| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0029940483214000 | Rp 640,684,826 | BERDASARKAN HASIL KLARIFIKASI PADA DOKUMEN PENAWARAN HARGA YANG DIUNGGAH (UPLOAD) DALAM SPSE, BAHWA DITEMUKAN DALAM MENYUSUN DAN MEMBUAT PENAWARAN HARGA TIDAK SESUAI DENGAN KETENTUAN | |
| 0317989473214000 | Rp 694,944,454 | - | |
| 0317370807214000 | Rp 710,342,600 | BERDASARKAN HASIL KLARIFIKASI PADA DOKUMEN PENAWARAN HARGA YANG DIUNGGAH (UPLOAD) DALAM SPSE, BAHWA DITEMUKAN DALAM MENYUSUN DAN MEMBUAT PENAWARAN HARGA TIDAK SESUAI DENGAN KETENTUAN | |
| 0609742572214000 | Rp 711,101,286 | - | |
CV Naga Jaya Nusantara | 02*2**4****14**0 | Rp 652,608,430 | TIDAK MENGHADIRI UNDANGAN KLARIFIKASI ADMINISTRASI, KUALIFIKASI, TEKNIS DAN HARGA |
| 0967062803822000 | Rp 599,747,237 | TIDAK MENGHADIRI UNDANGAN KLARIFIKASI ADMINISTRASI, KUALIFIKASI, TEKNIS DAN HARGA | |
Pria Nusa Saksana | 0946034253214000 | Rp 741,716,183 | TIDAK MENYAMPAIKAN PENILAIAN KINERJA PENYEDIA SESUAI YANG DISYARATKAN DALAM LDK, DAN TIDAK MENYAMPAIKAN SERTIFIKAT STANDART TERVERIFIKASI SESUAI YANG DIMINTA DALAM LDK. |
| 0018433656214000 | Rp 673,590,500 | TIDAK MENGHADIRI UNDANGAN KLARIFIKASI ADMINISTRASI, KUALIFIKASI, TEKNIS DAN HARGA | |
| 0016636805214000 | Rp 613,892,000 | TIDAK MENGHADIRI UNDANGAN KLARIFIKASI ADMINISTRASI, KUALIFIKASI, TEKNIS DAN HARGA | |
CV Chakra Bangun Nusantara | 03*0**3****14**0 | Rp 651,861,925 | Tidak mencantumkan nama paket pekerjaan sebagai pengalaman pekerjaa pada DRH Personil manajerial a/n achmad furqan. |
| 0024835274214000 | Rp 662,873,204 | penilaian kinerja penyedia pada pekerjaan konstruksi yang disampaikan kurang dari yang disyaratkan didalam LDK. | |
Surya Cipta Natuna | 0940306327214000 | Rp 608,007,316 | TIDAK MENGUPLOAD DOKUMEN PENAWARAN |
| 0947472205214000 | Rp 625,192,224 | Terdapat kesamaan data NPWP: 2103041704920001 a/n WARTONO pada Surya Cipta Natuna Terdapat kesamaan data NPWP: 2172010710870005 a/n ANGGIE RIANTO pada Surya Cipta Natuna | |
| 0928754233211000 | - | - | |
CV Hafizh Pratama Semesta | 0803537182214001 | - | - |
| 0412397481214000 | - | - | |
| 0314993213214000 | - | - | |
| 0316663483214000 | - | - | |
CV Arkonin Jaya Raya | 02*1**2****14**0 | - | - |
| 0662459734214000 | - | - | |
PT Media Suara Birokrasi | 05*1**6****14**0 | - | - |
CV Mahakarya Citra Indonesia | 06*9**2****14**0 | - | - |
| 0316667989214000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Kegiatan :
URUSAN PENYELENGGARAN PSU
PERUMAHAN
Pekerjaan :
LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL
HUDA DESA KADUR
SPESIFIKASI TEKNIS LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
Dalam pekerjaan ini penyedia jasa harus menyediakan, membuat, memelihara
dan memperbaiki fasilitas pelayanan konstruksi yang diperlukan selama pekerjaan
berlangsung sesuai dalam Spesifikasi Teknik.
Lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut:
A. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KERJA
I. PENYIAPAN DOKUMEN PENERAPAN SMKK
II. SOSIALISASI, PROMOSI DAN PELATIHAN
III. ALAT PELINDUNG KERJA DAN PELINDUNG DIRI
IV. ASURANSI DAN PERIZINAN TERKAIT KESELAMATAN KONSTRUKSI
V. PERSONIL KESELAMATAN KONTRUKSI
VI. FASILITAS SARANA DAN PRASARANA KESEHATAN
VII. RAMBU-RAMBU YANG DIPERLUKAN
VIII. LAIN-LAIN TERKAIT PENGENDALIAN RESIKO KESELAMATAN
KERJA
B. PEKERJAAN KONSTRUKSI
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
II. PEKERJAAN STRUKTUR
III. PEKERJAAN ARSITEKTUR
IV. PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL
V. PEKERJAAN LAINNYA
VI. PEKERJAAN AKHIR
Dalam pekerjaan pembangunan ini harus dilaksanakan sesuai dengan:
1. Syarat–syarat dan ketentuan–ketentuan yang tercantum didalam Pekerjaan ini.
2. Gambar–gambar yang dilampirkan.
3. Keterangan–keterangan dan gambar yang diberikan oleh Direksi kepada
Pemborong pada waktu Rapat Penjelasan Pekerjaan/ PCM (Pre Construction
Meeting) yang termuat dalam Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan/ PCM (Pre
Construction Meeting).
4. Petunjuk–petunjuk atau saran–saran yang diberikan oleh Direksi pada waktu
pekerjaan dilaksanaan.
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
4.2.1 PEKERJAAN PENDAHULUAN
4.2.1.1 Papan Nama Proyek
Papan nama proyek adalah sebuah papan yang berisikan peringatan
atau pemberitahuan yang berfungsi untuk memberitahukan kepada
masyarakat yang melintas, jika di daerah atau lokasi tersebut sedang
berlangsung sebuah proyek. Papan nama proyek juga berfungsi sebagai
media pasif untuk melakukan ajang promosi, karena papan nama bisa
berinteraksi langsung dengan masyarakat yang melintas, jadi tanpa
disengaja mereka pasti akan membaca mengenai informasi yang tercantum
di dalam papan nama tersebut.
4.2.1.2 Sewa Gudang
Pengukuran untuk pembayaran pekerjaan sewa berdasarkan jumlah
Gudang yang disewakan
4.2.1.3 Mobilisasi dan Demobilisasi
Mobilisasi dan demobilisasi adalah kegiatan mendatangkan alat-
alat ke lokasi kerja (mobilisasi) dan mengembalikan (demobilisasi) alat-
alat proyek sesuai spesifikasi yang ditentukan dalam dokumen lelang.
Langkah kerja
a. Material dan alat dimuatkan ke dalam tongkang material dan alat di
bawa dari quari ke lokasi pembongkaran material dan alat.
b. Setelah pekerjaan selesai, Tongkang mengangkut kembali
(demobilisasi) peralatan ke quari.
4.2.2 PEKERJAAN STRUKTUR
4.2.2.1 Pembuatan 1 m3 beton mutu sedang f'c 21 MPa, secara semi mekanis
Pekerjaan beton Fc’ 21 MPa meliputi pekerjaan :
• Pekerjaan Balok 20/40
• Pekerjaan Dudukan Kubah
• Pekerjaan Balok Latei 8 x 12 cm
SPESIFIKASI TEKNIS LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
• Pekerjaan Penutup Lantai
Semua item pekerjaan di atas mengikuti metode pekerjaan di bawah ini:
Langkah kerja :
a. Buat adukan untuk beton
b. Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui
untuk pengecoran beton yang dinyatakan dalam permohonan
pelaksanaan kerja.
c. Periksa kekuatan pola yang sudah dipasang /difabrikasi, semua
ukuran dan perkuatan pola diperiksa benar dan disahkan oleh
konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
d. Pasang sparing pipa-pipa mekanikal dan elektrikal yang melintas
area pengecoran.
e. Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran
dan sampah.
f. Tuang beton ke dalam area pengecoran, pada ketika pengecoran
adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan vibrator sehingga
beton dapat padat dan tidak ada sarang tawon.
g. Hindarkan terjadinya beton setting akhir area yang akan dicor
belum siap.
h. Untuk bab horizontal ialah setelah buka bekesting, bab luar
disemprot air lalu dicure dengan curing compound.
i. Untuk bab vertical ialah web setelah deshuttering dinding
disemprot air lalu dicure dengan curing coumpound construction
joint dicure dengan air.
j. Bagian lain dicuring dengan semprotan air secara rutin selama ± 1
minggu.
k. Bekesting dapat dibongkar apabila beton sudah mencapai umurnya.
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
4.2.2.2 Pembesian / Pembuatan 1 kg penulangan kolom, balok, ring balok,
dan sloof
Pekerjaan ini meliputi :
• Pekerjaan Balok 20/40
• Pekerjaan Dudukan Kubah
• Pekerjaan Balok Latei 8 x 12 cm
Semua item pekerjaan di atas mengikuti metode pekerjaan di bawah ini:
Langkah kerja :
a. Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan memerlukan kawasan yang cukup
luas untuk menaruh, memotong besi beton dan membengkoknya
sehingga sesuai dengan gambar yang telah disetujui.
b. Besi beton yang dipakai untuk proyek ini mutu dan diameter
(spesifikasi) diubahsuaikan dengan gambar kerja dan RKS.
c. Periksa Bar Bending Schedule (BBS) dan gambar kerja pemasangan
besi.
d. Potong besi sesuai dengan ukuran yang diperlukan sesuai dengan
gambar rencana dan shop drawing dengan persetujuan dari direksi
teknis.
e. Diameter besi, jumlah besi dan jarak pembesian pada area yang mau
di-cor diperiksa dan diidentifikasikan
f. Rakit/satukan besi dengan menggunakan kawat ikat
g. Setelah perakitan besi selesai dilaksanakan besi di letakkan pada
cetakan / bekesting yang telah dibuat sebelumnya
h. Sebelum besi tulangan dihamparkan / diletakkan di dalam bekisting,
diberikan beton tahu kira-kira berukuran 2x4x4 cm dengan mutu
beton yang sama
i. Beton tahu ini berfungsi agar kedudukan tulangan pas berada di
tengah dan memberikan ruang untuk selimut beton yang cukup
j. Periksa selimut beton/beton decking, ukur jarak bersih besi terhadap
bekisting dengan meteran
k. Periksa pengikatan besi (bendrat) tidak bergeser jika diketok,
direkomendasikan agar pemotongan bendrat dilakukan difabrikasi .
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
l. Besi harus bebas dari karat, beton kering, oli/gemuk dan material lain
yang dapat mengurangi lekatan (bonding) antara besi dengan beton
m. Periksa sambungan besi, sambungan harus zigzag dengan ketentuan
sebagai berikut :
n. besi atas sambungannya di daerah lapangan (midspan)
o. besi bawah sambungannya di daerah tumpuan
p. Periksa jarak/ruang antar beton yang cukup untuk dilewati oleh
agregat beton dan vibrator
q. Periksa pembengkokan besi (bending slope) diukur dengan meteran
perbandingan tinggi dan lebar maksimum 1 : 6
r. Pada balok, posisi sleeve/conduit harus diletakkan pada midspan
(lapangan) dengan syarat diameter maksimum 1/5 h (tinggi balok) dan
diberi tulangan silang 2 sisi dengan panjang 50 d (diameter tulangan
balok )
s. Pembesian Mengikuti tabel standar pembesian pada gambar rencana /
shop drawing.
4.2.2.3 Pemasangan 1 m2 bekisting
Pekerjaan ini meliputi :
• Pekerjaan Balok 20/40
• Pekerjaan Dudukan Kubah
• Pekerjaan Balok Latei 8 x 12 cm
Semua item pekerjaan di atas mengikuti metode pekerjaan di bawah ini:
Langkah kerja :
a. Pada pekerjaan bekisting, khususnya bekisting plat dan balok biasanya
dilakukan pekerjaan perancah. Pekerjaan perancah dilakukan untuk
mendukung perencanaan pembuatan bekisting balok dan pelat.
Pertama-tama yang harus dilakukan sebelum mendirikan scaffolding
yakni memasang jack base pada kaki untuk memudahkan pengaturan
ketinggian, sehabis itu gres sanggup disusun dan disambung antara
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
yang satu dengan lainnya memakai joint pin, dan bab atasnya dipasang
U-head untuk menjepit balok kayu yang melintang.
b. Pekerjaan bekisting dilakukan sehabis pekerjaan pembesian. Hal
tersebut berlaku pada pekerjaan pembuatan kolom. Sedangkan pada
pembuatan balok dan pelat, bekisting terlebih dahulu dikerjakan.
Bekisting mempunyai fungsi dalam bangunan untuk menciptakan
bentuk dan dimensi pada suatu konstruksi beton, dan bisa memikul
beban sendiri yang gres dicor hingga konstruksi tersebut sanggup
dipikul seluruh beban yang ada.
c. Pelaksanaan pekerjaan bekisting pada pembuatan balok gres sanggup
dilakukan sehabis pekerjaan perancah selesai. Bekisting yang dibentuk
yakni bekisting balok, pelat, dan kolom. Petama-tama yang harus
dipersiapkan sebelum pembuatan bekisting yakni papan kayu, plywood
9 mm, dan balok kayu 8/12 dan 5/7 yang telah dipotong-potong sesuai
kebutuhan. Kemudian balok kayu dan plywoood tersebut dihubungkan
dengan paku, sehingga membentuk dimensi balok yang direncanakan.
Balok kayu 8/12 dipakai untuk dudukan bekisting balok pada bab atas
scaffolding. Rangka dan penopang bekisting memakai kayu 5/7 yang
dipaku, kemudian plywood yang sudah dipotong dipaku ke rangka
tersebut.
d. Pembuatan bekisting pelat dimulai dengan persiapan. Bahan yang harus
dipersiapkan yakni plywood 9 mm dan balok ukuran 5/7, 4/6 atau
sejenisnya. Pertama-tama yang harus dilakukan untuk memulai
pembuatan bekisting pelat yakni memasang multispan yang
berpegangan pada bekisting balok. Kemudian plywood yang telah
dipotong-potong diletakkan di atas balok dan disusun dengan rapi dan
rapat semoga tidak bocor.
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
4.2.3 PEKERJAAN ARSITEKTUR
4.2.3.1 Pekerjaan Pemasangan Dinding Batako
Langkah kerja :
a. Cek / sortir bata agar didapat ukuran yang sama sehingga bilamana
dipasang akan mendapat permukaan yang rata.
b. Siapkan tempat kerja dan permukaan yang akan dipasang bata.
c. Pasanglah petunjuk/alat bantu yang cukup untuk kerataan pasangan
bata/ dinding (marking).
d. Pasang Profil dengan memakai hollow besi.
e. Bersihkan area kerja dari kotoran – kotoran yang ada.
f. Bersihkan bata merah dari kotoran dan debu sebelum dipasang agar
perekat dapat bekerja dengan baik.
g. Siapkan campuran adukan tinbed/ perekat bata merah dan masukan
kedalam bak adukan / ember plastic.
h. Aduk campuran adukan hingga rata dan homogen dengan
menggunakan hand mixer.
i. Bila permukaan lantai yang akan dipasang bata merah tidak ada,
maka dipakai adukan mortar terlebih dahulu pada bagian paling dasar
agar didapatkan permukaan yang rata.
j. Lakukan pemasangan batako secara manual sebagaimana umumnya
dengan tebal speci yang dianjurkan ±3mm dengan roskam gerigi,
untuk bagian bawah joint lantai dan atas join slab menggunakan MU-
380/ 301-Tinbed.
k. Untuk memastikan kelurusan dari pasangan dinding batako tersebut
digunakan hollow alumunium / jidar Uk. 50 / 100 sebagai alat control
kerataan.
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
4.2.3.2 Pekerjaan Pemasangan Plesteran
Langkah kerja :
a. Setelah dinding bata terpasang sampai atas, pekerjaan selanjutnya
adalah melakukan pelapisan penutup dinding bata dengan
menggunakan semen plasteran. Pelapisan semen ini dilakukan dengan
diplester untuk dinding bata bagian dalam dan luar. Sebaiknya saat
memulai suatu pekerjaan plesteran hendaknya dinding batu batako
disiram terlebih dahulu dengan air agar semen plesteran cepat
menempel di dinding. Setelah seluruh dinding diplester, diamkan 1 x
24 jam (tanpa membutuhkan waktu beberapa hari) agar kadar airnya
cepat hilang. Pekerjaan plester itu biasanya dilakukan pada bidang
dinding bata ringan dan pada bagian atas pondasi (trasram/semenram).
Pekerjaan trasram untuk mencegah agar kaki tembok tidak mengisap
lembab (air) dari tanah.
b. Tembok dinding batako yang akan diplester harus datar.
c. Sebelum memulai memplester tembok harus digaruk dengan sapu lidi
dan dibersihkan dengan air tawar (air minum).
d. Tebal lapis plester dengan semen hanya 10 mm – 15 mm
e. Adukan yang dipakai : semen , pasir dan air.
f. Tembok yang akan diplester dibagi dalam beberapa bagian
(petakpetak) yang menjadi acuan ketebalan dinding agar rata.
g. Pada keempat sudut petak tembok dipasang paku dengan kepala
menonjol .± 1,5 cm dari bidang tembok, untuk merentangkan benang.
h. Jarak benang dari sisi tembok 1,5 cm dan bila ada tembok yang
menempel pada benang, maka temboknya harus dipahat dulu supaya
didapat plester sama tebal dan rata.
i. Pertemuan kusen dan dinding dibuatkan tali air dengan ukuran 5mm.
j. Di tempat-tempat tertentu yaitu pada paku dan rentangan benang
dibuat plester utama yang berhimpit dengan benang-benang tadi,
sebagai standar tebal plester.
k. Plester utama yang vertikal ini dibuat tiap-tiap jarak 1,00 meter.
Setelah ini selesai, benang dapat dilepas.
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
l. Diantara 2 lajur plester utama di isi penuh dengan adukan, kemudian
diratakan dengan jidar aluminium hollow dengan ukuran 25 x 75 mm
besar dan lurus mulai dari bawah ke atas untuk memperoleh bidang
yang rata.
m. Rusuk-rusuk dan sudut pertemuan plester tembok harus merupakan
sudut siku ( = 90°) dan ini harus diplester.
4.2.3.3 Pekerjaan Pemasangan Acian
Semua yang berkaitan dengan pekerjaan acian dinding mengikuti metode
kerja di bawah ini.
Langkah kerja :
a. cian sanggup dilaksanakan sesudah permukaan plesteran sudah
kering (cukup umur).
b. Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air.
Untuk memperoleh hasil acian yang halus, sesudah plesteran diberi
lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering digosok
dengan memakai kertas gosok.
4.2.3.4 Pekerjaan Urugan Pasir Bawah Lantai T : 5 cm
Semua yang berkaitan dengan pekerjaan penutup lantai mengikuti metode
kerja di bawah ini.
Langkah kerja :
a. Pastikan area lantai yang akan dipasang penutup lantai bersih dari
debu, kotoran, dan material lain yang dapat mengganggu daya rekat.
b. Sebelum melakukan pekerjaan penutup lantai lakukan pengurugan
pasir di bawah lantai setebal 5 cm sesuai gambar rencana secara
merata.
c. Selanjutnya lakukan pengecoran lantai setebal 5 cm di atas urugan
pasir dan tunggu minimal 7 hari sebelum melakukan pekerjaan
pemasangan ubin granit.
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
4.2.3.5 Pekerjaan Pintu dan Jendela
Semua yang berkaitan dengan pekerjaan pintu dan jendela mengikuti
metode kerja di bawah ini.
Langkah kerja :
a. Persiapan
- Lakukan pengukuran akurat pada lubang kusen di dinding untuk
memastikan kesesuaian ukuran kusen dan daun pintu/jendela.
- Siapkan semua material yang dibutuhkan, seperti profil
aluminium, kaca, aksesoris (engsel, kunci, handle), alat ukur, alat
potong, bor, obeng, serta alat bantu lainnya.
- Siapkan area kerja yang cukup luas dan aman untuk fabrikasi dan
pemasangan.
b. Fabrikasi Kusen.
- Potong profil aluminium sesuai dengan ukuran yang telah diukur,
dengan menggunakan alat potong yang sesuai.
- Sambung profil aluminium untuk membentuk kusen pintu atau
jendela, menggunakan konektor dan teknik penyambungan yang
tepat.
- Bor lubang pada kusen untuk pemasangan aksesoris (engsel,
kunci, grendel) dan pengait pada dinding.
- Pasang aksesoris pintu/jendela pada kusen sesuai dengan desain
dan spesifikasi.
c. Pemasangan Kusen
- Pasang angkur pada kusen yang akan ditanam pada dinding,
pastikan posisinya sudah sesuai dengan rencana.
- Dirikan kusen pada lubang yang telah disiapkan, pastikan posisi
kusen sudah tegak lurus dan rata dengan menggunakan unting-
unting (waterpass).
- Kencangkan angkur pada dinding untuk mengikat kusen dengan
kuat, pastikan tidak ada celah antara kusen dan dinding.
- Setelah kusen terpasang, lakukan penyetelan ulang untuk
memastikan posisi sudah benar dan presisi.
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
d. Pemasangan Daun Pintu/Jendela
- Pasang engsel dan rel pintu dorong pada daun pintu/jendela sesuai
dengan posisinya pada kusen.
- Gantungkan daun pintu/jendela pada kusen dengan engsel yang
sudah terpasang, pastikan pergerakannya lancar.
- Jika pintu/jendela menggunakan kaca, pasang kaca pada
tempatnya dengan menggunakan karet penyekat dan klip
pengunci.
- Pasang kunci dan handle pintu/jendela pada posisi yang tepat.
- Pasang aksesoris tambahan seperti grendel, kait, atau pengaman
lainnya.
4.2.4 PEKERJAAN LAINNYA
4.2.4.1 Pengadaan dan Pemasangan Kubah Induk Diameter 2,5 m dan 5 m
Semua yang berkaitan dengan pekerjaan pipa kubah mengikuti metode
kerja di bawah ini.
Langkah kerja :
a. Rangka utama kubah dibuat dari baja ringan atau pipa galvanis,
disesuaikan dengan desain dan ukuran kubah.
b. Rangka plafon dipasang di bawah rangka utama, seringkali
menggunakan kalsiboard yang dilapisi membran bakar untuk
mencegah kebocoran.
c. Rangka pendukung seperti hollow dipasang untuk menyangga panel
kubah.
d. Panel kubah galvalum diproduksi dengan proses pembentukan,
pemotongan, dan pengecatan.
e. Panel-panel kubah dipasang pada rangka pendukung dengan
menggunakan baut SDS atau roofing, memastikan sambungan yang
rapi dan kuat.
f. Panel kubah dapat dicat dengan berbagai warna sesuai keinginan,
seringkali menggunakan sistem powder coating untuk daya tahan yang
baik.
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
g. Jika ada mahkota, proses pembuatannya melibatkan perakitan
stainless steel dan dapat diwarnai dengan warna emas atau warna
lainnya.
h. Aksesoris tambahan seperti kaligrafi atau motif tertentu dapat
dipasang pada panel kubah atau plafon.
4.2.5 PEKERJAAN AKHIR
4.2.5.1 Pekerjaan Pembersihan Akhir
Pekerjaan pembersihan dilakukan untuk membersihkan area proyek dari
hal-hal yang tidak termasuk dalam pekerjaan atau barang yang sudah
tidak terpakai. Lokasi proyek harus sudah dalam keadaan bersih pada
saat penyerahan pertama maupun dalam waktu.
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
SPESIFIKASI TEKNIS LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
SPESIFIKASI TEKNIS LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR
URAIAN SINGKAT LANJUTAN PEMBANGUNAN MESJID AL HUDA DESA KADUR