Kajian Optimalisasi Dan Pengembangan Wisata Sungai Musi

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10066924000
Date: 1 August 2025
Year: 2025
KLPD: Kota Palembang
Work Unit: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian Dan Pengembangan
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
Method: Seleksi - Prakualifikasi Dua File - Kualitas dan Biaya
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 150,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 149,400,000
Winner (Pemenang): CV Harapan Maju Konsultan
NPWP: 030058705307000
RUP Code: 59561445
Work Location: palembang - Palembang (Kota)
Participants: 12
Applicants
Administrative Score (SA)Reason
0030058705307000Rp 147,297,00076.481.12-
0728287327301000---Tidak memenuhi ambang batas teknis yang ditetapkan
0030701205307000---Tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan persyaratan kualifikasi teknis serta ambang batas teknis yang ditetapkan
0814157772307000----
0756294062306000----
CV Al-Qasim Cahaya Arch
04*1**8****07**0---Tidak memenuhi persyaratan kualifikasi administrasi dan persyaratan kualifikasi teknis yang ditetapkan
0421112038741000---Tidak memenuhi persyaratan kualifikasi teknis yang ditetapkan
0315392357542000----
0022652663541000----
0025374497331000----
0756899100307000----
Rekakarya Gunatama
04*8**0****57**0----
Attachment
URAIAN        PEKERJAAN                                  
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                         PEKERJAAN :                                  
                                                                      
 KAJIAN OPTIMALISASI DAN PENGEMBANGAN   WISATA  SUNGAI MUSI           
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
      BADAN   PERENCANAAN    PEMBANGUNAN     DAERAH,                  
             PENELITIAN  DAN  PENGEMBANGAN                            
                                                                      
                     KOTA  PALEMBANG                                  
                                                                      
                        TAHUN   2025                                  
                    URAIAN  PEKERJAAN                                 
                                                                      
     KAJIAN OPTIMALISASI DAN PENGEMBANGAN WISATA SUNGAI MUSI          
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
  A. LATAR BELAKANG                                                   
     Sungai Musi merupakan salah satu sungai terpanjang di Pulau Sumatera dan
                                                                      
memiliki nilai strategis baik dari sisi historis, ekonomi, sosial maupun budaya. Sebagai ikon
Kota Palembang dan Sumatera Selatan secara umum, Sungai Musi telah menjadi pusat
                                                                      
aktivitas masyarakat sejak zaman dahulu, termasuk sebagai jalur perdagangan,
transportasi, hingga pusat pertumbuhan peradaban lokal.               
                                                                      
     Dalam beberapa dekade terakhir, potensi wisata Sungai Musi mulai dilirik
dan dikembangkan, terutama dengan adanya objek-objek wisata unggulan seperti
                                                                      
Jembatan Ampera, Kampung Kapitan, Benteng Kuto Besak, dan kegiatan wisata air
seperti Musi Tour Boat. Namun, pengelolaan dan pengembangan wisata di 
                                                                      
kawasan Sungai Musi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti belum
                                                                      
optimalnya infrastruktur pendukung, minimnya inovasi atraksi wisata berbasis
budaya dan alam, serta belum terintegrasinya kawasan wisata dengan sistem
                                                                      
promosi dan pelayanan yang profesional dan berkelanjutan.             
     Melihat potensi besar yang dimiliki Sungai Musi, diperlukan upaya strategis
                                                                      
untuk mengoptimalkan dan mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata
yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat
                                                                      
lokal. Optimalisasi wisata Sungai Musi juga sejalan dengan arah pembangunan
                                                                      
pariwisata nasional yang menekankan pada pengembangan destinasi unggulan
berbasis potensi lokal.                                               
                                                                      
  Oleh karena itu, diperlukan kajian yang komprehensif untuk merumuskan
strategi optimalisasi dan pengembangan wisata Sungai Musi, termasuk identifikasi
                                                                      
potensi, evaluasi kondisi eksisting, analisis tantangan dan peluang, serta
                                                                      
penyusunan rekomendasi kebijakan dan program pengembangan yang tepat. 
Kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan
                                                                      
yang terarah dan berkelanjutan di bidang pariwisata kawasan Sungai Musi.
  Berkenaan dengan hal tersebut, Bappeda Kota Palembang bermaksud melakukan
                                                                      
pekerjaan “Kajian Optimalisasi dan Pengembangan Wisata Sungai Musi”. Hasil dari
pekerjaan ini diharapkan dapat membantu dalam menyusun arah dan perencanaan
                                                                      
strategis dalam pengembangan sektor ekonomi dan pembangunan melalui optimalisasi
                                                           (1)        
budaya dan pariwisata, hingga penetapan Peraturan Walikota (Perwali). 
                                                                      
                                                                      
                                                                      
  B. MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN                                       
                                                                      
     Kajian ini bertujuan untuk merumuskan strategi optimalisasi dan pengembangan
kawasan wisata Sungai Musi yang terpadu, berkelanjutan, dan berdaya saing, melalui
                                                                      
pendekatan arsitektur kawasan dan ekonomi pariwisata. Secara khusus, tujuan kajian ini
meliputi:                                                             
                                                                      
  1. Mengidentifikasi dan menganalisis potensi, karakteristik, dan permasalahan
     kawasan wisata Sungai Musi dari aspek tata ruang, arsitektur kawasan, serta
                                                                      
     daya tarik wisata.                                               
                                                                      
  2. Mengevaluasi kondisi eksisting infrastruktur, aksesibilitas, fasilitas
     penunjang, dan aktivitas wisata di sepanjang Sungai Musi.        
                                                                      
  3. Menganalisis aspek ekonomi dan sosial, termasuk potensi kontribusi wisata
     terhadap perekonomian lokal dan peluang pemberdayaan masyarakat. 
                                                                      
  4. Menyusun arahan dan strategi pengembangan wisata Sungai Musi berbasis
                                                                      
     potensi lokal, prinsip keberlanjutan, dan keterpaduan antar kawasan.
  5. Merumuskan rekomendasi program, kebijakan, dan rencana tindak lanjut
                                                                      
     pengembangan kawasan wisata Sungai Musi yang dapat dijadikan acuan
     dalam penyusunan perencanaan pembangunan pariwisata daerah.      
                                                                      
                                                                      
  C. RUANG LINGKUP KEGIATAN                                           
                                                                      
   1. Inventarisasi dan Identifikasi Potensi Wisata                   
                                                                      
   Melakukan pemetaan potensi wisata di sepanjang Sungai Musi, termasuk objek
    wisata budaya, sejarah, kuliner, alam, dan buatan, serta atraksi yang memiliki
                                                                      
    nilai jual tinggi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.     
   2. Analisis Infrastruktur dan Aksesibilitas                        
                                                                      
   Menilai kondisi sarana dan prasarana pendukung wisata, seperti dermaga,
                                                                      
    fasilitas transportasi air, fasilitas umum, pedestrian, serta konektivitas antar
    destinasi di sepanjang alur Sungai Musi.                          
                                                                      
   3. Kajian Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat                   
   Mengkaji peran serta lembaga terkait, pelaku usaha, serta masyarakat lokal
                                                                      
    dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan wisata, termasuk potensi
                                                                      
    kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan ekonomi lokal.          
                                                           (2)        
 4. Studi Kelayakan Ekonomi dan Potensi Investasi                     
    Melakukan analisis ekonomi atas rencana pengembangan wisata, mencakup
                                                                      
    proyeksi manfaat ekonomi, peluang investasi, potensi kerja sama swasta-
    publik (PPP), dan analisis risiko usaha.                          
                                                                      
 5. Penyusunan Desain Kawasan Wisata Sungai Musi                      
                                                                      
    Mengembangkan konsep desain kawasan terpadu yang mencakup:        
      •  Zonasi fungsi (rekreasi, budaya, edukasi, kuliner, dll.)     
                                                                      
      •  Penataan ruang publik (taman, pelataran, panggung budaya, galeri
                                                                      
         UMKM)                                                        
      •  Elemen arsitektur kawasan yang berbasis lokal (vernacular design)
                                                                      
      •  Fasilitas transportasi air dan darat yang terintegrasi       
                                                                      
      •  Ruang interaksi dan rekreasi ramah lingkungan                
      •  Desain ini disusun dengan memperhatikan prinsip berkelanjutan dan
                                                                      
         memperkuat karakter Sungai Musi sebagai ikon wisata Kota     
         Palembang.                                                   
                                                                      
                                                                      
                                                                      
 6. Pembuatan Visualisasi 3D Kawasan                                  
    Menyusun visualisasi tiga dimensi (3D) dari desain kawasan wisata Sungai
                                                                      
    Musi untuk memberikan gambaran nyata terhadap bentuk, tata letak, dan
    atmosfer kawasan pasca-pengembangan. Visualisasi ini digunakan untuk:
                                                                      
      •  Bahan sosialisasi kepada stakeholder                         
                                                                      
      •  Pendekatan komunikasi visual kepada calon investor           
      •  Penguatan branding kawasan wisata                            
                                                                      
 7. Penyusunan Strategi Pengembangan dan Rencana Aksi                 
    Menyusun strategi jangka pendek, menengah, dan panjang yang dapat 
                                                                      
    digunakan oleh pemerintah dan stakeholder untuk mengembangkan wisata
                                                                      
    Sungai Musi secara sistematis dan terarah.                        
                                                                      
                                                                      
  D. PENDEKATAN  DAN METODOLOGI                                       
     Kegiatan Kajian Optimalisasi dan Pengembangan Wisata Sungai Musi 
                                                                      
     dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, integratif, dan berkelanjutan,
                                                                      
     yang menggabungkan aspek kajian kebijakan, perencanaan tata ruang,
     sosial-ekonomi, dan desain kawasan berbasis visual. Pendekatan ini
                                                                      
                                                           (3)        
     dilakukan untuk menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan dapat
     diimplementasikan secara nyata. Adapun rincian kegiatan tahap    
                                                                      
     pendekatan dan metodologi adalah sebagai berikut:                
                                                                      
                                                                      
 A. Pendekatan                                                        
                                                                      
                                                                      
  1. Pendekatan Partisipatif                                          
     Melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) mulai dari
                                                                      
     pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat lokal, akademisi, hingga
     pengunjung wisata untuk menggali masukan, kebutuhan, dan harapan 
                                                                      
     dalam pengembangan kawasan wisata Sungai Musi.                   
                                                                      
  2. Pendekatan Spatial dan Kontekstual                               
     Mengintegrasikan karakteristik fisik kawasan Sungai Musi, pola aktivitas
                                                                      
     masyarakat, serta nilai historis dan budaya lokal dalam penyusunan desain
     pengembangan kawasan wisata.                                     
                                                                      
  3. Pendekatan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal                        
                                                                      
     Fokus pada penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan destinasi
     wisata yang mendukung UMKM, ekonomi kreatif, dan peluang kerja   
                                                                      
     berbasis komunitas.                                              
  4. Pendekatan Sustainable Development                               
                                                                      
     Mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan dengan           
                                                                      
     memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian
     lingkungan, dan pemberdayaan sosial.                             
                                                                      
  5. Pendekatan Desain Visual dan Simulatif                           
     Menggunakan pendekatan desain visual dan teknologi pemodelan 3D untuk
                                                                      
     menyajikan rencana pengembangan dalam bentuk yang konkret,       
                                                                      
     komunikatif, dan menarik bagi pengambil kebijakan dan investor.  
                                                                      
B. Metodologi Pelaksanaan                                             
                                                                      
  1. Studi Literatur dan Data Sekunder                                
                                                                      
     Mengumpulkan data dan dokumen terkait kebijakan, rencana tata ruang,
                                                                      
     dokumen pengembangan pariwisata, dan hasil kajian terdahulu yang 
     relevan.                                                         
                                                                      
                                                                      
                                                           (4)        
  2. Survei Lapangan                                                  
     Melakukan observasi langsung terhadap kondisi eksisting kawasan Sungai
                                                                      
     Musi termasuk:                                                   
                                                                      
       o  Infrastruktur dan aksesibilitas                             
       o  Aktivitas wisata yang sudah berjalan                        
                                                                      
       o  Kondisi lingkungan dan sosial budaya                        
  3. Wawancara dan FGD (Focus Group Discussion)                       
                                                                      
     Dilakukan bersama stakeholder kunci seperti:                     
                                                                      
       o  Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, Bappeda                       
       o  Tokoh masyarakat, pelaku usaha wisata, komunitas lokal      
                                                                      
       o  Akademisi dan pakar tata ruang/desain                       
  4. Analisis SWOT dan Daya Dukung Kawasan                            
                                                                      
     Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam     
     pengembangan kawasan wisata, serta kapasitas daya dukung lingkungan
                                                                      
     dan sosial kawasan.                                              
                                                                      
  5. Penyusunan Konsep Desain Kawasan Wisata                          
     Menyusun desain kawasan yang mencakup:                           
                                                                      
       o  Zonasi dan pengaturan fungsi ruang                          
       o  Sirkulasi dan konektivitas (darat dan air)                  
                                                                      
       o  Area interaksi publik dan komersial                         
                                                                      
       o  Elemen estetika berbasis budaya lokal                       
  6. Visualisasi 3D dan Simulasi Kawasan                              
                                                                      
     Menghasilkan visualisasi kawasan menggunakan software desain (misal:
     SketchUp, Lumion, atau Blender) untuk menampilkan rencana tata ruang,
                                                                      
     bangunan, fasilitas umum, dan suasana kawasan secara realistis.  
  7. Perumusan Strategi dan Rencana Aksi                              
                                                                      
     Menyusun strategi pengembangan jangka pendek, menengah, dan panjang
                                                                      
     berikut rencana implementasinya berdasarkan hasil kajian dan visualisasi
     kawasan.                                                         
                                                                      
  8. Penyusunan Laporan Akhir dan Presentasi Hasil Kajian             
     Menyusun dokumen final kajian lengkap dengan data, analisis, desain,
                                                                      
     visualisasi, dan rekomendasi implementasi, serta menyajikannya dalam
                                                                      
     forum resmi kepada pihak terkait                                 
                                                                      
                                                           (5)        
Metodologi kajian juga dilakukan melalui pendekatan multidisipliner yang
menggabungkan perspektif arsitektur kawasan dan ekonomi pariwisata, dengan tahapan
                                                                      
sebagai berikut:                                                      
                                                                      
                                                                      
  A. Studi Literatur dan Telaah Dokumen                               
     Penelaahan terhadap RTRW, RIPPARDA, dokumen rencana pembangunan, dan
                                                                      
     studi terdahulu terkait kawasan Sungai Musi.                     
                                                                      
  B. Survei Lapangan dan Observasi Visual                             
                                                                      
     Pengumpulan data primer melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik, tata
                                                                      
     ruang, arsitektur, dan infrastruktur pariwisata.                 
  C. Wawancara dan Diskusi Terfokus (FGD)                             
                                                                      
     Pendalaman informasi melalui wawancara dengan pemangku kepentingan (dinas
     pariwisata, masyarakat lokal, pelaku usaha, dan wisatawan).      
                                                                      
                                                                      
  D. Analisis Potensi dan Permasalahan                                
                                                                      
     Analisis CBA (Cost-Benefit Analysis) Analisis Value Chain (Rantai Nilai
     Pariwisata), Analisis Daya Dukung Pariwisata dan Analisis Tapak. 
                                                                      
                                                                      
  E. Penyusunan Konsep dan Strategi Pengembangan                      
     Merancang konsep pengembangan kawasan berbasis zonasi fungsi, estetika
                                                                      
     kawasan, dan daya tarik wisata yang khas. Analisis kelayakan ekonomi dan
                                                                      
     identifikasi skema pembiayaan/pola investasi.                    
                                                                      
  F. Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Program Aksi                
                                                                      
     Penyusunan rencana aksi yang mencakup program prioritas, tahap implementasi,
                                                                      
     dan kebutuhan regulasi atau dukungan institusi.                  
                                                                      
  G. KEBUTUHAN  TENAGA AHLI DAN KUALIFIKASI TIM                       
                                                                      
     Tenaga Ahli                                                      
     Dalam penyusunan kajian ini, harus tersedia minimal tenaga ahli yang
                                                                      
     berpengalaman serta cakap dan terampil di bidang terkait, yaitu: 
                                                                      
     1.  Team Leader (Ahli Arsitektur); sebanyak 1 (satu) orang untuk 
                                                                      
         pekerjaan selama 2 (dua) bulan yang memiliki latar belakang  
         pendidikan S1 Sarjana Teknik Arsitektur, memiliki Sertifikat 
                                                                      
                                                           (6)        
         Keahlian/SKA Arsitek-Madya serta memiliki pengalaman min. 3 (tiga)
         tahun dibidang perencanaan, penataan kawasan pariwisata.     
                                                                      
     2.  Ahli Ekonomi ; sebanyak 1 (satu) orang untuk pekerjaan selama 2
         (dua) bulan yang memiliki latar belakang Pendidikan S1/S2 Ahli
                                                                      
         Ekonomi/Manajemen, serta memiliki pengalaman min. 3 (tiga) tahun
                                                                      
         dibidang perencanaan, analisis dampak ekonomi (ekonomi mikro dan
         makro), proyeksi pendapatan, analisis peluang investasi serta cost-
                                                                      
         benefit analysis.                                            
     Tenaga Pendukung                                                 
                                                                      
     1. Asisten Tenaga Ahli Pariwisata sebanyak 1 (satu) orang untuk  
                                                                      
       pekerjaan 2 (dua) bulan yang memiliki latar belakang D4 Sarjana Terapan
       Pariwisata, serta memiliki pengalaman min. 2 (dua) tahun dibidang
                                                                      
       perencanaan Menyusun model strategi pengembangan kepariwisataan
     2. Surveyor; sebanyak 2 (dua) orang untuk pekerjaan 1 (satu) bulan yang
                                                                      
       melakukan survey lapangan yang  memiliki latar pendidikan      
                                                                      
       SMA/SMK/DIII/SI Semua jurusan sederajat yang memiliki pengalaman 2
       (dua) tahun.                                                   
                                                                      
     3. Tenaga administrasi; sebanyak 1 (satu) orang untuk pekerjaan 2 (dua)
       bulan dengan pendidikan terakhir SMA/SMK/DII/S1 Semua jurusan  
                                                                      
       dengan pengalaman kerja minimal 2 (dua) tahun dibidang administrasi.
                                                                      
                                                                      
  H. WAKTU PELAKSANAAN                                                
                                                                      
    Jangka waktu penyelesaian pekerjaan adalah 2 (dua) bulan atau 60 (enam
    puluh) hari kalender.                                             
                                                                      
                                                                      
  I. PAGU ANGGARAN  KAJIAN                                            
                                                                      
    Kajian ini dianggarkan di APBD Kota Palembang Tahun 2025 sebesar  
                                                                      
     Rp. 150.000.000,- (Seratus lima puluh juta rupiah) sudah termasuk pajak.
                                                                      
                                                                      
  J. TAHAPAN DAN JADWAL  PELAKSANAAN                                  
                                                                      
                                   Bulan Ke-1     Bulan Ke-2          
 NO.           KEGIATAN                                               
                                M1  M2  M3 M4  M1 M2  M3  M4          
 1   Tahap Pendahuluan                                                
     a. Persiapan Dasar                                               
                                                           (7)        
     b. Persiapan Teknis dan Administrasi                             
     c. FGD; Identifikasi isu strategis potensial                     
                                                                      
        Koordinasi dan Pelaporan tahap                                
     d.                                                               
        pendataan dan analisis data                                   
 2   Tahap Analisa                                                    
     a. Komplikasi hasil FGD                                          
     b. Analisis Data                                                 
        Konsultasi dan Pelaporan hasil analisis                       
     c.                                                               
        data                                                          
 3   Tahap Penyusunan Dokumen                                         
     a.                                                               
        Penyusunan dokumen kebijakan                                  
        penyelenggaraan sistem pendidikan dan                         
        sistem informasi di kota palembang                            
        Konsultasi dan Pelaporan penyusunan                           
     b.                                                               
        dokumen                                                       
                                                                      
  K. PELAPORAN                                                        
       a. Laporan Pendahuluan: Penyusunan Laporan Pendahuluan harus   
                                                                      
          mencangkup semua gambaran yang jelas tentang lingkup pekerjaan
                                                                      
          dan juga metodologi dan pendekatan teknis. Selain itu juga harus
          mencangkup rencana pelaksanaan pekerjaan.                   
                                                                      
       b. Laporan Antara: Penyusunan Laporan Antara harus mencangkup  
          kajian literatur dan studi terdahulu, data hasil pelaksanaan survei dan
                                                                      
          konklusi sementara yang dapat dihasilkan dari data yang ada.
                                                                      
       c. Laporan Akhir: Laporan ini merupakan hasil akhir dari kajian yang
          telah mencakup semua sasaran yang menjadi fokus di dalam kajian.
                                                                      
          berupa hasil kemajuan kompilasi data, analisis, evaluasi, serta
          rekomendasi terkait rencana induk dan peta jalan pemajuan ilmu
                                                                      
          pengetahuan dan tehnologi kota palembang.                   
        d. Laporan Gambar Visual: Laporan ini menyajikan gambar peta zonasi
                                                                      
          potensi wisata sungai, visualisasi desain dermaga dan fasilitas
                                                                      
          pendukung, serta infografis rute dan atraksi wisata air unggulan.
          Ketiga laporan tersebut di atas dimasukkan ke dalam satu file dalam
                                                                      
          hardisk yang diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen/PPK.
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                           (8)        
Demikian Uraian Pekerjaan ini dibuat untuk menjadi pedoman pelaksanaan
pekerjaan ini.                                                        
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                 Palembang,     2025                  
                                                                      
                                Pejabat Pembuat Komitmen              
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                   Wira Ohara, ST., MSi               
                                NIP. 198308312010011010               
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                           (9)
Tenders also won by CV Harapan Maju Konsultan
Authority
12 September 2025Sid Dan Ded Daerah Irigasi Di Kecamatan Sikap DalamKab. Empat LawangRp 1,000,000,000
6 October 2025Review Desain Kajian Teknis Dan Ded Pengendalian Banjir Kota Muara EnimKab. Muara EnimRp 1,000,000,000
28 April 2025Biaya Pengawasan Konstruksi Pembangunan Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Musi Rawas Ta. 2025Kejaksaan Republik IndonesiaRp 1,000,000,000
25 July 2025Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (Rdtr) Kawasan Perkotaan Kec. Tanjung LubukKab. Ogan Komering IlirRp 750,000,000
28 April 2025Konsultan Perencanaan Tpst Kab. Musi Rawas UtaraKab. Musi Rawas UtaraRp 700,000,000
4 October 2024Ded Tpst Pendopo Kecamatan Talang UbiKab. Penukal Abab Lematang IlirRp 500,000,000
29 July 2025Kajian Teknis Dan Ded Pembangunan Jembatan Rangka Baja Sungai Lematang Desa Banuayu Kec.Empat Petulai DangkuKab. Muara EnimRp 500,000,000
6 August 2025,Data Base Lpju Kec. Tl. SelapanKab. Ogan Komering IlirRp 500,000,000
25 April 2025Belanja Modal Pembangunan Baru Laboratorium Kesehatan / Konsultan PengawasKab. Bangka BaratRp 374,913,000
27 February 2015Perencanaan Rab Dan Gambar ApbdSMK Pertanian Pembangunan Negeri SembawaRp 329,353,500