Penyusunan Dokumen Rispam

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 9509802
Date: 30 May 2023
Year: 2023
KLPD: Provinsi Papua Tengah
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
Method: Seleksi - Prakualifikasi Dua File - Kualitas dan Biaya
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 1,000,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 1,000,000,000
Winner (Pemenang): Biro Konsultan Teknik Estetica
NPWP: 012251385952000
RUP Code: 43627641
Work Location: Nabire - Nabire (Kab.)
Participants: 16
Applicants
Administrative Score (SA)Reason
0012251385952000Rp 990,203,80587.3789.89-
0024526808952000Rp 992,451,55567.6765.01-
0020962221952000Rp 999,555,55556.4974.09-
0767250806952000---Peserta tidak mengahadiri pembuktian kualfikasi sesuai dengan jadwal yang di telah tentukan
0019367994805000---Peserta tidak mengahadiri pembuktian kualfikasi sesuai dengan jadwal yang di telah tentukan
0017690868952000----
0021039086952000---Peserta tidak mengahadiri pembuktian kualfikasi sesuai dengan jadwal yang di telah tentukan
0702831264429000---Peserta tidak mengahadiri pembuktian kualfikasi sesuai dengan jadwal yang di telah tentukan
0033006479952000----
0032664849323000----
CV Devaryo Intan Konsultan
09*4**9****54**0----
0032808099801000----
0603506692801000----
0015763436711000----
0014894521711000----
0937625671805000----
Attachment
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN                                                
                                                                         
                                                                         
                                                                         
Nama Kegiatan  : Penyusunan Dokumen RISPAM Provinsi Papua Tengah         
Nilai Total HPS : Rp. 1.000.000.000,00                                   
                                                                         
                 (Terbilang : Satu Milyard Rupiah)                       
Sumber Dana    : Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) APBD Provinsi Papua Tengah
                                                                         
Lingkup Pekerjaan : Dengan diberlakukannya UU No 32 Tahun 2004 mengenai Pemerintah
                                                                         
                 Daerah dan Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang
                 Pengembangan sistem Penyediaan Air Minum (SPAM),        
                                                                         
                 mengamanatkan bahwa tugas pengembangan Pembangunan Jaringan
                 Air Bersih / Air Minum merupakan tugas pemerintah Kaupaten/Kota.
                                                                         
                 Seiring dengan tugas tersebut guna menuju terpenuhinya mutu dan
                                                                         
                 keluaran hasil pengembangan infrastruktur di bidang air minum,
                 khususnya Kabupaten Nabire, maka diperlukan suatu rencana induk
                                                                         
                 bagi Pemerintah Kabupaten Nabire dalam hal Sistem Penyediaan Air
                 Minum (SPAM). Sebagai salah satu produk perencanaan, rencana
                                                                         
                 teknis merupakan suatu turunan yang lingkungannya lebih sempit, tapi
                                                                         
                 memiliki kedalaman yang lebih rinci dari perencanaan produk-produk
                 yang lebih makro seperti Rencana Program Investasi Jangka Menengah
                                                                         
                 (RPIJM) Kabupaten Nabire.                               
                 Air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk meningkatkan
                                                                         
                 kualitas hidup manusia dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.
                                                                         
                 Untuk itu, sejalan dengan pentingnya peranan dan fungsi dari air minum
                 perlu direncanakan suatu Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
                                                                         
                 sebagai salah satu pemanfaatan sumber daya air dan pengolahan sanitasi
                 sebagai salah satu bentuk perlindungan dan pelestarian sumber daya air.
                                                                         
                 Pemerintah dan atau Pemerintah Daerah harus melaksanakan amanat
                                                                         
                 Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan
                 SPAM  yang bertujuan untuk membangun, memperluas dan/atau
                                                                         
                 meningkatkan sistem fisik (teknik) dan non fisik (kelembagaan,
                 manajemen, keuangan, peran serta masyarakat, dan hukum) dalam
                                                                         
                 kesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada
                                                                         
                 masyarakat menuju keadaan yang lebih baik.              
                 Kabupaten Nabire telah menyusun Master Plan Air Minum dengan
                                                                         
                 jangka waktu perencanaan 5 tahun. Maka dari itu perlu disusun kembali
                 dalam bentuk Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Minum 
                                                                         
                 (RISPAM) dengan jangka waktu perencanaan 20 tahun sesuai dengan
                                                                         
                 Permen PU Nomor  18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan  
                 Pengembangan SPAM. Penyusunan RISPAM ini merupakan      
                 tranformasi dari Master Plan Air Minum yang lalu dengan 
                                                                         
                 memperhatikan :                                         
                                                                         
                1. Data dan kondisi Master Plan Air Minum yang lalu;     
                2. Permasalahan dalam pelaksanaan pencapaian target pelayanan;
                                                                         
                3. Perubahan kondisi sumber air baku; serta              
                4. Perkembangan penggunaan dan pemanfaatan air baku.     
                                                                         
                 Semua hal-hal tersebut menjadi bahan dalam kajian penyempurnaan
                                                                         
                 dokumen perencanaan RISPAM sesuai dengan peraturan terbaru. Tata
                 cara penyusunan, muatan dan metodologi penyusunan dokumen harus
                                                                         
                 mengacu pada Pedoman Penyusunan Rencana Induk Pengembangan
                 SPAM sebagaimana tertuang dalam lampiran I Permen PU No.
                                                                         
                 18/PRT/M/2007 tetang Penyelenggaraan Pengembangan SPAM. 
                                                                         
                 Selanjutnya RISPAM ini menjadi evaluasi terhadap kinerja SPAM yang
                 lalu serta menjadi titik tolak penyempurnaan penyusunan kebijakan air
                                                                         
                 minum yang akan dituangkan dalam RISPAM. Dokumen ini    
                 diharapkan dapat menjadi acuan kebijakan Pengembangan SPAM di
                                                                         
                 Wilayah Kabupaten Nabire ataupun daerah lain yang memanfaatkan
                                                                         
                 sumber air baku dari Daerah Kabupaten Nabire.Lingkup Pekerjaan
                 Ruang lingkup pekerjaan utama terdiri dari:             
                                                                         
                 A. Persiapan                                            
                 Pada tahap pekerjaan persiapan Konsultan harus melaksanakan
                                                                         
                 kegiatan sebagai berikut :                              
                                                                         
                 1. Koordinasi dengan direksi pekerjaan.                 
                 2. Pengumpulan data awal, data primer dan sekunder, buku‐buku
                                                                         
                 referensi yang berhubungan dengan pekerjaan ini sebagai bahan
                 referensi medan/lapangan dan untuk penyempurnaan program kerja
                                                                         
                 sehingga akan dicapai suatu hasil pekerjaan yang maksimal.
                                                                         
                 3. Desk studi dan diskusi awal                          
                 4. Pembuatan dan penyususunan program kerja, pembagian tugas dan
                                                                         
                 pengarahan.                                             
                 B. Melakukan survey dan pengukuran Rencana Pengembangan dan
                                                                         
                 Penyediaan Sarana Air Bersih di wilayah perencanaan dan sekitarnya.
                                                                         
                 Kegiatan survey ini meliputi :                          
                 1. Survey Lapangan untuk mengetahui kondisi eksisting daerah.
                                                                         
                 2. Survey Air Baku untuk mengetahui kondisi debit air baku serta
                 kualitasnya (5 sampel).                                 
                                                                         
                 3. Survey Topografi, meliputi pemetaan situasi lokasi bangunan
                                                                         
                 (captering, bak penampung) skala 1 : 1.000 atau 1 : 2.000 dan trase pipa
                 skala horisontal 1 : 1.000 atau 1 : 2.000 skala vertikal 1 : 100, serta
                                                                         
                 pemetaan situasi lokasi bangunan IPA skala : 1.000 atau 1 : 2.000
                                                                         
                 4. Survey Haga Satuan                                   
                 5. Survey Permintaan Nyata                              
                                                                         
                 C. Evaluasi, Analisis dan Perencanaan Teknis, meliputi :
                 1. Evaluasi dan analisis teknis kondisi kawasan perencanaan, yaitu :
                                                                         
                 a. Fungsi strategis kawasan perencanaan dari produk Rencana Tata
                                                                         
                 Ruang Kawasan Perkotaan (RTRK) dan Rencana Rinci Kota   
                 b. Kondisi topografi kawasan perencanaan melalui analisis foto udara
                                                                         
                 (skala 1 : 20.000 – 1 : 5.000 dan peta topografi (skala 1 : 5.000 atau
                 disesuaikan dengan luas daerah studi/ perencanaan)      
                                                                         
                 c. Data dan gambaran umum hidrologi, sumber air, klimatologi dan
                                                                         
                 geologi dari daerah studi                               
                 d. Data demografi saat ini dan 10 tahun terakhir, penyebaran
                                                                         
                 penduduk dan kepadatan                                  
                 e. Data sosial, budaya, ekonomi, dan karakteristik wilayah yang
                                                                         
                 meliputi :                                              
                                                                         
                 -  Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)   
                 -  Mata Pencaharian dan Kepadatan Penduduk              
                                                                         
                 -  Pengeluaran biaya hidup per bulan per keluarga       
                                                                         
                 -  Adat istiadat , tradisi, dan budaya                  
                 f. Data Kesehatan, kondisi sanitasi dan lingkungan yang meliputi :
                                                                         
                 -  Statistik kesehatan/ kasus penyakit                  
                 -  Angka kelahiran, kematian dan migrasi                
                                                                         
                 -  Data penyakit akibat kualitas air yang buruk         
                                                                         
                 -  Sarana pelayanan kesehatan                           
                 g. Sarana dan prasarana kota yang ada (infrastruktur), meliputi : ar
                                                                         
                 bersih, drainase, pembuangan air limbah dan sampah, listrik, telepon,
                 jalan dan sarana transportasi, kawasan pariwisata, kawasan industri,
                                                                         
                 kawasan perdagangan, kesehatan dan sosial budaya serta pendidikan.
                                                                         
                 2. Evaluasi kondisi air bersih yang ada, meliputi :     
                 a. Teknis                                               
                                                                         
                 -  Jangkauan Pelayanan                                  
                 -  Tingkat Pelayanan                                    
                                                                         
                 -  Tingkat Konsumsi                                     
                                                                         
                 -  Periode Pelayanan                                    
                 -  Kinerja Sitem Air Bersih                             
                                                                         
                 -  Prosedur dan kondisi operasi serta pemeliharaan      
                 -  Tingkat kehilangan air                               
                 b. Non Teknis                                           
                                                                         
                 -  Organisasi dan tata kerja                            
                                                                         
                 -  Kondisi dan kinerja karyawan                         
                 -  Kondisi dan kinerja keuangan                         
                                                                         
                 -  Struktur dan nilai tarif air bersih                  
                                                                         
                 -  Peraturan daerah yang berlaku                        
                 3. Analisis terhadap hasil survey permintaan nyata dari masyarakat,
                                                                         
                 yaitu meliputi :                                        
                 a. Tingkat kesulitan masyarakat mendapatkan alternatif sumber air
                                                                         
                 bersih                                                  
                                                                         
                 b. Penentuan keinginan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan
                 air bersih                                              
                                                                         
                 c. Penentuan standar pemakaian air bersih               
                 d. Penelitian tingkat kemauan dan kemampuan masyarakat dalam
                                                                         
                 membeli air Survey dapat dilakukan dengan menyebarkan daftar
                                                                         
                 pertanyaan.                                             
                 4. Identifikasi permasalahan dan kebutuhan pengembangan Hal‐hal
                                                                         
                 yang perlu diidentifikasi antara lain :                 
                 a. Tingkat dan cakupan pelayanan yang ada               
                                                                         
                 b. Unjuk kerja pelayanan                                
                                                                         
                 c. Tingkat kehilangan air                               
                 d. Jumlah calon pelanggan terdaftar/ potensial          
                                                                         
                 e. Kapasitas yang belum dimanfaatkan (idle Capasity)    
                 f. Kebutuhan pengembangan jaringan distribusi dan/ atau kapasitas
                                                                         
                 pengolahan                                              
                                                                         
                 g. Unjuk kerja kelembagaa, sumber daya manusia dan keuangan
                 5. Perkiraan kebutuhan air                              
                                                                         
                 Kebutuhan air diklasifikasikan berdasarkan fungsi kawasan
                 perencanaan dan aktifitas masyarakat di kawasan tersebut, yaitu :
                                                                         
                 a. Domestik                                             
                                                                         
                 -  Rumah Tangga                                         
                 -  Sosial                                               
                                                                         
                 b. Non Domestik                                         
                 -  Komersial                                            
                                                                         
                 -  Perkantoran                                          
                                                                         
                 -  Fasilitas Umum                                       
                 -  Industri                                             
                                                                         
                 -  Pelabuhan, dsb                                       
                 Perkiraan kebutuhan air diperhitungkan juga dengan besarnya
                                                                         
                 kehilangan air.                                         
                                                                         
                 6. Identifikasi sumber air potensial                    
                 Identifikasi air baku berdasarkan kajian hidrologis dan hidrogeologis
                                                                         
                 untuk memperoleh informasi mengenai :                   
                 a. Jarak dan beda tinggi sumber‐sumber air terhadap daerah
                                                                         
                 pelayanan                                               
                                                                         
                 b. Debit pengambilan air yang aman                      
                 c. Kuaitas air dan pemakaian sumber‐sumber saat ini     
                                                                         
                 7. Pengembangan alternatif system                       
                                                                         
                 Dengan memadukan prakiraan kebutuhan air dan ketersediaan sumber
                 air baku, maka dapat diidentifikasikan dan dikembangkan menjadi
                                                                         
                 berbagai alternatif sistem yang kemudian akan dipilih sebagai alternatif
                 pemecahan permasalahan/ pemenuhan kebutuhan air bersih. 
                                                                         
                 Setiap alternatif harus dikaji dari aspek sosial, budaya, lingkungan
                 teknis, dan keuangan sehingga para ahli dapat menganalisa dengan
                                                                         
                 cepat dan cermat. Alternatif terpilih adalah yang terbaik ditinjau dari
                                                                         
                 berbagai aspek tersebut diatas dan juga merupakan kesepakatan
                 bersama pihak‐pihak terkait. Pradesain dari alternatif terpilih
                                                                         
                 merupakan dasar dalam prakiraan biaya investasi dan prakelayakan
                 proyek.                                                 
                                                                         
                 8. Pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia     
                                                                         
                 Pengembangan kelembagaan dan sumber daya manusia yang   
                 profesional dalam pengelolaan sistem penyediaan air bersih dirumuskan
                                                                         
                 dari rencana pengembangan pelayanan dan peningkatan sumber daya
                 manusia diperoleh melalui sistem pendidian dan pelatihan.
                                                                         
                 9. Pemilihan alternative system                         
                                                                         
                 Setiap alternatif harus dikaji kelayakan :              
                 a. Sosial                                               
                                                                         
                 b. Budaya                                               
                 c. Lingkungan                                           
                                                                         
                 d. Teknis                                               
                                                                         
                 e. Keuangan                                             
                 f. Ekonomi                                              
                                                                         
                 Setiap alternaif sistem harus dipersiapkan dan disajikan secara lengkap
                                                                         
                 dan sistematis, sehingga para penilai dapat menganalisa dengan cepat
                 dan cermat.                                             
                                                                         
                 10. Strategi pelaksanaan                                
                 Dalam ranka memenuhi kebutuhan air bersih disuatu kawasan, strategi
                                                                         
                 penanganannya disesuaikan dengan kebijakan dan kondisi masing‐
                                                                         
                 masing daerah dengan mempertimbangkan kapasitas sistem air bersih
                 yang belum terpakai, tingkat kehilangan air dan rencana tahapan
                                                                         
                 pengembangan pelayanan.                                 
                 Keluaran / Output                                       
                                                                         
                 1. Laporan Pendahuluan                                  
                                                                         
                 2. Laporan Antara                                       
                 3. Draft Laporan Akhir                                  
                                                                         
                 4. Laporan Akhir                                        
                   Gambar Rencana A3                                     
                                                                         
                   Spesfikasi Teknis                                     
                                                                         
                   Laporan Estimasi Biaya (Engneering Estimate)          
                 5. Hardisk 1 TB
Tenders also won by Biro Konsultan Teknik Estetica
Authority
13 April 2018Perumusan Kajian Dan Peraturan Bidang Bandar UdaraKementerian PerhubunganRp 1,300,000,000
12 January 2021Konsultan Supervisi Pembangunan Jaringan Perpipaan Spam Distrik Skanto Dan Arso Untuk Kawasan Wulukubun Kab. KeeromKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 1,000,000,000
12 December 2023Supervisi Pembangunan Bangunan Pengendali Sedimen Danau Sentani Sub Das Makanuai Dan Flavouw Kab. Jayapura; 1 Dok; 1 Dok; F; K; SycKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 1,000,000,000
22 April 2025Pengawasan Teknis Pembangunan Saluran Drainase Primer Segmen 1 Di Kelurahan Satimpo (Bantuan Keuangan Provinsi)Kota BontangRp 998,814,000
25 May 2016Studi Kelayakan Spam Regional JayataniProvinsi PapuaRp 900,000,000
20 December 2018Penilaiaan Kinerja Dan Aknop Sarana Pantai;kab. Nabire;papua;1;;nf;k;sycKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 800,000,000
30 May 2022Pengawasan Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur (Hrs) Ruas Jalan Poros Sp.11 Di Distrik Sidey,pengawasan Peningkatan Kapasitas Struktur (Hrs) Jalan Wasegipop-Bendung Aimasi Di Distrik Prafi,pengawasan Peningkatan Kapasitas Struktur (Hrs) Ruas Jalan VII-Sp.1 Distrik PrafiKab. ManokwariRp 800,000,000
30 January 2024Pengawasan Teknis Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai RT. 34 Kelurahan Api-Api (Bankeu Prov. Kaltim)Kota BontangRp 797,026,000
22 December 2018Supervisi Pengeboran Sumur Eksplorasi Air Tanah Distrik Nimbokrang;kab. Jayapura;papua;0 Dokumen; Dokumen;nf;k;sycKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 796,400,000
27 December 2019Supervisi Pembangunan Jaringan Perpipaan Spam Mendukung Pon 2020 Papua Kabupaten JayapuraKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 776,000,000