| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0016112526805000 | Rp 2,457,023,194 | - | |
CV Muspa Jaya | 00*0**9****02**0 | Rp 2,253,418,591 | Gugur pada tahapan evaluasi teknis karena tidak menyampaikan daftar peralatan utama dan daftar personel managerial, sesuai persyaratan dokumen pemilihan Bab. IV Lembar Data Pemilihan (LDP) bagian F.2-3 dan F.5 |
| 0813863214801000 | Rp 2,452,678,468 | Gugur pada tahapan evaluasi kualifikasi karena tidak memenuhi persyaratan kualifikasi pada dokumen pemilihan Bab. V Lembar Data Kualifikasi angka 2 | |
| 0030125033802000 | - | - | |
| 0605959592802000 | - | - | |
| 0864781828802000 | - | - | |
| 0022642763802000 | - | - | |
| 0023541642802000 | - | - | |
| 0724767199802000 | - | - | |
| 0026165431802000 | - | - | |
| 0027223346802000 | - | - | |
| 0028853737801000 | - | - | |
| 0317155745814000 | - | - | |
| 0937103034804000 | - | - | |
| 0811785823802000 | - | - | |
| 0531194074814000 | - | - | |
| 0020087847802000 | - | - | |
| 0020088969802000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG
DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
Jln. Lasinrang No. 26 Pinrang
DOKUMEN METODE PELAKSANAAN JALAN
PENGGUNA ANGGARAN :
SATKER/SKPD : DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
KABUPATEN PINRANG
NAMA KPA : HAMIRUDDIN, ST
NAMA KEGIATAN : PENINGKATAN JALAN RUAS TIROANG – SULILI
TAHUN ANGGARAN 2023
METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan : Peningkatan jalan ruas Tiroang - Sulili
Tahun Anggaran : 2023
Lingkup Pekerjaan :
1. Devisi 1 UMUM
1.2 Mobilisasi
1.8.(1 ) Manajemen dan Keselamatan Lalu lintas dan SMK3
2. Devisi 3 PEKERJAAN TANAH DAN GIOSINTETIK
3.2.(2a )Timbunan Pilihan dari sumber galian ( Bawah Jalan Beton )
3.3.( 1 ) Penyiapan Badan Jalan
3. Devisi 5 PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
5.3. ( 1a ) Perkerasan Beton Semen
Semua item – item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis dan
menurut Volume pekerjaan yang tersedia dalam daftar kuantitas dan harga.
1. Devisi 1 UMUM
1. PEKERJAAN MOBILISASI
1. Pekerjaan peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
1.1 Dump Truk 3.5 m3 ( 3 Unit )
1.2 Motor Greder ( 1 Unit )
1.3 Vibratory Roller 5 – 8 Ton ( 1 Unit )
1.4 Truk Mixer Aligator ( 2 Unit )
1.5 Water Tank Truk ( 1 Unit )
2. Mobilisasi fasilitas Laboratirium
2.1 Slump cone
Slump pada dasarnya merupakan salah satu pengetesan sederhana untuk mengetahui
workability beton segar sebelum diterima dan diaplikasikan dalam pekerjaan pengecoran
yang dilakukan sebelum pekerjaan keluar dari Bacing palnt dan setelah sampai dilokasi
pekerjaan.
2.2 Beam Mould for Flexural Strength (RIGID) Crushing Machine
Pekerjaan ini merupakan pemeriksaan kuat tekan beton karena pekerjaan ini merupakan
pekerjaan Perkerasan beton yang dilakukan pemeriksaannya dilaboratorium dan disaksikan
oleh pengawas Pu, konsultan Pengawas kemudian untuk pengambilan sampel dilakukan per
60 m3 untuk satu sampel sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis.
3. Mobilisasi Lainnya
3.1 Pembuatan Job Mix Desigen / Job Mix Formula ( JMF )
Sebelum pekerjaan utama dilakukan terlabih dahulu dilaksanakan pengambilan sampel
bahan dari quary yang berada dilokasi setempat atau berdekatan dengan lokasi tersebut
diantaranya : batu, pasir, dan bahan timbunan pilihan selanjutnya dibawah kelaboratorium
untuk diperiksa sedemikian rupa sehingga dapat mengeluarkan hasil perbandingan
campuran yang nantinya dapat dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan proyek yang
disebut Job Mix Formula ( JMF )
3.2 Pertolongan pertama pada kecelakan P3K
Mengigat pekerjaan ini rentang dari kecelakaan kerja maka kontraktor dalam hal ini
penyedian harus mempersiapakan P3K untuk pertolongan pertama apabila terjadi
kecelakaan kerja.
3.3 Pengukuran Awal ( Shop Drawing )
Pekerjaan ini dilakukan setelah adanya kontrak antara kontraktor dengan penyedia dengan
kata lain PPK maka sebelum memulai pekerjaan harus dilakukan pengkuran awal ( shop
Drawing ) untuk memngetahui dan mencocokkan gambar rencana dan Rab yang ada dalam
kontrak.
3.4 Papan Proyek
Papan nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek tersebut dan
papan ini buat dengen ukuran 0.80 x 1.22 m yang disetujui direksi pekerjaan kemudian
mengunakan bahan yaitu : Balok kayu ( Tiang Ukuran 5/7 cm ), paku, triplex ( Tebal 4 mm
) dan dipasang di awal lokasi proyek.
3.5 Asbuil Drawing
Pekerjaan ini dilaksanakan apabila pekerjaan sudah selesai 100 % untuk pembayaran.
3.6 Dokumentasi dan Pelaporan
- Dokumentasi
Penyedia dalam hal ini kontraktor harus melakukan dokumentasi/foto pelaksaan setiap
pekerjaan yang dilaksanakan mulai dari 0%, 50% dan 100%.
- Pelaporan
Penyedia harus rutin membuat pelaporan yang terdiri dari laporan harian, minggua dan
bulanan selama pelaksanaan pekerjaan, penyedia cukup menyerahkan laporan mingguan
ke direksi pekerjaan.
4. Demobilisasi
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan dilapangan dianggap selesai semua. Adapun
peralatan yang di demobilasasi yaitu :
4.1 Dump Truk 3.5 m3 ( 3 Unit )
4.2 Motor Greder ( 1 Unit )
4.3 Vibratory Roller 5 – 8 Ton ( 1 Unit )
4.4 Truk Mixer Aligator ( 3 Unit )
4.5 Water Tank Truk ( 1 Unit )
2. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI ( SMKK )
2.1 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 )
2.1.1 Penyiapan RK3K terdiri dari :
- Pembuatan Manual, Prosedur, Instruksi Kerja, Ijin Kerja dan Formulir
- Pembuatan Kartu Identitas Pekerja (KIP)
2.1.2 Sosialisai dan Promosi K3 terdiri dari :
- Induksi K3 (Safety Induction); khusus untuk pekerja baru
- Pengarahan K3 (safety briefing): Pertemuan Keselamatan (Safety Talk dan/atau Tool
Box Meeting); setiap hari
- Pelatihan K3;
- Simulasi K3
- Spanduk (banner);
- Poster;
- Papan Informasi K3.
2.1.3 Alat pelindung diri terdiri atas
- Topi Pelindung (Safety Helmet);
- Pelindung Pernafasan dan Mulut (Masker);
- Sarung Tangan (Safety Gloves);
- Sepatu Keselamatan (Safety Shoes) ;untuk Staf
- Rompi Keselamatan (SafetyVest);
2.1.4 Asuransi dan perijinan terdiri atas
- BPJS Ketenagakerjaan Dan Kesehatan Kerja
2.1.5 Personil k3 terdiri atas
- Ahli K3
- Petugas P3K;
2.1.6 Fasilitas sarana keehatan
- Peralatan P3K( Kotak P3K, Tandu, Tabung Oksigen,Obat Luka, Perban,
- Ruang P3K (Tempat Tidur Pasien, Stetoskop,Timbangan Berat Badan, Tensi
Meter,dll);
2.1.7 Rambu – rambu terdiri atas
- Rambu Petunjuk;
- Rambu Larangan
- Rambu Peringatan;
- Rambu Kewajiban;
- Rambu Informasi;
- Rambu Pekerjaan Sementara;
- Tongkat Pengatur Lalu Lintas (Warning Lights Stick);
- Kerucut Lalu Lintas (Traffic Cone);
- Lampu Putar (RotaryLamp);
- Lampu Selang Lalu Lintas.
2.1.8 Lain- Lain Terkait Pengendalian Risiko K3
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR); 10Kg
- Sirine;
- Bendera K3;
- Jalur Evakuasi (Escape Route);
- Lampu Darurat (Emergency Lamp);
- Program Inspeksi Dan Audit Internal;
- Pelaporan dan Penyelidikan Insiden.
2.1.9 Peralatan dan Komonikasi
Pekerjaan ini alat yang digunakan adalan hendy ( token ) untuk pengaturan lalu lintas
dari dua arah.
2.1.10 Pekerja ( Plagma ) 2 Orang
Orang yang dipersiapkan untuk mengatur lalu lintas ( awal dan ujung lokasi pekerjaan )
2.1.11 Kordinator Pengatur 1 Orang
Orang yang disiapkan rekanan untuk mengkordinir pengatur lalu lintas.
2. Devisi 3 PEKERJAAN TANAH DAN GIOSINTETIK
1. Timbunan Pilihan dari sumber galian ( Bawah Jalan Beton )
Timbunan yang di klasifikasi sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang
memenuhi semua ketentuan diatas level timbunan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat –
sifat tertentu yang tergantung dari maksud penggunaannya, seperti yang diperintahkan atau disetujui
oleh direksi pekerjaan, Tenaga teknis serta konsultan pengawas dalam segala hal, seluruh timbunan
pilihan harus bila diuji sesuai dan memiliki CBR Paling sediki 10 % setelah 4 hari perendaman dan
bila dipadat sampai 100 % kepadatan kering maksimun.
- Pekerjaan timbunan Pilihan ( Bawah Jalan Beton ) dikerjakan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Pengankutan material
Material diambil dari quary ( yang disetujui direksi ) kemudian diangkut dengan
menggunakan alat yaitu Wheel Loader yang menaikkan timbunan pilihan ke damp truk
kemudian damp truk mengankut kelokasi pekerjaan.
2. Penghamparan material
Setelah material / timbunan pilihan sudah sampai dilokasi pekerjaan dihampar dengan
menggunakan alat motor grader dan merapikannya.
3. Pemadatan
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah material ada dilokasi pekerjaan yang sudah dihampar
dengan menggunakan moror grader kemudian digilas dengan menggunakan alat vibrator
roller adapun tata cara penggilasannya harus berdasarkan dengan Dokumen spesifikasi.
1.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
1.2 Bahan
- Timbunan Pilih yang sesuai dengan Dokumen spesifikasi.
1.3 Peralatan
- Loader
- Dump Truk
- Motor Greder
- Vibrator roller
- Gerobak
- Sekop
2. Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan penyiapan badan jalan ini dilakukan pada awal pekerjaan dengan kata lain melakukan
pembersihan lapangan seperti pembersihan bahu jalan yang dilakukan dengan menggunakan Motor
Greder yang meratakan permukaan jalan kemudian melakukan pemadatan dengan menggunakan
Vobrator Roller dan sekelompok pekerajan membantu meratakan dengan mengunakan alat bantu,.
2.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
2.2 Peralatan
- Motor Greder
- Vibrator roller
- Gerobak
- Sekop
3. Devisi 5 PERKERSANA BERBUTIR DAN PERKERSAN BETON SEMEN
1. Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Lapisan pondasi Agregat Klas A, biasa kita kenal dengan LPA, digunakan sebagai lapis pondasi atas,
dilaksanakan pada pemeliharaan yang tidak kena perkerasan beton
Persiapan :
- Pembuatan DMF (Design Mix Formula) dilaksanakan Laboratorium atau di UMPKL
Dinas Pekerjaan Umum setempat, bila dianjurkan oleh Direksi pengawas, contoh semua
jenis material diambil dari sumber quarry dengan lokasi sketsa terlampir, pengambilan
contoh material (batu, abu batu, pasir) dilaksanakan bersama-sama dengan Pengawas
Lapangan dan konsultan Pengawas.
- Setelah DMF selesai kontraktor akan membuat JMF (Job Mix Formula) di
Laboratorium Kontraktor itu sendiri, didampingi konsultan dan Direksi teknis.
- Penyediaan material di stock pile atau lokasi pengadukan khususnya pemecahan batu
dilaksanakan segera setelah hasil uji kekerasan memenuhi syarat, termasuk penyediaan
pasir.
- Percobaan pelaksanaan : menyangkut komposisi masing-masing jenis material
(mengacu JMF), tebal hamparan gembur sehingga dihasilkan tebal padat yang
disyaratkan (diketahui faktor gembur), kadar air optimal, jumlah lintasan pemadatan
sehingga dihasilkan kepadatan maksimal sesuai spesifikasi teknis. Hasil percobaan
pelaksanaan dilakukan pengujian : ketebalan (pengukuran manual), uji kepadatan (Sand
Cone), uji gradasi lapangan (analisa saringan) dan PI lapangan (atterberg) dan uji CBR
Lapangan (DCP).
- Staking-out, menentukan lebar dan tebal hamparan sebagai gambar rencana.
Pelaksanaan :
- Pengadukkan material LPA : dilaksanakan di stock pile (lokasi pengadukan) dengan
komposisi berdasarkan JMF dan hasil percobaan lapangan, pengadukan dilaksanakan
setiap maksimal ≤ 50 m3 agar menghasilkan campuran yang homogen, digunakan
peralatan excavator dan Wheel Loader.
- Material LPA diangkut dengan menggunakan dump truk, pemuatan menggunakan
wheel Loader, jarak hauling diatur sedemikian rupa (memeprhatikan faktor gembur dari
hasil percobaan pelaksanaan) sehingga penghamparan dapat dilaksanakan efektif dan
efisien.
- Penghamparan menggunakan Motor Grader, tebal hamparan sesuai hasil percobaan
pelaksanaan, dilaksanakan selebar rencana, perapian hamparan dilaksanakan dengan
tenaga manusia dengan peralatan sesuai keperluan lapangan. Selama proses
penghamparan dilakukan control kadar air, sehingga akan dihasilkan kadar air optimal
pada saat pemadatan dilaksanakan. Dimensi dan kelandaian permukaan dilaksanakan
sesuai dengan gambar rencana.
- Pemadatan menggunakan Vibrator Roller (berat 8-12 ton), dilaksanakan mulai dari
bagian yang rendah berangsur-angsur menuju bagian yang lebih tinggi, jumlah lintasan
sesuai dengan hasil percobaan pelaksanaan. Pemadatan dihentikan jika diyakini tercapai
kepadatan yang disyaratkan.
Pengujian dan pengukuran :
- Pengujian mutu : uji gradasi dan PI (di laboratorium), uji kepadatan (sand cone di
lapangan), uji CBR Lapangan (DCP).
- Pengukuran : dimensi (panjang, lebar dan tebal dilaksanakan secara manual), kelandaian
(menggunakan pesawat waterpass atau theodolit) dan kerataan permukaan
(menggunakan mistar ukur).
a. Tenaga
1. Pelaksana
2. Pekerja biasa
b. Bahan
1. Lpa Kelas A Yang sudah dimix sesuai dengan JMF yang ada
c. Peralatan
1. Motor Greder
2. Bomag
3. Water Tank
2. Perkerasan Beton Semen
2.1 Pekerjaan awal
- Mempelajari gambar rencana dan Dokumen spsefikasi
- Pemahaman lebih dalam terhadap lokasi proyek, lajur dan kemiringan
- Peralatan dan organisasi kontraktor
- Penentuan tugas dan tanggung jawab
- Menentukan pengujian, pencatatan dan laporan yang diperlukan
2.2 Bahan
- Semua bahan harus diindentifikasi mengenai sumber, jumlah dan kesesuaian dengan
persyaratan, penanganan, penimbangan dan pembuangan bahan yang ditolak. Bahan tersebut
meliputi :
- Semen
- Agregat
- Air
- Bahan tambah
- Tulangan, ruji dan bahan pengikat
- Material perawatan beton
- Bahan sambungan
2.3 Perbandingan campuran
- Pengujian agregat meliputi gradasi, berat jenis, penyerapan, kadar lempung
- Data perencanaan campuran meliputi kadar semen, proporsi agregat, air, rongga udara,
kelecakan dan kekuatan
- Volume takaran meliputi ukuran takaran, berat material dalam takaran dan koreksi kadar
air agregat
2.4 Unit penakaran/penimbangan meliputi
- Pemeriksaan peralatan untuk menimbang dan mengukur semen, agregat, air dan bahan tambah
- Pemeriksaan peralatan untuk penanganan material, pengangkut dan skala timbangan
2.5 Unit pencampuran
- Lama waktu pencampuran Proses perhitungan waktu dimulai ketika Bacthing Plant sudah
mulai pencampuran atau Mixing beton, kondisi plastis hilang pada 1.5 sampai 2.5 jam setelah
mixing beton, jadi waktu total yang dijadikan untuk acuan untuk final setting adalah 3 sampai 4
jam.
- Pemeriksana peralatan pencampuran, lama waktu pencampuran, alat pengatur waktu dan
penghitungan jumlah takaran sebelum pengecoran beton semen
- Acuan : kecocokan acuan, alinyemen, kemiringan dan ruji
- Tanah dasar : kerataan, pemeriksaan permukaan akhir dan kadar air
- Sambungan muai : bahan sambungan, lokasi, alinyemen, dudukan dan ruji
2.6 Pembetonan
- Persiapan meliputi bahan, perlengkapan peralatan, tenaga kerja dan bahan pelindung cuaca
- Pencampuran meliputi jenis peralatan, konsistensi, kadar udara, pemisahan butir (segregasi)
dan keterlambatan
- Pengangkutan meliputi batas waktu, pengecekan pemisahan butir dan perubahan konsistensi
- Pengecoran meliputi penempatan adukan, pemisahan butir, kelurusan dan kerataan, lingkungan,
pengteksturan dan perapihan tepi
- Pembentukan sambungan susut meliputi pembentukan sambungan, alinyemen, perapihan
tepi dan pemeriksaan permukaan sambungan
2.7 Setelah pembetonan
- Waktu pembongkaran acuan, kerusakan agar dihindari
- Perawatan meliputi metode, peralatan dan bahan, keseragaman, waktu mulai perawatan dan
lama waktu perawatan
- Perlindungan meliputi beton basah, hujan, lalu-lintas, cuaca dingin, cuaca panas dan pencatatan
temperature
- Sambungan yang digergaji meliputi peralatan, temperatur, bahan penutup, pembersihan
sambungan dan penutup
- Pemeriksaan permukaan meliputi kelurusan dan kerataan, perbaikan atau penggantian
2.8 Pengujian beton semen
- Campuran beton basah, pengujian kelecakan (dengan slump) dan kadar udara
- Pengujin kekuatan, pengambilan contoh, pembuatan benda uji, penyimpanan dan perawatan
benda uji, pengujian kuat tekan, pengujian kuat tarik lentur, pengambilan contoh inti dan
penggergajian perkerasan untuk pengujian kuat tarik lentur.
Adapun tenaga dan peralatan serta bahan yang digunakan :
d. Tenaga
1. Pelaksana
2. Mandor / Kepala tukang
3. Pekerja biasa
e. Bahan
1. Semen
2. Agregat Kasar ( Batu pecah )
3. Agregat Halus ( Pasir beton )
4. Air
5. Bekisting ( Papan )
6. Besi ( Untuk pembesian )
f. Peralatan
1. Mobil Mixer
2. Excavator
3. Water Tank Truk
4. Sekop
5. Cangkul
6. Concrete Vibro
7. Papan Gosok
8. Pembengkok besi
9. Gergaji
Pinrang, Mei 2023
Pejabat Pembuat Komitmen
HAMIRUDDIN, ST
Nip. 19660505 200212 1 003