| 0022946560333000 | Rp 425,540,824 | |
| 0809304124333000 | - | |
| 0016314155333000 | - | |
| 0933285124331000 | - | |
| 0402264311333000 | - | |
CV Zikri Jaya Konstruksi | 10*1**1****88**6 | - |
| 0029121837331000 | - | |
CV Cipta Fajar Perdana | 09*3**6****16**0 | - |
PEMERINTAH KABUPATEN MERANGIN
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
JALAN JENDERAL SUDIRMAN KM. 3 TELP. (0746) 323047
KEGIATAN :
PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/KOTA
SUB KEGIATAN:
PENYUSUNAN RENCANA, KEBIJAKAN, STRATEGI PENGEMBANGAN JARINGAN
JALAN SERTA PERENCANAAN TEKNIS PENYELENGGARAAN JALAN DAN JEMBATAN
PEKERJAAN:
PERENCANAAN JALAN
KEBUN SAYUR-SIMPANG TALANG KAWO
KEC. BANGKO
TAHUN ANGGARAN 2025
METODE PELAKSANAAN
Kegiatan : Penyelenggaran Jalan Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan : Penyusunan Rencana, Kebijakan, Strategi Pengembangan Jaringan Jalan Serta
Perencanaan Teknis Penyelenggaraan Jalan Dan Jembatan
Pekerjaan : Perencanaan Jalan Kebun Sayur-Simpang Talang Kawo
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam pelaksanaan pekerjaan, penentuan metode pelaksanaan sangat penting, karena penentuan metode yang
tepat sesuai dengan pekerjaan dan kondisi akan menentukan kinerja pelaksanaan pekerjaan tersebut. Metode
pelaksanaan ini merupakan suatu teknis pelaksanaanyang telah direncanakan secara cermat sebelum pekerjaan
berlangsung. Metode Pelaksanaan ini diajukan sebagai kelengkapan teknis pekerjaan dilapangan dalam memulai
suatu pelaksanaan pekerjaan.
1.2 Maksud dan Tujuan
Tujuan pembuatan metode pelaksanaan ini adalah acuan dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan agar sesuai
dengan rencana yang telah ditetapkan baik biaya, mutu dan waktu.Didalam metode pelaksanaan ini tercantum
sistem kerja lapangan yang akan dipakai mulai dari awal kegiatan hingga selesai, yang terdiri dari site
management hingga quality control pekerjaan serta unsur - unsur terkait selama pekerjaan berlangsung, sehingga
apa yang menjadi target dan rencana yang telah ditetapkan dapat terlaksana dengan baik.Berikut kami tampilkan
beberapa metode pelaksanaan sehingga dengan adanya metode ini diharapkan akan dapat memandu berjalannya
proses pekerjaan dengan baik dengan maksud :
• Pengaturan pekerjaan dilapangan lebih terkontrol
Penggunaan sumber daya akan lebih maksimal
Penggunaan alat kerja akan lebih efisien
Pengaturan lalu lintas kendaraan di lokasi kegiatan akan lebih teratur.
1.3 Lingkup Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan antara lain :
• Divisi 1. Umum
1. Mobilisasi
2. Manajemen dan Keselamatan Lalu lintas
3. Keselataman dan Kesehatan kerja
• Divisi 3. Pekerjaan Tanah dan Geosintetik
1. Galian Biasa
2. Timbunan Pilihan dari sumber galian
• Divisi 7. Struktur
1. Pemancangan Tiang Pipa Galvanis Ukuran 3”
2. Bronjong Pabrikasi dengan kawat yang dilapisi galvanis 3 mm
II. METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN
Metode pelaksanaan pekerjaan yang diuraikan dibawah ini akan dijelaskan mengenai tahapan dan tata
cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai akhir, yang disusun berdasarkan
dokumen lelang, gambar teknis, dan spesifikasi. Penjelasan ini akan meliputi :
Mobilisasi
Lingkup Mobilisasi dan demobilisasi proyek adalah kegiatan mendatangkan ke lokasi (mobilisasi) dan
mengembalikan (demobilisasi) alat-alat proyek sesuai spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen lelang
dengan menggunakan alat angkutan darat (trailer / truck besar) atau alat angkut air (ponton). Contoh aplikasi
mobilisasi dan demobilisasi proyek adalah pekerjaan konstruksi. Didalam pekerjaan konstruksi dimulai
dengan pekerjaan persiapan yang meliputi kegiatan antara lain :
Pembersihan lokasi
Pengukuran dan pasang bouwplank
Mobilisasi dan demobilisasi peralatan
Papan nama proyek
Pembersihan Lokasi
Kontraktor sebelum memulai pekerjaan, semua tanaman (semak-semak/pohon-pohon) yang ada dan
tumbuh di sepanjang jalur pekerjaan (saluran/sungai) yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan harus
dibersihkan menurut petunjuk konsultan pengawas lapangan dan direksi teknis.
Pengukuran dan Pasang Bouwplank
Kontraktor harus membuat patok pokok / patok utama untuk setiap unit pekerjaan yang memerlukan
bouwplank.
Patok tersebut harus diikat ketinggiannya dengan patok yang sudah ada atau terhadap tinggi patok
setempat yang disetujui oleh konsultan pengawas dan hasil pengikatan harus ditandai dengan cat merah.
Semua patok / patok bouwplank harus dibuat dari bahan yang kuat dan awet, dipasang kokoh dan
permukaan atasnya rata (waterpass).
Mobilisasi dan Demobilisasi
Mendatangkan (mobilisasi) alat alat berat dan mengembalikannya kembali (demobilisasi)
Pemberitahukan dan permintaan persetujuan terhadap jenis / kapasitas excavator yang akan digunakan
kepada konsultan pengawas lapangan oleh kontraktor
Sebelum dilakukan mobilisasi, kontraktor harus memberitahukan dan meminta persetujuan terhadap jenis
/ kapasitas excavator yang akan digunakan kepada konsultan pengawas lapangan.
Segala resiko yang diakibatkan oleh pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi menjadi tanggung jawab
kontraktor.
Papan Nama Proyek
Papan nama berukuran 60 x 120 cm dan dipasang pada tempat yang dapat terlihat langsung oleh
masyarakat.
Ijin Bangunan
Membayar retribusi ijin bangunan sebesar 1% dari nilai kontrak.
Bukti setoran ijin bangunan diserahkan kepada proyek sebelum penyerahan pertama pekerjaan (PHO).
Manajemen dan Keselamatan Lalu lintas
Dalam menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3) ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar
SMK3 tersebut menjadi efektif, karena SMK3 mempunyai elemen- elemen atau persyaratan-persyaratan
tertentu yang harus dibangun didalam suatu organisasi atau perusahaan. Sistem Manajemen K3 juga harus
ditinjau ulang dan ditingkatkan secara terus menerus didalam pelaksanaanya untuk menjamin bahwa system
itu dapat berperan dan berfungsi dengan baik serat berkontribusi terhadap kemajuan perusahaan.
Penerapan Sistem Manajemen ini (SMK3) ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, meliputi:
1. Penetapan Kebijakan SMK3
2. Perencanaan K3
3. Pelaksanaan Rencana K3
4. Pemantauan & Evaluasi Kinerja K3
5. Peninjauan & Peningkatan kinerja SMK3
Galian Biasa
Cara penggalian dengan menggunakan excavator atau menggunakan tenaga manusia dengan linggis
dan blencong untuk daerah-daerah yang tidak dapat digali dengan Excavator. Tanah hasil galian dibuang
menggunakan Dump Truck ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.
Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan galian biasa :
Persiapan
Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi Pekerjaan.
Cek kondisi/keadaan existing terhadap kemungkinan adanya pipa-pipa air, kabel listrik, kabel telpon dll.
Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan
yang telah dilakukan.
Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.
Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.
Persiapan Pekerjaan Galian.
Cek kondisi existing lahan/tanah yang akan digali. Pasang Patok-patok batas galian dan penggalian yang
akan dilaksanakan.
Buatkan titik pemantauan kelongsoran dan tempatkan pada daerah yang benar-benar aman. Sehingga
apabila terjadi pergerakan bidang galian dapat segera diketahui.
Serahkan Gambar Detil seluruh struktur sementara yang diusulkkan atau yang diperintahkan untuk
digunakan, seperti penyokong (shoring), pengaku (bracing), cofferdam dan dinding penahan rembesan
(cutoff wall).
Untuk menjaga stabilitas lereng galian dan menjaga keselamatan pekerja, maka galian yang lebih dari 5
meter harus dibuat bertangga dengan teras selebar 1 meter.
Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang (barikade) yang cukup untuk
mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya.
Galian terbuka pada lokasi jalur lalu-lintas maupun lokasi bahu jalan, harus diberi rambu tambahan pada
malam hari berupa Drum/penghalang (barikade) yang dicat putih beserta lampu merah atau kuning guna
menjamin keselamatan pengguna jalan.
Siapkan Pompa air utk dewatering pada penggalian tanah dibawah elevasi muka air tanah.
Penggalian
Penggalian tanah dilaksanakan menurut kelandaian, garis dan elevasi yang ditentukan dalam Gambar atau
ditunjukkan oleh Direksi Pekerjaan dan mencakup pembuangan material/bahan dalam bentuk apapun
yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata, beton, pasangan batu, bahan organik dan bahan perkerasan
lama yang sudah tidak dipakai lagi.
Penggalian tanah dilakukan dengan alat berat yaitu Excavator untuk daerah galian tanah yang dalam.
Sedang untuk galian yang bersifat pemotongan tanah, lebih baik dilakukan dengan menggunakan Bulldozer
atau Motor Grader. Untuk lahan/daerah yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat
(Excavator/Bulldozer/Motor Grader), lakukan penggalian secara manual.
Muat hasil galian ke atas Dump Truck, angkut dan buang hasil galian tersebut keluar area/lokasi kerja.
Dorong dan ratakan buangan hasil galian/tanah dengan Bulldozer.
Lakukan penggalian dan pembuangan secara berulang, sampai batas galian dan elevasi yang sudah
ditentukan.
Pada permukaan galian/pemotongan harus dibersihkan dari segala bahan yang lepas yang akan menjadi
berbahaya setelah pekerjaan selesai.
Permukaan lereng hasil galian/pemotongan agar diusahakan dalam keadaan stabil.
Pemeriksaan
Cek apakah hasil akhir galian sudah sesuai dengan yang direncanakan.
Lakukan koordinasi dengan bagian pengukuran untuk melakukan pengendalian dan perbaikan pengukuran
saat proses.Pastikan dilakukan pengecekan permukaan akhir dengan alat ukur.
Cek kesesuaian
Seluruh permukaan hasil galian harus rata.
Kemiringan lereng galian/pemotongan harus sesuai dengan elevasi yang direncanakan.
Tidak ada material terlepas seperti batu pada permukaan hasil galian pada hasil akhirnya.
Peralatan
Excavator
Dump Truck
Alat Bantu
Alat ukur
Kesehatan dan keselamatan kerja
Alat pelindung diri
Rambu peringatan
Dll
Tenaga Kerja
Pengawas lapangan
Juru Ukur
operator
Lalulintas
Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
Metode pelaksanaan pekerjaan :
a) Sebelum dimulainya pekerjaan, terlebih dahulu Penyiapan Formasi untuk timbunan pilihan.
b) Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak diperlukan harus
dibuang sebagaimana diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.
c) Kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan penghamparan timbunan. Timbunan harus ditempatkan ke
permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam lapisan yang merata yang bila dipadatkan akan
memenuhi toleransi tebal lapisan yang disyaratkan.
d) Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke permukaan yang telah
disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan. Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan
biasanya tidak diperkenankan, terutama selama musim hujan.
e) Bilamana timbunan badan jalan akan diperlebar, lereng timbunan lama harus disiapkan dengan
membuang seluruh tetumbuhan yang terdapat pada permukaan lereng dan harus dibuat bertangga
(atau dibuat bergerigi) sehingga timbunan baru akan terkunci pada timbunan lama sedemikian sampai
diterima oleh Pengawas Pekerjaan. Selanjutnya timbunan yang diperlebar harus dihampar
horizontal lapis demi lapis sampai dengan elevasi tanah dasar, yang kemudian harus ditutup secepat
mungkin dengan lapis fondasi bawah dan atas sampai elevasi permukaan jalan lama sehingga bagian
yang diperlebar dapat dimanfaatkan oleh lalu lintas secepat mungkin, dengan demikian pembangunan
dapat dilanjutkan ke sisi jalan lainnya bilamana diperlukan.
f) Kemudian dilanjutkan dengan pemadatan timbunan. Pemadatan timbunan tanah harus
dilaksanakan hanya bilamana kadar air bahan berada dalam rentang 3 % di bawah kadar air optimum
sampai 1% di atas kadar air optimum. Kada air optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada
kepadatan kering maksimum yang diperoleh bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI 1742:2008.
g) Setiap lapisan timbunan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang disyaratkan, diuji kepadatannya
dan harus diterima oleh Pengawas Pekerjaan sebelum lapisan berikutnya dihampar.
h) Timbunan harus dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju ke arah sumbu jalan sedemikian
rupa sehingga setiap ruas akan menerima jumlah usaha pemadatan yang sama.
i) Bahan untuk timbunan pada tempat-tempat yang sulit dimasuki oleh alat pemadat normal harus
dihampar dalam lapisan mendatar dengan tebal gembur tidak lebih dari
j) 10 cm dan seluruhnya dipadatkan dengan menggunakan pemadat mekanis.
k) Timbunan pada lokasi yang tidak dapat dicapai dengan peralatan pemadat mesin gilas, harus
dihampar dalam lapisan horizontal dengan tebal gembur tidak lebih dari 10 cm dan dipadatkan
dengan penumbuk loncat mekanis atau timbris (tamper) manual dengan berat statis minimum 10 kg.
Pemadatan di bawah maupun di tepi pipa harus mendapat perhatian khusus untuk mencegah timbulnya
rongga-rongga dan untuk menjamin bahwa pipa terdukung sepenuhnya.
Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis
A. Metode Kerja
Lakukan pemasangan patok dan benang untuk menandakan daerah penggalian untuk pemasangan
bronjong berdasarkan dimensi jaring dan disain. Termasuk tempat ruangan untuk pemadatan
material
Selama penggalian, letakkan jaring bronjong pada pinggir slope dan mulai pembentukan memanjang
seperti yang tertera pada gambar 2, dan dengan ukuran lebar x tinggi yaitu 1000 X 500. Bungkus
jaring hingga berbentuk kotak dan ikatkan bersama bagian tepinya menggunakan kawat yang telah
digavanisir d = 3 mm, jepit dan ikatkan serta dipotong dengan menggunakan tang.
Lanjutkan perletakan dan pengisian jaring bronjong dan tumpukan lalu ikatkan semua. Semakin
banyak dinding bagian dalam di dapat, maka bronjong semakin kuat, karena itu maka setiap bronjong
harus diikatkan secara bersama-sama dengan sebelumnya secara sejajar. Bronjong yang diletakkan
diatas untuk setiap susunan harus dihubungkan juga untuk dengan yang lainnya. Seandainya
bronjong mempunyai bentuk memanjang sisi bagian bawah jaring harus d pasang daya tahan dan
memperkuat struktur.
Rongga antara bagian belakang dinding bronjong dengan kemiringan bekas galian harus di timbun
kembali dan dilakukan pemadatan dengan menggunakan material berukuran 0 – 150 mm.
Seandainya menggunakan tamper yaitu alat yang paling sesuai digunaan untuk memadatkan material,
tuangkan material setebal 40 cm d sekeliling bronjong.
Ketika struktur bronjong telah selesai, pastika semua celah disekeliling bronjong d timbun kembali
dan dipadatkan dengan baik.
B. Quality Control :
Pastikan Semua tanah dipindahkan dari galian sampai dengan kedalaman yang tepat.
Pastikan semua bongkahan dan batu-batu besar dipindahkan dari bawah tempat penggalian dan
seandianya butuh ratakan dengan material yang lebih baik.
Periksa dinding penggalian dan kemiringan dinding galian 1:2 untuk mencegah terjadinya longsor.
Jagalah galian agar dalam keadaan kering sebisa mungkin.
Pastikan pengikat dilakukan dengan kawat galvanis d > 3mm dan dengan jumlah kawat yang cukup.
Pastikan batu (batu untuk isian bronjong dengan ukuran 30 – 40 cm) yang digunakan
mempunyaikualitas yang baik dan dengan ukuran yang sesuai.
Pastikan bronjong terkunci dengan mengikatkannya secara bersamaan
Pastikan dilakukan pemadatan yang cukup di sekeliling bronjong.
Pastikan bronjong diisi dengan cukup, timbunan kembali yang dibuat dipadatkan dengan baik
sehingga tidak ada lagi yang masih lembek
Periksa semua sambungan yang terlihat apakah sudah terikat dengan baik.
Langkah kerja dalam metode pelaksanaan ini kami susun dengan berdasarkan spesifikasi yang ada pada
dokumen pengadaan.
PPK BIDANG BINA MARGA
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN
PENATAAN RUANG
KABUPATEN MERANGIN
ARIYA ASGHARA, ST.MT
Nip. 19780911 200312 1006| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 28 January 2021 | Biaya Bahan Makan Dan Minum Pasien | Kab. Merangin | Rp 1,200,000,000 |
| 6 January 2020 | Peningkatan Jalan Tanjung Kasri - Renah Kemumu | Kab. Merangin | Rp 1,000,000,000 |
| 24 February 2018 | Peningkatan Jalan Desa Kandang - Sungai Pasir | Kab. Merangin | Rp 1,000,000,000 |
| 20 January 2018 | Belanja Makan Dan Minum Pasien | Kab. Merangin | Rp 867,225,000 |
| 23 July 2019 | Peningkatan Jalan Muaro Panco - Renah Medan | Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin | Rp 850,000,000 |
| 20 August 2015 | Pemeliharaan Jalan Desa Teluk Sikumbang | Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin | Rp 800,000,000 |
| 8 April 2021 | Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Perion (Dak) | Kab. Merangin | Rp 600,000,000 |
| 24 July 2019 | Pemeliharaan Jalan Rantau Limau Manis - Mekar Limau Manis | Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin | Rp 500,000,000 |
| 23 August 2021 | Pembangunan Jalan Inspeksi D.I Semayo (Jembatan Pedestrian) | Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin | Rp 475,000,000 |
| 15 October 2025 | Peningkatan Jalan Benteng - Durian Lecah | Kab. Merangin | Rp 399,588,000 |