| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0014938054802000 | Rp 9,683,634,317 | - | |
| 0664170115825000 | Rp 9,456,789,000 | Gugur pada tahapan evaluasi teknis karena peserta (CV. MITRA KONSTRUKSI), setelah diadakan klarifikasi teknis, menyampaikan personel pelaksana lapangan pekerjaan jembatan yang sama dengan personel pelaksana lapangan pekerjaan jembatan yang disampaikan oleh PT. IDAMAN DUTA MANDIRI, hasilnya personel tersebut ditempatkan pada PT. IDAMAN DUTA MANDIRI sehingga personel yang ditawarkan oleh CV. MITRA KONSTRUKSI tidak dapat dinilai, hal ini diatur pada dokumen pemilihan angka 32.4.d; Apabila menawarkan personel yang sama untuk beberapa tender yang diikuti dan dalam evaluasi memenuhi persyaratan pada masing-masing tender, maka hanya dapat ditetapkan sebagai pemenang pada 1 (satu) tender paket pekerjaan setelah dilakukan klarifikasi untuk menentukan personel tersebut akan ditempatkan, sedangkan untuk tender lainnya dinyatakan personel tidak ada dan dinyatakan gugur; Peserta tidak dapat memperlihatkan bukti invoice asli atau bukti penguasaan alat dari pemilik alat pada saat klarifikasi teknis. | |
| 0020087847802000 | Rp 8,681,565,018 | Gugur pada tahapan evaluasi teknis karena Pengalaman kerja atau Riwayat hidup yang disampaikan tidak dapat dihitung sebagai suatu pengalaman. | |
| 0020088969802000 | - | - | |
| 0969711894803000 | - | - | |
| 0030125033802000 | - | - | |
| 0027222942802000 | - | - | |
| 0743314361802000 | - | - | |
CV Millenindo | 07*2**5****01**0 | - | - |
PT Indo Trans Konstruksi | 08*8**7****07**0 | - | - |
PT Gunung Baja Permata | 09*1**9****35**0 | - | - |
| 0027232750432000 | - | - | |
| 0709752612801000 | - | - | |
| 0010716181058000 | - | - | |
CV Nirwana Rahma Makmur | 09*9**6****01**0 | - | - |
| 0764349668802000 | - | - | |
Indo Royal Construction | 08*4**4****02**0 | - | - |
| 0433003530813000 | - | - | |
PT Artama Anugrah Konstruksi | 09*4**9****67**0 | - | - |
| 0811785823802000 | - | - | |
| 0022644686802000 | - | - | |
CV Karya Muchvi Persada | 0020327938801000 | - | - |
| 0317446185802000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG
DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
Jln. Lasinrang No. 26 Pinrang
DOKUMEN METODE PELAKSANAAN JALAN
PENGGUNA ANGGARAN :
SATKER/SKPD : DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
KABUPATEN PINRANG
NAMA KPA : HAMIRUDDIN, ST
NAMA KEGIATAN : PENINGKATAN JEMBATAN JALAN POROS LETTA –
KARIANGO KECAMATAN LEMBANG
1. Peningkatan Jembatan Sungai Barani Kec. Lembang
2. Peningkatan Jembatan Sungai Laduang Kec. Lembang
3. Peningkatan Jematan Sungai Kajarang Kec. Lembang
4. Peningkatan Jematan Sungai Sikking Kec. Lembang
5. Peningkatan Jematan Sungai Jambatang Kec. Lembang
6. Peningkatan Jematan Sungai Jambu Kec. Lembang
TAHUN ANGGARAN 2023
METODE PELAKSANAAN
Lingkup Pekerjaan :
1. Devisi 1 UMUM
1.2 Mobilisasi
1.8.(1 ) Manajemen dan Keselamatan Lalu lintas dan SMK3
2. Devisi 3 PEKERJAAN TANAH DAN GIOSINTETIK
3.1. Galian Batu ( Sayap Jembatan Proteksi dan Cattingan Pembentukan Opritan )
3.1.( 4 ) Galian Struktur dengan kedalaman 0 - 4 meter
3.2.(1a )Timbunan Biasa dari sumber galian
3.2.(2a )Timbunan Pilihan dari sumber galian
3. Devisi 5 PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
5.3. ( 1a ) Perkerasan Beton Semen ( Badan Jalan untuk Opritan )
4. Devisi 7 STRUKTUR
7.1 (5) Beton mutu sedang fc’=30 Mpa ( Gelagar, Diafragma dan Plat Lantai Jembatan )
7.1 (6) Beton mutu sedang fc’= 25 Mpa ( Abutmen Jembatan + Plat Injak )
7.1 (8) Beton mutu rendah fc’= 15 MPa ( Tiang sandaran )
7.1 (10) Beton Siklop fc’=15 Mpa ( Lantai Kerja )
7.3 (1) Baja Tulangan U 24 Polos
7.3 (3) Baja Tulangan U 32 Ulir
7.9.(1) Pasangan Batu
7.11.(6) Expansion Joint Tipe Baja Bersudut
7.13.(1) Sandaran (Railing)
7.14.(1) Papan Nama Jembatan
Semua item – item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis dan
menurut Volume pekerjaan yang tersedia dalam daftar kuantitas dan harga.
1. Devisi 1 UMUM
1. PEKERJAAN MOBILISASI
1. Pekerjaan peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
1. Concrete Mixer 0.3 – 0.6 m3 ( 1 Unit )
2. Dump Truk 3.5 m3 ( 2 Unit )
3. Truk Mixer Aligator ( 1 Unit )
4. Excavator 80 – 140 HP ( Briker ) ( 1 Unit )
5. Water Tank Truk ( 1 Unit )
6. Generator Set ( 1 Unit )
7. Conrete Vibrator ( 1 Unit )
8. Water Pump 70-100 mm ( 1 Unit )
9. Dozer ( 1 Unit )
2. Mobilisasi fasilitas Laboratirium
1. Slump cone
Slump pada dasarnya merupakan salah satu pengetesan sederhana untuk mengetahui
workability beton segar sebelum diterima dan diaplikasikan dalam pekerjaan pengecoran
yang dilakukan.
2. Beam Mould for Flexural Strength (RIGID) Crushing Machine
Pekerjaan ini merupakan pemeriksaan kuat tekan beton karena pekerjaan ini merupakan
pekerjaan Perkerasan beton yang dilakukan pemeriksaannya dilaboratorium dan disaksikan
oleh pengawas Pu, konsultan Pengawas kemudian untuk pengambilan sampel dilakukan per
60 m3 untuk satu sampel sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis.
3. Mobilisasi Lainnya
1. Pembuatan Job Mix Desigen / Job Mix Formula ( JMF )
Sebelum pekerjaan utama dilakukan terlabih dahulu dilaksanakan pengambilan sampel
bahan dari quary yang berada dilokasi setempat atau berdekatan dengan lokasi tersebut
diantaranya : batu, pasir, dan bahan timbunan pilihan selanjutnya dibawah kelaboratorium
untuk diperiksa sedemikian rupa sehingga dapat mengeluarkan hasil perbandingan
campuran yang nantinya dapat dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan proyek yang
disebut Job Mix Formula ( JMF )
2. Pertolongan pertama pada kecelakan P3K
Mengigat pekerjaan ini rentang dari kecelakaan kerja maka kontraktor dalam hal ini
penyedian harus mempersiapakan P3K untuk pertolongan pertama apabila terjadi
kecelakaan kerja.
3. Pengukuran Awal ( Shop Drawing )
Pekerjaan ini dilakukan setelah adanya kontrak antara kontraktor dengan penyedia dengan
kata lain PPK maka sebelum memulai pekerjaan harus dilakukan pengkuran awal ( shop
Drawing ) untuk memngetahui dan mencocokkan gambar rencana dan Rab yang ada dalam
kontrak.
4. Papan Proyek
Papan nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek tersebut dan
papan ini buat dengen ukuran 0.80 x 1.22 m yang disetujui direksi pekerjaan kemudian
mengunakan bahan yaitu : Balok kayu ( Tiang Ukuran 5/7 cm ), paku, triplex ( Tebal 4 mm
) dan dipasang di awal lokasi proyek.
5. Asbuil Drawing
Pekerjaan ini dilaksanakan apabila pekerjaan sudah selesai 100 % untuk pembayaran.
6. Dokumentasi dan Pelaporan
- Dokumentasi
Penyedia dalam hal ini kontraktor harus melakukan dokumentasi/foto pelaksaan setiap
pekerjaan yang dilaksanakan mulai dari 0%, 50% dan 100%.
- Pelaporan
Penyedia harus rutin membuat pelaporan yang terdiri dari laporan harian, minggua dan
bulanan selama pelaksanaan pekerjaan, penyedia cukup menyerahkan laporan mingguan
ke direksi pekerjaan.
4. Demobilisasi
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan dilapangan dianggap selesai semua. Adapun
peralatan yang di demobilasasi yaitu :
1. Concrete Mixer 0.3 – 0.6 m3 ( 1 Unit )
2. Dump Truk 3.5 m3 ( 2 Unit )
3. Truk Mixer Aligator ( 1 Unit )
4. Excavator 80 – 140 HP ( Briker ) ( 1 Unit )
5. Water Tank Truk ( 1 Unit )
6. Generator Set ( 1 Unit )
7. Conrete Vibrator ( 1 Unit )
8. Water Pump 70-100 mm ( 1 Unit )
9. Dozer ( 1 Unit )
2. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI ( SMKK )
2.1 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 )
2.1.1 Penyiapan RK3K terdiri dari :
- Pembuatan Manual, Prosedur, Instruksi Kerja, Ijin Kerja dan Formulir
- Pembuatan Kartu Identitas Pekerja (KIP)
2.1.2 Sosialisai dan Promosi K3 terdiri dari :
- Induksi K3 (Safety Induction); khusus untuk pekerja baru
- Pengarahan K3 (safety briefing): Pertemuan Keselamatan (Safety Talk dan/atau Tool
Box Meeting); setiap hari
- Pelatihan K3;
- Simulasi K3
- Spanduk (banner);
- Poster;
- Papan Informasi K3.
2.1.3 Alat pelindung diri terdiri atas
- Topi Pelindung (Safety Helmet);
- Pelindung Pernafasan dan Mulut (Masker);
- Sarung Tangan (Safety Gloves);
- Sepatu Keselamatan (Safety Shoes) ;untuk Staf
- Rompi Keselamatan (SafetyVest);
2.1.4 Asuransi dan perijinan terdiri atas
- BPJS Ketenagakerjaan Dan Kesehatan Kerja
2.1.5 Personil k3 terdiri atas
- Ahli K3
- Petugas P3K;
2.1.6 Fasilitas sarana keehatan
- Peralatan P3K( Kotak P3K, Tandu, Tabung Oksigen,Obat Luka, Perban,
- Ruang P3K (Tempat Tidur Pasien, Stetoskop,Timbangan Berat Badan, Tensi
Meter,dll);
2.1.7 Rambu – rambu terdiri atas
- Rambu Petunjuk;
- Rambu Larangan
- Rambu Peringatan;
- Rambu Kewajiban;
- Rambu Informasi;
- Rambu Pekerjaan Sementara;
- Tongkat Pengatur Lalu Lintas (Warning Lights Stick);
- Kerucut Lalu Lintas (Traffic Cone);
- Lampu Putar (RotaryLamp);
- Lampu Selang Lalu Lintas.
2.1.8 Lain- Lain Terkait Pengendalian Risiko K3
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR); 10Kg
- Sirine;
- Bendera K3;
- Jalur Evakuasi (Escape Route);
- Lampu Darurat (Emergency Lamp);
- Program Inspeksi Dan Audit Internal;
- Pelaporan dan Penyelidikan Insiden.
2. Devisi 3 PEKERJAAN TANAH DAN GIOSINTETIK
1. Galian Batu ( Sayap Jembatan Proteksi dan Cattingan Pembentukan Opritan )
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank dalam hal ini penentuan kedalaman
galian tanah yang digali oleh excavator dan tenaga manusia yang langsung dimuat ke dump truk dan
diangkut keluar lokasi pekerjaan.
1.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
1.2 Peralatan
- Excavator
- Gerobak
- Linggis
- Sekop
2. Galian Struktur dengan kedalaman 0 - 4 meter
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank dalam hal ini penentuan
kedalaman galian tanah yang digali oleh excavator dan tenaga manusia yang langsung dimuat ke
dump truk dan diangkut keluar lokasi pekerjaan.
2.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
2.2 Peralatan
- Excavator
- Gerobak
- Linggis
- Sekop
3. Timbunan Biasa dari Sumber galian
Timbunan yang di klasifikasi sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang
memenuhi semua ketentuan diatas level timbunan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat –
sifat tertentu yang tergantung dari maksud penggunaannya, seperti yang diperintahkan atau disetujui
oleh direksi pekerjaan, Tenaga teknis serta konsultan pengawas dalam segala hal, seluruh timbunan
pilihan harus bila diuji sesuai dan memiliki CBR Paling sediki 10 % setelah 4 hari perendaman dan
bila dipadat sampai 100 % kepadatan kering maksimun.
- Pekerjaan timbunan Pilihan ( Bahu dan proteksi ) dikerjakan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Pengankutan material
Material diambil dari quary ( yang disetujui direksi ) kemudian diangkut dengan
menggunakan alat yaitu Wheel Loader yang menaikkan timbunan pilihan ke damp truk
kemudian damp truk mengankut kelokasi pekerjaan.
2. Penghamparan material
Setelah material / timbunan pilihan sudah sampai dilokasi pekerjaan dihampar dengan
menggunakan alat Dozer dan merapikannya.
3. Pemadatan
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah material ada dilokasi pekerjaan yang sudah dihampar
dengan menggunakan Dozer kemudian digilas dengan menggunakan alat vibrator roller
adapun tata cara penggilasannya harus berdasarkan dengan Dokumen spesifikasi.
3.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
3.2 Bahan
- Timbunan Pilih yang sesuai dengan Dokumen spesifikasi.
3.3 Peralatan
- Loader
- Dump Truk
- Motor Greder
- Vibrator roller
- Gerobak
- Sekop
4. Timbunan Biasa dari Sumber galian
Timbunan yang di klasifikasi sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang
memenuhi semua ketentuan diatas level timbunan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat –
sifat tertentu yang tergantung dari maksud penggunaannya, seperti yang diperintahkan atau disetujui
oleh direksi pekerjaan, Tenaga teknis serta konsultan pengawas dalam segala hal, seluruh timbunan
pilihan harus bila diuji sesuai dan memiliki CBR Paling sediki 10 % setelah 4 hari perendaman dan
bila dipadat sampai 100 % kepadatan kering maksimun.
- Pekerjaan timbunan Pilihan ( Bawah Jalan Beton ) dikerjakan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Pengankutan material
Material diambil dari quary ( yang disetujui direksi ) kemudian diangkut dengan
menggunakan alat yaitu Wheel Loader yang menaikkan timbunan pilihan ke damp truk
kemudian damp truk mengankut kelokasi pekerjaan.
2. Penghamparan material
Setelah material / timbunan pilihan sudah sampai dilokasi pekerjaan dihampar dengan
menggunakan alat Dozer dan merapikannya.
3. Pemadatan
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah material ada dilokasi pekerjaan yang sudah dihampar
dengan menggunakan Dozer kemudian digilas dengan menggunakan alat vibrator roller
adapun tata cara penggilasannya harus berdasarkan dengan Dokumen spesifikasi.
4.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
4.2 Bahan
- Timbunan Pilih yang sesuai dengan Dokumen spesifikasi.
4.3 Peralatan
- Loader
- Dump Truk
- Motor Greder
- Vibrator roller
- Gerobak
- Sekop
3. Devisi 5 PERKERSANA BERBUTIR DAN PERKERSAN BETON SEMEN
1. Perkerasan Beton Semen ( Opritan dan Badan Jalan )
1.1 Pekerjaan awal
- Mempelajari gambar rencana dan Dokumen spsefikasi
- Pemahaman lebih dalam terhadap lokasi proyek, lajur dan kemiringan
- Peralatan dan organisasi kontraktor
- Penentuan tugas dan tanggung jawab
- Menentukan pengujian, pencatatan dan laporan yang diperlukan
1.2 Bahan
- Semua bahan harus diindentifikasi mengenai sumber, jumlah dan kesesuaian dengan
persyaratan, penanganan, penimbangan dan pembuangan bahan yang ditolak. Bahan tersebut
meliputi :
- Semen
- Agregat
- Air
- Bahan tambah
- Tulangan, ruji dan bahan pengikat
- Material perawatan beton
- Bahan sambungan
1.3 Perbandingan campuran
- Pengujian agregat meliputi gradasi, berat jenis, penyerapan, kadar lempung
- Data perencanaan campuran meliputi kadar semen, proporsi agregat, air, rongga udara,
kelecakan dan kekuatan
- Volume takaran meliputi ukuran takaran, berat material dalam takaran dan koreksi kadar
air agregat
1.4 Unit penakaran/penimbangan meliputi
- Pemeriksaan peralatan untuk menimbang dan mengukur semen, agregat, air dan bahan tambah
- Pemeriksaan peralatan untuk penanganan material, pengangkut dan skala timbangan
1.5 Unit pencampuran
- Lama waktu pencampuran Proses perhitungan waktu dimulai ketika Pekerjaan sudah mulai
pencampuran atau Mixing beton, kondisi plastis hilang pada 1.5 sampai 2.5 jam setelah mixing
beton, jadi waktu total yang dijadikan untuk acuan untuk final setting adalah 3 sampai 4 jam.
- Pemeriksana peralatan pencampuran, lama waktu pencampuran, alat pengatur waktu dan
penghitungan jumlah takaran sebelum pengecoran beton semen
- Acuan : kecocokan acuan, alinyemen, kemiringan dan ruji
- Tanah dasar : kerataan, pemeriksaan permukaan akhir dan kadar air
- Sambungan muai : bahan sambungan, lokasi, alinyemen, dudukan dan ruji
1.6 Pembetonan
- Persiapan meliputi bahan, perlengkapan peralatan, tenaga kerja dan bahan pelindung cuaca
- Pencampuran meliputi jenis peralatan, konsistensi, kadar udara, pemisahan butir (segregasi)
dan keterlambatan
- Pengangkutan meliputi batas waktu, pengecekan pemisahan butir dan perubahan konsistensi
- Pengecoran meliputi penempatan adukan, pemisahan butir, kelurusan dan kerataan, lingkungan,
pengteksturan dan perapihan tepi
- Pembentukan sambungan susut meliputi pembentukan sambungan, alinyemen, perapihan
tepi dan pemeriksaan permukaan sambungan
1.7 Setelah pembetonan
- Waktu pembongkaran acuan, kerusakan agar dihindari
- Perawatan meliputi metode, peralatan dan bahan, keseragaman, waktu mulai perawatan dan
lama waktu perawatan
- Perlindungan meliputi beton basah, hujan, lalu-lintas, cuaca dingin, cuaca panas dan pencatatan
temperature
- Sambungan yang digergaji meliputi peralatan, temperatur, bahan penutup, pembersihan
sambungan dan penutup
- Pemeriksaan permukaan meliputi kelurusan dan kerataan, perbaikan atau penggantian
1.8 Pengujian beton semen
- Campuran beton basah, pengujian kelecakan (dengan slump) dan kadar udara
- Pengujin kekuatan, pengambilan contoh, pembuatan benda uji, penyimpanan dan perawatan
benda uji, pengujian kuat tekan, pengujian kuat tarik lentur, pengambilan contoh inti dan
penggergajian perkerasan untuk pengujian kuat tarik lentur.
Adapun tenaga dan peralatan serta bahan yang digunakan :
a. Tenaga
1. Pelaksana
2. Mandor / Kepala tukang
3. Pekerja biasa
b. Bahan
1. Semen
2. Agregat Kasar ( Batu pecah )
3. Agregat Halus ( Pasir beton )
4. Air
5. Bekisting ( Papan )
6. Besi ( Untuk pembesian )
c. Peralatan
1. Mobil Mixer
2. Excavator
3. Water Tank Truk
4. Sekop
5. Cangkul
6. Concrete Vibro
7. Papan Gosok
8. Pembengkok besi
9. Gergaji
1. Devisi 7 STRUKTUR
7.1 (5) Beton mutu sedang fc’=30 Mpa ( Gelagar, Diafragma dan Plat Lantai Jembatan )
Beton mutu sedang pada pekerjaan ini digunakan untuk pada lantai jembatan.Sebelum
melaksanakan pekerjaan ini, penyedia jasa harus menyerahkan JMF dan JMD campuran beton
kepada Konsultan Pengawas atau Direksi Lapangan.Agregat beton fc’30MPa dicampur sesuai
dengan komposisinya agregat kasar, pasir beton, semen dicampur sesuai komposisi mix design
yang disetujui oleh direksi lapangan dan konsultan pengawas, kemudian dicampur dengan air
secukupnya. Campuran beton mutu sedang fc’ 30MPa kemudian diangkut dengan truck mixer ke
lokasi pengecoran.Sebelum pengecoran dimulai perlu diperhatikan lahan, bekisting dan
pembesian
lantai jembatan telah terpasang atau siap dengan baik sesuai gambar rencana pada dokumen
kontrak. Selama proses pengecoran sekelompok pekerja membantu merapikan dan memadatkan
dengan concrete vibrator.
Selain itu juga perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1. Penyedia jasa harus mengirimkan rancangan campuran mix desain untuk mutu betonyang akan
digunakan sebelum pekerjaan beton dimulai.
2. Penyedia jasa harus mengirim gambar detail untuk seluruh perancah/bekesting yangakan
digunakan dan harus memperoleh persetujuan direksi lapangan.
3. Acuan kerja atau bekesting dari kayu balok dan multilplex 12 mm, pembuatan bekesting sesuai
dengan gambar rencana dilaksanakan oleh tukang dan pekerja dibawah arahan mandor dan
pelaksana.
4. Acuan harus dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.
5. Kayu yang tidak diserut permukaannya tidak dapat digunakan untuk permukaan betonyang
terexpos.
6. Lapis beton struktur mutu sedang fc’ 30 MPa dicampur sesuai dengan mix desain yang telah
disepakati bersama.
7. Persetujuan atau proporsi bahan pokok campuran harus didasarkan pada percobaan campuran
(trial mix) yang dibuat oleh penyedia jasa dan disetujui oleh konsultan pengawas dan direksi
lapangan.
8. Material pasir beton, semen, agregat kasar dimasukkan dengan menggunakan Excavator kedalam
Mixer kemudian campuran material tersebut diangkut kelokasi pekerjaan.
9. Pengangkutan beton struktur mutu sedang fc’ 30 MPa dengan menggunakan truckmixer atau
penghantar jenis agitator (penggoyang bolak - balik) dan harus mampu menuangkan beton
dengan konsistensi adukan yang diisyaratkan.
10. Setelah pembesian struktur selesai, maka bekesting dapat dibuat sesuai dengan gambar rencana.
11. Sebelum memulai pengecoran seluruh kotoran yang berada dalam bekesting harus dibersihkan.
12. Beton harus dicor sedemikian rupa sehingga terhindar dari segregasi partikel kasar danhalus dari
campuran beton harus dicor dalam cetakan tidak boleh melampaui 1 meterdari tempat awal kerja.
13. Beton tidak boleh jatuh bebas kedalam cetakan dengan ketinggian lebih dari 150 cm.
14. Beton harus dipadatkan dengan pengetar mekanis/Concrete Vibrator, penggetar harus dibatasi
waktu penggunaannya, sehingga menghasilkan pemadatan yang diperlukantanpa menyebabkan
terjadinya segregasi pada agregat.
15. Beton mutu sedang fc’ 30 MPa harus segera dirawat, setelah finishing selesai
seluruhpermukaan disemprot air merata kontinyu, dan kondisi kelembaban dijaga agar
tetapselama masa perawatan. Penyemprotan air dengan mengguanakan water tanker truck dan di
tutup dengan karung goni atau curing compound.
A. Bahan / Material:
1. Semen
2. Pasir
3. Agregat Kasar
4. Kayu Perancah/Multiplex
5. Paku
B. Peralatan:
1. Truck Mixer
2. Water Tanker Truck
3. Concrete Vibrator
4. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Pekerja
7.1 (6) Beton mutu sedang fc’= 25 Mpa ( Abutmen Jembatan + Plat Injak )
Beton mutu sedang f’c 25 Mpa digunakan pada Abutment. Sebelum melaksanakan pekerjaan ini,
penyedia jasa harus menyerahkan JMF dan JMD campuran beton kepada Konsultan Pengawas atau
Direksi Lapangan. Agregat beton fc’ 25 MPa dicampur sesuai dengan komposisinya agregat kasar,
pasir beton, semen dicampur sesuai komposisi mix design yang disetujui oleh direksi lapangan dan
konsultan, kemudian dicampur dengan air secukupnya. Campuran beton mutu sedang fc’ 25MPa
kemudian diangkut dengan truck mixer ke lokasi pengecoran. Sebelum pengecoran dimulai bekisting
sudah terpasang dengan baik sesuai gambar dokumen kontrak. Selama pengecoran sekelompok
pekerja membantu merapikan dan memadatkan dengan concrete vibrator
Selain itu juga perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
1. Penyedia jasa harus mengirimkan rancangan campuran mix desain untuk mutu betonyang akan
digunakan sebelum pekerjaan beton dimulai.
2. Penyedia jasa harus mengirim gambar detail untuk seluruh perancah/bekesting yangakan
digunakan dan harus memperoleh persetujuan direksi pekerjaan.
3. Acuan kerja atau bekesting dari kayu balok dan multilplex 12 mm, pembuatanbekesting sesuai
dengan gambar rencana dilaksanakan oleh tukang dan pekerja dibawah arahan mandor dan
pelaksana.
4. Acuan harus dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.
5. Kayu yang tidak diserut permukaannya tidak dapat digunakan untuk permukaan beton yang
terexpos.
6. Lapis beton struktur mutu sedang fc’25 MPa dicampur sesuai dengan mix desain yang telah
disepakati bersama.
7. Persetujuan atau proporsi bahan pokok campuran harus didasarkan pada percobaan campuran
(trial mix) yang dibuat oleh penyedia jasa dan disetujui oleh konsultan dandireksi lapangan.
8. Material pasir beton, semen, agregat kasar dimasukkan dengan menggunakan Excavator
dimasukkan ke dalam truck mixer.
9. Pengangkutan beton struktur mutu sedang fc’ 10 MPa dengan menggunakan truck mixer atau
penghantar jenis agitator (penggoyang bolak - balik) dan harus mampu menuangkan beton
dengan konsistensi adukan yang diisyaratkan.
10. Setelah pembesian struktur selesai, maka bekesting dapat dibuat sesuai dengan gambar rencana.
11. Sebelum memulai pengecoran seluruh kotoran yang berada dalam bekesting harus dibersihkan.
12. Beton harus dicor sedemikian rupa sehingga terhindar dari segregasi partikel kasar dan halus dari
campuran beton harus dicor dalam cetakan tidak boleh melampaui 1 meterdari tempat awal kerja.
13. Beton tidak boleh jatuh bebas kedalam cetakan dengan ketinggian lebih dari 150 cm..
14. Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis/Concrete Vibrator, penggetar harus dibatasi
waktu penggunaannya, sehingga menghasilkan pemadatan yang diperlukan tanpa menyebabkan
terjadinya segregasi pada agregat.
15. Beton mutu sedang fc’25 MPa harus segera dirawat, setelah finishing selesai seluruh permukaan
disemprot air merata kontinyu, dan kondisi kelembaban dijaga agar tetapselama masa perawatan.
Penyemprotan air dengan mengguanakan water tanker truck dan ditutup dengan karung goni atau
curing compound
A. Bahan / Material:
1. Semen
2. Pasir
3. Agregat Kasar
4. Kayu Perancah/Multiplex
5. Paku
B. Peralatan:
1. Concrete Pan Mixer/Batching Plant
2. Truck Mixer
3. Water Tanker Truck
4. Concrete Vibrator
5. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Pekerja
7.1 (8) Beton mutu rendah fc’= 15 MPa ( Tiang sandaran )
Beton mutu sedang f’c 15 Mpa digunakan pada dinding dan trotoar jembatan. Sebelum melaksanakan
pekerjaan ini, penyedia jasa harus menyerahkan JMF dan JMD campuran beton kepada Konsultan
Pengawas atau Direksi Lapangan.Agregat beton fc’15 MPa dicampur sesuai dengan komposisinya
agregat kasar, pasir beton, semen dicampur sesuai komposisi mix design yang disetujui oleh direksi
lapangan dan konsultan, kemudian dicampur dengan air secukupnya. Campuran beton mutu sedang
fc’ 15 MPa. Sebelum pengecoran dimulai bekisting sudah terpasang dengan baik sesuai gambar
dokumen kontrak. Selama pengecoran sekelompok pekerja membantu merapikan dan memadatkan
dengan concrete vibrator.
Selain itu juga perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
1. Penyedia jasa harus mengirimkan rancangan campuran mix desain untuk mutu beton yang akan
digunakan sebelum pekerjaan beton dimulai.
2. Penyedia jasa harus mengirim gambar detail untuk seluruh perancah/bekesting yang akan
digunakan dan harus memperoleh persetujuan direksi pekerjaan.
3. Acuan kerja atau bekesting dari kayu balok dan multilplex 12 mm, pembuatan bekesting sesuai
dengan gambar rencana dilaksanakan oleh tukang dan pekerja dibawah arahan mandor dan
pelaksana.
4. Acuan harus dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.
5. Kayu yang tidak diserut permukaannya tidak dapat digunakan untuk permukaan betonyang
terexpos.
6. Lapis beton struktur mutu sedang fc’15 MPa dicampur sesuai dengan mix desain yang telah
disepakati bersama.
7. Persetujuan atau proporsi bahan pokok campuran harus didasarkan pada percobaan campuran
(trial mix) yang dibuat oleh penyedia jasa dan disetujui oleh konsultan dan direksi lapangan.
8. Material pasir beton, semen, agregat kasar dimasukkan ke Moleng dan diaduk sedemikian rupa
sehingga membentuk adunan yang sesuai dengan spesifikasi yang ada.
9. Setelah pembesian struktur selesai, maka bekesting dapat dibuat sesuai dengan gambar rencana.
10. Sebelum memulai pengecoran seluruh kotoran yang berada dalam bekesting harus dibersihkan.
11. Beton harus dicor sedemikian rupa sehingga terhindar dari segregasi partikel kasar dan halus dari
campuran beton harus dicor dalam cetakan tidak boleh melampaui 1 meter dari tempat awal kerja.
12. Beton tidak boleh jatuh bebas kedalam cetakan dengan ketinggian lebih dari 150 cm.
13. Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis/Concrete Vibrator, penggetar harus dibatasi
waktu penggunaannya, sehingga menghasilkan pemadatan yang diperlukan tanpa menyebabkan
terjadinya segregasi pada agregat.
A. Bahan / Material:
1. Semen
2. Pasir
3. Agregat Kasar
4. Kayu Perancah/Multiplex
5. Paku
B. Peralatan:
1. Moleng
2. Water Tanker Truck
3. Concrete Vibrator
4. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Pekerja
7.1 (10) Beton Siklop fc’= 15 Mpa ( Lantai Kerja )
Beton mutu rendah f’c10 Mpa digunakan pada lantai kerja. Sebelum melaksanakan pekerjaan ini,
penyedia jasa harus menyerahkan JMF dan JMD campuran beton kepada Konsultan Pengawas atau
Direksi Lapangan. Agregat beton fc’10 MPa dicampur sesuai dengan komposisinya agregat kasar,
pasir beton, semen dicampur dalam concrete pan mixer sesuai komposisi mix design yang disetujui
oleh direksi lapangan dan konsultan, kemudian dicampur dengan air secukupnya. Campuran
beton mutu rendah fc’ 10MPa kemudian diangkut dengan truck mixer ke lokasi pengecoran. Sebelum
pengecoran dimulai bekisting sudah terpasang dengan baik sesuai gambar dokumen kontrak. Selama
pengecoran sekelompok pekerja membantu merapikan dan memadatkan dengan concrete vibrator
Selain itu juga perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
1. Penyedia jasa harus mengirimkan rancangan campuran mix desain untuk mutu beton yang akan
digunakan sebelum pekerjaan beton dimulai.
2. Penyedia jasa harus mengirim gambar detail untuk seluruh perancah/bekesting yang akan
digunakan dan harus memperoleh persetujuan direksi pekerjaan.
3. Acuan kerja atau bekesting dari kayu balok dan multilplex 12 mm, pembuatan bekesting sesuai
dengan gambar rencana dilaksanakan oleh tukang dan pekerja dibawah arahan mandor dan
pelaksana.
4. Acuan harus dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.
5. Kayu yang tidak diserut permukaannya tidak dapat digunakan untuk permukaan beton yang
terexpos.
6. Lapis beton Siklop fc’15 MPa dicampur di Concrete Pan Mixer sesuai dengan mix desain yang
telah disepakati bersama.
7. Persetujuan atau proporsi bahan pokok campuran harus didasarkan pada percobaan campuran
(trial mix) yang dibuat oleh penyedia jasa dan disetujui oleh konsultan dandireksi lapangan.
8. Material pasir beton, semen, agregat kasar dimasukkan ke Concrete Pan Mixer dengan
menggunakan Excavator kemudian campuran material tersebut dimasukkan ke dalam truck
mixer.
9. Setelah pembesian struktur selesai, maka bekesting dapat dibuat sesuai dengan gambar rencana.
10. Sebelum memulai pengecoran seluruh kotoran yang berada dalam dekesting harus dibersihkan.
11. Beton harus dicor sedemikian rupa sehingga terhindar dari segregasi partikel kasar dan halus dari
campuran beton harus dicor dalam cetakan tidak boleh melampaui 1 meter dari tempat awal kerja.
12. Beton tidak boleh jatuh bebas kedalam cetakan dengan ketinggian lebih dari 150 cm.
13. Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis/Concrete Vibrator, penggetar harus dibatasi
waktu penggunaannya, sehingga menghasilkan pemadatan yang diperlukan tanpa menyebabkan
terjadinya segregasi pada agregat.
14. Beton Siklop fc’ 15 MPa harus segera dirawat, setelah finishing selesai seluruh permukaan
disemprot air merata kontinyu, dan kondisi kelembaban dijaga agar tetapselama masa
perawatan. Penyemprotan air dengan mengguanakan water tanker truck dan ditutup dengan
karung goni atau curing compound
A. Bahan / Material:
1. Semen
2. Pasir
3. Agregat Kasar
4. Kayu Perancah/Multiplex
5. Paku
B. Peralatan:
1. Concrete Pan Mixer
2. Water Tanker Truck
3. Concrete Vibrator
4. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Pekerja
7.2 (1) Baja Tulangan U 24 Polos
Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai dengan spesifikasi dan
gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh konsultan pengawas dan direksi lapangan.
1. Baja beton U-24 polos diangkut ke lokasi kerja selanjutnya dipotong sesuai dengan gambar
rencana, kemudian dirakit dan diikat dengan kawat bendrat atau kawat beton
2. Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan lumpur,kotoran,
kerak, dan lain-lain.
3. Tulangan harus ditempatkan akurat sesuai dengan gambar dan dengan kebutuhanselimut beton
minimum yang diisyaratkan
4. Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat pengikat.
A. Bahan / Material:
1. Baja Tulangan U-24
2. Kawat Bendrat (Pengikat)
B. Peralatan:
1. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Tukang Besi
7.3 (3) Baja Tulangan U 32 Ulir
Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai dengan spesifikasi dan
gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh konsultan dan direksi lapangan.
1. Baja beton U 32 diangkut ke lokasi kerja selanjutnya dipotong sesuai dengan gambar rencana,
kemudian dirakit dan diikat dengan kawat bendrat atau kawat beton
2. Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan lumpur,kotoran,
kerak, dan lain-lain.
3. Tulangan harus ditempatkan akurat sesuai dengan gambar dan dengan kebutuhan selimut beton
minimum yang diisyaratkan
4. Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat pengikat
A. Bahan / Material:
1. Baja Tulangan U-32
2. Kawat Bendrat (Pengikat)
B. Peralatan:
1. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Tukang Besi
7.9 (1) Pasangan Batu
Pasangan batu biasa digunakan pada struktur dinding penahan, tembok pada kepala gorong-
gorong, lantai gorong-gorong, pekerjaan pelindung lainnya pada lereng. Dalam Hal ini pasangan
batu pada pelaksanaan pekerjaan ini berperan sebagai talud.
Uraian pelaksanaanya ialah,
1. Dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia .
2. Bahan diterima di lokasi pekerjaan.
3. Semen, Pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan menggunakan
concretemixer, air diambil dengan menggunakan wáter tanker.
4. Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum dipasang.
5. Pasang benang pada sisi luar profil sesuai dengan hasil pengukuran dan gambar rencana.
6. Landasan dari adukan baru paling sedikit 3 cm tebalnya harus dipasang pada pondasi yang
disiapkan sesaat sebelum penempatan masing masing batu pada lapisan pertama.
7. Batu besar pilihan harus digunakan untuk lapis dasar dan pada sudut sudut. perhatianharus
diberikan untuk menghindar pengelompokan batu yang ukuran sama.
8. Batu harus dipasang dengan muka yang terpanjang mendatar dan muka yang tampakharus
dipasang sejajar dengan muka dinding dari batu yang terpasang.
9. Dinding dari pasangan batu harus dilengkapi dengan sulingan. Kecuali ditunjuk lain
padagambar atau diperintahkan oleh direksi lapangan, lubang sulingan harus ditempatkan
dengan jarak antar tidak lebih dari 2m dari sumbu satu ke sumbu yang lain dan
harus berdiameter 50mm.
10. Melakukan penyelesaian dan perapian setelah pemasangan oleh sekelompok pekerja.
A. Bahan / Material:
1. Batu Kali/Gunung
2. Semen
3. Pasir
B. Peralatan:
1. Concrete Mixer
2. Water Tanker
3. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Tukang Batu
3. Pekerja
7.11 (6) Expansion Joint Tipe Baja Bersudut
Item Expansion Joint Tipe baja bersudut dipasang di antara plat lantai dan platinjak, dipasang
untuk meredam surut dan muai beton dan juga mengalihkan beban. Ada beberapa hal perlu
diperhatikan dalam pekerjaan ini, antara lain :
1. Lokasi sambungan pelaksanaan harus ditunjukkan dalam gambar rencana, dan tidak
ditempatkan pada pertemuan elemen struktur,
2. Tidak boleh ada sambungan konstruksi pada tembok sayap,
3. Sambungan konstruksi harus tegak lurus terhadap sumbu memanjang dan diletakkanpada
gaya geser minimum,
4. Pada sambungan vertikal, baja tulangan harus menerus melewati sambungan agarstruktur
tetap monolit,
5. Untuk pelat, untuk luas pelat minimum 40 m2 boleh diletakkan sambungan konstruksi dengan
dimensi maksimum tidak lebih dari 1,2 x dimensi yang lebih kecil
6. Boleh digunakan bonding agent untuk pelekatan sambungan konstruksi seiizin konsultan
pengawas atau direksi lapangan,
7. Tidak diperkenankan adanya sambungan konstruksi pada daerah air asin pada tempat 75 cm
di bawah muka air tertinggi atau 75 cm di atas muka air terendah.
A. Bahan / Material:
1. Elastomer/Logam
2. Bahan Pengisi/Filler/Beton/Aspal Sealent
3. Sealent (Penutup)
B. Peralatan:
1. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Pekerja
7.13 (1) Sandaran (Railing)
Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan, fabrikasi dan pemasangan sandaran baja untuk jembatan dan
pekerjaan lainnya seperti galvanisasi, pengecatan, tiang sandaran, pelat dasar, baut pemegang, dan
sebagainya, sebagaimana yang ditunjukkan dalam Gambar atau diperintahkan oleh Direksi
Pekerjaan dan memenuhi Spesifikasi ini
Kontraktor harus menyerahkan gambar kerja untuk disetujui Direksi Pekerjaan untuk setiap jenis
sandaran baja yang akan dipasang. Fabrikasi tidak boleh dimulai sebelum gambar kerja
disetujui.Kontraktor harus menyerahkan sertifikat pabrik pembuat sandaran baja yang
menunjukkan mutu baja, pengelasan, dan sebagainya
A. Bahan / Material:
1. Pipa D : 3 Inchi Galvanised
B. Peralatan:
1. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Pekerja Besi
7.14 (1) Papan Nama Jembatan
Papan Nama Jembatan dipasang secara manual menggunakan alat bantu dan menggunakan adukan
semen sebagai perekat. setelah itu, Finishing dengan membersihkan papan
A. Bahan / Material:
1.Marmer
2.Adukan Semen
B. Peralatan:
1. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2.Pekerja
Pinrang, Maret 2023
Pejabat Pembuat Komitmen
HAMIRUDDIN, ST
Nip. 19660505 200212 1 003| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 19 November 2015 | Penggantian Jbt..S.Appabatu,cs | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 19,363,100,000 |
| 13 February 2018 | Pembangunan Fasilitas Rumdis Korem 142/Tatag Mamuju Kodam Xiv/Hsn | Kementerian Pertahanan | Rp 13,128,756,000 |
| 14 March 2018 | Konsolidasi Pembangunan Permukiman Transmigrasi Sp2 Tammajannang | Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI | Rp 7,619,500,000 |
| 13 February 2018 | Pembangunan Fasilitas Gedung Korem 142/Tatag Mamuju Kodam Xiv/Hsn | Kementerian Pertahanan | Rp 7,250,892,000 |
| 8 January 2020 | Pemb. Rumdis Kodim Mamasa | Kementerian Pertahanan | Rp 6,664,896,000 |
| 29 July 2015 | Peningkatan Jalan Poros Kimtrans Tandeallo Ulumanda (4.700 M) | Rp 5,986,220,000 | |
| 1 August 2016 | Pembangunan Bangunan Atas (Rangka Baja) Jembatan Bamba Kec. Batulappa | Agency LPSE Pinrang | Rp 5,046,625,000 |
| 7 February 2019 | Pemb. Gedung Ajenrem 142/Tatag (Paket 1) | Kementerian Pertahanan | Rp 4,764,368,000 |
| 5 February 2019 | Pemb. Gedung Denhubrem 142/Tatag (Paket 1) | Kementerian Pertahanan | Rp 4,764,368,000 |
| 9 August 2022 | Renovasi Ruang Icu Rs Tk II Pelamonia Makassar Ta. 2022. | Kementerian Pertahanan | Rp 4,500,000,000 |