| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0020878815807000 | Rp 6,511,550,936 | - | |
| 0760108605807000 | Rp 6,624,476,000 | Gugur pada tahapan evaluasi teknis karena peserta tidak menghadiri undangan klarifikasi teknis Klarifikasi Dokumen Penawaran Teknis, dan Harga sesuai dengan jadwal yang tercantum pada undangan dan seteakh diadakan penambahan jadwal klarifikasi, sesuai diatur pada Dokumen Pemilihan point 28.12 Evaluasi Teknis bagian e). “Dalam hal klarifikasi dilakukan kepada peserta, peserta yang tidak hadir atau tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifkasi, maka menggugurkan penawaran” | |
| 0020087847802000 | - | - | |
| 0934065087807000 | - | - | |
| 0653100560422000 | - | - | |
| 0708015607802000 | - | - | |
| 0608006433801000 | - | - | |
| 0433003530813000 | - | - | |
CV Sartika | 0014126858807000 | - | - |
Nemal Bumi Sejahtera | 0633595616802000 | - | - |
| 0012337242617000 | - | - | |
| 0030515597801000 | - | - | |
| 0864781828802000 | - | - | |
Indo Royal Construction | 08*4**4****02**0 | - | - |
| 0019499664802000 | - | - | |
| 0020088969802000 | - | - | |
| 0029744802801000 | - | - | |
| 0735832743807000 | - | - | |
| 0709752612801000 | - | - | |
CV Bukit Bintang | 0716122296813000 | - | - |
Mitra Syahputra Teknik | 04*0**1****09**0 | - | - |
| 0634598049727000 | - | - | |
| 0019499656812000 | - | - | |
| 0663099950802000 | - | - | |
| 0743314361802000 | - | - | |
| 0024713877802000 | - | - | |
| 0702630872802000 | - | - | |
| 0763939089802000 | - | - | |
| 0014109235802000 | - | - | |
| 0018579342808000 | - | - | |
CV Prima Rezki Utama | 06*5**2****05**0 | - | - |
| 0811785823802000 | - | - | |
| 0023155732724000 | - | - | |
| 0031161318727000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG
DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
Jln. Lasinrang No. 26 Pinrang
DOKUMEN METODE PELAKSANAAN JALAN
PENGGUNA ANGGARAN :
SATKER/SKPD : DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
KABUPATEN PINRANG
NAMA KPA : HAMIRUDDIN, ST
NAMA KEGIATAN : PENINGKATAN / REKONSTRUKSI JALAN RUAS
POLEWALI - TAMMAPPA
TAHUN ANGGARAN 2023
METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan : Peningkatan / Rekonstruksi jalan ruas Polewali - Tammappa
Lokasi : Kecamatan Suppa
Tahun Anggaran : 2023
Lingkup Pekerjaan :
1. Devisi 1 UMUM
1.2 Mobilisasi
1.8. (1 ) Manajemen dan Keselamatan Lalu lintas dan SMK3
2. Devisi 3 PEKERJAAN TANAH DAN GIOSINTETIK
3.1. Galian Biasa ( Proteksi )
3.2.(2a )Timbunan Pilihan dari sumber galian ( Untuk bahu dan Proteksi )
3.2.(2a )Timbunan Pilihan dari sumber galian ( Bawah Jalan Beton )
3.3.( 1 ) Penyiapan Badan Jalan
3. Devisi 5 PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
5.3. ( 1a ) Perkerasan Beton Semen
4. Devisi 7 STRUKTUR
7.9. Pasangan Batu ( Proteksi )
5. Devisi 8 RESERVASI JEMBATAN
8.4. ( 1 ) Marka Jalan Termoplastik
Semua item – item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis dan
menurut Volume pekerjaan yang tersedia dalam daftar kuantitas dan harga.
1. Devisi 1 UMUM
1. PEKERJAAN MOBILISASI
1. Pekerjaan peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
1.1 Dump Truk 3.5 m3 ( 3 Unit )
1.2 Motor Greder ( 1 Unit )
1.3 Vibratory Roller 5 – 8 Ton ( 1 Unit )
1.4 Truk Mixer Aligator ( 5 Unit )
1.5 Excavator ( 1 Unit )
1.6 Water Tank Truk ( 1 Unit )
2. Mobilisasi fasilitas Laboratirium
2.1 Slump cone
Slump pada dasarnya merupakan salah satu pengetesan sederhana untuk mengetahui
workability beton segar sebelum diterima dan diaplikasikan dalam pekerjaan pengecoran
yang dilakukan sebelum pekerjaan keluar dari Bacing palnt dan setelah sampai dilokasi
pekerjaan.
2.2 Beam Mould for Flexural Strength (RIGID) Crushing Machine
Pekerjaan ini merupakan pemeriksaan kuat tekan beton karena pekerjaan ini merupakan
pekerjaan Perkerasan beton yang dilakukan pemeriksaannya dilaboratorium dan disaksikan
oleh pengawas Pu, konsultan Pengawas kemudian untuk pengambilan sampel dilakukan per
60 m3 untuk satu sampel sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis.
3. Mobilisasi Lainnya
3.1 Pembuatan Job Mix Desigen / Job Mix Formula ( JMF )
Sebelum pekerjaan utama dilakukan terlabih dahulu dilaksanakan pengambilan sampel
bahan dari quary yang berada dilokasi setempat atau berdekatan dengan lokasi tersebut
diantaranya : batu, pasir, dan bahan timbunan pilihan selanjutnya dibawah kelaboratorium
untuk diperiksa sedemikian rupa sehingga dapat mengeluarkan hasil perbandingan
campuran yang nantinya dapat dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan proyek yang
disebut Job Mix Formula ( JMF )
3.2 Pertolongan pertama pada kecelakan P3K
Mengigat pekerjaan ini rentang dari kecelakaan kerja maka kontraktor dalam hal ini
penyedian harus mempersiapakan P3K untuk pertolongan pertama apabila terjadi
kecelakaan kerja.
3.3 Pengukuran Awal ( Shop Drawing )
Pekerjaan ini dilakukan setelah adanya kontrak antara kontraktor dengan penyedia dengan
kata lain PPK maka sebelum memulai pekerjaan harus dilakukan pengkuran awal ( shop
Drawing ) untuk memngetahui dan mencocokkan gambar rencana dan Rab yang ada dalam
kontrak.
3.4 Papan Proyek
Papan nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek tersebut dan
papan ini buat dengen ukuran 0.80 x 1.22 m yang disetujui direksi pekerjaan kemudian
mengunakan bahan yaitu : Balok kayu ( Tiang Ukuran 5/7 cm ), paku, triplex ( Tebal 4 mm
) dan dipasang di awal lokasi proyek.
3.5 Asbuil Drawing
Pekerjaan ini dilaksanakan apabila pekerjaan sudah selesai 100 % untuk pembayaran.
3.6 Dokumentasi dan Pelaporan
- Dokumentasi
Penyedia dalam hal ini kontraktor harus melakukan dokumentasi/foto pelaksaan setiap
pekerjaan yang dilaksanakan mulai dari 0%, 50% dan 100%. Setiap per 25 m
- Pelaporan
Penyedia harus rutin membuat pelaporan yang terdiri dari laporan harian, minggua dan
bulanan selama pelaksanaan pekerjaan, penyedia cukup menyerahkan laporan mingguan
ke direksi pekerjaan.
4. Demobilisasi
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan dilapangan dianggap selesai semua. Adapun
peralatan yang di demobilasasi yaitu :
4.1 Dump Truk 3.5 m3 ( 3 Unit )
4.2 Motor Greder ( 1 Unit )
4.3 Vibratory Roller 5 – 8 Ton ( 1 Unit )
4.4 Truk Mixer Aligator ( 5 Unit )
4.5 Water Tank Truk ( 1 Unit )
4.6 Excavator ( 1 Unit )
2. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI ( SMKK )
2.1 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 )
2.1.1 Penyiapan RK3K terdiri dari :
- Pembuatan Manual, Prosedur, Instruksi Kerja, Ijin Kerja dan Formulir
- Pembuatan Kartu Identitas Pekerja (KIP)
2.1.2 Sosialisai dan Promosi K3 terdiri dari :
- Induksi K3 (Safety Induction); khusus untuk pekerja baru
- Pengarahan K3 (safety briefing): Pertemuan Keselamatan (Safety Talk dan/atau Tool
Box Meeting); setiap hari
- Pelatihan K3;
- Simulasi K3
- Spanduk (banner);
- Poster;
- Papan Informasi K3.
2.1.3 Alat pelindung diri terdiri atas
- Topi Pelindung (Safety Helmet);
- Pelindung Pernafasan dan Mulut (Masker);
- Sarung Tangan (Safety Gloves);
- Sepatu Keselamatan (Safety Shoes) ;untuk Staf
- Rompi Keselamatan (SafetyVest);
2.1.4 Asuransi dan perijinan terdiri atas
- BPJS Ketenagakerjaan Dan Kesehatan Kerja
2.1.5 Personil k3 terdiri atas
- Ahli K3
- Petugas P3K;
2.1.6 Fasilitas sarana keehatan
- Peralatan P3K( Kotak P3K, Tandu, Tabung Oksigen,Obat Luka, Perban,
- Ruang P3K (Tempat Tidur Pasien, Stetoskop,Timbangan Berat Badan, Tensi
Meter,dll);
2.1.7 Rambu – rambu terdiri atas
- Rambu Petunjuk;
- Rambu Larangan
- Rambu Peringatan;
- Rambu Kewajiban;
- Rambu Informasi;
- Rambu Pekerjaan Sementara;
- Tongkat Pengatur Lalu Lintas (Warning Lights Stick);
- Kerucut Lalu Lintas (Traffic Cone);
- Lampu Putar (RotaryLamp);
- Lampu Selang Lalu Lintas.
2.1.8 Lain- Lain Terkait Pengendalian Risiko K3
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR); 10Kg
- Sirine;
- Bendera K3;
- Jalur Evakuasi (Escape Route);
- Lampu Darurat (Emergency Lamp);
- Program Inspeksi Dan Audit Internal;
- Pelaporan dan Penyelidikan Insiden.
2.1.9 Peralatan dan Komonikasi
Pekerjaan ini alat yang digunakan adalan hendy ( token ) untuk pengaturan lalu lintas
dari dua arah.
2.1.10 Pekerja ( Plagma ) 2 Orang
Orang yang dipersiapkan untuk mengatur lalu lintas ( awal dan ujung lokasi pekerjaan )
2.1.11 Kordinator Pengatur 1 Orang
Orang yang disiapkan rekanan untuk mengkordinir pengatur lalu lintas.
2. Devisi 3 PEKERJAAN TANAH DAN GIOSINTETIK
1. Galian Biasa ( Proteksi )
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank dalam hal ini penentuan
kedalaman galian tanah yang digali oleh excavator dan tenaga manusia yang langsung dimuat ke
dump truk dan diangkut keluar lokasi pekerjaan.
1.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
1.2 Peralatan
- Excavator
- Gerobak
- Linggis
- Sekop
2. Timbunan Pilihan dari sumber galian ( Bahu dan Proteksi )
Timbunan yang di klasifikasi sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang
memenuhi semua ketentuan diatas level timbunan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat –
sifat tertentu yang tergantung dari maksud penggunaannya, seperti yang diperintahkan atau disetujui
oleh direksi pekerjaan, Tenaga teknis serta konsultan pengawas dalam segala hal, seluruh timbunan
pilihan harus bila diuji sesuai dan memiliki CBR Paling sediki 10 % setelah 4 hari perendaman dan
bila dipadat sampai 100 % kepadatan kering maksimun.
- Pekerjaan timbunan Pilihan ( Bahu dan proteksi ) dikerjakan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Pengankutan material
Material diambil dari quary ( yang disetujui direksi ) kemudian diangkut dengan
menggunakan alat yaitu Wheel Loader yang menaikkan timbunan pilihan ke damp truk
kemudian damp truk mengankut kelokasi pekerjaan.
2. Penghamparan material
Setelah material / timbunan pilihan sudah sampai dilokasi pekerjaan dihampar dengan
menggunakan alat motor grader dan merapikannya.
3. Pemadatan
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah material ada dilokasi pekerjaan yang sudah dihampar
dengan menggunakan moror grader kemudian digilas dengan menggunakan alat vibrator
roller adapun tata cara penggilasannya harus berdasarkan dengan Dokumen spesifikasi.
2.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
2.2 Bahan
- Timbunan Pilih yang sesuai dengan Dokumen spesifikasi.
2.3 Peralatan
- Loader
- Dump Truk
- Motor Greder
- Vibrator roller
- Gerobak
- Sekop
3. Timbunan Pilihan dari sumber galian ( Bawah Jalan Beton )
Timbunan yang di klasifikasi sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang
memenuhi semua ketentuan diatas level timbunan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat –
sifat tertentu yang tergantung dari maksud penggunaannya, seperti yang diperintahkan atau disetujui
oleh direksi pekerjaan, Tenaga teknis serta konsultan pengawas dalam segala hal, seluruh timbunan
pilihan harus bila diuji sesuai dan memiliki CBR Paling sediki 10 % setelah 4 hari perendaman dan
bila dipadat sampai 100 % kepadatan kering maksimun.
- Pekerjaan timbunan Pilihan ( Bawah Jalan Beton ) dikerjakan dengan prosedur sebagai berikut :
4. Pengankutan material
Material diambil dari quary ( yang disetujui direksi ) kemudian diangkut dengan
menggunakan alat yaitu Wheel Loader yang menaikkan timbunan pilihan ke damp truk
kemudian damp truk mengankut kelokasi pekerjaan.
5. Penghamparan material
Setelah material / timbunan pilihan sudah sampai dilokasi pekerjaan dihampar dengan
menggunakan alat motor grader dan merapikannya.
6. Pemadatan
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah material ada dilokasi pekerjaan yang sudah dihampar
dengan menggunakan moror grader kemudian digilas dengan menggunakan alat vibrator
roller adapun tata cara penggilasannya harus berdasarkan dengan Dokumen spesifikasi.
3.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
3.2 Bahan
- Timbunan Pilih yang sesuai dengan Dokumen spesifikasi.
3.3 Peralatan
- Loader
- Dump Truk
- Motor Greder
- Vibrator roller
- Gerobak
- Sekop
4. Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan penyiapan badan jalan ini dilakukan pada awal pekerjaan dengan kata lain melakukan
pembersihan lapangan seperti pembersihan bahu jalan yang dilakukan dengan menggunakan Motor
Greder yang meratakan permukaan jalan kemudian melakukan pemadatan dengan menggunakan
Vobrator Roller dan sekelompok pekerajan membantu meratakan dengan mengunakan alat bantu,.
4.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
4.2 Peralatan
- Motor Greder
- Vibrator roller
- Gerobak
- Sekop
3. Devisi 5 PERKERSANA BERBUTIR DAN PERKERSAN BETON SEMEN
1. Perkerasan Beton Semen
1.1 Pekerjaan awal
- Mempelajari gambar rencana dan Dokumen spsefikasi
- Pemahaman lebih dalam terhadap lokasi proyek, lajur dan kemiringan
- Peralatan dan organisasi kontraktor
- Penentuan tugas dan tanggung jawab
- Menentukan pengujian, pencatatan dan laporan yang diperlukan
1.2 Bahan
- Semua bahan harus diindentifikasi mengenai sumber, jumlah dan kesesuaian dengan
persyaratan, penanganan, penimbangan dan pembuangan bahan yang ditolak. Bahan tersebut
meliputi :
- Semen
- Agregat
- Air
- Bahan tambah
- Tulangan, ruji dan bahan pengikat
- Material perawatan beton
- Bahan sambungan
1.3 Perbandingan campuran
- Pengujian agregat meliputi gradasi, berat jenis, penyerapan, kadar lempung
- Data perencanaan campuran meliputi kadar semen, proporsi agregat, air, rongga udara,
kelecakan dan kekuatan
- Volume takaran meliputi ukuran takaran, berat material dalam takaran dan koreksi kadar
air agregat
1.4 Unit penakaran/penimbangan meliputi
- Pemeriksaan peralatan untuk menimbang dan mengukur semen, agregat, air dan bahan tambah
- Pemeriksaan peralatan untuk penanganan material, pengangkut dan skala timbangan
1.5 Unit pencampuran
- Lama waktu pencampuran Proses perhitungan waktu dimulai ketika Bacthing Plant sudah
mulai pencampuran atau Mixing beton, kondisi plastis hilang pada 1.5 sampai 2.5 jam setelah
mixing beton, jadi waktu total yang dijadikan untuk acuan untuk final setting adalah 3 sampai 4
jam.
- Pemeriksana peralatan pencampuran, lama waktu pencampuran, alat pengatur waktu dan
penghitungan jumlah takaran sebelum pengecoran beton semen
- Acuan : kecocokan acuan, alinyemen, kemiringan dan ruji
- Tanah dasar : kerataan, pemeriksaan permukaan akhir dan kadar air
- Sambungan muai : bahan sambungan, lokasi, alinyemen, dudukan dan ruji
1.6 Pembetonan
- Persiapan meliputi bahan, perlengkapan peralatan, tenaga kerja dan bahan pelindung cuaca
- Pencampuran meliputi jenis peralatan, konsistensi, kadar udara, pemisahan butir (segregasi)
dan keterlambatan
- Pengangkutan meliputi batas waktu, pengecekan pemisahan butir dan perubahan konsistensi
- Pengecoran meliputi penempatan adukan, pemisahan butir, kelurusan dan kerataan, lingkungan,
pengteksturan dan perapihan tepi
- Pembentukan sambungan susut meliputi pembentukan sambungan, alinyemen, perapihan
tepi dan pemeriksaan permukaan sambungan
1.7 Setelah pembetonan
- Waktu pembongkaran acuan, kerusakan agar dihindari
- Perawatan meliputi metode, peralatan dan bahan, keseragaman, waktu mulai perawatan dan
lama waktu perawatan
- Perlindungan meliputi beton basah, hujan, lalu-lintas, cuaca dingin, cuaca panas dan pencatatan
temperature
- Sambungan yang digergaji meliputi peralatan, temperatur, bahan penutup, pembersihan
sambungan dan penutup
- Pemeriksaan permukaan meliputi kelurusan dan kerataan, perbaikan atau penggantian
1.8 Pengujian beton semen
- Campuran beton basah, pengujian kelecakan (dengan slump) dan kadar udara
- Pengujin kekuatan, pengambilan contoh, pembuatan benda uji, penyimpanan dan perawatan
benda uji, pengujian kuat tekan, pengujian kuat tarik lentur, pengambilan contoh inti dan
penggergajian perkerasan untuk pengujian kuat tarik lentur.
Adapun tenaga dan peralatan serta bahan yang digunakan :
a. Tenaga
1. Pelaksana
2. Mandor / Kepala tukang
3. Pekerja biasa
b. Bahan
1. Semen
2. Agregat Kasar ( Batu pecah )
3. Agregat Halus ( Pasir beton )
4. Air
5. Bekisting ( Papan )
6. Besi ( Untuk pembesian )
c. Peralatan
1. Mobil Mixer
2. Excavator
3. Water Tank Truk
4. Sekop
5. Cangkul
6. Concrete Vibro
7. Papan Gosok
8. Pembengkok besi
9. Gergaji
4. Devisi 7 STRUKTUR
1. Pasangan Batu Gunung
1.1 Tahap persiapan
- Pelaksanaan pekerjaan pengukuran dan pemasangan bouwplank
- Pembersihan lokasi pekerjaan
- Pengadaan bahan material pekerjaan pasangan batu seperti batu, pasir, dan semen ke lokasi
pekerjaan. Bahan yang digunakan harus sesuai dengan yang disyaratkan.
- Bahan material ditempatkan tidak jauh dan mudah dijangkau dari lokasi pekerjaan.
- Jika diperlukan perlu disiapkan tempat penyimpanan khusus untuk bahan tau material,
terutama untuk bahan semen agar penyimpanan semen dapat dilakukan dengan benar.
1.2 Tahap pelaksanaan
- Pembuatan galian untuk pasangan batu sesuai dengan yang ditunjukkan oleh gambar rencana.
Pekerjaan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat berat untuk menggali seperti
excavator.
- Dasar galian dibuat rata dan diberi landasan dari adukan semen dengan pasir setebal minimal
3 cm sebelum meletakkan batu pada lapisan yang pertama.
- Batu dengan ukuran yang besar diletakkan pada lapisan dasar atau lapisan yang pertama dan
pada sudut sudut dari pasangan batu tersebut.
- Batu dipasang dengan muka terpanjang secara mendatar dan untuk muka batu yang tampak
atau berada paling luar dipasang sejajar dengan muka dinding batu yang terpasang.
- Batu yang digunakan dibersihkan dan dibasahi sampai merata selama beberapa saat agar air
dapat meresap
- Setiap rongga atau celah antar batu diisi dengan bahan adukan dari semen dan pasir sesuai
dengan komposisi campuran yang ditentukan. Bahan adukan atau mortar dapat disiapkan
menggunakan alat concrete mixer atau secara manual. Untuk mengetahui jumlah kebutuhan
pasir dan semen anda dapat mengunjungi artikel lain mengenai cara mengetahui jumlah
kebutuhan batu, pasir, dan semen untuk pasangan batu.
- Setiap 2 meter dari panjang pasangan batu dibuat lubang sulingan. Kecuali ditentukan lain
oleh gambar atau direksi pekerjaan. Lubang sulingan dapat dibuat dengan memasang pipa pvc
yang berdiameter 50 mm.
- Setiap sambungan antar batu pada permukaan dikerjakan hampir rata dengan permukaan
pekerjaan tetapi tidak menutup permukaan batu
1.3 Tahap pekerjaan akhir / finishing
- Pembersihan lokasi pekerjaan dari sisa sisa material pelaksanaan.
- Jika diperlukan permukaan pasangan batu dapat diberi lapisan acian untuk memperhalus
permukaan dari pasangan batu.
1.4 Tenaga:
- Pekerja Biasa
- Tukang
- Mandor
1.5 Bahan:
- Semen
- Pasir Pasang
- Air
1.6 Peralatan
- Gerobak
- Sekop
- Sendok spesi
- Cangkul
- Linggis
5. Devisi 8 RESERVASI JEMBATAN
1. Marka Jalan Termoplastik
Pemasangan Marka jalan sangan penting sekali untuk meningkatakan kenyamanan dan keamanan
dalam berkendara, ketika jalan sempit dengan lalulintas padat, keberadaan marka jalan sangan
membantu sekali agar pengendara tetap berada dijalunya masing-masing. Manfaat keberadaan marka
jalan juga dapat kita rasakan ketika kita berkendara pada ruas satu jalaur dengan dua arah.
Selain itu Ketika hujan deras keberadaan marka jalanlah yang membatu pengendara agar tetap pada
jalurnya masing. berikut tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan marka jalan.:
1. Pengadaan Bahan dan Alat
- Ajukan persetujuan material sesuai gambar dan speksifikasi.
- Cek dan amati ulang kesiapan alat.
- Cat yang digunakan berwarna putih atau kuning seperti dalam gambar dan memenuhi
spesifikasi
- Setelah jenis material yang akan digunakan disetujui secara tertulis, lakukan pengadaan
material dengan jumlah sesuai kebutuhan.
2. Permohonan Ijin Design Sesuai Gambar
- Ajukan gambar shopdrawing sesuai design rencana.
- Setelah gambar shopdrawing disetujui secara tertulis, segera lakukan pekerjaan persiapan
marka jalan.
3. Pekerjaan Persiapan
- Sebelum penandaan atau pengecatan dilakukan, pastikan bahwa permukaan perkerasan jalan
bersih, kering, dan bebas dari bahan yang berminyak dan debu.
- Untuk pembersihan perkerasan dengan marka jalan lama, dilakukan dengan grit blasting
(pengausan dengan bahan berbutir halus) agar tidak menghalangi kelekatan lapisan cat baru
4. Pengecatan Marka Jalan
- Pastikan penandaan marka jalan pada permukaan perkerasan dengan dimensi dan penempatan
yang presisi.
- Pengecatan dilakukan dengan mesin yang mampu menghasilkan suatu lapisan yang rata dan
seragam dengan tebal minimum 1,5 mm dan dengan suhu 204 – 218 °C.
- Taburkan segera Butiran kaca (glass bead) diatas permukaan cat, kadar 450 gram/m2.
- Lindungi marka yang masih basah dari lalu lintas sampai marka tersebut kering dan bisa
untuk dilalui.
Pinrang, Februari 2023
Pejabat Pembuat Komitmen
HAMIRUDDIN, ST
Nip. 19660505 200212 1 003