| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0030058705307000 | Rp 147,297,000 | 76.4 | 81.12 | - | |
| 0728287327301000 | - | - | - | Tidak memenuhi ambang batas teknis yang ditetapkan | |
| 0030701205307000 | - | - | - | Tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan persyaratan kualifikasi teknis serta ambang batas teknis yang ditetapkan | |
| 0814157772307000 | - | - | - | - | |
| 0756294062306000 | - | - | - | - | |
CV Al-Qasim Cahaya Arch | 04*1**8****07**0 | - | - | - | Tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan persyaratan kualifikasi teknis yang ditetapkan |
| 0421112038741000 | - | - | - | Tidak memenuhi persyaratan kualifikasi teknis yang ditetapkan | |
| 0315392357542000 | - | - | - | - | |
| 0022652663541000 | - | - | - | - | |
| 0025374497331000 | - | - | - | - | |
| 0756899100307000 | - | - | - | - | |
Rekakarya Gunatama | 04*8**0****57**0 | - | - | - | - |
URAIAN PEKERJAAN
PEKERJAAN :
KAJIAN OPTIMALISASI DAN PENGEMBANGAN WISATA SUNGAI MUSI
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH,
PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
KOTA PALEMBANG
TAHUN 2025
URAIAN PEKERJAAN
KAJIAN OPTIMALISASI DAN PENGEMBANGAN WISATA SUNGAI MUSI
A. LATAR BELAKANG
Sungai Musi merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Sumatera dan
memiliki nilai strategis baik dari sisi historis, ekonomi, sosial maupun budaya. Sebagai ikon
Kota Palembang dan Sumatera Selatan secara umum, Sungai Musi telah menjadi pusat
aktivitas masyarakat sejak zaman dahulu, termasuk sebagai jalur perdagangan,
transportasi, hingga pusat pertumbuhan peradaban lokal.
Dalam beberapa dekade terakhir, potensi wisata Sungai Musi mulai dilirik
dan dikembangkan, terutama dengan adanya objek-objek wisata unggulan seperti
Jembatan Ampera, Kampung Kapitan, Benteng Kuto Besak, dan kegiatan wisata air
seperti Musi Tour Boat. Namun, pengelolaan dan pengembangan wisata di
kawasan Sungai Musi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti belum
optimalnya infrastruktur pendukung, minimnya inovasi atraksi wisata berbasis
budaya dan alam, serta belum terintegrasinya kawasan wisata dengan sistem
promosi dan pelayanan yang profesional dan berkelanjutan.
Melihat potensi besar yang dimiliki Sungai Musi, diperlukan upaya strategis
untuk mengoptimalkan dan mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata
yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat
lokal. Optimalisasi wisata Sungai Musi juga sejalan dengan arah pembangunan
pariwisata nasional yang menekankan pada pengembangan destinasi unggulan
berbasis potensi lokal.
Oleh karena itu, diperlukan kajian yang komprehensif untuk merumuskan
strategi optimalisasi dan pengembangan wisata Sungai Musi, termasuk identifikasi
potensi, evaluasi kondisi eksisting, analisis tantangan dan peluang, serta
penyusunan rekomendasi kebijakan dan program pengembangan yang tepat.
Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan
yang terarah dan berkelanjutan di bidang pariwisata kawasan Sungai Musi.
Berkenaan dengan hal tersebut, Bappeda Kota Palembang bermaksud melakukan
pekerjaan “Kajian Optimalisasi dan Pengembangan Wisata Sungai Musi”. Hasil dari
pekerjaan ini diharapkan dapat membantu dalam menyusun arah dan perencanaan
strategis dalam pengembangan sektor ekonomi dan pembangunan melalui optimalisasi
(1)
budaya dan pariwisata, hingga penetapan Peraturan Walikota (Perwali).
B. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN
Kajian ini bertujuan untuk merumuskan strategi optimalisasi dan pengembangan
kawasan wisata Sungai Musi yang terpadu, berkelanjutan, dan berdaya saing, melalui
pendekatan arsitektur kawasan dan ekonomi pariwisata. Secara khusus, tujuan kajian ini
meliputi:
1. Mengidentifikasi dan menganalisis potensi, karakteristik, dan permasalahan
kawasan wisata Sungai Musi dari aspek tata ruang, arsitektur kawasan, serta
daya tarik wisata.
2. Mengevaluasi kondisi eksisting infrastruktur, aksesibilitas, fasilitas
penunjang, dan aktivitas wisata di sepanjang Sungai Musi.
3. Menganalisis aspek ekonomi dan sosial, termasuk potensi kontribusi wisata
terhadap perekonomian lokal dan peluang pemberdayaan masyarakat.
4. Menyusun arahan dan strategi pengembangan wisata Sungai Musi berbasis
potensi lokal, prinsip keberlanjutan, dan keterpaduan antar kawasan.
5. Merumuskan rekomendasi program, kebijakan, dan rencana tindak lanjut
pengembangan kawasan wisata Sungai Musi yang dapat dijadikan acuan
dalam penyusunan perencanaan pembangunan pariwisata daerah.
C. RUANG LINGKUP KEGIATAN
1. Inventarisasi dan Identifikasi Potensi Wisata
Melakukan pemetaan potensi wisata di sepanjang Sungai Musi, termasuk objek
wisata budaya, sejarah, kuliner, alam, dan buatan, serta atraksi yang memiliki
nilai jual tinggi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
2. Analisis Infrastruktur dan Aksesibilitas
Menilai kondisi sarana dan prasarana pendukung wisata, seperti dermaga,
fasilitas transportasi air, fasilitas umum, pedestrian, serta konektivitas antar
destinasi di sepanjang alur Sungai Musi.
3. Kajian Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat
Mengkaji peran serta lembaga terkait, pelaku usaha, serta masyarakat lokal
dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata, termasuk potensi
kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan ekonomi lokal.
(2)
4. Studi Kelayakan Ekonomi dan Potensi Investasi
Melakukan analisis ekonomi atas rencana pengembangan wisata, mencakup
proyeksi manfaat ekonomi, peluang investasi, potensi kerja sama swasta-
publik (PPP), dan analisis risiko usaha.
5. Penyusunan Desain Kawasan Wisata Sungai Musi
Mengembangkan konsep desain kawasan terpadu yang mencakup:
• Zonasi fungsi (rekreasi, budaya, edukasi, kuliner, dll.)
• Penataan ruang publik (taman, pelataran, panggung budaya, galeri
UMKM)
• Elemen arsitektur kawasan yang berbasis lokal (vernacular design)
• Fasilitas transportasi air dan darat yang terintegrasi
• Ruang interaksi dan rekreasi ramah lingkungan
• Desain ini disusun dengan memperhatikan prinsip berkelanjutan dan
memperkuat karakter Sungai Musi sebagai ikon wisata Kota
Palembang.
6. Pembuatan Visualisasi 3D Kawasan
Menyusun visualisasi tiga dimensi (3D) dari desain kawasan wisata Sungai
Musi untuk memberikan gambaran nyata terhadap bentuk, tata letak, dan
atmosfer kawasan pasca-pengembangan. Visualisasi ini digunakan untuk:
• Bahan sosialisasi kepada stakeholder
• Pendekatan komunikasi visual kepada calon investor
• Penguatan branding kawasan wisata
7. Penyusunan Strategi Pengembangan dan Rencana Aksi
Menyusun strategi jangka pendek, menengah, dan panjang yang dapat
digunakan oleh pemerintah dan stakeholder untuk mengembangkan wisata
Sungai Musi secara sistematis dan terarah.
D. PENDEKATAN DAN METODOLOGI
Kegiatan Kajian Optimalisasi dan Pengembangan Wisata Sungai Musi
dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, integratif, dan berkelanjutan,
yang menggabungkan aspek kajian kebijakan, perencanaan tata ruang,
sosial-ekonomi, dan desain kawasan berbasis visual. Pendekatan ini
(3)
dilakukan untuk menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan dapat
diimplementasikan secara nyata. Adapun rincian kegiatan tahap
pendekatan dan metodologi adalah sebagai berikut:
A. Pendekatan
1. Pendekatan Partisipatif
Melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) mulai dari
pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat lokal, akademisi, hingga
pengunjung wisata untuk menggali masukan, kebutuhan, dan harapan
dalam pengembangan kawasan wisata Sungai Musi.
2. Pendekatan Spatial dan Kontekstual
Mengintegrasikan karakteristik fisik kawasan Sungai Musi, pola aktivitas
masyarakat, serta nilai historis dan budaya lokal dalam penyusunan desain
pengembangan kawasan wisata.
3. Pendekatan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Fokus pada penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan destinasi
wisata yang mendukung UMKM, ekonomi kreatif, dan peluang kerja
berbasis komunitas.
4. Pendekatan Sustainable Development
Mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan dengan
memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian
lingkungan, dan pemberdayaan sosial.
5. Pendekatan Desain Visual dan Simulatif
Menggunakan pendekatan desain visual dan teknologi pemodelan 3D untuk
menyajikan rencana pengembangan dalam bentuk yang konkret,
komunikatif, dan menarik bagi pengambil kebijakan dan investor.
B. Metodologi Pelaksanaan
1. Studi Literatur dan Data Sekunder
Mengumpulkan data dan dokumen terkait kebijakan, rencana tata ruang,
dokumen pengembangan pariwisata, dan hasil kajian terdahulu yang
relevan.
(4)
2. Survei Lapangan
Melakukan observasi langsung terhadap kondisi eksisting kawasan Sungai
Musi termasuk:
o Infrastruktur dan aksesibilitas
o Aktivitas wisata yang sudah berjalan
o Kondisi lingkungan dan sosial budaya
3. Wawancara dan FGD (Focus Group Discussion)
Dilakukan bersama stakeholder kunci seperti:
o Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, Bappeda
o Tokoh masyarakat, pelaku usaha wisata, komunitas lokal
o Akademisi dan pakar tata ruang/desain
4. Analisis SWOT dan Daya Dukung Kawasan
Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam
pengembangan kawasan wisata, serta kapasitas daya dukung lingkungan
dan sosial kawasan.
5. Penyusunan Konsep Desain Kawasan Wisata
Menyusun desain kawasan yang mencakup:
o Zonasi dan pengaturan fungsi ruang
o Sirkulasi dan konektivitas (darat dan air)
o Area interaksi publik dan komersial
o Elemen estetika berbasis budaya lokal
6. Visualisasi 3D dan Simulasi Kawasan
Menghasilkan visualisasi kawasan menggunakan software desain (misal:
SketchUp, Lumion, atau Blender) untuk menampilkan rencana tata ruang,
bangunan, fasilitas umum, dan suasana kawasan secara realistis.
7. Perumusan Strategi dan Rencana Aksi
Menyusun strategi pengembangan jangka pendek, menengah, dan panjang
berikut rencana implementasinya berdasarkan hasil kajian dan visualisasi
kawasan.
8. Penyusunan Laporan Akhir dan Presentasi Hasil Kajian
Menyusun dokumen final kajian lengkap dengan data, analisis, desain,
visualisasi, dan rekomendasi implementasi, serta menyajikannya dalam
forum resmi kepada pihak terkait
(5)
Metodologi kajian juga dilakukan melalui pendekatan multidisipliner yang
menggabungkan perspektif arsitektur kawasan dan ekonomi pariwisata, dengan tahapan
sebagai berikut:
A. Studi Literatur dan Telaah Dokumen
Penelaahan terhadap RTRW, RIPPARDA, dokumen rencana pembangunan, dan
studi terdahulu terkait kawasan Sungai Musi.
B. Survei Lapangan dan Observasi Visual
Pengumpulan data primer melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik, tata
ruang, arsitektur, dan infrastruktur pariwisata.
C. Wawancara dan Diskusi Terfokus (FGD)
Pendalaman informasi melalui wawancara dengan pemangku kepentingan (dinas
pariwisata, masyarakat lokal, pelaku usaha, dan wisatawan).
D. Analisis Potensi dan Permasalahan
Analisis CBA (Cost-Benefit Analysis) Analisis Value Chain (Rantai Nilai
Pariwisata), Analisis Daya Dukung Pariwisata dan Analisis Tapak.
E. Penyusunan Konsep dan Strategi Pengembangan
Merancang konsep pengembangan kawasan berbasis zonasi fungsi, estetika
kawasan, dan daya tarik wisata yang khas. Analisis kelayakan ekonomi dan
identifikasi skema pembiayaan/pola investasi.
F. Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Program Aksi
Penyusunan rencana aksi yang mencakup program prioritas, tahap implementasi,
dan kebutuhan regulasi atau dukungan institusi.
G. KEBUTUHAN TENAGA AHLI DAN KUALIFIKASI TIM
Tenaga Ahli
Dalam penyusunan kajian ini, harus tersedia minimal tenaga ahli yang
berpengalaman serta cakap dan terampil di bidang terkait, yaitu:
1. Team Leader (Ahli Arsitektur); sebanyak 1 (satu) orang untuk
pekerjaan selama 2 (dua) bulan yang memiliki latar belakang
pendidikan S1 Sarjana Teknik Arsitektur, memiliki Sertifikat
(6)
Keahlian/SKA Arsitek-Madya serta memiliki pengalaman min. 3 (tiga)
tahun dibidang perencanaan, penataan kawasan pariwisata.
2. Ahli Ekonomi ; sebanyak 1 (satu) orang untuk pekerjaan selama 2
(dua) bulan yang memiliki latar belakang Pendidikan S1/S2 Ahli
Ekonomi/Manajemen, serta memiliki pengalaman min. 3 (tiga) tahun
dibidang perencanaan, analisis dampak ekonomi (ekonomi mikro dan
makro), proyeksi pendapatan, analisis peluang investasi serta cost-
benefit analysis.
Tenaga Pendukung
1. Asisten Tenaga Ahli Pariwisata sebanyak 1 (satu) orang untuk
pekerjaan 2 (dua) bulan yang memiliki latar belakang D4 Sarjana Terapan
Pariwisata, serta memiliki pengalaman min. 2 (dua) tahun dibidang
perencanaan Menyusun model strategi pengembangan kepariwisataan
2. Surveyor; sebanyak 2 (dua) orang untuk pekerjaan 1 (satu) bulan yang
melakukan survey lapangan yang memiliki latar pendidikan
SMA/SMK/DIII/SI Semua jurusan sederajat yang memiliki pengalaman 2
(dua) tahun.
3. Tenaga administrasi; sebanyak 1 (satu) orang untuk pekerjaan 2 (dua)
bulan dengan pendidikan terakhir SMA/SMK/DII/S1 Semua jurusan
dengan pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun dibidang administrasi.
H. WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu penyelesaian pekerjaan adalah 2 (dua) bulan atau 60 (enam
puluh) hari kalender.
I. PAGU ANGGARAN KAJIAN
Kajian ini dianggarkan di APBD Kota Palembang Tahun 2025 sebesar
Rp. 150.000.000,- (Seratus lima puluh juta rupiah) sudah termasuk pajak.
J. TAHAPAN DAN JADWAL PELAKSANAAN
Bulan Ke-1 Bulan Ke-2
NO. KEGIATAN
M1 M2 M3 M4 M1 M2 M3 M4
1 Tahap Pendahuluan
a. Persiapan Dasar
(7)
b. Persiapan Teknis dan Administrasi
c. FGD; Identifikasi isu strategis potensial
Koordinasi dan Pelaporan tahap
d.
pendataan dan analisis data
2 Tahap Analisa
a. Komplikasi hasil FGD
b. Analisis Data
Konsultasi dan Pelaporan hasil analisis
c.
data
3 Tahap Penyusunan Dokumen
a.
Penyusunan dokumen kebijakan
penyelenggaraan sistem pendidikan dan
sistem informasi di kota palembang
Konsultasi dan Pelaporan penyusunan
b.
dokumen
K. PELAPORAN
a. Laporan Pendahuluan: Penyusunan Laporan Pendahuluan harus
mencangkup semua gambaran yang jelas tentang lingkup pekerjaan
dan juga metodologi dan pendekatan teknis. Selain itu juga harus
mencangkup rencana pelaksanaan pekerjaan.
b. Laporan Antara: Penyusunan Laporan Antara harus mencangkup
kajian literatur dan studi terdahulu, data hasil pelaksanaan survei dan
konklusi sementara yang dapat dihasilkan dari data yang ada.
c. Laporan Akhir: Laporan ini merupakan hasil akhir dari kajian yang
telah mencakup semua sasaran yang menjadi fokus di dalam kajian.
berupa hasil kemajuan kompilasi data, analisis, evaluasi, serta
rekomendasi terkait rencana induk dan peta jalan pemajuan ilmu
pengetahuan dan tehnologi kota palembang.
d. Laporan Gambar Visual: Laporan ini menyajikan gambar peta zonasi
potensi wisata sungai, visualisasi desain dermaga dan fasilitas
pendukung, serta infografis rute dan atraksi wisata air unggulan.
Ketiga laporan tersebut di atas dimasukkan ke dalam satu file dalam
hardisk yang diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen/PPK.
(8)
Demikian Uraian Pekerjaan ini dibuat untuk menjadi pedoman pelaksanaan
pekerjaan ini.
Palembang, 2025
Pejabat Pembuat Komitmen
Wira Ohara, ST., MSi
NIP. 198308312010011010
(9)