METODE PELAKSANAAN
PEKERJAAN : Pembangunan Gedung/Ruang Kelas/Ruang Guru
Nonformal/Kesetaraan SKB Tondano
LOKASI : KOTA TONDANO
TAHUN ANGGARAN : 2023
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pek. Papan Nama
Tahap awal adalah menyiapkan material untuk membuat papan proyek.
Balok kayu kls II di potong dengan panjang yang sesuai kemudian dirakit
menjadi tiang dan bingkai untuk papan nama. Papan nama yang berisikan
informasi utama mengenai paket pekerjaan dipesan dan dibawah ke lokasi
pekerjaan untuk dipasang pada bingkai yang telah dibuat. Papan proyek
dipasang pada titik dekat lokasi pekerjaan yang tidak terhalangi dan tidak
menggangu aktivitas pelaksanaan pekerjaan maupun aktivitas masyarakat
disekitar lokasi pekerjaan.
2. Biaya Pekerjaan K- 3
Kontraktor diwajibkan menyediakan peralatan/ perlengkapan
penyelenggaraan protokol kesehatan. Kontraktor juga menyediakan helm
kerja, sepatu boot karet, rompi jala dan kotak P3K untuk para pekerja
konstruksi
3. Pengukuran dan Pemasangan 1 m’ Bouwplank
Sebelum bouwplank dipasang, dilakukan pengukuran awal secara
bersama – sama dengan Direksi Pekerjaan. Pengukuran dilakukan untuk
memastikan kesesuaian ukuran di lapangan dengan yang tercantum di
gambar kerja. Pengukuran menggunakan alat – alat ukur sesuai dengan
kebutuhan dilapangan. Setelah pengukuran selesai dilaksanakan maka
dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan bouwplank. Metode kerja
pemasangan bouwplank adalah sebagai berikut :
• Siapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan.
• Siapkan balok kayu kls III untuk pembatas.
• Ukur bagian yang akan dikerjakan.
• Tancapkan kayu pertama dengan menggunakan palu.
• Pasang kayu penahan kayu utama dengan menggunakan paku.
• Ukur ketinggian batas bouwplank menggunakan meteran.
• Pasang kayu pada bagian pojok-pojok bidang yang akan dikerjakaan
dengan menggunakn unting-unting supaya tegak.
• Pasang tali pada batas bouwplank tadi sampai kayu berikutnya.
• Sambungkan tali-tali tadi sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
Periksa kembali ketinggian tali-tali tadi agar pas dengan batas.
B. PEKERJAAN TANAH
1. Pek. Galian Pondasi
Pekerjaan galian dikerjakan tepat setelah pemasangan bouwplank,
sebelumnya pelajari shop drawing untuk mengetahui posisi dan dimensi
galian baik pondasi telapak atau pondasi batu belah. Kemudian siapkan
tenaga penggali beserta alat penggali seperti: cangkul, sekop, excavator
dan lain lain mengikuti kondisi lapangan dan efisiensi kerja. Penggalian
harus dilakukan secara hati – hati, terutama penempatan hasil gali agar
ditempatkan lebih jauh dari lokasi galian untuk menghindari galian
tertimbun kembali. Ada baiknya jika lebar dasar galian dibuat lebih besar
agar tukang dapat leluasa bekerja. Kemudian rapikan lubang galian tanah
oleh pekerja untuk pekerjaan selanjutnya.
2. Pek. Galian Pondasi Talud
Pekerjaan galian dikerjakan tepat setelah pemasangan bouwplank,
sebelumnya pelajari shop drawing untuk mengetahui posisi dan dimensi
galian baik pondasi telapak atau pondasi batu belah. Kemudian siapkan
tenaga penggali beserta alat penggali seperti: cangkul, sekop, excavator
dan lain lain mengikuti kondisi lapangan dan efisiensi kerja. Penggalian
harus dilakukan secara hati – hati, terutama penempatan hasil gali agar
ditempatkan lebih jauh dari lokasi galian untuk menghindari galian
tertimbun kembali. Ada baiknya jika lebar dasar galian dibuat lebih besar
agar tukang dapat leluasa bekerja. Kemudian rapikan lubang galian tanah
oleh pekerja untuk pekerjaan selanjutnya.
3. Pek. Urugan Kembali Bekas Galian
Pengurugan tanah ini adalah melaksanakan pekerjaan penimbunan
kembali pada lokasi yang telah ditentukan dan dengan melakukan
pemadatan dengan menggunakan alat yang telah ditentukan dapat
menggunakan compactor / alat pemadat tanah lainnya.
4. Pek. Pemadatan tanah/ timbunan
Setelah dilakukan penimbunan tanah urug dilakukan pemadatan
dengan menggunakan alat/ stamper atau dengan menggarahkan mobil
untuk dapat melewati daerah timbunan tersebut.
5. Pek. Urugan Pasir Bawah Pondasi
Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal 5 cm,
kemudian pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu
dikontrol ketebalan dari pasir tersebut. Basahi dengan air agar pasir benar-
benar padat dan rata, pengurugan pasir ini pekerjakan bersamaan dengan
lantai kerja pondasi.
C. PEKERJAAN PONDASI DAN PONDASI TALUD
1. Pek. Pondasi Batu Kali 1 Pc : 4 Ps
Dasar saluran digali dikedua belah sisinya, dilanjutkan dengan
pekerjaan pasangan pondasi batu belah camp. 1 Semen : 4 Pasir dengan
menggunakan beberapa tenaga kerja dengan arahan mandor pemasangan
dibuat secara menjalur. Material batu yang digunakan yaitu batu pecah
dengan ukuran sekitar lebar 15 cm dan tinggi 20 cm. Dimana prosesnya
batu disusun satu persatu dari bawah dengan perekatan spesi 1:4 hingga
ketinggian yang sudah ditentukan dalam gambar rencana dan atas
persetujuan pengawas.
2. Pek. Pondasi Talud 1 Pc : 4 Ps
Dasar saluran digali dikedua belah sisinya, dilanjutkan dengan
pekerjaan pasangan pondasi batu belah camp. 1 Semen : 4 Pasir dengan
menggunakan beberapa tenaga kerja dengan arahan mandor pemasangan
dibuat secara menjalur. Material batu yang digunakan yaitu batu pecah
dengan ukuran sekitar lebar 15 cm dan tinggi 20 cm. Dimana prosesnya
batu disusun satu persatu dari bawah dengan perekatan spesi 1:4 hingga
ketinggian yang sudah ditentukan dalam gambar rencana dan atas
persetujuan pengawas.
3. Pek. Pondasi Batu Kosong/ Aanstamping
Seluruh permukaan batu harus dibersihkan dan dibasahi sampai jenuh
sebelum ditem-patkan. Beton harus diletakkan di atas batu yang telah
dipasang sebelumnya selanjutnya batu yang baru akan diletakkan di
atasnya. Batu harus ditanamkan secara kokoh pada lereng dan dipadatkan
sehingga bersinggungan dengan batu-batu yang berdekatan sampai
membentuk ketebalan pasangan batu kosong yang diperlukan. Celah-
celah antar batu dapat diisi sebagian dengan batu baji atau batu-batu kecil,
sedemikian hingga sisa dari rongga-rongga tersebut harus diisi dengan
beton sampai padat dan rapi dengan ketebalan tidak lebih dari 10 mm dari
permukaan batu-batu tersebut.
D. PEKERJAAN STRUKTUR BETON BERTULANG
1. Pekerjaan Beton Bertulang Talud
a. Pengecoran Beton mutu f'c = 14,5 Mpa (K-175)
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang
luas untuk menaruh, memotong, membengkokan, dan merakit besi
beton sesuai gambar kerja yang telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai
dengan gambar kerja serta RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai
gambar rencana. Perakitan besi beton menggunakan kawat
besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak
penempatan (sesuai gambar rencana). Pengecoran beton dimulai
setelah konsultan/direksi menyetujui untuk pengecoran beton
yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua
ukuran dan perkuatan acuan diperiksa benar dan disahkan oleh
konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
• Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran
dan sampah.
• Tuang beton readymix ke dalam area pengecoran, pada saat
pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan
vibrator sehingga beton dapat padat dan tidak ada sarang tawon.
Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor
belum siap.
b. Pemasangan Bekisting
Papan untuk bekisting ring balok dipotong dan disesuaikan
dengan gambar rencana, papan disambung dengan mengggunakan
kawat beton/ paku/ alat lain seperti baut yang berukuran besar.
Kemudian dilapisi dengan minyak bekisting agar setelah penggunaan
dapat dilepas dengan mudah. Papan bekisting dapat digunakan
sebanyak 2 kali jika kondisi papan masih layak pakai hal ini dapat
disesuaikan dengan pemilihan jenis papan. Jika umur beton sudah
memenuhi standar yang ditetapkan dapat dilepas.
c. Penulangan
Pembuatan tulangan sebelumnya dirakit terlebih dahulu dan dipasang
sesuai gambar rencana.
• Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai
gambar rencana, agar pengecoran campuran beton padat dapat
digetarkan dengan vibrator agar beton yang dihasilkan benar-
benar padat sesuai mutu beton yang diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan
mandor, membuat campuran beton menggunakan alat pencampur
beton mekanis dengan komposisi sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting
sesuai dimensi/ukuran pada gambar rencana. Setelah pengecoran
ada baiknya dilakukan curring beton.
2. Pekerjaan Beton Bertulang Bangunan
a. Pengecoran Beton mutu f'c = 14,5 Mpa (K-175)
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang
luas untuk menaruh, memotong, membengkokan, dan merakit besi
beton sesuai gambar kerja yang telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai
dengan gambar kerja serta RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai
gambar rencana. Perakitan besi beton menggunakan kawat
besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak
penempatan (sesuai gambar rencana). Pengecoran beton dimulai
setelah konsultan/direksi menyetujui untuk pengecoran beton
yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua
ukuran dan perkuatan acuan diperiksa benar dan disahkan oleh
konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
• Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran
dan sampah.
• Tuang beton readymix ke dalam area pengecoran, pada saat
pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan
vibrator sehingga beton dapat padat dan tidak ada sarang tawon.
Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor
belum siap.
b. Pemasangan Bekisting
Papan untuk bekisting ring balok dipotong dan disesuaikan
dengan gambar rencana, papan disambung dengan mengggunakan
kawat beton/ paku/ alat lain seperti baut yang berukuran besar.
Kemudian dilapisi dengan minyak bekisting agar setelah penggunaan
dapat dilepas dengan mudah. Papan bekisting dapat digunakan
sebanyak 2 kali jika kondisi papan masih layak pakai hal ini dapat
disesuaikan dengan pemilihan jenis papan. Jika umur beton sudah
memenuhi standar yang ditetapkan dapat dilepas.
c. Penulangan
Pembuatan tulangan sebelumnya dirakit terlebih dahulu dan dipasang
sesuai gambar rencana.
• Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai
gambar rencana, agar pengecoran campuran beton padat dapat
digetarkan dengan vibrator agar beton yang dihasilkan benar-
benar padat sesuai mutu beton yang diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan
mandor, membuat campuran beton menggunakan alat pencampur
beton mekanis dengan komposisi sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting
sesuai dimensi/ukuran pada gambar rencana. Setelah pengecoran
ada baiknya dilakukan curring beton.
E. PEKERJAAN DINDING
1. Pek. Dinding Batako/ Fullbrick 1 Pc : 4 Ps
Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang
akan dipasang dinding full brick, menghitung volume pekerjaan dan
kebutuhan material yang dibutuhkan. Memasang full brick pada jalur
benang acuan yang telah dipasang pada profil kayu di ujung jalur dinding.
Pemasangan dilakukan lapis demi lapis sampai ketinggian sesuai
gambar, dengan menggunakan adukan 1 pc : 4ps. Pada pelaksanaannya,
adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke permukaan
full brick. Kemudian full brick disusun di atas adukan mortar tersebut
sambil terus diperiksa kerataan pasangannya. Kemudian bata merah
dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang diinginkan. Lalu
dilakukan pemeriksaan kelurusan horizontal serta vertikal pasangan full
brick, apabila sudah benar dan sesuai dengan yang diinginkan. Setelah
dinding terpasang dilanjutkan dengan plesteran pada seluruh permukaan
dinding.
2. Pek. Plesteran 1 Pc : 4 Ps
Semua pekerjaan dinding pondasi saluran terpasang dengan baik
dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran dengan ketebalan yang telaah
direncanakan. Mula-mula permukaan dinding saluran disiram dengan air
sampai permukaannya basah jika sudah sangat kering, atau jika masih
lembab dapat langsung dilakukan plesteran dinding saluran dengan
menggunakan spesi campuran 1 Semen : 4 Pasir. Prosedur plesteran
dapat dimulai dari atas atau bawah lalu dengan bantuan “Seterika” kayu
mulai diratakan permukaan secara berulang-ulang pada semua permukaan
dinding hingga selesai.
3. Pek. Acian Dinding 1 Pc : 4 Ps
Jika pekerjaan plesteran dinding saluran mengering dengan baik
dilanjutkan dengan melicinkan kedua sisi bagian dinding menggunakan
campuran Semen dan Air .Saat acian akan dilakukan dan didapati bidang
plesteran dinding dan cor kolom sangatlah kering maka sebaiknya
permukaan dinding disiram terlebih dahulu dengan air agar nantinya proses
pengikatan antara semen dengan plesteran dinding menjadi baik dan kuat.
F. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
1. Pas. Kusen Pintu dan Kusen Jendela
Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah
dijangkau. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap
as bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen. Pasang angker pada
kusen secukupnya. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen
pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan
menggunakan unting-unting. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil
dan kokoh.Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga
kedudukan menjadi kokoh. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah
sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
Bersihkan tempat sekelilingnya.
2. Pas. Daun Pintu Panel
Ukur lebar dan tinggi kusen pintu. Ukur lebar dan tinggi daun
pintu.Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan
toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun
pintu (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi
bagian atas 25 cm (untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah
(untuk pintu dengan 3 engsel)Masukkan/pasang lagi daun pintu pada
kusennya, stel sampai baik kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang
kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun pintu.
Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas
pennya, kemudian pasang/tanam pada tiang kusen. Pasang kembali daun
pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada
kusen pintunya. Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup. Bila
masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan
pen. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik,
rata dan lurus dengan kusen.
3. Pas. Daun Jendela Kaca
Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah
dijangkau. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap
as bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen. Pasang angker pada
kusen secukupnya. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen
pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan
unting-unting. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan
kokoh.Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga
kedudukan menjadi kokoh. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah
sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
Bersihkan tempat sekelilingnya.
4. Pas. Jalusi Kusen
Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah
dijangkau. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap
as bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen. Pasang angker pada
kusen secukupnya. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen
pintu yaitu 2 meter dari tinggi bouwplank.
Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan
menggunakan unting-unting. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil
dan kokoh.Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga
kedudukan menjadi kokoh. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah
sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
Bersihkan tempat sekelilingnya.
5. Pas. Kaca tebal 5 mm
Kaca yang akan dipasang harus merupakan kaca agak gelap dari jenis
“ Sheet Glass” yang mempunyai permukaan rata dan tidak
bergelombang dengan ketebalan 3 mm. semua kaca harus disimpan
pada tempat yang bersih dan tidak lembab.
Penyelenggaraan Pekerjaan
- Sebelum memulai pekerjaan pemasangan kaca, pelaksana harus
memeriksa semua sponingan pada kaca yang akan dipasang,
untuk meyakinkan kelurusannya, kesikuannya, dan kerataannya.
Sponingan juga hurus bebas dari tonjolan yang dapat mengganggu
pemasangan.
- Semua ukuran kaca harus diambil dari ukuran yang terdapat
dilapangan, pada mana kaca akan dipasang. Pelaksana
bertanggung jawab ketepatan kaca yang dipasang.
- Ukuran kaca harus sedemikian rupa sehingga terdapat celah yang
cukup untuk memungkinkan kaca bergerak tanpa refraksi dari
sponing yang ada. Kaca yang dipasang tidak boleh bergetar.
G. PEKERJAAN KUDA – KUDA DAN ATAP
1. Pas. Rangka Atap Baja Canai Dingin Profil C75
Rangka baja difabrikasi di workshop sesuai dengan shop
drawing/gambar kerja. Diangkut ke lokasi dan diletakkan dekat lokasi
pemasangan, diganjal dan dilindungi dengan terpal plastik. Dengan
menggunakan alat untuk menaikkan bahan ke tempat pemasangan,
rangka atap baja dipasang sesuai dengan shop drawing. Sambungan antar
rangka menggunakan baut dan sambungan las. Kemudian dilakukan fixing.
Setelah selesai, dilanjutkan dengan pekerjaan penutup atap.
Pemasangan dikerjakan dengan cara di-bor pada reng. Kemudian
dipasangkan mur dengan jarak disesuaikan pada setiap lembarnya,
sehingga genteng metal tersebut lebih rapat dan menempel dengan
permukaan atap (balok reng) dengan kuat. Setelah pengeboran selesai
dilakukan, diberikan sealent pada setiap lubang yang telah dipasangkan
mur tersebut sehingga mencegah kebocoran pada saat hujan.
Pemotongan genteng metal dilakukan pada bagian atas atau titik
pertemuan dengan nok agar lebih terlihat rapih.
2. Pas. Seng Spandek
Pemasangan seng spandek dikerjakan dengan cara di-bor pada reng.
Kemudian dipasangkan skrup dengan jarak disesuaikan pada setiap
lembarnya, sehingga seng spandek tersebut lebih rapat dan menempel
dengan permukaan atap (balok reng) dengan kuat. Setelah pengeboran
selesai dilakukan, diberikan sealent pada setiap lubang yang telah
dipasangkan skrup tersebut sehingga mencegah kebocoran pada saat
hujan. Pemotongan seng spandek dilakukan pada bagian atas atau titik
pertemuan dengan nok agar lebih terlihat rapih.
3. Pas. Bubungan Atap
Bubungan atau nok seng dipasang pada garis pertemuan atap yaitu
bubungan dan jurai luar. Setelah penutup atap genteng metal telah
terpasang seluruhnya, pasang nok dengan paku ulit tepat di atas sayap
nok bagian samping.
4. Pas. Listplank uk. 20 cm, GRC 9 mm
Pertama dilakukan penyiapan papan list plank papan. Kemudian tandai
letak/posisi pemasangan serta kerataan pasangan listplank. Pasang
listplank pada tepi atap sesuai dengan posisi yang telah ditandai
sebelumnya dengan menggunakan paku skrup. Terakhir dilakukan
pemeriksaan kerataan dan kerapian pasangan listplank.
H. PEKERJAAN PLAFOND
1. Pek. Penutup Plafond
Untuk pekerjaan pemasangan rangka plafon, setelah ketinggian
pemasangan plafon ditentukan, pasang wall angle (siku metal) sebagai
penyangga metal furing/hollow. Siku metal dibor pada dinding dengan jarak
sekrup/baut sesuai gambar. Setelah siku metal telah terpasang seluruhnya,
pasang hollow di atas siku metal, kencangkan dengan baut. Rangka utama
digantung pada kawat penggantung dengan menggunakan U clamp dan
ditempatkan di atas metal furing dengan posisi menyilang. Kaitkan
persilangan kedua jenis hollow tersebut dengan menggunakan channel
clamp. Tahap terakhir dari pemasangan rangka adalah penguatan rangka
tersebut dengan pemasangan bracket dan hanger.
2. Pek. Penutup Plafond Tripleks
Pemasangan plafon tripleks dimulai dari pinggir. Papan tripleks
dipasang pada rangka plafon dengan cara disekrup pada rangka hollow
yang telah terpasang. Kemudian celah antara papan tripleks yang telah
terpasang diisi dengan compound. Selanjutnya pita kertas yang telah
diolesi compound ditempelkan menutupi celah yang telah diisi compound
tadi. Lapis kembali bagian sambungan dengan lapisan tipis compound.
Tunggu sampai lapisan compound kering, kemudian haluskan permukaan
sambungan dengan kertas amplas. Terakhir dilakukan pemeriksaan
kerataan plafond.
3. Pek. List Plafond
List dengan warna yang senada dengan warna plafond.Ukur plafond yang
akan dilapisi list. Potong-potong dan sambungkan lis sesuai dengan
ukuran. Upayakan agar sambungan sesuai dengan bentuk list agar tidak
terputus dan mengurangi keindahannya. Pasang lis dengan cara diskrup
dengan skrup (1 cm). Perhatikan letak skrup agar tidak keluar dari kayu.
Boleh juga dipasang memakai lem.
I. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK
1. Pek. Cor Lantai Kerja
Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai
gambar rencana, agar pengecoran campuran beton padat dapat digetarkan
dengan vibrator agar beton yang dihasilkan benar-benar padat sesuai mutu
beton yang diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan mandor,
membuat campuran beton menggunakan alat pencampur beton
mekanis dengan komposisi sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting
sesuai dimensi/ukuran pada gambar rencana. Setelah pengecoran ada
baiknya dilakukan curring beton.
2. Pek. Lantai Interior 40 x 40 cm
Pertama dilakukan pekerjaan persiapan lahan kerja yaitu lantai, material
keramik, serta alat bantu kerja antara lain gerinda, palu karet, meteran,
waterpass, benang, selang dan air. Selanjutnya lantai dasar dibersihkan
dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu sebelum ditebar adukan
pasangan keramik. Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai
jenuh sebelum dipasang. Buat adukan untuk mortar semen sebagai
perekat keramik. Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan
permukaan keramik yang rata dan garis siar/nat yang lurus. Buat kepalaan
adukan dengan jarak 1 - 1.5 m agar adukan yang ditebar permukaannya
rata/flat. Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada
adukan yang sudah ditebar dengan perekat mortar semen. Kemudian
dilanjutkan pemasangan keramik lantai lainnya dengan acuan kepalaan
pasangan keramik yang telah dibuat. Pada saat pemasangan, tekan
keramik atau pukul dengan palu karet untuk mendapatkan permukaan
lantai keramik yang rata. Cek kerataan permukaan pasangan lantai
keramik dengan waterpass. Setelah pemasangan lantai keramik selesai,
biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan
mortar semen. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pekerjaan
perapihan/finish garis siar/nat. Pekerjaan terakhir adalah pembersihan
permukaan lantai keramik dari kotoran.
3. Pek. Lantai Kusen Exterior 40 x 40 cm
Pertama dilakukan pekerjaan persiapan lahan kerja yaitu lantai, material
keramik, serta alat bantu kerja antara lain gerinda, palu karet, meteran,
waterpass, benang, selang dan air. Selanjutnya lantai dasar dibersihkan
dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu sebelum ditebar adukan
pasangan keramik. Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai
jenuh sebelum dipasang. Buat adukan untuk mortar semen sebagai perekat
keramik. Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan
permukaan keramik yang rata dan garis siar/nat yang lurus. Buat kepalaan
adukan dengan jarak 1 - 1.5 m agar adukan yang ditebar permukaannya
rata/flat. Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada
adukan yang sudah ditebar dengan perekat mortar semen. Kemudian
dilanjutkan pemasangan keramik lantai lainnya dengan acuan kepalaan
pasangan keramik yang telah dibuat. Pada saat pemasangan, tekan
keramik atau pukul dengan palu karet untuk mendapatkan permukaan lantai
keramik yang rata. Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik
dengan waterpass. Setelah pemasangan lantai keramik selesai, biarkan
beberapa saat untuk mengeluarkan udara yang ada dalam adukan mortar
semen. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/finish
garis siar/nat. Pekerjaan terakhir adalah pembersihan permukaan lantai
keramik dari kotoran.
J. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pengecatan Dinding Tembok
Pengecatan diawali dengan memastikan permukaan dinding telah
bersih dan rata, selanjutnya dilakukan pengecatan dasar dengan
menggunakan alat rol pada bidang yang luas & kwas untuk bidang yang
sempit bisa menggunakan sprayer. Jika cat dasar tersebut sudah kering,
dikerjakan pengecatan finish/akhir (jumlah pelapisan cat sesuai dengan
Spesifikasi). Penggunaan jenis cat disesuaikan dengan jenis permukaan
dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.
2. Pengecatan Plafond
Pengecatan diawali dengan memastikan permukaan plafond telah
bersih dan rata, selanjutnya dilakukan pengecatan dasar dengan
menggunakan alat rol pada bidang yang luas & kwas untuk bidang yang
sempit bisa menggunakan sprayer. Jika cat dasar tersebut sudah kering,
dikerjakan pengecatan finish/akhir (jumlah pelapisan cat sesuai dengan
Spesifikasi). Penggunaan jenis cat disesuaikan dengan jenis permukaan
dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.
3. Pengecatan Kusen Pintu, Jendela dan Ventilasi
Pengecatan diawali dengan memastikan permukaan kusen kayu,
jendela dan ventilasi telah bersih dan rata, selanjutnya dilakukan
pengecatan dasar dengan menggunakan alat rol pada bidang yang luas &
kwas untuk bidang yang sempit bisa menggunakan sprayer. Jika cat dasar
tersebut sudah kering, dikerjakan pengecatan finish/akhir (jumlah
pelapisan cat sesuai dengan Spesifikasi). Penggunaan jenis cat
disesuaikan dengan jenis permukaan dan spesifikasi teknis yang tercantum
dalam kontrak.
K. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Pas. Titik Instalasi Penerangan
Pekerjaan panel distribusi dengan menyiapkan gambar rencana
tataletak instalasi listrik yaitu letak sambungan, jalur kabel dan posisi titik -
titik lampu, saklar, stop kontak dan sekring box. Selanjutnya dikerjakan
pemasangan instalasi dengan mengacu pada gambar rencana.
Pemasangan jaringan kabel dimasukkan di dalam pipa yang ditanam
dalam beton/dinding. Pipa yang ditanam pada dinding diklem dengan kuat.
Pemasangan jaringan kabel diatas plafon dapat dengan cara terbuka
(tanpa pipa). Kabel - kabel daya yang menuju stop kontak atau sakelar
dilindingi dengan pipa khusus instalasi dan diklem.
2. Pas. Lampu
Pekerjaan ini diawali dengan penyiapan lampu downlight dan fitting yang
akan dipasang. Selanjutnya dilakukan pemasangan fitting dan lampu pada
titik - titik yang telah terpasang instalasi listriknya. Pemasangan ini
dilakukan oleh tukang listrik.
L. PEKERJAAN PENGGANTUNG/ PENGUNCI
1. Pas. Engsel Pintu 4”
Syarat Bahan : Engsel Pintu 4 ”
• Engsel pintu dari type “ Butt Hinge” yang dilengkapi dengan ring plastic,
panjang engsel 4”
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang
baik dan terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua
petunjuk dari pabrik asalnya, dan dilakssankan sedemikian rupa sehingga
terhindar dari cacat atau kerusakan, baik terhadap kunci dan alat
penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendelan dan kusen
dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
2. Pas. Engsel Jendela 3”
Syarat Bahan : Engsel Pintu 3”
• Engsel jendela dari type, tapi ukuran panjangnya 3”.
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang
baik dan terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua
petunjuk dari pabrik asalnya, dan dilakssankan sedemikian rupa sehingga
terhindar dari cacat atau kerusakan, baik terhadap kunci dan alat
penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendelan dan kusen
dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
3. Pas. Kait/ Hak Angin
Syarat Bahan : Hak Angin
• Sediakan Hak angin/ kait
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang
baik dan terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua
petunjuk dari pabrik asalnya, dan dilakssankan sedemikian rupa sehingga
terhindar dari cacat atau kerusakan, baik terhadap kunci dan alat
penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendelan dan kusen
dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
4. Pas. Grendel Jendela
Syarat Bahan : Grendel Jendela
• Sediakan Grendel Jendela
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang
baik dan terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua
petunjuk dari pabrik asalnya, dan dilakssankan sedemikian rupa sehingga
terhindar dari cacat atau kerusakan, baik terhadap kunci dan alat
penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendelan dan kusen
dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
5. Pas. Kunci Pintu
Syarat Bahan : Kunci Pintu
• Sediakan Kunci Pintu
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang
baik dan terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua
petunjuk dari pabrik asalnya, dan dilakssankan sedemikian rupa sehingga
terhindar dari cacat atau kerusakan, baik terhadap kunci dan alat
penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendelan dan kusen
dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
M. PEKERJAAN FURNITURE
1. Meja Guru ½ Biro
Untuk barang inventaris seperti meja guru, papan tulis white board dan
kursi guru dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang perlukan dengan
memesan kepada tukang kayu setempat.
2. Kursi Guru
Untuk barang inventaris seperti meja guru, papan tulis white board dan
kursi guru dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang perlukan dengan
memesan kepada tukang kayu setempat.
3. Papan Tulis Whiteboard Bingkai Aluminium
Untuk barang inventaris seperti meja guru, papan tulis white board dan
kursi guru dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang perlukan dengan
memesan kepada tukang kayu setempat.
N. PEKERJAAN LAIN – LAIN
1. Pas. Sistem Exhouseter/ kitchen hood
Pemasangan exhaust fan sebetulnya bisa dipasang di toilet dan tuang
tamu, tetapi lebih menyarankan memasangnya di plafon rumah sehingga
sirkulasi udara benar-benar dapat berjalan optimal. Penempatan di langit-
langit ini terbilang efektif sebab udara kotor yang tersaring dan dibuang
akan langsung keluar melalui atap. Tahan perangkat exhaust fan pada
posisi plafon yang dikehendaki, lalu buatlah tanda pada posisi tersebut
menggunakan spidol. Setelah itu, potong plafon tersebut memakai pisau
drywall tepat di tanda yang telah dibuat. Beberapa exhaust fan menuntut
penyetingan konektor saluran udara terlebih dahulu.
Memasukkan konektor-konektor udara ini ke dalam loteng, kemudian
mengatur barisannya agar tersusun rapi. Langkah berikutnya adalah
memasang bingkai pada lubang plafon yang telah dibuat. Tujuannya tentu
saja sebagai pegangan exhaust fan dan memperkuat daya tahan area
pinggiran plafon. Sambung bingkai ini ke balok manggunakan sekrup
fischer. Kemudian pasang exhaust fan pada bingkai di atas. Selanjutnya
pasang saluran ke konektor dengan perantara pipa HVAC. Setelah selesai,
pasang juga penutup exhaust fan.
2. Pas. Pipa GIP 3”
Setelah struktur bangunan septic tank selesai dikerjakan, dilanjutkan
dengan pemasangan pipa. Pipa PVC dipotong sesuai dengan panjang
yang tertera pada gambar, kemudia dipasang pada letak lubang inlet septic
tank. Selanjutnya pasangan pipa dirapihkan dan dicek kembali apabila ada
kebocoran.
3. Pas. Washtafel Stainless steel
Setelah struktur bangunan septic tank selesai dikerjakan, dilanjutkan
dengan pemasangan pipa. Pipa PVC dipotong sesuai dengan panjang
yang tertera pada gambar, kemudia dipasang pada letak lubang inlet septic
tank. Selanjutnya pasangan pipa dirapihkan dan dicek kembali apabila ada
kebocoran.
4. Pas. Pipa PVC ½” Air Bersih
Setelah struktur bangunan septic tank selesai dikerjakan, dilanjutkan
dengan pemasangan pipa. Pipa PVC dipotong sesuai dengan panjang
yang tertera pada gambar, kemudia dipasang pada letak lubang inlet septic
tank. Selanjutnya pasangan pipa dirapihkan dan dicek kembali apabila ada
kebocoran.
5. Pas. Mata Kran ½”
Semua keran yang dipakai adalah semutu merk Dalam negeri atau setaraf
dengan chormed finish Ukuran disesuaikan dengan keperluan masing-
masing sesuai gambar plumbing dan brosur alat-alat sanitair.
• Keran-keran tembok dipakai yang berleher panjang dan mempunyai
ring dudukan yang harus dipasang menempel pada dinding. Keran-
keran yang dipasang dihalaman harus mempunyai ulir untuk
sambungan selang. Selang-selang untuk metal sink diruang saji dan
dapur disambung dengan pipa leher angsa (extension).
• Stop keran yang dapat digunakan semutu merkKitazawa ex Jepang,
bahan kuningan dengan putiran berwarna hijau, diameter dan
penempatan sesuai dengan gambar untuk itu.
• Keran-keran harus dipasang pada pipa air bersih dengan kuat, siku,
penempatannya harus sesuai dengan gambar-gambar untuk itu.
6. Pas. Pipa AW 2” untuk buangan air kotor
Setelah struktur bangunan septic tank selesai dikerjakan, dilanjutkan
dengan pemasangan pipa. Pipa PVC dipotong sesuai dengan panjang
yang tertera pada gambar, kemudia dipasang pada letak lubang inlet septic
tank. Selanjutnya pasangan pipa dirapihkan dan dicek kembali apabila ada
kebocoran.
7. Pembuatan Meja Praktek Beton
Pekerjaan Beton Bertulang
a. Pengecoran Beton mutu f'c = 14,5 Mpa (K-175)
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang
luas untuk menaruh, memotong, membengkokan, dan merakit besi
beton sesuai gambar kerja yang telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai
dengan gambar kerja serta RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai
gambar rencana. Perakitan besi beton menggunakan kawat
besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak
penempatan (sesuai gambar rencana). Pengecoran beton dimulai
setelah konsultan/direksi menyetujui untuk pengecoran beton
yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua
ukuran dan perkuatan acuan diperiksa benar dan disahkan oleh
konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
• Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran
dan sampah.
• Tuang beton readymix ke dalam area pengecoran, pada saat
pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan
vibrator sehingga beton dapat padat dan tidak ada sarang tawon.
Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor
belum siap.
b. Pemasangan Bekisting
Papan untuk bekisting ring balok dipotong dan disesuaikan
dengan gambar rencana, papan disambung dengan mengggunakan
kawat beton/ paku/ alat lain seperti baut yang berukuran besar.
Kemudian dilapisi dengan minyak bekisting agar setelah penggunaan
dapat dilepas dengan mudah. Papan bekisting dapat digunakan
sebanyak 2 kali jika kondisi papan masih layak pakai hal ini dapat
disesuaikan dengan pemilihan jenis papan. Jika umur beton sudah
memenuhi standar yang ditetapkan dapat dilepas.
c. Penulangan
Pembuatan tulangan sebelumnya dirakit terlebih dahulu dan dipasang
sesuai gambar rencana.
• Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai
gambar rencana, agar pengecoran campuran beton padat dapat
digetarkan dengan vibrator agar beton yang dihasilkan benar-
benar padat sesuai mutu beton yang diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan
mandor, membuat campuran beton menggunakan alat pencampur
beton mekanis dengan komposisi sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting
sesuai dimensi/ukuran pada gambar rencana. Setelah pengecoran
ada baiknya dilakukan curring beton.
8. Pas. Batako/ fullbrick saluran keliling bangunan
Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang
akan dipasang dinding full brick, menghitung volume pekerjaan dan
kebutuhan material yang dibutuhkan. Memasang full brick pada jalur
benang acuan yang telah dipasang pada profil kayu di ujung jalur dinding.
Pemasangan dilakukan lapis demi lapis sampai ketinggian sesuai gambar,
dengan menggunakan adukan 1 pc : 4ps.
Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan
secara merata ke permukaan full brick. Kemudian full brick disusun di atas
adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa kerataan pasangannya.
Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang
diinginkan. Lalu dilakukan pemeriksaan kelurusan horizontal serta vertikal
pasangan full brick, apabila sudah benar dan sesuai dengan yang
diinginkan. Setelah dinding terpasang dilanjutkan dengan plesteran pada
seluruh permukaan dinding.
9. Pas. Plesteran Saluran
Semua pekerjaan dinding pondasi saluran terpasang dengan baik
dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran dengan ketebalan yang telaah
direncanakan. Mula-mula permukaan dinding saluran disiram dengan air
sampai permukaannya basah jika sudah sangat kering, atau jika masih
lembab dapat langsung dilakukan plesteran dinding saluran dengan
menggunakan spesi campuran 1 Semen : 4 Pasir. Prosedur plesteran
dapat dimulai dari atas atau bawah lalu dengan bantuan “Seterika” kayu
mulai diratakan permukaan secara berulang-ulang pada semua permukaan
dinding hingga selesai.
10. Administrasi dan Dokumentasi
Pekerjaan administrasi, pelaporan dan dokumentasi akan dikoordinir
oleh staf administrasi dan dokumentasi. Selain mengerjakan pekerjaan
adminstrasi pokos, staf adminstrasi dan keuangan juga akan
mengidentifikasi kebutuhan kendaraan dan sebagainya. Perlengkapan
pemeliharaan pekerjaan di sediakan secukupnya dan dokumen – dokumen
administrasi proyek dan lain – lain yang berhbungan dengan pekerjaan.
11. Pembersihan Akhir
Pembersihan akhir merupakan pekerjaan untuk pembersihan sisa-sisa
pelaksanaan pekerjaan. Sisa - sisa material yang berada dilokasi
dibersihkan dan diangkut ke tempat buangan yang telah ditentukan.