| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0023331226441000 | Rp 427,190,826 | 78.6 | 82.88 | - | |
| 0831062153831000 | Rp 446,941,500 | 92.5 | 93.12 | - | |
PT Geoinfotech Indonesia | 01*5**5****05**0 | - | - | - | Peserta tidak mengirimkan Persyaratan Kualifikasi Tambahan yang dimintakan. |
Tinata Konsultan | 03*3**3****31**0 | - | - | - | - |
CV Beta Metrik Konsultan | 04*8**7****32**0 | - | - | - | - |
| 0763398377831000 | - | - | - | - | |
| 0014609390831000 | - | - | - | - |
URAIAN PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan Survei Kondisi Jalan dan Jembatan adalah :
Kegiatan Survei Kondisi Jalan dan Jembatan Kabupaten di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
Ruang dan Pertanahan Kabupaten Parigi Moutong mempunyai ruang lingkup kegiatan antara sebagai
berikut ini :
a. Lingkup wilayah kegiatan
Kegiatan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, pada ruas-ruas
jalan yang telah ditetapkan sesuai SK Jalan Kabupaten Parigi Moutong terbaru.
b. Lingkup Kegiatan
Lingkup kegiatan ini meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut :
1) Konsultan melakukan koordinasi, pembagian kerja serta menyusun metode pelaksanaan kegiatan.
2) Perumusan metode kerja yang akan diterapkan dalam menyelesaikan pekerjaan, secara garis besar
terdapat 2 (dua) tahapan penyelesaian pekerjaan, yaitu:
• Survei lapangan
Selain perlu menyiapkan kebutuhan inventarisasi data lapangan dengan data attributnya, maka
koordinat data GPS yang diperoleh selama survei perlu diolah dan dianalisa kembali hingga
memperoleh peta data shp dengan kandungan berupa :
- Terbentuknya garis-garis ruas jalan, lengkap dengan nama ruas dan no.id-nya.
- Jelas posisi awal dan akhir ruas jalan
- pencermatan pada pengisian form survey kondisi jalan berdasarkan petunjuk aplikasi sistem
program pemeliharaan jalan provinsi/kabupaten (PKRMS) terbaru yang dikeluarkan oleh
Dirjend Binamarga Kemeterian PUPR.
- Koordinat posisi jembatan pada ruas jalan kabupaten, lengkap dengan nama jembatan, nama
ruas, nomor identitas serta kondisi setiap struktur jembatan.
- Pencermatan pada pengisian form survey pemerikasaan inventarisasi jembatan sesuai dengan
petunjuk Bridge Management Survey (BMS)
• Pengisian Aplikasi PKRMS
PKRMS sebagai alat bantu dalam kegiatan perencanaan, pemrograman, dan penggaran sangat
bergantung pada keakuratan data masukan. Daftar data berikut merupakan data masukan yang
dibutuhkan dalam sistem PKRMS:
a) Administratif
b) Ruas jalan dan titik referensi (DRP)
c) Inventarisasi jalan (perkerasan dan non-perkerasan)
d) Kondisi jalan (perkerasan dan non-perkerasan)
e) Koordinat GPS
f) Tingkat kerataan jalan (roughness)
g) Nilai MCA ruas jalan
h) Kriteria MCA
i) Struktur
j) Lalu lintas harian rata-rata (LHR)
k) Informasi proyek (komitmen dan sejarah)
3) Pengumpulan data primer dan data sekunder.
4) Survei lapangan dalam rangka inventarisasi data jalan dan jembatan kabupaten.
5) Pengolahan dan analisis data.
6) Pembuatan Laporan.
a. Tahapan Persiapan
Pada tahapan ini dilakukan persiapan pelaksanaan kegiatan yang meliputi :
1) Penyiapan personil dalam tim kerja (tenaga ahli dan tenaga pendukung sesuai dengan tata
laksana personil).
2) Penyiapan administrasi berupa dokumen-dokumen.
3) Studi literatur sebagai awal atau referensi untuk pelaksanaan kegiatan.
4) Persiapan survei (termasuk mobilisasi peralatan).
5) Penyiapan data-data dasar (peta, data-data yang diperlukan, check list dan panduan lapangan).
6) Rapat persiapan/koordinasi dalam rangka penyamaan teknis dengan seluruh tim kerja dan
penyedia jasa.
b. Tahapan Pengumpulan data
Kegiatan pengumpulan data lapangan diperlukan untuk mendukung proses Survei Jalan dan
Jembatan Kabupaten maupun bahan dalam pembuatan peta berbasis GIS. Tahap pengumpulan
data dikelompokkan dalam dua teknik, yaitu :
1) Pengumpulan data sekunder
Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara studi literatur yaitu mengumpulkan
berbagai data sekunder yang masih berlaku (Daftar ruas jalan berstatus SK, data jumlah
jembatan serta dokumen peta jalan dan jembatan sebelumnya).
2) Pengumpulan data primer
Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara :
• Identifikasi data lapangan/survei
Identifikasi data lapangan dilakukan melalui pengamatan langsung/survei, pemetaan dan
perekaman data sesuai dengan kondisi eksisting dengan bantuan alat survei Global Positioning
System (GPS) tipe mapping dengan ketelitian sub meter.
• Melakukan inventarisasi data jaringan jalan persegmen ruas ruas jalan sesuai formulir survei
terlampir dalam KAK ini, dimana pengambilan datanya di lakukan setiap interval 200 meter
sesuai petunjuk program pemeliharaan jalan provinsi/kabupaten (PKRMS).
• Melakukan inventarisir data jembatan sesuai formulir survei terlampir dalam KAK ini, dengan
merujuk pada Bridge Management Survey (BMS).
• Dalam pelaksanaan survei, pengguna jasa menyediakan biaya untuk sewa kendaraan Roda 2
(dua) sebanyak 8 (delapan) unit selama pelaksanaan survei dan kenderaan roda 4 (empat)
sebanyak 2 unit yang digunakan sebagai kenderaan oprasional utama yang digunakan selama
pelaksanaan kegiatan. Selain itu di sediakan pula fasilitas oprasional bagi surveyor dan tenaga
ahli sesuai dengan masa waktu survey yang tersedia.
• Survei lapangan di rencanakan selama 55 (lima puluh lima) hari kalender.
c. Tahapan Pengolahan data
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah:
1) Mengkoordinasikan dan mengkompilasikan data dan informasi terkait dengan pemetaan
terdahulu dengan pengolahan data spasial.
2) Pengolahan data tabular
Data ini dihasilkan dari form survei yang telah diisi oleh surveyor selama pelaksanaan survei
dengan mengikuti petunjuk/pedoman survei. Data tabular kemudian di input kedalam format
yang telah di sediakan oleh Kementerian PUPR.
3) Pengolahan data spasial
Data dan informasi yang diperoleh dari hasil survei dan pemetaan serta sumber lainnya
selanjutnya akan dilakukan editing data spasial dan pengolahan data atribut. Data spasial
dianalisis dengan perangkat lunak ArcGIS, yang selanjutnya di overlay dengan peta RBI.
4) Pembuatan Peta Tematik
Pembuatan peta tematik dilakukan berdasarkan klasifikasi yang telah dibuat sebelumnya
sehingga memudahkan dalam penyatuan data-data spasial.
5) Database dan Sistem Informasi
Menyempurnakan data spasial dan non spasial kemudian menyatukan sistem database
tersebut kedalam geodatabase dan pemetaan yang sudah ada hingga terjalin suatu sistem
yang terpadu dan sinergi dengan semua peta.