| 0663099950802000 | Rp 4,869,780,837 | |
Nemal Bumi Sejahtera | 0633595616802000 | - |
| 0020087847802000 | - | |
| 0019499664802000 | - | |
| 0653100560422000 | - | |
| 0022644686802000 | - | |
| 0708015607802000 | - | |
| 0608006433801000 | - | |
| 0433003530813000 | - | |
CV Sartika | 0014126858807000 | - |
Indo Royal Construction | 08*4**4****02**0 | - |
| 0024714909802000 | - | |
| 0030515597801000 | - | |
| 0029744802801000 | - | |
| 0864781828802000 | - | |
| 0020088969802000 | - | |
| 0709752612801000 | - | |
CV Bukit Bintang | 0716122296813000 | - |
Mitra Syahputra Teknik | 04*0**1****09**0 | - |
| 0634598049727000 | - | |
| 0019499656812000 | - | |
| 0743314361802000 | - | |
| 0024713877802000 | - | |
| 0702630872802000 | - | |
| 0716751789802000 | - | |
| 0763939089802000 | - | |
| 0811785823802000 | - | |
| 0938561693802000 | - | |
| 0031161318727000 | - |
PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG
DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
Jln. Lasinrang No. 26 Pinrang
DOKUMEN METODE PELAKSANAAN JALAN
PENGGUNA ANGGARAN :
SATKER/SKPD : DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
KABUPATEN PINRANG
NAMA KPA : HAMIRUDDIN, ST
NAMA KEGIATAN : PENINGKATAN / REKONSTRUKSI JALAN RUAS
GARESSI – UJUNG LERO
TAHUN ANGGARAN 2023
METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan : Peningkatan / Rekonstruksi Jalan Ruas Garessi – Ujung Lero
Lokasi : Kecamatan Suppa
Tahun Anggaran : 2023
Lingkup Pekerjaan :
1. Devisi 1 UMUM
1.2 Mobilisasi
1.8. (1) Manajemen dan Keselamatan Lalu lintas
1.8.(1a) Rencana Biaya SMK3
2. Devisi 3 PEKERJAAN TANAH DAN GIOSINTETIK
3.1. ( 1 ) Galian Biasa ( Proteksi )
3.3 ( 1 ) Penyiapan Badan Jalan
3. Devisi 5 PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
5.1. ( 1 ) Lapis Pondasi Agregat Kelas A
5.3. ( 1a ) Perkerasan Beton Semen
4. Devisi 6 PERKERASAN ASPAL
6.1. ( 1 ) Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair / Emulsi
6.1. ( 2a ) Lapis Perekat - Aspal Cair / Emulsi
6.3. ( 5a ) Laston Lapis Aus (AC-WC)
6.3. ( 6a ) Laston Lapis Antara (AC-BC)
5. Devisi 8 RESERVASI JEMBATAN
8.4 ( 1 ) Marka Jalan Termoplastik
Semua item – item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis dan
menurut Volume pekerjaan yang tersedia dalam daftar kuantitas dan harga.
1. Devisi 1 UMUM
1. PEKERJAAN MOBILISASI
1. Pekerjaan peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
- Dump Truk 3.5 m3 ( 7 Unit )
- Truk Mixer Aligator ( 5 Unit )
- Finisher ( 1 Unit )
- Tandem Roller ( 1 unit )
- Tire Roller dengan ( 1 Unit )
- Air Compresor ( 1 Unit )
- Vibratory Roller/Bomag 5 – 8 Ton ( 1 Unit )
- Motor Grede > 100 Hp ( 1 Unit )
- Generator Set ( 1 Unit )
- Water Tank Truk ( 1 Unit )
- Excavator ( 1 Unit )
2. Mobilisasi fasilitas Laboratirium
2.1 Slump cone
Slump pada dasarnya merupakan salah satu pengetesan sederhana untuk mengetahui
workability beton segar sebelum diterima dan diaplikasikan dalam pekerjaan pengecoran
yang dilakukan sebelum pekerjaan keluar dari Bacing palnt dan setelah sampai dilokasi
pekerjaan.
2.2 Beam Mould for Flexural Strength (RIGID) Crushing Machine
Pekerjaan ini merupakan pemeriksaan kuat tekan beton karena pekerjaan ini merupakan
pekerjaan Perkerasan beton yang dilakukan pemeriksaannya dilaboratorium dan disaksikan
oleh pengawas Pu, konsultan Pengawas kemudian untuk pengambilan sampel dilakukan per
60 m3 untuk satu sampel sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis.
2.3 Soil dan Aggregate Testing
Dalam pekerjaan ini pemeriksaan yang harus dilakukan terdiri dari :
- Grain size Analysis
- Field Density Test By sand Cone Methode
2.4 Bituminous Testing
Pemeriksaan ini terdiri dari :
- Marshall Asphalt Test
- Core Drill
3. Mobilisasi Lainnya
3.1 Pembuatan Job Mix Desigen / Job Mix Formula ( JMF )
Sebelum pekerjaan utama dilakukan terlabih dahulu dilaksanakan pengambilan sampel
bahan dari quary yang berada dilokasi setempat atau berdekatan dengan lokasi tersebut
diantaranya : batu, pasir, dan bahan timbunan pilihan selanjutnya dibawah kelaboratorium
untuk diperiksa sedemikian rupa sehingga dapat mengeluarkan hasil perbandingan
campuran yang nantinya dapat dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan proyek yang
disebut Job Mix Formula ( JMF )
3.2 Pertolongan pertama pada kecelakan P3K
Mengigat pekerjaan ini rentang dari kecelakaan kerja maka kontraktor dalam hal ini
penyedian harus mempersiapakan P3K untuk pertolongan pertama apabila terjadi
kecelakaan kerja.
3.3 Pengukuran Awal ( Shop Drawing )
Pekerjaan ini dilakukan setelah adanya kontrak antara kontraktor dengan penyedia dengan
kata lain PPK maka sebelum memulai pekerjaan harus dilakukan pengkuran awal ( shop
Drawing ) untuk memngetahui dan mencocokkan gambar rencana dan Rab yang ada dalam
kontrak.
3.4 Papan Proyek
Papan nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek tersebut dan
papan ini buat dengen ukuran 0.80 x 1.22 m yang disetujui direksi pekerjaan kemudian
mengunakan bahan yaitu : Balok kayu ( Tiang Ukuran 5/7 cm ), paku, triplex ( Tebal 4 mm
) dan dipasang di awal lokasi proyek.
3.5 Asbuil Drawing
Pekerjaan ini dilaksanakan apabila pekerjaan sudah selesai 100 % untuk pembayaran.
3.6 Dokumentasi dan Pelaporan
- Dokumentasi
Penyedia dalam hal ini kontraktor harus melakukan dokumentasi/foto pelaksaan setiap
pekerjaan yang dilaksanakan mulai dari 0%, 50% dan 100%. Setiap per 25 m
- Pelaporan
Penyedia harus rutin membuat pelaporan yang terdiri dari laporan harian, minggua dan
bulanan selama pelaksanaan pekerjaan, penyedia cukup menyerahkan laporan mingguan
ke direksi pekerjaan.
4. Demobilisasi
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan dilapangan dianggap selesai semua. Adapun
peralatan yang di demobilasasi yaitu :
- Dump Truk 3.5 m3 ( 7 Unit )
- Truk Mixer Aligator ( 3 Unit )
- Finisher ( 1 Unit )
- Tandem Roller ( 1 unit )
- Tire Roller dengan ( 1 Unit )
- Air Compresor ( 1 Unit )
- Vibratory Roller/Bomag 5 – 8 Ton ( 1 Unit )
- Motor Grede > 100 Hp ( 1 Unit )
- Generator Set ( 1 Unit )
- Water Tank Truk ( 1 Unit )
- Excavator ( 1 Unit )
2. MANAJEMEN DAN KESELAMATAN LALU LINTAS SMK3
2.1 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 )
2.1.1 Penyiapan RK3K terdiri dari :
- Pembuatan Manual, Prosedur, Instruksi Kerja, Ijin Kerja dan Formulir
- Pembuatan Kartu Identitas Pekerja (KIP)
2.1.2 Sosialisai dan Promosi K3 terdiri dari :
- Induksi K3 (Safety Induction); khusus untuk pekerja baru
- Pengarahan K3 (safety briefing): Pertemuan Keselamatan (Safety Talk dan/atau Tool
Box Meeting); setiap hari
- Pelatihan K3;
- Simulasi K3
- Spanduk (banner);
- Poster;
- Papan Informasi K3.
2.1.3 Alat pelindung diri terdiri atas
- Topi Pelindung (Safety Helmet);
- Pelindung Pernafasan dan Mulut (Masker);
- Sarung Tangan (Safety Gloves);
- Sepatu Keselamatan (Safety Shoes) ;untuk Staf
- Rompi Keselamatan (SafetyVest);
2.1.4 Asuransi dan perijinan terdiri atas
- BPJS Ketenagakerjaan Dan Kesehatan Kerja
2.1.5 Personil k3 terdiri atas
- Ahli K3
- Petugas P3K;
2.1.6 Fasilitas sarana keehatan
- Peralatan P3K( Kotak P3K, Tandu, Tabung Oksigen,Obat Luka, Perban,
- Ruang P3K (Tempat Tidur Pasien, Stetoskop,Timbangan Berat Badan, Tensi
Meter,dll);
2.1.7 Rambu – rambu terdiri atas
- Rambu Petunjuk;
- Rambu Larangan
- Rambu Peringatan;
- Rambu Kewajiban;
- Rambu Informasi;
- Rambu Pekerjaan Sementara;
- Tongkat Pengatur Lalu Lintas (Warning Lights Stick);
- Kerucut Lalu Lintas (Traffic Cone);
- Lampu Putar (RotaryLamp);
- Lampu Selang Lalu Lintas.
2.1.8 Lain- Lain Terkait Pengendalian Risiko K3
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR); 10Kg
- Sirine;
- Bendera K3;
- Jalur Evakuasi (Escape Route);
- Lampu Darurat (Emergency Lamp);
- Program Inspeksi Dan Audit Internal;
- Pelaporan dan Penyelidikan Insiden.
2.1.9 Peralatan dan Komonikasi
Pekerjaan ini alat yang digunakan adalan hendy ( token ) untuk pengaturan lalu lintas
dari dua arah.
2.1.10 Pekerja ( Plagma ) 2 Orang
Orang yang dipersiapkan untuk mengatur lalu lintas ( awal dan ujung lokasi pekerjaan )
2.1.11 Kordinator Pengatur 1 Orang
Orang yang disiapkan rekanan untuk mengkordinir pengatur lalu lintas.
2. Devisi 3 PEKERJAAN TANAH DAN GIOSINTETIK
1. Galian Biasa ( Pelebaran Beton )
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank dalam hal ini penentuan
kedalaman galian tanah yang digali oleh excavator Baik untuk galian Proteksi, abutmen duiker dan
Jembatan yang langsung dimuat ke dump truk dan diangkut keluar lokasi pekerjaan.
1.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
1.2 Peralatan
- Excavator
- Gerobak
- Linggis
- Sekop
2. Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan penyiapan badan jalan ini dilakukan pada awal pekerjaan dengan kata lain melakukan
pembersihan lapangan seperti pembersihan bahu jalan yang dilakukan dengan menggunakan Motor
Greder yang meratakan permukaan jalan kemudian melakukan pemadatan dengan menggunakan
Vobrator Roller dan sekelompok pekerajan membantu meratakan dengan mengunakan alat bantu,.
2.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
2.2 Peralatan
- Motor Greder
- Vibrator roller
- Gerobak
- Sekop
3. Devisi 5 PERKERSANA BERBUTIR DAN PERKERSAN BETON SEMEN
1. Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Lapisan pondasi Agregat Klas A, biasa kita kenal dengan LPA, digunakan sebagai lapis pondasi atas,
dilaksanakan menyebar sepanjang jalan yang dilebarkan
Persiapan :
- Pembuatan DMF (Design Mix Formula) dilaksanakan Laboratorium atau di UMPKL
Dinas Pekerjaan Umum setempat, bila dianjurkan oleh Direksi pengawas, contoh semua
jenis material diambil dari sumber quarry dengan lokasi sketsa terlampir, pengambilan
contoh material (batu, abu batu, pasir) dilaksanakan bersama-sama dengan Pengawas
Lapangan dan konsultan Pengawas.
- Setelah DMF selesai kontraktor akan membuat JMF (Job Mix Formula) di
Laboratorium Kontraktor itu sendiri, didampingi konsultan dan Direksi teknis.
- Penyediaan material di stock pile atau lokasi pengadukan khususnya pemecahan batu
dilaksanakan segera setelah hasil uji kekerasan memenuhi syarat, termasuk penyediaan
pasir.
- Percobaan pelaksanaan : menyangkut komposisi masing-masing jenis material
(mengacu JMF), tebal hamparan gembur sehingga dihasilkan tebal padat yang
disyaratkan (diketahui faktor gembur), kadar air optimal, jumlah lintasan pemadatan
sehingga dihasilkan kepadatan maksimal sesuai spesifikasi teknis. Hasil percobaan
pelaksanaan dilakukan pengujian : ketebalan (pengukuran manual), uji kepadatan (Sand
Cone), uji gradasi lapangan (analisa saringan) dan PI lapangan (atterberg) dan uji CBR
Lapangan (DCP).
- Staking-out, menentukan lebar dan tebal hamparan sebagai gambar rencana.
Pelaksanaan :
- Pengadukkan material LPA : dilaksanakan di stock pile (lokasi pengadukan) dengan
komposisi berdasarkan JMF dan hasil percobaan lapangan, pengadukan dilaksanakan
setiap maksimal ≤ 50 m3 agar menghasilkan campuran yang homogen, digunakan
peralatan excavator dan Wheel Loader.
- Material LPA diangkut dengan menggunakan dump truk, pemuatan menggunakan
wheel Loader, jarak hauling diatur sedemikian rupa (memeprhatikan faktor gembur dari
hasil percobaan pelaksanaan) sehingga penghamparan dapat dilaksanakan efektif dan
efisien.
- Penghamparan menggunakan Motor Grader, tebal hamparan sesuai hasil percobaan
pelaksanaan, dilaksanakan selebar rencana, perapian hamparan dilaksanakan dengan
tenaga manusia dengan peralatan sesuai keperluan lapangan. Selama proses
penghamparan dilakukan control kadar air, sehingga akan dihasilkan kadar air optimal
pada saat pemadatan dilaksanakan. Dimensi dan kelandaian permukaan dilaksanakan
sesuai dengan gambar rencana.
- Pemadatan menggunakan Vibrator Roller (berat 8-12 ton), dilaksanakan mulai dari
bagian yang rendah berangsur-angsur menuju bagian yang lebih tinggi, jumlah lintasan
sesuai dengan hasil percobaan pelaksanaan. Pemadatan dihentikan jika diyakini tercapai
kepadatan yang disyaratkan.
Pengujian dan pengukuran :
- Pengujian mutu : uji gradasi dan PI (di laboratorium), uji kepadatan (sand cone di
lapangan), uji CBR Lapangan (DCP).
- Pengukuran : dimensi (panjang, lebar dan tebal dilaksanakan secara manual), kelandaian
(menggunakan pesawat waterpass atau theodolit) dan kerataan permukaan
(menggunakan mistar ukur).
Pemeliharaan :
- Pemeliharaan menyangkut kerataan permukaan, keutuhan dan kekokohan dilaksanakan
sampai pekerjaan tahap selanjutnya (perkerasan dengan aspal) akan dilaksanakan,
sedemikian rupa sehingga dimensi, permukaan dan mutu LPA tetap sesuai spesifikasi
teknis.
2. Perkerasan Beton Semen
2.1 Pekerjaan awal
- Mempelajari gambar rencana dan Dokumen spsefikasi
- Pemahaman lebih dalam terhadap lokasi proyek, lajur dan kemiringan
- Peralatan dan organisasi kontraktor
- Penentuan tugas dan tanggung jawab
- Menentukan pengujian, pencatatan dan laporan yang diperlukan
2.2 Bahan
- Semua bahan harus diindentifikasi mengenai sumber, jumlah dan kesesuaian dengan
persyaratan, penanganan, penimbangan dan pembuangan bahan yang ditolak. Bahan tersebut
meliputi :
- Semen
- Agregat
- Air
- Bahan tambah
- Tulangan, ruji dan bahan pengikat
- Material perawatan beton
- Bahan sambungan
2.3 Perbandingan campuran
- Pengujian agregat meliputi gradasi, berat jenis, penyerapan, kadar lempung
- Data perencanaan campuran meliputi kadar semen, proporsi agregat, air, rongga udara,
kelecakan dan kekuatan
- Volume takaran meliputi ukuran takaran, berat material dalam takaran dan koreksi kadar
air agregat
2.4 Unit penakaran/penimbangan meliputi
- Pemeriksaan peralatan untuk menimbang dan mengukur semen, agregat, air dan bahan tambah
- Pemeriksaan peralatan untuk penanganan material, pengangkut dan skala timbangan
2.5 Unit pencampuran
- Lama waktu pencampuran Proses perhitungan waktu dimulai ketika Bacthing Plant sudah
mulai pencampuran atau Mixing beton, kondisi plastis hilang pada 1.5 sampai 2.5 jam setelah
mixing beton, jadi waktu total yang dijadikan untuk acuan untuk final setting adalah 3 sampai 4
jam dan adapun jarak dari Bacthing Plant sampai lokasi pekerjaan kurang lebih 30 km.
- Pemeriksana peralatan pencampuran, lama waktu pencampuran, alat pengatur waktu dan
penghitungan jumlah takaran sebelum pengecoran beton semen
- Acuan : kecocokan acuan, alinyemen, kemiringan dan ruji
- Tanah dasar : kerataan, pemeriksaan permukaan akhir dan kadar air
- Sambungan muai : bahan sambungan, lokasi, alinyemen, dudukan dan ruji
2.6 Pembetonan
- Persiapan meliputi bahan, perlengkapan peralatan, tenaga kerja dan bahan pelindung cuaca
- Pencampuran meliputi jenis peralatan, konsistensi, kadar udara, pemisahan butir (segregasi)
dan keterlambatan
- Pengangkutan meliputi batas waktu, pengecekan pemisahan butir dan perubahan konsistensi
- Pengecoran meliputi penempatan adukan, pemisahan butir, kelurusan dan kerataan, lingkungan,
pengteksturan dan perapihan tepi
- Pembentukan sambungan susut meliputi pembentukan sambungan, alinyemen, perapihan
tepi dan pemeriksaan permukaan sambungan
2.7 Setelah pembetonan
- Waktu pembongkaran acuan, kerusakan agar dihindari
- Perawatan meliputi metode, peralatan dan bahan, keseragaman, waktu mulai perawatan dan
lama waktu perawatan
- Perlindungan meliputi beton basah, hujan, lalu-lintas, cuaca dingin, cuaca panas dan pencatatan
temperature
- Sambungan yang digergaji meliputi peralatan, temperatur, bahan penutup, pembersihan
sambungan dan penutup
- Pemeriksaan permukaan meliputi kelurusan dan kerataan, perbaikan atau penggantian
2.8 Pengujian beton semen
- Campuran beton basah, pengujian kelecakan (dengan slump) dan kadar udara
- Pengujin kekuatan, pengambilan contoh, pembuatan benda uji, penyimpanan dan perawatan
benda uji, pengujian kuat tekan, pengujian kuat tarik lentur, pengambilan contoh inti dan
penggergajian perkerasan untuk pengujian kuat tarik lentur.
Adapun tenaga dan peralatan serta bahan yang digunakan :
a. Tenaga
1. Pelaksana
2. Mandor / Kepala tukang
3. Pekerja biasa
b. Bahan
1. Semen
2. Agregat Kasar ( Batu pecah )
3. Agregat Halus ( Pasir beton )
4. Air
5. Bekisting ( Papan )
6. Besi ( Untuk pembesian )
c. Peralatan
1. Mobil Mixer
2. Excavator
3. Water Tank Truk
4. Sekop
5. Cangkul
6. Concrete Vibro
7. Papan Gosok
8. Pembengkok besi
9. Gergaji
4. Devisi 6 PERKERASAN ASPAL
1. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair / Emulsi
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah melakukan pembersihan lokasi dengan menggunakan
kompresor, lapis resap pengikat harus dihampar diatas permukaan pondasi agregat kelas A, bahan
lapis resap pengikat aspal cair / Emulsi diencerkan dengan minyak tanah ( krosen ) proporsi
perbandingan campuran sebagaiman yang tertera dalan Dokumen Spesifikasi dan atau petunjuk
direksi / pengawas lapangan.
Lapis resap pengikat hanya dikerjakan pada suhu permukaan jalan yang kering atau sedikit lembab.
1.1. Tenaga
- Pekerja biasa
- Mandor
1.2. Bahan
- Aspal Cair / Emulsi
- Minyak Tanah / Krosen
1.3. Peralatan
- Kompresor
- Mobil Sprayer
2. Lapis Perekat - Aspal Cair / Emulsi
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah pembersihan lokasi pekerjaan dengan menggunakan
Kompresor. Lapis perekat ini dihampar diatas aspal lama dan pelebaran beton dilaksankan kemudian
bahan yang digunakan untuk lapis perekat di encerkan dengan minyak tanah ( krosen ) dan proporsi
perbandingan campuran sebagaimana yang tertera dalam Dokumen Spesifikasi teknis dan atau
petunjuk direksi / pengawas lapangan.
2.1 Tenaga
- Pekerja biasa
- Mandor
2.2 Bahan
- Aspal Cair / Emulsi
- Minyak Tanah / Krosen
2.3 Peralatan
- Kompresor
- Mobil Sprayer
3. Laston Lapis Aus (AC-WC)
Tahapan untuk pekerjaan ini harus sudah selesai tahapan pekerjaan sebelumnya yang dilaksanakan
dan sudah mendapat persetujuan dari direksi, konsultan pengawas dan pengawas lapangan.
Pekerjaan ini mencakup pekerjaan penghamparan, pemadatan diatas permukaan jalan yang telah
disiapkan sesuai dengan persyaratan, kemudian aspal dihampar pada jalan yang telah selesai dilapisi
lapis resap pengikat dan lapis perekat yang disebut Prime Coat material yang digunakan sesuai
dengan Dokumen spesifikasi. Material aspal diangkut dari AMP dengan mengunakan mobil Dump
Truk diisi dan ditutup dengan menggunakan terpal agar suhu pada aspal tersebut sesuai suhu yang
diinginkan sampai dilokasi pekerjaan. Setelah sampai dilokasi pekerjaan dump truk, tungkang aspal
tersebut ke Finisher untuk melakukan penghamparan kemudian pelaksana, pengawas dan direksi
melakukan pengecakan suhu dan ketebalan aspal pada saat penghamparan yang disesuai dengan
Dokumen spesifikasi teknis. Setelah dilakukan penghamparan alat yang digunakan untuk pemadatan
yaitu :
Tandem Roller
Tandem roller melakukan pemadatan setelah dilakukan penghamparan aspal dengan melihat
kondis suhu aspal yang sudah turun tempratur 125 derajat sesius, dan dilakukan beberapa
kali lintasan sesuai dengan hasil trial compectian untuk masing – masing jenis lampiran
perkerasan.
Tire Roller
Pekerjaan ini dilakukan setelah penggilasan Tandem roller kemudian dilakukan lagi dengan
meggunakan Tire Roller dan dilakukan beberapa kali passing sesuai sfesifikasi teknis dan
petunjuk direksi / konsultan pengawas.
a. Tenaga
Pekerja biasa
Pelaksana / Mandor
b. Peralatan
Aspal Mixing Plant ( AMP )
Genset
Dump Truk
Tandem Roller
Tire Roller
Wheel Loader
Water Tank Truk
Agregat yang digunakan adalah sesuai dengan hasil pengujian laboratorium ( Sesuai dengan Job Mix
Design ) yang telah ditentukan sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis.
Dasar perhitungan untuk analisa harga satuan.
Asumsi
Menggunakan alat berat ( Secara mekanik )
Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
Kondisi exsisting jalan : Rusak dan peningkatan
Jarak rata – rata Base Camp kelokasi pekerjaan.
Prosedur pelaksanaan
Wheel loader memuat aggregat dan asphalt ke dalam Cold bin AMP
Mobil Dump truk mengangkut Aspal kelokasi pekerjaan.
Finisher menghampar aspal yang sudah ada dilokasi pekerjaan
Tandem Roller dan Tire Roller melakukan pemadatan sesuai dengan lintasan masing
– masing yang sesuai dengan hasil trial compaction.
4. Laston Lapis Aus (AC-BC)
Tahapan untuk pekerjaan ini harus sudah selesai tahapan pekerjaan sebelumnya yang dilaksanakan
dan sudah mendapat persetujuan dari direksi, konsultan pengawas dan pengawas lapangan.
Pekerjaan ini mencakup pekerjaan penghamparan, pemadatan diatas permukaan jalan yang telah
disiapkan sesuai dengan persyaratan, kemudian aspal dihampar pada jalan yang telah selesai dilapisi
lapis resap pengikat dan lapis perekat yang disebut Prime Coat material yang digunakan sesuai
dengan Dokumen spesifikasi teknis. Material aspal diangkut dari AMP dengan mengunakan mobil
Dump Truk diisi dan ditutup dengan menggunakan terpal agar suhu pada aspal tersebut sesuai suhu
yang diinginkan sampai dilokasi pekerjaan. Setelah sampai dilokasi pekerjaan dump truk tungkang
aspal tersebut ke Finisher untuk melakukan penghamparan kemudian pelaksana, pengawas dan
direksi melakukan pengecakan suhu dan ketebalan aspal pada saat penghamparan yang disesuai
dengan spesifikasi teknis. Setelah dilakukan penghamparan alat yang digunakan untuk pemadatan
yaitu :
Tandem Roller
Tandem roller melakukan pemadatan setelah dilakukan penghamparan aspal dengan melihat
kondis suhu aspal yang sudah turun tempratur 125 derajat sesius, dan dilakukan beberapa
kali lintasan sesuai dengan hasil trial compectian untuk masing – masing jenis lampiran
perkerasan.
Tire Roller
Pekerjaan ini dilakukan setelah penggilasan Tandem roller kemudian dilakukan lagi dengan
meggunakan Tire Roller dan dilakukan beberapa kali passing sesuai sfesifikasi teknis dan
petunjuk direksi / konsultan pengawas.
4.1 Tenaga
Pekerja biasa
Pelaksana / Mandor
4.2 Peralatan
Aspal Mixing Plant ( AMP )
Genset
Dump Truk
Tandem Roller
Tire Roller
Wheel Loader
Water Tank Truk
Agregat yang digunakan adalah sesuai dengan hasil pengujian laboratorium ( Sesuai dengan Job Mix
Design ) yang telah ditentukan sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis.
Dasar perhitungan untuk analisa harga satuan.
Asumsi
Menggunakan alat berat ( Secara mekanik )
Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
Kondisi exsisting jalan : Rusak dan peningkatan
Jarak rata – rata Base Camp kelokasi pekerjaan.
Prosedur pelaksanaan
Wheel loader memuat aggregat dan asphalt ke dalam Cold bin AMP
Mobil Dump truk mengangkut Aspal kelokasi pekerjaan.
Finisher menghampar aspal yang sudah ada dilokasi pekerjaan
Tandem Roller dan Tire Roller melakukan pemadatan sesuai dengan lintasan masing
– masing yang sesuai dengan hasil trial compaction.
5. Devisi 8 RESERVASI JEMBATAN
1. Marka Jalan Termoplastik
Pemasangan Marka jalan sangan penting sekali untuk meningkatakan kenyamanan dan keamanan
dalam berkendara, ketika jalan sempit dengan lalulintas padat, keberadaan marka jalan sangan
membantu sekali agar pengendara tetap berada dijalunya masing-masing. Manfaat keberadaan marka
jalan juga dapat kita rasakan ketika kita berkendara pada ruas satu jalaur dengan dua arah.
Selain itu Ketika hujan deras keberadaan marka jalanlah yang membatu pengendara agar tetap pada
jalurnya masing. berikut tahapan-tahapan pelaksanaan pekerjaan marka jalan.:
1. Pengadaan Bahan dan Alat
- Ajukan persetujuan material sesuai gambar dan speksifikasi.
- Cek dan amati ulang kesiapan alat.
- Cat yang digunakan berwarna putih atau kuning seperti dalam gambar dan memenuhi
spesifikasi
- Setelah jenis material yang akan digunakan disetujui secara tertulis, lakukan pengadaan
material dengan jumlah sesuai kebutuhan.
2. Permohonan Ijin Design Sesuai Gambar
- Ajukan gambar shopdrawing sesuai design rencana.
- Setelah gambar shopdrawing disetujui secara tertulis, segera lakukan pekerjaan persiapan
marka jalan.
3. Pekerjaan Persiapan
- Sebelum penandaan atau pengecatan dilakukan, pastikan bahwa permukaan perkerasan jalan
bersih, kering, dan bebas dari bahan yang berminyak dan debu.
- Untuk pembersihan perkerasan dengan marka jalan lama, dilakukan dengan grit blasting
(pengausan dengan bahan berbutir halus) agar tidak menghalangi kelekatan lapisan cat baru
4. Pengecatan Marka Jalan
- Pastikan penandaan marka jalan pada permukaan perkerasan dengan dimensi dan penempatan
yang presisi.
- Pengecatan dilakukan dengan mesin yang mampu menghasilkan suatu lapisan yang rata dan
seragam dengan tebal minimum 1,5 mm dan dengan suhu 204 – 218 °C.
- Taburkan segera Butiran kaca (glass bead) diatas permukaan cat, kadar 450 gram/m2.
- Lindungi marka yang masih basah dari lalu lintas sampai marka tersebut kering dan bisa
untuk dilalui.
Pinrang, Februari 2023
Pejabat Pembuat Komitmen