - Renah MedanPemerintah Daerah Kabupaten MeranginRp 850,000,000
20 August 2015Pemeliharaan Jalan Desa Teluk SikumbangPemerintah Daerah Kabupaten MeranginRp 800,000,000
8 April 2021Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Perion (Dak)Kab. MeranginRp 600,000,000
24 July 2019Pemeliharaan Jalan Rantau Limau Manis - Mekar Limau ManisPemerintah Daerah Kabupaten MeranginRp 500,000,000
23 August 2021Pembangunan Jalan Inspeksi D.I Semayo (Jembatan Pedestrian)Pemerintah Daerah Kabupaten MeranginRp 475,000,000
15 October 2025Peningkatan Jalan Benteng - Durian LecahKab. MeranginRp 399,588,000