SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN KONSTRUKSI
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN (POLBANGTAN ) GOWA
TAHUN ANGGARAN 2025
PEKERJAAN : RENOVASI LABORATORIUM TERPADU KAMPUS I
LOKASI : KAMPUS I POLBANGTAN GOWA (KABUPATEN GOWA)
A. SPESIFIKAS BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI
1. PEKERJAAN LANTAI
a. Bahan
Lantai Keramik yang digunakan di Lantai Ruangan Dalam :
Jenis : Keramik ( Permukaan Motif )
Ukuran : 60 x 60 cm
: Motif Warna
• Keramik yang dipasang harus dalam keadaan baik, sama warna dan tidak
cacat, keramik yang cacat akibat pemasangan harus diganti. Warna akan
ditentukan kemudian oleh Pihak Pengguna.
• Keramik yang dipakai adalah keramik non slip kualitas terbaik.
Keramik yang dipasang harus dalam keadaan baik, sama warna dan tidak
cacat, keramik yang cacat akibat pemasangan harus diganti. Warna akan
ditentukan kemudian oleh Pihak Pengguna.
b. Agregat
Agregat harus terdiri dari gradasi-gradasi yang terhalus sampai kasar dan
harus sesuai dengan persyaratan di dalam NI – 2 Bab 3.3, Bab 3.4 dan Bab
3.5. Agregat harus disimpan sedemikian rupa sehingga bebas dari kontaminasi
oleh bahan-bahan yang dapat merusak. Agregat halus (pasir) dan agregat
kasar (koral atau split) harus disimpan dalam tempat-tempat yang terpisah
c. Semen
Semen yang dipakai Semen Portland yang banyak beredar di makassar
Kontraktor harus mengusahakan agar satu merk semen saja yang dipakai
untuk seluruh pekerjaan beton. Semen ini harus dibawa ke tempat pekerjaan
dalam zak yang tertutup oleh pabrik dan terlindung. Penyimpanannya harus
dilaksanakan dalam tempat yang tidak terkena air (dengan lantai terangkat) dan
ditumpuk dalam urutan pengiriman. Tinggi penumpukan tidak boleh lebih dari 2
m. Semen yang rusak atau tercampur apapun tidak boleh dipakai.
2. PEKERJAAN PENGECATAN
Spesifikasi pekerjaan pengecatan dinding mencakup persiapan permukaan, jenis
cat, metode aplikasi, dan persyaratan kualitas hasil akhir. Persiapan meliputi
pembersihan, perataan, dan pengaplikasian cat dasar. Jenis cat harus sesuai
dengan jenis dinding (interior/eksterior) dan preferensi. Aplikasi dilakukan dengan
kuas atau roller, dengan beberapa lapisan untuk hasil optimal. Kualitas akhir
ditandai dengan permukaan rata, warna seragam, dan daya rekat yang baik.
Detail Spesifikasi Pengecatan Dinding:
1. Jenis Cat
Pilih cat tembok yang sesuai untuk interior atau eksterior, misalnya cat berbasis
air (emulsi) atau cat minyak.
2. Merek dan Warna
Pilihan cat dengan merk SETARA MOWILEKS dan warna yang sesuai dengan
preferensi Pihak Kantor.
3. PEKERJAAN PINTU DAN VENTILASI
Spesifikasi pekerjaan pintu Aluminium mencakup beberapa aspek penting, mulai
dari material, ukuran, desain, hingga proses pemasangan. Pintu Aluminium, yang
terbuat dari Aluminium dan Kaca, menawarkan keunggulan dalam ketahanan
terhadap korosi dan umur pakai yang lebih Panjang.
4. PEKERJAAN ATAP KANOPI TERAS
Spesifikasi pekerjaan atap spandek mencakup beberapa hal penting, termasuk
jenis bahan, ketebalan, dimensi, dan metode pemasangan. Atap spandek
umumnya terbuat dari baja galvanis atau aluminium dengan campuran seng dan
silikon, dengan ketebalan berkisar antara 0.35 mm. Pemasangan yang tepat,
termasuk penggunaan Sekrup/paku yang sesuai dan pemasangan yang rata air,
sangat penting untuk memastikan kekuatan dan ketahanan atap spandek.
Berikut adalah spesifikasi pekerjaan atap spandek yang lebih detail:
A. Spandek Zincalume
1. Material:
Atap Galvalum Spandek 0.30mm x 680mm x 6M AZ70
2. Ukuran :
• Panjang ( Custom )
• Lebar (W): 680mm
• Tebal (t): 0.3mm
B. Rangka Kanopi
1. Material :
Besi Hollow Galvanis 4 x 4 dan 2 x 4
5. PEKERJAAN PLAFOND
1. Rangka Plafond
a. B a h a n ;
Untuk rangka plafond PVC dipakai rangka hollow galvanis dimana terdiri dari :
• Suspension Rod
• Suspension Clip
• Suspension Bracket
• Wall Angle
• Main Runner
• Furing Chanel.
2. Plafond PVC
a. Bahan ;
Plafon PVC adalah material pengganti triplek atau kayu lapis yang digunakan
sebagai penutup atap. Plafon memberikan batasan antara ruangan dengan
atap. Produk ini dibuat dari material PVC (Polyvinyl Chloride) yang memiliki
karakteristik lentur namun kuat. Bahan PVC ini dipilih karena sudah terkenal
sangat awet karena memiliki daya tahan yang tinggi terhadap air, api, dan
juga serangan rayap
6. PEKERJAAN HURUF PAPAN NAMA
Bahan untuk HURUF PAPAN NAMA adalah :
• Akrilik Putih/warna
• Lampu Ornamen
7. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1. Umum
Semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi semua
persyaratan PUIL/LMK. Semua kabel/kawat harus baru dan harus jelas ditandai
mengenai ukurannya, jenis kabelnya, nimir dan jenis pintalannya. Semua kawat
kawat dengan penampang 6-10 mm keatas haruslah terbuat secara dipilin
(stranded). Instalasi ini tidak boleh memakai kabel dengan penampang lebih kecil
dari 2,5 mm2 kecuali untuk pemakaian remote control.
Kecuali persyaratan lain, konduktor yang dipakai adalah dari type :
• Untuk instalasi penerangan adalah NYM. Semua instalasi penerangan dan
stop kontak menggunakan system 3 core dimana core yang ketiga merupakan
jaringan pentanahan. Pentahanan disatukan didalam panel.
• Untuk kabel distribusi dan penerangan taman dengan menggunakan kabel
NYFGbB, NYY. Semua kabel harus berada didalam conduit PVC super high
impact yang disesuaikan dengan ukurannya, cable tray, cable trench, cable
crack dan harus diklem. Digunakan flexible conduit dengan bahan yang sama
untuk menghubungkan instalasi ke masing-masing fixture lampu.
2. Bahan
• bahan isolasi untuk splice, connection dan lain-lain seperti karet, PVC, tape
sintetis, splice case, composition.
• Lampu led 11 Watt (Hemat Energy).
• Saklar Tunggal Tanam
• Saklar Seri Tanam
• Stop Kontak 10 A – 25 A
• Fitting Lampu Tanam
B. SPESIFIKASI PERALATAN KONSTRUKSI
Peralatan Konstruksi dan Peralatan Bangunan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini
adalah :
Daftar Peralatan :
No Kepemilika
Jenis Kapasitas Jml Kondisi
. n / Status
Gerobak Sorong
1. 2 Unit Milk / Sewa Baik
Alat
2. 1 Set Milk / Sewa Baik
Pertukangan
3. Tangga Lipat 1 Unit Milk / Sewa Baik
4. Pick Up 1 Unit Milk / Sewa Baik
Fungsi Alat :
1. Gerobak Sorong
• Sebagai Alat Pengangkut Mterial / Atau Memindahkan material Dilapangan /
Loaksi Proyek
2. Pick Up
• Alat / Kendaraan Untuk Mobilisasi alat dan Material
C. SPESIFIKASI PROSES KEGIATAN
Organisasi untuk keadaan darurat dan pertolongan pertama pada kecelakaan harus
dibuat sebelumnya untuk setiap proyek yang meliputi seluruh pegawai/petugas
pertolongan pertama pada kecelakaan dan peralatan, alat-alat komunikasi dan alat-
alat lain serta jalur transportasi, dimana :
1. Tenaga kerja harus diperiksa kesehatannya.
2. Tenaga kerja di bawah umur 18 tahun harus mendapat pengawasan kesehatan
khusus, meliputi pemeriksaan kembali atas kesehatannya secara teratur.
3. Data yang diperoleh dari pemeriksaan kesehatan harus dicatat dan disimpan untuk
referensi.
4. Pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan atau penyakit yang tiba-tiba, harus
dilakukan oleh Dokter, Juru Rawat atau seorang yang terdidik dalam pertolongan
pertama pada kecelakaan (PPPK).
5. Alat-alat PPPK atau kotak obat-obatan yang memadai, harus disediakan di tempat
kerja dan dijaga agar tidak dikotori oleh debu, kelembaban udara dan lain-lain.
6. Alat-alat PPPK atau kotak obat-obatan harus berisi paling sedikit dengan obat untuk
kompres, perban, antiseptik, plester, gunting dan perlengkapan gigitan ular.
7. Alat-alat PPPK dan kotak obat-obatan harus tidak berisi benda-benda lain selain
alat-alat PPPK yang diperlukan dalam keadaan darurat.
8. Alat-alat PPPK dan kotak obat-obatan harus berisi keterangan-keterangan/instruksi
9. yang mudah dan jelas sehingga mudah dimengerti.
10. Isi dari kotak obat-obatan dan alat PPPK harus diperiksa secara teratur dan harus
dijaga supaya tetap berisi (tidak boleh kosong).
11. Kereta untuk mengangkat orang sakit (tandu) harus selalu tersedia.
12. Jika tenaga kerja dipekerjakan di bawah tanah atau pada keadaan lain, alat
penyelamat harus selalu tersedia di dekat tempat mereka bekerja.
13. Jika tenaga kerja dipekerjakan di tempat-tempat yang menyebabkan adanya risiko
14. tenggelam atau keracunan, alat-alat penyelematan harus selalu tersedia di dekat
tempat mereka bekerja.
15. Persiapan-persiapan harus dilakukan untuk memungkinkan mengangkut dengan
16. cepat, jika diperlukan untuk petugas yang sakit atau mengalami kecelakaan ke
rumah sakit atau tempat berobat lainnya.
17. Petunjuk/informasi harus diumumkan/ditempel di tempat yang baik dan strategis
yang memberitahukan antara lain :
a. Tempat yang terdekat dengan kotak obat-obatan, alat-alat PPPK, ruang PPPK,
ambulans, tandu untuk orang sakit, dan tempat dimana dapat dicari petugas
K3.
b. Tempat telepon terdekat untuk menelepon/memanggil ambulans, nomor
telepondan nama orang yang bertugas dan lain-lain.
c. Nama, alamat, nomor telepon Dokter, rumah sakit dan tempat penolong yang
dapat segera dihubungi dalam keadaan darurat.
Perlengkapan Keselamatan Kerja
Berbagai jenis perlengkapan kerja standar untuk melindungi pekerja dalam
melaksanakan tugasnya antara lain sebagai berikut :
1. Safety hat, yang berguna untuk melindungi kepala dari benturan benda keras
selama mengoperasikan atau memelihara AMP.
2. Safety shoes, yang akan berguna untuk menghindarkan terpeleset karena licin atau
melindungi kaki dari kejatuhan benda keras dan sebagainya.
3. Kaca mata keselamatan, terutama dibutuhkan untuk melindungi mata pada lokasi
4. pekerjaan yang banyak serbuk metal atau serbuk material keras lainnya.
5. Masker, diperlukan pada medan yang berdebu meskipun ruang operator telah
tertutup rapat, masker ini dianjurkan tetap dipakai.
6. Sarung tangan, dibutuhkan pada waktu mengerjakan pekerjaan yang berhubungan
dengan bahan yang keras, misalnya membuka atau mengencangkan baut dan
sebagainya.
a. IDENTIFIKASI BAHAYA
No Jenis Pekerjaan Utama Identifikasi bahaya
1. Pekerjaan Atap dan • Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja
Plafond secara umum
• Kecelakaan akibat cara penggunaan
peralatan kerja
• Terluka Akibat Material Atap
• Terjatuh Saat Mengerjakan Atap / Plafond
b. Waktu Pelaksanaan pekerjaan
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan adalah 60 ( Enam Puluh ) hari kalender.
D. SPESIFKASI METODE KONSTRUKSI / METODE PELAKSANAAN / METODE
KERJA
Jenis Pekerjaan Utama yang akan dilaksanakan pada pekerjaan ini :
No Jenis Pekerjaan Metode Pelaksanaan / Kerja
1. Pekerjaan a. Persiapan dan pengecatan dasar plesteran
Pengecaatan
Ø Plesteran harus diberi waktu secukupnya untuk
mongering dan jangan dipulas (dicat) sampai
permukaannya betul-betul kering (kadar lembab
8 %). Semua pekerjaan plesteran atau semen
yang cacat harus dipotong dan diperbaiki
dengan plesteran dari jenis yang sama.
Ø Retak-retak sedikit harus (retak rambut) ditambal
dengn penambal keras dan tidak menyusut,
retak-retak yang lebar harus dipotong dengan
pinggir-pinggirnya dan tambal dengan plesteran
sekelilingnya. Sebelum permukaan plesteran
diberi satu lapisan cat dasar yang tahan sekali,
debu-debu yang menempel pada permukaannya
harus dibersihkan dengan lap yang kering dan
kasar lalu dilanjutkan dengan menyekannya
memakai lap yang dibasahi dengan air bersih
lalu dikeringjkan.
b. Pengecatan dasar plesteran Cat Tembok
Ø Cat Tembok dapat digunakan yang berkualitas
baik, dan tata laksana pengecatannya mengikuti
patent pabrik.
Ø Bagian yang akan dicat tembok adalah :
§ Seluruh permukaan tembok yang nampak
dan telah (diplester + aci) dengan rata.
§ Seluruh permukaan beton yang nampak
(Balok, ringbalk, kolom, plat/tangga) dan telah
diplester + aci dengan rata.
§ Seluruh permukaan beton yang nampak
(Cansteen dan dinding beton) dan telah
diplester + aci dengan rata.
Ø Sebelum dinding dicat terlebih dahulu harus diaci
semen campuran 1 kapur : 8 pc dan diamplas
kemudian diplamur dengan plamur tembok dan
diamplas hingga halus, barulah dilakukan
pengecatan secara merata.
Ø Pengecatan 2 atau 3 kali sampai merata, warna
yang digunakan harus disetujui oleh Direksi atau
Bouwheer.
c. Keahlian
Pekerjaan mengecat hanya boleh dilaksanakan oleh
orang-orang yang sudah ahli dan berpengalaman
dalam bidang ini, seorang mandor yang betul-betul
cakap harus selalu mengawasi di tempat tersebut
selama pekerjaan itu dilaksanakan
2. Pekerjaan Atap • Sebelum memulai pekerjaan pemasangan
penutup atap, Pemborong harus memeriksa
terlebih dahulu apakah seluruh rangka telah
selesai dipasang dan sudah sesuai menurut
ketentuan dalam persyaratan teknis ini.
• Pelaksana pekerjaan ini baru dapat dimulai
setelah diijinkan Pengawas.
• Lingkup Pekerjaan Meliputi penyiapan bagian-
bagian yang akan dipasang, menyediakan material
alat-alat bantu dan pemasangan penutup atap
• Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, kontraktor harus
menempatkan tenaga ahli/supervisi dari pabrik
pembuat. Biaya untuk hal ini ditanggung
kontraktor.
• Pemasangan dimulai dari sudut tepi bawah;
diselesaikan dahulu satu baris ke arah atas,
kemudian satu baris ke samping, selanjutnya ke
arah atas dan seterusnya hingga atap tertutup
semua.
• Arah tumpang-tindih (overlap) ke samping yaitu
lembaran atas menutup lembaran bawahnya sama
dengan arah angin.
• Selanjutnya sesuai dengan spesifikasi teknis dari
pabrik pembuat.
3. Pekerjaan Plafond • Penetapan pengukuran yang tepat untuk
pemasangan dengan memperhatikan rencana
peletakan, rangka batang-batang pengantung
harus terpasang dengan menjamin kekakuan
kebidangan (level), kelurusan dan kerataan (flush)
seluruh bidang langit-langit setelah terpasang.
• Setelah beberapa waktu sistem langit-langit sudah
pada bidang yang lurus dan rata. Dimana
diperlukan lubang masuk keruangan langit-langit
kepada bagian instalasi tertentu. Bagian langit-
langit yang dapat dibuka harus dipasang.
• Perlu dilakukan koordinasi kerja dalam
pemasangan langit-langit terhadap pekerjaan lain
yang berkaitan, seperti pekerjaan listrik dan lain-
lain sesuai dengan gambar kerja.
Kesalahan pemasangan yang berakibat tidak lurus
atau tidak rata seluruh atau sebagian bidang
plafond, adanya bagian plafond yang cacat,
sehingga menurut Konsultan Pengawas atau
Direksi harus diperbaiki atau harus diganti, maka
seluruh biaya akibat kesalahan tersebut
sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor.
4. Pekerjaan Pelapis • Pemasangan keramik untuk pola, tipe dan
Lantai ukurannya harus sesuai dengan gambar kerja dan
petunjuk Konsultan Pengawas..
• Setelah dasar lantai siap, maka keramik yang
akan dipasang diseleksi sesuai dengan warna-
warna yang sama. Apabila diperlukan pemotongan
dilaksanakan dengan rapi dengan memakai mesin
pemotong dan pinggirannya diasah dengan batu
pengasah.
• Sebelum pemasangan, keramik harus direndam
air hingga tercapai kondisi jenuh air untuk
menghindari pengeringan adukan mortar/spesi
yang terlalu cepat.
• Keramik dipasang dengan menggunakan adukan
mortar 1 Pc : 4 Ps dalam perbandingan volume.
Pemasangan dengan jalur-jalur (joints) yang lurus
dan apabila terjadi ketidakteraturan jalur diisi
dengan pasta semen. Sesudah cukup kering
keramik dicuci dengan lap basah sampai bersih,
dan apabila ada bagian-bagian yang lepas harus
cepat diperbaiki.
• Selama pemasangan dan sebelum kering yang
cukup, lantai harus dihindari dari injakan dan
gangguan lain. Kotoran-kotoran dan lainnya yang
menempel pada permukaan lantai harus segera
dibersihkan sebelum menjadi kering.
Pemasangan keramik lantai yang tidak lurus atau
tidak rata atau cacat atau tidak sesuai gambar
kerja dapat dilakukan perintah pembongkaran oleh
Konsultan Pengawas, dan biaya yang timbul
akibat pembongkaran tersebut sepenuhnya
menjadi tanggung Kontraktor.
5. Pekerjan Pintu dan Metode pelaksanaan pekerjaan kusen pintu
jendela Aluminium Aluminium meliputi persiapan, pemasangan, dan
penyetelan. Persiapan meliputi pengadaan alat
dan bahan, serta pengukuran lokasi. Pemasangan
meliputi pemasangan angkur, pendirian kusen,
penyetelan tegak, dan pemasangan skur. Terakhir,
penyetelan meliputi pengecekan posisi, ketinggian,
dan ketegakan kusen.
Persiapan:
Pengadaan alat dan bahan:
Siapkan alat-alat seperti meteran, waterpass,
unting-unting, skur, paku, palu, serta bahan seperti
kusen pintu Aluminium, angkur, dan bahan
pengikat lainnya.
Pengukuran lokasi:
Ukur lokasi pemasangan kusen pintu sesuai
dengan desain dan ukuran kusen yang telah
ditentukan.
Penentuan posisi kusen:
Tentukan posisi kusen pada dinding dengan
menggunakan benang yang direntangkan sejajar
dengan as bouwplank.
Pemasangan:
Pemasangan angkur:
Pasang angkur pada kusen pintu sesuai dengan
kebutuhan dan rencana pemasangan.
Pendirian kusen:
Dirikan kusen pintu pada posisi yang telah
ditentukan dan pastikan posisinya tegak lurus.
Penyetelan tegak:
Gunakan unting-unting untuk memastikan kusen
pintu benar-benar tegak lurus.
Pemasangan skur:
Pasang skur untuk menahan kusen pintu agar
posisinya tetap stabil dan kokoh.
Penyetelan kedudukan:
Pastikan kedudukan kusen pintu sudah sesuai
dengan ketinggian dan posisi yang diinginkan.
Penyetelan:
Pengecekan posisi: Cek kembali posisi kusen
pintu apakah sudah sesuai dengan rencana.
Pengecekan ketinggian:
Pastikan ketinggian kusen pintu sudah sesuai
dengan standar yang berlaku.
Pengecekan ketegakan:
Pastikan kusen pintu benar-benar tegak lurus.
Pembersihan lokasi:
Bersihkan area sekitar pemasangan kusen pintu
dari sisa-sisa material dan kotoran
6. Pekerjaan Instalasi • Pemasangan instalasi listrik dan tata letak titik
Listrik lampu/stop kontak serta jenis armatur lampu yang
dipakai harus dikerjakan sesuai dengan gambar
instalasi listrik. Sedangkan sistem pemasangan
pipa-pipa listrik pada dinding maupun beton harus
ditanam (sistem inbouw) dan penarikan kabel
(jaringan kabel) diatas plafon diikat dengan isolator
dengan jarak 1,00 atau 1,20 m, atau jaringan kabel
diatas plafon tersebut dimasukkan dalam pipa
PVC.
Pemasangan instalasi listrik berikut penggunaan
bahan/komponen-komponennya harus
disesuaikan dengan sistem tegangan lokal 110V
//220V.
7. Pekerjaan a. Persiapan dan pengecatan dasar plesteran
Pengecatan • Plesteran harus diberi waktu secukupnya untuk
mongering dan jangan dipulas (dicat) sampai
permukaannya betul-betul kering (kadar lembab
8 %). Semua pekerjaan plesteran atau semen
yang cacat harus dipotong dan diperbaiki
dengan plesteran dari jenis yang sama.
• Retak-retak sedikit harus (retak rambut)
ditambal dengn penambal keras dan tidak
menyusut, retak-retak yang lebar harus
dipotong dengan pinggir-pinggirnya dan tambal
dengan plesteran sekelilingnya. Sebelum
permukaan plesteran diberi satu lapisan cat
dasar yang tahan sekali, debu-debu yang
menempel pada permukaannya harus
dibersihkan dengan lap yang kering dan kasar
lalu dilanjutkan dengan menyekannya memakai
lap yang dibasahi dengan air bersih lalu
dikeringjkan.
b. Pengecatan dasar plesteran Cat Tembok/Plafond.
• Cat Tembok dapat digunakan yang berkualitas
baik, dan tata laksana pengecatannya
mengikuti patent pabrik.
• Bagian yang akan dicat tembok adalah :
ü Seluruh permukaan tembok yang nampak
dan telah (diplester + aci) dengan rata.
ü Plafond keseluruhan.
ü Seluruh permukaan beton yang nampak
(Balok, ringbalk, kolom, plat/tangga) dan
telah diplester + aci dengan rata.
ü Seluruh permukaan beton yang nampak
(Cansteen dan dinding beton) dan telah
diplester + aci dengan rata.
ü Seluruh permukaan paving block yang
berwarna merah baik baru maupun
pekerjaan lama dilakukan pengecatan ulang
yang sebelumnya telah disikat dan di
semprot dengan mesin compressor.
Pengecatannya dapat dilakukan dengan
manual sesuai petunjuk direksi.
• Sebelum dinding dicat terlebih dahulu harus
diaci semen campuran 1 kapur : 8 pc dan
diamplas kemudian diplamur dengan plamur
tembok dan diamplas hingga halus, barulah
dilakukan pengecatan secara merata.
• Pengecatan 2 atau 3 kali sampai merata, warna
yang digunakan harus disetujui oleh Direksi
atau Bouwheer.
c. Lapisan Cat Penyelesaian (finishing)
Lapisan cat penyelesaian harus dipulaskan
menurut ketentuan-ketentuan berikut:
a. Pekerjaan Kayu (dicat)
Diberi 2 lapis cat dasar synthetic resins yang
mengkilapn kalau sudah kering
b. Pekerjaan kayu di-teak oil/pelitur transparan
Diberi 4 lapis teak oil yang disetujui, tiap 24 jam
sekali dilakukan dengan kuas dan diampelas
dengan amplas, terakhir dengan kain halus.
c. Keahlian
Pekerjaan mengecat hanya boleh
dilaksanakan oleh orang-orang yang sudah ahli
dan berpengalaman dalam bidang ini, seorang
mandor yang betul-betul cakap harus selalu
mengawasi di tempat tersebut selama pekerjaan
itu dilaksanakan
E. SPESIFIKAS JABATAN KONSTRUKSI
MANAGER
ADMI NISTRASI PELAKSANA LOGISTIK
Daftar Personil Pelaksana Lapangan
Jabatan dalam Pendidikan Pengalama
No Sertifikat Keahlian
pekerjaan terakhir/minimal n
SKT.Pelaksana
Pelaksana Min. 1 Bangunan Gedung
1. SMA/SEDERAJAT
Lapangan Tahun /Pekerjaan Gedung (TA.
022)