URAIAN PEKERJAAN
I. PASANGAN BATU KALI
1.0. LINGKUP PEKERJAAN.
Pekerjaan ini meliputi konstruksi yang dibuat dari pasangan batu kali seperti
pasangan pondasi dan lainnya ditunjukkan dalam Gambar Kerja atau sesuai
petunjuk Manajer Proyek. Pekerjaan ini meliputi, tetapi tidak terbatas pada
pengadaan bahan, tenaga kerja dan semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan pekerjaan pasangan batu kali, sesuai batas, tingkat, bagian
dan dimensi seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
2.0. STANDAR/RUJUKAN.
2.1 Batu kali
Batu kali harus memiliki sisi terpanjang maksimal 150mm, dan memiliki
minimal 3 bidang kontak.
Batu kali harus keras, bersifat kekal dan tidak boleh mengandung bahan
yang dapat merusak.
2.2 Adukan
Adukan dan pelesteran harus memenuhi ketentuan Divisi 4 Pekerjaan
Pelesteran.
3.0. PELAKSANAAN PEKERJAAN
3.1 Umum.
Semua peralatan seperti alat pencampur beton harus disetujui Manajer
Proyek sebelum pelaksanaan pekerjaan. Alat harus dalam keadaan baru,
dengan mesin cadangan atau suku cadang yang mudah diperoleh.
Semua peralatan pengoperasian, alat-alat dan lainnya, harus dalam
keadaan baru dan berkualitas baik. Semuanya harus disetujui Manajer
Proyek.
3.2 Pemilihan dan Penempatan Bahan.
- Bila pasangan batu kali akan ditempatkan di atas pondasi yang telah
disediakan, pondasi tersebut harus kokoh dan padat, normal terhadap
dinding dan harus disetujui Manajer Proyek. Perhatian khusus harus
diberikan untukmencegah rangkaian yang terdiri dari batu-batu kecil
atau batu-batu berukuran sama. Batu-batu besar digunakan untuk
pasangan pada bagian daar dan batubatu besar yang terpilih
digunakan pada bagian sudut. Semua batu harus dibersihkan secara
menyeluruh dan dibasahi sebelum dipasang dan bagian yang akan
menerima batu-batu tersebut harus dibersihkan, bebas dari bahan-
bahan anorganik, dan harus dilembabkan terlebih dahulu sebelum
diberi adukan. Batu-batu harus diletakkan dengan bagian terpanjang
menghadap arah horisontal dengan adukan penuh, dan sambungan-
sambungan harus ditutup dengan adukan.
- Permukaan ekspos batu-batu individual harus dipasang paralel
dengan permukaan dinding di mana batu tersebut dipasang.
- Selama konstruksi, batu-batu harus diperlakukan sedemikian rupa
agar tidak mengganggu atau merusak batu-batu yang telah terpasang.
Peralatan yang sesuai harus disediakan untuk memasang batu-batu
berukuran lebih besar dari 2 pasangan. Tidak diijinkan menggulingkan
atau memutar batu-batu yang telah terpasang. Bila sebuah batu
terlepas setelah adukan mengeras, maka harus segera disingkirkan,
adukannya dibersihkan dan diganti dengan adukan baru.
- Toleransi elevasi akhir saluran harus bervariasi tidak lebih dari 10mm
di atas atau di bawah elevasi desain pada setiap titik.
3.3 Alas/Landasan dan Sambungan.
Tebal alas/landasan untuk permukaan batu harus bervariasi dari 20 mm
sampai 50 mm dan tidak boleh lebih dari lima batu pada garis lurus. Tebal
sambungan dapat bervariasi dari 20 mm sampai 50mm dan tidak boleh
lebihdari 2 batu pada garis lurus. Semua harus membentuk sudut dengan
bidang vertikal dari 0o sampai 450. Permukaan batu harus mengikat
minimal 150mm pada arah longitudinal dan 50mm pada arah vertikal.
Tidak boleh terjadi sudut dari 4 buah batu saling bersebelahan satu sama
lain. Alas melintang untuk permukaan vertikal harus rata, dan untuk
dinding miring, alas bisa bervariasi dari rata sampai tegak lurus terhadap
permukaan.
3.4 Headers.
Header atau saluran pembagi harus didistribusi secara seragam ke
seluruh struktur dinding sehingga membentuk 1/5 dari permukaan
ekspos.
Saluran tersebut harus memiliki panjang sedemikian rupa dari
permukaan dinding ke dalam minimal 300 mm. Bila tebal dinding 45mm
atau kurang, saluran pembagi harus memiliki panjang penuh dari
permukaan muka ke belakang.
3.5 Backing.
Backing atau penumpu harus dibuat dari batu-batu berukuran besar dan
harus dipasang dengan cara yang rapi. Batu-batu yang membentuk
dinding penumpu arus terikat baik dengan batu-batu yang membentuk
permukaan dinding. Semua celah atau bukaan kecil harus diisi dengan
adukan. Batu-batu berupa pecahan kecil harus digabungkan dan
dikelilingi dengan adukan, dipadatkan kedalam celah.
3.6 Batas.
Sambungan alas dan vertikal harus diisi dengan adukan dan
penyelesaian harus rata dengan permukaan batu ekspos.
3.7 Perlindungan terhadap Cuaca.
Semua pasangan batu harus dilindungi terhadap cuaca pada bagian
atasnya dengan menambahkan lapisan adukan setebal 20 mm sehingga
diperoleh permukaan yang rata seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja,
dan diselesaikan dengan tepi berbentuk miring.
3.8 Lubang Drainase.
Semua dinding penahan tanah harus dilengkapi dengan lubang drainase.
Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja, lubang drainase harus
dibuat dari pipa PVC dan ditempatkan pada titik terendah pada bagian
yang leluasa dan dipasang pada setiap jarak tidak lebih dari 200 cm
dengan diameter maksimal 50 mm.
Batu pecah yang sesuai untuk penyaring harus ditempatkan di belakang
setiap lubang drainase.
1. Pembersihan Permukaan.
Segera setelah adukan ditempatkan, semua permukaan pasangan batu kali
yang terlihat harus dibersihkan secara menyeluruh dari cipratan adukan dan
harus dijaga sedemikian rupa sampai pekerjaan selesai.
2. Perawatan.
Pasangan batu kali harus dilindungi dari cahaya matahari dan secara terus-
menerus harus dibasahi dengan cara yang disetujui selama 3 (tiga) hari
setelah pekerjaan selesai.
II. PLESTERAN
Plesteran batu kali adalah pekerjaan melapisi permukaan dinding yang terbuat dari
pasangan batu kali dengan campuran bahan tertentu, biasanya semen, pasir, dan
air, untuk menghasilkan permukaan yang lebih rata, halus, dan siap untuk tahap
selanjutnya seperti acian atau finishing. Plesteran ini berfungsi untuk menutup pori-
pori, retakan, dan ketidaksempurnaan pada permukaan dinding batu kali, serta
memberikan kekuatan dan daya tahan lebih baik pada struktur.
Spesifikasi Plesteran Batu Kali:
1. Bahan:
• Semen: Menggunakan semen yang sama dengan yang digunakan untuk
pekerjaan beton.
• Pasir: Menggunakan pasir yang berbutir, tajam, dan keras, dengan kadar
lumpur tidak lebih dari 5%. Pasir harus memenuhi persyaratan PUBB NI-
1970 atau NI-3.
• Air: Bersih dan tidak mengandung zat yang dapat merusak atau
mengurangi kekuatan adukan.
2. Campuran:
• Perbandingan campuran plesteran yang umum digunakan adalah 1 bagian
semen : 3 bagian pasir (1 pc : 3 ps).
• Untuk siaran dinding saluran, campuran yang digunakan bisa 1 pc : 2 ps.
3. Pelaksanaan:
• Persiapan Permukaan:
Dinding batu kali harus dibersihkan dari kotoran, debu, dan material lepas
lainnya. Permukaan juga perlu dibasahi agar plesteran tidak cepat kering
dan retak.
• Ketebalan:
Ketebalan plesteran biasanya berkisar antara 15 mm hingga 25 mm atau
lebih, tergantung pada kebutuhan.
• Teknik Pemasangan:
Plesteran harus dipasang dengan baik, menghasilkan permukaan yang
lurus, rata, dan siku.
• Perawatan:
Setelah dipasang, plesteran perlu dijaga kelembabannya agar tidak retak.
4. Persyaratan:
• Plesteran harus rata, halus, dan tidak bergelombang.
• Sudut dan tepi plesteran harus rapi dan siku.
• Plesteran harus merekat kuat pada permukaan dinding batu kali.
• Plesteran harus kering sempurna sebelum dilakukan tahap selanjutnya.
5. Perbedaan dengan Acian:
• Acian adalah lapisan tipis yang diaplikasikan di atas plesteran untuk
menghasilkan permukaan yang sangat halus dan siap untuk pengecatan
atau pelapisan lainnya.
• Plesteran berfungsi untuk meratakan dan menutup ketidaksempurnaan
pada dinding, sedangkan acian berfungsi untuk menghasilkan permukaan
yang sangat halus.