PEMERINTAH KABUPATEN PINRANG
DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
Jln. Lasinrang No. 26 Pinrang
DOKUMEN METODE PELAKSANAAN JALAN
PENGGUNA ANGGARAN :
SATKER/SKPD : DINAS BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
KABUPATEN PINRANG
NAMA KPA : MUHAMMAD SASTERA, ST.,M.T.
NAMA KEGIATAN : PENINGKATAN JALAN RUAS MALIMPUNG – PADANG
LOANG
TAHUN ANGGARAN 2024
METODE PELAKSANAAN
Pekerjaan : Peningkatan jalan ruas Malimpung – Padang Loang
Lokasi : Poros Malimpung – Padang Loang
Nilai Anggaran : Rp. 1,668,400,000
Tahun Anggaran : 2024
Lingkup Pekerjaan :
1. Devisi 1 UMUM
1.2 Mobilisasi
1.8. (1 ) Manajemen dan Keselamatan Lalu lintas dan SMK3
2. Devisi 3 PEKERJAAN TANAH DAN GIOSINTETIK
3.2.(2a )Timbunan Pilihan dari sumber galian ( Bawah Jalan Beton )
3.3.( 1 ) Penyiapan Badan Jalan
3. Devisi 5 PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN
5.3. ( 1a ) Perkerasan Beton Semen
Semua item – item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis
Revisi II tahun 2018 dan menurut Volume pekerjaan yang tersedia dalam daftar kuantitas dan harga.
1. Devisi 1 UMUM
1. PEKERJAAN MOBILISASI
1. Pekerjaan peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
1.1 Dump Truk 3.5 m3 ( 3 Unit )
1.2 Motor Greder ( 1 Unit )
1.3 Vibratory Roller 5 – 8 Ton ( 1 Unit )
1.4 Truk Mixer Aligator 6 – 7 m3 ( 3 Unit )
1.5 Water Tank Truk 5000 ltr ( 1 Unit )
2. Mobilisasi fasilitas Laboratirium
2.1 Slump cone
Slump pada dasarnya merupakan salah satu pengetesan sederhana untuk mengetahui
workability beton segar sebelum diterima dan diaplikasikan dalam pekerjaan pengecoran
yang dilakukan sebelum pekerjaan keluar dari Bacing palnt dan setelah sampai dilokasi
pekerjaan.
2.2 Beam Mould for Flexural Strength (RIGID) Crushing Machine
Pekerjaan ini merupakan pemeriksaan kuat tekan beton karena pekerjaan ini merupakan
pekerjaan Perkerasan beton yang dilakukan pemeriksaannya dilaboratorium dan disaksikan
oleh pengawas Pu, konsultan Pengawas kemudian untuk pengambilan sampel dilakukan per
lot atau 30 m3 untuk satu sampel sesuai dengan Dokumen spesifikasi teknis dan gambar
rencana
3. Mobilisasi Lainnya
3.1 Pembuatan Job Mix Desigen / Job Mix Formula ( JMF )
Sebelum pekerjaan utama dilakukan terlabih dahulu dilaksanakan pengambilan sampel bahan
dari quary yang berada dilokasi setempat atau berdekatan dengan lokasi tersebut diantaranya
: batu, pasir, dan bahan timbunan pilihan selanjutnya dibawah kelaboratorium untuk diperiksa
sedemikian rupa sehingga dapat mengeluarkan hasil perbandingan campuran yang nantinya
dapat dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan proyek yang disebut Job Mix Formula
( JMF )
3.2 Pertolongan pertama pada kecelakan (P3K)
Mengigat pekerjaan ini rentang dari kecelakaan kerja maka kontraktor dalam hal ini
penyedian harus mempersiapakan P3K untuk pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan
kerja.
3.3 Pengukuran Awal ( Shop Drawing ) / Mutual Check 0
Pekerjaan ini dilakukan setelah adanya kontrak antara kontraktor dengan penyedia dengan
kata lain PPK maka sebelum memulai pekerjaan harus dilakukan pengkuran awal ( shop
Drawing ) / Mutual Check 0 untuk memngetahui dan mencocokkan gambar rencana dan Rab
yang ada dalam kontrak.
3.4 Papan Proyek
Papan nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek tersebut dan
papan ini buat dengen ukuran 0.80 x 1.22 m yang disetujui direksi pekerjaan kemudian
mengunakan bahan yaitu : Balok kayu ( Tiang Ukuran 5/7 cm ), paku, triplex ( Tebal 4 mm )
dan dipasang di awal lokasi proyek.
3.5 Asbuil Drawing
Pekerjaan ini dilaksanakan apabila pekerjaan sudah selesai 100 % untuk pembayaran.
3.6 Dokumentasi dan Pelaporan
- Dokumentasi
Penyedia dalam hal ini kontraktor harus melakukan dokumentasi/foto pelaksaan setiap
pekerjaan yang dilaksanakan mulai dari 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% untuk tiap – tiap
item pekerjaan
- Pelaporan
Penyedia harus rutin membuat pelaporan yang terdiri dari laporan harian, minggua dan
bulanan selama pelaksanaan pekerjaan, penyedia cukup menyerahkan laporan mingguan
ke direksi pekerjaan.
4. Demobilisasi
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan dilapangan dianggap selesai semua. Adapun
peralatan yang di demobilasasi semua peralatan yang digunakan dikeluarkan dari lokasi pekerjaan
2. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI ( SMKK )
2.1 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 )
2.1.1 Penyiapan RK3K terdiri dari :
- Pembuatan Manual, Prosedur, Instruksi Kerja, Ijin Kerja dan Formulir
- Pembuatan Kartu Identitas Pekerja (KIP)
2.1.2 Sosialisai dan Promosi K3 terdiri dari :
- Induksi K3 (Safety Induction); khusus untuk pekerja baru
- Pengarahan K3 (safety briefing): Pertemuan Keselamatan (Safety Talk dan/atau Tool Box
Meeting); setiap hari
- Pelatihan K3;
- Simulasi K3
- Spanduk (banner);
- Poster;
- Papan Informasi K3.
2.1.3 Alat pelindung diri terdiri atas
- Topi Pelindung (Safety Helmet);
- Pelindung Pernafasan dan Mulut (Masker);
- Sarung Tangan (Safety Gloves);
- Sepatu Keselamatan (Safety Shoes) ;untuk Staf
- Rompi Keselamatan (SafetyVest);
2.1.4 Asuransi dan perijinan terdiri atas
- BPJS Ketenagakerjaan Dan Kesehatan Kerja
2.1.5 Personil k3 terdiri atas
- Ahli K3
- Petugas P3K;
2.1.6 Fasilitas sarana kesehatan
- Peralatan P3K( Kotak P3K, Tandu, Tabung Oksigen,Obat Luka, Perban,
- Ruang P3K (Tempat Tidur Pasien, Stetoskop,Timbangan Berat Badan, Tensi Meter,dll);
2.1.7 Rambu – rambu terdiri atas
- Rambu Petunjuk;
- Rambu Larangan
- Rambu Peringatan;
- Rambu Kewajiban;
- Rambu Informasi;
- Rambu Pekerjaan Sementara;
- Tongkat Pengatur Lalu Lintas (Warning Lights Stick);
- Kerucut Lalu Lintas (Traffic Cone);
- Lampu Selang Lalu Lintas.
2.1.8 Lain- Lain Terkait Pengendalian Risiko K3
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR); 10Kg
- Sirine;
- Bendera K3;
- Jalur Evakuasi (Escape Route);
- Lampu Darurat (Emergency Lamp);
- Program Inspeksi Dan Audit Internal;
- Pelaporan dan Penyelidikan Insiden.
2.1.9 Peralatan dan Komonikasi
Pekerjaan ini alat yang digunakan adalan hendy ( token ) untuk pengaturan lalu lintas dari
dua arah.
2.1.10 Pekerja ( Plagma ) 2 Orang
Orang yang dipersiapkan untuk mengatur lalu lintas ( awal dan ujung lokasi pekerjaan )
2.1.11 Kordinator Pengatur 1 Orang
Orang yang disiapkan rekanan untuk mengkordinir pengatur lalu lintas.
2. Devisi 3 PEKERJAAN TANAH DAN GIOSINTETIK
1. Timbunan Pilihan dari sumber galian ( Bawah Jalan Beton )
Timbunan yang di klasifikasi sebagai timbunan pilihan harus terdiri dari bahan tanah atau batu yang
memenuhi semua ketentuan diatas level timbunan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat –
sifat tertentu yang tergantung dari maksud penggunaannya, seperti yang diperintahkan atau disetujui
oleh direksi pekerjaan, Tenaga teknis serta konsultan pengawas dalam segala hal, seluruh timbunan
pilihan harus bila diuji sesuai dan memiliki CBR Paling sediki 10 % setelah 4 hari perendaman dan
bila dipadat sampai 100 % kepadatan kering maksimun.
- Pekerjaan timbunan Pilihan ( Bawah Jalan Beton ) dikerjakan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Pengankutan material
Material diambil dari quary ( yang disetujui direksi ) kemudian diangkut dengan menggunakan
alat yaitu Wheel Loader yang menaikkan timbunan pilihan ke damp truk kemudian damp truk
mengankut kelokasi pekerjaan.
2. Penghamparan material
Setelah material / timbunan pilihan sudah sampai dilokasi pekerjaan dihampar dengan
menggunakan alat motor grader dan merapikannya.
3. Pemadatan
Untuk pekerjaan ini dilakukan setelah material ada dilokasi pekerjaan yang sudah dihampar
dengan menggunakan moror grader kemudian digilas dengan menggunakan alat vibrator roller
adapun tata cara penggilasannya harus berdasarkan dengan Dokumen spesifikasi.
1.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
1.2 Bahan
- Timbunan Pilih yang sesuai dengan Dokumen spesifikasi.
1.3 Peralatan
- Loader
- Dump Truk
- Motor Greder
- Vibrator roller
- Gerobak
- Sekop
2. Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan penyiapan badan jalan ini dilakukan pada awal pekerjaan dengan kata lain melakukan
pembersihan lapangan seperti pembersihan bahu jalan yang dilakukan dengan menggunakan Motor
Greder yang meratakan permukaan jalan kemudian melakukan pemadatan dengan menggunakan
Vobrator Roller dan sekelompok pekerajan membantu meratakan dengan mengunakan alat bantu,.
2.1 Tenaga
- Pelaksana
- Mandor
- Pekerja biasa
2.2 Peralatan
- Motor Greder
- Vibrator roller
- Gerobak
- Sekop
3. Devisi 5 PERKERSAN BERBUTIR DAN PERKERSAN BETON SEMEN
1. Perkerasan Beton Semen
1.1 Pekerjaan awal
1. Mempelajari gambar rencana dan Dokumen spsefikasi
2. Pemahaman lebih dalam terhadap lokasi proyek, lajur dan kemiringan
3. Peralatan dan organisasi kontraktor
4. Penentuan tugas dan tanggung jawab
5. Menentukan pengujian, pencatatan dan laporan yang diperlukan
1.2 Bahan
Semua bahan harus diindentifikasi mengenai sumber, jumlah dan kesesuaian dengan persyaratan,
penanganan, penimbangan dan pembuangan bahan yang ditolak. Bahan tersebut meliputi :
1. Semen
2. Agregat
3. Air
4. Bahan tambah ( Additive )
5. Tulangan, ruji dan bahan pengikat
6. Material perawatan beton
7. Bahan sambungan
1.3 Perbandingan campuran
1. Pengujian agregat meliputi gradasi, berat jenis, penyerapan, kadar lempung
2. Data perencanaan campuran meliputi kadar semen, proporsi agregat, air, rongga udara, kelecakan
dan kekuatan
- Volume takaran meliputi ukuran takaran, berat material dalam takaran dan koreksi kadar
air agregat
- Volume takaran meliputi ukuran takaran, berat material dalam takaran dan koreksi kadar
air agregat
1.4 Unit penakaran/penimbangan meliputi
1. Pemeriksaan peralatan untuk menimbang dan mengukur semen, agregat, air dan bahan tambah
- Pemeriksaan peralatan untuk penanganan material, pengangkut dan skala timbangan
1.5 Unit pencampuran
1. Lama waktu pencampuran Proses perhitungan waktu dimulai ketika Bacthing Plant sudah mulai
pencampuran atau Mixing beton, kondisi plastis hilang pada 1.5 sampai 2.5 jam setelah mixing
beton, jadi waktu total yang dijadikan untuk acuan untuk final setting adalah 3 sampai 4 jam.
2. Pemeriksana peralatan pencampuran, lama waktu pencampuran, alat pengatur waktu dan
penghitungan jumlah takaran sebelum pengecoran beton semen
3. Acuan : kecocokan acuan, alinyemen, kemiringan dan ruji
4. Tanah dasar : kerataan, pemeriksaan permukaan akhir dan kadar air
5. Sambungan muai : bahan sambungan, lokasi, alinyemen, dudukan dan ruji
1.6 Pembetonan
1. Persiapan meliputi bahan, perlengkapan peralatan, tenaga kerja dan bahan pelindung cuaca
2. Pencampuran meliputi jenis peralatan, konsistensi, kadar udara, pemisahan butir (segregasi) dan
keterlambatan
3. Pengangkutan meliputi batas waktu, pengecekan pemisahan butir dan perubahan konsistensi
4. Pengecoran meliputi penempatan adukan, pemisahan butir, kelurusan dan kerataan, lingkungan,
pengteksturan dan perapihan tepi
5. Penuangan beton pada area mall dilakukan concrete vibrator
6. Pembentukan sambungan susut meliputi pembentukan sambungan, alinyemen, perapihan
tepi dan pemeriksaan permukaan sambungan
1.7 Setelah pembetonan
1. Waktu pembongkaran acuan, kerusakan agar dihindari
2. Perawatan meliputi metode, peralatan dan bahan, keseragaman, waktu mulai perawatan dan lama
waktu perawatan
3. Perlindungan meliputi beton basah, hujan, lalu-lintas, cuaca dingin, cuaca panas dan pencatatan
temperature
4. Sambungan yang digergaji meliputi peralatan, temperatur, bahan penutup, pembersihan
sambungan dan penutup
- Pemeriksaan permukaan meliputi kelurusan dan kerataan, perbaikan atau penggantian
1.8 Pengujian beton semen
1. Campuran beton basah, pengujian kelecakan (dengan slump) dan kadar udara
2. Pengujin kekuatan, pengambilan contoh, pembuatan benda uji, penyimpanan dan perawatan
benda uji, pengujian kuat tekan, pengujian kuat tarik lentur, pengambilan contoh inti dan
penggergajian perkerasan untuk pengujian kuat tarik lentur.
Adapun tenaga dan peralatan serta bahan yang digunakan :
a. Tenaga
1. Pelaksana
2. Mandor / Kepala tukang
3. Pekerja biasa
b. Bahan
1. Semen
2. Agregat Kasar ( Batu pecah )
3. Agregat Halus ( Pasir beton )
4. Air
5. Bekisting ( Papan )
6. Besi ( Untuk pembesian )
7. Beam mould
c. Peralatan
1. Mobil Mixer
2. Excavator
3. Water Tank Truk
4. Sekop
5. Cangkul
6. Concrete Vibrotor
7. Papan Gosok
8. Pembengkok besi
9. Gergaji
Pinrang, Februari 2024
Kuasa Pengguna Anggaran