| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0029458130101000 | Rp 2,374,119,001 | - | |
| 0748881075104000 | Rp 1,985,173,679 | 1. Peserta tidak menyampaikan Sertifikat Standar sesuai persyaratan kualifikasi dokumen pemilihan. 2. Peserta tidak menyampaikan persyaratan penilaian kinerja sesuai dengan dokumen pemilihan. | |
| 0021245410102000 | - | - | |
| 0032804312101000 | - | - | |
CV Pria Sarasi | 07*8**0****04**0 | - | - |
| 0020325528102000 | - | - | |
CV Citra Aneuk Mountsabang | 0825109093101000 | - | - |
PT Rajawali Asia Emas | 02*8**8****08**0 | - | - |
| 0608005823101000 | - | - | |
| 0724303938101000 | - | - | |
| 0033164823104000 | - | - | |
| 0812355550104000 | - | - | |
| 0011355872101000 | - | - | |
| 0665189890101000 | - | - | |
| 0837320993101000 | - | - | |
| 0025621384101000 | - | - | |
| 0437353089108000 | - | - | |
| 0708633730101000 | - | - | |
| 0902444819101000 | - | - | |
| 0839536315101000 | - | - | |
| 0734542079101000 | - | - | |
| 0834444788101000 | - | - | |
| 0811146729101000 | - | - | |
| 0947221990101000 | - | - | |
| 0719364549101000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN PIDIE JAYA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
JL. BANDA ACEH -MEDAN KM 158 MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA
PEKERJAAN
PEMBANGUNAN RUANG CATH LAB RSUD PIDIE JAYA
METODE PELAKSANAAN
2025
METODE PELAKSANAAN
Nama Pekerjaan : PEMBANGUNAN RUANG CATH LAB RSUD PIDIE JAYA
Lokasi : Kabupaten Pidie Jaya
Tahun Anggaran : 2025
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Adapun lingkup pekerjaan yang akan dikerjakan adalah sebagai berikut :
Pekerjaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan konstruksi (smk3)
Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Tanah dan Pasangan
Pekerjaan Beton bertulang
Pekerjaan Dinding dan Kusen
Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding
Pekerjaan Atap dan Plafon
Pekerjaan Pengecatan
Pekerjaan Instalasi Listrik
Pekerjaan Instalasi Air
Pekerjaan Instalasi Tata Udara
Pekerjaan Instalasi Gas Medis
Pekerjaan Lain-lain
Dalam setiap item pekerjaan tersebut masih dipecahkan lagi menjadi sub-sub pekerjaan.
Pelaksanaan setiap item pekerjaan ini dikerjakan oleh beberapa group tenaga kerja yang dibagi
menurut keahlian masing-asing sehingga jadwal pelaksanaan pekerjaan selama 180 (seratus
delapan sepuluh) hari kalender bisa tercapai sesuai dengan yang telah dijadwalkan. Item
pekerjaan tersebut diatas dikerjakan ada yang waktunya bersamaan dan ada juga yang
dilaksanakan berkelanjutan, disesuaikan dengan jadwal yang telah diatur dalam time scedul
pekerjaan. Metode pelaksanaan ini menggambarkan pekerjaan secara menyeluruh dimana
menggabungkan beberapa uraian pekerjaan yang sama didalam item pekerjaan di atas.
Berdasar metode kerja yang telah dipilih maka baik keterurutan, produkstivitas dan
keperluan alat, bahan dan tenaga dapat diendalikan sehingga waktu yang yang telah
dirancang juga secara otomatis dapat dikendalikan dengan benar. Sesuai dengan ketentuan
didalam dokumen lelang maupun dokumen kontrak maka pekerjaan dapat diserah terimakan jika
telah selesai dan sesuai dengan persyaratan teknisnya. Tahapan serah terima pekerjaan yaitu Serah
Terima Pertama (disebut PHO) kemudian diikuti dengan pemeliharaan dan perbaikan minor
pekerjaan untuk selanjutnya sesuai dengan batas waktu masa pemeliharaan dan jika
pekerjaan telah dapat diterima dengan baik oleh pemilik proyek maka akan dilakukan Serah
Terima Kedua (disebut FHO). Dengan telah diterbitkannya Sertifikat FHO maka seluruh tanggung
jawab telah diserahkan kepada pemilik proyek dan kontraktor pelaksana dibebaskan dari segala
macam tuntutan. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai kontraktor bersama - sama
konsultan pengawas dan pemilik pekerjaan beserta instansi terkait melakukan sosialisasi
kepada masyarakatsetempat agar masyarakat bisa memahami kegiatan yang akan dilaksanakan
sehingga dapat meminimalisir timbulnya konflik atau persepsi - persepsi negatif dari
masyarakat.Sosialisasi dan koordinasi tetap dilakukan selama jalannya proyek sehingga dapat
memperoleh informasi dan masukan dari masyarakat serta pemecahan masalah yang timbul
selama pelaksanaan proyek.Untuk menjamin mutu pekerjaan maka dalam pelaksanaannya akan
mengacu pada spesifikasiteknis yang ada didalam dokumen tender, Berita acara rapat tinjauan
lapangan, addendum(jika ada) dan dikendalikan dengan Quality Control Plan. Persiapan
pelaksanaan merupakan bagian yang penting untuk dilakukan adalah melakukankoordinasi
dengan polisi, peraturan yang berkaitan tatacara dan Pengendalian Traffic kendaraan/peralatan
proyek dan penjaminan keamanan dan keselamatan oleh team K-3 proyek.
Adapun urutan pelaksanaan pekerjaan ini secara umum adalah sebagai berikut: dimulai
dari pekerjaan persiapan yang dilanjutkan dengan pekerjaan tanah dan pondasi. Selanjutnya
dilaksanakan pekerjaan beton (sloof dan kolom) yang dilanjutkan dengan pekerjaan pasangan
bata dan dilanjutkan dengan pekerjaan beton struktur atas. Kemudian dilanjutkan dengan
pekerjaan atap bersama dengan pekerjaan plesteran dan instalasi listrik. Setelah atap selesai
dilanjutkan dengan pekerjaan plafond dan instalasi listrik. Setelah plafond selesai dilanjutkan
dengan pekerjaan lantai dan keramik beserta instalasi air/sanitasi. Selanjutnya dilaksanakan
pekerjaan pengecatan dan finishing. Di dalam pelaksanaan setiap item pekerjaan tersebut tetap
memperhatikan mutu, waktu dan biaya sehingga bisa menghasilkan produk pekerjaan yang baik.
Untuk lebih mendetail, metode pelaksanaan ini akan Penyedia Jasa jelaskan dari setiap item
pekerjaan ini.
PENJELASAN TIAP ITEM PEKERJAAN
I. PEKERJAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KONSTRUKSI (SMK3)
a. Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3)
1. Umum
Uraian Pekerjaan
Bagian ini mencakup ketentuan-ketentuan penanganan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
konstruksi kepada setiap orang yang berada di tempat kerja yang berhubungan dengan :
a. Pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja konstruksi, proses produksi dan
lingkungan sekitar tempat kerja.
b. Penanganan K3 mencakup penyediaan sarana pencegah kecelakaan kerja dan perlindungan
kesehatan kerja konstruksi maupun penyediaan personil yang kompeten dan organisasi
pengendalian K3 Konstruksi sesuai dengan tingkat resiko yang ditetapkan oleh Pengguna Jasa.
c. Penyedia Jasa akan mengikuti ketentuan-ketentuan pengelolaan K3 yang tertuang dalam
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 09/PRT/M/2009 tentang Pedoman Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SDIREKSI PEKERJAAN3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum
dan peraturan terkait lainnya.
2. Sistem Manajemen K3 Konstruksi
a. Penyedia Jasa akan membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasi
bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya secara berkesinambungan sesuai dengan
Rencana K3 Kontrak (RK3K).
b. Penyedia Jasa akan melibatkan Ahli K3 Konstruksi pada pekerjaan ini dengan risiko K3 tinggi atau
sekurang kurangnya Petugas K3 Konstruksi pada paket pekerjaan dengan risiko K3 sedang dan
kecil. Ahli K3 Konstruksi atau Petugas K3 bertugas untuk merencanakan, melaksanakan dan
mengevaluasi Sistem Manajemen K3 Konstruksi. Tingkat risiko K3 ditetapkan oleh Pengguna Jasa.
c. Penyedia Jasa akan membentuk Panitia Pembina K3 (P2K3) disaat jumlah pekerja paling sedikit
100 orang.
d. P2K3 (Panitia Pembina K3) adalah badan pembantu di perusahaan dan tempat kerja yang
merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk mengembangkan kerja
sama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan keselamatan dan kesehatan
kerja. Unsur P2K3 terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Ketua P2K3 adalah pimpinan puncak
organisasi Penyedia Jasa dan Sekretaris P2K3 adalah Ahli K3 Konstruksi.
e. Penyedia Jasa juga akan melaksanakan Audit Internal K3 Konstruksi.
f. Penyedia Jasa akan melakukan tinjauan ulang terhadap RK3K (pada bagian yang memang
perlu dilakukan kaji ulang) setiap bulan secara berkesinambungan selama pelaksanaan
pekerjaan konstruksi berlangsung.
3. Penyiapan Peralatan Standard Yang Akan Disiapkan Untuk K3.
Penyedia Jasa akan menyediakan peralatan standard keselamatan kerja seperti diuraikan berikut :
a. Helm safety
b. Sepatu safety
c. Safety harness
d. Sarung tangan
e. Rompi safety
f. Ear plug
g. Masker
h. Kacamata safety
i. Scaffolding
j. Jas hujan
k. Kotak P3K
Dan lain-lain yang berhubungan dengan K3. Fasilitas diatas adalah minimum, Penyedia Jasa akan
menambah fasilitas tersebut jika menurut Penyedia Jasa tidak mencukupi tanpa meminta
pembayaran tambahan ke Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa akan memberitahu Direksi Pekerjaan
untuk penyediaan fasilitas tersebut 3 (tiga) hari sebelumnya
PEKERJAAN PERSIAPAN PEKERJAAN
1. Papan Nama Proyek
Kontraktor wajib membuat Papan Nama Proyek yang ditempatkan di lokasi-lokasi tertentu menurut
petunjuk Direksi selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah terbitnya Surat Keputusan Peme-
nang Pelelangan dan diletakan pada tempat yang mudah di baca dari jalan umum.
Papan Nama tersebut harus dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Ukuran papan (150 x 100) cm2 harus dibuat dari papan kayu kelas II.
b. Tiang penyangga dan penyokong dibuat dari kayu kelas I ukuran (5x7) cm2.
c. Pemasangan papan nama sedemikian rupa sehingga tepi bawah terletak setinggi 2 m dari ta-
nah. Bagian tanah tiang penyangga dan penyokong ditanam, di dalam lubang yang kemudian
dicor dengan beton tumbuk campuran 1:3:5 (dalam volume) sedalam 40 cm di dalam tanah
dan 10 cm di atas tanah.
d. Pengecatan papan nama tersebut harus dilakukan dengan cat meni sekali, cat dasar sekali dan
cat penutup sekali. Isi tulisan, warna/cat serta bentuk tulisan akan ditentukan kemudian dan atas
petunjuk direksi/pengawas.
e. Pelaksana wajib memelihara dan merawat papan nama dan menjaga agar tetap dalam kea-
daan baik sampai dengan penyerahan pekerjaan yang terakhir kalinya kepada Direksi Pekerjaan
Untuk pemasangan Papan Nama Proyek Penyedia Jasa akan menggunakan bahan spanduk
ukuran minimal 150 cm x 250 cm kecuali jika ditentukan lain oleh Owner, rangka dan kakinya
terbuat dari kayu dengan kualitas terbaik sehingga sanggup bertahan minimal sampai selesainya
pengerjaan proyek. Latar papan nama dapat berupa papan kayu tebal minimal 2 cm atau
multiplek dengan tebal minimal 12 mm. Penggunaan bahan dan material lain harus dengan
persetujuan Konsultan Supervisi.
Papan nama proyek belatar belakang putih dengan tulisan warna hitam, kecuali untuk logo atau
simbul dapat dipakai warna yang bervariasi Papan nama proyek harus mencantumkan Instansi
Penyandang Dana, Instansi Pemilik Bangunan, Kontraktor Pelaksana, Konsultan Perencana,
Konsultan Supervisi, dan Dinas terkait setempat.juga harus mencantumkan besar anggaran
pelaksanaan proyek, waktu mulai proyek, dan waktu penyelesaian proyek.
Penyedia sebelum melaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan
tentang batas wilayah yang tanah lapisan atasnya akan dikupas dan lokasi pembuangan material
hasil kupasan.
2. Pagar Pelindungan Lokasi Pekerjaan
Pagar Pelindungan diperlukan Pelaksana untuk melindungi lokasi pekerjaan selama
berlangsungnya pekerjaan konstruksi dari ganguan luar.
Bentuk perlindungan tersebut dapat berupa Pagar Seng BJLS 0,20 mm dengan rangka kayu setinggi
2 meter dari muka tanah dan dicat dengan rapi.
Pagar Pelindung lokasi pekerjaan harus segera dibuat setelah hasil pekerjaan Setting Out disetujui
oleh Konsultan Supervisi, Konsultan Perencana dan Owner.
3. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
Pada pelaksanaan proyek pembangunan sebuah gedung, Pengukuran dan Pemasangan
Bouwplank adalah pekerjaan awal saat akan mendirikan bangunan sebelum kita memulai
pekerjaan struktur seperti pondasi dan lainnya. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan
pembersihan selesai dikerjakan.
Pekerjaan pengukuran
Sebelum memulai pelaksanaan pembangunan Struktur-struktur Bangunan, terlebih dahulu akan
dilaksanakan pekerjaan setting out, dimana diperlukan joint survey bersama-sama antara
Kontraktor, engineer/konsultan dan wakil Pemilik Proyek. Hasil survey akan dipakai untuk keperluan
shop drawing dan perhitungan kuantitas aktual volume pekerjaan. Sebelum dimulai pelaksanaan
pekerjaan, lapangan terlebih dahulu harus dilakukan pengukuran ulang dan harus dibersihkan /
diamankan dari bangunan – bangunan, fasilitas yang mengganggu. Lapangan selalu dijaga tetap
bersih dan rata. Lokasi pembangunan dilengkapi dengan keterangan – keterangan mengenai peil
ketinggian tanah, letak pohon, letak batas – batas tanah dengan alat – alat yang sudah ditera
kebenarannya. Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan
yang sebenarnya segera dilaporkan kepada Perencana / Pengawas untuk diminta keputusannya.
Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat theodolit atau Total
station yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan.
Pekerjaan Bowplank
Setelah pekerjaan pengukuran (survey) lokasi proyek selesai, keterangan titik ketinggian peil dan
sudut - sudut fisik bangunan sudah didapatkan maka pekerjaan selanjutnya adalah Pemasangan
Bouwplank, Bouwplank adalah alat bantu untuk membuat sudut (90°) dan ketinggian/elevasi lantai.
Bouwplank dibuat dari papan atau kaso. Pemasangan bouwplank dilakukan pada jarak 1 m di luar
denah yang akan dibuat, tujuannya agar bouwplank tidak terbongkar saat penggalian pondasi.
Bouwplank dibongkar setelah pekerjaan pondasi selesai dilaksanakan. Bouwplank sendiri
merupakan patok kayu sementara yang berfungsi untuk menentukan titik As bangunan yang akan
dibangun.
Pekerja saat memasang bouwplank agar memperhatikan sebagai berikut:
1. Kedudukannya harus kuat dan tidak mudah goyah.
2. Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan bouwplank tidak goyang akibat pelaksanaan
galian tanah.
3. Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda.
4. Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang (horizontal) dengan papan bouwplank lainnya.
5. Letak kedudukan bouwplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan semua).
6. Garis benang bouwplank merupakan as (garis tengah) daripada pondasi dan dinding batu bata.
Pekerjaan pengukuran dan pemasangan bowplank dilaksanakan selama 1 minggu dengan
kebutuhan:
Bahan:
1. Papan Bowplank : 1 Ls
2. Kayu Balok : 1 Ls
3. Paku Kayu : 1 Ls
Alat:
1. Theodolit : 1 Unit
2. Alat Pertukangan : 1 Ls
4. Administrasi dan Dokumentasi
a. Penyiapan Gambar Kerja, Metode Kerja Dan Laporan Pekerjaan
1. Penyampaian Dokumen-Dokumen
Penyedia Jasa selaku pelaksana akan menyiapkan dan menyampaikan hal-hal berikut :
gambar-gambar, dokumen-dokumen dan informasi yang diperlukan jika hal tersebut tercantum
dalam Dokumen Kontrak kepada Direksi untuk dimintakan persetujuannya :
1. Gambar konstruksi dan gambar kerja
2. Metode pelaksanaan konstruksi
3. Data-data produk material
2. Umum
a. Gambar-gambar yang ada dalam kontrak terdiri dari : Gambar gambar kontrak, Gambar-
gambar instruksi, Gambar-gambar Konstruksi serta gambar-gambar Kerja. Gambar-gambar
tersebut harus jelas dan akurat yang menunjukkan lingkup pekerjaan yang harus dikerjakan.
b. Penyedia Jasa akan bertanggung jawab menyiapkan gambar-gambar Konstruksi dan gambar
gambar Kerja
c. Seluruh jenis pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan elevasi, dimensi dan detail yang
ditampakkan pada Gambar Konstruksi yang sudah disahkan. Apabila diperlukan oleh Direksi
untuk melaksanakan suatu item pekerjaan tertentu, maka Penyedia Jasa juga akan
menyampaikan uraian-uraian material yang diperlukan, peralatan yang dibutuhkan, denah
konstruksi, standard dan tata laksana kerja yang berhubungan dengan gambar-gambar
konstruksi tersebut untuk disahkan oleh Direksi.
3. Gambar-gambar Konstruksi
a. Gambar-gambar Konstruksi akan Penyedia Jasa siapkan dan dipergunakan untuk pelaksanaan
konstruksi atau fabrikasi.
b. Gambar-gambar Kontrak digunakan sebagai Gambar gambar Konstruksi dengan
memperbanyak atau menggambar ulang dengan mengganti format yang ada
4. Gambar-gambar Kerja
a. Gambar-gambar kerja akan Penyedia Jasa siapkan sebagai gambar tambahan untuk Gambar
Konstruksi.
b. Penyedia Jasa akan menyiapkan Gambar-gambar Kerja ini berdasarkan Gambar-gambar
Kontrak, gambar-gambar Konstruksi dan atau gambar-gambar Instruksi.
c. Gambar-gambar kerja meliputi detail-detail konstruksi secara lengkap seperti fabrikasi
pembesian (bar bending schedule), detail bekisting, fabrikasi pekerjaan baja, dll atupun
informasi penting lain berdasarkan hasil penyelidikan lapangan yang sudah disetujui apabila
pekerjaan dimaksud berhubungan dengan hasil penyelidikan baik secara kuantitas maupun
secara mutu.
5. Gambar Terlaksana
a. Data-Data
Penyedia Jasa akan menyiapkan data-data hasil akhir pekerjaan dengan lengkap guna
penyiapan Gambar Terlaksana.
b. Metode Kerja
Metode Kerja akan Penyedia Jasa ajukan untuk pelaksanaan pada proyek ini dengan
menjabarkan metode-metode konstruksi dan peralatan yang digunakan, rencana kerja, personil
dan pengujian untuk QA&QC yang akan dilaksanakan.
c. Dokumen-Dokumen Yang Disimpan Dilapangan
1. Penyedia Jasa akan menyimpan dilapangan/lokasi kerja satu salinan dari masing-masing
dokumen berikut
a. Dokumen-dokumen kontrak
b. Gambar-gambar kerja dan gambar-gambar konstruksi yang sudah di review
c. Change Orders
d. Perubahan-perubahan lain pada kontrak
e. Laporan hasil pengetesan lapangan
f. Salinan Jadwal kerja (schedule) yang sudah disetujui
g. Sistem pemasangan dari fabrikan dan instruksiinstruksi penerapannya
h. Daftar-daftar standard yang mengacu kepada Spesifikasi.
2. Dokumen-dokumen tersebut akan Penyedia Jasa jaga agar tetap bersih, kering, di kondisi yang
layak dan harus setiap saat tersedia sebagai referensi Direksi Pekerjaan jika sewaktu-waktu diminta.
d. Program-Program Kerja Dan Laporan
1. Program Mobilisasi
Penyedia Jasa akan menyampaikan kepada Direksi Pekerjaan suatu Program Mobilisasi yang
menggambarkan secara lengkap dan detail dari prosedur rencana mobilisasi,
2. Jadwal Kerja (Work Schedule)
a. Program Kerja secara rinci akan Penyedia Jasa buat sesuai dengan persyaratan yang ada di
Kontrak. Apabila diperlukan Penyedia Jasa dalam program kerjanya tidak keberatan untuk
memasukkan kerja bergantian (shift), selain itu skedul mingguan dan bulanan untuk pekerjaan
utama akan disiapkan guna kontrol kemajuan pekerjaan selama masa pelaksanaan.
b. Pada setiap periode satu bulan kemajuan actual masing-masing pekerjaan akan dibandingkan
dengan rencana kemajuan masing-masing pekerjaan yang ada di jadwal kerja rinci (detail). Hasil
perbandingan tersebut harus dimasukkan dalam Laporan Kemajuan Bulanan.
3. Jadwal (Schedule) Mingguan
Schedule mingguan juga akan Penyedia Jasa buat untuk rencana pekerjaan 1 minggu kedepan.
4. Laporan Bulanan
Laporan Bulanan akan Penyedia Jasa buat secara detail menjelaskan kemajuan pekerjaan selama
1 bulan Laporan bulanan tersebut mencakup hal-hal berikut :
a. Uraian pekerjaan yang dilaksanakan bulan lalu secara ringkas bersama dengan kumulatif
kemajuan pekerjaan sampai dengan akhir bulan untuk setiap masing-masing aktifitas yang ada
dalam skedul, termasuk awal sebenarnya pekerjaan dimulai dan tanggal selesainya seluruh
pekerjaan pekerjaan yang kritis.
b. Persentase kemajuan keseluruhan dari pekerjaan sampai dengan akhir bulan.
c. Persentase masing-masing pekerjaan yang kritis selama pelaksanaan dan selesainya pekerjaan
kritis tersebut.
d. Perbandingan kemajuan actual dari masing-masing item pekerjaan harus dimasukkan dalam
skedul dan sub skedul nya sesuai dengan rencana yang sudah disetujui sebelumnya (Master
Schedule)
e. Foto Dokumentasi
a. Foto akan Penyedia Jasa siapkan untuk aktifitas konstruksi kepada Direksi Pekerjaan selain yang
terdapat dalam laporan bulanan.
b. Foto-foto berwarna tersebut mencatat kemajuan pekerjaan dan keadaan pekerjaan “sebelum
dan sesudah” untuk semua item pekerjaan. Pengambilan foto sesuai arahan Direksi Pekerjaan.
c. Penyedia Jasa akan mengambil foto dokumentasi dari tiga sudut yang berbeda.
d. Penyedia Jasa akan menyampaikan ke Direksi Pekerjaan rangkap tiga (3) cetak foto berwarna
dari kertas film (glossy paper) dari masing-masing sudut pengambilan dengan ukuran 120 mm x
90 mm . Foto dokumentasi tersebut dimasukkan kedalam album.
f. Pembuatan Barak Kerja, Gudang Bahan Dan Alat Sementara
1. Penyedia Jasa akan menyewa kantor lapangan untuk Penyedia Jasa sendiri dan juga untuk
Direksi Pekerjaan dengan luas keduanya minimum 25 m2.
2. Direksi keet dan barak kerja dilengkapi dengan listrik untuk penerangan dan sambungan listrik.
3. Penyedia Jasa akan menyediakan fasilitas untuk aktifitas yang dilaksanakan di kantor lapangan
seperti : meja, kursi, white board, meja gambar, meja rapat bersama, filing cabinet, rak buku, dll
yang merupakan standard penunjang untuk kinerja selama pelaksanaan konstruksi.
4. Barak kerja akan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat memuat 30 orang pekerja.
5. Gudang penyimpanan Penyedia Jasa rencanakan mampu untuk melindungi material dari
pengaruh cuaca, temperatur dan kelembaban. Tempat penyimpanan material sesuai dengan
standard dan instruksi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. Seluruh penempatan
penyimpanan material digudang dengan mudah bisa diakses untuk pemeriksaan. Untuk semen
agar tidak terjadi kerusakan semen dalam waktu singkat akan Penyedia Jasa siapkan alas
dibawah tumpukan semen.
6. Material yang difabrikasi Penyedia Jasa simpan dan tidak menyentuh tanah untuk itu kam
siapkan penopang dibawah material fabrikasi tersebut..dan seluruh areal gudang diusahakan
kering dan dijaga jangan sampai ada aliran atau genangan air disana.
7. Secara prinsip gudang dan bengkel kerja dapat mengakomodasi keperluan untuk aktifitas di
gudang dan bengkel kerja seperti pembuatan bekisting, fabrikasi besi tulangan dll dan apabila
dalam pelaksanaan luas ruangan tersebut tidak mencukupi maka akan Penyedia Jasa perluas
ruangan dimaksud tanpa meminta pembayaran tambahan.
8. Penempatan direksi keet, gudang dan barak kerja akan dikoordinasikan dengan Direksi
Pekerjaan.
g. Penyediaan Air dan Listrik Kerja
1. Pelaksanaan pekerjaan air dan listrik kerja Penyedia Jasa adakan dari awal pelaksanaan hingga
berakhirnya pekerjaan untuk kebutuhan air dan listrik kerja dan kebutuhan pekerja di barak kerja.
2. Pada prinsipnya, Penyedia Jasa tidak akan menggunakan Fasilitas Air dan Listrik untuk kerja yang
dapat mengganggu pelayanan masyarakat secara lebih luas.
3. Sebatas memungkinkan, Penyedia Jasa akan menggunakan air kerja setempat, dengan cara
membuat Sumur Gali ataupun dengan cara membeli dari PDAM dengan menempatkan tangki
air di lapangan.
4. Penyedia Jasa akan memperhatikan persyaratan Air Kerja yaitu bersih, tidak berwarna dan tidak
mengandung lumpur, guna mendapatkan hasil kualitas pekerjaan sesuai yang diharapkan.
5. Untuk listrik kerja Penyedia Jasa akan berkoordinasi dengan PLN, ataupun mengadakan listrik
sendiri dengan menggunakan Genset.
h. Penempatan Material
1. Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Jasa harus benar-benar memahami kondisi/ keadaan site
atau hal-hal lain yang mungkin akan mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan dan harus sudah
memperhitungkan segala akibatnya.
2. Penyedia Jasa akan memperhatikan secara khusus mengenai peraturan lokasi tempat kerja,
penempatan material, pengamanan dan kelangsungan operasi selama pekerjaan berlangsung.
3. Penyedia Jasa akan menempatkan material alam pada lokasi yang tidak akan menggangu
aktivitas kegiatan sekolah, sedangkan material pabrikan akan Penyedia Jasa tempatkan pada
gudang yang akan Penyedia Jasa sediakan nantinya.
4. Selama berlangsungnya pembangunan, kebersihan halaman, kantor, gudang, los kerja dan
bagian dalam bangunan yang dikerjakan harus tetap bersih dan tertib, bebas dari bahan
bekas, tumpukan tanah dan lain-lain.
5. Penimbunan bahan-bahan yang ada dalam gudang-gudang maupun yang berada di halaman
bebas, akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kelancaran dan keamanan
pekerjaan/umum dan juga agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan penelitian bahan-
bahan oleh pengawas maupun pemberi tugas.
i. Pemeriksaan Dan Penyediaan Bahan / Barang
1. Mutu dan merk bahan dan barang yang Penyedia Jasa gunakan merujuk kepada standar SNI
dan RKS dalam dokumen lelang.
2. Setiap penggatian nama dan pabrik pembuat dari suatu bahan dan barang harus disetujui oleh
perencana/pemberi tugas dan bila tidak ditentukan dalam RKS serta gambar kerja maka bahan
dan barang tersebut Penyedia Jasa usahakan dan disediakan oleh pemborong yang harus
mendapat persetujuan dahulu dari pengawas atau pemberi tugas.
3. Contoh bahan dan barang yang akan digunakan dalam pekerjaan harus segera disediakan
atas biaya pemborong, setelah disetujui oleh pengawas atau pemberi tugas, harus dianggap
bahwa bahan dan barang tersebut yang akan dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan nanti.
4. Contoh bahan dan barang tersebut, disimpan oleh pengawas atau pemberi tugas untuk
dijadikan dasar penolakan bila ternyata bahan dan barang yang dipakai tidak sesuai tidak sesuai
kualitas maupun sifatnya.
5. Biaya untuk pengujian berbagai bahan dan barang serta pekerjaan akan Penyedia Jasa
tanggung sendiri. Hali ini Penyedia Jasa lakukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang sesuai
dengan mutu yang diinginkan.
j. Peralatan Kerja Dan Mobilisasi
1. Penyedia Jasa akan mempersiapkan dan mengadakan peralatan kerja dan peralatan bantu
yang akan digunakan di lokasi proyek sesuai dengan lingkup pekerjaan serta memperhitungkan
segala biaya pengangkutan.
2. Penyedia Jasa akan menjaga ketertiban dan kelancaran selama perjalanan truck dan pick
up yang menggunakan jalanan umum agar tidak mengganggu lalu-lintas.
3. Peralatan kerja yang akan Penyedia Jasa mobilisasi antara lain:
a. Dump Truck = 3 Unit
b. Molen = 2 Unit
c. Genset = 1 Unit
d. Pompa Air = 1 Unit
e. Stemper = 1 Unit
f. Concrete Vibrator = 1 Unit
g. Theodolit = 1 Unit
h. Peralatan Tukang
Kereta Sorong = 4 Unit
Cangkul = 8 Unit
Sekop = 4 Unit
Palu = 4 Unit
Gergaji = 4 Unit
Alat Potong Besi = 1 Unit
Scafolding = 10 Set
4. Bila pekerjaan telah selesai, Penyedia Jasa akan segera medemobilisasi alat-alat tersebut,
memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya dan membersihkan bekas-bekasnya.
5. P3K dan Obat - Obatan
Penyedia Jasa akan mempersiapan P3K dan obat-obatan dilapangn untuk menolong pertama
kecelakaan apabila ada pekerja yang terkena pecahan batu, terkilir, atau terluka.
II. PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
Pekerjaan tanah ini yaitu pekerjaan galian tanah, pengeboran bore pile , urugan tanah kembali,
urugan tanah dan urugan pasir yang dikerjakan pada ruang yang akan dibangun dan dibawah
pondasi. Pekerjaan urugan pasir bawah lantai diatas timbunan tanah, selanjutnya dengan alat ukur
ditentukan ketinggian muka pasir urug yang diperlukan. Pasir urug yang telah memenuhi syarat
sebagai bahan timbunan dihampar diseluruh area lokasi lantai sampai mencapai kepadatan yang
ditentukan. Pekerjaan lainnya bisa segera dilaksanakan begitu pekerjaan urugan ini selesai.
1. Galian Pondasi
Penyedia Jasa akan menyediakan tenaga kerja, bahan perlengkapan, alat dan sarana
pengangkutan serta peralatan lain yang diperlukan untuk pekerjaan tanah. Semua penggalian
dan cara pengukuran Penyedia Jasa sesuaikan berdasarkan ketentuan spesifikasi teknik dan
disetujui oleh Direksi atau wakilnya (Pengawas Lapangan). Karena sifat tanah yang berbeda, ada
kemungkinan terjadi perubahan perancangan pada pelaksanaan pekerjaan tanah. Perubahan
tersebut akan Penyedia Jasa buat dengan persetujuan Konsultan Pengawas. Galian tanah dalam
pekerjaan ini terdiri dari pekerjaan galian pondasi menerus.
a. Semua penggalian yang Penyedia Jasa laksanakan direncanakan sesuai dengan spesifikasi dan
gambar rencana. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan/ peralatan-
perlatan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan ini dengan baik.
b. Pekerjaan ini meliputi seluruh pekerjaan galian pondasi seperti yang disebutkan/ditunjukkan
dalam gambar.
c. Penggalian dilakukan pada bagian-bagian yang lebih tinggi dari elevasi tanah yang
direncanakan untuk ketinggian dasar struktur dan dasar pondasi, dan bila ada juga untuk parit
pipa. Hasil hasil galian diangkut ke tempat-tempat dimana diperlukan pengurugan, bila
memang memenuhi syarat sebagai tanah urug.
d. Galian tanah baru bisa dimulai setelah pemasangan patok atau bouwplank disetujui Direksi dan
Konsultan.
e. Penggalian sesuai dengan garis dan elevasi yang telah tertera pada gambar rencana.
f. Kemiringan sisi galian akan membentuk sudut kemiringan yang aman dengan memperhatikan
stabilitas kemiringan lereng untuk jenis tanah di lokasi kerja.
g. Untuk galian-galian yang memotong saluran-saluran di bawah tanah, baik itu berupa kabel listrik,
telekomunikasi, saluran air dan sebagainya, maka Penyedia Jasa akan berhati-hati agar tidak
terjadi gangguan/kerusakan pada saluran-saluran tersebut, untuk kemudian segera melapor
kepada Direksi, dan bila diperlukan, memindahkannya ke tempat yang disetujui Konsultan
Pengawas
h. Penyimpanan/pembuangan tanah galian ditempatkan agar tidak mengganggu kedudukan
patok-patok/bouwplank, atau bagian-bagian yang tidak boleh terganggu kedudukannya.
i. Untuk pekerjaan penggalian tanah yang cukup luas dan dalam, serta bila lokasinya
memungkinkan, maka akan dipertimbangkan penggunaan alat berat dengan kapasitas yang
sesuai.
j. Air yang tergenang di lapangan atau galian yang ditimbulkan oleh mata air, hujan, kebocoran
pipa-pipa, atau sebab-sebab lainnya selama pelaksanaan pekerjaan, akan dikeringkan dan
dipompa keluar.
k. Setelah galian selesai, permukaan tanah diratakan, dibasahi seperlunya dan dipadatkan dengan
baik.
2. Pengurugan Tanah & urugan kembali
Material yang digunakan untuk sub-grade memenuhi standar spesifikasi AASHTO-M.57-64 dan akan
Penyedia Jasa periksa terlebih dahulu di laboratorium tanah yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas . Material yang dipakai untuk timbunan atau sub-grade harus memenuhi syarat
pemadatan tanah untuk mencapai 95% dari berat jenis kering maksimum (maximum dry density)
menurut AASHTO-T.99. Bila tanah galian ternyata tidak baik atau kurang dari jumlah yang
dibutuhkan, maka Penyedia Jasa akan mendatangkan tanah urug yang baik dan cukup
jumlahnya dengan alat dump truck serta mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas.
Pengurugan tanah dibentuk oleh pekerja dengan alat kerja seperti cangkul, sekop dan kereta
sorong sesuai dengan peil ketinggian, kemiringan dan ukuran-ukuran yang tercantum dalam
gambar rencana atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Konsultan Pengawas. Untuk
mendapatkan hasil pemadatan yang baik, tanah urug Penyedia Jasa tempatkan dalam lapisan-
lapisan setebal maksimum 20 cm dan dipadatkan sebaik baiknya dengan alat stemper dan
penambahan air secukupnya sehingga didapat pemadatan yang optimum. Bila permukaan tanah
akhir akan dibuat miring, maka kemiringan tanah diselesaikan secara rata atau bertangga
sebagaimana diminta oleh Direksi Pekerjaan. Pengurugan kembali dari pondasi dilaksanakan
dengan memadatkan tanah urug dan timbunan pilihan dalam lapisan-lapisan setebal maksimum
20 cm.
Pekerjaan timbunan tanah terdiri dari timbunan tanah hasil galian dan timbunan tanah
didatangkan untuk menimbun bagunan dalam dan selasar gedung. Pekerjaan ini dilakukan
setelah pekerjaan pondasi selesai dikerjakan.
3. Pasir Urug
Urugan pasir dilakukan di bawah semua pondasi & semua lantai ruangan gedung yang
berhubungan langsung dengan tanah, dengan ketebalan sesuai gambar. Urugan pasir harus
disiram air kemudian ditumbuk hingga padat. Bahan urugan pasir harus bersih, dan disetujui oleh
Konsultan Pengawas. Pekerjaan pasir urug bawah lantai dilakukan sesudah penimbunan lantai,
pekerjaan ini dilakukan agar tidak terjadi kontak langsung antara beton atau pasangan dengan
tanah. Urugan pasir dilakukan dengan langkah-langkah yang sedemikian rupa.
a. Peralatan yang digunakan.
Alat yang digunakan untuk pekerjaan galian adalah :
1) Kereta sorong
2) Cangkul
3) Sekrup
4) Stemper
b. Metode kerja.
Pekejaan urugan pasir dilakukan secara manual yaitu dengan cara menghamparkan pasir pada
lantai yang akan dipasangkan beton cor lantai. Tebal lapisan pasir yang dihampar padat yaitu 5-10
cm sesuai dengan gambar kerja. Pada lapisan pasir di bawah lantai untuk pemadatannya
menggunakan stemper sampai permukaan rata dan padat serta sesuai ketinggiannya sesuai
gambar.
III. PEKERJAAN BETON BERTULANG
Pekerjaan beton bertulang yang dilaksanakan meliputi pekerjaan pondasi tapak, tapak menerus,
beton pedestal, beton sloof, kolom utama, kolom praktis, dinding beton, plat dag, plat kanopi,
balok top geuvel dan ringbalok dengan mutu beton K 250. Adapun urutan dari pelaksanaan beton
bertulang ini dimulai dari pekerjaan pondasi bore pile, tapak, kolom, sloof. Pekerjaan sloof
dilaksanakan setelah pekerjaan beton siklop dan pondasi tapak selesai dikerjakan, Setelah sloof
selesai dilanjutkan dengan pekerjaan kolom utama. Pekerjaan kolom praktis dikerjakan bersamaan
dengan pekerjaan pasangan bata sedangkan balok latai dikerjakan setelah kusen dan batu bata
sejajar kusen selesai dikerjakan. Setelah pekerjaan pasangan bata selesai dilanjutkan dengan
pekerjaan ringbalk, plat dag, kanopi dan balok top geuvel. Pekerjaan beton bertulang itu sendiri
dimulai dari pekerjaan pembesian dan dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan bekisting dan
pengecoran serta pembongkaran bekisting.
1. Pondasi Tapak
Pekerjaan pondasi tapak meliputi pekerjaan pembesian, bekisting dan pengecoran beton K250.
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan lantai kerja selesai dikerjakan. Pekerjaan diawali
dengan pekerjaan merangkai besi sesuai dengan gambar kerja kemudian besi tersebut diletakkan
pada dudukan pondasi sesuai gambar dan dilanjutkan dengan pemasangan bekistingdan
dilanjutkan dengan pengecoran setelah diperiksa oleh konsultan pengawas. Terakhir adalah
pembongkaran bekisting setelah cukup usia beton.
Adapun metode pelaksanaan pondasi tapak adalah sebagai berikut:
1) Pekerjaan Bekisting
Bahan :
- Kayu balok sembarang keras
- Paku
- Minyak Bekisting
Peralatan :
- Alat potong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Bekisting untuk pondasi tapak sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi terlebih dahulu di
workshop kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing. Ukuran dan bentuk akan
dikerjakan dengan teliti dengan mengacu pada shop drawing yang telah disetujui oleh Pemberi
Tugas.
- Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang sesuai
dengan posisinya setelah pekerjaan pembesian selesai dikerjakan. Bekisting harus kokoh, kuat, tidak
bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu lepas, sampah-sampah dll.
2) Pekerjaan Pembesian
Bahan :
- Besi beton
- Kawat beton
Peralatan :
- Bar Cutter = 1 unit
- Bar Bender = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian & Bending
schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian pembengkokan sesuai
Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender. Pekerjaan fabrikasi harus dilaksanakan
oleh tenaga kerja yang ahli. Pengawasan pekerjaan ini perlu dilakukan dengan ketat agar tidak
terjadi kesalahan yang tidak perlu. Besi-besi yang telah difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock
yard besi yang telah disediakan terlebih dahulu, diberi label pada setiap jenisnya.
- Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan. Pemasangan
dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar besi harus dicheck dengan
benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Tukang
yang ahli dan berpengalaman diperlukan untuk menjamin kualitas pemasangan.
3) Pekerjaan Pengecoran
Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
Peralatan :
- Concrete mixer = 1 unit
- Concrete vibrator = 1 unit
- Gerobak sorong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Pencampuran beton.
Pekerjaan pengecoran pondasi tapak dilaksanakan dengan menggunakan mutu beton K-225.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design beton yang akan dibuat. Hal ini
meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi,
antara lain PBI, Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah
berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik
Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi
pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil
pengecoran. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan
kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran
telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Bahan semen, pasir, kerikil
dan air tersebut dicampur kedalam concrete mixer dan diaduk secara merata untuk mendapatkan
mutu beton yang diharapkan. Beton segar yang dicampur di lapangan ( site mix ) sesuai dengan
prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai kereta sorong untuk dicorkan ke media cor.
Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang menjadi acuan maupun
perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat
tidak kokohnya bekisting dimaksud. Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yang dicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan agar beton benar-benar
padat, dan tidak terjadi keropos. Setelah selesai pengecoran, beton dirawat dengan
menggunakan air sebagai pelembabnya, baik disiramkan maupun diberi goni basah. Bekisting
dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik.
2. Pedestal
Pekerjaan Beton Pedestal meliputi pekerjaan pembesian, bekisting dan pengecoran beton K250.
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi tapak selesai dikerjakan. Pekerjaan diawali
dengan pekerjaan merangkai besi sesuai dengan gambar kerja kemudian besi tersebut diletakkan
pada dudukan pondasi sesuai gambar dan dilanjutkan dengan pemasangan bekisting dan
dilanjutkan dengan pengecoran setelah diperiksa oleh konsultan pengawas. Terakhir adalah
pembongkaran bekisting setelah cukup usia beton.
Adapun metode pelaksanaan kolom pedistal adalah sebagai berikut:
1) Pekerjaan Bekisting
Bahan :
- Kayu balok sembarang keras
- Paku
- Minyak Bekisting
Peralatan :
- Alat potong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Bekisting untuk kolom pedistal sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi terlebih dahulu di
workshop kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing. Ukuran dan bentuk akan
dikerjakan dengan teliti dengan mengacu pada shop drawing yang telah disetujui oleh Pemberi
Tugas.
- Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang sesuai
dengan posisinya setelah pekerjaan pembesian selesai dikerjakan. Bekisting harus kokoh, kuat, tidak
bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu lepas, sampah-sampah dll.
2) Pekerjaan Pembesian
Bahan :
- Besi beton
- Kawat beton
Peralatan :
- Bar Cutter = 1 unit
- Bar Bender = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian & Bending
schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian pembengkokan sesuai
Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender. Pekerjaan fabrikasi harus dilaksanakan
oleh tenaga kerja yang ahli. Pengawasan pekerjaan ini perlu dilakukan dengan ketat agar tidak
terjadi kesalahan yang tidak perlu. Besi-besi yang telah difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock
yard besi yang telah disediakan terlebih dahulu, diberi label pada setiap jenisnya.
- Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan. Pemasangan
dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar besi harus dicheck dengan
benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Tukang
yang ahli dan berpengalaman diperlukan untuk menjamin kualitas pemasangan.
3) Pekerjaan Pengecoran
Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
Peralatan :
- Concrete mixer = 1 unit
- Concrete vibrator = 1 unit
- Gerobak sorong = 4 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Pencampuran beton.
Pekerjaan pengecoran pondasi tapak dilaksanakan dengan menggunakan mutu beton K-250.
Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design beton yang akan dibuat. Hal ini
meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi,
antara lain PBI, Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah
berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik
Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi
pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil
pengecoran. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan
kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran
telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Bahan semen, pasir, kerikil
dan air tersebut dicampur kedalam concrete mixer dan diaduk secara merata untuk mendapatkan
mutu beton yang diharapkan. Beton segar yang dicampur di lapangan ( site mix ) sesuai dengan
prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai kereta sorong untuk dicorkan ke media cor.
Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang menjadi acuan maupun
perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat
tidak kokohnya bekisting dimaksud. Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yang dicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan agar beton benar-benar
padat, dan tidak terjadi keropos. Setelah selesai pengecoran, beton dirawat dengan
menggunakan air sebagai pelembabnya, baik disiramkan maupun diberi goni basah. Bekisting
dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik.
3. Sloof
Pekerjaan sloof meliputi pekerjaan pembesian, bekisting dan pengecoran beton K250. Pekerjaan ini
dilaksanakan setelah pekerjaan kolom pedistal dan pasangan batu gunung selesai dikerjakan.
Pekerjaan diawali dengan pekerjaan merangkai besi sesuai dengan gambar kerja kemudian besi
tersebut diletakkan pada dudukan pondasi sesuai gambar dan dilanjutkan dengan pemasangan
bekisting dan dilanjutkan dengan pengecoran setelah diperiksa oleh konsultan pengawas. Terakhir
adalah pembongkaran bekisting setelah cukup usia beton.
Adapun metode pelaksanaan sloof adalah sebagai berikut:
1) Pekerjaan Bekisting
Bahan :
- Kayu balok sembarang keras
- Paku
- Minyak Bekisting
Peralatan :
- Alat potong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Bekisting untuk sloof sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi terlebih dahulu di workshop
kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing. Ukuran dan bentuk akan dikerjakan
dengan teliti dengan mengacu pada shop drawing yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas.
- Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang sesuai
dengan posisinya setelah pekerjaan pembesian selesai dikerjakan. Bekisting harus kokoh, kuat, tidak
bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu lepas, sampah-sampah dll.
2) Pekerjaan Pembesian
Bahan :
- Besi beton
- Kawat beton
Peralatan :
- Bar Cutter = 1 unit
- Bar Bender = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian & Bending
schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian pembengkokan sesuai
Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender. Pekerjaan fabrikasi harus dilaksanakan
oleh tenaga kerja yang ahli. Pengawasan pekerjaan ini perlu dilakukan dengan ketat agar tidak
terjadi kesalahan yang tidak perlu. Besi-besi yang telah difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock
yard besi yang telah disediakan terlebih dahulu, diberi label pada setiap jenisnya.
- Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan. Pemasangan
dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar besi harus dicheck dengan
benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Tukang
yang ahli dan berpengalaman diperlukan untuk menjamin kualitas pemasangan.
3) Pekerjaan Pengecoran
Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
Peralatan :
- Concrete mixer = 1 unit
- Concrete vibrator = 1 unit
- Gerobak sorong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Pencampuran beton.
Pekerjaan pengecoran sloof dilaksanakan dengan menggunakan mutu beton K-250. Sebelum
melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design beton yang akan dibuat. Hal ini meliputi
penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara
lain PBI, Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah
berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik
Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi
pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil
pengecoran. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan
kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran
telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Bahan semen, pasir, kerikil
dan air tersebut dicampur kedalam concrete mixer dan diaduk secara merata untuk mendapatkan
mutu beton yang diharapkan. Beton segar yang dicampur di lapangan ( site mix ) sesuai dengan
prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai kereta sorong untuk dicorkan ke media cor.
Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang menjadi acuan maupun
perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat
tidak kokohnya bekisting dimaksud. Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yang dicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan agar beton benar-benar
padat, dan tidak terjadi keropos. Setelah selesai pengecoran, beton dirawat dengan
menggunakan air sebagai pelembabnya, baik disiramkan maupun diberi goni basah. Bekisting
dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik.
4. Kolom
Pekerjaan Kolom dengan mutu beton K200 dan K250. Pekerjaan kolom meliputi pekerjaan
pembesian, bekisting dan pengecoran beton. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan sloof
selesai dikerjakan. Pekerjaan diawali dengan pekerjaan merangkai besi sesuai dengan gambar
kerja kemudian besi tersebut diletakkan pada dudukan pondasi sesuai gambar dan dilanjutkan
dengan pemasangan bekisting dan dilanjutkan dengan pengecoran setelah diperiksa oleh
konsultan pengawas. Terakhir adalah pembongkaran bekisting setelah cukup usia beton.
Adapun metode pelaksanaan kolom adalah sebagai berikut:
1) Pekerjaan Bekisting
Bahan :
- Kayu balok sembarang keras
- Paku
- Minyak Bekisting
- Balok Kayu Klas II
- Plywood tebal 9 mm
- Kayu Dolken
Peralatan :
- Alat potong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Bekisting untuk kolom sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi terlebih dahulu di workshop
kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing. Ukuran dan bentuk akan dikerjakan
dengan teliti dengan mengacu pada shop drawing yang telah disetujui oleh Pemberi Tugas.
- Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang sesuai
dengan posisinya setelah pekerjaan pembesian selesai dikerjakan. Bekisting harus kokoh, kuat, tidak
bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu lepas, sampah-sampah dll.
Penentuan As Kolom (Pemberian Marking)
Titik-titik as kolom diperoleh dari hasil pekerjaan tim survey yang melakukan pengukuran dan
pematokan, yaitu marking berupa titik-titik atau garis yang digunakan sebagai dasar penentuan
letak bekisting dan tulangan kolom. Penentuan аѕ kolom dilakukan dengan menggunakan alat
theodolite. Untuk pekerjaan pengukuran ini diperlukan juru ukur (surveyor) yang berpengalaman,
khususnya dalam pelaksanaan gedung bertingkat (surveyor yang bersertifikat). Posisi as kolom arah
vertikal ditentukan berdasarkan as kolom pada lantai sebelumnya. Proses pemindahan titik as (axis)
kolom dari lantai bawah ke lantai atas berikutnya dengan pembuatan lubang-lubang pada pelat
lantai. Lubang-lubang tersebut nantinya ditutup kembali setelah pemindahan titik as kolom selesai.
Posisi as kolom harus sentris kedudukannya terhadap as pada lantai sebelumnya, untuk itu
dilakukan juga pengecekan dengan menggunakan benang dan unting-unting. Dengan bantuan
titik-titik acuan bangunan yang sentris disetiap lantainya, maka dapat ditentukan letak аѕ kolom
dan kemudian dibuat as-as yang lain dengan mengikuti jarak yang telah disyaratkan dalam
perencanaan awal. Pengecekan as kolom dilakukan dengan menempatkan alat theodolite pada
marking tersebut dan kemudian mengecek kelurusan marking kolom. Penempatan titik kontrol
pada proyek ini dilakukan pada pagar di salah satu sisi dan titik kontrol lainnya berada pada glide
over dikarenakan proyek ini berada tepat di pinggir jalan yang dilintasi oleh glide over tersebut.
2) Pekerjaan Pembesian
Bahan :
- Besi beton
- Kawat beton
Peralatan :
- Bar Cutter = 1 unit
- Bar Bender = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian & Bending
schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian pembengkokan sesuai
Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender. Pekerjaan fabrikasi harus dilaksanakan
oleh tenaga kerja yang ahli. Pengawasan pekerjaan ini perlu dilakukan dengan ketat agar tidak
terjadi kesalahan yang tidak perlu. Besi-besi yang telah difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock
yard besi yang telah disediakan terlebih dahulu, diberi label pada setiap jenisnya.
- Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan. Pemasangan
dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar besi harus dicheck dengan
benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Tukang
yang ahli dan berpengalaman diperlukan untuk menjamin kualitas pemasangan.
3) Pekerjaan Pengecoran
Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
Peralatan :
- Concrete mixer = 1 unit
- Concrete vibrator = 1 unit
- Gerobak sorong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Pencampuran beton.
Pekerjaan Kolom dengan mutu beton K200. Sebelum melakukan pencampuran beton, harus dibuat
mix design beton yang akan dibuat. Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-
bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara lain PBI, Setelah persiapan mix design disetujui,
dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan
yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi
pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil
pengecoran. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan
kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran
telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Bahan semen, pasir, kerikil
dan air tersebut dicampur kedalam concrete mixer dan diaduk secara merata untuk mendapatkan
mutu beton yang diharapkan. Beton segar yang dicampur di lapangan ( site mix ) sesuai dengan
prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai kereta sorong untuk dicorkan ke media cor.
Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang menjadi acuan maupun
perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat
tidak kokohnya bekisting dimaksud. Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yang dicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan agar beton benar-benar
padat, dan tidak terjadi keropos. Setelah selesai pengecoran, beton dirawat dengan
menggunakan air sebagai pelembabnya, baik disiramkan maupun diberi goni basah. Bekisting
dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik.
5. Ringbalok,balok lintel, plat dak, plat talang, dan plat kanopi beton
Pekerjaan ringbalk, kanopi dan plat dag dikerjakan secara bersamaan dengan mutu beton K200
dan K250. Pekerjaan ringbalk, kanopi dan plat dag dikerjakan setelah pekerjaan kolom dan
pasangan bata selesai dikerjakan. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pembesian, bekisting dan
pengecoran beton. Pekerjaan diawali dengan pekerjaan merangkai besi sesuai dengan gambar
kerja kemudian besi tersebut diletakkan pada dudukan pondasi sesuai gambar dan dilanjutkan
dengan pemasangan bekisting dan dilanjutkan dengan pengecoran setelah diperiksa oleh
konsultan pengawas. Terakhir adalah pembongkaran bekisting setelah cukup usia beton.
Adapun metode pelaksanaan ini adalah sebagai berikut:
1) Pekerjaan Bekisting
Bahan :
- Kayu balok sembarang keras
- Paku
- Minyak Bekisting
- Balok Kayu Klas II
- Plywood tebal 9 mm
- Kayu Dolken
Peralatan :
- Alat potong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Bekisting untuk ringbalk dan plat dag sebelum diaplikasikan sebagai acuan, difabrikasi terlebih
dahulu di workshop kayu, dibuat panel-panel sesuai dengan shop drawing. Ukuran dan bentuk
akan dikerjakan dengan teliti dengan mengacu pada shop drawing yang telah disetujui oleh
Pemberi Tugas.
- Pemasangan :
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang sesuai
dengan posisinya setelah pekerjaan pembesian selesai dikerjakan. Bekisting harus kokoh, kuat, tidak
bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu lepas, sampah-sampah dll.
Sebelum pemasangan bekisting terlebih dulu diikat batu tahu (beton decking) pada tulangan
untuk menjaga ketebalan selimut beton sesuai dengan yang diinginkan. Dimensi beton decking.
2) Pekerjaan Pembesian
Bahan :
- Besi beton
- Kawat beton
Peralatan :
- Bar Cutter = 1 unit
- Bar Bender = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian & Bending
schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian pembengkokan sesuai
Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender. Pekerjaan fabrikasi harus dilaksanakan
oleh tenaga kerja yang ahli. Pengawasan pekerjaan ini perlu dilakukan dengan ketat agar tidak
terjadi kesalahan yang tidak perlu. Besi-besi yang telah difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock
yard besi yang telah disediakan terlebih dahulu, diberi label pada setiap jenisnya.
- Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan. Pemasangan
dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar besi harus dicheck dengan
benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Tukang
yang ahli dan berpengalaman diperlukan untuk menjamin kualitas pemasangan.
3) Pekerjaan Pengecoran
Bahan :
- Semen Portland
- Kerikil
- Pasir
- Air
Peralatan :
- Concrete mixer = 1 unit
- Concrete vibrator = 1 unit
- Gerobak sorong = 1 unit
- Peralatan Tukang = 1 ls
Metode
- Pencampuran beton.
Pekerjaan pengecoran ringbalk, kanopi dan plat dag menggunakan mutu beton K250. Sebelum
melakukan pencampuran beton, harus dibuat mix design beton yang akan dibuat. Hal ini meliputi
penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai standar yang diminta spesifikasi, antara
lain PBI, Setelah persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah
berhasil, maka material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik
Proyek.
- Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi
pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan hasil
pengecoran. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran diajukan
kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin pengecoran
telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Bahan semen, pasir, kerikil
dan air tersebut dicampur kedalam concrete mixer dan diaduk secara merata untuk mendapatkan
mutu beton yang diharapkan. Beton segar yang dicampur di lapangan ( site mix ) sesuai dengan
prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai kereta sorong untuk dicorkan ke media cor.
Selama pengecoran perlu diperiksa secara kontinu bekisting yang menjadi acuan maupun
perancah untuk memastikan tidak ada kebocoran, bekisting pecah atau bekisting roboh akibat
tidak kokohnya bekisting dimaksud. Petugas vibrator melaksanakan tugasnya secara kontinu pada
beton yang dicorkan sesuai prosedur pemadatan beton, ini dimaksudkan agar beton benar-benar
padat, dan tidak terjadi keropos. Setelah selesai pengecoran, beton dirawat dengan
menggunakan air sebagai pelembabnya, baik disiramkan maupun diberi goni basah. Bekisting
dapat dibongkar setelah umur beton memenuhi spesifikasi teknik.
IV. PEKERJAAN DINDING DAN KOSEN
1. Pasangan bata 1 Pc : 4 Ps , 1Pc : 2Ps
Pekerjaan pasangan bata ini terdiri dari pasangan bata 1 Pc : 2 Ps, pasangan bata 1 Pc : 4 Ps.
Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu bata ini dikerjakan setelah pekerjaan pasangan batu kali
dan pengecoran beton ( foot plate, sloof, kolom) selesai. Pemasangan batu bata harus mengikuti
peraturan atau tahapan yang lazim dilakukan serta dibantu dengan pemasangan profil dan
penarikan benang agar diproleh hasil pasangan yang baik, semua pasangan bata harus lurus, rata
horizontal maupun vertikal, setiap pasangan bata seluas 9 m2 harus diberikan kolom praktis dan
pada tumpuan bentang lebih dari 1 m’ diberi balok latei demikian pula halnya dengan pertemuan
antara pasangan atau pada dinding yang berdiri bebas. Spesi yang digunakan untuk pasangan
batu bata adalah 1pc : 4ps, untuk pasangan rollag. Pemasangan batu karawang ditempatkan
sesuai gambar kerja dan diantara pasangan bata.
Pekerjaan pemasangan Batu bata dan batu karawang ini meliputi pekerjaan dinding bangunan
tebal ½ pada seluruh detail yang disebutkan/ ditujukan pada gambar dan sesuai dengan petunjuk
Direksi/konsultan pengawas. Semua pasangan tembok dibuat tebal kurang lebih 14 cm. Pekerjaan
dinding harus dipatok (diukur) dan dibangun sesuai dengan ukuran, ketebalan dan ketinggian
yang tercantum dalam gambar-gambar. Batu bata dipasang dengan loncatan ½ bata untuk
tembok. Siar- siar tebal 10 mm dan merata padat. Tiap tahap pemesanan dinding tidak boleh
dilaksanakan lebih dari ketinggian 1 m. Untuk dinding semen raam/rapat air dengan adukan
campuran 1 PC : 4 Pasir, dipasang pada dinding dari atas permukaan sloop atau balok beton
sampai minimum 20 cm diatas permukaan lantai setempat, serta pasangan batu bata permukaan
tanah. Setelah bata terpasang dengan adukan, naad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm untuk
menjamin plesteran ke dinding dengan baik dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering
permukaan bata disiram air. Pemasangan dinding Batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap
maksium 24 lapis/harinya, serta diikuti dengan koor kolom praktis. Bidang dinding batu bata tebal
1/2 bata yang luasnya maksimal 12 m2 harus ditambahgkan kolom dan balok penguat praktis
dengan ukuran 13 x 13 cm, dari tulangan pokok 4 (empat) buah, diameter minimum 10 mm, ring
diameter 8 mm jarak antar kolom satu dengan yang lain dibuat maksimal 3 meter. Serta diatas
kusen pintu dan jendela dipasang balok praktis dengan ukuran yang sama. Bagian pemasangan
Batu bata yang berhubungan dengan setiap pekerjaan harus dibuat steck besi beton 4 – 10 mm
jarak 75 cm, yang terlebih dahulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan beton dan bagian
yang tertanam dalam pasnagan bata sekurang-kurangnya 30 cm, kecuali bila satu dan lain hal
ditentukan oleh Direksi/konsultan Pengawas. Pasangan dinding batu bata tebal 1/2 bata harus
menghasilkan dinding finish 14 cm setelah diplester (lengkap acian) pada kedua belah sisinya.
Pelaksanan pasangan harus cermat, rapih dan benar-benar tegak lurus terhadap lantai serta
merupakan bidang rata. Pasangan Batu bata raam bawah permukaan tanah/lantai harus
diberapen dengan adukan 1PC : 2Ps.
Pekerjaan ini dilakukan dengan alat pertukangan dengan asumsi kebutuhan bahan adalah
sebagai berikut:
Bata Merah (20 x 5 x 10 Cm)
Semen Portland
Pasir Pasang
2. Pekerjaan, Plesteran, Acian dan Pembentukan Kolom
Pekerjaan plesteran pasangan bata ini terdiri dari plesteran 1 Pc : 2 Ps pada dinding dan plesteran 1
Pc : 4 Ps, sedangkan pekerjaan acian terdiri dari acian kolom dan pembentukan kolom teras dan
induk.
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran dan acian:
Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran dan acian.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-unting, jidar, raskam, benang,
kertas gosok, dll.
Pelaksanaan pekerjaan plesteran, acian dan bentuk kolom
Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4Psr dan plesteran transram menggunakan aduka
1PC : 2Psr.
Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai
yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.
Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada permukaan dinding bata
untuk menghindarkan keretakan.
Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan alat bantu unting-
unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.
Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekityarnya, kemudian ratakan dengan
raskam dan jidar.
Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh hasil acian yang
halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering digosok
dengan menggunakan kertas gosok.
Pekerjaan ini dilakukan dengan alat pertukangan dengan asumsi kebutuhan bahan adalah
sebagai berikut:
Semen Portland
Pasir Pasang
3. Kusen UPVC, Ventilasi, Jendela dan Pintu
1. Pekerjaan ini meliputi seluruh kosen pintu, kosen Jendela, kosen ventilasi serta assesoris meliputi
Kunci, Engsel, hak angin, pacok dan lain-lain seperti yang dinyatakan/ditunjukkan dalam gam-
bar serta shop drawing dari Kontraktor.
2. Persyaratan Material
3. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan syarat-syarat dari pekerjaan
kusen UPVC serta memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
4. Konstruksi kosen yang dikerjakan seperti yang ditunjukkan dalam detail gambar termasuk
bentuk dan ukurannya.
5. Kosen-kosen khususnya Pintu harus mampu untuk menahan engsel-engsel Pintu Panel yang cu-
kup berat karena terbuat dari kayu utuh.
6. Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai hasil test, minimum 100
kg/m2.
7. Ketahanan terhadap udara tidak kurang dari 15 m3/hr dan terhadap tekanan air 15 kg/m2
yang harus disertai hasil test.
Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plesteran dan acian.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : UPVC kosen pintu, jendela,ventilasi, kaca, baut/sekrup dan
asesoris lainnya
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, unting-unting, alat/mesin potong,
meja kerja, dll.
Bahan yang akan diproses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu sesuai dengan bentuk tole-
ransi ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan dan pewarnaan yang dipersyaratkan.
Pelaksana dilakukan setelah pekerjaan plesteran/atau pengecatan dinding dan plafond, peker-
jaan dilakukan sesuai dengan gambar kerja/ shop drawing, dengan persetujuan dari konsultan
pengawas dan direksi pekerjaan.
Untuk Pekerjaan Pintu, Jendela, Ventilasi dan Pengunci, pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi
sebagai berikut:
Kusen UPVC
Daun Pintu UPVC + Kaca +Accesories + Lengkap Terpasang
Daun Jendela UPVC + Kaca + Accesories + Lengkap Terpasang
Pekerjaan kusen dilaksanakan bersamaan dengan pekerjaan pasangan batu bata, sedangkan
pekerjaan pemasangan pintu, jendela dan ventilasi dikerjakan setelah pekerjaan pemasangan
keramik selesai dikerjakan. Semua jenis kosen, pintu, jendela kayu difabrikasi di work shop/perabot,
dengan teliti sesuai ukuran dan kondisi di lapangan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk jenis yang dapat dirakit, harus dilaksanakan di work shop dan siap dipasang di lapangan. Jika
tidak dapat maka dapat prarakit, akan tetapi sudah siap dirakit di lapangan atau dipasang pada
bangunan (struktur yang ada). Semua sambungan harus rapih, kokoh dan dengan bentuk
sambungan yang sesuai standar toleransi. Berikut adalah langkah pelaksanaan pemasangan
kusen:
Metode kerja:
Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk
menentukan kedudukan kusen.
Pasang angker pada kusen secukupnya.
Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu/jendela.
Setel kedudukan kusen pintu/jendela sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-unting.
Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
Cek kembali kedudukan kusen pintu/jendela, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian
dan ketegakan dari kusen.
Bersihkan tempat sekelilingnya.
Metode Untuk pemasangan daun pintu dan jendela:
Ukur lebar dan tinggi kusen pintu/jendela.
Ukur lebar dan tinggi daun pintu/jendela.
Masukkan/pasang daun pintu/jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
Lepaskan daun pintu/jendela, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi
tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm (untuk
pintu/jendela dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
Masukkan/pasang lagi daun pintu/jendela pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu/jendela tempat engsel yang sesuai dengan engsel
pada daun pintu/jendela.
Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu/jendela dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
Pasang kembali daun pintu/jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
Coba daun pintu/jendela dengan cara membuka dan menutup.
Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu/jendela dengan cara melepaskan pen.
Stel lagi sampai daun pintu/jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus
dengan kusen
Setelah pintu dan jendela terpasang selanjutnya dipasang kunci pintu dan pacok, grendel dan
tarikan jendela
Metode Pemasangan kaca
Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan letakkan
pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau letakkan pada lantai
yang datar.
Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain untuk
memegang kaca.
Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun pintu/jendela.
Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis kayu.
Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil
V. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING
Pekerjaan lantai terdiri dari pekerjaan beton dan pemasangan Granit 60 x 60 cm. Berikut ini adalah
langkah kerja dari masing-masing pekerjaan tersebut:
Pemasangan Lantai Granit, Dinding Granit
Pekerjaan pemasangan lantai keramik dilakukan setelah pekerjaan cor lantai selesai dikerjakan.
Pekerjaan lantai keramik terdiri dari granit 60x60 cm anti slip untuk ruangan dan granit 30x30 cm anti
slip untuk lantai serta granit 30x60 cm untuk dinding Berikut ini langkah kerja dari pemasangan
keramik:
a. Siapkan peralatan dan bahan – bahan yang akan digunakan.
b. Pahami gambar kerja, pola pemasangan dan lain – lain.
c. Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman : ukuran / dimensi, Presisi, warna.
d. Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air ( ember ) selama 1 jam.
e. Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan / tatakan keramik,
setelah pro ses perendaman.
f. Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini untuk seluruh
kesatuan
g. Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada shop
drawing. Kedudukan benang harus datar dan siku , apabila dinding yang ada adalah
dinding keramik, maka kedudukan nad lantai harus disesuaikan dengan yang ada pada
dinding.
h. Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan , sepanjang garis dasar yang telah
terpasang
i. Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi keramik dengan waterpass.
j. Isi bagian / daerah permukaan lantai yang lain nya dengan adukan / spesi.
k. Setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai posisinya sampai selesai, usahakan supaya
tidak ada las – lasan
l. Jika keramik sudah terpasang semua, ketuk permukaan keramik dengan palu karet untuk
mendatarkan / meratakan permukaan keramik supaya tidak rusak / cacat.
m. Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass
n. Bersihkan permukaan pasangan keramik yang telah terpasang dengan kain / lap basah
sampai bersih.
o. Untuk menghindari naiknya lantai ( menggelembungnya lantai ) maka buatlah delatasi.
p. Kemudian siapkan isian / bahan cor nad pada bak air ( ember ) dan aduklah hingga
rata
q. Setelah adukan rata , isi sela – sela nad dengan bahan cor nad dengan menggunakan
sendok spesi ( sekop ). Pengisian nad dilakukan apabila kedudukan keramik telah kuat
atau spesi telah kering
r. Kemudian rapikan nad tersebut dengan cape.
s. Diamkan dan tunggu sampai nad tersebut benar -benar kering.
t. Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah dipasang nad dari
sisa – sisa bahan cor nad dengan menggunakan kain / lap basah sampai bersih
VI. PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
Untuk pekerjaan pemasangan atap meliputi pekerjaan rangka kuda-kuda baja ringan, atap Seng
Spandek 0.4 mm cat pabrik dan listplank GRC 9 mm, Pekerjaan ini dikerjakan setelah pekerjaan
ringbalk selesai dikerjakan.
1. Pemasangan kuda-kuda C100
Langkah pelaksanaan kuda-kuda adalah sebagai berikut:
a. Pengangkutan kuda-kuda, bahan dan alat ke lokasi proyek
b. Pekerjaan perangkaian kuda-kuda sesuai dengan gambar kerja
c. Pekerjaan menaikan kuda-kuda keatas atap
Setelah selesai dirakit rangka kuda-kuda diangkut keatap dan ditempatkan pada angkur yang
tersedia, besi angkur merupakan tulangan dari kolom yang dilebihkan sebagai pengikat antara
kuda-kuda dan dinding. Angkur kemudian ditempatkan pada plat dudukan kuda-kuda yang sudah
dilobangi, kemudian angkur dan plat dudukan kuda-kuda tersebut disambung dengan baut
angkur 12 mm.
2. Pemasangan rangka atap
Pekerjaan rangka atap dilaksanakan setelah pekerjaan beton atas selesai dikerjakan. Untuk
pekerjaan rangka atap terdiri dari pengadaan rangka atap baja ringan, alat kerja dan tenaga
kerja terampil. Adapun metode pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a. Setelah bahan rangka baja dipesan dan dikirim ke lokasi pekerjaan (sesuai dengan spesifikasi)
maka rangka baja tersebut dirangkai dahulu.
b. Setelah terbentuk sesuai dengan gambar kerja kuda-kuda diangkut ke atas bangunan dan
ditempatkan di atas ringbalk dimana telah ada stik besi untuk mengikat kuda-kuda tersebut
pada jarak yang telah disetujui atau sesuai dengan gambar kerja.
c. Pekerja memasang dan mengikat kuda-kuda tegak lurus dan diukur dengan waterpass manual.
d. Setelah kuda-kuda kokoh berdiri dilanjutkan dengan pemasangan baja ringan untuk tolak angin
yang menghubungkan antar kuda-kuda
e. Gording baja ringan diangkut keatas kuda-kuda dan dipasang dengan jarak yang telah
ditentukan di dalam gambar kerja.
f. Gording dibaut menempel dengan kuda-kuda.
g. Pekerja merapikan pinggir gording dan disamaratakan untuk kerapihan dengan menggunakan
benang dan meteran
Pekerjaan ini dilakukan dengan alat barcutter dan bor listrik dengan asumsi kebutuhan bahan
adalah sebagai berikut:
Canal C-100
Gording Baja Ringan
Baut
3. Pemasangan Atap Seng Spandek 0.4 mm
Untuk penutup atap digunakan penutup Seng Spandek 0.4 mm dengan spesifikasi sesuai arahan
direksi/konsultan pengawas dan harus dilengkapi contoh sebelum di datangkan ke lokasi proyek.
Pemasangan atap seng dikerjakan setelah pekerjaan listplank selesai dikerjakan. Berikut langkah-
langkah kerja pemasangan penutup atap:
a. Pemasangan atap dipakukan langsung pada gording dengan menggunakan paku (paku khusus
untuk atap).
b. Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi pabrik.
c. Alur seng harus dipasang merata (tidak bolak balik), sehingga hasil akhir pasangan akan rapi.
Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak mengakibatkan kebocoran.
Apabila terjadi kebocoran setelah pemasangannya, maka bagian yang bocor tersebut harus
dibongkar dan dipasang baru
4. Rabung Seng Spandek 0.4 mm
Untuk rabung ditutup dengan Rabung Seng Spandek 0.4 mm yang dibentuk oleh pabrikan sesuai
dengan ukuran yang dibutuhkan. Pekerjaan rabung seng dikerjakan setelah pekerjaan
pemasangan atap seng selesai dikerjakan. Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan
lembaran bubungan lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm. Pemasangan
harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak mengakibatkan kebocoran. Apabila terjadi
kebocoran setelah pemasangannya, maka bagian yang bocor tersebut harus dibongkar dan
dipasang baru.
5. Papan Lisplank GRC 9 mm
Pekerjaan listplank mengunakan Papan Lisplank GRC 9 mm dilaksanakan oleh tukang
berpengalaman dibidangnya dan akan dipasang dengan rapi dan sesuai dengan spesifikasi
tehnik/gambar rencana kerja, maka dengan ini Penyedia Jasa akan mengonsultasikan pada
konsultan supervisi dan mendapatkan persetujuan dari konsultan supervisi untuk bahan – bahan
dan pemasangan lisplank tersebut. Pekerjaan listplank dikerjakan setelah pekerjaan gording selesai
dikerjakan. Papan lisplank dipaku pada rangka listplank. Pada sambungan papan lisplank dibuat
sambungan bibir lurus. Setelah selesai pemasangan tahap berkutnya yaitu dilakukan pendempulan
dan pengecatan
6. Pekerjaan Plafond Akustik dan GRC 4 mm
Bahan-bahan yang dipakai, sebelum dipasang, terlebih dahulu harus diserahkan contoh-
contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi/Konsultan Pengawas. Material lain yang
tidak terdapat pada daftar diatas, tetapi diperlukan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan
dalam bagian ini, kualitas terbaik dari jenisnya dan harus disetujui Direksi/Konsultan Pengawas.
Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran jadi (finish). Pada pekerjaan plafond ini perlu
diperhatikan adanya pekerjaan lain yang dalam pelaksanaannya sangat erat hubungannva
dengan pekerjaan plafond. Sebelum pemasangan plafond, pekerjaan lain nya terletak diatas
plafond harus sudah terpasang dengan sempurnayaitu pekerjaan rangka plafon metal furingg.
Harus diperhatikan terhadap disiplin lain diantaranya pekerjaan elektrikal dan perlengkapan
instalasi yang diperlukan. Bila pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas tidak tercantum gambar
plafond, harus diteliti terlebih dahulu pada gambar-gambar instalasi yaiig lain (EL, PL, AC dan lain-
lain). Untuk detail pemasangan harus konsultasi dengan Direksi/Konsultan Pengawas. Pola
pemasangan plafond akustik sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. Bidang pemasangan
plafond harus rata/waterpass, tanpa naad. Hasil pemasangan harus betul-betul rapih. Pada bagian
tepi plafond dipasang list bentuk profil kayu ukuran scsuai dengan yang ditunjukkan dalam detail
gambar, dari bahan kayu yang difinish cat sesuai yang disyaratkan. Setelah pekerjaan pasangan
dan plesteran serta penutup atap selesai dikerjakan selanjutnya dikerjakan pekerjaan plafond.
Adapun langkah kerja plafond adalah sebagai berikut: Pekerjaan plafond dikerjakan setelah
pekerjaan atap selesai dikerjakan. Adapun langkah pekerjaan Pemasangan plafond Akustik
adalah sebagai berikut:
1. Buat marking elevasi, as dan jarak penggantung rangka plafon sesuai dengan shop
drawing. ( untuk menentukan ketinggian plafond )
2. Pasang benang nylon dua sisi dan sejajar sebagai pedoman kelurusan & ketinggian
rangka, sesuai elevasi yang telah dibuat.
3. Pasang instalasi terlebih dahulu sebelum memasang rangka plafond.
4. Pasang rangka plafond (furring dari pabrikan, dimeni & dipotong) sesuai marking yang
telah dibuat.
5. Periksa kelurusan dan kerataan rangka menggunakan waterpass & siku besi.
6. Potong panel plafond dengan gergaji sesuai shop drawing.
7. Haluskan bekas potongan dengan amplas.
8. Pasang panel plafond tersebut dengan mengatur Kelurusan & kerapatan nad plafon dan
Kerataan plafond
9. Pemasangan plafond dimulai dari tepi ( mengikuti gambar kerja) dan diperkuat dengan
skerup yang diputar dengan bor mesin.
10. Cek kerataan permukaan plafond yang sudah jadi dengan waterpass.
11. Rapikan & haluskan permukaan plafond gypsum yang telah terpasang dengan
tepung gypsum rata / licin.
VII. PEKERJAAN PENGECATAN
a. Pengecatan
Peralatan dan bahan yang digunakan.
Alat yang digunakan untuk pekerjaan galian adalah :
Kuas & Roller.
Tiang Ekstensi.
Papan / Baki Cat.
Tangga.
Pakaian yang Nyaman.
Perangkat Pelindung.
Kain Bekas
Ember.
Cat Dinding Jotun
Plafon Jotun
Pekerjaan pengecatan dikerjakan setelah seluruh pekerjaan selesai dikerjakan (finishing). Berikut ini
metode Cat Dinding dan Palfond:
a. Bersihkan permukaan dinding dari debu , kotoran dan bekas percikan plesteran dengan kain
lap.
b. Lindungi bahan – bahan / pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding yang akan dicat
dengan kertas semen / koran dan lakban.
c. Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian – bagian dinding yang retak & kurang rata dengan
plamir, kemudian tunggu sampai kering.
d. Haluskan plamir yang telah kering dengan amplas hingga rata.
e. Cek, kerataan permukaan dinding.
f. Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang yang
luas & dengan kwas untuk bidang yang sempit ( sulit ).
g. Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
h. Jika cat finish yang pertama sudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua / terakhir (
jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi ).
i. Cek kerataan pengecatan yang terakhir.
j. Apabila sudah rata, bersihkan cat – cat yang mengotori bahan – bahan / pekerjaan lain yang
seharusnya tidak terkena cat dengan kain lap.
b. Waterproofing Plat Dak
metode ini mengatasi masalah rembesan dan kebocoran, Persoalan kebocoran paling sering
terjadi pada bagian atap khususnya gedung dengan sturuktur konstruksi atap dak. Pada atap
beton ini pemanfaatan Flintkote Shell sangat mudah dikerjakan.
bahan yang digunakan berwujud seperti adukan campuran cat beton bercampur lem. Flintkote
Shell di aplikasi diatas beton yang telah dibersihkan dan diberikan acian beton untuk menutupi ke-
retakan, setelah kering kemudian Flintkote Shell dilapisi seperti pekerjaan pengecatan.
VIII. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan tidak tampak dari
luar (tertanam). Pemasangan pipa harus dilaksanakan sebelum pengecoran. Pemasangan sparing-
sparing listrik yang melintas di plat, balok, kolom beton harus dipasang terlebih dahulu sebelum
pengecoran, kabel diusahakan dimasukkan bersamaan dengan pemasangan sparing. Pipa yang
dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran dan acian dikerjakan.
Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah dicapai untuk
perbaikan (perawatan). Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung
dengan baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada Te Dos.
Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata (untuk memudahkan
penarikan kabel). Jaringan arde harus dipasang tersendiri/terpisah dengan arde penangkal petir.
– tidak boleh ada sambungan
– dihubungkan dengan elektroda pentanahan
– ditanam sampai minimal mencapai air tanah
Pada hantaran di atas langit-langit, harus diklem pada bagian bawah plat / balok atau pada
balok kayu rangka langit-langit. Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton
pada shaft harus diklem atau dengan papan dan kabel trey bila jaringan terlalu rumit (banyak).
Pemasangan stop kontak setinggi > 40 cm dari lantai, saklar dipasang setinggi 150 cm dari lantai
(bila tidak ditentukan spesifikasinya). Pemasangan stop kontak dan saklar harus rata dengan
dinding. Box / kotak Panel bodynya harus diarde, untuk menghindari adanya arus. Pemasangan
lampu dilaksanakan setelah pekerjaan instalasi listrik dan plafond selesai dikerjakan. Pekerjaan
pemasangan lampu termasuk dengan pemasangan fitting lampu akan disesuaikan dengan kebu-
tungan dan spesifikasi teknik.
IX. PEKERJAAN INSTALASI TATA UDARA
Pekerjaan ini meliputi seluruh pengadaan bahan, pemasangan dan Pengadaan dan pe-
masangan material utama AC dan peralatan lain seperti Pompa sirkulasi, Fan, Thermostat,Panel
Control dan lain-lain sistem instalasi AC dan FAN Testing & Comissioning sesuai dengan yang tertera
dalam gambar perencanaan dan spesifikasi .
Instalasi Ducting & Pemasangan AC Indoor-outdoor
1. Instalasi Ducting
- Buat cutting list ukuran ducting & fitting-nya yang akan dipasang.
- Cetak ducting sesuai cutting list yang diminta (di work shop)
- Buat fitting (elbow/percabangan) ducting.
- Pasang isolasi ducting dengan glass woll & aluminium foil (untuk ducting dengan isolasi).
- Marking jalur ducting.
- Pasang gantungan ducting dengan ketinggian sesuai elevasinya.
- Pasang ducting.
- Pasang isolasi ducting.
- Test kebocoran ducting dengan sinar lampu saat malam hari.
2. Pemasangan Indoor Unit
- Marking lokasi penempatan indoor unit
- Pasang gantungan
- Pasang indoor unit
- Pasang karet mounting dan kencangkan bautnya
- Sambung pipa copper ke unit
- Pasang instalasi listriknya
3. Pemasangan Outdoor Unit
- Marking pondasi outdoor unit.
- Buat pondasi outdoor unit.
- Pasang dinabolt pada pondasi.
- Pasang outdoor unit lengkap dengan mounting-nya.
- Sambung pipa ke outdoor unit.
- Sambungan instalasi listriknya.
Urutan Pelaksanaan Pemasangan Pipa Refrigrant
1. Marking pipa / rak pipa.
2. Pasang gantungan rak pipa dengan ketinggian sesuai elevasinya.
3. Pasang rak pipa (untuk satu jalur lebih dari 2 pipa).
4. Pasang isolasi pipa copper persatuan panjangnya.
5. Pasang pipa pada rak / gantungannya.
6. Sambung pipa dengan las tembaga.
7. Test pipa dengan compressor.
8. Rapikan isolasi pipa.
Untuk kebutuhan lainnya akan disuaikan dengan kebutuhan pada gambar kerja dan spesifikasi
teknik.
X. PEKERJAAN INSTALASI AIR
Pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor meliputi pemasangan seluruh jaringan instalasi didalam
bangunan, penyambungan yang bersumber dari bangunan yang telah ada, penyediaan bahan-
bahan kelengkapan, pipa-pipa PVC dan sebagainya sehingga instalasi berfungsi dengan baik.
Pipa-pipa PVC yang digunakan Type Wavin dari beberapa ukuran, antara lain diameter, 1”, 3/4”,2”,
3”, 4” . Pipa diameter 1” dan 3/4” digunakan untuk instalasi air bersih dan untuk instalasi air kotor
(Buangan KM/WC) dan air bekas digunakan pipa 3”. Sebagai alat sambung digunakan sock drat,
elbow dan T yang sesuai dengan spesifikasi dan ukuran bahan yang direkatkan dengan
mengunakan lem PVC. Kran air yang digunakan harus poliakitact atau yang setara dari
steinlessteel. Dan dilengkapi pemasangan Kloset, serta wastafel.
Untuk kebutuhan lainnya akan disuaikan dengan kebutuhan pada gambar kerja dan spesifikasi
teknik.
XI. PEKERJAAN INSTALASI GAS MEDIS
Pemasangan Instalasi Pipa Gas Medis harus mengikuti Standard Pemipaan Instalasi Gas Medis
mengunakan pipa berjenis (Copper) dengan kadar tembaga diatas 99% dan disertai sertifikat
keaslian material secara Internasional. Sistem penyambungan pipa instalasi Gas Medis harus
dengan menggunakan las perak dengan gas yang dipergunakan campuran oxygen acetylene
dimana pada saat pengelasan harus dialiri gas nitrogen dalam pipa tersebut. Penyambungan
instalasi pemipaan gas medis harus menggunakan fitting-fitting yang sesuai seperti Elbow, Tee,
Reducer dan Socket. Untuk membedakan jenis gas pada instalasi pipa harus dipasang stiker sesuai
dengan jenis gas nya masing-masing yang menyatakan jenis dan arah alirannya dengan jarak
yang cukup. Pemasangan instalasi pemipaan yang menempel pada dinding atau partisi harus
dilengkapi dengan pelindung (konduit/PVC)
Selama pengelasan, pipa harus dialiri gas nitrogen untuk menghilangkan kerak akibat pengelasan
yang timbul karena pengelasan di dalam pipa. Seluruh jaringan instalasi pemipaan pada setiap
jenis gas harus dilengkapi Kran induk (main valve) yang dipasang pada ruang sentral; Kran
pembagi (zone valve) dipasang sesuai dengan pembagian instalasi. instalasi gas medis dan vakum
medis, alarm gas medis, terminal outlet, flowmeter oksigen. sesuai peraturan sistem gas medis di
indonesia.
XII. PEKERJAAN LAIN LAIN
Pembersihan Akhir
Setelah semua item pekerjaan selesai dikerjakan maka Penyedia Jasa mengerjakan pekerjaan
perapihan seperti membersihkan lapangan pekerjaan dari sisa bangunan, tanah, sampah, dan
lain-lain sesuai petunjuk Direksi. Penyedia Jasa juga akan memperhatikan dan memperbaiki
pekerjaan yang belum sempurna seperti pengecatan dan kerapihan pekerjaan lainnya. Penyedia
Jasa akan selalu menjaga kerapihan lapangan sampai batas waktu masa pemeliharaan selesai.