| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Calanda Java Energy | 00*5**9****25**0 | Rp 811,013,662 | - |
| 0703813568117000 | - | - | |
| 0012295440117000 | Rp 678,709,445 | - Tidak melampirkan daftar riwayat hidup personel manajerial an. Ramses Pangaribuan IR dan Ronikon Sitompul. - SKA yang diminta didokumen pemilihan adalah level 6 sedangkan yang ditawarkan adalah level 7 | |
| 0741885628121000 | - | - | |
| 0668887813117000 | Rp 664,584,250 | - Pengalaman Personil manajerial pelaksana an .Yohannes Sidebang, ST tidak sesuai setelah diklarifikasi ke si pemberi kerja yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun. | |
| 0702295627117000 | Rp 783,014,336 | - Tidak melampirkan Daftar Riwayat Hidup Personil Manjerial pelaksana dan K3 Konstruksi | |
| 0942255191121000 | - | - | |
| 0737823963127000 | - | - | |
| 0763876570121000 | - | - | |
| 0725672810122000 | - | - | |
| 0024555864117000 | - | - | |
CV Gira Mandiri Konstruksi | 04*6**0****17**0 | - | - |
CV Silangit Jaya | 09*5**0****25**0 | - | - |
| 0748839560124000 | - | - | |
| 0535732952111000 | - | - | |
| 0811473776117000 | - | - | |
| 0018516872117000 | - | - | |
| 0708084025124000 | - | - | |
| 0020817961117000 | - | - | |
| 0635354699121000 | - | - | |
| 0022931661009000 | - | - | |
CV Aroma Bintang | 05*6**3****25**0 | - | - |
| 0869209619121000 | - | - | |
| 0761700319117000 | - | - | |
| 0809955826121000 | - | - | |
| 0029315173128000 | - | - | |
| 0412732729117000 | - | - | |
| 0627812084117000 | - | - | |
| 0024949315128000 | - | - | |
| 0027594795112000 | - | - | |
| 0314124371117000 | - | - | |
| 0824698047124000 | - | - | |
| 0960329803117000 | - | - | |
| 0958687311121000 | - | - | |
| 0421344649127000 | - | - | |
| 0313065815117000 | - | - |
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN : BELANJA PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG -
BANGUNAN GEDUNG TEMPAT KERJA - BANGUNAN
GEDUNG KANTOR
LOKASI KEGIATAN : KOTA PEMATANGSIANTAR
PEMERINTAH KOTA PEMATANGSIANTAR
BADAN PENGELOLA KEUAGAN DAN PENDAPATAN DAERAH
TAHUN ANGGARAN 2024
SPESIFIKASI TEKNIS
A. URAIAN PENDAHULUAN
A.1 Nama dan Latar Belakang Kegiatan
1) Nama Pekerjaan: Belanja Pemeliharaan Bangunan Gedung-Bangunan Gedung Tempat
Kerja-Bangunan Gedung Kantor
2) Latar Belakang Kegiatan
Kondisi gedung dan bangunan saat ini dalam keadaan rusak sehingga membutuhkan
Pemeliharaan Rutin Gedung Dan Bangunan .
A.2 Maksud danTujuan
Maksud dari pemeliharaan gedung dan bangunan ini adalah untuk memberikan keamanan
dan kenyamanan dalam proses bekerja.
A.3 Target / Sasaran
Ada pun target/sasaran dari kegiatan ini adalah untuk memberikan keamanan dan
kenyamanan dalam proses bekerja
A.4 Nama Organisasi Pengadaan Barang/Jasa
OPD yang mengadakan pengadaan jasa konstruksi pemeliharaan gedung dan bangunan ini
adalah Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Pematangsiantar
A.5 Sumber Pendanaan
Kegiatan ini bersumber dari APBD Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota
Pematangsiantar T.A. 2024
A.6 Ruang Lingkup Kegiatan
a. Mata Pembayaran Utama
1) Pengecatan Tembok Lama
2) Pek. Lantai Granit Uk. 60 x 60 cm (Motif)
3) Pek Plafond
4) Pek. Dinding, Meja Pelayanan lapis Hpl
Pekerjaan Utama yang dilaksanakan adalah:
1) Pekerjaan Pendahuluan & Akhir;
2) Pekerjaan Bongkaran;
3) Pekerjaan Tanah & Pasangan Batu Dan Lantai Keramik;
4) Pekerjaan Kayu / Besi / Alumunium;
5) Pekerjaan Cat;
6) Pekerjaan Elektrikal;
7) Pekerjaan Lain – Lain.
A.7 Lokasi Kegiatan
Kegiatan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Pematangsiantar
Jalan Merdeka No. 8, Pematangsiantar
A.8 Jangka Waktu Pelaksanaan
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini adalah selama 120 (Seratus Dua Puluh)
hari Kalender terhitung sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), dengan masa
pemeliharaan selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal serah
terima pertama.
A.9 Keluaran / Produk yang Dihasilkan
Keluaran/produk dari pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini adalah terlaksananya untuk
kenyamanan proses bekerja.
A.10 Persyaratan Kualifikasi Minimal Penyedia
Untuk melaksanakan kegiatan ini diperlukan persyaratan kualifikasi penyedia sebagai berikut:
1) Peserta Yang Berbadan Usaha Harus MemilikiIzin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) yang
telah berlaku efektif;
2) Perizinan Berusaha Berbasis Risiko OSS RBA di bidang jasa konstruksi dengan
subklasifikasi KLBI 2020-41012 dan sertifikat standar terverifikasi (untuk badan usaha
yang memiliki SBU KBLI 2020).
3) Dalam hal Sertifikat Standar sebagaiman yang dimaksud pada angka 2 belum terferivikasi,
peserta menyampaikan NIB Sertifikat Standar belum Terverifikasi dan tangkap layer lama
OSS yang mencantumkan bahwa sertifikat standar sedang menunggu verifikasi.
4) Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha Kecil. Klasifikasi Bidang
Usaha Bangunan Gedung (KBLI 2020-41012) dan Sub Kualifikasi BG 002 ( Konstruksi
Gedung Perkantoran).
5) Memiliki NPWP dengan status keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status
Wajib Pajak valid
6) Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan perusahaan (apabila ada perubahan);
7) Tidak masuk dalam Daftar Hitam, keikutsertaan nya tidak menimbulkan pertentangan
kepentingan pihak yang terkait, tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan
usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau yang bertindak untuk dan atasnama Badan Usaha
tidak sedang menjalani sanksi pidana, danpengurus/pegawai tidak berstatus Aparatur Sipil
Negara, kecuali yang bersangkutan mengambil cuti diluar tanggungan Negara.
8) Memiliki pengalaman palingkurang 1 (satu) pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu
4(empat) tahun terakhir, baik dilingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman
subkontrak, kecuali bagi pelakuusaha yang baru berdiri kurang dari3 (tiga) tahun;
9) Memenuhi Sisa Kemampuan Paket (SKP);
10) Memiliki sertifikat tanda kepersertaan BPJS ketenagakerjaanyang masi berlaku dan
dibuktikan dengan pembayaran iuran bulan terakhir
B. SPESIFIKASI TEKNIS
B.1 SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN
1. Jenis Bahan Bangunan
No. BAHAN MEREK TIPE KETERANGAN PDN/TKDN
1. Semen (40 Kg) Semen Padang SNI Baik 100 %
2. Pasir Pasang - - Baik 100 %
3. Hpl Taco 1,2 X 2,4 Baik 100 %
4. Besi Hollow 40 X 40 Baik 100 %
5. Pvc Legos 0,20 X 3,9 Baik 100 %
B.2 SPESIFIKASIBAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI
1 BETON STRUKTUR
Bahan-bahan:
a) Semen
Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton harus jenis semen Portland tipe I
merk Semen Padang yang memenuhi SNI2049:2015.
b) Air
Air yang di gunakan untuk campuran beton,harusbersih,dan bebas dari bahan yang
Merugikan seperti minyak, garam, asam, basa, gula atau organik. Air harus diuji
sesuai dengan dan harus memenuhi ketentuan dalam SNI 7974;2016.Apabila timbul
keragu-raguan atas mutu air yang diusulkan dan karena sesuatu sebab pengujian air
seperti diatas tidak dapat dilakukan, maka harus dadakan perbandingan pengujian
kuat tekan mortar semen dan pasirstandardenganmemakaiairyangdiusulkandan
denganmemakai air murni hasil sulingan. Airyang diusulkan dapat digunakan
apabila kuat tekan mortar dengan air tersebut pada umur7 (tujuh) harridan 28 (dua
puluh delapan) hari mempunyai kuat tekan minimum90% dari kuat tekan mortar
dengan air suling untuk periode umur yang sama. Air yang diketahui dapat diminum
dapat digunakan.
c) Agregat
i) Ketentuan Gradasi Agregat
a. Gradasi agregat kasar dan halus harus memenuhi ketentuan yang diberikan
dalam table7.1.2.1, tetapi atas persetujuan pengawas lapangan, bahan yang
tidak memenuhi ketentuan gradasi tersebut masih dapat digunakan apabila
memenuhi sifat-sifat campuran yang disyaratkan dalam pasal 7.1.1.7 dan
7.1.3.1yang dibuktikan oleh hasil campuran percobaan.
iii) Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa sehingga ukuran agregatterbesar
tidak lebih dari ¾ jarak bersih minimum antara baja tulangan atau antara baja
tulangan dengan acuan,atau celah-celah lainnya di mana beton harus dicor.
d) Batu Untuk Beton Siklop
Batu untuk beton siklop harus keras, awet,bebas dari retak, tidak berongga dan tidak
rusak oleh pengaruh cuaca. Batu harus bersudut runcing, bebas dari kotoran,
minyak danbahan-bahan lain yang mempengaruhi ikatan dengan beton. Ukuran
batu yang digunakan untuk beton siklop tidak boleh lebih besar dari 250mm.
e) Bahan tambahan
Yang digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan kinerja beton dapat berupa
bahan tambahan kimia dan/atau bahan tambahan mineral sebagai bahan pengisi pori
dalam campuran beton.
(i) Bahantambahankimia
- Bahan tambahan yang berupa bahan kimia ditambahkan dalamcampuran
beton dalam jumlah tidak lebih dari 5% berat semen selama proses
pengadukan atau selama pelaksanaan pengadukan tambahan dalam
pengecoran beton. Ketentuan mengenai bahan tambahan kimia ini harus
mengacu pada SNI 03-2495-1991.Bahan tambahan kimia (admixture) yang
mengandung klorid tidak diizinkan untuk beton.
- Untuk tujuan peningkatan kinerja beton segar, bahan tambah campuran
Beton dapat digunakan untuk keprluan-keperluan:meningkatkan kinerja
kelecakan adukan beton tanpa menambahair, mengurangi penggunaan air
dalam campuran beton tanpa mengurangi kelecakan, mempercepat
pengikatan hidrasi semen atau pengerasan beton, memperlambat pengikatan
hidrasi semenatau pengerasan beton, memperlambat pengikatan hidrasi
semen atau pengerasan beton, meningkatkan kinerja kemudahan
pemompaan beton, mengurangi kecepatan terjadinya kehilangan slump
(slumploss); mengurangi susut beton atau memberikan sedikit
pengembangan volume beton (ekspansi); mengurangi terjadinya bleeding;
mengurangi terjadinya segregasi
- Untuk tujuan peningkatan kinerja beton sesudah mengeras, bahan tambah
Campuran beton bisa digunakan untuk keperluan-keperluan: meningkatkan
kekuatan beton (secara tidak langsung), meningkatkan kekuatan pada beton
muda; mengurangi atau memperlambat panas hidrasi pada proses
pengerasan beton, terutama untuk beton dengan kekuatan awal yang tinggi;
meningkatkan kinerja pengecoran beton di dalam air atau dilaut;
meningkatkan keawetan jangka panjang beton; meningkatkan kekedapan
beton (mengurangi
permeabilitas beton); mengendalikan ekspansi beton akibat reaksi alkali
agregat; meningkatkan daya lekat antara beton baru dan beton lama;
meningkatkan daya lekat antara beton dan baja tulangan; meningkatkan
ketahanan beton terhadap abrasi dan tumbukan.
- Penggunaan jenis bahan tambahan kimia untuk maksud apapun harus
Berdasarkan hasil pengujian laboratorium yang menyatakan bahwa hasilnya
sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh pengawas lapangan.
- Viscocity Modifying Admixture (VMA) digunakan untuk mengurangi
segregasi dansensivitas campuran terhadap variasi komponen lainnya
terutama kadar air, biasanya digunakan untuk beton memadat sendiri(SCC)
bila mana kadar bubuk(powder) sebagaimana yang diuraikan pada pasal
7.1.2.6 dalam campuran tidak mencukupi.
(ii) Bahan tambahan mineral
- Mineral yang berupa bahan tambahan dapat berbentuk; abuterbang (fly
ash) kelas F sesuaidengan SNI2460;2014; semen slagatauterak tanur tinggi
berbutir (groundgran ulatedblastfurnaceslag) sesuai dengan SNI6385;
2016, mikrosilica atausilica fume.
- Penggunaan abu terbang (fly ash) tidak dibenarkan untuk beton yang
menggunakan semen tipe Portland Possolan Cement (PPC).
2. BAJA TULANGAN POLOS
Bahan-bahan:
a) Baja Tulangan
- Baja tulangan harus baja polos atau sirip dengan mutu yangsesuai dengan
gambar danmemenuhiTabel 7.3.2.1) berikutini:
.
b) Tumpuan untuk Tulangan
Tumpuan untuk tulangan harus dibentuk dari batang besi ringan atau bantalan beton
Pracetak dengan mutufc’20MPa, terkecuali distujui lain oleh Pengawas pekerjaan.
c) Pengikat untuk Tulangan
Kawat pengikat untuk mengikat tulangan harus kawat baja lunak yang memenuhi
SNI 07-6401-2000yang dipasang bersilangan.
d) Tumpuan untuk Tulangan
Tumpuan untuk tulangan harus dibentuk dari batang besi ringan atau bantalan beton
Pracetak dengan mutufc’20MPa, terkecuali distujuilain oleh Pengawas pekerjaan.
c) Pengikat untuk Tulangan
Kawat pengikat untuk mengikat tulangan harus kawat baja lunak yang memenuhi
SNI 07-6401-2000 yang dipasang bersilangan.
3. Batu Padas
Batu yang dipakai dalam bangunan ini adalah batu padas untuk dinding luar keilling ruangan sesuai
gambar .
a. Lantai kerja Kerja Pondasi Batu kali setebal 30 cm dan campuran pasir celah pada pasangan
hingga kokoh
b. Material Batu Padas Yang keras bermutu baik dan tidak cacat.
4. Batu Bata
Persyaratan Batu Bata harus memenuhi persyaratan seperti tertera dalam NI-10 atau secara
singkatnya diuraikan sebagai berikut :
c. Batu Bata merah harus dari satu pabrik, satu ukuran, satu warna atau satu kualitas.
d. Ukuran harus sama :
- Panjang 230 mm, lebar 110 mm dan tebal 50 mm.
e. Penyimpangan terbesar dari ukuran seperti tersebut di atas adalah panjang maksimal 3 5, lebar
4% tetapi antara batu bata ukuran terbesar dengan ukuran selisih maksimum adalah sebagai
berikut :
- Untuk Panjang diperbolehkan maksimum 10 mm
- Untuk Lebar diperbolehkan maksimum 5 mm
- Untuk Tebal diperbolehkan 4 mm
f. Warna satu sama lainnya harus sama dan bila dipatahkan warna penampang harus sama dan
merata kemerah – merahan.
g. Bentuk bidang – bidangnya harus rata, sudut – sudutnya atau rusuk-rusuknya harus siku atau
bersudut 90 derajat dan bidangnya tidak boleh retak-retak.
h. Berat satu sama lainnya harus sama, berarti ukuran, pembakaran dan pengadukannya harus
ama dan sempurna.
5. Kayu
a. Pada umumnya kayu harus bersifat baik dan segar dengan ketentuaan bahwa sifat dari
kekurangan – kekurangan yang berhubungan dengan pemakaiannya tidak akan merusak atau
mempengaruhi nilai kontruksi bangunan.
b. Jenis kayu yang digunakan harus sudah cukup tua, dipilih dari mutu yang terbaik, lurus dan
dihindarkan adanya cacat kayu antara lain yang berupa putih kayu, pecah – pecah, mata kayu,
melinting basah dan lapuk.
c. Untuk kayu balok, kelembaban tidak dibenarkan melebihi 19% dan kayu papan (kayu yang
ketebalannya kurang dari 2,5 cm) kelembabannya tidak lebih dari 12%.\
B.3 SPESIFIKASIPERALATANKONSTRUKSIDANPERALATANBANGUNAN
DAFTAR PERALATAN UTAMA MINIMAL
No. JenisPeralatan Kapasitas Jumlah
1. 5 Set
Scafolding
2. 1 Unit
Pick Up
Truk Ringan (Light
3. 4 M3 1 Unit
Truck)
4. 0,3-0,6 M3 1 Unit
Concrete Mixer
5. 1 Unit
Jack Hammer
6. Min 5000 wat 1 Unit
Genset
B.4 SPESIFIKASI PROSES/KEGIATAN.
Mengenai penerapan manajemen K3 Konstruksi (Keselamatan dan Kesehatan kerja) harus
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. RKK memenuhi persyaratan yaitu adanya identifikasi
bahaya K3 yang memenuhi substansi, sasaran K3, program K3 yang secara umum
menggambarkan penguasaan dalam mengendalikan resiko bahaya K3.
IDENTIFIKASI BAHAYA
Tingkat
NO. UraianPekerjaan IdentifikasiBahaya Resiko
Terkena palu saat
1. Persiapan Dan Pendahuluan
memasang patok, 1
Kaki terinjak pecahan
1
beling, paku dll
terjadi insiden berupa
tangan, kaki pekerja terjepit,
2
2. Pek. Pembongkaran
kejatuhan material
Terjadi gangguan kesehatan
bongkaran
2
akibat kondisi lingkungan
tTeemrjpaadti kerjain ysaidnegn b anyaakki bdaetb u
terhirup semen, tangan iritasi 2
akibat adukan semen
3. Pek. Granit/ Keramik Lantai
Terpotong/Tergores karena
Peralatan Kerja/Alat Pemotong 2
Keramik/Granit seperti Gerenda
Terjadi Insiden Perancah ambruk 2
Terjadi Insiden Terperosok/
4. Pek. Pengecatan Kayu dan
2
Terpeleset
Tembok
Terjadi insiden akibat terhirup
2
zat kimia cat/ thinner.
Terjadi Insiden Berupa
5. Pekerjaan Instalasi Listrik dan Tersengat arus pendek aliran 4
Pemasangan Lampu, Kotak listrik saat uji coba instalasi.
Panel, saklar dan stop kontak
Terjadi Insiden Berupa Terjatuh
2
dari perancah
Gangguan Kesehatan akibat
1
kondisi kerja secara umum,
6. Pembersihan akhir
Kecelakaan akibat penggunaan
Peralatan yang kurang baik spt
1
terkena perlatam pembersih,
tertusuk sisa paku, terinjak
beling
B.5 SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI/ METODE PELAKSANAAN/ METODE
KERJA
Metode pelaksanaan pekerjaan menjelaskan mengenai tahapan dan tata cara pelaksanaan
yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai akhir, yang disusun
berdasarkan kondisi lapangan dan jenis penanganannya. Adapun metode pelaksanaan
setiap jenis pekerjaan yangakandilaksanakanadalahsebagai berikut:
1. Pendahuluan /Persiapan
Lingkup pekerjaan pendahuluan yang diperlukan dalam Kontrak tergantung pada jenis
dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan. Adapun lingkup pekerjaan Persiapan
adalah sebagai berikut:
a) Papan patok ukur (bowplank)
Papan patok ukur dibuat dari kayu kelas-II, dengan ukuran tebal 2,5 cm, lebar 20
cm, lurus dan diserut pada sisi sebelah atasnya.
Setelah selesai pemasangan papan patok ukur, Pemborong harus melapor kepada
Direksi Lapangan untuk diminta persetujuannya, serta menjaga dan memelihara
keutuhan serta ketetapan patok – patok ukur sampai tidak diperlukan lagi dan
dibongkar atas persetujuaan Direksi Lapangan.
b) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
Untuk mengendalikan dan melindungi para pekerja dalam melaksanakan
pekerjaannya dan pengguna jalan yang melewati lokasi pekerjaan tersebut,
penyedia menyediakan peralatan keselamatan lalu lintas dan personil sesuai
dengan dokumen penawaran. Rambu-rambu petunjuk, rambu peringatan dipasang
selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pekerja (flagman) dengan alat
komunikasi yang disediakan bertugasmengaturlalulintasyanglewat padalokasi
pekerjaan.
c) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Penanganan K3 mencakup sarana pencegah kecelakaan kerja dan perlindungan
kesehatan kerja konstruksi maupun penyediaan personel yang kompeten dan
organisasi pengendalian K3 konstruksi sesuai dengan tingkat risiko yang
ditetapkan oleh PPK.
Setiap pekerja yang sedang melaksanakan pekerjaannya dilapangan dilengkapi alat
pelindung diri dengan yang tercantum pada dokumen penawaran. Pemasangan
rambu-rambu petunjuk, rambu larangan, rambu informasi dilakukan pada lokasi
pekerjaan bertujuan agar masyarakat yang melewati jalan tersebut mengetahui dan
berhati-hati agar terhindar dari kecelakaan.
d) Base Camp
Base Camp berfungsi sebagai kantor dan tempat rapat antara penyedia jasa dengan
PPK/ Pengawas Lapangan. Base Camp juga digunakan untuk menyimpan material
agar terlindung dari hujan dan aman, serta tempat untuk mengerjakan pekerjaan-
pekerjaan yang sifatnya teknis.
e) Foto Dokumentasi
Untuk mendukung kelengkapan data administrasi teknik dan sebagai bukti yang
meyakinkan dikemudian hari, maka penyedia jasa harus menyediakan foto
dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dengan menggunakan kamera digital. Cara
pelaksanaannya adalahs ebagai berikut:
➢ Foto dokumentasi dilakukan pada saat pelaksanaan pekerjaan Masih pada
posisi 0%, mencapai bobot 50% dan 100% untuk satu titik atau lokasi
pengambilan foto yang sama.
➢ Foto 0% diambil pada saat pekerjaan belum dimulai untuk Mengetahui
kondisi sebenarnya dari lokasi yang akan dikerjakan oleh penyedia jasa.
➢ Foto 50% diambil pada saat pekerjaan sedang berlangsung untuk Melihat
kondisi lapangan pada kondisi 50%.
➢ Foto 100% diambil pada saat pekerjaan sudah terlaksana secara tuntas untuk
melihat kondisi akhir pekerjaan.
➢ Sebelum pengambilan foto-foto, maka dibuat rencana/denah yang
Menunjukkan lokasi, posisi dari kamera dan arah bidikan yang kemudian
diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
➢ Foto dokumentasi tersebut diatas diceta dengan ukuran yang disetujui oleh
pengawas yang ditempel pada album foto dan diperbanyak sesuai dengan
persetujuan PPK/Pengawas Lapangan.
➢ Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi pengambilan harus
dari arah yang sama yang sudah ditentukan sebelumnya.
f) Papan Nama Proyek
Papan nama proyek dipasang sebagai identitas dan informasi mengenai proyek
yang sedang berlangsung. Papan proyek dibuat sesuai dengan bahan dan ukuran
atas persetujuan Direksi Teknis/ Pengawas pekerjaan. Papan proyek dipasang
dipangkal lokasi pekerjaan dan dipeliharan selama masa pelaksanaan proyek.
g) Laporan Harian
Untuk mendukung kelengkapan data administrasi teknik, maka penyedia jasa
menyediakan laporan harian, mingguan dan bulanan. Cara pelaksanaannya adalah
sebagai berikut:
➢ Laporan dibuat setiap hari dengan mencatat pekerjaan yang Dilaksanakan
dalam hari berjalan terhitung pada saat adanya SPMK.
➢ Laporan harian berisi tentang jenis pekerjaan, volume pekerjaan yang dicapai
setiap hari lengkap dengan perhitungan dan gambar typicalnya, cuaca, jumlah
tenaga, alat yang digunakan serta jumlah dan jenis bahan yang digunakan.
➢ Laporan mingguan berisi tentang rekapan laporan harian 1(satu) mingguan,
selain itu juga berisi volume pekerjaan minggu lalu.
➢ Laporan bulanan berisi tentang rekapan laporan harian dan laporan mingguan,
selain Itu juga berisi volume pekerjaan bulan lalu
2. Pasangan Batu
a) Semen, pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan menggunakan
Concrete Mixer (Beton Molen)
b) Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum dipasang
c) Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan
Pelaksanaan pekerjaan Pasangan Batu ini akan mengutamakan keselamatan dan
kesehatan kerja. Para pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini harus memakai alat
pelindung diri (safety) sesuai dengan yang ditentukan pada dokumen penawaran.
Rambu batas kecepatan, rambu petunjuk lajur, rambu peringatan dan bendera K3
dipasang selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Pekerja (flagman) dengan
alat komunikasi yang disediakan bertugas mengatur lalu lintas yang lewat pada lokasi
pekerjaan.
Untuk memasang pasangan batu yang rapi dan sesuai dengan spesifikasi teknis,
maka diperlukan tenaga terampil.
3. Plesteran
a) Sebelum diplester, permukaan harus disiram terlebih dahulu sehingga mencapai
kejenuhan.
b) Bahan adukan harus dicampur dalam keadaan kering dan diaduk diatas
papan lalu kemudian diaduk dengan air sampai merata.
c) Plesteran dilakukan dengan perbandingan adukan 1 pc : 3pp, tebal plesteran 1,5
sampai 2cm. Selama proses pengeringan plesteran harus disiram air untuk
menghindari retak rambut.
Pelaksanaan pekerjaan Plesteran ini akan mengutamakan keselamatan dan
kesehatan kerja. Para pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini harus memakai alat
pelindung diri (safety) sesuai dengan yang ditentukan pada dokumen penawaran.
Rambu-rambu petunjuk, rambu peringatan dipasang selama masa pelaksanaan
pekerjaan berlangsung. Pekerjaan (flagman) dengan alat komunikasi yang disediakan
bertugas mengatur lalulintas yang lewat pada lokasi pekerjaan.
4. Beton Struktur fc’12,2 Mpa
a) Semua material yaitu semen, pasir, aggregat dan air dicampur menggunakan
Concerete Mixer sesuai dengan komposisi yang telah ditetapkan dan disetujui
pada JMF.
b) Adukan beton yang telah dicampur dengan baik diangkut oleh Pekerja dengan
menggunakan angkong dan sesampainya dilokasi Beton dituang ke lokasi yang
akan dicor.
c) Pengecoran dilaksanakan apabila bekisting dan baja tulangan sudah terpasang
dengan baik dan kokoh serta terjamin kedudukannya agar tidak terjadi penurunan
dan pengembangan pada saat beton dituang.
d) Permukaan beton dibentuk dan diratakan perlahan-lahan oleh sejumlah pekerja dan
dilanjutkan menggunakan mistar lurus sampai permukaan menjadi rata dan halus.
e) Setelah pengecoran selesai, maka beton harus dirawat (Curing) sesegera mungkin
setelah beton mulai mengeras, dengan menyelimutinya dengan bahan yang dapat
menyerap air. Beton harus dilindungi dari pengeringan dini, temperature yang
terlalu panas, dan gangguan mekanis. Beton harus dijaga agar kehilangan kadar air
yang terjadi seminimal mungkin dan diperoleh temperatur yang relative tetap
dalam waktu yang ditentukan untuk menjamin hidrasi yang sebagaimana mestinya
pada semen dan pengerasan beton.
Pelaksanaan pekerjaan Beton Struktur fc’12,2Mpa ini akan
Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Operator dan para pekerja yang
terlibat dalam pekerjaan ini harus memakai alat pelindung diri (safety) sesuai
dengan yang ditentukan pada dokumen penawaran. Rambu-rambu petunjuk,
rambu peringatan dipasang selama masa pelaksanaan pekerjaan berlangsung.
Pekerja (flagman) dengan alat komunikasi yang disediakan bertugas mengatur
lalulintas yang lewat pada lokasi pekerjaan.
Untuk melaksanakan pengecoran beton dilapangan agars esuai Dengan
prosedur pengecoran dan menghasilkan beton yang baik, maka diperlukan tenaga
terampil.
5. Baja Tulangan Polos
a) Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai dengan yang diperlukan.
b) Baja Tulangan harus menggunakan Baja SNI.
c) Batang tulangan dipasang/disusun sesuai dengan Gambar Pelaksanaan dan
persilangannya diikat kawat.
Pelaksanaan pekerjaan Baja Tulangan Polos ini akan mengutamakan keselamatan dan
kesehatan kerja. Para pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini harus memakai alat
pelindung diri (safety) sesuai dengan yang ditentukan pada dokumen penawaran.
Untuk melaksanakan perakitan tulangan besi agar sesuai dengan Gambar kerja dan
menghasilkan tulangan yang kuat, maka diperlukan tenaga terampil.
6. Acuan Beton/Bekisting
a) Multipleks dipotong dan dibentuk sesuai dengan ukuran gambar kerja.
b) Potongan multipleks dipaku menjadi satu kesatuan cetakan yang kokoh, dipasang
dan dirangkai pada area struktur yang akan dicor
c) Perkuatan terhadap acuan menggunakan kayu sebagai bingkai dan penguat
multipleks tersebut.
d) Acuan dipasang dengan rapih, tegak dan lurus sehingga hasil pengecoran beton
nantinya dapat menghasilkan bidang yang flat/maksimal.
Pelaksanaan pekerjaan Acuan Beton ini akan mengutamakan keselamatan dan
kesehatan kerja. Para pekerja yang terlibat dalam pekerjaan ini harus memakai alat
pelindung diri (safety) sesuai dengan yang ditentukan pada dokumen penawaran.
Rambu-rambu petunjuk, rambu peringatan dipasang selama masa pelaksanaan
pekerjaan berlangsung. Pekerja (flagman) dengan alat komunikasi yang disediakan
bertugas mengatur lalu lintas yang lewat pada lokasi pekerjaan.
Untuk menghasilkan bekisting yang rapi dan kuat, maka diperlukan Tenaga terampil
8. Pekerjaan Lantai
a) Sebelum pengecoran dilaksanakan dipermukaan lantai yang akan dicor harus bersih
dan rata.
b) Pekerjaan lantai yang tidak lurus Waterpass, lantai yang tidak rata atau berombak
dan retak harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya pemborong. Lantai yang sudah
terpasang harus dipel atau dibersihkan.
c) Lantai kerja terbuat dari beton dengan campuran 1: 3: 5 dengan tebal 5 cm,
sebagaimana tertera pada gambar rencana.
d) Permukaan lantai dipasang Granit 60 x 60 untuk ruangan dan 25 x 25 untuk lantai
kamar mandi Sedangkan untuk dinding kamar mandi ukuran 30 x 60 sesuai dengan
gambar rencana.
9. Pekerjaan Kosen Pintu dan Jendela
a) Kayu yang dipakai untuk seluruh pekerjaan kusen, pintu jendela adalah kayu kuat
kelas II dengan ukuran tercantum dalam gambar adalah ukuran jadi (bersih).
b) Penyambungan pada sudut kusen, daun pintu dan jendela, list kaca dengan tiang
kusen harus betul-betul rapi. Tegak lurus dan tidak terdapat celah-celah.
c) Pekerjaan kusen yang berhubungan dengan dinding bata, kolom setiap sisinya harus
dipasang besi angker diameter 10 mm sesuai gambar. Alur-alur air harus diberikan
pada permukaan kusen yang berhubungan dengan dinding / kolom setebal 1 cm luar
dan dalam.
d) Rangka daun pintu dan jendela harus diserut dan menghasilkan bidang yang rata,
rangka harus betul-betuk kaku, lurus, kokoh dan rata agar dapat dengan mudah
ditutup dan dibuka, Penyambungan panil pintu dan jendela harus menggunakan
pasak dan lem kayu, Ukuran bingkai jendela adalah 3/10 cm ukuran (jadi).
10. Pekerjaan Rangka Plafond dan Penutupnya
a) Rangka plafond dipakai kayu kelas II / furing profil Canal Baja ringan dan lurus
dengan ukuran 2 x 2 inc untuk balok anak dan kayu 2 x 3 inch untuk tulangan
induk, bidang permukaan harus diserut dengan rata.
b) Pelaksanaan pekerjaan ini harus memperhatikan adanya pekerjaan elektrikal yang
sudah terpasang sebelum melaksanakan penutupan plafond.
c) Plafond yang Digunakan adalah plafond Pvc Dengan kualitas yang baik dan
pekerjaan yang rapi Sehingga halis akan dapat lebih baik.
11. PekerjaanPengecatan
a) Pekerjaan pengecatan kayu yang harus dilaksanakan adalah semua kusen-kusen,
list plafond, papan jalusi, lat asbes, jendela bingkai, pintu dan seluruh permukaan
kayu yang diekspose.
b) Cat kayu yang dipakai warna cat ditentukan kemudian Pekerjaan dempul, menie,
plamir dan penghalusan (diamplas) harus dilaksanakan hingga rapi dan halus
sebelum pengecatan dilaksanakan.
d) Cat minyak dilaksanakan untuk semua daun pintu panil, rangka jendela listplank
papan, plafond piri-piri dilaksanakan 3 kali sapu Pekerjaan yang ternyata retak,
belang dan tidak rata harus diulang dan diperbaiki Pengecatan dilaksanakan pada
semua dinding yang tampak, permukaan beton yang tidak dilindungi bahan lain
dan plafond triplek.
e) Cat dinding yang digunakan warna cat ditentukan kemudian semua dinding yang
akan dicat harus disending sealer merk RJ sebagai pelapiscat dari jenis yang sama
dihaluskan dengan amplas hingga licin dan ratauntuk mengurangi zat asam pada
semen. Semua plafond triplek yang akan dicat harus diplamir atau didempul dari
jenis yang sama dihaluskan dengan amplas hingga licin dan rata. Pengecatan
dilakukan minimal 2 kali dengan kuas atau roller.Semua pekerjaan cat yang tidak
rata, belang, pecah-pecah serta masih tipis harus diulang dan diperbaiki.
a. Komponen-komponen bangunan yang akan memakai cat minyak :
Kusen, daun pintu, daun jendela, papan jalusi
❑
List Plafond
❑
Listplank papan
❑
Ventilasi
❑
b. Komponen-komponen Bangunan yang memakai cat air :
Permukaan beton
❑
Permukaan plesteran
❑
Plafond Gifsum
❑
Permukaan beton tiang teras
❑
12. Pekerjaan Instalasai Air
a) Instalasi Pipa Air Bersih
• Pipa-pipa dalam tanah dibuat dengan kedalaman yang tepat, dasar lubang
galian harus cukup stabil dan merata sehingga seluruh panjang pipa
tertumpu dengan baik.
• Untuk instalasi didalam bangunan yang tertanam dalam dinding memakai
pipa PVC ½”
• Sambungan pipa menggunakan elbouw dari bahan sejenis. Sistem
penyambungan harus kuat dan tidak bocor.
b) Instalasi Pipa Air Kotor
• Air kotor Km/Wc dialirkan ke beerfut pembuangan menggunakan pipa
paralon diameter 3” (Inchi) setebal 4 mm. Lubang pipa PVC Km/Wc diberi
saringan (floor drain) untuk mencegah masuknya sampah yang dapat
menyumbat saluran.
• Air kotor dari klosed jongkok dialirkan ke bak kontrol menggunakan pipa
paralon diameter 3” (Inchi) dan dari bak kontrol diteruskan ke septictank.
13. Pekerjaan Listrik
a) Semua barang yang akan dipasang adalah barang baru.
b) Kabel-kabel ditanam dalam tembok dengan memakai pipa plastik PVC
diameter 5/8.
c) Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh pemborong pekerjaan listrik (instalator)
yang memiliki surat izin dari PLN yang masih berlaku.
d) Pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik ini pada dasarnya harus memenuhi
persyaratan yang dikeluarkan oleh PLN dan instalasi berwenang lainnya
(PUTL 1997, Peraturan Menteri PUTL No. 023 & 024 PRT 1978, PUIPP
DPMB dan Depnaker).
14. Pekerjaan Dinding Hpl
Tampilan HPL (High Pressure laminated) yang tersedia beraneka ragam mulai
corak batuan alam hingga serat kayu sanagat menarik jika diaplikasikan ke dinding.
Bahkan Corak Lantai kayu HPL bisa memberikan kesan yang natural pada ruangan.
menempal HPL pada dinding memang bisa dilakukan dengan mudah namun ada
beberapa hal yang harus diperhatikan.
Biasanya HPL akan melekat kuat pada permukaan kayu itulah sebabnya ketika
Memasang HPL dinding biasanya didinding di cover dulu dengan plywood. Namun
ada juga yang memasangHPL langsung pada beton, tentu cara kedua ini tidak
masalah asal betonnya sudah kering optimal dan lurus tidak berkelombang.
Dinding yang bergelombang akan membuat tampilan HPL juga ikut bergelombang.
Itulah sebabkan lebih direkomendasikan jika didinding dilapisi dengan plywood
dahulu.
Walaupun anda bisa menempelkannya secara rapi, namun HPL tersebut tidak akan
bertahan lama. Sebaiknya anda lakukan langkah-langkah persiapan terlebih dahulu.
Mulailah dengan membersihkan dinding dari kotoran, lalu mengaplikasikan bahan
waterproofing untuk mencegah kelembaban. Tunggu 3-5 hari agar permukaan
dinding benar-benar kering.
a. Memasang HPL Dinding: Pemotongan HPL
Ketahui ukuran dinding yang akan dipasangi HPL. Anda bisa mengukur bidang dinding
tersebut memakai meteran. Setelah itu buatlah pola sesuai ukuran dinding. Sebisa
mungkin minimalkan potongan untuk menghasilkan tampilan yang bersih dan rapi.
Lakukan pemotongan HPL secara tepat. Gunakan gergaji circle dengan mata potong
keramik untuk mempermudah Anda dalam memotong HPL. Kerjakan dengan teliti dan
hati-hati.
b. Menyempurnakan Hasil Pekerjaan Memasang HPL Dinding
Mulailah dengan menutup bagian-bagian sambungan menggunakan dempul. Oleskan
dempul ini secara cermat supaya hasilnya rapi. Usahakan jangan sampai dempul mengenai
permukaan HPL. Bagian ujung HPL yang tidak rata dengan sebelahnya bisa dirapikan
menggunakan cutter. Setelah itu gosok menggunakan ampelas yang paling halus. Untuk
menyamarkan keberadaan paku, warnai paku tersebut sesuai warna HPL memakai
cat kayu atau spidol HPL khusus. Sedangkan untuk menghilangkan sisa-sisa lem yang
menempel di permukaan HPL, Anda bisa memanfaatkan bensin.
Setelah selsesai memasang HPL dinding perhatikan baik-baik saat musim hujan sebab
dinding yang rembes akan berakibat fatal terhadap HPL yang cepat mengelupas. Ada
baiknya sebelum memasang HPL Dinding, tembok ditreatmen dengan pelapis anti bocor
15. Pekerjaan Lain-lain
a) Sebelum penyerahan pertama, pemborong wajib menyelesaikan semua bagian
pekerjaan yang belum sempurna dan harus diperbaiki, semua ruangan harus
bersih (dipel), halaman harus di tata rapi dan semua barang-barang tidak
berguna harus disingkirkan atau diangkut dengan mengunakan Pick Up/Dump
Truk dari lokasi pekerjaan, termasuk sisa pekerjaan bongkaran bangunan lama
dan sisa material.
b) Meskipun telah ada pengawas dan unsure-unsur lainnya, semua penyimpanan
dari ketentuan-ketentuan Bestek dan Gambar menjadi tanggungjawab
pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sebaik mungkin.
c) Selama masa pemeliharaan, pemborong wajib merawat, mengamankan dan
memperbaiki segala cacat yang timbul, sehinga sebelum kedua dilaksanakan
pekerjaan benar-benar telah sempurna.
B.6 SPESIFIKASI JABATANKERJA KONSTRUKSI.
Memiliki kemampuan menyediakan personel manajerial untuk pelaksanaan pekerjaan, yaitu:
Jabatan dalam Pengalaman Kerja
No. Pekerjaan yang akan Profesional Sertifikat Kompetensi
dilaksanakan minimal (Tahun) Kerja
Manajer Lapangan Pelaksana
Pekerjaan Gedung Gedung
1. Pelaksana (1 orang) Jenjang 6 SKKNI 108-2015
2 Tahun
(Teknik Sipil; Arsitektur/
Teknik Arsitektur)
Sertifikat K3 minimal
memiliki sertifikat kursus/
2. Ptugas K3 (1 orang)
0 Tahun pelatihan K3 pendidikan
minimal SMA sederajat
Pematangsiantar, Juni 2024
Disetujui Oleh : Ditetapkan Oleh:
Badan Pengelola Keuangan Daerah Pejabat Pembuat Komitmen(PPK)
Kota Pematangsiantar
ARRI S. SEMBIRING, S.STP, M.Si OLO FAMRESC M. SITUMORANG, MAP
NIP. 19830429 200112 1 001 NIP. 19781116 199703 1 002
`