| 0820041978117000 | Rp 581,724,277 | |
| 0941267445117000 | - | |
| 0763876570121000 | - | |
| 0024555864117000 | - | |
| 0958687311121000 | - | |
| 0960329803117000 | - | |
| 0940635014402000 | - | |
CV Bangun Pane Perkasa | 01*6**2****17**0 | - |
| 0018516872117000 | - | |
CV Bintang Prima Jaya | 07*5**2****17**0 | - |
| 0026842757125000 | - | |
CV Asa Citra Persada | 05*4**6****15**0 | - |
| 0722944899127000 | - | |
| 0312648298117000 | - | |
| 0317423002117000 | - | |
| 0916336340117000 | - | |
| 0940849169122000 | - | |
| 0313065815117000 | - | |
CV Raeesah Karya Utama | 06*0**8****51**0 | - |
| 0830997649112000 | - | |
| 0421344649127000 | - | |
| 0741885628121000 | - |
SPESIFIKASI TEKNIS
PROGRAM : PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM
DRAINASE
KEGIATAN : PEMBANGUNAN DRAINASE JALAN BATU PERMATA
RAYA
LOKASI KEGIATAN : KOTA PEMATANGSIANTAR
PEMERINTAH KOTA PEMATANGSIANTAR
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG
T.A. 2024
SPESIFIKASI TEKNIS
A. URAIAN PENDAHULUAN
A.1 Nama dan Latar Belakang Kegiatan
1) Nama Pekerjaan : Pembangunan Drainase Jalan Batu Permata Raya
2) Latar Belakang Kegiatan : Kondisi saat ini sebagian dalam keadaan rusak ringan
sehingga membutuhkan Pembangunan Drainase Jalan Batu Permata Raya
Kota Pematangsiantar.
A.2 Maksud danTujuan
Maksud dari pelaksanaan kegiatan Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang
Urusan Pemerintah Daerah ini adalah untuk memaksimalkan fungsi drainase .
A.3 Target/Sasaran
Adapun target/sasaran dari Pekerjaan : Pembangunan Drainase Jalan Batu
Permata Raya ini adalah untuk memaksimalkan fungsi drainase.
A.4 Nama Organisasi Pengadaan Barang/Jasa
OPD yang mengadakan pengadaan jasa konstruksi Pembangunan Drainase
Jalan Batu Permata Raya ini adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota
Pematangsiantar.
A.5 Sumber Pendanaan
Kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), APBD Kota
Pematangsiantar T.A. 2024 dengan Pagu Anggaran Rp. 600.000.000,- (Enam ratus
juta rupiah)
A.6 Mata Pembayaran Pekerjaan Utama
1) Pasangan Batu
2) Plesteran
3) Beton Struktur fc’ 10 Mpa Tanpa Perancah
4) Baja Tulangan Polos BJTP 280
5) Pembongkaran Pasangan Batu
A.7 Lokasi Pekerjaan
Pembangunan Drainase Jalan Batu Permata Raya Kota Pematangsiantar
berada pada Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematangsiantar Provinsi
Sumatera Utara.
A.8 Jangka Waktu Pelaksanaan
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini adalah selama 120 (seratus
dua puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK), dengan masa pemeliharaan selama 180 (Seratus Delapan Puluh) hari
kalender terhitung sejak tanggal Serah Terima Pertama.
A.9 Keluaran/Produk yang dihasilkan
Keluaran/produk dari pelaksanaan pekerjaan : Pembangunan Drainase Jalan
Batu Permata Raya Kota Pematangsiantar untuk saluran drainase yang
berfungsi dengan baik.
A.10 Persyaratan Kualifikasi Minimal Penyedia
Untuk melaksanakan Pembangunan Drainase Jalan Batu Permata Raya
Kota Pematangsiantar ini diperlukan persyaratan kualifikasi penyedia sebagai
berikut:
1) Peserta yang berbadan usaha harus memiliki perizinan berusaha di bidang
Jasa Konstruksi;
2) Peserta yang berbadan usaha harus memiliki perizinan berusaha berbasis
risiko (OSS RBA) di bidang Jasa Konstruksi dengan subklasifikasi BS004-
42201 dan sertifikat standar terverifikasi (untuk badan usaha yang memiliki
SBU KBLI 2020);
3) Dalam hal sertifikat standar sebagaimana dimaksud pada angka 2 belum
terverifikasi, peserta menyampaikan NIB, Sertifikat Standar belum
terverifikasi dan tangkapan layar laman OSS yang mencantumkan bahwa
sertifikat Standar sedang menunggu verifikasi;
4) Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha Kecil.
Klasifikasi Bidang Usaha Drainase dan Drainase (KBLI 2020-42201) dan Sub
Kualifikasi BS004 (Konstruksi Jaringan Drainase dan Drainase ).
4) Memiliki NPWP dengan status keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil
Konfirmasi Status Wajib Pajak Valid;
5) Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan
(apabila ada perubahan);
6) Tidak masuk dalam Daftar Hitam, keikut sertaannya tidak menimbulkan
pertentangan kepentingan pihak yang terkait, tidak dalam pengawasan
pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan
dan/atau yang bertindak untuk dan atas nama Badan Usaha tidak sedang
menjalani sanksi pidana, dan pengurus/pegawai tidak berstatus Aparatur
Sipil Negara, kecuali yang bersangkutan mengambil cuti diluar tanggungan
Negara.
7) Memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan konstruksi dalam
kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik dilingkungan pemerintah
maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, kecuali bagi pelaku
usaha yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun;
8) Memenuhi Sisa Kemampuan Paket (SKP);
9) Memiliki sertifikat tanda kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang masih
berlaku dan dibuktikan dengan pembayaran iuran bulan terakhir.
B. SPESIFIKASI TEKNIS
B.1 SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI
NO. ITEM BAHAN MERK TKDN
(ESTIMASI)
1 Air 100 %
2 Batu Padas 100 %
3 Kerikil Beton 100 %
4 Pasir Pasangan, Beton, Bersih 100 %
5 Semen Portland/ PC ( 40 kg ) Padang 83,96 %
6 Paku Biasa/Paku Kayu 25,03 %
7 Kawat Beton 54,97 %
8 Kayu Sembarang 100 %
9 Baja Tulangan 48,79 %
Dalam rangka mendukung kewajiban penggunaan produk dalam negeri akan
diberikan prefrensi harga dengan nilai : 15 %
B.2 SPESIFIKASI PERALATAN KONSTRUKSI DAN PERALATAN BANGUNAN
No Jenis Peralatan Kapasitas Jumlah
1. 80 – 140 HP 1 Unit
Excavator
2. 0,3-0,6 M3 1 Unit
Concrete Mixer
3. 3-4 M3 3 Unit
Dump Truck
- Bukti kepemilikan kendaraan dengan status (sewa/milik sendiri) disertakan fotocopy
KTP pemilik sesuai STNK.
- Kendaraan yang ditawarkan dilengkapi STNK yang masih berlaku.
- Untuk pembelian peralatan yang dibeli di toko, wajib menyertakan nama dan alamat
toko atau levaransir serta badan usaha lainnya.
- Untuk peralatan yang dibeli secara perorangan wajib disertakan foto copy KTP penjual.
Apabila persyaratan yang dimaksud tidak dapat dilengkapi maka peserta dinyatakan GUGUR
I. SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI
1. BETON STRUKTUR
Bahan-bahan :
a) Semen
Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton harus jenis semen Portland tipe I
merek Semen Padang yang memenuhi SNI 2049:2015.
b) Air
Air yang digunakan untuk campuran beton, harus bersih, dan bebas dari bahan
yang merugikan seperti minyak, garam, asam, basa, gula atau organik. Air harus
diuji sesuai dengan dan harus memenuhi ketentuan dalam SNI 7974;2016.
Apabila timbul keragu-raguan atas mutu air yang diusulkan dan karena sesuatu
sebab pengujian air seperti di atas tidak dapat dilakukan, maka harus dadakan
perbandingan pengujian kuat tekan mortar semen dan pasir standar dengan
memakai air yang diusulkan dan dengan memakai air murni hasil sulingan. Air
yang diusulkan dapat digunakan apabila kuat tekan mortar dengan air tersebut
pada umur 7 (tujuh) hari dan 28 (dua puluh delapan) hari mempunyai kuat tekan
minimum 90% dari kuat tekan mortar dengan air suling untuk periode umur
yang sama. Air yang diketahui dapat diminum dapat digunakan.
c) Agregat
(i) Ketentuan Gradasi Agregat
a. Gradasi agregat kasar dan halus harus memenuhi ketentuan yang
diberikan dalam tabel 7.1.2.1, tetapi atas persetujuan pengawas lapangan,
bahan yang tidak memenuhi ketentuan gradasi tersebut masih dapat
digunakan apabila memenuhi sifat-sifat campuran yang disyaratkan
dama pasal 7.1.1.7 dan 7.1.3.1 yang dibuktikan oleh hasil campuran
percobaan.
b. Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa sehingga ukuran agregat
terbesar tidak lebih dari ¾ jarak bersih minimum antara baja
tulangan atau antara baja tulangan dengan acuan, atau celah-celah
lainnya dimana beton harus dicor.
(ii) Sifat-sifat agregat
a. Agregat yang digunakan harus bersih, keras, kuat yang diperoleh dari
pemecahan batu atau koral, atau dari penyaringan dan pencucian
(jika perlu) kerikil dan pasir sungai.
(ii) Agregat harus memiliki sifat-sifat yang diberikan dalam Tabel 7.1.2.2) bila contoh-
contoh diambil dan diuji sesuai dengan prosedur yang berhubungan
(iii) Agregat yang digunakan harus bersih, keras, kuat yang diperoleh dari pemecahan
batu atau koral, atau dari penyaringan dan pencucian (jika perlu) kerikil dan pasir
sungai
(iv) Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa sehingga ukuran agregat terbesar
tidak lebih dari ¾ jarak bersih minimum antara baja tulangan atau antara baja
tulangan dengan acuan, atau celah-celah lainnya di mana beton harus dicor.
d) Batu Untuk Beton Siklop
Batu untuk beton siklop harus keras, awet, bebas dari retak, tidak berongga dan
tidak rusak oleh pengaruh cuaca. Batu harus bersudur runcing, bebas dari
kotoran, minyak dan bahan-bahan lain yang mempengaruhi ikatan dengan beton.
Ukuran batu yang digunakan untuk beton siklop tidak boleh lebih besar dari 250
mm.
e) Bahan tambahan
Yang digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja beton dapat berupa
bahan tambahan kimia dan/atau bahan tambahan mineral sebagai bahan pengisi
pori dalam campuran beton.
(i) Bahan tambahan kimia
- Bahan tambahan yang berupa bahan kimia ditambahkan dalam
campuran beton dalam jumlah tidak lebih dari 5% berat semen selama
proses pengadukan atau selama pelaksanaan pengadukan tambahan
dalam pengecoran beton. Ketentuan mengenai bahan tambahan kimia ini
harus mengacu pada SNI 03-2495-1991. Bahan tambahan kimia
(admixture) yang mengandung klorid tidak diizinkan untuk beton.
- Untuk tujuan peningkatan kinerja beton segar, bahan tambah campuran
beton dapat digunakan untuk keprluan-keperluan : meningkatkan kinerja
kelecakan adukan beton tanpa menambah air, mengurangi penggunaan
air dalam campuran beton tanpa mengurangi kelecakan, mempercepat
pengikatan hidrasi semen atau pengerasan beton, memperlambat
pengikatan hidrasi semen atau pengerasan beton, memperlambat
pengikatan hidrasi semen atau pengerasan beton; meningkatkan kinerja
kemudahan pemompaan beton; mengurangi kecepatan terjadinya
kehilangan slump (slump loss); mengurangi susut beton atau
memberikan sedikit pengembangan volume beton (ekspansi);
mengurangi terjadinya bleeding; mengurangi terjadinya segregasi
- Untuk tujuan peningkatan kinerja beton sesudah mengeras, bahan
tambah campuran beton bisa digunakan untuk keperluan-keperluan :
meningkatkan kekuatan beton (secara tidak langsung), meningkatkan
kekuatan pada beton muda; mengurangi atau memperlambat panas
hidrasi pada proses pengerasan beton, terutama untuk beton dengan
kekuatan awal yang tinggi; meningkatkan kinerja pengecoran beton di
dalam air atau di laut; meningkatkan keawetan jangka panjang beton;
meningkatkan kekedapan beton (mengurangi permeabilitas beton);
mengendalikan ekspansi beton akibat reaksi alkali agregat;
meningkatkan daya lekat antara beton baru dan beton lama;
meningkatkan daya lekat antara beton dan baja tulangan; meningkatkan
ketahanan beton terhadap abrasi dan tumbukan.
- Penggunaan jenis bahan tambahan kimia untuk maksud apapun harus
berdasarkan hasil pengujian laboratorium yang menyatakan bahwa
hasilnya sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh pengawas
lapangan.
- Viscocity Modifying Admixture (VMA) digunakan untuk mengurangi
segregasi dan sensivitas campuran terhadap variasi komponen lainnya
terutama kadar air, biasanya digunakan untuk beton memadat sendiri
(SCC) bila mana kadar bubuk (powder) sebagaimana yang diuraikan pada
pasal 7.1.2.6 dalam campuran tidak mencukupi.
(ii) Bahan tambahan mineral
- Mineral yang berupa bahan tambahan dapat berbentuk ; abu terbang (fly
ash) kelas F sesuai dengan SNI 2460;2014; semen slag atau terak tanur
tinggi berbutir (ground granulated blast furnace slag) sesuai dengan SNI
6385;2016, mikro silica atau silica fume.
- Penggunaan abu terbang (fly ash) tidak dibenarkan untuk beton yang
menggunakan semen tipe Portland Possolan Cement (PPC).
2. BAJA TULANGAN POLOS
Bahan-bahan :
a) Baja Tulangan
- Baja tulangan harus baja polos atau sirip dengan mutu yang sesuai dengan
gambar dan memenuhi Tabel 7.3.2.1) berikut ini :
- Bila anyaman baja tulangan diperlukan, seperti untuk tulangan pelat,
anyaman tulangan yang dilas yang memenuhi SNI 03-6812-2002 dapat
digunakan
b) Tumpuan untuk Tulangan
Tumpuan untuk tulangan harus dibentuk dari batang besi ringan atau bantalan
beton pracetak dengan mutu fc’20 MPa , terkecuali distujui lain oleh Pengawas
pekerjaan.
c) Pengikat untuk Tulangan
Kawat pengikat untuk mengikat tulangan harus kawat baja lunak yang memenuhi
SNI 07-6401-2000 yang dipasang bersilangan.
3. Pasangan Batu
Bahan-bahan :
a) Batu
- Batu harus bersih, keras, tanpa bagian yang tipis atau retak dan harus dari
jenis yang diketahui awet. Bila perlu, batu harus dibentuk untuk
menghilangkan bagian yang tipis atau lemah. Batu yang terdiri dari bahan
- yang porous atau batu kulit harus ditolak
- Batu harus lancip atau lonjong bentuknya dan ditempatkan saling mengunci
bila dipasang Bersama-sama
- Ukuran batu dalam arah manapun tidak boleh kurang dari 15 cm
b) Adukan Mortar Semen
Semen yang digunakan harus jenis semen Portland merk Semen Padang yang
memenuhi SNI 2049:2015.
c) Drainase Porous
Pipa yang dipasang sebagai lubang sulingan melewati beton atau tembok
pasangan batu atau pasangan batu sebagai pelapisan (lining) harus berdiameter
dalam 50 mm dan haruslah PVC atau bahan yang disetujui oleh Pengawas
Pekerjaan, yang cukup kuat untuk menahan perubahan bentuk selama
pelaksanaan dan pengerasan adukan atau beton.
III. SPESIFIKASI MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3).
Mengenai penerapan manajemen K3 Konstruksi (Keselamatan dan Kesehatan
kerja) harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. RKK memenuhi persyaratan
yaitu adanya identifikasi bahaya K3 yang memenuhi substansi, sasaran K3, program
K3 yang secara umum menggambarkan penguasaan dalam mengendalikan resiko
bahaya K3.
Adapun identifikasi bahaya pada pekerjaan konstruksi Pembangunan
Drainase Jalan Batu Permata Raya ini adalah sebagai berikut :
Tingkat
NO. Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya
Resiko
1. Mobilisasi dan Demobilisasi Kecelakaan pada saat perjalanan alat
2
Peralatan berat
2. Galian untuk Selokan Drainase Terluka akibat terkena alat berat 2
dan Saluran Air
Tertimbun Tanah Galian. 2
3. Pasangan Batu Tertimpa batu pada saat pemasangan
4
batu
Tangan terjepit batu
2
4. Beton Struktur fc’20 Mpa Tertimpa adukan beton 2
4. Beton Siklop fc’15 Mpa Tertimpa adukan beton 2
5. Beton fc’10 Mpa Tertimpa adukan beton 2
6. Baja Tulangan U24 Polos Terjepit, terluka, tergores pada saat 2
pemasangan atau pemotongan besi
tulangan
7. Bekisting Terjadi luka ketika pemasangan 2
papan/kayu bekisting
8. Plesteran Tangan terluka akibat terkena campuran 2
semen
Gangguan kesehatan akibat debu semen 2
Tingkat risiko dikategorikan dengan risiko rendah
IV. SPESIFIKASI METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan pekerjaan menjelaskan mengenai tahapan dan tata cara
pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai akhir,
yang disusun berdasarkan kondisi lapangan dan jenis penanganannya.
Adapun metode pelaksanaan setiap jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan
adalah sebagai berikut :
1. Mobilisasi
Lingkup pekerjaan Mobilisasi yang diperlukan dalam Kontrak tergantung
pada jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan. Adapun lingkup
pekerjaan Mobilisasi adalah sebagai berikut
a) Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan Utama
Mobilisasi peralatan utama dilaksanakan sesuai dengan tahapan pekerjaan
yang dilaksanakan dan sesuai kebutuhan di lapangan. Peralatan
utama diangkut ke lokasi pekerjaan menggunakan trado/trailer. Ketika
peralatan utama sudah selesai digunakan akan diangkut kembali dari
lapangan yang disebut dengan Demobilisasi.
b) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
Untuk mengendalikan dan melindungi para pekerja dalam melaksanakan
pekerjaannya dan pengguna jalan yang melewati lokasi pekerjaan tersebut,
penyedia menyediakan peralatan keselamatan lalu lintas dan personil.
Rambu-rambu peringatan selama masa pelaksanaan pekerjaan
berlangsung. Pekerja (flagman) dengan alat komunikasi yang disediakan
bertugas mengatur lalu lintas yang lewat pada lokasi pekerjaan.
c) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Penanganan K3 mencakup sarana pencegah kecelakaan kerja dan
perlindungan kesehatan kerja konstruksi maupun penyediaan personel
yang kompeten dan organisasi pengendalian K3 konstruksi sesuai dengan
tingkat risiko yang ditetapkan oleh PPK. Setiap pekerja yang sedang
melaksanakan pekerjaannya di lapangan dilengkapi alat pelindung diri.
Pemasangan rambu-rambu petunjuk, rambu larangan, rambu informasi
dilakukan pada lokasi pekerjaan bertujuan agar masyarakat yang melewati
jalan tersebut mengetahui dan berhati-hati agar terhindar dari kecelakaan.
d) Base Camp
Base Camp berfungsi sebagai kantor dan tempat rapat antara penyedia jasa
dengan PPK/Pengawas Lapangan. Base Camp juga digunakan untuk
menyimpan material agar terlindung dari hujan dan aman, serta tempat
untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya teknis.
e) Foto Dokumentasi
Untuk mendukung kelengkapan data administrasi teknik dan sebagai bukti
yang meyakinkan di kemudian hari, maka penyedia jasa harus
menyediakan foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dengan
menggunakan kamera digital. Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut
:
➢ Foto dokumentasi dilakukan pada saat pelaksanaan pekerjaan masih
pada posisi 0%, mencapai bobot 50% dan 100% untuk satu titik atau
lokasi pengambilan foto yang sama.
➢ Foto 0% diambil pada saat pekerjaan belum dimulai untuk mengetahui
kondisi sebenarnya dari lokasi yang akan dikeerjakan oleh penyedia
jasa.
➢ Foto 50% diambil pada saat pekerjaan sedang berlangsung untuk
melihat kondisi lapangan pada kondisi 50%.
➢ Foto 100% diambil pada saat pekerjaan sudah terlaksana secara
tuntas untuk melihat kondisi akhir pekerjaan.
➢ Sebelum pengambilan foto-foto, maka dibuat rencana/denah yang
menunjukkan lokasi, posisi dari kamera dan arah bidikan yang
kemudian diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
➢ Foto dokumentasi tersebut di atas dicetak dengan ukuran yang
disetujui oleh pengawas yang ditempel pada album foto dan
diperbanyak sesuai dengan persetujuan PPK/Pengawas Lapangan.
➢ Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi pengambilan
harus dari arah yang sama yang sudah ditentukan sebelumnya.
f) Papan Nama Proyek
Papan nama proyek dipasang sebagai identitas dan informasi mengenai
proyek yang sedang berlangsung. Papan proyek dibuat sesuai dengan
bahan dan ukuran atas persetujuan PPK/Pengawas pekerjaan. Papan
proyek dipasang dipangkal lokasi pekerjaan dan dipeliharan selama masa
pelaksanaan proyek.
g) Laporan Harian, Laporan Mingguan dan Laporan Bulanan
Untuk mendukung kelengkapan data administrasi teknik, maka penyedia
jasa menyediakan laporan harian, laporan mingguan dan laporan bulanan.
Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
➢ Laporan dibuat setiap hari dengan mencatat pekerjaan yang
dilaksanakan dalam hari berjalan terhitung pada saat adanya SPMK.
➢ Laporan harian berisi tentang jenis pekerjaan, volume pekerjaan yang
dicapai setiap hari lengkap dengan perhitungan dan gambar
typicalnya, cuaca, jumlah tenaga, alat yang digunakan serta jumlah dan
jenis bahan yang digunakan.
➢ Laporan mingguan berisi tentang rekapan laporan harian 1 (satu)
mingguan, selain itu juga berisi volume pekerjaan minggu lalu.
➢ Laporan bulanan berisi tentang rekapan laporan harian dan laporan
mingguan, selain tu juga berisi volume pekerjaan bulan lalu.
h) Pengujian Kuat Tekan Beton Benda Uji Silinder
Pengujian Kuat Tekan Beton dilakukan terhadap beton yang telah dicetak
benda ujinya dalam bentuk silinder pada umur beton yang ditetapkan.
2. Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
Metode kerja galian adalah sebagai berikut :
a) Penggalian dilaksanakan sesuai dengan dimensi pada gambar kerja yang
disetujui oleh PPK.
b) Agar kemiringan lantai saluran tercapai sesuai dengan gambar kerja dan
spesifikasi teknis, maka terlebih dahulu dilakukan pengukuran
menggunakan Waterpass untuk menentukan elevasi lantai saluran.
c) Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator.
d) Excavator menuangkan material hasil galian kedalam Dump Truk.
e) Setelah penuh Dump Truk membuang material hasil galian keluar dari
lokasi pekerjaan.
f) Sekelompok pekerja merapikan sisa-sisa hasil galian.
Pelaksanaan pekerjaan galian ini akan mengutamakan keselamatan dan
kesehatan kerja. Operator dan para pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini
harus memakai alat pelindung diri (safety) sesuai dengan yang ditentukan pada
dokumen kontrak. Rambu-rambu petunjuk, rambu peringatan dipasang selama
masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pekerja (flagman) dengan alat
komunikasi yang disediakan bertugas mengatur lalu lintas yang lewat pada
lokasi pekerjaan.
3. Pasangan Batu
Metode kerja pasangan batu adalah sebagai berikut :
a) Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan
menggunakan Concrete Mixer (Beton Molen)
b) Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum dipasang
c) Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan
Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu ini akan mengutamakan
keselamatan dan kesehatan kerja. Para pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini
harus memakai alat pelindung diri (safety) sesuai dengan yang ditentukan pada
dokumen kontrak. Rambu-rambu petunjuk lajur, rambu peringatan dipasang
selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pekerja (flagman) dengan alat
komunikasi yang disediakan bertugas mengatur lalu lintas yang lewat pada
lokasi pekerjaan.
Untuk memasang pasangan batu yang rapi dan sesuai dengan spesifikasi
teknis, maka diperlukan tenaga terampil yang memiliki sertifikat sebagai
Tukang Pasang Batu (TA 005) minimal 1 (satu) orang.
4. Plesteran
Metode kerja plesteran adalah sebagai berikut :
a) Sebelum diplester, permukaan harus disiram terlebih dahulu sehingga
mencapai kejenuhan.
b) Bahan adukan harus dicampur dalam keadaan kering dan diaduk diatas
papan lalu kemudian diaduk dengan air sampai merata.
c) Plesteran dilakukan dengan perbandingan adukan 1pc : 3pp, tebal
plesteran 1,5 sampai 2 cm. Selama proses pengeringan plesteran harus
disiram air untuk menghindari retak rambut.
Pelaksanaan pekerjaan plesteran ini akan mengutamakan keselamatan
dan kesehatan kerja. Para pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini harus
memakai alat pelindung diri (safety) sesuai dengan yang ditentukan pada
dokumen penawaran. Rambu-rambu petunjuk, rambu peringatan dipasang
selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pekerja (flagman) dengan alat
komunikasi yang disediakan bertugas mengatur lalu lintas yang lewat pada
lokasi pekerjaan.
5. Beton Struktur fc’20 MPa
Metode kerja beton struktur fc’20 MPa adalah sebagai berikut :
a) Penyedia Jasa mengirimkan contoh dari seluruh bahan yang hendak
digunakan untuk campuran beton ke laboratorium dengan data pengujian
yang memenuhi seluruh sifat bahan yang disyaratkan dalam spesifikasi
teknis untuk dibuat rancangan campuran (Job Mix Design/JMD).
b) Setelah JMD selesai, Penyedia Jasa membuat campuran percobaan mengacu
kepada JMD tersebut yang disaksikan oleh PPK/Pengawas Pekerjaan, yang
menggunakan jenis instalasi dan peralatan yang sama seperti yang akan
digunakan untuk pekerjaan. Hasil percobaan ini akan menjadi Job Mix
Formula (JMF).
c) Semua material yaitu semen, pasir, aggregat dan air dicampur
menggunakan Concerete Mixing Plant/Batching Plant sesuai dengan
komposisi yang telah ditetapkan dan disetujui pada JMF.
d) Adukan beton yang telah dicampur dengan baik diangkut oleh Truk Mixer
dan sesampainya di lokasi beton dituang ke lokasi yang akan dicor.
e) Pengecoran dilaksanakan apabila bekisting dan baja tulangan sudah
terpasang dengan baik dan kokoh serta terjamin kedudukannya agar tidak
terjadi penurunan dan pengembangan pada saat beton dituang.
f) Untuk mendapatkan mutu beton yang sesuai, adukan beton dipadatkan
secara merata menggunakan Concrete Vibrator.
g) Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan oleh sejumlah
pekerja dan dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan
menjadi rata dan halus.
h) Selama proses pengecoran, beton akan diperiksa kekentalannya dengan uji
slump dan diambil benda uji silinder/kubus.
i) Setelah pengecoran selesai, maka beton harus dirawat (Curing) sesegera
mungkin setelah beton mulai mengeras, dengan menyelimutinya dengan
bahan yang dapat menyerap air. Beton harus dilindungi dari pengeringan
dini, temperatur yang terlalu panas, dan gangguan mekanis. Beton harus
dijaga agar kehilangan kadar air yang terjadi seminimal mungkin dan
diperoleh temperatur yang relatif tetap dalam watu yang ditentukan untuk
menjamin hidrasi yang sebagaimana mestinya pada semen dan pengerasan
beton.
Pelaksanaan pekerjaan Beton Struktur fc’20 Mpa ini akan mengutamakan
keselamatan dan kesehatan kerja. Operator dan para pekerja yang terlibat
dalam pekerjaan ini harus memakai alat pelindung diri (safety) sesuai dengan
yang ditentukan pada dokumen kontrak. Rambu-rambu petunjuk, rambu
peringatan dipasang selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pekerja
(flagman) dengan alat komunikasi yang disediakan bertugas mengatur lalu
lintas yang lewat pada lokasi pekerjaan.
6. Beton Struktur fc’15 MPa
Metode kerja beton struktur fc’15 MPa adalah sebagai berikut :
j) Penyedia Jasa mengirimkan contoh dari seluruh bahan yang hendak
digunakan untuk campuran beton ke laboratorium dengan data pengujian
yang memenuhi seluruh sifat bahan yang disyaratkan dalam spesifikasi
teknis untuk dibuat rancangan campuran (Job Mix Design/JMD).
k) Setelah JMD selesai, Penyedia Jasa membuat campuran percobaan mengacu
kepada JMD tersebut yang disaksikan oleh PPK/Pengawas Pekerjaan, yang
menggunakan jenis instalasi dan peralatan yang sama seperti yang akan
digunakan untuk pekerjaan. Hasil percobaan ini akan menjadi Job Mix
Formula (JMF).
l) Semua material yaitu semen, pasir, aggregat dan air dicampur
menggunakan Concerete Mixing Plant/Batching Plant sesuai dengan
komposisi yang telah ditetapkan dan disetujui pada JMF.
m) Adukan beton yang telah dicampur dengan baik diangkut oleh Truk Mixer
dan sesampainya di lokasi beton dituang ke lokasi yang akan dicor.
n) Pengecoran dilaksanakan apabila bekisting dan baja tulangan sudah
terpasang dengan baik dan kokoh serta terjamin kedudukannya agar tidak
terjadi penurunan dan pengembangan pada saat beton dituang.
o) Untuk mendapatkan mutu beton yang sesuai, adukan beton dipadatkan
secara merata menggunakan Concrete Vibrator.
p) Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan oleh sejumlah
pekerja dan dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan
menjadi rata dan halus.
q) Selama proses pengecoran, beton akan diperiksa kekentalannya dengan uji
slump dan diambil benda uji silinder/kubus.
r) Setelah pengecoran selesai, maka beton harus dirawat (Curing) sesegera
mungkin setelah beton mulai mengeras, dengan menyelimutinya dengan
bahan yang dapat menyerap air. Beton harus dilindungi dari pengeringan
dini, temperatur yang terlalu panas, dan gangguan mekanis. Beton harus
dijaga agar kehilangan kadar air yang terjadi seminimal mungkin dan
diperoleh temperatur yang relatif tetap dalam watu yang ditentukan untuk
menjamin hidrasi yang sebagaimana mestinya pada semen dan pengerasan
beton.
Pelaksanaan pekerjaan Beton Struktur fc’15 Mpa ini akan mengutamakan
keselamatan dan kesehatan kerja. Operator dan para pekerja yang terlibat
dalam pekerjaan ini harus memakai alat pelindung diri (safety) sesuai dengan
yang ditentukan pada dokumen kontrak. Rambu-rambu petunjuk, rambu
peringatan dipasang selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pekerja
(flagman) dengan alat komunikasi yang disediakan bertugas mengatur lalu
lintas yang lewat pada lokasi pekerjaan.
7. Beton Siklop fc’15 MPa
Metode kerja beton siklop fc’15 MPa adalah sebagai berikut :
a) Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton
dengan menggunakan Concrete Mixer.
b) Beton dicor ke lokasi lantai saluran yang telah disiapkan.
c) Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.
Pelaksanaan pekerjaan beton siklop fc’15 MPa ini akan mengutamakan
keselamatan dan kesehatan kerja. Operator dan para pekerja yang terlibat
dalam pekerjaan ini harus memakai alat pelindung diri (safety) sesuai dengan
yang ditentukan pada dokumen kontrak. Rambu-rambu petunjuk, rambu
peringatan dipasang selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pekerja
(flagman) dengan alat komunikasi yang disediakan bertugas mengatur lalu
lintas yang lewat pada lokasi pekerjaan.
Untuk melaksanakan pengecoran beton di lapangan agar sesuai dengan
prosedur pengecoran dan menghasilkan beton yang baik, maka diperlukan
tenaga terampil yang memiliki Sertifikat Keterampilan sebagai Tukang Cor
Beton (TS 013) minimal 1 (satu) orang.
8. Beton fc’10 MPa
Metode kerja beton fc’10 MPa adalah sebagai berikut :
a) Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton
dengan menggunakan Concrete Mixer.
b) Beton dicor ke lokasi lantai saluran yang telah disiapkan.
c) Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.
Pelaksanaan pekerjaan beton fc’10 MPa ini akan mengutamakan
keselamatan dan kesehatan kerja. Operator dan para pekerja yang terlibat
dalam pekerjaan ini harus memakai alat pelindung diri (safety) sesuai dengan
yang ditentukan pada dokumen kontrak. Rambu-rambu petunjuk, rambu
peringatan dipasang selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pekerja
(flagman) dengan alat komunikasi yang disediakan bertugas mengatur lalu
lintas yang lewat pada lokasi pekerjaan.
Untuk melaksanakan pengecoran beton di lapangan agar sesuai dengan
prosedur pengecoran dan menghasilkan beton yang baik, maka diperlukan
tenaga terampil yang memiliki Sertifikat Keterampilan sebagai Tukang Cor
Beton (TS 013) minimal 1 (satu) orang.
9. Baja Tulangan Polos-BjTP 280
Metode kerja baja tulangan polos-BjTP 280 adalah sebagai berikut :
a) Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai dengan yang diperlukan.
b) Batang tulangan dipasang/disusun sesuai dengan Gambar Pelaksanaan dan
persilangannya diikat kawat.
Pelaksanaan pekerjaan Baja Tulangan Polos ini akan mengutamakan
keselamatan dan kesehatan kerja. Para pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini
harus memakai alat pelindung diri (safety) sesuai dengan yang ditentukan pada
dokumen penawaran.
Untuk melaksanakan perakitan tulangan besi agar sesuai dengan gambar
kerja dan menghasilkan tulangan yang kuat, maka diperlukan tenaga terampil
yang memiliki sertifikat sebagai Tukang Besi Beton (TS 012) minimal 1 (satu)
orang.
10. Bekisting/Acuan Beton
Metode kerja bekisting/acuan beton adalah sebagai berikut :
a) Multipleks dipotong dan dibentuk sesuai dengan ukuran gambar kerja.
b) Potongan multipleks dipaku menjadi satu kesatuan cetakan yang kokoh,
dipasang dan dirangkai pada area struktur yang akan dicor
c) Perkuatan terhadap acuan menggunakan kayu sebagai bingkai dan penguat
multipleks tersebut.
d) Acuan dipasang dengan rapih, tegak dan lurus sehingga hasil pengecoran
beton nantinya dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
Pelaksanaan pekerjaan acuan beton ini akan mengutamakan keselamatan
dan kesehatan kerja. Para pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini harus
memakai alat pelindung diri (safety) sesuai dengan yang ditentukan pada
dokumen penawaran. Rambu-rambu petunjuk, rambu peringatan dipasang
selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pekerja (flagman) dengan
alat komunikasi yang disediakan bertugas mengatur lalu lintas yang lewat pada
lokasi pekerjaan.
Untuk menghasilkan bekisting yang rapi dan kuat, maka diperlukan
tenaga terampil yang memiliki Sertifikat Keterampilan sebagai Tukang Kayu
Bekisting (TS 053) minimal 1 (satu) orang.
V. SPESIFIKASI JABATAN KERJA KONSTRUKSI.
Memiliki kemampuan menyediakan personel manajerial untuk pelaksanaan pekerjaan,
yaitu :
Jabatan dalam Pengalaman Kerja
Sertifikat Kompetensi
No. Pekerjaan yang akan Profesional minimal
Kerja
dilaksanakan (Tahun)
1. Pelaksana lapangan (1 Pelaksana Lapangan
orang) Pek.Drainase Perkotaan
2 Tahun Jenjang 4 SKKNI 197-
2013 (Teknik Sipil, Teknik
Pengairan)
2. Petugas Keselamatan Petugas K3 Konstruksi
Konstruksi (1 orang) minimal memiliki
sertifikat
0 Tahun
kursus/pelatihan K3
pendidikan minimal SMA
sederajat
Pematangsiantar, Mei 2024
Disetujui Oleh : Ditetapkan Oleh :
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Kota Pematangsiantar
Selaku Pengguna Anggaran,
SOFIAN PURBA, S.Sos OPSTIB PANDIANGAN,SH,ST.,M.Si
PEMBINA TINGKAT I NIP. 19780628 200502 1 002
NIP. 19750114 199402 1 001| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 27 July 2018 | Peningkatan Jalan, Jl. Pisang Kipas ( Lanjutan ) | Kota Pematangsiantar | Rp 2,000,000,000 |
| 26 August 2024 | Pembangunan Jalan Gurilla Utara | Kota Pematangsiantar | Rp 1,000,000,000 |