MARKAS BESAR
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
STAF LOGISTIK
TERM OF REFERENCE (TOR)
MONITORING EVALUSI LOGISTIK POLRI T.A. 2025
BAB I
PENDAHULUAN
1. Gambaran Umum
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dituntut untuk mampu
menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan masyarakat saat ini. Dalam
kurun waktu dua tahun terakhir, telah terjadi pergeseran dalam tatanan perubahan
pola pikir masyarakat yang kritis menginginkan transformasi reformasi Polri dalam
peningkatan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (harkamtibmas),
Polri dituntut untuk senantiasa siap menghadapi dinamika tantangan yang terjadi,
diantaranya adalah dinamika lingkungan strategis, perubahan pola kejahatan yang
semakin kompleks, perkembangan teknologi yang semakin canggih, serta tuntutan
masyarakat terhadap kinerja Polri yang lebih baik. Selain itu, untuk menunjang
tugas-tugas pokok dan fungsi kepolisian dalam hal ini adalah pelaksanaan
harkamtibmas, penegakan hukum serta perlindungan dan pengayoman kepada
masyarakat di seluruh wilayah Indonesia diperlukan dukungan sarana dan
prasarana yang lebih baik.
Staf Logistik Polri bertugas membina dan menyelenggarakan manajemen
logistik (perbekalan umum, peralatan, serta fasilitas dan konstruksi) di
lingkungan Polri. Sebagai pembina fungsi Logistik seluruh satuan kerja (Satker)
yang ada pada Polri, Slog Polri berkewajiban mengarahkan fungsi logistik diseluruh
jajaran Satker Polri dalam penyusunan petunjuk perencanaan program kerja Kapolri
serta sebagai pedoman bagi para pelaksana pada semua tingkat organisasi
di jajaran Polri.
Polri …..
2
Polri memiliki peran strategis dalam pembangunan, yaitu untuk
menciptakan rasa aman, adil, dan kepastian berusaha di dalam negeri, yang sangat
penting untuk mengundang investasi. Keterlibatan Polri dalam keterlibatan investor
baik dalam negeri maupun asing untuk memastikan negara aman dari beragam
macam konflik.
Maka Slog Polri yang mempunyai tugas membina dan menyelenggarakan
manajemen logistik baik di tingkat pusat maupun kewilayahan dalam mendukung
pembangunan nasional akan melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi (Monev)
untuk membahas hal-hal yang dibutuhkan Satker pusat maupun kewilayahan,
masukan berupa kritik atau saran dari Satker pusat maupun kewilayahan apabila
terjadi suatu permasalahan yang dihadapi secara bersama-sama dalam
pelaksanaan tugas di lingkungan kerja masing-masing.
Dengan Tema Monitoring dan Evaluasi Logistik Polri Tahun Anggaran 2025
yaitu “LOGISTIK PROFESIONAL DALAM MENDUKUNG TUGAS POLRI
WUJUDKAN ASTA CITA” diharapkan Slog Polri dapat menggerakkan seluruh
fungsi logistik di tingkat pusat maupun kewilayahan untuk turut serta mendukung
ASTA CITA menuju Indonesia Emas 2045.
2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Maksud pembuatan Term of Reference ini adalah untuk memberikan
gambaran pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi jajaran Logistik Polri tahun
2025;
b. Tujuan
Term of Reference ini bertujuan sebagai pedoman penyelenggaraan
Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan tugas di bidang logistik tahun 2025 yang
diharapkan mampu memberikan input kepada Polri khususnya Bidang Logistik
untuk meningkatkan kinerja Logistik Polri yang Efektif dan Efisien sesuai
dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
3. Tata …..
3
3. Tata Urut
a. BAB I PENDAHULUAN
b. BAB II PELAKSANAAN
c. BAB III HASIL YANG DICAPAI
d. BAB IV PENUTUP
4. Ruang Lingkup
Ruang lingkup Monitoring dan Evaluasi Logistik Polri Tahun 2025 ini meliputi waktu
dan tempat, peserta, tema, bentuk kegiatan dan sasaran, tujuan, hasil yang ingin
dicapai.
BAB II
PELAKSANAAN
5. Waktu dan Tempat
a. Hari : Senin s.d. Selasa;
b. Tanggal : 8 s.d. 9 Desember 2025;
c. Pukul : 08.00 WIB s.d. selesai;
d. Tempat : Gedung Pertemuan Slog Polri Jalan Raya Bekasi Timur No. 86,
Kel. Cipinang, Kec. Pulogadung, Kota Jakarta Timur.
6. Narasumber
Narasumber untuk kegiatan Monev Logistik Polri T.A. 2025:
a. 6 (enam) orang di hari pertama (8 Desember 2025), terdiri dari:
b. 4 (empat) …..
4
b. 4 (empat) orang di hari kedua (9 Desember 2025), terdiri dari:
7. Peserta
a. Pelaksanaan secara Tatap Muka 292 (dua ratus sembilan puluh dua) Orang,
terdiri dari:
1) Aslog Kapolri : 1 (satu) Orang
2) Para Karo Slog Polri : 5 (lima) Orang
3) Para Kabag & Kadomat Slog Polri : 15 (lima belas) Orang
4) Para Pengelola PB/J Slog Polri : 6 (enam) Orang
5) Satker Mabes Polri sebanyak 36 (tiga puluh enam) Satker Mabes Polri
dengan perwakilan masing-masing satker mengirimkan perwakilan
pengemban fungsi logistik 2 (dua) orang sehingga total terdapat 72
(tujuh puluh dua) orang;
6) Para Karolog Polda jajaran sebanyak 36 (tiga puluh enam) orang;
7) Para Kabaginfolog Rolog Polda jajaran sebanyak 36 (tiga puluh enam)
orang;
8) Operator Rolog Polda jajaran sebanyak 36 (tiga puluh enam) orang;
9) Panitia pelaksana kegiatan sebanyak 85 (delapan puluh lima) orang.
b. Pelaksanaan melalui zoom meeting sebanyak 542 (lima ratus empat puluh
dua) Satker, Terdiri dari:
1) Satker Mabes Polri di luar Jakarta : 33 (tiga puluh tiga) Satker
2) Polda dan Polres jajaran : 509 (lima ratus sembilan) Satker
8. Tema …..
5
8. Tema
Tema Monitoring dan Evaluasi Logistik Polri Tahun 2025 adalah “LOGISTIK
PROFESIONAL DALAM MENDUKUNG TUGAS POLRI WUJUDKAN ASTA
CITA”.
9. Materi Narasumber Eksternal (3 Orang)
10. Bentuk Kegiatan dan Sasaran
a. Bentuk Kegiatan
Kegiatan Monev Logistik Polri Tahun 2025 dilakukan dalam bentuk
pembekalan/ceramah serta tanya jawab oleh Narasumber dari internal serta
Eksternal.
b. Sasaran
1) Mengevaluasi pelaksanaan tugas bidang Logistik Polri, berikut
pemberian petunjuk arahan pembinaan bidang Logistik Polri;
2) Dialog interaktif dengan peserta terkait permasalahan atau
masukan-masukan kepada Slog Polri sebagai pembina fungsi Logistik;
3) Kesamaan persepsi atas inovasi maupun perubahan yang di lakukan
pada bidang logistik.
11. Tujuan
a. Teridentifikasinya indikator-indikator pelaksanaan tugas bidang Logistik Polri
baik yang sudah maupun belum sesuai capaian;
b. Terakomodir dan terpecahkannya permasalahan-permasalahan di bidang
logistik;
c. Tercapainya kesamaan persepsi pengemban fungsi Logistik sesuai Tupoksi
Logistik Polri;
12. Susunan .....
6
BAB III
HASIL YANG INGIN DICAPAI
13. Hasil yang ingin dicapai dalam pelaksanaan
a) Peserta Monev Logistik Polri mengetahui dan memahami dalam
perkembangan dinamika di bidang Logistik yang diberikan oleh Narasumber;
b) Adanya kesamaan persepsi dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak dalam
pelaksanaan Tupoksi Logistik Polri;
c) Para Pengemban fungsi logistik baik tingkat Mabes dan kewilayahan bisa
bekerjasama dengan instansi/stakeholder dalam bidang Logistik Polri di
kesatuan masing-masing;
d) Terwujudnya personel Logistik Polri yang profesional dan unggul dalam
pengelolaan di bidang Logistik sesuai dengan Peraturan
Perundang-Undangan yang berlaku.
BAB IV
PENUTUP
Demikian Term of Reference (TOR) / Kerangka Acuan Kerja (KAK) Monev Logistik Polri
T.A. 2025 disusun sebagai acuan dalam pelaksanaan di lapangan.