| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0763586096823000 | Rp 2,170,327,938 | - | |
CV Primor Construction | 06*7**8****21**0 | - | - |
| 0033169533824000 | - | - | |
| 0022848840821000 | Rp 2,016,813,014 | Kapasitas peralatan tidak memenuhi syarat, bukti kepemilikan atas pengalihan peralatan/kendaraan tidak memenuhi syarat serta hasil koreksi aritmatik pada sub pekerjaan konsolidasi melebihi nilai HPS. | |
| 0027011485821000 | Rp 2,126,161,446 | Surat perjanjian peralatan tidak memenuhi syarat serta hasil koreksi aritmatik pada sub pekerjaan konsolidasi melebihi nilai HPS. | |
| 0016412991823000 | - | - | |
| 0937187748823000 | - | - | |
| 0015882442821000 | - | - | |
| 0746981075823000 | - | - | |
| 0022848824821000 | - | - | |
| 0752205328822000 | - | - | |
| 0027006212823000 | - | - | |
| 0033143629821000 | - | - | |
| 0901855650941000 | - | - | |
CV Jusudeo Pertama | 09*8**7****23**0 | - | - |
| 0901771170034000 | - | - | |
Kinamang | 00*3**6****23**0 | - | - |
| 0022843981823000 | - | - | |
CV Diaspora | 00*2**3****23**0 | - | - |
| 0716235601823000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan :
Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah SMP NEGERI 2 KAKAS (DAU)
Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah SD GMIM TOULIANG KAKAS (DAU)
Pembangunan Ruang Kelas Baru PAUD TK GLORIA PASSO (DAU)
Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung/Ruang Kelas/Ruang Guru PAUD TK GMIM SUMENA
KAYUWATU (DAU)
Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung/Ruang Kelas/Ruang Guru PAUD TK MARGARITHA
GMIM KAWENG (DAU)
Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung/Ruang Kelas/Ruang Guru PAUD TK KARUNIA (DAU)
Pembangunan Alat Praktik dan Peraga Siswa PAUD (APE LUAR) TK GMIM KAKAS
(DAU)
Pembangunan Sarana, Prasarana dan Utilitas Sekolah (Toilet) SMP NEGERI 2 KAKAS
(DAU)
Lokasi : KONSOLIDASI KAKAS
Tahun Anggaran : 2024
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pek. Papan Proyek
Metode pelaksanaan pekerjaan papan proyek yaitu:
• Tahap awal adalah menyiapkan material untuk membuat papan proyek.
• Balok kayu kls II di potong dengan panjang yang sesuai kemudian dirakit menjadi
tiang dan bingkai untuk papan nama.
• Papan nama yang berisikan informasi utama mengenai paket pekerjaan dipesan dan
dibawah ke lokasi pekerjaan untuk dipasang pada bingkai yang telah dibuat.
• Papan proyek dipasang pada titik dekat lokasi pekerjaan yang tidak terhalangi dan
tidak menggangu aktivitas pelaksanaan pekerjaan maupun aktivitas masyarakat
disekitar lokasi pekerjaan.
2. Biaya Pekerjaan Penyelenggaraan Keamanan, Kesehatan kerja dan keselamatan
konstruksi
Kontraktor diwajibkan menyediakan peralatan/ perlengkapan penyelenggaraan
protokol kesehatan. Kontraktor juga menyediakan helm proyek, sepatu safety, sepatu
bot karet, rompi jala untuk para pekerja konstruksi
3. Peralatan/ Perlengkapan P3K
Kontraktor diwajibkan menyediakan peralatan/ perlengkapan penyelenggaraan protokol
Kesehatan berupa Kotak P3K untuk para pekerja konstruksi.
4. Petugas K – 3
Kontraktor diwajibkan menyediakan seorang Petugas K – 3 di lokasi proyek untuk
Menjaga jalannya pelaksanaan peraturan K3 sesuai bidang yang ditekuninya.
Mengontrol keadaan lingkungan kerja mulai dari mengecek kondisi mesin,
menganalisis sifat pekerjaan, dan mengawasi proses produksi.
5. Pembuatan 1m2 steger/ perancah dari bambu
Adapun cara untuk menyetel dan menyambung steger secara aman dan benar:
• Pertama, tentukanlah letak steger atau mengatur jarak dari steger. Misalnya adalah
tentang as balok pada pekerjaan.
• Kemudian, cara ke dua adalah tahap dimana harus memasang base plat atau disebut
juga jack base di atas landasan yang harus stabil. Kemudian, cara ke dua adalah
tahap dimana harus memasang base plat atau disebut juga jack base di atas landasan
yang harus stabil.
• Tahap keempat anda harus memasang cross brace di dua sisi untuk membuat
elemen perancah yang baik sehingga dapat berdiri dengan baik dan aman.
• Selanjutnya, susunlah frame vertical selanjutnya. Namun jika tidak, dapat selesai
dengan pemasangan dari shoring head. Hal ini dilakukan jika merasa bahwa tinggi
steger sudah cukup memadai untuk proyek konstruksi.
• Selain itu, ini juga berarti bahwa ketinggian steger dapat dilakukan dengan cara
mengatur U-Head dan jack.
B. PEKERJAAN BONGKARAN
1. Pekerjaan Bongkaran Atap
Pada pekerjaan pembongkaran ini dimulai dari pembongkaran penutup atap,
dimulai dari pembongkaran bubungan dan lembaran atap dari atas menggunakan
linggis, paku pengikat atap harus dicabut dahulu kemudian lembaran atap bisa
diturunkan menggunakan katrol dan tali atau bisa langsung dilemparkan kebawah.
Setelah seluruh permukaan penutup atap selesai dibongkar dilanjutkan dengan
membongkar listplang. Metode pembongkaran listplang sama seperti pembongkaran
penutup atap yaitu dicabut paku terdahulu dengan menggunakan linggis pada pangkal
palu. Setelah semua material bongkaran dibawah dilanjutkan dengan melakukan
pembersihan sisa material bongkaran menuju gudang sementara dan disusun dengan
rapi.
Pada pekerjaan pembongkaran rangka atap dimulai dengan membuka seluruh paku/
baut sambungan rangka atap secara bertahap, dimulai dari gording dan dilanjutkan
dengan rangka kuda-kuda. Untuk pekerjaan pembongkaran rangka atap ini resiko
kecelakaan kerja sangat tinggi, maka harus diawasi secara seksama agar tidak terjadi
kecelakaan. Setiap rangka atap yang selesai dibongkar akan dikumpulkan pada suatu
tempat dan disusun secara rapi. Peralatan yang digunakan yaitu: Palu, gergaji dan
linggis, selalu menggunakan perancah yang kokoh dan diikat secara kuat agar tidak
goyang/ runtuh saat terkena puing-puing bongkaran rangka atap.
2. Pekerjaan Bongkaran Plafond
Metode pelaksanaan pekerjaan bongkaran plafond yaitu:
• Setelah permukaan penutup atap selesai dibongkar dilanjutkan dengan
membongkar plafond dan rangka plafond.
• Metode pembongkaran yaitu dengan menggunakan perancah sementara yang saat
digeser agar memudahkan pekerja saat melakukan pembongkaran.
• Proses pembongkaran dimulai dari membongkar penutup plafond dengan cara
mencabut paku pengikat penutup plafond hingga penutup plafond terlepas dari
rangka plafond.
• Setelah seluruh penutup plafond selesai dibongkar kemudian dilanjutkan dengan
membongkar rangka plafond dimulai dari melepaskan sambungan rangka plafond
dengan cara mencabut paku dengan linggis atau memukul sambungan kayu dengan
menggunakan palu hingga sambungan kayu terlepas keseluruhan.
• Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan puing-puing sisa pembongkaran
menuju gudang sementara dan disusun sedemikian rupa agar tidak mengganggu
pekerjaan.
3. Pekerjaan Bongkaran Dinding Tembok
Bongkaran Dinding adalah pekerjaan pembongkaran pasangan yang akan direhabilitasi
dengan menggunakan alat bantu yang dikerjakan oleh Penyedia Jasa setelah mendapat
persetujuan dari Direksi.
Pelaksanaan :
• Bongkaran yang dilaksanakan adalah pembongkaran dinding baik itu pasangan batu,
beton ataupun bangunan yang ada di areal yang akan dilaksanakan rehabilitasi
dengan menggunakan palu.
• Semua sisa bongkaran dibuang dengan menggunakan truk sejauh ± 20 km dari lokasi
yang dijamin tidak akan mengganggu kegiatan pekerjaan.
• Pengaturan dari semua hasil bongkaran tersebut harus sesuai petunjuk Direksi.
• Setelah lokasi bersih dari bongkaran dilanjukan dengan dengan pekerjaan pasangan.
C. PEKERJAAN ATAP
1. Pemasangan atap pelana rangka atap canai dingin profil C75.75
Metode pemasangan atap pelana rangka atap canai dingin profil C75.75 yaitu :
• Rangka baja difabrikasi=- di workshop sesuai dengan shop drawing/gambar kerja.
• Diangkut ke lokasi dan diletakkan dekat lokasi pemasangan, diganjal dan dilindungi
dengan terpal plastik.
• Dengan menggunakan alat untuk menaikkan bahan ke tempat pemasangan, rangka
atap baja ringan dipasang sesuai dengan shop drawing.
• Sambungan antar rangka menggunakan baut dan sambungan las, kemudian dilakukan
fixing.
• Setelah selesai, dilanjutkan dengan pekerjaan penutup atap.
• Pemasangan dikerjakan dengan cara di-bor pada reng, kemudian dipasangkan mur
dengan jarak disesuaikan pada setiap lembarnya, sehingga genteng spandek tersebut
lebih rapat dan menempel dengan permukaan atap (balok reng) dengan kuat.
• Setelah pengeboran selesai dilakukan, diberikan sealent pada setiap lubang yang telah
dipasangkan mur tersebut sehingga mencegah kebocoran pada saat hujan.
• Pemotongan genteng spandek dilakukan pada bagian atas atau titik pertemuan dengan
nok agar lebih terlihat rapih.
2. Pemasangan 1 m3 konstruksi kuda-kuda kayu kelas II
Konstruksi rangka atap kayu dikerjakan diworkshop kemudian diangkut ke lokasi untuk
dilakukan pemasangan. Metode kerjanya adalah sebagai berikut:
• Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku, dengan
menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
• Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan dan
tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
• Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss), sesuai dengan gambar rencana
atap.
• Mengukur jarak antar kuda-kuda.
• Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan kerusakan pada
rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit .
• Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri
kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-kuda,
dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja disebut
sisi kiri, sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan.
• Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ringbalok
menggunakan benang dan lot (unting-unting).
• Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan 4 buah
screw 12 – 14 x 20 HEX.
• Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan
menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
• Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kuda-kuda, sesuai
dengan posisinya dalam gambar kerja.
• Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,5 meter).
• Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan memastikan
garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar).
• Memasang balok nok.
• Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin. Bracing
dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.
• Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap yang
digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat memakai screw ukuran
10-16×16 sebanyak 2 (dua) buah.
3. Pemasangan 1 m3 konstruksi gordeng, kayu kelas II
Metode kerja pemasangan konstruksi gordeng yaitu :
• Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang gording kayu dan
dudukan gording.
• Kesepakatan tentang material yang akan digunakan, mempersiapkan lahan kerja.
Mempersiapkan material kerja, antara lain : Kayu Kelas II dan Baut Mur dia. 16
sebagai Pengikat Gording.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, bor listrik, dll. Lebih dahulu juru
ukur/ surveyor menentukan dan menandai (marking) lokasi yang akan dipasang
gording baja dan dudukan gording.
• Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku, dengan
menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
• Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan dan
tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
• Memberi tanda posisi perletakan kayu sebagai dudukan gording, sesuai dengan
gambar rencana. Mengangkat gording kayu dan dudukan kayu secara hati-hati, agar
tidak mengakibatkan kerusakan.
4. Pemasangan 1 m2 Atap Spandek 0,3 mm
Metode pelaksanaan pemasangan atap spandek 0,3 mm yaitu :
• Pemasangan atap spandek dikerjakan dengan cara di-bor pada reng. Kemudian
dipasangkan skrup dengan jarak disesuaikan pada setiap lembarnya, sehingga spandek
tersebut lebih rapat dan menempel dengan permukaan atap (balok reng) dengan kuat.
• Setelah pengeboran selesai dilakukan, diberikan sealent pada setiap lubang yang telah
dipasangkan skrup tersebut sehingga mencegah kebocoran pada saat hujan.
• Pemotongan spandek dilakukan pada bagian atas atau titik pertemuan dengan nok
agar lebih terlihat rapih.
5. Pas. Bubungan atap
Metode pelaksanaan pemasangan bubungan atau nok seng dipasang pada garis
pertemuan atap yaitu bubungan dan jurai luar. Setelah penutup atap genteng metal telah
terpasang seluruhnya, pasang nok dengan paku ulit tepat di atas sayap nok bagian
samping.
6. Pas. 1 m’ lisplank ukuran 30 cm
Pertama dilakukan penyiapan papan listplank papan. Kemudian tandai letak/ posisi
pemasangan serta kerataan pasangan listplank. Pasang listplank pada tepi atap sesuai
dengan posisi yang telah ditandai sebelumnya dengan menggunakan paku skrup. Terakhir
dilakukan pemeriksaan kerataan dan kerapian pasangan listplank.
D. PEKERJAAN PLAFOND
1. Pas. Rangka plafond (Modul 50 x 100) kayu kls. II
Metode pelaksanaan pemasangan rangka plafond sebagai berikut :
• Untuk pekerjaan pemasangan rangka plafon, setelah ketinggian pemasangan
plafon ditentukan, pasang wall angle (siku) sebagai penyangga kayu.
• Kayu dibor pada dinding dengan jarak sekrup/baut sesuai gambar. Setelah siku
telah terpasang seluruhnya, pasang kayu di atas siku, kencangkan dengan baut.
• Rangka utama digantung pada kawat penggantung dengan menggunakan U clamp
dan ditempatkan di atas kayu dengan posisi menyilang.
• Kaitkan persilangan kedua jenis kayu tersebut dengan menggunakan channel
clamp.
• Tahap terakhir dari pemasangan rangka adalah penguatan rangka tersebut dengan
pemasangan bracket dan hanger.
2. Pas. Plafond tripleks 4 mm
Metode pemasangan plafond tripleks 4 mm yaitu :
• Pemasangan plafon tripleks dimulai dari pinggir
• Papan tripleks dipasang pada rangka plafon dengan cara disekrup/ dipaku pada
rangka kayu yang telah terpasang.
• Kemudian celah antara papan tripleks yang telah terpasang diisi dengan
compound. Selanjutnya pita kertas yang telah diolesi compound ditempelkan
menutupi celah yang telah diisi compound tadi.
• Lapis kembali bagian sambungan dengan lapisan tipis compound. Tunggu sampai
lapisan compound kering, kemudian haluskan permukaan sambungan dengan
kertas amplas. Terakhir dilakukan pemeriksaan kerataan plafond.
3. Pas. List Plafond Sp. 4
Metode pelaksanaan pemasangan list plafond yaitu :
• List dengan warna yang senada dengan warna plafond.
• Ukur plafond yang akan dilapisi list.
• Potong-potong dan sambungkan list Sp. 4 sesuai dengan ukuran.
• Upayakan agar sambungan sesuai dengan bentuk list agar tidak terputus dan
mengurangi keindahannya.
• Pasang list dengan cara diskrup dengan skrup (1 cm).
• Perhatikan letak skrup agar tidak keluar dari kayu. Boleh juga dipasang
memakai lem/ paku.
E. PEKERJAAN LANTAI/ KERAMIK
1. Pek. Lantai Interior
Metode pelaksanaan pemasangan lantai interior yaitu :
• Pertama dilakukan pekerjaan persiapan lahan kerja yaitu lantai, material keramik,
serta alat bantu kerja antara lain gerinda, palu karet, meteran, waterpass, benang,
selang dan air.
• Selanjutnya lantai dasar dibersihkan dari kotoran/ debu dan disiram terlebih dahulu
sebelum ditebar adukan pasangan keramik.
• Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai jenuh sebelum dipasang. Buat
adukan untuk mortar semen sebagai perekat keramik.
• Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan keramik yang
rata dan garis siar/nat yang lurus.
• Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m agar adukan yang ditebar
permukaannya rata/flat.
• Tebar adukan secara merata untuk menghindari terjadi rongga.
• Pasang keramik kepalaan untuk tanda awal pemasangan pada adukan yang sudah
ditebar dengan perekat mortar semen.
• Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik lantai lainnya dengan acuan kepalaan
pasangan keramik yang telah dibuat.
• Pada saat pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk
mendapatkan permukaan lantai keramik yang rata.
• Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass. Setelah
pemasangan lantai keramik selesai, biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan
udara yang ada dalam adukan mortar semen.
• Setelah itu baru dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/ finish garis siar/ nat.
• Pekerjaan terakhir adalah pembersihan permukaan lantai keramik dari kotoran.
2. Pek. Lantai Eksterior Anti slip
Metode pelaksanaan pemasangan lantai eksterior anti slip yaitu :
• Pertama dilakukan pekerjaan persiapan lahan kerja yaitu lantai, material keramik,
serta alat bantu kerja antara lain gerinda, palu karet, meteran, waterpass, benang,
selang dan air.
• Selanjutnya lantai dasar dibersihkan dari kotoran/ debu dan disiram terlebih dahulu
sebelum ditebar adukan pasangan keramik.
• Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai jenuh sebelum dipasang. Buat
adukan untuk mortar semen sebagai perekat keramik.
• Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan keramik yang
rata dan garis siar/nat yang lurus.
• Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m agar adukan yang ditebar
permukaannya rata/flat.
• Tebar adukan secara merata untuk menghindari terjadi rongga.
• Pasang keramik kepalaan untuk tanda awal pemasangan pada adukan yang sudah
ditebar dengan perekat mortar semen.
• Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik lantai lainnya dengan acuan kepalaan
pasangan keramik yang telah dibuat.
• Pada saat pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk
mendapatkan permukaan lantai keramik yang rata.
• Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass. Setelah
pemasangan lantai keramik selesai, biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan
udara yang ada dalam adukan mortar semen.
• Setelah itu baru dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/ finish garis siar/ nat.
• Pekerjaan terakhir adalah pembersihan permukaan lantai keramik dari kotoran.
F. PEKERJAAN DINDING
1. Pas. Dinding Hollowbrick/ Bata Merah/ Fulbrick 1 : 4
Metode Pemasangan dinding sebagai berikut :
• Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang
dinding, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
• Memasang pada jalur benang acuan yang telah dipasang pada profil kayu di ujung
jalur dinding.
• Pemasangan dilakukan lapis demi lapis sampai ketinggian sesuai gambar, dengan
menggunakan adukan 1 pc : 4ps.
• Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke
permukaan full brick/ hollowbrick/ bata merah.
• Kemudian disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa kerataan
pasangannya.
• Kemudian dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang diinginkan.
• Lalu dilakukan pemeriksaan kelurusan horizontal serta vertikal pasangan full brick,
apabila sudah benar dan sesuai dengan yang diinginkan.
• Setelah dinding terpasang dilanjutkan dengan plesteran pada seluruh permukaan
dinding.
2. Pek. Plesteran
Metode pelaksanaan plesteran yaitu :
• Semua pekerjaan dinding terpasang dengan baik dilanjutkan dengan pekerjaan
plesteran dengan ketebalan yang telah direncanakan.
• Mula-mula permukaan dinding saluran disiram dengan air sampai permukaannya
basah jika sudah sangat kering, atau jika masih lembab dapat langsung dilakukan
plesteran dinding dengan menggunakan spesi campuran 1 Semen : 4 Pasir.
• Prosedur plesteran dapat dimulai dari atas atau bawah lalu dengan bantuan “Seterika”
kayu mulai diratakan permukaan secara berulang-ulang pada semua permukaan
dinding hingga selesai.
3. Pek. Acian
Jika pekerjaan plesteran mengering dengan baik dilanjutkan dengan melicinkan
kedua sisi bagian dinding menggunakan campuran Semen dan Air .Saat acian akan
dilakukan dan didapati bidang plesteran dinding dan cor kolom sangatlah kering maka
sebaiknya permukaan dinding tsb disiram terlebih dahulu dengan air agar nantinya
proses pengikatan antara semen dengan acian menjadi baik dan kuat.
G. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
1. Pemasangan 1 m3 kusen pintu/ kusen jendela, kayu kelas II
Metode pelaksanaan pemasangan kusen pintu/ jendela yaitu :
• Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
• Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as untuk menentukan
kedudukan kusen.
• Pasang angker pada kusen secukupnya. Dirikan kusen dan tentukan untuk kedudukan
kusen pintu yaitu 2 meter tinggi dan 90 cm lebar.
• Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-
unting.
• Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
• Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
• Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen. Bersihkan tempat sekelilingnya.
2. Pemasangan 1 m2 daun pintu panel, kayu kelas II
Metode pelaksanaan pemasangan daun pintu panel kayu yaitu :
• Ukur lebar dan tinggi kusen pintu, ukur lebar dan tinggi daun pintu.
• Ukur dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi). Masukkan/pasang
daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi kelonggaran 3 – 5
mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
• Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi
tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm
(untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3
engsel)
• Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan
engsel pada daun pintu.
• Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang kusen.
• Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada
kusen pintunya.
• Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup. Bila masih dianggap kurang
pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan pen.
• Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan
lurus dengan kusen.
3. Pemasangan 1 m2 daun jendela kaca, kayu kelas II
Metode pelaksanaannya sebagai berikut :
• Ukur lebar dan tinggi kusen jendela, ukur lebar dan tinggi daun jendela.
• Ukur dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm.
• Lepaskan daun jendela , pasang/ tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela
gunakan 2 engsel.
• Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik
kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang kusen jendela tempat engsel yang
sesuai dengan engsel pada daun jendela .
• Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada
kusen jendela nya.
• Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup. Bila masih dianggap
kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen.
• Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan
lurus dengan kusen.
4. Pemasangan 1 m2 jalusi kusen, kayu kelas II
Metode pelaksanaan jalusi kusen sebagai berikut :
• Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
• Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal jalusi kusen terhadap as untuk
menentukan kedudukan kusen dan pasang angkur secukupnya.
• Dirikan jalusi kusen dan tentukan tinggi kedudukan jalusi kusen.
• Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh. Pasang patok untuk diikat
bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
• Cek kembali kedudukan jalusi kusen, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen. Bersihkan tempat sekelilingnya.
5. Pemasangan 1 m2 kaca polos 5 mm
Kaca yang akan dipasang harus mempunyai permukaan rata dan tidak bergelombang
dengan ketebalan 5 mm. semua kaca harus disimpan pada tempat yang bersih dan tidak
lembab.
Penyelenggaraan Pekerjaan :
• Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjuk gambar, uraian dan syarat
pekerjaan dalam buku ini.
• Pekerjaan ini memerlukan keahlian dan ketelitian. Semua bahan yang telah
terpasang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.
• Bahan yang terpasang harus dilindungi dari kerusakan dan benturan, dan diberi tanda
untuk mudah diketahui, tanda-tanda tidak boleh menggunakan kapur.
• Tanda-tanda harus dibuat dari potongan kertas yang direkatkan dengan
menggunakan lem kaca.
• Pemotongan kaca harus rapi dan lurus, diharuskan menggunakan alat-alat pemotong
kaca khusus.
• Pembersih akhir dari kaca harus menggunakan kain katun yang lunak dengan
menggunakan cairan pembersih kaca.
• Harus diisi dengan lem silicon/ compound warna transparan cara pemasangan pada
pinggir kaca dan persiapan-persiapan pemasangan harus mengikuti petunjuk yang
dikeluarkan pabrik.
• Kaca harus terpasang rapi, sisi tepi harus lurus dan rata, tidak diperkenankan retak/
pecah, dan bebas dari segala noda dan bekas goresan.
H. PEKERJAAN BETON BERTULANG
1. Pek. Kolom Beton
a. Pengecoran Kolom Beton
• Untuk Pekerjaan Pengecoran beton, siapkan dahulu alat dan bahannya seperti semen
portland, pasir, kerikil, air, sekop, ember cor dan cangkul.
• Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai gambar rencana,
agar pengecoran campuran beton padat dapat digetarkan dengan vibrator concrete
agar beton yang dihasilkan benar-benar padat sesuai mutu beton yang diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan mandor, membuat
campuran beton menggunakan alat pencampur beton mekanis dengan komposisi
sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting sesuai
dimensi/ukuran pada gambar rencana.
• Setelah pengecoran ada baiknya dilakukan curring beton. Tuang beton ke dalam area
pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan
vibrator concrete sehingga beton dapat padat dan tidak ada sarang tawon.
• Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum siap.
b. Pek. 1 m2 bekisting untuk kolom
Papan untuk bekisting kolom dipotong dan disesuaikan dengan gambar rencana,
papan disambung dengan mengggunakan kawat beton/ paku/ alat lain seperti baut yang
berukuran besar. Kemudian dilapisi dengan minyak bekisting agar setelah penggunaan
dapat dilepas dengan mudah. Papan bekisting dapat digunakan sebanyak 2 kali jika
kondisi papan masih layak pakai hal ini dapat disesuaikan dengan pemilihan jenis
papan. Jika umur beton sudah memenuhi standar yang ditetapkan dapat dilepas.
c. Pembesian 1 kg
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang luas untuk
menaruh, memotong, membengkokan dan merakit besi beton sesuai gambar kerja yang
telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai dengan gambar kerja
serta RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai gambar rencana. Perakitan besi beton
menggunakan kawat besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak penempatan (sesuai gambar
rencana). Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk
pengecoran beton yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan
perkuatan acuan diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk
pekerjaan selanjutnya.Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari
kotoran dan sampah.
2. Pek. Kolom Praktis 1: 2: 3
a. Pengecoran Kolom Praktis 1: 2: 3
• Untuk Pekerjaan Pengecoran beton, siapkan dahulu alat dan bahannya seperti semen
portland, pasir, kerikil, air, sekop, ember cor dan cangkul.
• Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai gambar rencana,
agar pengecoran campuran beton padat dapat digetarkan dengan vibrator concrete
agar beton yang dihasilkan benar-benar padat sesuai mutu beton yang diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan mandor, membuat
campuran beton menggunakan alat pencampur beton mekanis dengan komposisi
sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting sesuai
dimensi/ukuran pada gambar rencana.
• Setelah pengecoran ada baiknya dilakukan curring beton. Tuang beton ke dalam area
pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan
vibrator concrete sehingga beton dapat padat dan tidak ada sarang tawon.
• Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum siap.
b. Pek. 1 m2 bekisting untuk kolom praktis
Papan untuk bekisting kolom dipotong dan disesuaikan dengan gambar rencana,
papan disambung dengan mengggunakan kawat beton/ paku/ alat lain seperti baut yang
berukuran besar. Kemudian dilapisi dengan minyak bekisting agar setelah penggunaan
dapat dilepas dengan mudah. Papan bekisting dapat digunakan sebanyak 2 kali jika
kondisi papan masih layak pakai hal ini dapat disesuaikan dengan pemilihan jenis
papan. Jika umur beton sudah memenuhi standar yang ditetapkan dapat dilepas.
c. Pembesian 1 kg
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang luas untuk
menaruh, memotong, membengkokan dan merakit besi beton sesuai gambar kerja yang
telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai dengan gambar kerja
serta RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai gambar rencana. Perakitan besi beton
menggunakan kawat besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak penempatan (sesuai gambar
rencana). Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk
pengecoran beton yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan
perkuatan acuan diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk
pekerjaan selanjutnya.Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari
kotoran dan sampah.
3. Pek. Balok Beton
a. Pengecoran Balok Beton
• Untuk Pekerjaan Pengecoran beton, siapkan dahulu alat dan bahannya seperti semen
portland, pasir, kerikil, air, sekop, ember cor dan cangkul.
• Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai gambar rencana,
agar pengecoran campuran beton padat dapat digetarkan dengan vibrator concrete
agar beton yang dihasilkan benar-benar padat sesuai mutu beton yang diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan mandor, membuat
campuran beton menggunakan alat pencampur beton mekanis dengan komposisi
sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting sesuai
dimensi/ukuran pada gambar rencana.
• Setelah pengecoran ada baiknya dilakukan curring beton. Tuang beton ke dalam area
pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan
vibrator concrete sehingga beton dapat padat dan tidak ada sarang tawon.
• Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum siap.
b. Pek. 1 m2 bekisting untuk balok
Papan untuk bekisting kolom dipotong dan disesuaikan dengan gambar rencana,
papan disambung dengan mengggunakan kawat beton/ paku/ alat lain seperti baut yang
berukuran besar. Kemudian dilapisi dengan minyak bekisting agar setelah penggunaan
dapat dilepas dengan mudah. Papan bekisting dapat digunakan sebanyak 2 kali jika
kondisi papan masih layak pakai hal ini dapat disesuaikan dengan pemilihan jenis
papan. Jika umur beton sudah memenuhi standar yang ditetapkan dapat dilepas.
c. Pembesian 1 kg
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang luas untuk
menaruh, memotong, membengkokan dan merakit besi beton sesuai gambar kerja yang
telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai dengan gambar kerja
serta RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai gambar rencana. Perakitan besi beton
menggunakan kawat besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak penempatan (sesuai gambar
rencana). Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk
pengecoran beton yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan
perkuatan acuan diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk
pekerjaan selanjutnya.Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari
kotoran dan sampah.
4. Pek. Balok Linetel
a. Pengecoran Balok Linetel
• Untuk Pekerjaan Pengecoran beton, siapkan dahulu alat dan bahannya seperti semen
portland, pasir, kerikil, air, sekop, ember cor dan cangkul.
• Pengecoran beton dengan tebal yang telah ditentukan atau sesuai gambar rencana,
agar pengecoran campuran beton padat dapat digetarkan dengan vibrator concrete
agar beton yang dihasilkan benar-benar padat sesuai mutu beton yang diharapkan.
• Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa pekerja dengan arahan mandor, membuat
campuran beton menggunakan alat pencampur beton mekanis dengan komposisi
sesuai spesifikasi.
• Sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu dipasang bekesting sesuai
dimensi/ukuran pada gambar rencana.
• Setelah pengecoran ada baiknya dilakukan curring beton. Tuang beton ke dalam area
pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan
vibrator concrete sehingga beton dapat padat dan tidak ada sarang tawon.
• Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum siap.
b. Pek. 1 m2 bekisting untuk balok linetel
Papan untuk bekisting kolom dipotong dan disesuaikan dengan gambar rencana,
papan disambung dengan mengggunakan kawat beton/ paku/ alat lain seperti baut yang
berukuran besar. Kemudian dilapisi dengan minyak bekisting agar setelah penggunaan
dapat dilepas dengan mudah. Papan bekisting dapat digunakan sebanyak 2 kali jika
kondisi papan masih layak pakai hal ini dapat disesuaikan dengan pemilihan jenis
papan. Jika umur beton sudah memenuhi standar yang ditetapkan dapat dilepas.
c. Pembesian 1 kg
Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan dilaksanakan pada tempat yang luas untuk
menaruh, memotong, membengkokan dan merakit besi beton sesuai gambar kerja yang
telah disetujui.
• Besi beton yang digunakan harus memiliki spesifikasi sesuai dengan gambar kerja
serta RKS. Potongan dan bentuk besi sesuai gambar rencana. Perakitan besi beton
menggunakan kawat besi/beton.
• Besi yang telah di fabrikasi diberi tanda sesuai tata letak penempatan (sesuai gambar
rencana). Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk
pengecoran beton yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan
perkuatan acuan diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk
pekerjaan selanjutnya.Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari
kotoran dan sampah.
I. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Pekerjaan 1 m2 Pengikisan/pengerokan permukaan cat lama
Pekerjaan Pengikisan permukaan cat lama pertama menyediakan bahan dan alat yang
akan dipakai. Selanjutnya gunakan amplas untuk memudahkan kita dalam mengupas
cat pada media tertentu, seperti pada media dinding tembok. Gosokkan ke dinding lama
yang hendak di kupas, lakukan secara bertahap hingga cat lama memudar, jika
permukaan dinding tidak bergelombang karena gelembung cat maka ratakan dengan
skrap.
2. Pek. Cat Dinding Tembok
Pengecatan diawali dengan memastikan permukaan dinding telah bersih dan rata,
selanjutnya dilakukan pengecatan dasar dengan menggunakan alat rol pada bidang yang
luas & kwas untuk bidang yang sempit bisa menggunakan sprayer. Jika cat dasar
tersebut sudah kering, dikerjakan pengecatan finish/akhir (jumlah pelapisan cat sesuai
dengan Spesifikasi). Penggunaan jenis cat disesuaikan dengan jenis permukaan dan
spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.
3. Pek. Cat Plafond
Pengecatan diawali dengan memastikan permukaan plafond telah bersih dan rata,
selanjutnya dilakukan pengecatan dasar dengan menggunakan alat rol pada bidang yang
luas & kwas untuk bidang yang sempit bisa menggunakan sprayer. Jika cat dasar
tersebut sudah kering, dikerjakan pengecatan finish/akhir (jumlah pelapisan cat sesuai
dengan Spesifikasi). Penggunaan jenis cat disesuaikan dengan jenis permukaan dan
spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.
4. Pek. Cat Kayu dan Besi
Pengecatan diawali dengan memastikan permukaan kayu dan besi telah bersih dan
rata, selanjutnya dilakukan pengecatan dasar dengan menggunakan alat rol pada bidang
yang luas & kwas untuk bidang yang sempit bisa menggunakan sprayer. Jika cat dasar
tersebut sudah kering, dikerjakan pengecatan finish/akhir (jumlah pelapisan cat sesuai
dengan Spesifikasi). Penggunaan jenis cat disesuaikan dengan jenis permukaan dan
spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.
J. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Pas. 1 titik Instalasi Listrik
Pekerjaan panel distribusi dengan menyiapkan gambar rencana tata letak instalasi
listrik yaitu letak sambungan, jalur kabel dan posisi titik - titik lampu, saklar, stop
kontak dan sekring box. Selanjutnya dikerjakan pemasangan instalasi dengan
mengacu pada gambar rencana. Pemasangan jaringan kabel dimasukkan di dalam
pipa yang ditanam dalam beton/dinding. Pipa yang ditanam pada dinding diklem
dengan kuat. Pemasangan jaringan kabel diatas plafon dapat dengan cara terbuka
(tanpa pipa). Kabel - kabel daya yang menuju stop kontak atau sakelar dilindingi
dengan pipa khusus instalasi dan diklem.
2. Pas. Saklar Tunggal dan Saklar Ganda
Pekerjaan ini diawali dengan penyiapan saklar tunggal yang akan dipasang.
Selanjutnya dilakukan pemasangan fitting dan lampu pada titik - titik yang telah
terpasang instalasi listriknya. Pemasangan ini dilakukan oleh tukang listrik.
3. Pas. Stop kontak
Metode pemasangannya
• Rakitan dalam negeri yang tergabung dalam APPI (Assosiasi Pembuat Panel
Indonesia)
• Model modul cubicle yang ditanahkan secara sempurna, pasangan pada dinding
• Jenis pasangan dalam (indoor type), kemudian komponen-komponen
peletakannya diatur dengan baik, terlindung, mudah dioperasi- kan dan
perawatan.
• Terminal-terminal untuk kabel masuk atau keluar serta kabel kontrol diatur
sedemikian rupa sehingga kabel-kabel tersebut tidak mengganggu komponen-
komponen panel. Jumlah dan jenis komponen panel ditunjukkan dalam gambar.
4. Pas. Lampu LED atau Tipe Lainnya
Metode kerjanya adalah sebagai berikut :
• Pekerja menyiapkan peralatan yang dibutuhkan
• Material diangkut ke lokasi pekerjaan dan diletakkan dekat lokasi pekerjaan untuk
memudahkan pelaksanaan.
• Buatlah lubang pada plafond sesuai dengan besaran lubang lampu
• Pasang Lampu Led pada titik yang telah terhubung dengan instalasi listrik.
• Pemasangan dilakukan oleh tukang listrik
K. PEKERJAAN PENGGANTUNG/ PENGUNCI
1. Pas. Engsel Pintu
Syarat Bahan : Engsel Pintu
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang baik dan
terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua petunjuk dari pabrik
asalnya, dan dilaksankan sedemikian rupa sehingga terhindar dari cacat atau kerusakan,
baik terhadap kunci dan alat penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendela
dan kusen dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
2. Pas. Engsel Jendela
Syarat Bahan : Engsel Pintu
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang baik dan
terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua petunjuk dari pabrik
asalnya, dan dilaksankan sedemikian rupa sehingga terhindar dari cacat atau kerusakan,
baik terhadap kunci dan alat penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendela
dan kusen dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
3. Pas. Kait / Hak Angin
Syarat Bahan : Hak Angin
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang baik dan
terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua petunjuk dari pabrik
asalnya, dan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga terhindar dari cacat atau
kerusakan, baik terhadap kunci dan alat penggantunng itu sendiri, maupun tehadap
pintu, jendela dan kusen dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
4. Pas. Grendel Jendela
Syarat Bahan : Grendel Jendela
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang baik dan
terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua petunjuk dari pabrik
asalnya, dan dilakasankan sedemikian rupa sehingga terhindar dari cacat atau
kerusakan, baik terhadap kunci dan alat penggantunng itu sendiri, maupun tehadap
pintu, jendela dan kusen dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
5. Pas. Kunci Tanam Pintu Biasa
Syarat Bahan : Kunci Tanam Pintu Biasa
Penyelenggaraan Pekerjaan
Semua kunci dan alat penggantung harus dipasang oleh tukang kayu yang baik dan
terampil. Pemasangan harus dilakukan dengan mengikuti semua petunjuk dari pabrik
asalnya, dan dilaksankan sedemikian rupa sehingga terhindar dari cacat atau kerusakan,
baik terhadap kunci dan alat penggantunng itu sendiri, maupun tehadap pintu, jendela
dan kusen dimana kunci dan alat penggantung tersebut akan dipasang.
L. PEKERJAAN FURNITURE
1. Meja Guru 1/2 biro( p = 120 cm x L = 60 cm x t = 71 cm )
Untuk barang inventaris seperti meja guru, papan tulis white board dan kursi guru
dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang perlukan dengan memesan kepada tukang
kayu setempat.
2. Kursi Guru 1/2 biro( p = 45cm x L = 40 cm x t = 45 cm )
Untuk barang inventaris seperti meja guru, papan tulis white board dan kursi guru
dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang perlukan dengan memesan kepada tukang
kayu setempat.
M. PEKERJAAN LAIN – LAIN
1. Administrasi dan Dokumentasi
Pekerjaan administrasi, pelaporan termasuk laporan bulanan, laporan mingguan,
laporan harian dan dokumentasi akan dikoordinir oleh staf administrasi dan
dokumentasi. Selain mengerjakan pekerjaan adminstrasi, staf adminstrasi dan keuangan
juga akan mengidentifikasi kebutuhan kendaraan dan sebagainya. Perlengkapan
pemeliharaan pekerjaan disediakan secukupnya dan dokumen – dokumen administrasi
proyek dan lain – lain yang berhubungan dengan pekerjaan.
2. Pembersihan Akhir
Pembersihan akhir dilakukan di akhir masa pelaksanaan proyek, pada pekerjaan ini
termasuk membersikan lokasi pekerjaan dari sampah-sampah bekas pelaksanaan
konstruksi dan di buang ke disposal area.