| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0031796329802000 | Rp 560,043,536 | - | |
| 0750092280802000 | Rp 545,584,549 | Daftar personel managerial tidak sesuai dengan persyaratan dokumen pemilihan Bab. IV. Lembar Data Pemilihan (LDP) bagian F.angka 3. atau Personel manajerial yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP sebagai mana diatur pada Bab.III Instruksi Kepada Penyedia (IKP) 28.12 Bagian.c.(5) Pengalaman yang disampaikan tanpa melampirkan daftar riwayat pengalaman kerja atau referensi maka tidak dapat dihitung sebagai pengalaman. | |
| 0608006433801000 | Rp 499,645,066 | Gugur pada tahapan evaluasi teknis karena: Peserta menyampaikan daftar riwayat hidup (DRH) sebagai bukti dukung pengalaman kerja personel managerial posisi pelaksana bangunan gedung/pekerjaan gedung hanya 1 (satu) tahun yakni tahun 2021, tidak sesuai dengan persyaratan dokumen pemilihan Bab. IV Lembar Data Pemilihan (LDP) bagian. F. angka 3, sehingga pengalaman personel managerial tidak dapat dinilai; | |
| 0701712705802000 | - | - | |
| 0030125637802000 | - | - | |
| 0631744158802000 | - | - | |
| 0930860572802000 | - | - | |
| 0027222843802000 | - | - | |
| 0709752612801000 | - | - | |
CV Alif 'Nun | 00*3**1****02**0 | - | - |
| 0030517684801000 | - | - | |
| 0737699645802000 | - | - | |
| 0864781828802000 | - | - | |
| 0020088969802000 | - | - | |
| 0605959592802000 | - | - | |
| 0020088548802000 | - | - | |
| 0866384555807000 | - | - | |
CV Alam Raya Mandiri | 09*3**6****02**0 | - | - |
| 0752375386803000 | - | - | |
| 0026165431802000 | - | - | |
CV Azka Consultant | 07*4**6****02**0 | - | - |
| 0826252371807000 | - | - | |
| 0026167627802000 | - | - | |
CV Indo Naqeel | 06*9**5****05**0 | - | - |
| 0723169454802000 | - | - | |
| 0031610819803000 | - | - | |
| 0743314361802000 | - | - | |
| 0716751789802000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN PEMBANGUNAN MUSEUM LASINRANG
A. PENDAHULUAN
Untukmencapaikeberhasilandalamhalmutu,efisiensiwaktudanoptimalisasi biayapelaksanaan,dimanaKontraktor
harus dapat merealisasikan pekerjaansesuai denganwaktu yang telah ditentukan,biaya yang telah dianggarkandan
kualitas pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan pihak pengguna anggaran, sebagai upaya untuk terlaksananya
rencana proyek tersebut, maka berikut ini kami susun Metode Pelaksanaan. Demi kelancaran, keamanan, mobilisasi
alat, bahan serta staf dan pekerja yang akan memasuki lahan harus mendapat ijin, sesuai peraturan yang berlaku
serta berkoordinasi dengan keamanan setempat.
Manajemen Proyek:
Metodepelaksanaanmengacupadaprinsipbahwatargetpembangunanharusdapatdiselesaikantepatwaktu.tepat
biaya sesuai dengan SPH dan tepat mutu sesuai dengan RKS + Spesifikasi teknis. Proyek ini merupakan proyek paket
pekerjaan Arsitektur, dimana pelaksanaan mengikuti pekerjaan struktur dan sipil yang sudah berlangsung dan
dibangun sesuai perencanaan.
B. METHODE
Pada tahappelaksanaandilapanganada duamethodeyang sering digunakanyakni MethodeLinear dan MehodeFast
Track.
1. MethodeLinear adalahmethodepelaksanaandimana tiapitempekerjaandikerjakantahapdemi tahap.Methode
ini dipakai pada pekerjaan drainase, irigasi dan jalan raya/lingkungan. Keunggulan methode ini mempergunakan
tenaga kerja relative sedikit dan dana yang relative sedikit.
2. Methode Fast Track adalah methode pelaksanaan dimana tiap item pekerjaan dilaksanakan secara simultan /
bersamaan. Yang penting pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak saling mengganggu satu sama lain antara tiap
tahap atupun jenis pekerjaan. Methode ini digunakan pada pekerjaan Bangunan Gedung atau
sejenisnya.Keunggulan methode ini adalah pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin.
Metode Fast Trackini sangattergantung padatime schedule/ waktupelaksanaan, jadi setiap tahappelaksanaan
atau pekerjaan terus menerus dipantau kecocokannya dengan waktu pelaksanaan agar pelaksanaan tepat waktu.
Metode Fast Track bisa terlaksana dengan baik apabila material bangunan tersedia cukup dilapangan, ditunjang
dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia, apabila hal ini tidak terpenuhi akan mengakibatkan keterlambatan
pekerjaan.
Pada pelaksanaanPembangunan Pasar Rakyat Lanrisang,dibutuhkan waktuyang singkatkarena keterbatasanwaktu
yang dipersyaratkan oleh kontrak keja, oleh sebab itu pada pelaksanaan ini dipakai METODE FAST TRACK.
C. Metode yang kami susun berdasarkan 2 (dua) tahap yaitu :
1. PENJADWALAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
a. Pembuatan Rencana Kerja ( Kurva S )
Penjadwalan adalah penentuan waktu dengan urutan-urutan kegiatan proyek hingga menghasilkan waktu
penyelesaian proyek secara keseluruhan.
Penjadwalan ini disusun untuk merencanakan antara lain:
* Rencana Kerja yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas (MK), akan disahkan oleh Pemberi Tugas.
* Kontraktor wajib memberikan salinan Rencana Kerja 3 (tiga) rangkap kepada MK, 1 (satu) salinan Rencana Kerja
harusditempelpadaDireksikeetdilapanganyangselaludiikutidengangrafikkemajuanpekerjaan/prestasikerja.
Untuk rencana kerja (Kurva S) sebagai acuan dalam pelaksanaan dilapangan kami lampirkan dalam dokumen
teknis.
* Setelah dilakukan penjadwalan pekerjaan melalui pembuatan Rencana kerja &Time Scedule , dibutuhkan untuk
menyelesaikan proyek pembangunan, sehingga apabila dimungkinkan maka penyelesaian proyek dapat
dipercepat dari yang direncanakan, Hal ini akan sangat bermanfaat agar gedung dapat segera dioperasikan
dengan baik
PENGAJUAN/PERIJINAN
1.2.1 Pelaksanaan Pengurusan Ijin Kerja
DalampelaksanaanKontraktor menerapkanstandarisasi prosedur sesuai dengansystem mutuyang dimiliki serta
memberitahukan/ijin setiap akan melaksanakan pekerjaan, agar kemudian hari tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan serta untuk menghindari dari pekerjaan bongkar pasang yang akan mengakibatkan terjadinya
keterlambatan serta penambahan biaya dalam pelaksanaan
1.2.2 Gambar Kerja (Shop Drawing)
Sebelum memulai pekerjaan dibuat gambar kerja (Shop Drawing) yang detail dan diajukan kepihak MK untuk
mendapat persetujuan.
Gambar kerja dibuat berdasarkan gambar perencana, dan setelah mendapat persetujuan dari MK diserahkan
kepada Site Manager untuk dilaksanakan di lapangan.
Gambar kerjadibuatrangkap3(tiga): 1(satu)setuntukkontraktor,1(satu)setuntukpenggunajasa dan 1(satu)
set untuk konsultan pengawas (MK).
1.2.3. Material/Bahan
Gunamenjagamutuhasilpelaksanaanmaterial/bahanyang akandipergunakan,diajukancontohuntukmendapat
persetujuan dari pihak MK.
Semua material yang akan dipergunakan untuk pekerjaan ini sedapat mungkin dilengkapi dengan spesifikasi dari
produsen sesuai dengan brosur serta mengacu kepada persyaratan/RKS .
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini akan dibuat juga benda uji yang dipersiapkan sesuai dengan standart yang
dipersyaratkan..
2. TAHAPAN PELAKSANAAN
I Pekerjaan Persiapan
a. Pengukuran MC dan Pemasangan Bouwplank
Merupakan Survey awal dilokasi pekerjaan dengan mempersiapkan alat ukur yang dilanjutkan pemasangan
bouwplank. Papan Bouwplank ini menggunakan kayu kelas III diserut rata dan terpasang waterpass dan
setiap 3 meter diperkuat dengan patok kayu 5/7 cm, dan harus dicat sumbu-sumbu atau as dinding dengan
cat yang tidak luntur oleh pengaruh iklim.
b. Dokumen/Administrasi
Dokumentasidilakukansejakawalmulaipadasaatpemasangan papannama
proyeksampai foto0%,50% dan100% kemudianAdministrasi proyek terdiri dari beberapalaporan-laporan
harian, mingguan, bulanan serta Beck Up Data.
c. Papan Informasi
Papan nama proyek sesuai ketentuan dan standar yang telah ada,merupakan suatu papan informasi
mengenai pekerjaan yang sedang dilaksanakan yang mengcakup :
Ø Jenis pekerjaan yang dilaksanakan
Ø Jangka waktu pelaksanaan
Ø Sumber dana
Ø Kontraktor pelaksana
Ø Dinas sebagai pemberi tugas
II PEKERJAAN ARSITEKTUR
1 PEKERJAAN GALIAN TANAH
2 PEKERJAAN PONDASI
3 PEKERJAAN PASIR URUG DAN TANAH URUG
4 PEKERJAAN BETON
5 Pekerjaan Dinding
6 Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan dan Atap Spandek Warna
7 Pekerjaan Plafond
8 Pekerjaan Finishing Lantai
9 Pekerjaan Kusen Pintu & Jendela
10 Pekerjaan Pengecatan
11 PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
12 PEKERJAAN SANITASI AIR
13 PEMBERSIHAN AKHIR DAN FINISHING
Pekerjaan Tanah
Pekerjaan tanah terdiri dari penggalian lubang pondasi dengan uraian sebagai berikut :
a. Ukuran lubang pondasi harus digali sesuai gambar rencana. Dengan ketentuan minimal : Galian tanah pondasi
Poer plat (setempat) pada kolom berukuran 80 x 80 Cm, dengan kedalaman 250 cm atau sesuai gambar rencana.
b. Pengurugan kembali lobang pondasi garis dapatdilakukan dari tanah galianyang sudahdibersihkan dari kotoran
dan akar-akaran.
c. Urugan ini dilakukan secara berlapis-lapis setebal 20 Cm dan disiram air secukupnya dan dipadatkan secara
manual atau memakai alat Stamper.
d. Tanah sisanya harus dipergunakan untuk meratakan halaman menurut petunjuk Direksi atau harus diangkut ke
tempat lain di luar halaman.
e. Tanah urugan tidak boleh diambil dari sekitar tanah halaman pembangunan kecuali seijin Direksi.
f. Setiap pekerjaan tanah terlebih dahulu harus disetujui oleh Direksi dengan tetap mengacu pada gambar
perencanaan.
Pekerjaan Pondasi
1. Sebelumpemasanganpondasi footplat,galianharuscorlantai kerjamenggunakancampuran1Pc:3Psr :5Krltebal
5 cm.
2. Untukukuranpondasi footplat(setempat)padakolomberukuran 80x80Cm, Namun apabila masih terdapattanah
yang lembek ( lumpur ), maka pondasi harus dibuat lebih dalam sampai menyentuh dasar tanah yang keras begitu
pula sebaliknya,apabila belumsampai padaukurankedalamanlubang pondasi yang telahditentukan sudahterdapat
tanah keras atau batu yang sudah tidak dapat di gali lagi,maka pondasi dapat dibuatlebih dangkal dari ukuranyang
ditetapkan.
3. Sebelum pemasangan pondasi batu kali, galian harus diisi pasir urug setebal 10 Cm kemudian disiram air dan
dipadatkan.
4. Pondasimenerusmenggunakanbatukaliataubatugunung yangdipasang ratadanrapidenganisianspesi yangpadat
dantidakberonggaataulobang –lobang yangdapatterisiolehtanahdandipasangdenganperekatcampuran1Pc:4
Psr
5. Pondasi menerus harus berbentuk trapesium dengan ukuran sesuai gambar rencana.
Pekerjaan Beton, Pembesian dan Bekisting
1. Beton bertulang.
a. Beton bertulang digunakan untuk Poer plat,plat lantai/atap, kolom, sloof,ringbalk dengancampuran BetonK-
225, Beton K-175
b. Ukuran bersih untuk beton bertulang sesuai dengan gambar
c. Setelah pengecoran tidak diizinkan mengganggu proses pengerasan beton dengan menghindarkan dari benturan
benda keras selama 3 x 24 jam;
d. Pengadukanbetonstrukturalsebaiknya menggunakanmesinmolenataureadymixdenganmutubetonyangtelah
ditentukan. Untuk beton bukan struktural dapat menggunakan manual;
e. Bila diaduk secara manual, pengadukan harus dilakukan dalam wadah pengadukan, tidak boleh dilakukan
langsung di atas tanah;
f. Ukurantempatpengadukanbetonyaitu2mx2,5m,tinggi tanggulan20cm.Bilamenggunakanmolen,tempatini
bisa juga digunakan sebagai tempat penuangan adukan beton dari molen;
g. Sebelum dilakukan pengecoran, cetakan wajib dibersihkan dan disiram, kekentalan adukan beton (slump) harus
diawasi;
h. Pengecoran harus dilakukan sebaik mungkin dan untuk menjamin beton cukup padat digunakan alat penggetar
(vibrator);
i. Apabila terjadi pemberhentian pengecoran pada balok dan lantai maka harus berhenti pada jarak 1/5 bentang
dan sebelum dilanjutkan pengecoran harus diberikan pasta semen (air semen) terlebih dahulu pada permukaan
yang akan dilanjutkan.
2. Rabat Beton.
a. Sebelum pembuatan rabat beton, kondisi tanah untuk alas rabat harus di kasih pasir urug yang dipadatkan dan
rata agar rabat tidak pecah – pecah.
b. Rabat beton di cor dengan campuran 1 Pc : 3 Psr : 5 Krl tebal 5 Cm,
3. Bekisting
a. Bekisting harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran sloof dan balok sesuai gambar. Dengan perkuatan
yang cukup kokoh agar bentuk sloof dan balok tidak berubah dan tetap pada kedudukannya;
b. Sebelum pengecoran, permukaan bekisting harus bebas dari kotoran-kotoran seperti serbuk gergaji, potongan
kayu, tanah dan sebagainya. Selain itu permukaan dalamnya sebaiknya dilapisi oli/pelumas bekas agar setelah
pengecoran selesai, bekisting mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton;
c. Agar konstruksinya kuat, maka pembongkaran bekisting beton minimal 21 hari setelah pengecoran dan tidak
boleh di bebani sebelum umur beton mencapai 28 hari.
4. Besi Tulangan
a. Ukuran – ukuran besi beton tersebut diatas adalah sebagai berikut :
- Besi untuk beugel (sengkang) : 8 mm (SNI) dan 6 mm (SNI)
- Besi untuk tulangan pokok : 16 mm (SNI ), 14 mm, 12 mm (SNI ) dan 10 mm (SNI )
- besi wiremesh M6
b. Perakitan besi tulangan sesuai gambar;
c. Diameter besi untuk tulangan pokok, dan untuk beugel sesuai dengan Gambar;, begitu pula jarak beugel/
d. Tulanganbetonharusdiikatdengankawatbeton(bendraat)untukmenjagaketebalanselimutbetonmakaantara
tulangan pokok dan bekisting perlu dipasang beton tahu (deking) setebal kurang lebih 2 cm;
e. Setiap sambungan konstruksi (stek) yang direncanakan untuk dilanjutkan, maka pembesian harus dilebihkan
minimal 40 X d (diameter).
f. Setiap sambungan konstruksi (stek) yang direncanakan untuk dilanjutkan, maka pembesian harus dilebihkan
minimal 40 X d (diameter).
Pekerjaan Pasangan
1. Dinding bangunan dibuat dari pasangan batu bata dengan perekat 1 Pc : 4 Psr.
2. Pasangan Roster dengan perekat 1 Pc : 4 Psr
3. Marking center line pasangan bata di setiap ruangan / lantai beton (marking awal).
4. Marking posisi pasangan bata setebal bata dua garis
5. Buat marking pinjaman sejauh 50 cm dari posisi dinding bata dua sisi.
6. Pasang batang profil kayu/besi untuk acuan pada kedua sisi pasangan bata yang akan dipasang. Cek
vertikalitas kayu acuan dengan pendulum (unting-unting)
7. Pasang benang secara horizontal dari acuan ke acuan untuk setiap 2 lapis bata.
8. Pasang tulangan untuk kolom praktis setiap 12 m² atau dinding dengan jarak 4 m atau sesuai kebutuhan
9. Rendam bata dalam air.
10. Mortar awal berfungsi sebagai perataan permukaan
11. Pasang bata lapis pertama. Cek posisi pasangan terhadap marking, jika sesuai dapat dilanjutkan ke tahap
berikutnya sesuai benangacuan sampai ketinggian1m.Tebal spesi diusahakan1~1.5 cm (tergantunggradasi
pasir).
12. Lanjutkan pemasangan setiap 1 m tinggi.
13. Bagian pasangan batu bata/batako yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi
penguatstek-stekØ10mm,jarak50 cm,yang terlebihdahuluditanamdenganbaikpada bagianpekerjaanbetondan
bagian yang ditanam dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm, kecuali ditentukan lain.
Pekerjaan Plesteran
1. Plesteran dinding tembok menggunakan campuran 1 Pc : 3 psr dan 1 Pc : 4 psr
2. Pekerjaan plesterandinding harustepat padasudut sikunya serta tegaklurus terhadaplantai yang ada di sekitarnya,
permukaan rata tidak bergelombang.
3. Tentukan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
4. Sebelumdiplester,lakukanpenyiraman/curring terlebihdahulu pada permukaan dinding bata untukmenghindarkan
keretakan
5. Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
6. Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan alat bantu unting-unting untuk loting,
waterpass dan jidar alumunium.
7. Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekitarnya, kemudian ratakan dengan raskam dan jidar.
8. Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
9. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
10. Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh hasil acian yang halus, setelah
plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas
gosok.
11. Tebal rata-rata plesteran adalah 1,5 Cm dilapisi dengan acian semen yang dipasang licin dan rata, bahan acian
menggunakan Skim Coat.
Pekerjaan Lantai
Pekerjaan lantai terdiri dari pemasangan keramik dan pengecoran lantai dengan uraian sebagai berikut :
1. Pengecoran
a. Untuk pasangan yang langsung di atas tanah, tanah yang akan di-sub lantai harus dipadatkan sehingga terdapat
permukaan yang rata dan untuk memperoleh daya dukung tanah yang maksimal, dipergunakan alat timbris
(pemadat);
b. Pasir urug di bawah lantai disyaratkan harus pasir yang keras, bersih dan bebas alkali, asam maupun bahan
organik lainnya dengan tebal minimal 10 cm atau sesuai dengan gambar dan disiram dengan air kemudian
dipadatkan untuk memperoleh kepadatan yang maksimal.
c. Di atas pasir urug diberi adukan rabat beton setebal 5 cm dengan campuran 1Pc : 3 Ps : 5 Kr;
2. Lantai Granit dan keramik.
a. Adukan pengikat lantai Granit dan keramik menggunakan PC. Adukan harus cukup padat sehingga di permukaan
bawah keramik tidak terdapat rongga udara;
b. Untuk menghindari terjadinya “ledakan” pada lantai keramik maka sebelum keramik dipasang terlebih dahulu
harus direndam dalam air;
c. Bidang lantai Granit dan keramik yang dipasang harus benar-benar rata;
d. Bahan keramik yang telah terpasang dihindarkan dari injakan selama 3 x 24 jam setelah pemasangan;
e. Lebar nat maksimum 5 mm membentuk garis lurus atau sesuai dengan gambar, nat diisi dengan bahan pengisi
berwarna/ grouting semen berwarna. Pemberian nat dilakukan minimal setelah 3 x 24 jam setelah pemasangan
keramik;
f. Lantai di dalam ruangan dipasang Granit 60 x 60 Cm Polos (Permukaan Licin), Wc dan Tempat Wudhu
menggunakan Keramik 20 x 20 Cm Warna (Permukaan Kasar), Untuk Dinding mengunakan keramik 25 x 40
dengan ketinggian 1,60 meter.
g. Semua Keramik harus berkualitas baik dan sudah mendapat persetujuan dahulu dari Direksi.
Pekerjaan Kusen, Daun pintu/jendela
Uraian kegiatannya sebagai berikut :
1. Kusen.
a. Kusen yang digunakan menggunakan kayu Kalapi yang bermutu baik, tidak cacat dan tidak tergores.
b. Letak dan ukuran Sponning disesuaikan dengan gambar penempatan daun pintu dan jendela.
c. Kusen harus siku, tegak lurus dan rata satu sama lain, serta diperkuat menggunakan Baut Fitser, Paku atau
Angker.
d. Pasang bata dan kawat pengikat ( angkur ) yang dipasang pada setiap 4 atau lima lapis batu.
e. Celah antara kusen dan bata diisi dengan adukan semen, sehingga dengan demikian kusen akan menjadi massif,
kuat dan kokoh.
f. Semua kusen yang dibuat diluar lapangan pekerjaan, sudah ada ijin dari Direksi
2. Daun pintu dan Jendela.
a. Daun pintu panil menggunakan kayu yang sudah tua ( Solid )dengan ukuran sesuai gambar rencana.
b. Daunjendelakacadibuatdari KayuKalapi bermutubaikukuranukuransesuaigambar rencana,Isiandaunjendela
menggunakan kaca Bening tebal 5 mm
c. Semua daun pintu/jendela, yang dibuat diluar lapangan pekerjaan, sudah mendapat ijin dari Direksi
3. Pemasangan Kaca Polos 5 mm
a. Kaca dipotong menurut ukuran daun jendela dengan kelonggaran cukup,sehingga pada waktu kacaberkembang
tidak pecah.
b. Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
c. Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain untuk memegang kaca.
d. Pasang karet/silicon list kaca dan sealent untuk pengunci/pengikat agar kaca melekat kuat.
e. Setelah selesai dipasang, kaca dibersihkan dan yang sudutnya retak/pecah atau tergores harus diganti.
Pekerjaan Rangka Kap dan Lisplank
Uraian kegiatannya sebagai berikut :
1 Rangka Kap.
a. UntukPerumahanrangkakuda-kudadankapdibuatdaribahanbajaringanyangbermutubaikyaituTruss ProfilC
75 - 75 = 6 m.
b. Jarak pemasangan kuda – kuda baja ringan maksimal 1,5 M dan disesuaikan dengan gambar rencana atap
c. Ketentuan – ketentuan pemasangan kuda-kuda dan kap baja ringan harus sesuai dengan peraturan pabrik yang
memproduksi bahan tersebut.
d. Untuk yang behubungan dengan dinding diperlukan pemasangan angkur.
e. Setelahrangkakuda2 selesai danbenar-benar kuatdanlurusbarupekerjaanReng bajaringanbisadimulai .Jarak
Reng harus disesuaikan dengan ukuran genteng yang akan dipasang.
f. Sebelum pemasangan kuda – kuda, contoh bahan yang akan dipasang dan brosur pabriknya harus diserahkan
kepada penyelenggara proyek dan disetujui.
2 Lisplank
a. Lisplank dibuat dari bahan sejenis Calsiboard atau merek lain yang berkualitas sama, bermutu baik dan tidak
retak/pecah dengan ukuran lebar 20 Cm dan tebal 8 mm.
b. Pemasangan lisplank harus lurus sejajar dengan dinding, kuat, rapi dan tidak bergelombang
c. System pemakuan lisplank dengan rangka kuda – kuda menggunakan screw ukuran 12 – 14 x 20.
d. Sambungan Lisplank harus bertumpu pada rangka baja ringan, setiap sambungan harus rapi dan tidak boleh
kelihatan.
e. Contoh bahan lisplank harus disetujui Direksi sebelum dipasang.
Pekerjaan Atap
1. Atap menggunakan atap Spandek Warna tebal 0,3 mm yang berkualitas baik.
2. Apabila menggunakanpenutupatapSpandekdipakukanpadarangkaatap/langsung padaReng denganmenggunakan
paku Skrup .
3. Tiap sambungan diberi tindisan sesuai dengan spesifikasi pabrik. Minimal tindisan antara satu lembaran dengan
lembaran lainnya 1,0 alur. Alur harus dipasang merata (tidak bolak balik), sehingga hasil akhir pasangan akan rapi;
4. Bubungan ditutup dengan bahan yang sama. Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan lembaran bubungan
lainnya harus sesuai dengan persyaratan pabrik;
5. Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak berakibat bocor. Apabila terjadi kebocoran
setelah pemasangannya, maka bagian yang bocor tersebut harus dibongkar dan dipasang baru.
Pekerjaan Plafond
1. Rangka Plafond
a. Setelah posisi peil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka metal furing pada bagiantepi
untuk memperoleh titik tetap plafond.
b. Dilanjutkan pemasangan rangka hollow pembagi yang digantung ke plat beton dengan menggunakan paku
beton/penggantung. Perkuatan antara rangka hollow galvanis dengan menggunakan sekrup
c. Penempatan jarak rangka hollow galvanis maksimum berjarak 60 x 120 cm.
d. Rangkaplafonddibuatdaribesi hollowyang bermutubaikdantidakcacatdenganukuran20x40mmtebal 0.35-
0,5 mm.
e. Rangka plafond harus digantung ke kuda-kudabaja ringandengan menggunakanhollow 20x 40mm padasetiap
jarak maksimal 120 Cm.
f. Setalah semua rangka hollow galvanis terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan menggunakan tarikan
benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan.
2. Plafond Kalsiboard 3,5 mm dan Gypsum 9 mm
a. Setelahrangkahollow galvanisterpasang denganbenar,ratadankuatsertainstalasi MEsudahterpasangsemua,
maka lembaran Kalsiboard 3,5 mm dan Gypsum 9 mm dapat mulai dipasang.
b. Untuk Kalsiboard 3,5 mm dan Gypsum 9 mm, pertemuan diatur secara menyilang.
c. Sebelumpemasangansekruppastikanbor sekrupdisesuaikanbenar,sehinggakepala sekruphanyamasuksedikit
kedalam permukaan lembaran Kalsiboard.
d. Tekan ujung sekrup perlahan ke dalam permukaan lembaran Kalsiboard 3,5 mm dan Gypsum 9 mm sebelum
menjalankan mesin bor untuk memasukkan sekrup.
e. Sekrup berfungsi sebagai titik perkuatan dipasang pada jarak maksimal 30 cm.
f. Setelah lembaran Kalsiboard 3,5 mm dan Gypsum 9 mm terpasang semua, cek leveling permukaan plafond.
g. Perhatikan letak titik lampu dan bentuk rumah lampu (armature) saat memasang rangka plafon;
h. Untuk Kalsiboard 3,5 mm dan Gypsum 9 mm, sambungan antarapertemuan diberi textile tapedan di compound
kemudian digosok dengan ampelas untuk mendapatkan permukaan yang rata/flat.
i. Tutup semua kepala sekrup dengan compound lalu gosok dengan ampelas halus.
j. Semua pemasangan rangka dan plafond harus rata, rapi dan kuat sesuai petunjuk Direksi.
k. Contoh material plafond harus disetujui penyelenggara proyek sebelum dipasang.
Pekerjaan Cat
1. Pengecatan tembok
a. Semua dinding tembok, plafond bagian luar dan dalam ruangan harus dicat. Sebelum pengecatan, dinding
tersebut sudah diplamur dengan rapi serta diamplas dengan kertas pasir hingga rata licin.
b. Pekerjaan plamur dilakukan sampai pori-pori permukaan dinding tertutup rapat;
c. Pengecatan dilakukan dengan cat dasar (cat tembok) 1 kali dan selanjutnya dicat dengan cat penutup/cat warna
(cat tembok) sebanyak 2 kali.
d. Pekerjaan pengecatan dinding harus merata, berwarna sama dan setelah mengering tidak mengelupas;
e. Pengecatan dinding menggunakan cat Mowilex atau setara
2. Pengecatan plafond.
a. Pastikan permukaan plafond sudah dalam keadaan rata.
b. Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan pintu/jendela untuk menghindari tumpahan
cat.
c. Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan diampelas.
d. Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat).
e. Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan plafond minimal 2 (dua) lapis
f. Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
g. Pengecatan Plafond menggunakan cat Metrolie atau setara
h. Pengecatan tembok dan plafond harus dikerjakan dengan rapi dan rata.
3. Pengecatan Kayu.
a. Semua kayu/besi yang kelihatan dan akan dicat, harus didempul terlebih dahulu kemudian diamplas dengan
kertas pasir hingga licin dan bersih lalu dimeni hingga rata.
b. Setelah kayu licin, kemudian dicat dengan cat dasar 1 kali dan selanjutnya dicat dengan cat penutup/cat warna
(cat kayu) sebanyak 2 kali.
c. Pengecatan kayu harus dikerjakan dengan rapi dan rata.
Pekerjaan Alat Penggantung dan Kunci – Kunci
1. Pemasangan Engsel Pintu dan Jendela
a. Semua daun pintu dipasang dengan engsel minimal 3 buah dan daun jendela dipasang minimal dengan 2 buah
engsel.
b. Tandai titik – titik pemasangan dengan menggunakan pensil.
c. Berdirikanpintu,dandalamkeadaanyang rataseimbang,tandaijuga pasanganengsel padabagiankusentempat
akan digantungkannya daun pintu
d. Kencangkan dengan menggunakan skrup semua perangkat keras engsel, dan pastikan bahwa posisi engsel telah
rapi dan benar.
e. Untuk daun pintu yang membuka ke dalam menggunakan engsel kupu sedangkan yang membuka keluar agar
mengunakan engsel H.
f. Tambahkan pin terakhir yang melekat pada bagian engsel pintu ke bagian dinding, dan pastikan bahwa pintu
dapat terbuka dan tertutup dengan bebas.
g. Sebagai langkah terakhir, lumasi engsel dengan pelumas.
h. Hasil pekerjaan harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas.
2. Pemasangan Kunci Tanam
a. Ukur lebar dan tinggi pintu untuk menentukan letak titik pemasangan kunci yang disesuaikan dengan tinggi
pengguna pintu.
b. Tandai titik pemasangan kunci dengan pensil.
c. Semua kunci tanam harus terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu, dipasang setinggi 90 – 100 cm dari
lantai atau sesuai gambar.
d. Langkah selanjutnya adalah pemasangan kuci bagian akhir, gunakan sekrup untuk mengencangkannya.
e. Pada posisi yang sama dan seimbang sejajar dengan titik pemasangan kunci pada daun pintu, buat juga lubang
pada batang kusen pintu sebagai tempat striking plate-nya.
f. Pasang badan kunci dan pastikan posisi lidah pengait (Latch Bolt) sudah benar dan sesuai dengan arah bukaan
pintu, kemudian pasang plat lawan pada kusen.
g. Setelah semua instalasi terpasang, kemudian lakukan pengujian agar kunci dapat berfungsi dengan sempurna.
h. Hasil pekerjaan harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas.
3. Pemasangan Handle Pintu
a. Mengukur ketinggian handle pintu
b. Menandai pada bagian mana akan dipasangnya handle pintu Untuk menandai pintu gunakan dengan pensil
ataupun bolpoin agar tidak mudah hilang dan bisa terlihat saat akan dilubangi dengan bor.
c. Proses selanjutnya yakni dengan melakukan pengeboran pada bagian pintu yang sudah ditandai sebelumnya.
Setelah dirasa cukup dan pas anda bisa mengebor pada bagian yang sudah ditandai guna memasang pengait
(baut) untuk memasangkan handle pintu pada pintuenandai pada bagian mana akan dipasangnya handle pintu.
d. Buatporosuntukmemperlebar lubang bekaspengeboranpadaprosessebelumnya.Ulangi proses pengeboranini
di sisi lain dari pintu. Fungsi lubang ini nanti adalah untuk menentukan di mana pegangan / handle pintu akan
disisipkan dan diaplikasikan.
e. Buat lubang pada bagian samping pintu dengan cara mengebornya setelah memberikan tanda yang tepat dan
benar sehingga bisa pas pada tempat yang seharusnya.
f. memasukkan pengait dari pegangan pintu ke dalam lubang yang telah di bor pada sisi samping pintu. Gunakan
pensil ataubolpoinuntukmenandai danmenggambar di sekitar cover depan. Tandai dengan polayang jelasagar
tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang dapat merusak bagian-bagian dari pintu anda.
g. Gunakan pahat tajam dan palu pahat untuk membuat lubang pengait. Lakukan pahatan secara perlahan-lahan,
hati-hati,danlakukandenganteliti agar tidakmerusakbagian-bagiandari pintuitusendiri.Pahatsesuai pol yang
sudah ditentukan, sehingga pada saat proses pemasangan pengait tidak kelebaran ataupun kekecilan.
h. Apabila lubang pengait sudah rapi, memasukkan pengait pada lubang tersebut yang ada di sisi pintu / cover
depannya. Pastikan pengait sudah terpasang dan duduk dengan pas di lubang pengait agar pengaitnya tidak
mudah lepas. Pasang baut pada sisi atas dan bawah pada bagian lubang yang sudah ada
i. Untuk membuat pelat pada pintu, tutup pintu terlebih dahulu untuk menandai kusen dengan memanfaatkan
pengait yang sebelumnya sudah dipasang. Setelah dirasa cukup anda bisa memasang pelatnya. Pastikan
terpasang dengan baik agar tidak mudah lepas. Pasang baut pada sisi atas dan bawah pada bagian lubang yang
sudah ada.
j. Masukkanduasekrupkedalamkedalamlubang kecil pintuyang sebelumnya sudahdi bor danmasukkanbautke
dalamlubangyanglebihbesar.Kemudianmasukkandanpasang handlepintukedalamlubangyang sudahdibuat.
Masukkansekruppadalubang yang sudahada.Kencangkansekrupdanbautagar handlepintu terpasang dengan
baik dan kencang.
Pekerjaan Instalasi Listrik
Pekerjaan Instalasi Lisrik yang dimaksud meliputi :
a. Instalasi penerangan
b. Instalasi stop kontak
c. Instalasi stop kontak AC
d. Lampu LED
e. Lampu TL
f. Stop kontak
g. Stop kontak AC
h. Panel Distribusi Utama
i. Pekerjaan Kabel Power dalam Bangunan Kabel NYM 3x2,5 mm
Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan Instalasi Listrik :
1. Pengabelan instalasi dalam menggunakan kabel NYM 2,5 mm.
2. Inst. listrik yang berada dalam beton/pasangan tembok harus dilindungi dengan pipa PVC 5/8” yang berkualitas baik.
3. Pemipaan dalam beton menggunakan sock – sock, teedoos dan kruis doos.
4. Pipa yang harusditanamdalamdinding untukinstalasi pemasanganZekring/MCB,saklarlampudanstopkontakyang
dilengkapi dengan Inbow doos.
5. Pemasangan instalasi diatas plafond harus rapi.
6. Setiap penarikan instalasi diatas plafond harus tegang dan kuat.
7. Tidak diperkenankan adanya “splice” pencabangan ataupun sambungan-sambungan baik dalam feeder maupun
cabang-cabang kecuali pada outlet atau pada kotak-kotak penghubung yang biasa dipakai (acceptable).
8. Dalam membuat pencabangan connector harus dihubungkan pada konduktor-konduktor dengan baik, sehingga
semua konduktor tersambung, tidak ada kabel-kabel telanjang yang kelihatan dan tidak bisa lepas oleh getaran.
9. Semua sambungan kabel, baik di dalam juction box,panel ataupuntempat lainnya harus mempergunakanconnector
yang terbuat dari tembaga yang diisolasi dengan porselin atau bakelit ataupun PVC, yang diamaternya disesuaikan
dengan diameter kabel.
10. Semua bahan isolasi untuk percabangan, connector dan lain-lain seperti karet, PVC asbes tipe sintetis, resin, splice
case,composition dan lain-lain harus dari tipe yang disetujui untuk penggunaan, lokasi voltage dan lain-lain tertentu
itu harus dipasang memakai cara yang disetujui menurut anjuran atau manufacturer.
11. Instalasi penerangan (titik lampu) dan stop kontak harus memakai kabel arde (tiga kawat).
12. Fase group instalasi penerangan dengan memakai MCB.
13. MCB dipasang pada ruang depan barak, dipasang setinggi + 185 Cm dari lantai.
14. Daya yang dipasang pada MCB harus dapat melayani seluruh pasangan titik lampu dan stop kontak pada masing –
masing bangunan.
15. Saklar lampu dan stop kontak adalah model tanam yang baru dan berkualitas baik.
16. Tinggi pasangan saklar lampu dan stop kontak dari lantai hingga titik As saklar/stop kontak adalah 155 Cm.
17. Fitting lampu dipasang sesuai gambar dan penempatannya agar disesuaikan dengan keadaan ruangan.
18. Bola lampu menggunakan lampu Led. Lampu TL dan kebutuhan cahaya penerangan harus disesuaikan dengan luas
ruangan berdasarkan jumlah titik lampu dalam RAB
19. Instalasiharusdiukurtahanannyasebelumdoos–doosnyaditutup,setelahmemberikandata–datapengukuranpada
Direksi, maka doos – doos tersebut dapat ditutup. Instalasi harus dalam keadaan siap pakai dan sampai menyala.
20. Kode warna instalasi kabel harus mengikuti ketentuan PUIL sebagai berikut:
Fasa 1 : Merah
Fasa 2 : Kuning
Fasa 3 : Hitam
Netral : Biru
Tanda (ground) : Hijau – Kuning
21. Penyempurnaan kabel :
a. Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak penyambungan.
b. Kabel-kabel disambungkan sesuai dengan warna-warna atau nama-nama masing-masing, dan harus diadakan
pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan.
c. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambungan-penyambungan tembaga yang dilapisi
dengan timah putih dan kuat. Penyambungan-penyambungan harus dari ukuran yang sesuai.
d. Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan pipa PVC/ protolen yang khusus untuk listrik.
22. Proteksi dari kejut listrik
Proteksi dari kejut listrik harus diberikan dengan cara mentanahkan semua bagian konduktif terbuka peralatan dan
instalasi listrik. Pentanahan dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh tahanan pentanahan kurang dari 5 ohm.
23. Testing/Pengujian
Testing dilakukan dengan disaksikan oleh Ketua Tim Pengawas yang disahkan oleh lembaga yang berwenang.
Pengujian tersebut meliputi :
a. Test ketahanan isolasi;
b. Pengukuran tahanan pentanahan;
c. Test kontinuitas.
Pekerjaan Sanitair
Pekerjaan Sanitair terdiri dari pemasangan kloset, Kran dan Instaliasi air dengan uraian kegiatan sebagai berikut :
1. Kloset.
a. Kloset Duduk tanpa tabung dipasang dengan merk American Standart.
b. Untuk pemasangan kloset Duduk disesuaikan dengan kedudukan yang lama.
c. PembuangandariklosetkeseptictankmenggunakanpipaPVC 3”typeDdandiikatdengancampuran1Pc:2Psr
pada setiap jarak 1 M sehingga tidak mudah lepas danpecah.ditandai sebelumnya.Setelah dirasa cukup danpas
andabisamengeborpadabagianyangsudahditandaigunamemasangpengait(baut)untukmemasangkanhandle
pintu pada pintuenandai pada bagian mana akan dipasangnya handle pintu.
d. Pada lobang pembuangan air KM/WC dipasang saringan dari bahan aluminium atau kuningan ( Ploor drain)yang
bermutu baik.
e. Untuk pembuangan air KM/WC tidak diperbolehkan dibuang kedalam septictank tetapi harus dibuang ke IPal
bangunan dengan menggunakan pipa.
2. Kran.
a. Pemasangan kran biasa di sesuai pada gambar rencana.
b. Sebelum dipasang drat dilapisi dengan slotif untuk menghindari kebocoran.
c.
3. Wastafel dan tempat cuci piring
a. Wastafel dipasang setinggi + 100 Cm dari lantai dan dilengkapi kran wastafel.
b. Lakukan persiapan, berupa pemasangan pipa pasokan air bersih (pipa input) dan pipa saluran air kotor (pipa
output) pada posisi di mana wastafel akan dipasang. Agar terkesan rapi pipa dapat ditanam pada dinding dan di
bawah lantai. Jika pembangunan sedang berlangsung, pemipaan dikerjakan bersama bagian lain kamar mandi
(shower dan bathtub).
c. Hasil pekerjaanpersiapanadalahtersedianya lubang pipainputmaupunoutput yang nantinya akandihubungkan
dengan pipa wastafel. Pastikan pada ujung kedua pipa terpasang faucet socket untuk sambungan. Wastafel
dipasang setelah dinding diplester dan di-finishing (cat atau keramik). Matikan aliran air saat pemasangan
wastafel.
d. Rangkai sifonatauleher angsa wastafel, jikaperlu beri seal tapeagar rapat.Lalu sambungkanleher angsa faucet
socket pipa output pada dinding. Jika perlu, beri seal tape agar rapat.
e. Pasang avur wastafel (fitting output bagian atas) lewat lubang pada dasar mangkuk wastafel. Kencangkan dan
periksa bahwa penutup pada dasar wastafel berfungsi. Lanjutkan dengan memasang keran air
f. Periksa cara penggantungan wastafel —dengan bracket atau lubang pada wastafel. Tandai posisi lubang sekrup
dengan mengukurnya secara tepat. Anda bisa juga menempelkan sementara wastafel ke dinding untuk
pengepasan dan menandai lubang. Pastikan leher angsa dan avur tersambung dengan tepat. Periksa kedataran
dengan waterpass.
g. Lakukan pengeboran dinding yang ditandai. Gunakan mata bor sesuai jenis dinding (bata dan beton) dan ukuran
sekrup fischer. Selanjutnya pasang fischer pada dinding dengan bantuan palu.
h. Jika sistem penggantungandengan lubang pada wastafel maka setelahfischer pasanglahsekrup hingga kencang.
Kemudian gantungkan wastafel dengan benar lalu pasang kunci dan kencangkan. Jika sistem penggantungan
dengan bracket, setelah fischer pasanglah bracket penggantung lalu sekrup dan kencangkan. Kemudian
gantungkan wastafel dengan tepat. Periksa kedataran dengan waterpass.
i. Sambung avur (fitting output dari bawah wastafel) ke leher angsa yang telah tersambung dengan pipa output
pada dinding, lalu kencangkan. Lanjutkan dengan menghubungkan fitting input dari keran ke pipa input pada
dinding, lalu kencangkan.
j. Pastikan seluruh bagian telah terpasang dengan benar. Untuk memperkuat penggantungan, aplikasikan lem
silikon di sepanjang garis pertemuan wastafel dan dinding.
k. Lakukan pengetesan dengan mengalirkan air sambil memeriksa setiap sambungan. Perbaiki jika masih ada
kebocoran. Periksa kembali dengan mengalirkan air.
l. Terakhir, lakukan pembobokan lubang-lubang dinding dan lanjutkan dengan finishing. Kemudian, jika perlu
pasang juga aksesoris seperti cermin, penggantung handuk atau lap.
5. Pekerjaan Pemasangan Floor Drain
a. Marking lokasi yang akan dipasang floor drain
b. Padatempat-tempatyang telahdipasang floor drain,penutuplantai harusdilubangi dengan rapih,menggunakan
pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan ukuran floor drain tersebut.
c. Hubungan saringan metal dengan beton/lantai menggunakan perekat beton kedap air.
d. Setelah floor drain terpasang, pasangan harus rapi waterpass, dibersihkan dari noda-noda semen dan tidak ada
kebocoran.
6. Pekerjaan Pemasangan Pipa
a. Pekerjaan instalasi plumbing air bersih
- Untuk air bersih ke dalam rumah menggunakan pipa PVC Ø 3/4”
- Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
PasangpipaPVCkelasAW(diameter sesuaigambar kerja)besertagatevalve, fittingdanaccessorieslainnya
-
sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
Untukpipayang melintasi lantai (terutamalantai dasar,makakedalamanpipa haruscukup,minimal 50cm
-
supaya tidak mudah pecah.
Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan ampelas supaya sambungan
- dapat lengket dengan kuat.
Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar dan diberi lapisan seal tape baru
- disambungkan ke alat sanitair.
b. Pekerjaan instalasi plumbing air kotor, air bekas dan vent
Pipa air kotor meggunakan pipas PVC kelas AW yang tahan terhadap tekanan 10 bar, penyambungan pipa
- menggunakan lem PVC yang kuat sehingga tidak mudah bocor.
- Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
PasangpipaPVCkelasAW(diameter sesuaigambar kerja)besertagatevalve, fittingdanaccessorieslainnya
-
sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
- Pasangan clean out dan accessories lainnya.
PipaPVC yang horizontal digantung padaplat lantai beton menggunakanbesi sikudan pipadiikat padabesi
-
siku supaya tidak bergerak saat menerima beban air.
Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat dinding belum diplester + aci. Pipa yang
ditanam di dinding harus diklem supaya tidak bergerak saat menerima beban air.
-
Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar, makakedalaman pipa haruscukup, minimal 50
- cm supaya tidak mudah pecah.
Pipa yang akan disambung, bagianujungnyaharusdibersihkan dengan ampelassupayasambungandapat
-
lengket dengan kuat.
Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar sambungan tidak kendor akibat
- beban air hujan yang dapat menyebabkan kebocoran.
- Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat.
- Pemasangan roof drain untuk instalasi pipa air hujan.
- Buat sumur resapan dan bak kontrol.
Testing dan commissioning
Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus di test dulu dengan menggunakan tekanan
hydrostatis sebesar 5 – 8 bar selama 24 jam, dimana pada saat itu tidak boleh ada penurunan tanah.
-
Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa dibersihkan dahulu (flushing) dari kotoran yang
- mungkin masih tersisa dalam pipa. Pembersihan pipa dapat melalui lubang clean out.
Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test internyang dimaksudkanapabila adakegagalan
fungsi dari instalasi dan peralatan yang terpasang dapat segera ditanggulangi/diperbaiki.
-
- Test commissioning dari fungsi masing-masing peralatan yang terpasang.
Dokumentasi
1. Foto-foto berwarna ukuran kartu pos sesuai tahapan pekerjaan dimulai dari kondisi awal sampai dengan pekerjaan
selesai 100 % untuk selanjutnya :
a. Dipasang dipapan gambar dalam ruang Direksi Lapangan guna keperluan pemeriksaan lapangan.
b. Disusun dalam album untuk dokumentasi dan diserahkan setelah pekerjaan selesai 100 %.
2. Foto-fotoberwarna ukuranKartuPosdilihatdari depan,samping kiri,belakang,samping kanansertabagian–bagian
lain yang direhab dan dibuat rangkap 4 (empat) untuk dokumentasi visual diserahkan setelah pekerjaan selesai 100%.
3. Foto-foto yang diserahkan harus memuat foto sebelum pekerjaan (awal), selama pekerjaan ( + 50 % bangunan) dan
setelah selesai (100 %).
Pembersihan Akhir dan Finishing
Pekerjaan penyelesaian berupa pembersihan, pengumpulan terhadap sisa-sisa material termasuk pengangkutan ke
lokasi yang telah ditentukan oleh pengawas lapangan. Selanjutnya kontraktor bersama dengan konsultan membuat
gambar pelaksanaan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya dilapangan (As-Build Drawing).
MethodeFastTrackyangdigunakandalampelaksanaandapatberhasildenganbaikapabila semuaunsur yangterlibat
dalam pembangunan saling bekerja sama dengan baik. Methode ini juga harus ditunjang oleh sikap profesional
Pelaksana maupun unsur dari direksi pekerjaan dalam hal ini Pemimpin Kegiatan maupun Konsultan Pengawas.
Demikian Metode Pelaksanaan ini dibuat untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan.
Pinrang, 2023
Pejabat Pembuat Komitmen
Kabupaten Pinrang
MUHTAR, SIP
Nip. 19830808 200604 1 008