| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0722567674802000 | Rp 399,896,946 | - | |
| 0019498807802000 | - | - | |
| 0531825065802000 | Rp 399,997,956 | Dokumen penawaran teknis tidak lengkap (tidak ada daftar peralatan utama, tidak ada daftar personel managerial dan dokumen rencana keselamatan konstruksi) | |
| 0751841370802000 | - | - | |
| 0701712705802000 | - | - | |
| 0724767199802000 | - | - | |
| 0026165431802000 | - | - | |
Indo Royal Construction | 08*4**4****02**0 | - | - |
| 0937103034804000 | - | - | |
| 0752375386803000 | - | - | |
| 0750092280802000 | - | - | |
| 0020087847802000 | - | - |
1
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEMBANGUNAN JEMBATAN
LINGKUP PEKERJAAN
DIVISI 1. UMUM
1. Mobilisasi
2. Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas
DEVISI 3. PEKERJAAN TANAH
1. Galian Biasa
2. Timbunan Biasa dari Sumber galian
3. Timbunan Pilihan dari Sumber Galian
DEVISI 7. STRUKTUR
1. Beton mutu sedang fc’= 20 MPa untuk Bahu Jalan
2. Beton mutu rendah fc’= 10 Mpa ( Lantai Kerja )
3. Pasangan Batu
4. Baja Tulangan U 24
5. Baja Tulangan U 32
6. Sandaran (Railing)
7. Papan Nama Jembatan
8. Pembongkaran Pasangan Batu
9. Pembongkaran Jembatan Kayu
10. Deck drain
11. Pipa Drainase Baja diameter 75 mm
5
PEKERJAAN TANAH
1. Galian Biasa
Sebelum melaksanakan galian perlu dilakukan pengukuran guna penentuan patok-patok dan
titik elevasi serta arah galian. Galian untuk Pondasi sepanjang sisi jalan yang dikerjakan.
Penggalian dilakukan dengan cara Manual.
Perlu Diperhatikan :
1. Lokasi pembuangan hasil galian ditunjukkan oleh direksi lapangan, seluruh bahan galian
dibuang dan diratakan agar tidak terjadi dampak lingkungan yang mungkin terjadi.
2. Elevasi galian dasar yang telah selesai dikerjakan tidak boleh berbeda lebih dari 3 cm dari yang
ditentukan atau yang disetujui pada setiap titik, untuk menjamin aliran yang bebas dan tanpa
genangan bilamana alirannya kecil.
3. Apabila terdapat pekerjaan stabilisasi timbunan atau pekerjaan galian tersebut harus direlokasi
agar tidak menggangu aliran air, relokasi yang demikian harus disetujui terlebih dahulu oleh
direksi lapangan.
• Bahan / Material:
1. Tidak ada
• Peralatan:
2. Linggis
3. Skop
4. Gerobak
5. Alat Bantu
• Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Pekerja
a. Uraian Kerjaan
1. Tanah yang dipotong umumnya berada disisi jalan
2. Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator
3. Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil galian kedalam Dump Truck
4. Dump Truck membuang material hasil galian keluar lokasi jalan sejauh yang sudah ditentukan
2. Timbunan Biasa dari Sumber galian
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan tanah
atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, untuk penimbunan kembali galian
pipa atau struktur dan untuk timbunan umum yang diperlukan untuk membentuk dimensi
timbunan sesuai dengan garis, kelandaian, dan elevasi penampang melintang yang disyaratkan
atau disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
a. Tujuan
Untuk mendapatkan hasil Pekerjaan Timbunan dari tanah galian yang baik yang memenuhi
syarat standar mutu sebagai berikut :
a. Permukaan bidang timbunan dipadatkan terlebih dahulu dengan nilai kepadatan yang
sudah ditentukan (sesuai spesifikasi)
b. Bahan Timbunan (hasil galian) memenuhi syarat (misalnya bebas dari material organis
kotoran, akar, rumput top soil)
c. Bahan Timbunan yang dipergunakan telah disetujui (Approval) oleh Klien ataupun project
manager
Page. 5
6
d. Dilakukan test kepadatan dari bahan timbunan di laboratorium mekanika tanah untuk
diadakan acuan test kepadatan di lapangan.
e. Dilakukan trial embankment, sehingga didapatkan hasil dengan peralatan yang
dipergunakan nilai kepadatan dari timbunan tersebut (misalnya jumlah lintasan untuk
pemadatan dengan compactor yang dipergunakan).
b. Ruang Lingkup
Prosedur ini berlaku di area kerja Proyek.
c. Penanggung Jawab
- Project Manager
- Site Manager
- QA/QC
- Supervisor
d. Peralatan
1. Excavator
2. Dump Truck
3. Motor Grader
4. Vibro Roller
5. Water tank truck
e. Uraian Kerjaan
Persiapan
a. Siapkan peralatan (Gerobak, Dump Truck) yang cukup, dan dalam kondisi baik.
b. Siapkan peralatan pembantu (Linggis, Cangkul, dll) yang cukup
c. Siapkan lokasi pekerjaan yang akan ditimbun dengan urutan sebagai berikut :
Kupas/stripping permukaan tanah yang akan ditimbun dengan ketebalan sesuai
spesifikasi (± 20 cm)
Padatkan tanah sesudah dikupas/stripping sehingga diperoleh permukaan dengan
kepadatan sesuai spesifikasi.
Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pekerjaan Pengukuran
Ukur elevasi permukaan tanah sebelum dilakukan pekerjaan kupasan (kondisi 0%)
Ukur elevasi permukaan tanah setelah dilakukan kupasan.
Ukur elevasi top permukaan tanah setelah pekerjaan timbunan selesai kondisi 100%
Dilakukan monitoring pekerjaan timbunan layer demi layer (Max 30 cm)
b. Pelaksanaan Pekerjaan Timbunan
c. Bahan timbunan dihampar dengan Bulldozer sesuai dengan patok pembatas / koridor
rencana kontruksi bangunan (misalnya tanggul badan jalan dan lain-lain) sesuai
dengan Design Drawing(Gambar Desain).
d. Maximum tebalnya hamparan sesuai dengan ketentuan (misalnya tebal timbunan per
layer = 30 cm / kondisi loose)
e. Padatkan hamparan timbunan yang sudah rata dengan compactor (apabila diperlukan
permukaan tanah disiram dengan air)
f. Apabila diperlukan selama hamparan, dilakukan pembersihan kotoran (misalnya akar dan
lain-lain), dari bahan timbunan dengan tenaga kerja khusus.
g. Diadakan test kepadatan timbunan di lapangan dengan acuan data dari test kepadatan
laboratorium
h. Dilakukan penimbunan kembali (setelah tes kepadatan memenuhi syarat) layer demi
layer, sampai didapat top elevasi permukaan tanah yang ditentukan.
i. Hasil Trial Embankment merupakan ketentuan untuk patokan pelaksanaan pekerjaan
timbunan tersebut
Akhir Pekerjaan
a. Parkirkan semua alat berat di tempat yang datar dan aman.
Page. 6
7
b. Pastikan semua komponen dalam posisi aman dan terkunci.
c. Parkirkan dump truck di tempat yang telah ditentukan dan pasanglah pengganjal roda
terutama bila diparkir di tempat miring.
d. Jangan meninggalkan kunci didalam kendaraan/alat berat.
e. Taruh kembali peralatan pembantu ditempat yang aman yang telah ditentukan.
3. Timbunan Pilihan dari Sumber galian
Timbunan pilihan akan digunakan sebagai lapis penopang (capping layer) untuk
meningkatkan daya dukung tanah dasar, juga digunakan di daerah saluran air dan lokasi serupa
dimana bahan yang plastis sulit dipadatkan dengan baik. Timbunan pilihan dapat juga digunakan
untuk stabilisasi lereng atau pekerjaan pelebaran timbunan jika diperlukan lereng yang lebih
curam karena keterbatasan ruangan, dan untuk pekerjaan timbunan lainnya dimana kekuatan
timbunan adalah faktor yang kritis. Hal yang perlu diperhatikan.
• Sebelum penghamparan timbunan pada setiap tempat, semua bahan yang tidak diperlukan
harus dibuang.
• Timbunan harus ditempatkan ke permukaan yang telah disiapkan dan disebar dalam lapisan yang
merata yang bila dipadatkan akan memenuhi toleransi tebal lapisan yang disyaratkan. Bilamana
timbunan dihampar lebih dari satu lapis, lapisan-lapisan tersebut sedapat mungkin dibagi rata
sehingga sama tebalnya.
• Tanah timbunan umumnya diangkut langsung dari lokasi sumber bahan ke permukaan yang telah
disiapkan pada saat cuaca cerah dan disebarkan. Penumpukan tanah timbunan untuk persediaan
biasanya tidak diperkenankan, terutama selama musim hujan.
• Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan, setiap lapis harus dipadatkan dengan
peralatan pemadat yang memadai dan disetujui sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan.
• Pemadatan timbunan tanah harus dilaksanakan hanya bilamana kadar air bahan berada dalam
rentang 3 % di bawah kadar air optimum sampai 1 % di atas kadar air optimum. Kadar air
optimum harus didefinisikan sebagai kadar air pada kepadatan kering maksimum yang diperoleh
bilamana tanah dipadatkan sesuai dengan SNI 03-1742-1989.
a. RUANG LINGKUP
Prosedur ini berlaku di area kerja Proyek.
b. PENANGGUNG JAWAB
- Project Manager
- Site Manager
- QA/QC
- Supervisor
c. Bahan / Material :
• Bahan pilihan
Peralatan:
1. Wheel Loader
2. Tandem
Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Pekerja
Page. 7
8
DEVISI 7. PEKERJAAN STRUKTUR
a. Pasangan Batu
Pekerjaan ini meliputi pembuatan proteksi dan abutment, dengan pasangan batu mortar
dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi dan sesuai dengan garis ketinggian, kelandaian dan
ukuran sebagaimana tertera dalam gambar atau perintah direksi pekerjaan.
Urutan Kerja :
f. Dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia.
g. Bahan diterima dilokasi pekerjaan.
h. Semen, Pasir dan air dicampur dan diaduk menjadi mortar dengan menggunakan concrete
mixer.
i. Batu gunung/batu kali dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum dipasang.
j. Pasang patok bantu untuk memasang profil, profil dipasang pada setiap ujung Saluran.
k. Pasang benang pada sisi luar profil sesuai dengan hasil pengukuran dan gambar rencana.
l. Siapkan adukan untuk melekatkan batu-batu tersebut, menurut perbandingan campuran
mortar pasir dan semen dan perbandingan batu dan mortar (mengacu pada Buku Spesifikasi
Pasal S12.04).
m. Pasang batukali/batu gunung dengan adukan sesuai ketinggian benang. Usahakan bidang
luar pasangan tersebut rata.
n. Melakukan penyelesaian dan perapian serta pelesteran dengan mortar setelah pemasangan
pondasi bahu saluran
o.
p. Bentuk dan ukuran saluran pasangan batu dengan mortar, sesuai dengan yang termuat dalam
gambar rencana.
Gambar. Pekerjaan Pasangan Batu
• Bahan / Material:
a. Batu Belah
b. Pasir
c. Semen
d. Pipa PVC
• Peralatan:
3. Conc. Mixer
4. Water Tanker
Page. 8
9
5. Alat Bantu
Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Tukang Batu
3. Pekerja
Plesteran tebal 1 cm, dengan mortar tipe S (setara campuran 1 PC:3 PP)
• Lingkup Pekerjaan :
a. Termasuk dalam pekerjaan plester dinding ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-
bahan, peralatan termasuk alat-alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk
melaksanakan pekerjaan plesteran, sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang bermutu baik.
b. Pekerjaan plesteran dinding dikerjakan pada permukaan dinding bagian dalam dan luar
serta seluruh detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar.
• Syarat-syarat Bahan :
a. Semen portland harus memenuhi peraturan bahan NI-8 (dipilih dari satu produk untuk seluruh
pekerjaan)
b. Pasir harus memenuhi peraturan bahan NI-3 pasal 14 ayat 2
c. Air harus memenuhi peraturan bahan NI-3 pasal 10
d. Penggunaan adukan plesteran :
Adukan 1Pc : 3Psr, dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya.
Adukan 1Pc : 4 Psr, dipakai untuk seluruh plesteran dinding lainnya.
.
a. Syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan :
1). Plesteran dilaksanakan sesuai standar spesifikasi dari bahan yang digunakan sesuai
dengan petunjuk dan persetujuan Direksi, dan persyaratan tertulis dalam Uraian dan Syarat
Pekerjaan ini.
2). Pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan bilamana pekerjaan bidang beton atau pasangan
dinding batu bata telah disetujui oleh Direksi sesuai Uraian Syarat Pekerjaan yang tertulis
dalam buku ini.
3). Dalam melaksanakan pekerjaan ini, harus mengikuti semua petunjuk dalam gambar arsitektur
terutama dalam gambar detail dan gambar potongan mengenai ukuran tebal / tinggi / peil dan
bentuk profilnya.
4). Campuran aduk perekat yang dimaksud adalah campuran dalam volume, cara
pembuatannya menggunakan mixer selama 3 menit dan memenuhi persyaratan sebagai berikut
:
Untuk bidang kedap air, beton, pasangan dinding batu bata yang berhubungan dengan
udara luar, dan semua pasangan batu bata di bawah permukaan tanah sampai ketinggian
30 cm dari permukaan lantai dan 150 cm dari permukaan lantai toilet dan daerah basah
lainnya dipakai adukan plesteran 1 pc : 2 pasir.
Untuk bidang lainnya diperlukan plesteran campuran 1 pc : 4 pasir.
Plesteran halus (acian) dipakai campuran pc dan air sampai mendapatkan
campuran yang homogen, acian dapat dikerjakan sesudah plesteran berumur 8 hari
(kering benar).
Semua jenis aduk perekat tersebut di atas harus disiapkan sedemikian rupa
sehingga selalu dalam keadaan baik dan belum mengering.
Diusahakan agar jarak waktu pencampuran aduk perekat tersebut dengan
pemasangannya tidak melebihi 30 menit terutama untuk adukan kedap air.
5). Pekerjaan plesteran dinding hanya diperkenankan setelah selesai pemasangan instalasi
pipa listrik dan plumbing untuk seluruh bangunan.
Page. 9
10
6). Untuk Beton sebelum diplester permukaannya harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting dan
kemudian diketrek (scrath) terlebih dahulu dan semua lubang-lubang bekas pengikat
bekisting atau form tie harus tertutup aduk plester.
7). Untuk bidang pasangan dinding batu bata dan beton bertulang yang akan difinish dengan
cat dipakai plesteran halus (acian di atas permukaan plesteran).
8). Semua bidang yang akan menerima bahan (finishing) pada permukaannya diberi alur-alur garis
horizontal atau diketrek (scrath) untuk memberi ikatan yang lebih baik terhadap bahan
finishingnya.
9). Pasangan kepala plesteran dibuat pada jarak 1 m, dipasang tegak dan menggunakan keping-
keping playwood setebal 9 mm untuk patokan keratan bidang.
10). Ketebalan plesteran harus mencapai ketebalan permukaan dinding / kolom yang dinyatakan
dalam gambar, atau sesuai peil-peil yang diminta gambar. Tebal plesteran minimum 2,5
cm, jika ketebalan melebihi 2,5 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan
memperkuat daya lekat dari plesterannya pada bagian pekerjaan yang diijinkan Direksi.
11). Untuk setiap permukaan bahan yang berbeda jenisnya yang bertemu dalam satu bidang datar,
harus diberi nat (tali air) dengan ukuran lebar 0,7 cm dalamnya 0,5 cm, kecuali bila ada
petunjuk lain di dalam gambar.
12). Untuk permukaan yang datar, harus mempunyai toleransi lengkung atau cembung bidang
tidak melebihi 5 mm untuk setiap jarak 2 m. Jika melebihi, kontraktor berkewajiban
memperbaikinya dengan biaya atas tanggungan Kontraktor.
13). Kelembaban plesteran harus dijaga sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu
tiba-tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi
dari terik panas matahari langsung dengan bahan – bahan penutup yang bisa mencegah
penguapan air secara cepat.
14). Jika terjadi keretakan sebagai akibat pengeringan yang tidak baik, plesteran harus dibongkar
kembali dan diperbaiki sampai dinyatakan dapat diterima oleh Direksi dengan biaya atas
tanggungan Kontraktor.
15). Selama 7 (tujuh) hari setelah pengacian selesai Kontraktor harus selalu menyiram dengan
air, sampai jenuh sekurang-kurangnya 2 kali setiap hari.
16). Selama pemasangan dinding batu bata / beton bertulang belum finish, Kontraktor
wajib memelihara dan menjaganya terhadap kerusakan-kerusakan dan pengotoran bahan
lain. Setiap kerusakan yang terjadi menjadi tanggung jawab Kontraktor dan wajib diperbaiki.
17). Tidak dibenarkan pekerjaan finishing permukaan dilakukan sebelum plesteran berumur lebih
dari 2 (dua) minggu.
2. Beton mutu rendah fc’= 10 Mpa ( Trotoar )
Beton mutu sedang pada pekerjaan ini digunakan untuk pada lantai jembatan.Sebelum
melaksanakan pekerjaan ini, penyedia jasa harus menyerahkan JMF dan JMD campuran beton
kepada Konsultan Pengawas atau Direksi Lapangan. Agregat beton fc’ 10 MPa dicampur sesuai
dengan komposisinya agregat kasar, pasir beton, semen dicampur dalam concretepan
mixer/lokasi pekerjaan sesuai komposisi mix design yang disetujui oleh direksi lapangan dan
konsultan pengawas, kemudian dicampur dengan air secukupnya. Sebelum pengecoran dimulai
perlu diperhatikan lahan,bekisting dan pembesian lantai jembatan telah terpasang atau siap
dengan baik sesuai gambar rencana pada dokumen kontrak.Selama proses pengecoran
sekelompok pekerja membantu merapikan dan memadatkan dengan concrete vibrator.
Selain itu juga perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Penyedia jasa harus mengirimkan rancangan campuran mix desain untuk mutu beton yang
akan digunakan sebelum pekerjaan beton dimulai.
2. Penyedia jasa harus mengirim gambar detail untuk seluruh perancah/bekesting yang akan
digunakan dan harus memperoleh persetujuan direksi lapangan.
Page. 10
11
3. Acuan kerja atau bekesting dari kayu balok dan multilplex 12 mm, pembuatan bekesting
sesuai dengan gambar rencana dilaksanakan oleh tukang dan pekerja di bawah arahan
mandor dan pelaksana.
4. Acuan harus dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.
5. Kayu yang tidak diserut permukaannya tidak dapat digunakan untuk permukaan beton yang
terexpos.
6. Lapis beton struktur mutu sedang fc’ 10 MPa dicampur di Concrete Mixer sesuai dengan
mix desain yang telah disepakati bersama.
7. Persetujuan atau proporsi bahan pokok campuran harus didasarkan pada percobaan
campuran (trial mix) yang dibuat oleh penyedia jasa dan disetujui oleh konsultan pengawas
dan direksi lapangan.
8. Material pasir beton,semen,agregat kasar dimasukkan ke Concrete Mixer dengan
menggunakan Excavator kemudian campuran material tersebut dimasukkan ke dalam truck
mixer.
9. Pengangkutan beton struktur mutu sedang fc’ 10 MPa dengan menggunakan truck mixer
atau penghantar jenis agitator (penggoyang bolak - balik) dan harus mampu menuangkan
beton dengan konsistensi adukan yang diisyaratkan.
10. Setelah pembesian struktur selesai, maka bekesting dapat dibuat sesuai dengan gambar
rencana.
11. Sebelum memulai pengecoran seluruh kotoran yang berada dalam bekesting harus
dibersihkan.
12. Beton harus dicor sedemikian rupa sehingga terhindar dari segregasi partikel kasar dan halus
dari campuran beton harus dicor dalam cetakan tidak boleh melampaui 1 meter dari tempat
awal kerja.
13. Beton tidak boleh jatuh bebas kedalam cetakan dengan ketinggian lebih dari 150 cm.
14. Beton harus dipadatkan dengan pengetar mekanis/Concrete Vibrator, penggetar harus
dibatasi waktu penggunaannya, sehingga menghasilkan pemadatan yang diperlukan tanpa
menyebabkan terjadinya segregasi pada agregat.
15. Beton mutu sedang fc’ 10 MPa harus segera dirawat, setelah finishing selesai seluruh
permukaan disemprot air merata kontinyu, dan kondisi kelembaban dijaga agar tetap selama
masa perawatan. Penyemprotan air dengan mengguanakan water tanker truck dan di tutup
dengan karung goni atau curing compound.
A. Bahan / Material:
1. Semen
2. Pasir
3. Agregat Kasar
4. Kayu Perancah/Multiplex
5. Paku
B. Peralatan:
1. Concrete Mixer
2. Water Tangker
2. Concrete Vibrator
3. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Pekerja
Page. 11
12
3. Beton mutu sedang fc’= 20 Mpa( Untuk Struktrur Bagian Atas )
Beton mutu sedang f’c 20 Mpa digunakan pada Abutment. Sebelum melaksanakan
pekerjaan ini, penyedia jasa harus menyerahkan JMF dan JMD campuran beton kepada
Konsultan Pengawas atau Direksi Lapangan. Agregat beton fc’ 20 MPa dicampur sesuai dengan
komposisinya agregat kasar, pasir beton, semen dicampur dalam concretepan mixer/batching
plant sesuai komposisi mix design yang disetujui oleh direksi lapangan dan konsultan, kemudian
dicampur dengan air secukupnya.Campuran beton mutu sedang fc’20 MPa kemudian diangkut
dengan truck mixer ke lokasi pengecoran.Sebelum pengecoran dimulai bekisting sudah terpasang
dengan baik sesuai gambar dokumen kontrak.Selama pengecoran sekelompok pekerja membantu
merapikan dan memadatkan dengan concrete vibrator.
Selain itu juga perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
1. Penyedia jasa harus mengirimkan rancangan campuran mix desain untuk mutu beton yang
akan digunakan sebelum pekerjaan beton dimulai.
2. Penyedia jasa harus mengirim gambar detail untuk seluruh perancah/bekesting yang akan
digunakan dan harus memperoleh persetujuan direksi pekerjaan.
3. Acuan kerja atau bekesting dari kayu balok dan multilplex 12 mm, pembuatan bekesting
sesuai dengan gambar rencana dilaksanakan oleh tukang dan pekerja di bawah arahan
mandor dan pelaksana.
4. Acuan harus dibuat sedemikian sehingga dapat dibongkar tanpa merusak beton.
5. Kayu yang tidak diserut permukaannya tidak dapat digunakan untuk permukaan beton yang
terexpos.
6. Lapis beton struktur mutu sedang fc’ 20 MPa dicampur di Concrete Mixer sesuai dengan
mix desain yang telah disepakati bersama.
7. Persetujuan atau proporsi bahan pokok campuran harus didasarkan pada percobaan
campuran (trial mix) yang dibuat oleh penyedia jasa dan disetujui oleh konsultan dan direksi
lapangan.
8. Setelah pembesian struktur selesai, maka bekesting dapat dibuat sesuai dengan gambar
rencana.
9. Sebelum memulai pengecoran seluruh kotoran yang berada dalam bekesting harus
dibersihkan.
10. Beton harus dicor sedemikian rupa sehingga terhindar dari segregasi partikel kasar dan halus
dari campuran beton harus dicor dalam cetakan tidak boleh melampaui 1 meter dari tempat
awal kerja.
11. Beton tidak boleh jatuh bebas kedalam cetakan dengan ketinggian lebih dari 150 cm.
12. Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis/Concrete Vibrator, penggetar harus
dibatasi waktu penggunaannya, sehingga menghasilkan pemadatan yang diperlukan tanpa
menyebabkan terjadinya segregasi pada agregat.
13. Beton mutu sedang fc’ 20 MPa harus segera dirawat, setelah finishing selesai seluruh
permukaan disemprot air merata kontinyu, dan kondisi kelembaban dijaga agar tetap selama
masa perawatan. Penyemprotan air dengan mengguanakan water tanker truck dan ditutup
dengan karung goni atau curing compound.
A. Bahan / Material:
1. Semen
2. Pasir
3. Agregat Kasar
Page. 12
13
4. Kayu Perancah/Multiplex
5. Paku
B. Peralatan:
a. Concrete Mixer
b. Truck Mixer
c. Concrete Vibrator
d. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Pekerja
4. Baja Tulangan U 32
Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai dengan
spesifikasi dan gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh konsultan dan direksi
lapangan.
1. Baja beton U 32 diangkut ke lokasi kerja selanjutnya dipotong sesuai dengan gambar
rencana,kemudian dirakit dan diikat dengan kawat bendrat atau kawat beton
2. Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan lumpur,
kotoran, kerak, dan lain-lain.
3. Tulangan harus ditempatkan akurat sesuai dengan gambar dan dengan kebutuhan selimut
beton minimum yang diisyaratkan
4. Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat pengikat.
Prosedur pelaksanaan pekerjaan pembesian yaitu:
1. Menyiapkan material besi tulangan sesuai dengan ukuran dan gambar yang sudah
direncanakan,
2. Menyiapkan lokasi untuk pemotongan dan perakitan tulangan,
3. Menyiapkan peralatan dan tenaga pembesian sesuai dengan kebutuhan,
4. Pastikan perakitan tulangan dengan bendrat bersilangan tumpang tindih,
5. Potong dan rakit pembesian dengan sesuai ukuran gambar rencana,
6. Menyiapkan lokasi pemasangan panel rakitan pembesian di lapangan bersih dari segala
kotoran, dan
7. Pastikan posisi ikatan antar besi tulangan sudah cukup kuat dan pada tempatnya.
Prosedur pelaksanaan pekerjaan pembesian yaitu:
1. Siapkan perijinan untuk memulai pekerjaan (request) yang disetujui oleh direksi pekerjaan,
2.
3. Cek bersama dengan direksi sebelum dilakukan pekerjaan pengecoran,
4. Lakukan pengecoran dan setiap melakukan pengecoran maka campuran beton sudah harus
dilakukan pengecekan terhadap kadar airnya dengan slump test dan buat silinder untuk
pengujian kuat tekan beton tersebut,
5. Pastikan skor-skor dan perancah kuat menopang beton basah sehingga didapatkan hasil yang
sesuai dengan gambar, dan
6. Lakukan pemeliharaan beton dengan penyiraman terus menerus atau dengan
pemberian karung goni sampai beton mencapai umur 28 hari
A. Bahan / Material:
1. Baja Tulangan U-32
2. Kawat Bendrat (Pengikat)
Page. 13
14
B. Peralatan:
1. Alat Bantu
C. Tenaga Kerja:
1. Mandor
2. Tukang Besi
Gambar Contoh Pembesian Plat Lantai
bekisting lantai beton biasa dengan multiflex 12 mm atau 18 mm (TP)
Perancah bekisting kolom beton menggunakan kayu 5/7 cm, tinggi 4 m, JAT < 1,0m
A. Perakitan dan pembuatan di Lokasi
Urutan pelaksanaan pekerjaan Bekisting plat lantai jembatan adalah sebagai
berikut:
1. Pembuatan bekisting plat lantai
2. Pelaksanaan pekerjaan pembesian
Pemasangan bekisting dilakukan setelah pemasangan gelagar jembatan yang di
atasnya telah dipasangi shear conector.
Berikut ini adalah prosedur pelaksanaan bekisting:
1. Menentukan lahan yang akan dipasangi bekisting,
2. Melakukan pengukuran rencana lokasi pengecoran sesuai gambar rencana,
3. Membersihkan lokasi bekisting dari segala macam kotoran,
4. Menyiapkan komponen-komponen dan panel-panel bekisting besi di lapangan,
5. Merakit dan setting panel/komponen bekisting di lapangan dengan kuat dan tepat,
6. Melakukan pengecekan apakah letak dan posisi bekisting sudah sesuai, dan
7. Olesi dengan pelumas bagian dalam bekisting yang akan dilapisi beton basah, agar
mudah untuk membuka dan menghasilkan beton keras yang bagus dan tidak keropos.
Pemasangan /Pengadaan Pipa GIP dia 3''
Pekerjaan yang dimaksud disini adalah di peruntukan untuk penempatan pipa , pelaksanaan kegiatan
dengan menggunakan alat dan tenaga manusia, khususnya untuk pemasangan pipa dengan diameter 3’’
Methode Pelaksanaan :
1. Permintaan persetujuan untuk melakukan pekerjaan kepada Direksi.
2. Pengukuran dan penandaan (pemasangan profil) lokasi pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai
Page. 14
15
Gambar Rencana bersama Direksi.
3. Semua pemasangan pipa mengikuti persyaratan dan prosedur pekerjaan sesuai gambar rencana
dan Spesifikasi Teknis yang ada.
4. untuk Penggalian dengan kedalaman tertentu,tanah keras serta berbatu kita lakukan dengan
mengunakan excavator dan untuk kedalaman biasa menggunakan tenaga manusia dengan
mengacu garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau sesuai petunjuk
Direksi.
5. Hasil galian dibuang disekitar lokasi galian yang nantinya akan digunakan sebagai urugan
setelah pemasangan pipa sudah Tertanam dengan aman.
6. Permintaan persetujuan untuk pengecekan hasil pekerjaan kepada Direksi. Mutual check
dilakukan bersama - sama dengan Direksi untuk mendapatkan pekerjaan yang sebenarnya
dilaksanakan / gambar terpasang (as built drawing) sebagai dasar volume pekerjaan yang akan
dimintakan pembayarannya (termin) dan bila terjadi pekerjaan tambah kurang maka pengajuan
paling lambat 1 bulan sebelum waktu pelaksanaan berakhir (spesifikasi teknik).
7. Foto dokumentasi 0% sebelum pelaksanaan pekerjaan.
8. Foto dokumentasi 50% selama pekerjaan berlangsung.
9. Foto dokumentasi 100% setelah pekerjaan selesai 100%.
Pinrang, Maret 2023
CV. HM BROTHER ENGINEERING
AKBAR HUSAIN, ST
Direktur
Page. 15