METODE PELAKSANAAN
Kegiatan : Pembangunan Unit Pembenihan Rakyat (UPR)Kecamatan Langowan
Barat
Lokasi : Kecamatan Langowan Barat
Tahun Anggaran : 2023
Metode pelaksanaan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini akan diuraikan
menurut pekerjaan seperti tersebut di bawah ini :
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
Pekerjaan Persiapan
a. Pembersihan Lokasi dan Perataan Tanah
Membersihkan lahan tapak dari semak-semak serta tanaman-
tanaman liarsehingga bangunan dapat dipersiapkan untuk dibangun.
Mempertahankan pohon-pohon besar yang memiliki letak strategis
(mempunyai jarak yang cukup darirencana lokasi bangunan) untuk
memberikan keteduhan pada area tapak.Selanjutnya sampah sampah
pembersihan dibuang pada lokasi yang telah disetujui dan tidak
mecemari lingkungan
b. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan harus dilakukan pengukuran
dilokasiproyek, untuk mendapatkan gambar topographi dan elevasi di
lokasi tersebut. Darihasil pengukuran ini ditentukan tata letak dan titik
ikat dari bangunan-bangunanyang akan dikerjakan kemudian.
Pengukuran dilaksanakan oleh seorang surveyor yang berpengalaman
dibantuoleh tenaga kerja yang telah dipilih untuk pekerjaan ini. Setelah
pengukuranselesai dilanjutkan dengan pemasangan bowplank sebagai
acuan untukpelaksanaan
pekerjaan. Pemasangan bowplank harus dipandu oleh Surveyoragar
penempatan bangunan benar-benar tepat. Pada pelaksanaan pekerjaan
inidigunakan bowplank tertutup supaya pekerjaan dapat dilaksanakan
lebih mudah.Jarak pemasangan bouwplank dari struktur terluar
bangunan yang akan dibangunminimal 1 m dan maksimal 2 m.
Tahapan pekerjaan :
• Koordinasi dengan pihak direksi untuk pengukuran
• Penentuan Lokasi Kerja, konfirmasi dengan pihak direksi
• Pengukuran dikerjakan dengan menggunakan teodolit dan water
pass
• Pembuatan patok acuan (bouw plank) setiap 2 meter atau sesuai
petunjuk/arahan dari direksi, dibuat dari kayu ukuran 5/7 cm,
ditanam sedalam 40 cm dan diberi cat warna merah untuk
memudahkan pandangan. Untuk keperluan acuan elevasi dipakai
papan kayu 2.5/25 cm atau kayu 2.5/7 cm yang dipakukan pada
tiang kayu 5/7 cm. Posisi bouwplank disesuaikan dengan hasil
pekerjaan setting out.
• Buat peta situasi beserta cross section dan long section
• Ploting data ukur ke construction drawing
c. Direksiket dan Gudang Bahan
Fasilitas Direksikeet ini terdiri dari Ruang Kerja, Ruang Rapat, serta
Sarana Pendukung lainnya seperti Toilet. Bangunan Direksi Keet akan
digunakan untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga dibuat
permanen, lebih kokoh dan dilengkapi dengan perabotan yang lengkap
sesuai Spesifikasi atau. Lokasi Direksi Keet akan ditentukan sesuai
dengan persetujuan dari Direksi pekerjaan,sementara denah dan struktur
bangunan akan mengacu pada gambar yang telah disediakan. Kontraktor
diperbolehkan untuk menyewa tempat untuk Direksi Keet
Barak Kerja :
Bangunan ini berfungsi untuk tempat beristirahat bagi para pekerja
proyek. Barak pekerja ditempatkan didalam pagar lokasi proyek, untuk
memudahkan pengawasan keluar masuknya para pekerja kedalam lokasi
proyek, sekaligus untuk bisa menjaga keamanan material dan peralatan
kerja selama pelaksanaan pekerjaan.
Gudang Material dan Peralatan :
Bangunan ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan material, seperti
semen,paku, serta material-material finishing lainnya. Sebagai tempat
penyimpananmaterial, harus memenuhi persyaratan antara lain:
• Kondisi harus dijaga agar tetap kering dan tidak lembabSusunan dan
pengaturan letak material yang disimpan terutama semen harus
diatur sedemikian rupa untuk penggunaan lebih awal.
• Untuk material besi beton dapat ditempakan diluar bangunan dengan
cara:
o Tumpukan besi diberi alas/ganjal balok kayu, sehingga tidak la
ngsung bersentuh dengan tanah
o Diberikan penutup terpal diatasnya supaya terlindung dari air
hujan atau kelembaban
o Penumpukan sesuai dengan diameter yang seragam.
• Gudang peralatan digunakan untuk menyimpan peralatan kerja
ringan seperti genset, water pump portable, concrete vibrator, serta
peralatan-peralatan tukang ringan lainnya.
d. Papan Nama Proyek
Papan nama proyek dibuat pada bidang datar yang berukuran standard
dan tulisannya mudah dibaca, papan nama tersebut di pajang pada
lokasi pembangunan dan 100 m pada jalan masuk menuju lokasi proyek
pembangunan harus diberi tanda arah menuju lokasi.
e. Pekerjaan Pagar Pengaman Dilokasi
Pagar terbuat dari seng gelombang dengan tinggi 2 meter dan kayu
dolken dipasang mengelilingi lahan proyek.
II. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Pekerjaan Tanah
a. Pekerjaan Galian
Galian tanah pondasi drainase dan septik tank
• Pekerjaan galian tanah dilaksanakan dengan manual, batas-batas
penggalian disesuaikan dengan gambar kerja atau dalam kondisi khusus,
mengikuti instruksi dari direksi dengan mempertimbangkan faktor kualitas
pekerjaan dan keamanan/keselamatan (safety).
• Tanah/material hasil galian ditempatkan di sekitar lokasi pekerjaan, tanah
yang bagus akan dipakai kembali untuk pekerjaan penimbunan
(commonembankment) dan tanah yang kurang bagus dibuang ke tempat
pembuangan(disposal area) yang lokasinya diusahakan tidak jauh dari
lokasi pekerjaan
• Pekerjaan penggalian pondasi ini harus mengikuti panjang,
lebar, kedalaman dan kemiringan lereng galian sesuai dengan dimensi di
gambar rencana. Apabila pelaksanaannya diperlukan turap atau proteksi
galian maka hal itu akan dilaksanakan sesuai arahan direksi .
• Galian tanah untuk septik tank drainase dan pondasi harus sesuai gambar
bestek dan petunjuk direksi
b. Pekerjaan Urugan Tanah Kembali
• Pembuangan hasil galian tanah ke tempat yang ditentukan direksi sebagai
pertimbangan untuk urugan tanah kembali. Tanah timbunan yang dipakai
berasal dari hasil galian atau dari luar lokasi yang dimuat dengan dump
truk. Kemudian diratakan dan dipadatkan.
c. Urugan Pasir dibawah Pondasi dan Lantai
• Sebelum pekerjaan pondasi dikerjakan, sepanjang galian fondasi ditaburi
dengan pasir urug ketebalan lapisan sesuai dengan bestek. Hal ini untuk
menghindari kemungkinan adukan semen/beton tercampur dengan tanah.
d. Urugan Pasir
• Material pasir urug yang digunakan sesuai dengan persetujuan direksi.
• Penghamparan pasir urug ini harus dibuat merata
2. Pekerjaan Pondasi
Pondasi Menerus Batu Gunung 1:4
• Setelah kedalaman galian pondasi tercapai dan disetujui oleh Direksi
Teknis kemudian dihampar batu kosong setebal 10 cm .Lubang lubang
antara batu kosong diisi dengan pasir urug dan dipadatkan dengan cara di
rendam dengan air
• Setelah di setujui oleh direksi teknis dilakukan pemasangan Pondasi Batu
Kali dengan campuran 1 PC : 4 PS.
• Ukuran batu kali maksimal ø 20 cm.
• Untuk setiap pertemuan pada pondasi menerus yang berhubungan
dengan posisi kolom struktur atau kolom praktis, dibuat stek dari besi
tulangan dengan panjangminimal 50 x diameter besi.
• Seluruh dimensi dan panjang pondasi menerus dilaksanakan secara
manual dan disesuaikan dengan gambar kerja.
• Sebelum pelaksanaan pemasangan batu kali, harus memberitahukan pada
pengawas dan Direksi Teknis untuk mendapat persetujuan pelaksanaan.
3. Pekerjaan Struktur
Pekerjan Struktur meliputi :
Sloof, Kolom, Ring balok, Plat atap menggunakan cor beton bertulang 1:2:3
dengan mutu 19.3 MPa atau(K-225)
Untuk semua pengecoran item struktur (sloof, kolom, ring balok dan plat atap)
digunakan bekisting kayu yang dilapisi bagian dalam dengan multipleks,
dengan perkuatan stutwerk dan perancah menggunakan balok.
Pelaksanaan pengecoran beton bertulang, dimulai dengan memasang besi
yang telah dirakit pada posisi konstruksi. Selanjutnya dipasang beton tahu
pada sekeliling pembesian. Berikutnya pemasangan bekisting yang telah
dilapisi oleh oli/pelumas pada bagian permukaan serta pemasangan
stutwerk/pengaku.
Pastikan bahwa posisi pemasangan pembesian dan bekisting/stutwerk benar-
benar tegak lurus dan leveling, lapisan permukaan area yang akan dicor
benar-benar bersih(tidak terdapat potongan kayu, potongan kawat beton, dan
kotoran lainnya).Selanjutnya supervisor konstruksi mengajukan permohonan
(Requst for Checking dan Request for Works) untuk dilakukan inspeksi oleh
Direksi Lapangan untuk pekerjaan pemasangan besi dan bekisting, berikut izin
untuk melakukan pengecoran beton.
Beton yang digunakan memenuhi spesifikasi teknis dan juga telah mendapat
persetujuan Direksi Lapangan. Mutu dan karakteristik beton yang digunakan
harus sesuai dengan item struktur yang tertera dalam kontrak, kecuali jika ada
perubahan dilapangan atas persetujuan Direksi Lapangan.
Setelah kontraktor mendapat izin untuk pengecoran, maka dipersiapkan
tenaga Kerja dan alat/peralatan pengecoran (seperti pompa air, talang
beton/corong, penggetar beton, concrete pump, molen).
Lingkup pekerjaan ini dilaksanakan sesuai dengan item pekerjaan garis mutu,
dan dimensi sesuai petunjuk dalam gambar kerja. Semua penggunaan
bahan/material dan pelaksanaan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis
(PBBI: NI-2, 1971; SII; SNI; ACI; AASHTO; dan ASTM). Mutu
beton yang direkomendasikan yang tertuang dalam spesifikasi teknis. Sebelum
dilakukan pekerjaan beton bertulang, terlebih dahulu kontraktor harus
mempersiapkan gambar detail pelaksanaan yang disetujui oleh Direksi
Lapangan.
Beberapa bagian yang harus dipersiapkan oleh kontraktor adalah sbb :
• Daftar dan diagram penulangan, yang menunjukkan pembengkokan,
kait,sambungan, dan over laping.
• Bentuk, dimensi dan kekuatan cetakan/bekisting dan stutwerk.
• Metode pengecoran, yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan,
penggunaan peralatan dan alat kerja.
Pemeliharaan beton :
Semua material (semen, air, agregat halus/pasir, agregat kasar/kerikil, besi,
dan bahan tambahan lainnya) yang digunakan harus berdasarkan spesifikasi
teknis dan gambar kerja.
Prosedur kerja :
Semua besi dipotong, dibengkokkan, dan dirakit sesuai dengan gambar
kerja.Pekerjaan ini dilakukan secara rutin di workshop hingga kebutuhan
volume telah mencukupi. Pengawasan dilakukan oleh Pengawas dan Mandor,
serta design ukuran/dimensi potongan disiapkan oleh Site Manager. Diwaktu
yang bersamaan Group Bekisting/Perancah mempersiapkan
bekisting/formwork untuk penutup/coverpengecoran beton. Site Manager akan
mempersiapkan dimensi bekisting berdasarkan gambar kerja dan atas
persetujuan Direksi Lapangan.
III. PEKERJAAN ARSITEKTUR
1. Pekerjaan Lantai
Keramik 40x40 cm (Lantai Toilet)
Keramik 40x40 cm (Dindin Toilet)
a. Pemasangan Lantai Keramik
• Siapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan. Pahami
gambarkerja, pola pemasangan dan lain-lain.
• Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman dalam hal
ukuran/dimensi,presisi, dan warna.
• Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air (ember).Setelah
proses perendaman, keramik dianginkan dengan cara diletakkan pada
tempat dudukan / tatakan keramik.
• Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil
ini untuk seluruh kesatuan.
• Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi
padashop drawing.
• Kedudukan benang harus datar dan siku, apabila dinding yang ada
adalah dinding keramik, maka kedudukan nat lantai harus disesuaikan
dengan yang ada pada dinding.
• Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan, sepanjang garis dasar
yang telah terpasang.
• Kemudian periksa kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan
elevasi keramik dengan waterpas.
• Isi bagian/daerah permukaan lantai yang lainnya dengan
adukan/spesi.
• Setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai posisinya sampai
selesai,usahakan supaya tidak ada las-lasan. Jika keramik sudah
terpasang semua, ketuk permukaan keramik dengan palu karet untuk
mendatarkan/meratakan permukaan keramik supaya tidak
rusak/cacat. Setelah itu periksa kembali kerataan elevasi keramik
dengan waterpass.Bersihkan permukaan pasangan keramik yang telah
terpasangdengan kain/lap basah sampai bersih.
• Untuk menghindari naiknya lantai (menggelembungnya lantai) maka
buatlah delatasi. Kemudian siapkan isian/bahan cor nat pada bak air
(ember) dan aduklah hingga rata. Setelah adukan rata, isi sela-sela
nat dengan bahan cornat dengan menggunakan sendok spesi (cetok).
Pengisian nat dilakukanapabila kedudukan keramik telah kuat atau
spesi telah kering, kemudian rapikan nat tersebut. Diamkan dan
tunggu sampai nat tersebut benar-benar kering.
• Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah
dipasang nat dari sisa-sisa bahan cor nat dengan menggunakan
kain/lap basah sampai bersih.
b. Pemasangan Dinding Keramik
• Siapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan. Pahami
gambar kerja, pola pemasangan dan lain-lain.
• Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman dalam hal
ukuran/dimensi,presisi, dan warna.
• Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air (ember).
• Keramik dianginkan dengan cara diletakkan pada tempat
dudukan/tatakankeramik, setelah proses perendaman.
• Membuat garis-garis sipatan waterpas pada dinding keramik keliling ±
1muntuk menentukan ketinggian dan kedataran pemasangan keramik.
• Membuat lot pada dinding ditiap pojok ruangan dan kesikuannya serta
garispertengahan dinding untuk pembagian keramik.
• Mengukur jarak-jarak dinding untuk lebar dan tinggi ruangan, serta
bagian-bagian yang terpasang pada ruangan tersebut.
• Berdasarkan data-data pengukuran kemudian membuat gambar kerja
untuk pembagian pemasangan keramik dinding tersebut.
• Ukuran pemasangan keramik mengikuti gambar yang sudah dibuat
sebelumnya sebagai acuan kerja.
• Sebelum keramik dipasang sebelumnya dinding dibasahi terlebih
dahulu dengan air.
• Pada pelaksanaan pekerjaan keramik dinding, sebaiknya keramik
lantai belum terpasang sehingga nantinnya mendapat nat yang segaris
antara dinding dan lantai.
• Pemasangan keramik harus padat dan rata sehingga tidak ada
keramikdengan spesi kosong.
• Membuat kepalaan keramik baik secara horisontal maupun vertikal
mengikuti garis sipatan dan lot ketegakan yang telah dibuat
sebelumnya.
2. Pekerjan Dinding
Pasangan bata 1:4 untuk kolam
Pasangan bata 1:4 untuk WC
Plesteran dinding 1:4 untu kolam
Plesteran dinding 1:5 kolom, ring balok dan WC
Acian
a. Pasangan bata 1:4 dan 1:5
• Sebelum pemasangan dinding bata, lantai kolam sudah di cor terlebih
dahulu
• Pasangan batu bata dinding keliling kolam dipasang ½batu dengan
campuran 1:4 dan pemasanga dimulai dari permukaan cor lantai
kolam
• Untuk WC pasangan batu bata dengan campuran 1:5
• Semua pasangan batu bata sebelum dikerjakan terlebih dahulu
direndam dalam air hingga jenuh.
• Seluruh bata yang digunakan bermutu baik, bentuk seragam, siku
dengantekstur yang sama, warna merah tua, tanpa retak, tahan
terhadap air dantidak rapuh.
• Adukan pasangan harus dibuat secara hati-
hati, diaduk didalam bak kayuyang memenuhi syarat. Mencampur
semen dengan pasir harus dalamkeadaan kering yang kemudian diberi
air sampai didapat campuran yangplastis. Adukan yang telah
mengering akibat tidak habis digunakansebelumnya, tidak boleh
dicampur lagi dengan adukan yang baru.
• Pengukuran (uitzet) harus dilakukan oleh kontraktor secara teliti dan
sesuaidengan gambar dan memenuhi syarat :
o Semua pasangan dinding harus rata (horizontal), dan pengukuran
harusdilakukan dengan benang.
o Pengukuran pasangan benang antara satu kali menaikkan benang
tidak boleh melebihi 30 cm, dari pasangan bata yang telah selesai.
• Lapisan bata yang satu dengan lapisan bata diatasnya harus berbeda
setengah panjang bata. Bata setengah tidak dibenarkan digunakan
ditengahpasangan bata, kecuali pasangan pada sudut.
• Pengakhiran sambungan pada satu hari kerja harus dibuat bertangga
menurun dan tidak tegak bergigi untuk menghindari retak dikemudian
hari.Pada tempat-tempat tertentu sesuai gambar diberi kolom-kolom
praktis yang ukurannya disesuaikan dengan tebal dinding.
• Lubang untuk alat-alat listrik dan pipa yang ditanam didalam dinding,
harus dibuat pahatan secukupnya pada pasangan bata (sebelum
diplester).
• Pahatan tersebut setelah dipasang pipa/alat, harus ditutup dengan
adukan plasteran yang dilaksanakan secara sempurna, dikerjakan
bersama-sama dengan plasteran seluruh bidang tembok.
• Dalam mendirikan dinding yang kena udara terbuka, selama waktu
hujan lebat harus diberi perlindungan dengan menutup bagian atas
dari tembok dengan sesuatu penutup yang sesuai (plastik). Dinding
yang telah terpasang harusdiberi perawatan dengan cara
membasahinya secara terus menerus paling sedikit 7 hari setelah
pemasangannya
b. Plesteran dinding 1:4 dan 1:5
• Sebelum diplester, permukaan dinding bata harus dibersihkan dan
dibasahi dengan air, siarnya dikorek sedalam 1 cm.
• Tebal plesteran minimum 1,5 cm dan maksimum 2,5 cm.
• Plesteran diselesaikan dengan papan plesteran dan kayu perata atau
sekopbaja. Sudut-sudut dibuat serapi-rapinya dan menyiku.
Sambungan dariplesteran harus mulus dan lurus.Dalam mendirikan
dinding yang tidak berada di bawah atap, selama waktuhujan harus
diberi perlindungan dengan menutup bagian atas dari tembokdengan
bahan pelindung yang sesuai.
• Selama proses pengeringan, plesteran harus disiram air selama 7
(tujuh) hariterus menerus.
• Seluruh permukaan beton yang tampak harus menghasilkan
permukaan yang halus dan rata. Bila pelaksanaan pekerjaan beton
tidak dapat menghasilkan permukaan yang halus dan rata, maka
permukaan tersebut harus diplester hingga menghasilkan permukaan
seperti yang dimaksud di dalam gambar rancangan pelaksanaan.
• Permukaan beton yang akan diplester harus disiapkan dulu dengan
pekerjaan pendahuluan dengan urutan sebagai berikut:
o Permukaan dibuat kasar dengan behel/pahat beton.
o Dibasahi dengan air.
o Disapu air semen (pc) atau bonding agent.
• Mortar untuk plesteran adalah campuran 1 pc : 4 dan 1 : 5 pasir yang
diaduk secara benar-benar homogen
• Ketebalan plesteran adalah rata-rata 15 mm sampai 25 mm.
• Plesteran harus diakhiri dengan acian halus dari adukan air semen
(pc).
4. Pekerjaan Atap
Rangka Atap Baja Ringan
Atap Galvalum
Lisplank GRC
Bubungan /Nok Alumunium
Talang Paralon,
• Volume dari pekerjaan dan ukuran ukuran yang digunakan harus
sesuai dengangambar Kerja
• Kemiringan dan sudut dari kemiringan atap harus tepat untuk
meghindari kebocoran
• Lembaran pertama atap seng alumunium diletakkan di sudut bawah
sebelah kiri bangunan, kemudian ditimpa oleh lembaran atap seng
alumunium yang kedua dan seterusnya (gelombang yang mempunyai
gelombang kapiler air selalu diletakkan di bawah sebagai timpahan
lembaran atap galvalum yang berikutnya).
• Apabila dalam 1 (satu) span terdapat 2 (dua) lembaran atau lebih atap
galvalum tata peletakan/penyusunan atap galvalum selalu harus
dipasang mulai dari lajur bawah hingga selesai baru dilanjutkan ke
lajur atas.
• Pelubangan atap galvalum tidak dibenarkan dengan drip, paku atau
sejenisnya. Pelubangan yang benar adalah menggunakan alat bor
listrik ataupun bor tangan.
• Untuk mengikat atap galvalum pada reng pakailah paku ulir dan
pakukan pada puncak gelombang atap galvalum.
• Untuk mengikat rabung/flasing dan kaki rabung atap seng alumunium
dipakai pakurivet.
• Untuk menghindari kerusakan/peot pada atap galvalum sewaktu
pemasangan, para pekerja harus beralaskan papan dan kakinya tidak
dibenarkan langsung menginjak pada atap seng alumunium.
• Apabila pemasangan atap galvalum jika masih ada bekas-bekas
potongan atap, kayu atau kotoran lainnya harus dibersihkan dari atap
galvalum guna menghindari korosi yang disebabkan oleh bahan bekas
potongan atap, paku atau kotoran lainnya.
• Selama dalam waktu masa pemeliharaan, pemborong harus
memperbaiki segala kerusakan, kekurangan dan cacat tersembunyi
yang terdapat pada waktu serah terima pertama atas biaya
pemborong.
• Pekerjaan yang tersebut di atas harus sudah selesai dilaksanakan
sampai fisik100% dan diserahterimakan untuk pertama kalinya.
5. Pintu
Pintu PVC ukuran 70x200 cm lengkap
• Sebelum pintu dipasang lopang pintu sudah di persiapkan terlebih
dahulu, di sesuaikan dengan ukuran pintu yang akan dipasang lebar
70cm dan tinggi 200cm.
• Sebelum pintu di pasang pada lobang yg sudah di siapkan rongga
yang ada pada kosen diisi terlebih dahulu dengan adukan 1:4 atau
kayu yg cukup kuat dengan ukuran disesuaikan dengan lubang rongga
kosen.
• Setelah adukan mengeras, minimali 24 jam dari pengisian adukan,
sebelum ditancapkan dengan kuat pada tembok , diperiksa ketegakan
den kedataran dengan menggunakan unting unting dan waterpass,
• Penancapan kedalam tembok menggunakan Paku Beton 3”
• Setelah Terpasang dengan benar kemudian diikuti dengan
pemasangan Pintu den Perlengkapannya
6. Pekerjaan Cat
Cat dinding tembok, Kolom ring balok, Kolam,
Toilet Bagian Luar.
• Sebelum dinding diplamur, plesteran harus sudah benar-benar kering,
tidak adaretak-retak dan kontraktor meminta persetujuan pengawas.
• Pekerjaan plamur dilaksanakan dengan pisau plamur dari plat baja
tipis danlapisan plamur dibuat setipis mungkin sampai membentuk
bidang yang rata.
• Sesudah 7 hari plamur terpasang dengan percobaan warna besi,
kemudiandibersihkan dengan bulu ayam sampai bersih betul
selanjutnya dinding dicatdengan menggunakan roller
• Untuk cat semprot emulsi bertekstur, pada dinding luar digunakan
plesteran1 Pc : 5 Ps dimana pasir diayak halus, disemprotkan dengan
mesin semprot padabidang plesteran 1 Pc : 5 Ps yang rata. Setelah
kering dan keras baru disemprotdengan alkali resistance sealer dan
dicat emulsi lapisan pengecatan untuk dinding luar adalah 3 (tiga)
lapis dengan kekentalan sama setiap lapisnya.
• Lapisan pengecatan dinding dalam terdiri dari 3 lapis pengecatan,
sesuai dengankekentalan sebagai berikut :
o Lapisan 1 encer (tambah air 20 %)
o Lapisan 2 kental
o Lapisan 3 encer
• Untuk warna-warna yang sejenis, pemborong diharuskan
menggunakan kaleng-kaleng dengan nomor (badge number) yang
sama.
• Setelah pekerjaan cat selesai, bidang dinding merupakan bidang yang
utuh, rata tidak ada bagian yang belang-belang dan bidang dinding
dijaga terhadap pengotoran-pengotoran.
IV. PEKERJAAN MEKANIKAL / ELEKTRIKAL
1. Pekerjaan Instalasi Listrik
Lampu TL 20 W Lengkap
Lampu Pijar 20 W
Vetteng
Saklar
Stop Kontak
MCB 4 A
Kotak MCBN
T-Dos (Kontak Hubung Bagi)
Kabel 3 x 2,5 MM2
Pipa PVC (Pipa Listrik)
• Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa/cabel duct harus
diusahakan tidaktampak dari luar (tertanam).
• Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran. Pemasangan
sparing-sparing listrik yang melintas di plat, balok, kolom beton harus
dipasang terlebihdahulu sebelum pengecoran, kabel diusahakan
dimasukkan bersamaan denganpemasangan sparing.
• Penempatan sambungan/pencabangan harus ditempatkan didaerah yang
mudahdicapai untuk perbaikan (perawatan).
• Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan baiksehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan
ditempatkan pada teedos.
• Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus
rata (untukmemudahkan penarikan kabel).
• Jaringan arde harus dipasang tersendiri, tidak boleh ada sambungan,
dihubungkandengan elektroda pentanahan, dan ditanam sampai minimal
mencapai air tanah.
• Pada hantaran di atas langit-langit, harus diklem pada bagian bawah plat
/ balokatau pada balok kayu rangka langit-langit.
• Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton pada
shaft harusdiklem atau dengan papan dan kabel trey bila jaringan terlalu
rumit (banyak)
• Pemasangan stop kontak setinggi > 40 cm dari lantai, saklar dipasang
setinggi150cm dari lantai (bila tidak ditentukan spesifikasinya)
• Pemasangan stop kontak dan saklar harus rata dengan dinding.
• Pada box/kotak panel, bodynya harus diarde untuk menghindari adanya
arus
• Setelah semua jaringan dan lampu terpasang, dilakukan pengetesan
aliran listrik
1. Pekerjaan Sanitary
a. Insilasi Air Bersih
Pipa PVC AW ½" Air Bersih
Pipa PVC AW 3/4" Air Bersih
• Siapkan gambar kerja, ijin kerja, dan perkirakan volume pekerjaannya
• Penyambungan pipa dengan sistem ulir terlebih dahulu dilapisi dengan
red leadcement
• Pemasangan pipa horizontal maupun vertikal harus diperkuat
denganpenggantung (hangers) untuk pipa horizontal dan dijangkar
(anchor) untuk pipavertikal, jarak maksimal masing-masing hanger
ditentukan sesuai kondisilapangan dan spesifikasi, sedangkan untuk
anchor diletakkan pada masing-masing lantai
• Semua ujung pipa terakhir yang tidak dilanjutkan harus ditutup
dengan dop /plug
• Sebelum dan sesudah dipasang pipa-pipa accessories, terutama
bagian dalam harus dijaga tetap bersih dan diperiksa lagi atas
kerusakan dan keretakan-keretakan.
• Setelah semua jaringan terpasang dilakukan pengetesan aliran air pipa
b. Instilasi Air Buangan dari kolam
Pipa PVC AW 3/4" Air dari kolam ke saluran drainase
• Peletakan / pemasangan dan dimensi pipa-pipa yang akan dipasang
harussesuai dengan gambar Kerja
• Pada waktu pemasangan pipa harus diperhatikan benar-benar
kedudukannyaagar betul-betul tepat serta pada peil yang benar dan
dasar pipa-pipa harusterletak rata (tidak ada batu, puing, atau benda
keras lain yang memungkinkanrusaknya pipa).
• Apabila menurut gambar kerja, dasar pipa harus diberi urugan maka
urugantersebut harus dilaksanakan sesuai elevasi rencana.
• Untuk penanaman pipa di bawah lantai / jalan lingkungan harus
diberipelindung di sepanjang jalur pipa agar aman dari kerusakan
yang ditimbulkanbeban kendaraan maupun beban lain.
• Sambungan pipa PVC 3/4” ke atas digunakan rubber ring joint sedang
yangberdiameter kurang dari 3” digunakan solvent cement.
• Semua pipa tegak lurus harus dijangkar kuat pada tiap-tiap lantai,
untuk pipamendatar harus disupport dengan jarak maksimum tertentu
(misal 2 m) dandengan kemiringan tertentu. Setiap perubahan arah
dibuat sudut 45, teesanitair atau combination bend yang dilengkapi
dengan lubang pembersih(clean out) kecuali bila dinyatakan lain
dalam gambar pelaksanaan. Pipa ventservices harus dipasang
sekurang-kurangnya 15 cm dari muka banjir alatsanitair tertinggi dan
dibuat dengan kemiringan tertentu
• Di sekeliling pipa yang tertanam di dinding harus diisi adukan pasir
semendengan ketebalan tertentu dari permukaan dinding luar pipa.
• Setelah semua jaringan terpasang dilakukan pengetesan aliran air pipa
c. Sanitary
Closet jongkok standar
Wastafel standar
• Kloset jongkok dan wastafel berikut kelengkapannya dipakai sesuai
dengan yang adadidokumen.
• Kloset beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah
diseleksidengan baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-
cacat lainnya dantelah disetujui Direksi Teknis.
• Kloset dan wastafel harus terpasang dengan kokoh letak dan
ketinggian sesuai gambar,waterpass. Semua noda-noda harus
dibersihkan, sambungan-sambungan pipatidak boleh ada kebocoran-
kebocoran.
Kran Air Stainlees Steel untuk Toilet
• Semua keran yang dipakai, dengan chromed finish. Ukuran
disesuaikankeperluan masing-masing sesuai gambar plumbing dan
brosur alat-alat sanitair.Keran-keran tembok dipakai yang berleher
panjang dan mempunyaai ringdudukan yang harus dipasang
menempel pada dinding
• Stop keran yang dapat digunakan sesui dokumen dan penempatan
sesuaigambar.
• Keran-keran harus dipasang pada pipa air bersih dengan kuat,
siku,penempatannya harus sesuai dengan gambar-gambar untuk itu.
Pompa air Sanyo 125 watt manual dan instalasi pipa inlet ø 1”,
Watertank 1100 Liter
Floor drain standar
• Pompa air harus sesui dengan spesifikasi, dan sebelum dipasang harus
di setujui oleh direksi
• Pemasangan pipa inlet ø1” harus terpasang dengan kuat, sehingga
tidak ada kebocoran.
• Watertank fiberglass adalah sesuai spesifikasi kapasitas 1100 liter
• Pemasangan watertank harus dududukan dengan kuat di AS
permukaan plat betan tebal 10 cm (plat atap toilet)
• Floor drain dan clean out yang digunakan adalah sesuai spesifikasi
• Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai gambar kerja untuk itu
• Floor drain yang dipasang telah diseleksi baik, tanpa cacat dan
disetujuipengawas.
• Pada tempat yang akan dipasang floor drain, penutup lantai
harusdilobangi dengan rapih, menggunakan pahat kecil dengan
bentuk dan ukuransesuai ukuran floor drain tersebut.
• Setelah floor drain selesai dipasang, daerah sekitarnya dibersihkan
dari noda-noda semen dan tidak ada kebocoran
Septictank Kapasitas 3 M3 + Resapan Air
• Dinding septic tank adalah pasangan batu bata dengan mutu baik
yang ditutup oleh plat diatasnya dengan penulangan sesuai gambar
kerja. Lantai septiktank dibeton 7.4 MPa, peresapan dari ijuk, sirtu
dan koral dan saluran peresapan memakai pipa PVC Ø4“,diberi
lobang-lobang, ukuran, bentuk, letak dan lainnya disesuaikan dengan
yang tertera dalam gambar kerja.
V. PEKERJAAN AKHIR
Pembersihan Akhir dan Penyempurnaan
Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan, bagian akhir yang harus
dilaksanakanadalah melakukan perapihan pekerjaan, membersihkan lokasi dari
sisa material yang tidakterpakai, demobilisasi semua peralatan dan personil.
Photo dan Dokumentasi
Dalam pelaksanaan pekerjaan, kami akan membuat laporan untuk setiap
harinya (laporanharian) yang didalamnya terurai setiap jenis dan volume
material yang masuk, yangditerima dan yang ditolak, peralatan kerja, kondisi
cuaca, rencana kerja, jumlah tenagalapangan, yang ditandatangani oleh tenaga
ahli penyedia jasa, pengawas, dan DireksiTeknis. Apabila dalam
pelaksanaannya, pengawas atau direksi teknis ada memberikansaran atau
instruksi maka akan dicatatkan didalam laporan tersebut.
Untuk laporan yang dikumpulkan selama 7 hari kalender akan dibuatkan satu
laporanmingguan yang berlanjut untuk mingguan berikutnya dan gabungan
laporan selama empatminggu akan dibuatkan satu laporan bulanan. Demikian
seterusnya sampai umur masapelaksanaan pekerjaan.
Untuk setiap laporan mingguan akan menghasilkan suatu bobot kemajuan
pekerjaan(persentase prestasi fisik) yang akan dibandingkan dengan schedule
perencanaan didalampenawaran sebelumnya yang dituangkan dalam bentuk
kurva S pelaksanaan.Selama kerja di lapangan kami akan membuat beberapa
foto penting pelaksanaan dalam3 fase mulai dari pengambilan titik nol, sedang
dikerjakan dan selesai dikerjakan pada titikyang tetap yang nantinya dari
beberapa foto tersebut dipilih oleh pengawas dan DireksiTeknik untuk dijadikan
sebagai Foto Dokumentasi ukuran 9x13 cm (post card) dalam bentuk album
untuk kondisi sebelum dikerjakan (0%), kondisi sedang dilaksanakan (50%)dan
kondisi selesai dikerjakan (100%). Foto dokumentasi tersebut digunakan
sebagai pelengkap data laporan harian, mingguan, sebagai acuan dara PPK
untuk melakukan termin pembayaran.
MASA PEMELIHARAAN
• Setelah dilakukan serah terima pertama, kami akan memelihara pekerjaan
ini atas biayasendiri.
• Selama dalam waktu masa pemeliharaan, Penyedia harus memperbaiki
segala kerusakan,kekurangan dan cacat tersembunyi yang terdapat pada
waktu serah terima pertama atas biaya sendiri.
• Sebagai syarat melaksanakan Serah Terima Kedua (Terakhir), Penyedia
harus menjalankan kewajiban dalam masa pemeliharaan sampai seluruh
lapangan telah baik, rapi dan sempurna menurut penilaian Direksi.
Demikian Metode Pelaksanaan ini dibuat sebagai uraian singkat pelaksanaan
pekerjaan.
Tondano, April 2023
PPK
Ir. Mario S. Panelewen
Nip.19670306 199203 1 007