SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN KONSTRUKSI
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN (POLBANGTAN ) GOWA
TAHUN ANGGARAN 2025
PAKET PEKERJAAN : RENOVASI GEDUNG PERPUSTAKAAN
LOKASI : KAMPUS I POLBANGTAN GOWA
A. SPESIFIKAS BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI
1. PEKERJAAN BETON
a. Agregat
Agregat harus terdiri dari gradasi-gradasi yang terhalus sampai kasar dan harus
sesuai dengan persyaratan di dalam NI – 2 Bab 3.3, Bab 3.4 dan Bab 3.5. Agregat
harus disimpan sedemikian rupa sehingga bebas dari kontaminasi oleh bahan-bahan
yang dapat merusak. Agregat halus (pasir) dan agregat kasar (koral atau split) harus
disimpan dalam tempat-tempat yang terpisah
b. Semen
Semen yang dipakai Semen Portland yang banyak beredar di makassar Kontraktor
harus mengusahakan agar satu merk semen saja yang dipakai untuk seluruh
pekerjaan beton. Semen ini harus dibawa ke tempat pekerjaan dalam zak yang
tertutup oleh pabrik dan terlindung. Penyimpanannya harus dilaksanakan dalam
tempat yang tidak terkena air (dengan lantai terangkat) dan ditumpuk dalam urutan
pengiriman. Tinggi penumpukan tidak boleh lebih dari 2 m. Semen yang rusak atau
tercampur apapun tidak boleh dipakai
c. Pembesian
pesifikasi pembesian ring balok pada umumnya meliputi ukuran tulangan utama
(besi pokok) minimal diameter 10 mm , dan tulangan sengkang (begel) diameter 8
mm jarak pemasangan sengkang 15 cm. Ukuran penampang ring balok umumnya
adalah 12x20 cm
Berikut adalah rincian spesifikasi pembesian ring balok:
1. Tulangan Utama (Besi Pokok):
Diameter: Minimal 10 mm atau 12 mm.
Jumlah: Biasanya menggunakan 4 batang tulangan, 2 di bagian atas dan 2 di
bagian bawah.
Jenis: menggunakan besi polos
2. Tulangan Sengkang (Begel):
Diameter: 6 mm atau 8 mm.
Jarak: Pemasangan sengkang berjarak 15 cm.
Bentuk: Sengkang bisa berbentuk lingkaran atau kotak, disesuaikan dengan
kebutuhan desain.
3. Ukuran Penampang Ring Balok:
Rumah Satu Lantai: Umumnya 12x20 cm atau 20x20 cm.
4. Fungsi Ring Balok:
Mengikat dinding dan meratakan beban dari atap ke struktur di bawahnya.
Menahan gaya horizontal akibat angin atau gempa. Sebagai perletakan konstruksi
atap.
d. Air
Air yang dipakai untuk pengecoran harus bersih sesuai dengan persyaratan dalam NI
– 2 Bab 3.6. Sebelum air untuk pengecoran dipergunakan, harus terlebih dahulu
diperiksa pada Laboratorium Penelitian Masalah Air
2. PEKERJAAN DINDING PAS, BATA
Spesifikasi pekerjaan dinding bata meliputi pemilihan material, persiapan, pemasangan,
dan finishing. Bata harus berkualitas baik, direndam air sebelum dipasang, dan dipasang
dengan adukan semen dan pasir yang tepat. Pekerjaan juga harus memperhatikan
kualitas air, ketebalan plesteran, dan keteraturan pasangan bata
a. Batu Bata:
Pilih bata merah yang matang pembakaran, tidak mudah pecah atau hancur saat
direndam air. Kualitas bata juga harus memenuhi standar kekuatan tekan
minimum.
b. Adukan (Semen dan Pasir):
Gunakan campuran 1 Pc : 4 Ps atau 1 Pc : 2 Ps, dengan perbandingan yang sesuai
dengan kebutuhan dan jenis bata.
c. Air:
Gunakan air bersih, tawar, dan bebas dari bahan organik, minyak, asam, alkali,
dan garam yang dapat merusak dinding.
d. Pasir:
Gunakan pasir halus, bersih dari lumpur dan butiran batu.
3. PEKERJAAN PENGECATAN
Spesifikasi pekerjaan pengecatan dinding mencakup persiapan permukaan, jenis cat,
metode aplikasi, dan persyaratan kualitas hasil akhir. Persiapan meliputi pembersihan,
perataan, dan pengaplikasian cat dasar. Jenis cat harus sesuai dengan jenis dinding
(interior/eksterior) dan preferensi. Aplikasi dilakukan dengan kuas atau roller, dengan
beberapa lapisan untuk hasil optimal. Kualitas akhir ditandai dengan permukaan rata,
warna seragam, dan daya rekat yang baik.
Detail Spesifikasi Pengecatan Dinding:
1. Jenis Cat
Pilih cat tembok yang sesuai untuk interior atau eksterior, misalnya cat berbasis air
(emulsi) atau cat minyak.
2. Merek dan Warna
Pilihan cat dengan merk SETARA MOWILEKS dan warna yang sesuai dengan
preferensi Pihak Kantor.
4. PEKERJAAN PINTU DAN VENTILASI
Spesifikasi pekerjaan pintu Aluminium mencakup beberapa aspek penting, mulai dari
material, ukuran, desain, hingga proses pemasangan. Pintu Aluminium, yang terbuat dari
Aluminium dan Kaca, menawarkan keunggulan dalam ketahanan terhadap korosi dan
umur pakai yang lebih Panjang.
5. PEKERJAAN ATAP KANOPI TERAS
Spesifikasi pekerjaan atap spandek mencakup beberapa hal penting, termasuk jenis
bahan, ketebalan, dimensi, dan metode pemasangan. Atap spandek umumnya terbuat
dari baja galvanis atau aluminium dengan campuran seng dan silikon, dengan ketebalan
berkisar antara 0.35 mm. Pemasangan yang tepat, termasuk penggunaan Sekrup/paku
yang sesuai dan pemasangan yang rata air, sangat penting untuk memastikan kekuatan
dan ketahanan atap spandek.
Berikut adalah spesifikasi pekerjaan atap spandek yang lebih detail:
A. Spandek Zincalume
1. Material:
Atap Galvalum Spandek 0.30mm x 680mm x 6M AZ70
2. Ukuran :
• Panjang ( Custom )
• Lebar (W): 680mm
• Tebal (t): 0.3mm
B. Rangka Kanopi
1. Material :
Besi Hollow Galvanis 4 x 4 dan 2 x 4
6. PEKERJAAN PLAFOND
1. Rangka Plafond
a. B a h a n ;
Untuk rangka plafond PVC dipakai rangka hollow galvanis dimana terdiri dari :
• Suspension Rod
• Suspension Clip
• Suspension Bracket
• Wall Angle
• Main Runner
• Furing Chanel.
2. Plafond PVC
a. Bahan ;
Plafon PVC adalah material pengganti triplek atau kayu lapis yang digunakan
sebagai penutup atap. Plafon memberikan batasan antara ruangan dengan atap.
Produk ini dibuat dari material PVC (Polyvinyl Chloride) yang memiliki karakteristik
lentur namun kuat. Bahan PVC ini dipilih karena sudah terkenal sangat awet karena
memiliki daya tahan yang tinggi terhadap air, api, dan juga serangan rayap
7. PEKERJAAN LANTAI
a. Bahan
Lantai Keramik yang digunakan di Lantai Ruangan Dalam :
Jenis : Keramik ( Permukaan Motif )
Ukuran : 60 x 60 cm
: Motif Warna
• Keramik yang dipasang harus dalam keadaan baik, sama warna dan tidak cacat,
keramik yang cacat akibat pemasangan harus diganti. Warna akan ditentukan
kemudian oleh Pihak Pengguna.
• Keramik yang dipakai adalah keramik non slip kualitas terbaik.
Keramik yang dipasang harus dalam keadaan baik, sama warna dan tidak cacat, keramik
yang cacat akibat pemasangan harus diganti. Warna akan ditentukan kemudian oleh
Pihak Pengguna.
8. PEKERJAAN HURUF PAPAN NAMA
Bahan untuk HURUF PAPAN NAMA adalah :
• Akrilik Putih/warna
• Lampu Ornamen
9. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Umum
Semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi semua
persyaratan PUIL/LMK. Semua kabel/kawat harus baru dan harus jelas ditandai
mengenai ukurannya, jenis kabelnya, nimir dan jenis pintalannya. Semua kawat kawat
dengan penampang 6-10 mm keatas haruslah terbuat secara dipilin (stranded).
Instalasi ini tidak boleh memakai kabel dengan penampang lebih kecil dari 2,5 mm2
kecuali untuk pemakaian remote control.
Kecuali persyaratan lain, konduktor yang dipakai adalah dari type :
• Untuk instalasi penerangan adalah NYM. Semua instalasi penerangan dan stop
kontak menggunakan system 3 core dimana core yang ketiga merupakan jaringan
pentanahan. Pentahanan disatukan didalam panel.
• Untuk kabel distribusi dan penerangan taman dengan menggunakan kabel NYFGbB,
NYY. Semua kabel harus berada didalam conduit PVC super high impact yang
disesuaikan dengan ukurannya, cable tray, cable trench, cable crack dan harus
diklem. Digunakan flexible conduit dengan bahan yang sama untuk
menghubungkan instalasi ke masing-masing fixture lampu.
2. Bahan
• bahan isolasi untuk splice, connection dan lain-lain seperti karet, PVC, tape sintetis,
splice case, composition.
• Lampu led 11 Watt (Hemat Energy).
• Saklar Tunggal Tanam
• Saklar Seri Tanam
• Stop Kontak 10 A – 25 A
• Fitting Lampu Tanam
B. SPESIFIKASI PERALATAN KONSTRUKSI
Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah :
Daftar Peralatan :
Kepemilikan
No. Jenis Kapasitas Jml Kondisi
/ Status
Gerobak Sorong
1. 2 Unit Milk / Sewa Baik
2. Alat Pertukangan 1 Set Milk / Sewa Baik
3. Tangga Lipat 1 Unit Milk / Sewa Baik
4. Pick Up 1 Unit Milk / Sewa Baik
Fungsi Alat :
1. Gerobak Sorong
• Sebagai Alat Pengangkut Mterial / Atau Memindahkan material Dilapangan / Loaksi
Proyek
2. Pick Up
• Alat / Kendaraan Untuk Mobilisasi alat dan Material
C. SPESIFIKASI PROSES KEGIATAN
Organisasi untuk keadaan darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan harus dibuat
sebelumnya untuk setiap proyek yang meliputi seluruh pegawai/petugas pertolongan
pertama pada kecelakaan dan peralatan, alat-alat komunikasi dan alat-alat lain serta jalur
transportasi, dimana :
1. Tenaga kerja harus diperiksa kesehatannya.
2. Tenaga kerja di bawah umur 18 tahun harus mendapat pengawasan kesehatan khusus,
meliputi pemeriksaan kembali atas kesehatannya secara teratur.
3. Data yang diperoleh dari pemeriksaan kesehatan harus dicatat dan disimpan untuk
referensi.
4. Pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan atau penyakit yang tiba-tiba, harus dilakukan
oleh Dokter, Juru Rawat atau seorang yang terdidik dalam pertolongan pertama pada
kecelakaan (PPPK).
5. Alat-alat PPPK atau kotak obat-obatan yang memadai, harus disediakan di tempat kerja
dan dijaga agar tidak dikotori oleh debu, kelembaban udara dan lain-lain.
6. Alat-alat PPPK atau kotak obat-obatan harus berisi paling sedikit dengan obat untuk
kompres, perban, antiseptik, plester, gunting dan perlengkapan gigitan ular.
7. Alat-alat PPPK dan kotak obat-obatan harus tidak berisi benda-benda lain selain alat-alat
PPPK yang diperlukan dalam keadaan darurat.
8. Alat-alat PPPK dan kotak obat-obatan harus berisi keterangan-keterangan/instruksi
9. yang mudah dan jelas sehingga mudah dimengerti.
10. Isi dari kotak obat-obatan dan alat PPPK harus diperiksa secara teratur dan harus dijaga
supaya tetap berisi (tidak boleh kosong).
11. Kereta untuk mengangkat orang sakit (tandu) harus selalu tersedia.
12. Jika tenaga kerja dipekerjakan di bawah tanah atau pada keadaan lain, alat penyelamat
harus selalu tersedia di dekat tempat mereka bekerja.
13. Jika tenaga kerja dipekerjakan di tempat-tempat yang menyebabkan adanya risiko
14. tenggelam atau keracunan, alat-alat penyelematan harus selalu tersedia di dekat tempat
mereka bekerja.
15. Persiapan-persiapan harus dilakukan untuk memungkinkan mengangkut dengan
16. cepat, jika diperlukan untuk petugas yang sakit atau mengalami kecelakaan ke rumah
sakit atau tempat berobat lainnya.
17. Petunjuk/informasi harus diumumkan/ditempel di tempat yang baik dan strategis yang
memberitahukan antara lain :
a. Tempat yang terdekat dengan kotak obat-obatan, alat-alat PPPK, ruang PPPK,
ambulans, tandu untuk orang sakit, dan tempat dimana dapat dicari petugas K3.
b. Tempat telepon terdekat untuk menelepon/memanggil ambulans, nomor telepondan
nama orang yang bertugas dan lain-lain.
c. Nama, alamat, nomor telepon Dokter, rumah sakit dan tempat penolong yang dapat
segera dihubungi dalam keadaan darurat.
Perlengkapan Keselamatan Kerja
Berbagai jenis perlengkapan kerja standar untuk melindungi pekerja dalam melaksanakan
tugasnya antara lain sebagai berikut :
1. Safety hat, yang berguna untuk melindungi kepala dari benturan benda keras selama
mengoperasikan atau memelihara AMP.
2. Safety shoes, yang akan berguna untuk menghindarkan terpeleset karena licin atau
melindungi kaki dari kejatuhan benda keras dan sebagainya.
3. Kaca mata keselamatan, terutama dibutuhkan untuk melindungi mata pada lokasi
4. pekerjaan yang banyak serbuk metal atau serbuk material keras lainnya.
5. Masker, diperlukan pada medan yang berdebu meskipun ruang operator telah tertutup
rapat, masker ini dianjurkan tetap dipakai.
6. Sarung tangan, dibutuhkan pada waktu mengerjakan pekerjaan yang berhubungan
dengan bahan yang keras, misalnya membuka atau mengencangkan baut dan sebagainya.
a. IDENTIFIKASI BAHAYA
No Jenis Pekerjaan Utama Identifikasi bahaya
1 Pekerjaan Pondasi
• Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja
secara umum
• Kecelakaan akibat cara penggunaan peralatan
kerja
• Tertimpa material Batu gunung
2 Pekerjaan Beton
• Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja
secara umum
• Kecelakaan akibat cara penggunaan peralatan
kerja
• Tertimpa material Beton atau material
pengecoran
• Tangan terjepit besi tulangan Tertusuk ujung
kayu bekesting
3 Pekerjaan Dinding dan
• Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja
Plesteran
secara umum
• Kecelakaan akibat cara penggunaan peralatan
kerja
• Tertimpa material Batu bata
• Tangan dan mata iritasi terkena adukan semen
• Terjatuh dari alat perancah
4. Pekerjaan Atap dan Plafond
• Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja
secara umum
• Kecelakaan akibat cara penggunaan peralatan
kerja
• Terluka Akibat Material Atap
• Terjatuh Saat Mengerjakan Atap / Plafond
b. Waktu Pelaksanaan pekerjaan
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan adalah 45 ( Empat Puluh Lima ) hari kalender.
D. SPESIFKASI METODE KONSTRUKSI / METODE PELAKSANAAN / METODE KERJA
Jenis Pekerjaan Utama yang akan dilaksanakan pada pekerjaan ini :
No Jenis Pekerjaan Metode Pelaksanaan / Kerja
1 Pek. Pembesian Tahapan Pekerjaan Pembesian Ring Balok:
a. Pembuatan Bekisting: Cetakan sementara dari kayu
atau triplek yang dibentuk sesuai ukuran ring balok.
b. Pemasangan Tulangan: Pemasangan tulangan utama
dan sengkang sesuai dengan spesifikasi yang telah
ditentukan.
c. Pengecoran: Mengisi bekisting dengan campuran
beton sesuai takaran dan prosedur yang benar.
d. Perawatan Beton: Melakukan perawatan beton setelah
pengecoran untuk memastikan kekuatannya.
e. Pembongkaran Bekisting: Membongkar bekisting
setelah beton mengeras.
2 Pek. Beton a. Proposrsi
Kecuali disebutkan lain, maka campuran beton harus
sedemikian rupa sehingga mencapai kekuatan beton.
b. Pengecoran Beton
Kotoran-kotoran dan bahan-bahan lain harus dibuang
dari dalam bekisting. Alat-alat pengaduk (beton molen)
dan alat pembawa harus bersih. Penulangan harus
dimatikan pada posisinya dan diperiksa sebelum
pengecoran dilakukan. Direksi Pengawas harus
menerima pemberitahuan minimal 2 x 24 jam sebelum
pengecoran dilakukan, agar pemeriksaan dan
persetujuan dapat diberikan pada waktunya.
3 Pek. Pas. Dinding dan a. Pekerjaan Dinding
Plesteran
Ø Dinding harus dipasang dan didirikan untuk
masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian
yang disyaratkan seperti yang ditunjukkan dalam
gambar dan Kontraktor harus memasang piket
(uitzet) lubang-lubang dan sebagainya dengan alat
uitzet yang disetujui. Blok-blok atau bata dipasang
dengan adukan pengikat sambungan (spesi) 10 mm
didasari dengan baik dan sambungan-sambungan
yang terus lurus dan rata.
Ø Dalam pemasangan tembok tidak boleh meneruskan
disuatu bagian lebih dari satu meter tingginya
b. Pekerjaan Pleteran
Ø Dinding bangunan yang terbuat dari pasangan ½
bata dilapisi dengan plester semen setebal 1,5 cm
dan dihaluskan permukaannya dengan acian.
Ø Sebagai penyelesaian permukaan beton, diharuskan
diberi dua lapisan adukan, tapi satu lapisan juga bisa
diterima asalkan tebal lapisannya tidak lebih dari 1,5
cm dan diberi lapisan finish yang distujui oleh
Konsultan Pengawas.
Ø Lapisan harus dibentuk sedemikian rupa, hingga
rata. Hasil permukaan plesteran harus benar-benar
merupakan bidang yang rata dan halus.
Ø Plesteran harus dibiarkan basah selama paling
sedikit dua hari setelah dipasang. Mulailah
membasahinya, begitu plesteran telah mengeras,
untuk menghindari kerusakan (retakan). Sewaktu
kondisi udara lingkungan kering dan panas,
plesteran harus dibasahi agar tidak terjadi
penguapan terlalu banyak dan menjadi tidak rata.
Ø Bagian-bagian dinding yang tertutup antara atap
dengan plafond yang tidak terlihat, tidak diplaster
4 Pekerjaan Pengecaatan a. Persiapan dan pengecatan dasar plesteran
Ø Plesteran harus diberi waktu secukupnya untuk
mongering dan jangan dipulas (dicat) sampai
permukaannya betul-betul kering (kadar lembab 8
%). Semua pekerjaan plesteran atau semen yang
cacat harus dipotong dan diperbaiki dengan
plesteran dari jenis yang sama.
Ø Retak-retak sedikit harus (retak rambut) ditambal
dengn penambal keras dan tidak menyusut, retak-
retak yang lebar harus dipotong dengan pinggir-
pinggirnya dan tambal dengan plesteran
sekelilingnya. Sebelum permukaan plesteran diberi
satu lapisan cat dasar yang tahan sekali, debu-debu
yang menempel pada permukaannya harus
dibersihkan dengan lap yang kering dan kasar lalu
dilanjutkan dengan menyekannya memakai lap yang
dibasahi dengan air bersih lalu dikeringjkan.
b. Pengecatan dasar plesteran Cat Tembok
Ø Cat Tembok dapat digunakan yang berkualitas baik,
dan tata laksana pengecatannya mengikuti patent
pabrik.
Ø Bagian yang akan dicat tembok adalah :
§ Seluruh permukaan tembok yang nampak dan
telah (diplester + aci) dengan rata.
§ Seluruh permukaan beton yang nampak (Balok,
ringbalk, kolom, plat/tangga) dan telah diplester
+ aci dengan rata.
§ Seluruh permukaan beton yang nampak
(Cansteen dan dinding beton) dan telah diplester
+ aci dengan rata.
Ø Sebelum dinding dicat terlebih dahulu harus diaci
semen campuran 1 kapur : 8 pc dan diamplas
kemudian diplamur dengan plamur tembok dan
diamplas hingga halus, barulah dilakukan pengecatan
secara merata.
Ø Pengecatan 2 atau 3 kali sampai merata, warna yang
digunakan harus disetujui oleh Direksi atau
Bouwheer.
c. Keahlian
Pekerjaan mengecat hanya boleh dilaksanakan oleh orang-
orang yang sudah ahli dan berpengalaman dalam bidang
ini, seorang mandor yang betul-betul cakap harus selalu
mengawasi di tempat tersebut selama pekerjaan itu
dilaksanakan
5. Pekerjaan Atap
• Sebelum memulai pekerjaan pemasangan penutup
atap, Pemborong harus memeriksa terlebih dahulu
apakah seluruh rangka telah selesai dipasang dan
sudah sesuai menurut ketentuan dalam persyaratan
teknis ini.
• Pelaksana pekerjaan ini baru dapat dimulai setelah
diijinkan Pengawas.
• Lingkup Pekerjaan Meliputi penyiapan bagian-bagian
yang akan dipasang, menyediakan material alat-alat
bantu dan pemasangan penutup atap
• Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, kontraktor harus
menempatkan tenaga ahli/supervisi dari pabrik
pembuat. Biaya untuk hal ini ditanggung kontraktor.
• Pemasangan dimulai dari sudut tepi bawah;
diselesaikan dahulu satu baris ke arah atas, kemudian
satu baris ke samping, selanjutnya ke arah atas dan
seterusnya hingga atap tertutup semua.
• Arah tumpang-tindih (overlap) ke samping yaitu
lembaran atas menutup lembaran bawahnya sama
dengan arah angin.
• Selanjutnya sesuai dengan spesifikasi teknis dari
pabrik pembuat.
• Puncak atap harus ditutup nok atap model ”U”
dengan bahan yang sama dan sesuai dengan
rekomendasi pabrik pembuatannya.
• Pada sambungan atap di daerah jurai dipasang
flashing yang terbuat dari bahan yang sama.
6. Pekerjaan Plafond
• Penetapan pengukuran yang tepat untuk pemasangan
dengan memperhatikan rencana peletakan, rangka
batang-batang pengantung harus terpasang dengan
menjamin kekakuan kebidangan (level), kelurusan
dan kerataan (flush) seluruh bidang langit-langit
setelah terpasang.
• Setelah beberapa waktu sistem langit-langit sudah
pada bidang yang lurus dan rata. Dimana diperlukan
lubang masuk keruangan langit-langit kepada bagian
instalasi tertentu. Bagian langit-langit yang dapat
dibuka harus dipasang.
• Perlu dilakukan koordinasi kerja dalam pemasangan
langit-langit terhadap pekerjaan lain yang berkaitan,
seperti pekerjaan listrik dan lain-lain sesuai dengan
gambar kerja.
Kesalahan pemasangan yang berakibat tidak lurus
atau tidak rata seluruh atau sebagian bidang plafond,
adanya bagian plafond yang cacat, sehingga menurut
Konsultan Pengawas atau Direksi harus diperbaiki
atau harus diganti, maka seluruh biaya akibat
kesalahan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung
jawab Kontraktor.
7. Pekerjaan Pelapis
• Pemasangan keramik untuk pola, tipe dan ukurannya
Lantai
harus sesuai dengan gambar kerja dan petunjuk
Konsultan Pengawas..
• Setelah dasar lantai siap, maka keramik yang akan
dipasang diseleksi sesuai dengan warna-warna yang
sama. Apabila diperlukan pemotongan dilaksanakan
dengan rapi dengan memakai mesin pemotong dan
pinggirannya diasah dengan batu pengasah.
• Sebelum pemasangan, keramik harus direndam air
hingga tercapai kondisi jenuh air untuk menghindari
pengeringan adukan mortar/spesi yang terlalu cepat.
• Keramik dipasang dengan menggunakan adukan
mortar 1 Pc : 4 Ps dalam perbandingan volume.
Pemasangan dengan jalur-jalur (joints) yang lurus dan
apabila terjadi ketidakteraturan jalur diisi dengan
pasta semen. Sesudah cukup kering keramik dicuci
dengan lap basah sampai bersih, dan apabila ada
bagian-bagian yang lepas harus cepat diperbaiki.
• Selama pemasangan dan sebelum kering yang cukup,
lantai harus dihindari dari injakan dan gangguan lain.
Kotoran-kotoran dan lainnya yang menempel pada
permukaan lantai harus segera dibersihkan sebelum
menjadi kering.
Pemasangan keramik lantai yang tidak lurus atau tidak
rata atau cacat atau tidak sesuai gambar kerja dapat
dilakukan perintah pembongkaran oleh Konsultan
Pengawas, dan biaya yang timbul akibat
pembongkaran tersebut sepenuhnya menjadi
tanggung Kontraktor.
8. Pekerjan Pintu dan Metode pelaksanaan pekerjaan kusen pintu
jendela Aluminium Aluminium meliputi persiapan, pemasangan, dan
penyetelan. Persiapan meliputi pengadaan alat dan
bahan, serta pengukuran lokasi. Pemasangan meliputi
pemasangan angkur, pendirian kusen, penyetelan
tegak, dan pemasangan skur. Terakhir, penyetelan
meliputi pengecekan posisi, ketinggian, dan ketegakan
kusen.
Persiapan:
Pengadaan alat dan bahan:
Siapkan alat-alat seperti meteran, waterpass, unting-
unting, skur, paku, palu, serta bahan seperti kusen
pintu Aluminium, angkur, dan bahan pengikat
lainnya.
Pengukuran lokasi:
Ukur lokasi pemasangan kusen pintu sesuai dengan
desain dan ukuran kusen yang telah ditentukan.
Penentuan posisi kusen:
Tentukan posisi kusen pada dinding dengan
menggunakan benang yang direntangkan sejajar
dengan as bouwplank.
Pemasangan:
Pemasangan angkur:
Pasang angkur pada kusen pintu sesuai dengan
kebutuhan dan rencana pemasangan.
Pendirian kusen:
Dirikan kusen pintu pada posisi yang telah ditentukan
dan pastikan posisinya tegak lurus.
Penyetelan tegak:
Gunakan unting-unting untuk memastikan kusen
pintu benar-benar tegak lurus.
Pemasangan skur:
Pasang skur untuk menahan kusen pintu agar
posisinya tetap stabil dan kokoh.
Penyetelan kedudukan:
Pastikan kedudukan kusen pintu sudah sesuai dengan
ketinggian dan posisi yang diinginkan.
Penyetelan:
Pengecekan posisi: Cek kembali posisi kusen pintu
apakah sudah sesuai dengan rencana.
Pengecekan ketinggian:
Pastikan ketinggian kusen pintu sudah sesuai dengan
standar yang berlaku.
Pengecekan ketegakan:
Pastikan kusen pintu benar-benar tegak lurus.
Pembersihan lokasi:
Bersihkan area sekitar pemasangan kusen pintu dari
sisa-sisa material dan kotoran
9. Pekerjaan Instalasi
• Pemasangan instalasi listrik dan tata letak titik
Listrik
lampu/stop kontak serta jenis armatur lampu yang
dipakai harus dikerjakan sesuai dengan gambar
instalasi listrik. Sedangkan sistem pemasangan pipa-
pipa listrik pada dinding maupun beton harus ditanam
(sistem inbouw) dan penarikan kabel (jaringan kabel)
diatas plafon diikat dengan isolator dengan jarak 1,00
atau 1,20 m, atau jaringan kabel diatas plafon tersebut
dimasukkan dalam pipa PVC.
Pemasangan instalasi listrik berikut penggunaan
bahan/komponen-komponennya harus disesuaikan
dengan sistem tegangan lokal 110V //220V.
10. Pekerjaan Pengecatan a. Persiapan dan pengecatan dasar plesteran
• Plesteran harus diberi waktu secukupnya untuk
mongering dan jangan dipulas (dicat) sampai
permukaannya betul-betul kering (kadar lembab 8
%). Semua pekerjaan plesteran atau semen yang
cacat harus dipotong dan diperbaiki dengan
plesteran dari jenis yang sama.
• Retak-retak sedikit harus (retak rambut) ditambal
dengn penambal keras dan tidak menyusut, retak-
retak yang lebar harus dipotong dengan pinggir-
pinggirnya dan tambal dengan plesteran
sekelilingnya. Sebelum permukaan plesteran diberi
satu lapisan cat dasar yang tahan sekali, debu-debu
yang menempel pada permukaannya harus
dibersihkan dengan lap yang kering dan kasar lalu
dilanjutkan dengan menyekannya memakai lap
yang dibasahi dengan air bersih lalu dikeringjkan.
b. Pengecatan dasar plesteran Cat Tembok/Plafond.
• Cat Tembok dapat digunakan yang berkualitas baik,
dan tata laksana pengecatannya mengikuti patent
pabrik.
• Bagian yang akan dicat tembok adalah :
ü Seluruh permukaan tembok yang nampak dan
telah (diplester + aci) dengan rata.
ü Plafond keseluruhan.
ü Seluruh permukaan beton yang nampak (Balok,
ringbalk, kolom, plat/tangga) dan telah
diplester + aci dengan rata.
ü Seluruh permukaan beton yang nampak
(Cansteen dan dinding beton) dan telah
diplester + aci dengan rata.
ü Seluruh permukaan paving block yang
berwarna merah baik baru maupun pekerjaan
lama dilakukan pengecatan ulang yang
sebelumnya telah disikat dan di semprot
dengan mesin compressor. Pengecatannya
dapat dilakukan dengan manual sesuai
petunjuk direksi.
• Sebelum dinding dicat terlebih dahulu harus diaci
semen campuran 1 kapur : 8 pc dan diamplas
kemudian diplamur dengan plamur tembok dan
diamplas hingga halus, barulah dilakukan
pengecatan secara merata.
• Pengecatan 2 atau 3 kali sampai merata, warna
yang digunakan harus disetujui oleh Direksi atau
Bouwheer.
c. Lapisan Cat Penyelesaian (finishing)
Lapisan cat penyelesaian harus dipulaskan menurut
ketentuan-ketentuan berikut:
a. Pekerjaan Kayu (dicat)
Diberi 2 lapis cat dasar synthetic resins yang
mengkilapn kalau sudah kering
b. Pekerjaan kayu di-teak oil/pelitur transparan
Diberi 4 lapis teak oil yang disetujui, tiap 24 jam
sekali dilakukan dengan kuas dan diampelas
dengan amplas, terakhir dengan kain halus.
c. Keahlian
Pekerjaan mengecat hanya boleh
dilaksanakan oleh orang-orang yang sudah ahli dan
berpengalaman dalam bidang ini, seorang mandor
yang betul-betul cakap harus selalu mengawasi di
tempat tersebut selama pekerjaan itu dilaksanakan
E. SPESIFIKAS JABATAN KONSTRUKSI
MANAGER
ADMI NISTRASI PELAKSANA LOGISTIK
Daftar Personil Pelaksana Lapangan
Jabatan dalam Pendidikan
No Pengalaman Sertifikat Keahlian
pekerjaan terakhir/minimal
SKT.Pelaksana Bangunan
Pelaksana Min. 1
1. SMA/SEDERAJAT Gedung /Pekerjaan
Lapangan Tahun
Gedung (TA. 022)