| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0906742846312000 | Rp 9,641,386,144 | - | |
| 0018931873314000 | - | - | |
| 0624110201306000 | Rp 9,205,818,018 | tidak melampirkan persyaratan teknis sebagaimana di dalam dokumen | |
PT Ton Konstruksi Indonesia | 08*7**0****13**0 | - | - |
PT Varia Usaha Beton | 00*4**2****41**0 | - | - |
| 0742574106201000 | - | - | |
CV Alittifaqiah Press | 09*7**3****12**0 | - | - |
| 0014430045308000 | - | - | |
PT Geo Indogreen Karya | 07*0**9****52**0 | - | - |
| 0930694468307000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jalan Agropolitan
A. Pekerjaan pendahuluan
Uraian singkat pekerjaan pada kegiatan ini meliputi Pekerjaan pendahuluan yang terdiri dari :
1. Pekerjaan pengukuran
Pekerjaan pengukuran dilakukan setelah turunnya Surat Perintah Kerja (SPK) yang telah
ditandatangani olek PPK kegiatan tersebut. Pekerjaan pengukuran ini dilakukan bersama
dengan pihak pembei pekerjaan yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota
Palembang
Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk menentukan titik tetap permulaan dan akhir
pekerjaan di lokasi pekerjaan.
2. Pembersihan lapangan
Sebelum pekerjaan dimulai, lokasi pekerjaan harus dilakukan pembersihan untuk membuang
benda-benda yang dapat menggangu proses pengerjaan dan agar hasil pekerjaan tersebut
dapat maksimal. Contohnya misalnya pembersihan sampah-sampah plastik atau rumput liar
yang ada di lokasi yang akan di cor agar hasil cor an akan rrapi dan bagus.
3. Pengadaan direksi keet
Pengadaaan direksi keet digunakan untuk tempat penyimpanan bahan dan peralatan kerja,
dimana direksi keet tersebut disewa didekat lokasi pekerjaan
4. Pembuatan papan nama proyek.
Pembuatan papan nama proyek diperuntukkan untuk mengetahui lokasi pekerjaan dan
identitas pekerjaan.
B. Pekerjaan Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan ini mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan tanah dasar atau
permukaan jalan kerikil lama untuk penghamparan, Lapis Fondasi Agregat, Lapis Fondasi Jalan Tanpa
Penutup Aspal, Stabilisasi Tanah (Soil Stabilization) atau Lapis Fondasi Beraspal di daerah jalur lalu lintas
(termasuk jalur tempat perhentian dan persimpangan) dan di daerah bahu jalan baru yang bukan di
atas timbunan baru akibat pelebaran lajur lalu lintas.
Penyiapan tanah dasar ini juga termasuk bagian dari pekerjaan yang dipersiapkan untuk dasar lapis
fondasi bawah (sub-base) perkerasan di daerah galian. Tanah dasar harus mencakup seluruh lebar jalur
lalu lintas dan bahu jalan dan pelebaran setempat atau daerah-daerah terbatas semacam itu
sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar.
Pekerjaan ini meliputi galian minor atau penggaruan serta pekerjaan timbunan minor yang diikuti
dengan pembentukan, pemadatan, pengujian tanah atau bahan berbutir, dan pemeliharaan permukaan
yang disiapkan sampai bahan perkerasan ditempatkan di atasnya, yang semuanya sesuai dengan
Gambar dan Spesifikasi ini atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Pengawas Pekerjaan.
C. Pekerjaan Pasangan Batu
Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang ditunjukkan dalam Gambar atau seperti
yang diperintahkan Pengawas Pekerjaan, yang dibuat dari Pasangan Batu. Pekerjaan harus meliputi
pemasokan semua bahan, penyiapan seluruh formasi atau fondasi termasuk galian dan seluruh
pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan Spesifikasi ini dan memenuhi
garis, ketinggian, potongan dan dimensi seperti yang ditunjukkan dalam Gambar atau sebagaimana
yang diperintahkan secara tertulis oleh Pengawas Pekerjaan.
Pekerjaan struktur dinding penahan tanah atau talud dari pasangan batu digunakan untuk menahan
beban luar dari agregat dan perkerasan beton semen.
D. Pekerjaan Perkerasan Jalan
1. Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Setelah Pekerjaan Pasangan Batu untuk dinding penahan tanah / talud selesai, maka tahapan
selanjutnya adalah pekerjaan lapis pondasi Agregat Kelas A.
Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan, pembasahan dan
pemadatan agregat di atas permukaan yang telah disiapkan dan telah diterima sesuai dengan
detail yang ditunjukkan dalam Gambar, dan memelihara lapis fondasi agregrat yang telah selesai
sesuai dengan yang disyaratkan.
Agregat Kelas A dihampar dengan ketebalan sesuai rencana. Tebal padat maksimum tidak
boleh melebihi 20 cm, kecuali digunakan peralatan khusus yang disetujui oleh Pengawas
Pekerjaan.
2. Lapis Pondasi bawah Beton Kurus
Lapis Fondasi Bawah Beton Kurus (Lean Concrete Subbase) yang dilaksanakan sesuai dengan
dengan ketebalan dan bentuk penampang melintang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar.
Pekerjaan ini dilakukan setelah Pekerjaan Lapis Pondasi Agregat Kelas A.
3. Perkerasan Beton Semen (Ready Mix K-350, Dowel+Tie Bar)
Sebelum memulai pekerjaan beton ready mix, pondasi bawah harus sudah siap baik kepadatan
maupun permukaannya. Penyedia Jasa harus mengirimkan rancangan campuran (mix design)
untuk masing-masing mutu beton yang akan digunakan sebelum pekerjaan pengecoran
dimulai, lengkap dengan hasil pengujian bahan dan hasil pengujian percobaan campuran beton
di laboratorium berdasarkan kuat tekan beton untuk umur 7 dan 28 hari, kecuali ditentukan
untuk umur-umur yang lain oleh direksi pekerjaan. Kecuali ditentukan lain rancangan
campuran harus memiliki standar deviasi rencana (S) antara 2,5 MPa sampai 8,5 MPa. Proporsi
bahan dan berat penakaran hasil perhitungan harus memenuhi criteria teknis utama,
kecelakaan (workability), kekuatan (strength), dan keawetan (durability). Untuk jenis pekerjaan
beton yang lain, sifat-sifat mekanik beton selain kuat tekan juga penting untuk diketahui.
Penyedia jasa wajib menyerahkan data tersebut kepada Direksi Pekerjaan.
4. Pengujian kuat tekan beton umur 7 hari dari hasil campuran percobaan harus mencapai kekuatan
minimum 90 % dari nilai kuat tekan beton rata-rata yang ditargetkan dalam rancangan campuran
beton (mix design) umur 7 hari. Bilamana hasil pengujian beton berumur 7 hari dari campuran
percobaan tidak menghasilkan kuat tekan beton yang diisyaratkan, maka Penyedia Jasa harus
melakukan penyesuaian campuran dan mencari penyebab ketidak sesuaian tersebut.Pemborong
diwajibkan menyediakan buku harian selama proyek ini berlangsung gunanya untuk mencatat
kejadian dan kegiatan seahari –hari serta keadaan cuaca dan lain – lainnya. Untuk pekerjaan cor
beton ready mix yang menggunakan mutu beton K.300. Lapisan bawah yang kedap air terdisi dari
lembaran plastik yang kedap air. Ukuran tebal dapat dikonsultasikan kepada pengawas lapangan.
Seluruh beton yang digunakan dalam pekerjaan harus memenuhi kuat tekan dan slump yang
dibutuhkan. Beton yang tidak memenuhi persyaratan slump tersebut boleh digunakan untuk
pelat – pelat perkerasan beton jalan. Beton tersebut harus merupakan jenis yang memiliki sifat
kemudahan pengerjaan yang sesuai untuk mencapai pemadatan penuh dengan instalasi yang
digunakan. kontraktor harus memberitahukan direksi pekerjaan paling sedikit 24 jam sebelum
memulai pengecoran beton. Pemberitahuan harus meliputi lokasi, kondisi pekerjaan, mutu
beton dan tanggal serta waktu percampuran beton. Seluruh bahan –bahan yang dipergunakan
(batu bata, semen, pasir, batu koral, besi beton dan air ) harus berkwalitas baik menurut
ketentuan yang ada dan harus dari segala kotoran atau bahan kimia yang dapat merusak
konstruksi tersebut. Bila digunakan ruji (dowel), maka harus dipasang sejajar dengan permukaan
dan garis sumbu perkerasan beton, dengan memakai penahan atau perlengkapan logam lainnya
yang dibiarkan tertinggal dalam perkerasan. Ujung dowel harus dipotong dengan rapi agar
permukaannya rata. Bagian setiap dowel yang diberi pelumas sebagaimana yang ditunjukkan
dalam Gambar, harus dilapisi sampai merata dengan bahan aspal atau bahan pelumas yang
disetujui, agar bagian dowel tersebut tidak ada melekat pada beton. Penutup (selubung) dowel
yang disetujui Pengawas Pekerjaan, harus dipasang pada setiap batang dowel hanya digunakan
dengan sambungan ekspansi. Penutup atau selubung tersebut harus berukuran pas dengan
dowel dan ujungnya yang tertutup harus kedap air. Sebagai pengganti rakitan dowel pada
sambungan kontraksi, batang dowel bisa diletakkan dalam seluruh ketebalan perkerasan dengan
perlengkapan mekanik yang disetujui Pengawas Pekerjaan. Sebelum menghampar beton,
toleransi alinyemen dari masing-masing dowel pada lokasi manapun sebagaimana yang diukur
pada rakitan dowel haruslah ± 2 mm untuk dua per tiga jumlah dowel dalam sambungan, ± 4 mm
untuk satu dari sisa sepertiga jumlah dowel dalam sambungan, dan ± 2 mm antar dowel yang
berdampingan dalam arah vertikal maupun horisontal. Pada saat pengecoran posisi dowel harus
bisa dijamin tidak berubah.
5. Penutup Sambungan (Sealing Joint)
Sambungan harus ditutup, dengan bahan penutup yang memenuhi Pasal 5.3.2.9) dari Spesifikasi
ini, segera mungkin setelah periode perawatan beton berakhir dan sebelum perkerasan dibuka
untuk lalu lintas, termasuk peralatan Penyedia Jasa. Bahan penutup (joint sealer) yang digunakan
pada setiap sambungan harus memenuhi detail yang ditunjukan dalam Gambar atau
sebagaimana yang diperintahkan Pengawas Pekerjaan.
Bahan penutup yang digunakan secara panas harus diaduk selama pemanasan untuk mencegah
terjadinya pemanasan setempat yang berlebihan. Penuangan harus dilakukan sedemikian hingga
bahan penutup tersebut tidak tumpah pada permukaan beton yang terekspos. Setiap kelebihan
bahan penutup pada permukaan beton harus segera disingkirkan dan permukaan perkerasan
dibersihkan. Penggunaan pasir atau bahan lain sebagai bahan peresap terhadap bahan penutup
ini tidak diperkenankan.
E. Pekerjaan lain – lain
Pekerjaan lain – lain hanya meliputi uji petik lapangan, dimana lokasi pekerjaan harus bersih dan
melakukan Asbuilt Drawing.
Palembang, 05 Agustus 2024
Ditetapkan Oleh
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Kecamatan Gandus
Bidang Bina Marga
M. NASRULLAH, ST
NIP. 197601211996031004