METODE PELAKSANAAN
KEGIATAN : PENYEDIAAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN UNTUK UKM
DAN UKP KEWENANGAN DAERAH KABUPATEN/KOTA
PEKERJAAN : REHABILITASI PUSTU TONYAMAN
LOKASI : PUSTU TONYAMAN
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1.1. Kegiatan yang dilaksanakan adalah REHABILITASI PUSTU TONYAMAN. Bentuk dan
ukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar pelaksanaan.
1.2. Untuk kelancaran pekerjaan maka pihak kontraktor harus menyediakan dan menempatkan
seorang Site Manager yang memadai dan qualified sebagai penanggung jawab dan
berwewenang penuh dilapangan, dengan kualifikasi minimal sebagai Tenaga Ahli yang
berpengalaman dalam pembangunan gedung.
1.3. Kontraktor juga harus menyediakan semua peralatan yang diperlukan di lapangan dengan
jumlah yang memadai. Peralatan tersebut minimal yang diminta dalam Dokumen Lelang,
yaitu :
a. Beton molen
b. Alat-alat ukur lengkap
c. Alat-alat pertukangan sederhana wajib dimiliki oleh setiap tukang
d. Alat-alat perlindungan kerja seperti sepatu both, sarung tangan dan helm pelindung
kepala
e. Dan alat-alat lainnya yang diperlukan
1.4. Sebelum memulai suatu pekerjaan, kontraktor wajib membuat “Shop Drawing” untuk
mendapatkan izin tertulis dari Direksi Pekerjaan/Konsultan Pengawas dan ditempel pada
dinding Direksi Keet untuk dijadikan acuan pekerjaan yang akan dilaksanakan.
1.5. Untuk keamanan pekerjaan serta kegiatan sekolah tetap berlangsung, kontraktor dituntut
untuk membuat pagar pengaman dan membuat jalan masuk yang tidak mengganggu proses
pelayanan masyarakat.
II. PELAKSANAAN PEKERJAAN DINDING
2.1 Pekerjaan Pengecatan Kusen, Daun Pintu, Jendela, dan Ventilasi
Persiapan
Bersihkan permukaan dari debu, kotoran, minyak, atau cat lama yang mengelupas.
Tutup bagian yang tidak dicat dengan kertas/plastik pelindung.
Pelaksanaan
Metode Pelaksanaan 1
Lakukan pengamplasan agar permukaan halus dan rata.
Aplikasikan cat dasar (primer) sesuai bahan (kayu/aluminium/besi).
Setelah kering, lakukan pengecatan lapis pertama.
Ulangi hingga mendapatkan hasil yang rata dan warna sesuai spesifikasi.
Kontrol Mutu
Hasil cat rata, tidak belang, tidak menetes, dan sesuai warna yang ditentukan.
2.2 Pekerjaan Plesteran Dinding (Campuran 1 PC : 4 Pasir)
Persiapan
Bersihkan pasangan bata dari debu, minyak, atau kotoran.
Basahi dinding dengan air secukupnya sebelum diplester.
Pelaksanaan
Pasang papan rolaan (patokan tebal plester) dengan jarak ±2 m.
Gunakan adukan campuran 1 semen : 4 pasir, diaduk merata.
Lakukan plesteran dengan ketebalan rata (1,5 – 2 cm).
Ratakan permukaan menggunakan mistar kayu atau aluminium.
Kontrol Mutu
Plester menempel kuat, rata, tidak retak, dan sudut siku rapi.
2.3 Pekerjaan Pengecatan Dinding
Persiapan
Pastikan plesteran kering minimal 14 hari.
Bersihkan dinding dari debu atau sisa plamir.
Lakukan plamir bila ada permukaan yang tidak rata.
Pelaksanaan
Aplikasikan cat dasar tembok (alkali resisting primer).
Setelah kering, lakukan pengecatan lapis pertama dengan roller/kuas/spray.
Lanjutkan dengan lapisan kedua hingga warna merata.
Kontrol Mutu
Cat merata, tidak belang, tidak mengelupas, dan sesuai warna desain.
III. PEKERJAAN PINTU, JENDELA, DAN KACA
3.1 Pekerjaan Pengecatan Kusen dan Daun Pintu, Jendela, serta Ventilas
Persiapan
Pastikan kusen, daun pintu/jendela, dan ventilasi sudah terpasang dengan baik.
Bersihkan permukaan dari debu, kotoran, minyak, atau cat lama yang mengelupas.
Lakukan pengamplasan agar permukaan halus dan rata.
Metode Pelaksanaan 2
Tutup bagian dinding atau lantai di sekitar area kerja dengan kertas/plastik
pelindung untuk menghindari noda cat.
Pelaksanaan
Aplikasikan cat dasar (primer) sesuai dengan jenis material (kayu/besi/aluminium).
Setelah cat dasar kering, lakukan pengecatan lapis pertama menggunakan kuas atau
spray dengan arah searah serat material.
Biarkan kering, kemudian ulangi pengecatan lapis kedua agar warna rata dan
menutup sempurna.
Jika diperlukan, lakukan pengecatan tambahan hingga hasil sesuai spesifikasi.
Kontrol Mutu
Permukaan cat rata, halus, tidak belang, tidak ada bekas kuas atau tetesan.
Warna cat sesuai dengan desain atau persetujuan lapangan.
Tidak ada bagian yang terkelupas atau menggelembung.
IV. PEKERJAAN PENUTUP ATAP
4.1. Pekerjaan Kuda-Kuda Baja Ringan untuk Atap Spandek
Persiapan
Pastikan pondasi, kolom, dan ring balok sudah kuat serta sesuai elevasi.
Material baja ringan diperiksa kualitas dan ukurannya.
Pelaksanaan
Rakit rangka baja ringan sesuai gambar kerja (shop drawing).
Pasang kuda-kuda dengan jarak sesuai perhitungan struktur.
Lakukan pemasangan dengan baut/skrups khusus baja ringan.
Periksa kembali kekokohan dan kelurusan kuda-kuda.
Kontrol Mutu
Kuda-kuda tegak lurus, kuat, dan tidak melendut.
4.2. Pekerjaan Pemasangan Penutup Atap Spandek T = 0,30
Persiapan
Pastikan rangka kuda-kuda sudah terpasang dengan benar.
Lembaran atap spandek diperiksa dari cacat atau kerusakan.
Pelaksanaan
Letakkan lembaran spandek di atas rangka baja ringan dengan arah tumpang tindih
minimal 1 gelombang.
Ikat dengan skrup roofing yang dilengkapi ring karet agar tidak bocor.
Pasang secara rapi dari bawah ke atas atau dari salah satu sisi ke sisi lainnya.
Kontrol Mutu
Pemasangan rata, tidak bergelombang, dan kerapatan skrup sesuai spesifikasi.
Metode Pelaksanaan 3
4.3. Pekerjaan Pemasangan Bubungan Atap Spandek
Persiapan
Bubungan atap sudah dipotong sesuai ukuran dan panjang bentang.
Pelaksanaan
Pasang bubungan pada pertemuan dua sisi atap dengan overlapping minimal 20 cm.
Ikat dengan skrup roofing pada puncak gelombang.
Kontrol Mutu
Bubungan menutup sempurna tanpa celah kebocoran.
4.4. Pekerjaan Listplank GRC
Persiapan
Pastikan rangka listplank sudah disiapkan dan sesuai elevasi.
Pelaksanaan
Potong listplank GRC sesuai ukuran.
Pasang dengan paku beton atau skrup pada rangka.
Pastikan sambungan rapi dan rata.
Kontrol Mutu
Listplank lurus, rata, dan tidak retak.
4.5. Pekerjaan Pengecatan Listplank
Persiapan
Bersihkan permukaan listplank dari debu dan kotoran.
Haluskan permukaan dengan amplas jika perlu.
Pelaksanaan
Aplikasikan cat dasar (primer).
Lanjutkan dengan cat akhir minimal 2 lapis hingga rata.
Kontrol Mutu
Warna cat merata, tidak belang, tidak ada gelembung atau retak.
V. PEKERJAAN PLAFOND
5.1. Pekerjaan Plafond PVC T = 8 mm (Dalam + Luar)
Persiapan
Pastikan rangka plafon baja ringan atau kayu telah terpasang sesuai gambar kerja.
Periksa material PVC agar tidak cacat, retak, atau bengkok.
Pelaksanaan
Potong lembaran PVC sesuai ukuran ruang.
Pasang plafon PVC dengan sistem interlock (saling kait) pada rangka.
Kunci dengan skrup atau paku khusus plafon agar kuat.
Lakukan pemasangan mulai dari sisi terluar menuju tengah ruangan untuk menjaga
kerapian.
Metode Pelaksanaan 4
Kontrol Mutu
Plafon terpasang rata, tidak bergelombang, dan sambungan rapat.
Tidak ada celah pada sambungan antar lembar.
5.2. Pekerjaan List Profil Plafond PVC
Persiapan
List profil diperiksa agar tidak retak atau cacat.
Tentukan jalur pemasangan sesuai bentuk ruangan.
Pelaksanaan
Potong list sesuai ukuran sudut ruangan.
Pasang list pada pertemuan antara dinding dan plafon dengan lem khusus atau skrup
kecil.
Perhatikan potongan sudut agar bertemu rapi (potongan 45°).
Kontrol Mutu
List terpasang lurus, sambungan rapi, tidak ada celah.
Finishing bersih tanpa noda atau kotoran.
VI. PEMELIHARAAN PEKERJAAN
6.1. Setelah selesai masa pelaksanaan dan pekerjaan fisik di lapangan dinyatakan telah mencapai
bobot 100% dan telah dilakukan serah terima, maka selanjutnya diberlakukan masa
pemeliharaan.
6.2. Pada masa pemeliharaan, kontraktor akan tetap menempatkan personil di lapangan untuk
mengantisipasi terjadinya kerusakan-kerusakan yang mungkin.
6.3. Semua biaya yang dikeluarkan oleh kontraktor sampai masa pemeliharaan selesai.
POLEWALI, AGUSTUS 2025
DIPERIKSA:
KEPALA DINAS KESEHATAN
SELAKU PENGGUNA ANGGARAN (PA)
TTD
Dr. H. MUSTAMAN, M.M
NIP : 19740731.200604.1.057
Metode Pelaksanaan 5