| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0415156678214000 | Rp 378,376,269 | Tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi | |
| 0317370807214000 | Rp 399,984,791 | - | |
CV Naga Jaya Nusantara | 02*2**4****14**0 | Rp 352,412,290 | Sertifikat Petugas K3 Konstruksi atas nama ANDI P. SIAGIAN sudah tidak berlaku lagi, dikarenakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Oleh karena itu seluruh Sertifikat Petugas K3 Konstruksi yang diterbitkan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 05/PRT/M/2014 sudah tidak berlaku lagi. |
CV Arkonin Jaya Raya | 02*1**2****14**0 | Rp 352,412,290 | Sertifikat Petugas K3 Konstruksi atas nama SYAHRIL, A.Md sudah tidak berlaku lagi, dikarenakan telah melewati batas waktu 3 tahun sejak Sertifikat tersebut diterbitkan. |
CV Arsikon Karya Persada | 03*2**1****14**0 | - | - |
| 0314993213214000 | - | - | |
| 0030622229214000 | - | - | |
PT Marine Rajawali Group | 06*3**5****14**0 | - | - |
CV Brawijaya Teknik Konsultan | 06*8**0****14**0 | - | - |
| 0412397481214000 | - | - | |
Pria Nusa Saksana | 0946034253214000 | - | - |
| 0030622237214000 | - | - | |
| 0012317400214000 | - | - | |
CV Adto Jaya Raya | 03*6**2****14**0 | - | - |
Uraian Pekerjaan
PEKERJAAN : Pembangunan Rumah Dukha Vihara Dharma Bhakti
Kelurahan Sedanau
LOKASI : Kelurahan Sedanau , Kecamatan Bunguran Barat
A. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KERJA
I. PENYIAPAN DOKUMEN PENERAPAN SMKK
II. SOSIALISASI, PROMOSI DAN PELATIHAN
III. ALAT PELINDUNG KERJA DAN PELINDUNG DIRI
IV. ASURANSI DAN PERIZINAN TERKAIT KESELAMATAN KONSTRUKSI
V. PERSONIL KESELAMATAN KONSTRUKSI
VI. FASILITAS SARANA DAN PRASARANA KESEHATAN
VII. RAMBU-RAMBU YANG DIPERLUKAN
VIII. LAIN-LAIN TERKAIT PENGENDALIAN RESIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI
B. PEKERJAAN KONSTRUKSI
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
II. PEKERJAAN STRUKTUR
III. PEKERJAAN AKHIR.
Dalam pekerjaan pembangunan ini harus dilaksanakan sesuai dengan:
1. Syarat–syarat dan ketentuan–ketentuan yang tercantum didalam Pekerjaan ini.
2. Gambar–gambar yang dilampirkan.
3. Keterangan–keterangan dan gambar yang diberikan oleh Direksi kepada
Pemborong pada waktu Rapat Penjelasan Pekerjaan/ PCM (Pre Construction
Meeting)yang termuat dalam Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan/ PCM
(Pre Construction Meeting).
4. Petunjuk–petunjuk atau saran–saran yang diberikan oleh Direksi pada waktu
pekerjaan dilaksanaan.
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Papan Nama Proyek
Papan nama proyek ukuran 80 cm X 100 cm dipasang di lokasi yang mudah dilihat
oleh masyarakat umum. Tiang papan nama proyek ditanam kedalam tanah dengan
perkuatan pondasi umpak dari beton. Tiang dibuat dengan kayu yang kuat sehingga
tidak mudah roboh terkena cuaca luar (Tidak dibenarkan menempel papan proyek
di pohon dengan metode pembayaran lansam (ls).
2. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
Langkah kerja :
a. Tentukan luas bangunan yang direncanakan.
b. Pasang kayu patok yang sudah diruncingkan.
c. Pakukan papan pada tiang patok dengan mengelilling bangunan.
d. Pasangkan benang pada paku.
e. Tarik benang yang telah dipasangkan
2. Mobilisasi & Demobilisasi
Mobilisasi dan demobilisasi adalah kegiatan mendatangkan alat-alat ke lokasi kerja
(mobilisasi) dan mengembalikan (demobilisasi) alat-alat proyek.
B. PEKERJAAN STRUKTUR
Pekerjaan Pelangsiran Tapak
Langkah kerja :
a. Tentukan Titik perletakan Tapak
b. Setelah titik kolom sudah pada garis centre
c. Turunkan tapak secara perlahan pada titik centre dengan menggunakan chainblok
PEKERJAAN BETON
Pekerjaan Beton meliputi :
• Pekerjaan Tapak 80x80x30 cm
• Pekerjaan Kolom 30x30 cm
• Pekerjaan Balok 25x40 cm
• Pekerjaan Lantai
• Pekerjaan Kolom 20x20 cm
• Pekerjaan Kolom Praktis
• Pekerjaan Balok 15x20 cm
• Pekerjaan Balok 9x12 cm
• Pekerjaan Listplank Beton
Langkah kerja :
Tahap 1 ( Pengecoran )
• Siapkan cheklist untuk pengecoran.
• Tentukan elevasi dan batas-batas pengecoran dengan
menggunakan waterpass / selang ukur.
• Bersihkan lokasi pengecoran dengan menggunakan kompressor atau
yang telah diatus dalam spektek.
• Tuangkan adukan beton dari dari alat angkut menuju begesting
• Padatkan beton dengan alat Vibrator.
• Ratakan permukaan beton dengan alat garuk cor dan jidar.
Tahap 2 ( Perawatan beton )
Beton yang sudah di cor harus dijaga agar tidak kehilangan kelembaban
untuk paling sedikit 14 ( empat belas ) hari. Untuk keperluan tersebut
ditetapkan cara sebagai berikut :
• Beton yang telah di cor dihindarkan dari benturan benda keras
selama 3 x24 Jam setelah pengecoran.
• Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari
pekerjaan lain.
Dipergunakan karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai
penutup beton.
❖ Pekerjaan Pembesian
Langkah kerja :
Langkah-langkah pemasangan pembesian adalah :
• Periksa Bar Bending Schedule (BBS) dan gambar kerja pemasangan
besi.
• Potong besi sesuai dengan ukuran yang diperlukan sesuai dengan
gambar rencana dan shop drawing dengan persetujuan dari direksi
teknis.
• Diameter besi, jumlah besi dan jarak pembesian pada area yang mau
di-cor diperiksa dan diidentifikasikan
• Rakit/satukan besi dengan menggunakan kawat ikat
• Setelah perakitan besi selesai dilaksanakan besi di letakkan pada
cetakan / bekesting yang telah dibuat sebelumnya
• Sebelum besi tulangan dihamparkan / diletakkan di dalam bekisting,
diberikan beton tahu kira-kira berukuran 2x4x4 cm dengan mutu beton
yang sama
• Beton tahu ini berfungsi agar kedudukan tulangan pas berada di
tengah dan memberikan ruang untuk selimut beton yang cukup
• Periksa selimut beton/beton decking, ukur jarak bersih besi terhadap
bekisting dengan meteran
• Periksa pengikatan besi (bendrat) tidak bergeser jika diketok,
direkomendasikan agar pemotongan bendrat dilakukan difabrikasi .
• Besi harus bebas dari karat, beton kering, oli/gemuk dan material lain
yang dapat mengurangi lekatan (bonding) antara besi dengan beton
• Periksa sambungan besi, sambungan harus zigzag dengan ketentuan
sebagai berikut :
- besi atas sambungannya di daerah lapangan (midspan)
- besi bawah sambungannya di daerah tumpuan
• Periksa jarak/ruang antar beton yang cukup untuk dilewati oleh
agregat beton dan vibrator
• Periksa pembengkokan besi (bending slope) diukur dengan meteran
perbandingan tinggi dan lebar maksimum 1 : 6
• Pada balok, posisi sleeve/conduit harus diletakkan pada midspan
(lapangan) dengan syarat diameter maksimum 1/5 h (tinggi balok)
dan diberi tulangan silang 2 sisi dengan panjang 50 d (diameter
tulangan balok )
• Pembesian Mengikuti tabel standar pembesian pada gambar
rencana / shop drawing
❖ Pekerjaan Bekisting
Alat ,bahan dan tenaga yang digunakan :
Alat :
- Gergaji
- Palu
- Alat Bantu
Bahan
- Kayu Kelas III
- Multiplek T. 9mm
- Dolken kayu Ø 8-10 cm
- Paku 5 – 10 cm
- Minyak Bekisting
Langkah kerja :
o Setelah Besi dipasang (dirangkai), Papan/Tripleks Bekisting dipasang
Tegak di kedua Sisi Luarnya (Beri Jarak 5 cm) untuk Selimut Beton. Lalu
Papan/Tripleks Bekisting tersebut diperkuat dengan Skor Kayu agar
tidak rusak dan pecah pada saat pengecoran
o Pemasangan Bekisting bisa juga dilakukan sebelum Besi Tulangan
dipasang. Lalu diperkuat dengan Skor Kayu pada jarak tertentu agar
Bekisting tersebut kuat dan (tidak rusak saat pengecoran).
PASANGAN DINDING, PLESTERAN
1. Pekerjaan Pasangan Batako
Alat ,bahan dan tenaga yang digunakan :
Alat :
- Meteran
- sendok semen/roskam
- waterpass
- ember plastic
- alat lot
- benang
- Alat Bantu
Bahan
- Batako Padat Ukuran minimal
• Panjang 36 cm
• Lebar 15 cm
• Tebal 8 cm
- Semen
- Pasir
- Air
- Kepala Tukang
a. Lingkup kerjaan
Meliputi Pengadaan bahan dan pemasangan dinding sisi dalam dan
luar sesuai dengan ditunjukkan pada gambar
b. Bahan
• Bahan dinding
Sebelum pekerjaan dimulai, memberikan contoh bahan kepada
Pengawas untuk dimintakan persetujuannya. Contoh batu bata
yang telah disetujui disimpan di kantor proyek. Apabila bahan
yang datang tidak sesuai dengan contoh yang telah disetujui, maka
Pengawas berhak menolak bahan tersebut dan segera
mengeluarkan bahan tersebut dari lokasi proyek dalam waktu 2 kali
24 jam.
• Bahan untuk campuran siar bata
Bahan yang dipakai untuk campuran siar bata memakai semen,
pasir, air.
c. Pelaksanaan
- Siapkan alat kerja dan bahan seperti bata, meteran, sendok
semen/roskam, palu karet, waterpass, ember plastik, alat lot, benang,
gergaji, dll.
- Cek / sortir bata agar didapat ukuran yang sama sehingga bilamana
dipasang akan mendapat permukaan yang rata.
- Siapkan tempat kerja dan permukaan yang akan dipasang bata.
- Pasanglah petunjuk/alat bantu yang cukup untuk kerataan pasangan
bata/ dinding (marking).
- Pasang Profil dengan memakai hollow besi.
- Pasang starterbar lantai atas dan bawah sesuai gambar, termasuk
pasang besi kolom praktis sesuai gambar.
- Jangan pasang dinding sebelum starter bar atas dan bawah
terpasang.
- Bersihkan area kerja dari kotoran – kotoran yang ada.
- Bersihkan bata dari kotoran dan debu sebelum dipasang agar
perekat dapat bekerja dengan baik.
- Basahkan bata dengan air.
- Siapkan campuran adukan tinbed/ perekat bata dan masukan
kedalam bak adukan / ember plastik
- Aduk campuran adukan hingga rata.
- Bila permukaan lantai yang akan dipasang bata tidak ada, maka
dipakai adukan mortar terlebih dahulu pada bagian paling dasar agar
didapatkan permukaan yang rata. (Leveling)
- Lakukan pemasangan bata secara manual sebagaimana umumnya
dengan tebal speci yang dianjurkan ± 2 - 3cm dengan roskam.
- Pemasangan starter bar pada kolom praktis disesuaikan dengan
spesifikasi yang telah disetujui.
- Untuk memastikan kelurusan dari pasangan dinding bata tersebut
digunakan hollow alumunium / jidar Uk. 50 / 100 sebagai alat control
kerataan.
d. Pengukuran
Pengukuran untuk pembayaran Pasangan bata harus dilakukan
berdasarkan Luas/m2 yang sebenar-benarnya terpasang dalam metrik
meter persegi (m2)terpasang yang dihitung dari panjang x lebar seperti
tampak dalam gambar atau atas petunjuk Direksi. Pasangan bata
overlap yang ditunjukkan dalam gambar atau diminta oleh Direksi harus
dibayar sesuai dengan harga satuan dalam kontrak. Bila ada tambahan
pasangan bata dalam overlap melebihi yang diperlukan untuk
kemudahan kerja Kontraktor, maka tidak ada pembayaran tambahan.
e. Pembayaran
Mata Pembayaran Pekerjaan Pasangan Bata = M2
Pekerjaan Plesteran
Alat ,bahan dan tenaga yang digunakan :
Alat :
- Meteran
- sendok semen/roskam
- waterpass
- ember plastic
- alat lot
- benang
- Alat Bantu
Bahan
- Semen
- Pasir
- Air
1. Lingkup Pekerjaan
- Termasuk dalam pekerjaan plesteran ini adalah penyediaan tenaga
kerja, bahan, peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat-alat angkut
yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan plesteran dinding,
sehingga dapat dicapai hasil plesteran yang bermutu baik.
- Pekerjaan plesteran dan Acian dinding dikerjakan pada permukaan
dinding pasangan bata, kecuali bagian bidang yang akan dipasang
keramik maka pelaksanaanya hanya Plesteran tanpa Acian
- Plesteran boleh dikerjakan apabila seluruh Sparing instalasi jaringan
listrik, antena TV, AC, air bersih, air kotor / bekas, air hujan, sudah selesai
dipasang.
2. Bahan
- Bahan yang dipakai untuk plesteran batako adalah semen dan pasir
sesuai dengan spesifikasi teknis dan petunjuk atau yang disetujui dari
konsultan pengawas dan direksi.
3. Pelaksanaan
- Setelah dinding bata terpasang sampai atas, pekerjaan selanjutnya
adalah melakukan pelapisan penutup dinding bata dengan
menggunakan semen plasteran. Pelapisan semen ini dilakukan dengan
diplester untuk dinding bata bagian dalam dan luar. Sebaiknya saat
memulai suatu pekerjaan plesteran hendaknya dinding batu batako
disiram terlebih dahulu dengan air agar semen plesteran cepat
menempel di dinding. Setelah seluruh dinding diplester, diamkan 1 x 24
jam (tanpa membutuhkan waktu beberapa hari) agar kadar airnya
cepat hilang. Pekerjaan plester itu biasanya dilakukan pada bidang
dinding bata ringan dan pada bagian atas pondasi
(trasram/semenram). Pekerjaan trasram untuk mencegah agar kaki
tembok tidak mengisap lembab (air) dari tanah.
- Pelaksanaan Memplester Tembok Dinding Batako adalah sebagai
berikut :
▪ Tembok dinding batako yang akan diplester harus datar.
▪ Sebelum memulai memplester tembok harus digaruk dengan sapu
lidi dan dibersihkan dengan air tawar (air minum).
▪ Tebal lapis plester dengan semen hanya 10 mm – 15 mm
▪ Adukan yang dipakai : semen , pasir dan air.
▪ Tembok yang akan diplester dibagi dalam beberapa bagian
(petakpetak) yang menjadi acuan ketebalan dinding agar rata.
▪ Pada keempat sudut petak tembok dipasang paku dengan kepala
menonjol .± 1,5 cm dari bidang tembok, untuk merentangkan
benang.
▪ Jarak benang dari sisi tembok 1,5 cm dan bila ada tembok yang
menempel pada benang, maka temboknya harus dipahat dulu
supaya didapat plester sama tebal dan rata.
▪ Pertemuan kusen dan dinding dibuatkan tali air dengan ukuran 5mm.
▪ Di tempat-tempat tertentu yaitu pada paku dan rentangan benang
dibuat plester utama yang berhimpit dengan benang-benang tadi,
sebagai standar tebal plester.
▪ Plester utama yang vertikal ini dibuat tiap-tiap jarak 1,00 meter.
Setelah ini selesai, benang dapat dilepas.
▪ Diantara 2 lajur plester utama di isi penuh dengan adukan, kemudian
diratakan dengan jidar aluminium hollow dengan ukuran 25 x 75 mm
besar dan lurus mulai dari bawah ke atas untuk memperoleh bidang
yang rata.
▪ Rusuk-rusuk dan sudut pertemuan plester tembok harus merupakan
sudut siku ( = 90°) dan ini harus diplester.
▪ Acian dinding halus tanpa berserat (tidak boleh di kuas) dapat
dilaksanakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering benar).
▪ Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik,
atau akibat lainnya, maka plesteran tersebut dibongkar dan
diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Pengawas
dengan biaya atas tanggungan Pihak Kami. Selama 7 (tujuh) hari
setelah pengacian selesai penyedia selalu menyiram dengan air
sampai jenuh sekurang kurangnya 1 kali sehari.
▪ Sudut-sudut luar dinding Seluruh sudut vertical, dikerjakan dengan
baik, tegak dan lurus.
▪ Pekerjaan finishing (pengecatan) dapat dilakukan jika plesteran-
acian sudah memenuhi spesifikasi kelembaban dinding yang
ditentukan.
PEKERJAAN STRUKTUR ATAP
1) Pemasangan Atap Spandek T. 03 mm
Langkah kerja :
a. Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor, kedataran nok
maupun sisi atap, dan memastikan support overhang terpasang dengan benar .
b. Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup atap yang digunakan.
c. Memasang satu jalur penutup atap terlebih dahulu dari bawah ke atas.
Pemasangan penutup atap harus lurus dan rapi biar polanya menjadi rapi dan
tidak berbelok – belok.
d. Pemasangan atap seng bergantian dengan pembongkaran atap lama. Jika sat
lembar atap di bongkar maka 1 lembar atap di pasang untuk mencegah
keruskan plafon di bawah saat terjaidnya hujan.
2) Pekerjaan Kayu
Pekerjaan kayu meliputi :
• Pemasangan Gording Kayu
• Pemasangan Kuda-kuda Kayu
Metode kerja pemasangan konstruksi kayu yaitu :
a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang gording
kayu dan kuda-kuda.
b. Kesepakatan tentang material yang akan digunakan, mempersiapkan lahan
kerja. Mempersiapkan material kerja, antara lain : Kayu Kelas II
c. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, bor listrik, dll. Lebih dahulu juru
ukur/ surveyor menentukan dan menandai (marking) lokasi yang akan dipasang
gording baja dan dudukan gording.
d. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku,
dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
e. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian
bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di
bawahnya.
f. Memberi tanda posisi perletakan kayu sebagai dudukan kuda-kuda dan
pemasangan, sesuai dengan gambar rencana. Mengangkat gording kayu dan
dudukan kayu secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan kerusakan.
Pek. Pemasangan Closet Jongkok
Semua yang berkaitan dengan pekerjaan sanitasi mengikuti metode kerja di bawah
ini.
Langkah kerja :
a. Persiapan material kerja, antara lain : Kloset jongkok
b. Terlebih dahulu dilakukan pengukuran (marking area) untuk titik penempatan dan
elevasi ketinggian alat sanitair.
c. Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitair dan asseccoriesnya dapat dikerjakan
bersamaan dengan pekerjaan pengecatan atau pada saat bangunan pada tahap
penyelesaian untuk serah terima, hal ini dilakukan untuk menjaga alat-alat sanitair
tersebut tidak rusak/hilang sebelum bangunan digunakan.
d. Beri tanda (marking area) untuk penempatan posisi alat sanitair.
e. Pastikan posisi titik inlet untuk connect ke alat sanitair sudah terpasang sesuai
dengan gambar kerja.
f. Untuk inlet berupa drat, penyambungan terlebih dahulu menggunakan seal tape.
g. Pasang alat sanitary pada posisi yang telah diberi tanda.
h. Proteksi alat sanitair yang sudah terpasang.
i. Untuk testing pada pekerjaan sanitair adalah test fungsi alat sanitair.
Pemasangan Listplank Kayu
Langkah Kerja
a. Lakukan penyiapan papan listplank papan
b. Tandai letak/ posisi pemasangan serta kerataan pasangan listplank
c. Pasang listplank pada tepi atap sesuai dengan posisi yang telah ditandai
sebelumnya dengan menggunakan paku skrup
d. Lakukan pemeriksaan kerataan dan kerapian pasangan listplank
Pengecatan Listplank Kayu
Langkah Kerja
a. Warna cat telah disetujui Pengawas/ Perencana.
b. Permukaan kayu diamplas sampai halus, debu atau jamur yang melekat
dibersihkan.
c. Setelah dibersihkan, lalu diberi lapisan cat Dasar sebanyak 1 lapis sampai benar-
benar rata.
d. Setelah lapisan dasar mengering, lalu diamplas halus.
e. Setelah seluruh permukaan kayu diamplas halus, lalu diberi lapisan sampai benar-
benar rata warnanya dan hasilnya dapat diterima oleh pengawas/ Pemberi
Tugas/Perencana.
f. Pengecatan halus menggunakan kuas.
g. Cara-cara pengecatan mengikuti petunjuk/ spesifikasi yang dikeluarkan oleh
pabrik cat.
h. Aplikasi pengecatan, dilakukan oleh tenaga yang telah berpengalaman dan telah
mendapatkan rekomendasi dari Pengawas atau dari produksi cat.
i. Memberikan surat jaminan yang dikeluarkan oleh pabrik cat, bahwa cat yang
dipakai, mulai dari cat dasar dan cat akhir adalah benar dari produksi yang sama.
Pekerjaan Pintu dan Jendela
Semua yang berkaitan dengan pekerjaan pemasangan pintu dan Jendela mengikuti
metode kerja di bawah ini.
Langkah kerja :
a. Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan dipasang
kusen Kayu apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum.
b. Kusen Kayu dan pintu sudah di buat dan dibawa lokasi proyek
Pekerjaan Pembersihan Akhir
Pekerjaan pembersihan dilakukan untuk membersihkan area proyek dari hal-hal yang
tidak termasuk dalam pekerjaan atau barang yang sudah tidak terpakai. Lokasi proyek
harus sudah dalam keadaan bersih pada saat penyerahan pertama maupun dalam waktu
pemeliharaan sampai waktu penyerahan secara administratif dari segala hal yang dapat
mengganggu operasional bangunan.
Pejabat Pembuat Komitmen
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan
Permukiman dan Pertanahan
Kabupaten Natuna
EDI RIANTO, ST
NIP. 19740122 200212 1 006