URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pemeliharaan Jalan Akses Menuju Pesantren Hj. Sofiah Kec. Gandus
A. Pekerjaan pendahuluan
Uraian singkat pekerjaan pada kegiatan ini meliputi Pekerjaan pendahuluan yang terdiri dari :
1. Pekerjaan pengukuran
Pekerjaan pengukuran dilakukan setelah turunnya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah
ditandatangani olek PPK kegiatan tersebut. Pekerjaan pengukuran ini dilakukan bersama dengan
pihak pembei pekerjaan yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang
Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk menentukan titik tetap permulaan dan akhir pekerjaan
di lokasi pekerjaan.
2. Pembersihan lapangan
Sebelum pekerjaan dimulai, lokasi pekerjaan harus dilakukan pembersihan untuk membuang
benda-benda yang dapat menggangu proses pengerjaan dan agar hasil pekerjaan tersebut dapat
maksimal. Contohnya misalnya pembersihan sampah-sampah plastik atau rumput liar yang ada di
lokasi yang akan di cor agar hasilnya rapi dan bagus.
3. Pengadaan direksi keet
Pengadaaan direksi keet digunakan untuk tempat penyimpanan bahan dan peralatan kerja,
dimana direksi keet tersebut disewa didekat lokasi pekerjaan
4. Pembuatan papan nama proyek.
Pembuatan papan nama proyek diperuntukkan untuk mengetahui lokasi pekerjaan dan identitas
pekerjaan.
B. Pekerjaan Box Culvert
1. Pembersihan area dari vegetasi dan material lain yang tidak diperlukan, Pemasangan bouwplank untuk
menentukan batas galian dan elevasi. Pekerjaan Pemasangan cerucuk gelam dipancang ke dalam tanah hingga
mencapai kedalaman yang diperlukan, Jarak antar cerucuk disesuaikan dengan kondisi tanah desain. Kayu cerucuk
harus lurus, kuat dan tidak retak. Kepala cerucuk dipotong rata dan diberi bahan pengawet sebelum pengecoran.
2. Lapis Pondasi bawah Beton Kurus (Ready Mix K-125)
Lantai kerja dibuat dari beton Ready mix K-125 dengan tebal 10 cm. Pemasangan plastic atau lapisan lain di atas
cerucuk untuk mencegah campuran beton dengan tanah. Pengecoran lantai kerja dilakukan setelah memastikan
Elevasi dan kelurusan
3. Pekerjaan Baja Tulangan Polos-BjTP 280 (Penulangan Box Culvert)
Pekerjaan pertama yaitu para pekerja akan merakit tulangan-tulangan yang akan dipakai di bagian struktur box
culvert ini sesuai dengan perencanaan. Pembentukan sudut-sudut tulangan dilakukan dengan cara manual di mal
yang sudah disiapkan. Setelah itu pekerjaan penulangan ini dilakukan dalam beberapa fase. Fase pertama yaitu
penulangan bagian dasar dan dinding box culvert. Pemasangan tulangan harus sesuai dengan jumlah dan jarak
yang ditentukan dalam gambar rencana. Tulangan akan diikat dengan bendrat. Tulangan harus ditempatkan
dengan teliti pada posisi sesuai dengan rencana, dan juga harus dijaga jarak antara tulangan dengan tulangan,
jarak antara tulangan dengan bekisting untuk mendapatkan tebal selimut beton uang direncanakan.
Setelah proses penulangan bagian dasar dan dinding box culvert telah selesai dikerjakan maka dilanjutkan dengan
pembuatan bekisting agar selimut beton yang direncakanan dapat terpenuhi setelah itu dilakukan pengecoran
bagian dasar box culvert.
4. Pengecoran bagian bawah box culvert (Perkerasan Beton Semen (Ready Mix K-300))
Proses Pengecoran dilakukan dengan menggunakan concrete mixer dengan beton K.300. Setelah itu pengecoran
pertama bagian box culvert siap dilakukan. Adukan beton akan disalurkan dari truk pengaduk menuju ke bagian
pengecoran. Segera setelah beton dituangkan di area pengecoran, adukan agregat beton harus segera dipadatkan.
Pembongkaran bekisting dapat dilakukan jika umur beton sudah mencapai 28 hari.
5. Pengecoran bagian dinding box culvert
Pengecoran selamjutnya dilakukan jika umut beton sudah memenuhi. Setelah umur beton bagian bawah box
culvert telah mencapai maka dilanjutkan dengan pengecoran bagian dinding. Bekisting akan dipasang dengan
ukuran dan sesuai dengan gambar rencana agar selimut beton yang direncanakan dapat memenuhi. Agregat beton
akan disalurkan melalui alat concrete pump, setekah agregat dituangkan segera dilakukan proses pemadatan
menggunakan alat concrete vibrator. Pembongkaran bekisting dapat dilakukan jika umur beton sudah memenuhi.
Jika bekisting sudah dibongkar maka pekerjaan selanjutnya dapat dikerjakan.
6. Penulangan bagian atas dan wingwall Box Culvert
Tulangan akan dipasang denga teliti dan diikat dengan kawat bendrat, jarak antar tulangan harus diperhatikan
sesuai gambar rencana. Setelah penulangan dan bekisting selesai dikerjakan maka pengecoran bagian badan atas
dan wingwall dapat dikerjakan
7. Pengecoran bagian badan atas dan sayap box culvert
Proses pengecoran bagian ini sama dengan proses pengecoran bagian badan atas box culvert menggunakan alat
yang sama yaitu concrete mixer sebagai alat untuk mencampur adukan agregat beton. Kebersihan pada saat
pengecoran juga harus selalu dijaga. Proses selanjutnya adalah pembongkaran bekisting. Pembongkaran bekisting
ini dapat dilakukan jika umur beton rencana sudah memenuhi. Selanjutnya pembongkaran bekisting, dapat
dilakukan jika umur beton sudah mencapai 28 hari.
C. Pekerjaan Pasangan Batu Kali
Pekerjaan pasangan batu adalah pekerjaan pasangan batu kali dengan menggunakan campuran semen
pasir yang dibentuk sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis. Pemilihan material batu kali yang
berkualitas, pembuatan adukan yang tepat, dan teknik pemasangan yang benar untuk memastikan
kekuatan dan stabilitas pondasi.
Batu kali yang digunakan harus bersih, keras, dan tidak porous. Ukuran batu berkisar antara 15 cm
hingga 20 cm, dengan bentuk yang memungkinkan saling mengunci saat dipasang. Pasir yang digunakan
harus pasir beton, bersih, tajam, dan mengandung lumpur tidak lebih dari 5%. Semen yang digunakan
harus semen tipe I dan disimpan dengan baik agar tidak menggumpal. Perbandingan campuran adukan
biasanya 1:4 (semen:pasir) untuk pasangan dan 1:2:3 (semen:pasir:kerikil) untuk beton. Adukan harus
tercampur rata dan memiliki konsistensi yang baik untuk memastikan ikatan yang kuat antara batu dan
spesi. Pemasangan Batu kali disusun dengan adukan, memastikan tidak ada rongga yang terisi penuh.
Batu harus dipukul agar terikat kuat dengan adukan. Lapis pertama pasangan batu kali diawali dengan
menghamparkan adukan setebal 3-5 cm, kemudian susun batu dengan jarak 2-3 cm dan pukul agar
terikat kuat. Batu kali disusun dengan saling mengunci dan mengisi celah antar batu dengan adukan.
Setelah pasangan selesai, lakukan plesteran pada bagian atas pasangan batu kali dan permukaan yang terlihat.
D. Pekerjaan Perkerasan Jalan
1. Pekerjaan Timbunan Biasa dari sumber galian
Timbunan harus dihampar secara berlapis-lapis, dengan tebal lapisan yang disesuaikan dengan
jenis alat pemadat yang digunakan. Setiap lapisan harus dipadatkan hingga mencapai
kepadatan yang disyaratkan. Penggunaan alat berat, seperti vibratory roller, sangat penting
untuk mencapai kepadatan yang optimal.
Pengujian kepadatan harus dilakukan secara berkala pada setiap lapisan untuk memastikan
kualitas timbunan
2. Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas B dan A
Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan,
pembasahan dan pemadatan agregat di atas permukaan yang telah disiapkan dan telah
diterima sesuai dengan detail yang ditunjukkan dalam Gambar
Material LPB dan LPA diangkut dengan menggunakan dump truk, pemuatan menggunakan
wheel loader, jarak hauling diatur sedemikian rupa (memeprhatikan faktor gembur dari hasil
percobaan pelaksanaan) sehingga penghamparan dapat dilaksanakan efektif dan efisien.
Penghamparan menggunakan motor grader, tebal hamparan sesuai hasil percobaan
pelaksanaan, dilaksanakan selebar rencana, perapian hamparan dilaksanakan dengan tenaga
manusia dengan peralatan sesuai keperluan lapangan.
Selama proses penghamparan dilakukan control kadar air, sehingga akan dihasilkan kadar air
optimal pada saat pemadatan dilaksanakan.
Dimensi dan kelandaian permukaan dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana. Pemadatan
menggunakan vibrator roller (berat 8-12 ton), dilaksanakan mulai dari bagian yang rendah
berangsur-angsur menuju bagian yang lebih tinggi, jumlah lintasan sesuai dengan hasil
percobaan pelaksanaan.
Pemadatan dihentikan jika diyakini telah tercapai kepadatan yang disyaratkan
3. Perkerasan Beton Semen (Ready Mix K-300)
Pekerjaan perkerasan jalan meliputi pekerjaan pasangan Mal Bekisting untuk jalan beton yang
dibuat dari kayu perancah, setelah lokasi kegiatan di pasang mal bekisting, lokasi tersebut
dilakukan pengecoran dengan cor beton semen K. 300 lalu dilapisi dengan Bahan Aspal untuk
Pekerjaan Pelaburan + Pasir.
4. Pekerjaan lain – lain
Pekerjaan lain – lain hanya meliputi uji petik lapangan, dimana lokasi pekerjaan harus bersih dan
melakukan Asbuilt Drawing.
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DINAS PU DAN PENATAAN RUANG
KOTA PALEMBANG
Ir. LANDRI, ST., MM., IPM
NIP. 19850930 201001 1 011