| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0012251385952000 | Rp 990,203,805 | 87.37 | 89.89 | - | |
| 0024526808952000 | Rp 992,451,555 | 67.67 | 65.01 | - | |
| 0020962221952000 | Rp 999,555,555 | 56.49 | 74.09 | - | |
| 0767250806952000 | - | - | - | Peserta tidak mengahadiri pembuktian kualfikasi sesuai dengan jadwal yang di telah tentukan | |
| 0019367994805000 | - | - | - | Peserta tidak mengahadiri pembuktian kualfikasi sesuai dengan jadwal yang di telah tentukan | |
| 0017690868952000 | - | - | - | - | |
| 0021039086952000 | - | - | - | Peserta tidak mengahadiri pembuktian kualfikasi sesuai dengan jadwal yang di telah tentukan | |
| 0702831264429000 | - | - | - | Peserta tidak mengahadiri pembuktian kualfikasi sesuai dengan jadwal yang di telah tentukan | |
| 0033006479952000 | - | - | - | - | |
| 0032664849323000 | - | - | - | - | |
CV Devaryo Intan Konsultan | 09*4**9****54**0 | - | - | - | - |
| 0032808099801000 | - | - | - | - | |
| 0603506692801000 | - | - | - | - | |
| 0015763436711000 | - | - | - | - | |
| 0014894521711000 | - | - | - | - | |
| 0937625671805000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Nama Kegiatan : Penyusunan Dokumen RISPAM Provinsi Papua Tengah
Nilai Total HPS : Rp. 1.000.000.000,00
(Terbilang : Satu Milyard Rupiah)
Sumber Dana : Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) APBD Provinsi Papua Tengah
Lingkup Pekerjaan : Dengan diberlakukannya UU No 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintah
Daerah dan Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang
Pengembangan sistem Penyediaan Air Minum (SPAM),
mengamanatkan bahwa tugas pengembangan Pembangunan Jaringan
Air Bersih / Air Minum merupakan tugas pemerintah Kaupaten/Kota.
Seiring dengan tugas tersebut guna menuju terpenuhinya mutu dan
keluaran hasil pengembangan infrastruktur di bidang air minum,
khususnya Kabupaten Nabire, maka diperlukan suatu rencana induk
bagi Pemerintah Kabupaten Nabire dalam hal Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM). Sebagai salah satu produk perencanaan, rencana
teknis merupakan suatu turunan yang lingkungannya lebih sempit, tapi
memiliki kedalaman yang lebih rinci dari perencanaan produk-produk
yang lebih makro seperti Rencana Program Investasi Jangka Menengah
(RPIJM) Kabupaten Nabire.
Air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk meningkatkan
kualitas hidup manusia dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.
Untuk itu, sejalan dengan pentingnya peranan dan fungsi dari air minum
perlu direncanakan suatu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
sebagai salah satu pemanfaatan sumber daya air dan pengolahan sanitasi
sebagai salah satu bentuk perlindungan dan pelestarian sumber daya air.
Pemerintah dan atau Pemerintah Daerah harus melaksanakan amanat
Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan
SPAM yang bertujuan untuk membangun, memperluas dan/atau
meningkatkan sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan,
manajemen, keuangan, peran serta masyarakat, dan hukum) dalam
kesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada
masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.
Kabupaten Nabire telah menyusun Master Plan Air Minum dengan
jangka waktu perencanaan 5 tahun. Maka dari itu perlu disusun kembali
dalam bentuk Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Minum
(RISPAM) dengan jangka waktu perencanaan 20 tahun sesuai dengan
Permen PU Nomor 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan
Pengembangan SPAM. Penyusunan RISPAM ini merupakan
tranformasi dari Master Plan Air Minum yang lalu dengan
memperhatikan :
1. Data dan kondisi Master Plan Air Minum yang lalu;
2. Permasalahan dalam pelaksanaan pencapaian target pelayanan;
3. Perubahan kondisi sumber air baku; serta
4. Perkembangan penggunaan dan pemanfaatan air baku.
Semua hal-hal tersebut menjadi bahan dalam kajian penyempurnaan
dokumen perencanaan RISPAM sesuai dengan peraturan terbaru. Tata
cara penyusunan, muatan dan metodologi penyusunan dokumen harus
mengacu pada Pedoman Penyusunan Rencana Induk Pengembangan
SPAM sebagaimana tertuang dalam lampiran I Permen PU No.
18/PRT/M/2007 tetang Penyelenggaraan Pengembangan SPAM.
Selanjutnya RISPAM ini menjadi evaluasi terhadap kinerja SPAM yang
lalu serta menjadi titik tolak penyempurnaan penyusunan kebijakan air
minum yang akan dituangkan dalam RISPAM. Dokumen ini
diharapkan dapat menjadi acuan kebijakan Pengembangan SPAM di
Wilayah Kabupaten Nabire ataupun daerah lain yang memanfaatkan
sumber air baku dari Daerah Kabupaten Nabire.Lingkup Pekerjaan
Ruang lingkup pekerjaan utama terdiri dari:
A. Persiapan
Pada tahap pekerjaan persiapan Konsultan harus melaksanakan
kegiatan sebagai berikut :
1. Koordinasi dengan direksi pekerjaan.
2. Pengumpulan data awal, data primer dan sekunder, buku‐buku
referensi yang berhubungan dengan pekerjaan ini sebagai bahan
referensi medan/lapangan dan untuk penyempurnaan program kerja
sehingga akan dicapai suatu hasil pekerjaan yang maksimal.
3. Desk studi dan diskusi awal
4. Pembuatan dan penyususunan program kerja, pembagian tugas dan
pengarahan.
B. Melakukan survey dan pengukuran Rencana Pengembangan dan
Penyediaan Sarana Air Bersih di wilayah perencanaan dan sekitarnya.
Kegiatan survey ini meliputi :
1. Survey Lapangan untuk mengetahui kondisi eksisting daerah.
2. Survey Air Baku untuk mengetahui kondisi debit air baku serta
kualitasnya (5 sampel).
3. Survey Topografi, meliputi pemetaan situasi lokasi bangunan
(captering, bak penampung) skala 1 : 1.000 atau 1 : 2.000 dan trase pipa
skala horisontal 1 : 1.000 atau 1 : 2.000 skala vertikal 1 : 100, serta
pemetaan situasi lokasi bangunan IPA skala : 1.000 atau 1 : 2.000
4. Survey Haga Satuan
5. Survey Permintaan Nyata
C. Evaluasi, Analisis dan Perencanaan Teknis, meliputi :
1. Evaluasi dan analisis teknis kondisi kawasan perencanaan, yaitu :
a. Fungsi strategis kawasan perencanaan dari produk Rencana Tata
Ruang Kawasan Perkotaan (RTRK) dan Rencana Rinci Kota
b. Kondisi topografi kawasan perencanaan melalui analisis foto udara
(skala 1 : 20.000 – 1 : 5.000 dan peta topografi (skala 1 : 5.000 atau
disesuaikan dengan luas daerah studi/ perencanaan)
c. Data dan gambaran umum hidrologi, sumber air, klimatologi dan
geologi dari daerah studi
d. Data demografi saat ini dan 10 tahun terakhir, penyebaran
penduduk dan kepadatan
e. Data sosial, budaya, ekonomi, dan karakteristik wilayah yang
meliputi :
- Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
- Mata Pencaharian dan Kepadatan Penduduk
- Pengeluaran biaya hidup per bulan per keluarga
- Adat istiadat , tradisi, dan budaya
f. Data Kesehatan, kondisi sanitasi dan lingkungan yang meliputi :
- Statistik kesehatan/ kasus penyakit
- Angka kelahiran, kematian dan migrasi
- Data penyakit akibat kualitas air yang buruk
- Sarana pelayanan kesehatan
g. Sarana dan prasarana kota yang ada (infrastruktur), meliputi : ar
bersih, drainase, pembuangan air limbah dan sampah, listrik, telepon,
jalan dan sarana transportasi, kawasan pariwisata, kawasan industri,
kawasan perdagangan, kesehatan dan sosial budaya serta pendidikan.
2. Evaluasi kondisi air bersih yang ada, meliputi :
a. Teknis
- Jangkauan Pelayanan
- Tingkat Pelayanan
- Tingkat Konsumsi
- Periode Pelayanan
- Kinerja Sitem Air Bersih
- Prosedur dan kondisi operasi serta pemeliharaan
- Tingkat kehilangan air
b. Non Teknis
- Organisasi dan tata kerja
- Kondisi dan kinerja karyawan
- Kondisi dan kinerja keuangan
- Struktur dan nilai tarif air bersih
- Peraturan daerah yang berlaku
3. Analisis terhadap hasil survey permintaan nyata dari masyarakat,
yaitu meliputi :
a. Tingkat kesulitan masyarakat mendapatkan alternatif sumber air
bersih
b. Penentuan keinginan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan
air bersih
c. Penentuan standar pemakaian air bersih
d. Penelitian tingkat kemauan dan kemampuan masyarakat dalam
membeli air Survey dapat dilakukan dengan menyebarkan daftar
pertanyaan.
4. Identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengembangan Hal‐hal
yang perlu diidentifikasi antara lain :
a. Tingkat dan cakupan pelayanan yang ada
b. Unjuk kerja pelayanan
c. Tingkat kehilangan air
d. Jumlah calon pelanggan terdaftar/ potensial
e. Kapasitas yang belum dimanfaatkan (idle Capasity)
f. Kebutuhan pengembangan jaringan distribusi dan/ atau kapasitas
pengolahan
g. Unjuk kerja kelembagaa, sumber daya manusia dan keuangan
5. Perkiraan kebutuhan air
Kebutuhan air diklasifikasikan berdasarkan fungsi kawasan
perencanaan dan aktifitas masyarakat di kawasan tersebut, yaitu :
a. Domestik
- Rumah Tangga
- Sosial
b. Non Domestik
- Komersial
- Perkantoran
- Fasilitas Umum
- Industri
- Pelabuhan, dsb
Perkiraan kebutuhan air diperhitungkan juga dengan besarnya
kehilangan air.
6. Identifikasi sumber air potensial
Identifikasi air baku berdasarkan kajian hidrologis dan hidrogeologis
untuk memperoleh informasi mengenai :
a. Jarak dan beda tinggi sumber‐sumber air terhadap daerah
pelayanan
b. Debit pengambilan air yang aman
c. Kuaitas air dan pemakaian sumber‐sumber saat ini
7. Pengembangan alternatif system
Dengan memadukan prakiraan kebutuhan air dan ketersediaan sumber
air baku, maka dapat diidentifikasikan dan dikembangkan menjadi
berbagai alternatif sistem yang kemudian akan dipilih sebagai alternatif
pemecahan permasalahan/ pemenuhan kebutuhan air bersih.
Setiap alternatif harus dikaji dari aspek sosial, budaya, lingkungan
teknis, dan keuangan sehingga para ahli dapat menganalisa dengan
cepat dan cermat. Alternatif terpilih adalah yang terbaik ditinjau dari
berbagai aspek tersebut diatas dan juga merupakan kesepakatan
bersama pihak‐pihak terkait. Pradesain dari alternatif terpilih
merupakan dasar dalam prakiraan biaya investasi dan prakelayakan
proyek.
8. Pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia
Pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia yang
profesional dalam pengelolaan sistem penyediaan air bersih dirumuskan
dari rencana pengembangan pelayanan dan peningkatan sumber daya
manusia diperoleh melalui sistem pendidian dan pelatihan.
9. Pemilihan alternative system
Setiap alternatif harus dikaji kelayakan :
a. Sosial
b. Budaya
c. Lingkungan
d. Teknis
e. Keuangan
f. Ekonomi
Setiap alternaif sistem harus dipersiapkan dan disajikan secara lengkap
dan sistematis, sehingga para penilai dapat menganalisa dengan cepat
dan cermat.
10. Strategi pelaksanaan
Dalam ranka memenuhi kebutuhan air bersih disuatu kawasan, strategi
penanganannya disesuaikan dengan kebijakan dan kondisi masing‐
masing daerah dengan mempertimbangkan kapasitas sistem air bersih
yang belum terpakai, tingkat kehilangan air dan rencana tahapan
pengembangan pelayanan.
Keluaran / Output
1. Laporan Pendahuluan
2. Laporan Antara
3. Draft Laporan Akhir
4. Laporan Akhir
Gambar Rencana A3
Spesfikasi Teknis
Laporan Estimasi Biaya (Engneering Estimate)
5. Hardisk 1 TB