| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0022644686802000 | Rp 2,050,952,377 | - | |
| 0610627184814000 | Rp 2,050,952,377 | - | |
| 0867478117822000 | Rp 2,050,952,377 | - | |
| 0027020304805000 | Rp 2,050,952,377 | - | |
| 0620522128801000 | - | - | |
| 0709293617805000 | - | - | |
| 0808968465814000 | - | - | |
CV Rifat Putra Jaya | 09*0**4****17**0 | - | - |
| 0023711096813000 | Rp 2,088,883,581 | Peserta tidak menyampaikan pengalaman perusahaan pada Aplikasi SIMPAN. Hal ini berdasarkan Dokumen Pemilihan Instruksi Kepada Peserta (IKP) Huruf K. Penerapan Sistem Informasi Pengalaman (SIMPAN) Angka 43. | |
| 0702581570442000 | - | - | |
| 0026874032803000 | - | - | |
PT General Survei Indonesia | 09*5**6****05**0 | - | - |
| 0031802325814000 | - | - | |
| 0316900596955000 | - | - | |
| 0210457859412000 | - | - | |
| 0725966949617000 | - | - | |
PT Sarana Bangun Indtoama | 04*6**7****29**0 | - | - |
| 0966688053805000 | - | - | |
| 0031455140814000 | - | - | |
| 0030856660941000 | - | - | |
CV Rz Indoutama | 05*5**4****14**0 | - | - |
| 0031485964808000 | - | - | |
| 0862210242952000 | - | - | |
| 0868935263952000 | - | - | |
| 0922404579923000 | - | - | |
| 0030101117952000 | - | - | |
| 0029750734807000 | - | - | |
| 0950425769831000 | - | - | |
| 0031895360814000 | - | - | |
| 0721214146806000 | - | - | |
| 0615604535805000 | - | - | |
| 0619578727804000 | - | - | |
| 0424536035432000 | - | - | |
Putra Kalabbirang Mandiri | 09*8**1****05**0 | - | - |
| 0753053255805000 | - | - | |
CV Tiga Saudagar | 05*6**6****22**0 | - | - |
| 0716751789802000 | - | - | |
CV Mandawe | 00*8**1****15**0 | - | - |
| 0031677552807000 | - | - | |
| 0669575813807000 | - | - | |
| 0031691819814000 | - | - | |
| 0654619816814000 | - | - | |
Dinamika Konsultan | 0024526808807001 | - | - |
| 0700088313805000 | - | - | |
| 0032057259805000 | - | - | |
Belinda Sejati | 00*3**0****01**0 | - | - |
CV Millenindo | 07*2**5****01**0 | - | - |
| 0630554160101000 | - | - | |
| 0316230580727000 | - | - | |
| 0959460213542000 | - | - | |
PT Sanni Jaya Abadi | 06*2**7****02**0 | - | - |
Kalola Raya Konstruksi | 73*3**2****40**1 | - | - |
| 0942281627617000 | - | - | |
PT Setia Budi Perkasa | 00*1**1****05**0 | - | - |
| 0824929467952000 | - | - | |
| 0842790222952000 | - | - | |
| 0825816374615000 | - | - | |
| 0858034671806000 | - | - | |
| 0016396491804000 | - | - | |
CV Alsha Multi Teknik | 00*0**2****18**0 | - | - |
JUSTIFIKASI TEKNIS
OPTIMALISASI SPAM CURIO TAHAP II
KABUPATEN ENREKANG
TAHUN ANGGARAN 2025
BALAI PRASARANA PERMUKIMAN WILAYAH
SULAWESI SELATAN
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
JUSTIFIKASI TEKNIS
Dalam rangka penyiapan Kegiatan SPAM Tahun Anggaran 2025 Provinsi Sulawesi Selatan, Balai
Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Selatan melakukan pendampingan review
dokumen perencanaan serta penyiapan readiness criteria bagi Kabupaten/Kota yang
mengajukan kegiatan untuk didanai APBN TA 2025.
Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah adanya kesamaan visi antara seluruh
stackholder yang terlibat dalam pembangunan penyediaan SPAM, mulai dari Pemerintah
Kabupaten/Kota, Pemerintah Provinsi sampai dengan Pemerintah Pusat, sehingga dalam
pelaksanaan kontruksi, operasional dan pemeliharaan SPAM tergambar jelas peran setiap
stackholder dalam pembangunan penyediaan SPAM di Kabupaten/Kota.
Fungsi konsultan dalam kegiatan ini adalah membantu Balai PPW Sulawesi Selatan dalam
mengevaluasi dan mereview kesiapan program pengembangan SPAM yang dibiayai APBN
sesuai kriteria program dan membantu Pemda dalam menyiapkan readiness criteria untuk
program pengembangan SPAM yang akan dibiayai oleh APBN.
Pembuatan justifikasi teknis ini berdasarkan pengambilan data langsung dari kondisi lapangan
pada lokasi rencana pembangunan melalui survey lapangan. Hasil survey lapangan ini nantinya
akan merupakan dasar dalam pembuatan desain gambar dan perhitungan kebutuhan biaya
dalam pembuatan Detail Engineering Design (DED).
Justifikasi Teknis 1
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
1. Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Ringkasan justifikasi teknis dokumen perencanaan untuk Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten
Enrekang sebagai berikut :
1. Nama Kegiatan : Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
2. Lokasi Kegiatan : Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang
Lokasi Optimalisasi SPAM
Curio Kabupaten Enrekang
Gambar 1. Lokasi Pekerjaan Optimalisasi SPAM Curio
Kabupaten Enrekang
3. Latar : Kegiatan Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang adalah
Belakang pemasangan pipa transmisi air bersih yang merupakan lanjutan
pekerjaan yang telah dilakukan pada tahun2023. Skematik
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang secara umum
tersaji pada gambar berikut.
Justifikasi Teknis 2
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
Dari skematik diatas terlihat pada Tahun 2022 telah terpasang pipa
transmisi air bersih dengan material Galvanize Iron Pipe (GIP)
diameter 200 mm sepanjang 8952 m. Tahun 2023 dilakukan
pengadaan dan pemasangan pipa GIP selanjutnya sepanjang 6641
m, namun pada pelaksanaannya kegiatan Tahun 2023 tidak berjalan
dengan optimal sehingga di rencana Tahun 2025 akan dilakukan
lanjutan pekerjaan pemasangan pipa transmisi air bersih (dari
pengadaan pipa JDU pada paket OPOR tahun 2023, dari titik akhir
pipa yang sudah terpasang sampai dengan Lokasi reservoir
kapasitas 50m3)
4. Perumusan : Saat ini pelayanan air bersih SPAM IKK Curio masih belum optimal
Masalah dengan total SR eksisting sebanyak 167 unit. Diharapkan dengan
program OPOR dapat meningkatkan pelayanan air minum pada
Kecamatan Curio. OPOR adalah optimalisasi dengan mengevaluasi
dan inventarisasi infrastruktur terbangun sehingga dapat memberi
manfaat, pemeliharaan dengan mempertahankan kemantapan
infrastruktur terbangun, operasi dengan segera memfungsionalkan
infrastruktur yang telah lulus uji coba, dan terakhir rehabilitasi
dengan mengembalikan fungsi infrastruktur terbangun.
Dalam rangka pemantauan pelaksanaan kebijakan OPOR (operasi
pemeliharaan optimalisasi dan rehabilitasi) infrastruktur PUPR, dan
untuk memenuhi aspek kebermanfaatan dari infrastruktur PUPR
yang telah terbangun. Balai PPW Sulawesi Selatan melakukan
kegiatan Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang.
5. Maksud dan : Maksud kegiatan ini adalah :
Tujuan (1) Dapat memberikan solusi bagi masyarakat di Kecamatan Curio
yang saat ini pelayanan air bersih nya masih sangat terbatas untuk
meningkatkan derajat kesehatannya;
(2) Dapat memberikan peningkatan cakupan pelayanan dengan
pemenuhan demand yang mulai berkembang;
(3) Dapat memberikan percepatan pelayanan air minum bagi
masyarakat yang masih kesulitan untuk mengakses air minum.
Justifikasi Teknis 3
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
Tujuannya dilaksanakan kegiatan ini adalah :
(1) PDAM dapat memberikan kapasitas pelayanan (kontinunitas,
kuantitas serta kualitas) dengan baik;
(2) meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan sehingga dapat
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pada gilirannya
dapat meningkatkan nilai IPM (Indek Pembangunan Manusia) di
Kecamatan Curio;
(3) Memanfaatkan sarana yang sudah terbangun baik oleh
Pemerintah Pusat melalui BPPW atau pun oleh Pemerintah
Daerah.
6. Kondisi : 1. Air baku yang dimanfaatkan untuk sumber air baku berasal dari
Eksisting Intake Malanying dengan kapasitas terpasang sebesar 20
liter/detik. Kontruksi Intake Malanying dilakukan oleh
Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang.
2. Pipa transmisi air baku adalah pipa GIP diameter 100 mm
dengan Panjang 6700 m.
3. IPA Curio memiliki kapasitas 20 liter/detik (elevasi 1102 mdpl)
dan Reservoir 300 m3 (elevasi 1102 mdpl), kondisinya
beroperasi.
Analisis Hidraulis Pipa Transmisi IKK Curio
Dari hasil analisis hidraulis diatas terlihat bahwa kapasitas
maksimum pipa transmisi air baku eksisting adalah sebesar 14.8
Justifikasi Teknis 4
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
liter/detik dengan sisa tekan di posisi elevasi lantai IPA Curio
sebesar 2.20 mka.
7. Manfaat : 1. Dapat memberikan solusi terhadap kebutuhan air bersih di
Kegiatan wilayah Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang.
2. Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan sehingga dapat
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pada gilirannya
dapat meningkatkan nilai IPM (Indek Pembangunan Manusia) di
Kabupaten Enrekang.
3. PDAM dapat memberikan kepastian pelayanan (kontinyuitas,
kuantitas serta kualitas) dengan baik;
4. Terjadinya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat
secara baik.
8. Sistem Teknis : Dalam kegiatan Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang,
yang sistem yang direncanakan sebagai berikut:
Direncanakan 1. Pemasangan Pipa JDU sisa dari pekerjaan Tahap 1 tahun 2023
sepanjang 1680 m
2. Pembangunan Reservoir kapasitas 50 m3
3. Pengadaan dan Pemasangan Aksesories Pipa (terdapat sisa
pekerjaan Tahap I tahun 2023)
4. Pengadaan dan Pemasangan Pipa JDB
5. Pengadaan dan Pemasangan 50 SR
a) Pemasangan Pipa JDU
Pemasangan pipa JDU melanjutkan pekerjaan yang belum dikerjakan pada Tahap I
yaitu sepanjang 1680 m. Pengadaan pipa sudah dilakukan dan saat ini pipa JDU
berada dilokasi kegiatan. Pemasangan pipa JDU dilakukan dengan sistem exposed
(pipa diletakan diatas permukaan tanah) sepanjang 1.250 m dengan thrust block
beton dipasang disetiap 6,0 m panjang pipa dan ditanam sepanjang 430 m.
Justifikasi Teknis 5
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
Gambar Analisa Hiodraulis Rencana JDU Optimalisasi SPAM Curio
Kabupaten Enrekang
b) Pembangunan Reservoir kapasitas 50 m3
Pembangunan reservoir jenis beton kapasitas 50 m3 dengan dimensi 4 m x 4 m x
3,5 m menggunakan 4 pondasi tapak dimensi 0,8 m x 0,8 m x 1m (berdasarkan
analisa hasil penyelidikan tanah, laporan terlampir)
c) Pengadaan dan Pemasangan Aksesories Pipa
Berdasarkan hasi Berita Acara Pisah Batas dengan BPKP, terdapat beberapa
aksesories pipa yang ada di lapangan dan belum dipasang antara lain:
Sehingga berdasarkan hasil BA di atas, maka pada pelaksanaan Optimalisasi SPAM
Curio Kabupaten Enrekang tahun anggaran 2025 akan memanfaatkan aksesories
yang telah ada. Saat ini aksesories berada di rumah warga Desa Curio dengan
kondisi masih baik dan dapat dimanfaatkan.
Justifikasi Teknis 6
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
Single Air Valve Tee All Flange Gate Valve All Flange
Flowmeter 200mm Flange 8, Flange 4 dan baut
Pengadaan aksesories lain merupakan aksesories yang tidak ada pada BA pisah batas
diantaranya Bend 90 GIP Ø 200 mm, Bend 45 GIP Ø 200 mm, PRV dia 200mm dan
aksesories pada Jaringan Distribusi Bagi serta pada reservoir.
d) Pengadaan Pemasangan Pipa JDB
Selain pipa transmisi air bersih pada Rencana Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten
Enrekang direncanakan juga untuk memasang sistem jaringan distribusi bagi (JDB)
yang rencana akan melayani Desa disekitar Lokasi kegiatan yaitu Desa Curio dan
Desa Sumbang. Air bersih yang akan di distribusikan akan bersumber dari Reservoir
Baru Kapasitas 50 m3 yang akan dibangun disekitar Lokasi SMP Negri 4 Alla yang
selanjutnya akan di distribusikan secara gravitasi ke wilayah pelayanan di Desa
Sumbang dan sekitarnya.
Justifikasi Teknis 7
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
Gambar Rencana JDU dan JDB Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Untuk mendapatkan diameter optimum pipa JDB air bersih yang akan digunakan
dilakukan analisis hidraulis sebagai berikut.
Gambar Analisa Hiodraulis Rencana JDU dan JDB Optimalisasi
SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Dari hasil analisis hidraulis terlihat bahwa system pengaliran system distribusi ke
Dusun Sumbang dan Dusun Malua dapat dilakukan secara gravitasi, rekomendasi
pipa JDB adalah pipa HDPE Kelas SDR17. PN10.
e) Pengadaan dan Pemasangan Sambungan Rumah (SR)
Rencana pengadaan pemasangan SR di Desa Sumbang (Dusun Sumbang dan Dusun
Malua) sebanyak 50 SR sebagai stimulan bagi Pemerintah Daerahh yakni Perumda
Tirta Massenrempulu Kabupaten Enrekang untuk meningkatkan cakupan layanan
Justifikasi Teknis 8
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
lewat penyerapan SR. Watermeter yang digunakan merupakan watermeter
standar SNI.
9. Kriteria Kesiapan : a. Surat Ijin Pemakaian Air Baku
Pelaksanaan Kegiatan b. Surat Kepastian Lahan/ Jaminan Ketersediaan Lahan
c. Surat Kesanggupan Dana Daerah Untuk Urusan
Bersama (DDUB)
d. Surat Kesiapan Institusi Pengelola
e. Surat Kesiapan Serah Terima Asset
f. Surat Minat Bupati
g. Dokumen lingkungan (Amdal/UKL-UPL/SPPL)
h. Daftar Pelanggan
i. Surat pernyataan kepala daerah tentang kesanggupan/
kesiapan menyediakan syarat-syarat diatas
10. Lingkup Kegiatan yang : Lingkup kegiatan Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten
dilaksanakan Enrekang adalah Pemasangan Pipa JDU dan JDB.
a. Pemasangan Pipa GIP Diameter 200 mm
b. Pembangunan Reservoir kapasitas 50 m3
c. Pengadaan dan Pemasangan Pipa Distribusi Bagi (JDB)
d. Pembangunan reservoir kapasitas 50 m3
e. Pengadaan dan Pemasangan 50 SR
11. Sumber Pembiayaan : Kegiatan Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
bersumber dari anggaran APBN Tahun 2025.
Perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) akan disesuaikan dengan gambar kerja dan
RKS serta standar harga satuan bahan dan upah yang dikeluarkan oleh Pemerintah
Kabupaten/ Kota lokasi kegiatan dan harga pasaran umum yang berlaku dengan
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
▪ Perkiraan biaya akan dibuat berdasarkan harga-harga tender lokal, terutama untuk
pekerjaan-pekerjaan konstruksi dan bahan-bahan peralatan yang penting.
▪ Semua perkiraan biaya pembangunan akan dibuat sedemikian rupa, sehingga setiap
unit taksiran biaya yang lain akan terlihat.
Justifikasi Teknis 9
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
▪ Semua perkiraan biaya akan dicantumkan tanggal perkiraan biaya tersebut dibuat.
▪ Dalam perhitungan biaya akan disertakan perhitungan analisa biaya.
Berikut ini rekapitulasi waktu pelaksanaan untuk usulan kegiatan Optimalisasi SPAM
Curio Kabupaten Enrekang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Justifikasi Teknis 10
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
SCHEDULE PELAKSANAAN PEKERJAAN
Nama Pekerjaan : Optimalisasi SPAM Curio Tahap II, Kabupaten Enrekang
Lokasi Pekerjaan : Desa Curio, Kabupaten Enrekang
Satuan Kerja : Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan
Tahun Anggaran : 2025
BULAN (2025)
NO JENIS PEKERJAAN
Agustus September Oktober November Desember
I Pekerjaan Persiapan
II Pekerjaam SMKK
III Pemasangan Pipa dan Accessories JDU
V Pemasangan Pipa dan Accessories JDB
VI Reservoir Beton Kapasitas 50 m3
VII Penambahan Sambungan Rumah (50 SR)
Justifikasi Teknis 11
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
Pengendalian Penyelenggaraan SPAM TA. 2025
Provinsi Sulawesi Selatan
12. Rencana Pengelolaan : Hasil pembangunan ini akan dikelola oleh Perumda Tirta
Massenrempulu Kabupaten Enrekang.
Kepala Pgs. PPK Air Minum
Satker PPP Wilayah I Satker PPP Wilayah I
Provinsi Sulawesi Selatan Provinsi Sulawesi Selatan
M. Yamin, S.T.,M.SP
M. Yamin, S.T.,M.SP NIP. 196805082007011006.
NIP. 196805082007011006
Kepala
Balai Prasarana Permukiman
Wilayah Provinsi
Sulawesi Selatan
Kusworo Darpito, S.T., MDM
NIP. 197405162005021001
Justifikasi Teknis 12
Optimalisasi SPAM Curio Kabupaten Enrekang
PEMBANGUNAN JALAN TERING – LONG BAGUN 4
PENYELIDIKAN TANAH
PEMBANGUNAN RESERVOIR
CURIO, KAB. ENREKANG
MEI 2025
Dokumen : Laporan Akhir Revisi :- Tanggal : Maret 2024
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR ii
DOCUMENT
LEMBAR PEMERIKSAAN
FINAL REPORT
No. 17 / LPT / CV.GBP / VI / 2025
SURVEI PENYELIDIKAN TANAH
PEMBANGUNAN RESERVOIR CURIO, KAB. ENREKANG
Diperiksa, Disetujui,
Ir. Yodi Litha, ST.
No. lPP : -
Survey : 26-27 Mei 2025
Pemasukan Laporan : Juni 2025
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR iii
DOCUMENT
KATA PENGANTAR
Kepada:
Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan
Perihal: Laporan Akhir Survei Penyelidikan Tanah
Dengan hormat,
Bersamaan dengan ini kami serahkan laporan pekerjaan “Penyelidikan
Tanah Pembangunan Reservoir” yang terletak di Curio, Kabupaten
Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan.
Laporan ini berisikan gambaran umum lokasi pekerjaan, kondisi geologi
teknik secara umum, hasil pelaksanaan survei, analisa daya dukung, dan
rekomendasi pekerjaan fondasi.
Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan kerja sama telah
menggunakan jasa kami dan semoga kerja sama ini dapat terus terjalin.
Jayapura, 5 Juni 2025
CV Geotekindo Bangun Persada
Ir. Yodi Litha, ST.
Group Head
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR iv
DOCUMENT
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PEMERIKSAAN ................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ............................................................................................ iii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. v
DAFTAR TABEL ................................................................................................. vi
BAB 1 PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Pengantar.................................................................................................. 1
1.2 Maksud, Tujuan, dan Sasaran Pekerjaan .................................................. 1
1.3 Lokasi dan Waktu Pekerjaan ..................................................................... 2
1.4 Lingkup Pekerjaan ..................................................................................... 2
1.5 Peralatan ................................................................................................... 3
1.6 Acuan Normatif ......................................................................................... 3
BAB 2 GAMBARAN UMUM LOKASI PEKERJAAN ............................................. 5
2.1 Wilayah Pekerjaan dan Tutupan Lahan ..................................................... 5
2.2 Stratigrafi Regional .................................................................................... 5
2.3 Kegempaan ............................................................................................... 6
BAB 3 METODOLOGI PEKERJAAN ................................................................... 8
3.1 Pengujian Bor Inti ...................................................................................... 8
3.2 Pengujian Sampel Tanah di Laboratorium ............................................... 12
BAB 4 HASIL PELAKSANAAN PEKERJAAN .................................................... 16
4.1 Hasil Pengeboran Inti (SPT) .................................................................... 16
4.2 Hasil Pengujian Sampel Tanah di Laboratorium ...................................... 19
4.3 Penentuan Fondasi ................................................................................. 20
4.4 Daya Dukung Tanah Fondasi Dangkal .................................................... 21
BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ..................................................... 23
LAMPIRAN
LAMPIRAN I DATA PENGUJIAN LABORATORIUM
LAMPIRAN II DOKUMENTASI SURVEI PENYELIDIKAN TANAH
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR v
DOCUMENT
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Lokasi pekerjaan ................................................................................. 2
Gambar 2 Peta Geologi Lembar Majene dan Bagian Barat Lembar Palopo,
Sulawesi .............................................................................................................. 5
Gambar 3 Spektrum Respon Desain ................................................................... 7
Gambar 4 Contoh Core Box ................................................................................ 9
Gambar 5 Skema Pengeboran geoteknik .......................................................... 10
Gambar 6 Skema Urutan Standard Penetration Test (SPT) ............................... 11
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR vi
DOCUMENT
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Lokasi Pengeboran Geoteknik (SPT) ...................................................... 2
Tabel 2 Peralatan Pelaksanaan Pekerjaan .......................................................... 3
Tabel 3 Acuan Normatif Penyelidikan Tanah ....................................................... 4
Tabel 4 Tabel Klasifikasi Tanah Kohesif Berdasarkan Nilai SPT ........................ 12
Tabel 5 Tabel Klasifikasi Tanah Non kohesif Berdasarkan Nilai SPT ................. 12
Tabel 6 Hubungan Nilai RQD dengan Kualitas Batuan ...................................... 12
Tabel 7 Rekapitulasi Hasil Pelaksanaan Pengeboran ........................................ 16
Tabel 8 Deskripsi hasil pengeboran titik BH-01 .................................................. 16
Tabel 9 Hasil Uji Laboratorium ........................................................................... 19
Tabel 10 Pemilihan Jenis Fondasi ..................................................................... 20
Tabel 11 Faktor Daya Dukung Terzaghi ............................................................ 21
Tabel 12 Estimasi Daya Dukung Fondasi Telapak ............................................. 22
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 1
DOCUMENT
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Pengantar
Pada umumnya bangunan teknik sipil dibuat atau didirikan di atas tanah dasar,
baik dengan fondasi berupa struktur penyanggah atau penopang langsung di
atas tanah dasar tersebut maupun berupa tanah timbunan. Struktur dibuat
sedemikian rupa agar mampu menahan beban dan tetap stabil. Besarnya daya
dukung dan perubahan bentuk tanah akibat pembebanan dapat dianalisis dari
data-data karakteristik tanah/batuan pada tempat yang akan diletakkan fondasi
atau struktur lainnya. Oleh karena itu untuk merencanakan suatu struktur teknik
sipil yang baik diperlukan informasi karakteristik material geologi yang memadai
khususnya kondisi bawah permukaan di tempat akan diletakkan bangunan
bawah dengan melakukan investigasi geoteknik.
Investigasi geoteknik bertujuan untuk memperoleh informasi bawah permukaan
dan karakteristik material sehingga dapat menghindari timbulnya bahaya akibat
perencanaan yang tidak memadai karena kondisi yang belum dapat
diperkirakan. Investigasi geoteknik dilakukan untuk memberikan informasi bagi
perencana tentang kondisi bawah permukaan, sifat-sifat fisik dan mekanis
termasuk kemampuan memikul beban dari material yang digunakan untuk
struktur suatu bangunan teknik sipil.
1.2 Maksud, Tujuan, dan Sasaran Pekerjaan
Maksud pelaksanaan pekerjaan yaitu melakukan geologi teknik yaitu untuk
mengetahui kondisi eksisting dan daya dukung tanah pada lokasi pekerjaan.
Tujuan pelaksanaan pekerjaan yaitu:
• Melakukan pengujian in-situ berupa pengeboran geoteknik
• Mengetahui sifat fisik dan keteknikan dari material tanah
• Menghitung kapasitas daya dukung tanah
• Menganalisis jenis dan kedalaman fondasi yang direkomendasikan
Sasaran dari pelaksanaan pekerjaan yaitu tersajinya sebuah dokumen
pelaksanaan penyelidikan tanah yang singkat, padat dan jelas yang
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 2
DOCUMENT
menguraikan substansi dari pelaksanaan pekerjaan yaitu rekomendasi fondasi
dan analisa daya dukung tanah.
1.3 Lokasi dan Waktu Pekerjaan
Lokasi pekerjaan terletak di Curio, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi
Selatan. Berdasarkan tata letak astronomis menggunakan datum WGS 1984
sistem koordinat lintang - bujur, tabulasi titik koordinat lokasi dirincikan pada tabel
berikut.
Tabel 1 Lokasi Pengeboran Geoteknik (SPT)
Koordinat
No. Lokasi HOLE ID
Lintang Bujur
1 Reservoir Curio BH-01 -3.3246121° 119.883172°
Gambar 1 Lokasi pekerjaan
Sumber: Google Earth
Adapun waktu pelaksanaan survei penyelidikan tanah berlangsung pada tanggal
26-27 Maret 2025 dan uji sampel di laboratorium pada bulan Mei-Juni 2025.
1.4 Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan pendahuluan, meliputi : pekerjaan persiapan (persiapan
personil, peralatan dan rencana kerja), pengumpulan data sekunder dan
survei pendahuluan.
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 3
DOCUMENT
2. Pelaksanaan survei, yaitu pelaksanaan pekerjaan berupa pengeboran
inti (SPT) dengan jenis kegiatan lapangan yaitu :
a. Penentuan titik bor disesuaikan dengan arahan pemilik pekerjaan
sebagaimana ditunjukkan pada peta site plan dengan jumlah uji
yaitu 1 (satu) titik bor.
b. Pengeboran inti (SPT) dilakukan hingga kedalaman 20 meter
dengan nilai N >60 sebayak 3 (tiga) kali dengan pelaksanaan
SPT
SPT interval 2 meter atau disesuaikan dengan permintaan pemilik
pekerjaan dan pengambilan sampel tanah disesuaikan dengan
kondisi lapisan tanah/batuan.
3. Analisa Data Dan Pelaporan, hasil dari pelaksanaan survei kemudian di
analisis dan dilaporkan sebagai hasil final dari pelaksanaan survei yang
memuat tujuan dari pelaksanaan pekerjaan yaitu rekomendasi fondasi
lokasi pekerjaan.
1.5 Peralatan
Jenis peralatan yang digunakan sesuai dengan standar yang berlaku dan telah
melalui tahap kalibrasi, adapun daftar peralatan uji yang digunakan pada saat
pelaksanaan pekerjaan disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2 Peralatan Pelaksanaan Pekerjaan
No. Jenis Peralatan Satuan Volume
1 Mesin Bor (XY-150) dan kelengkapan Unit 1
2 Kamera Unit 1
3 Geographic Positioning System (GPS) Unit 1
4 Laptop Unit 1
5 Peralatan keselamatan kerja Set 4
1.6 Acuan Normatif
Pada pelaksanaan pekerjaan dilakukan mengacu tata cara dan prasyarat teknis
ilmiah yaitu standar yang digunakan dalam prosedur pengerjaan penyelidikan
tanah yang tercantum pada tabel berikut.
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 4
DOCUMENT
Tabel 3 Acuan Normatif Penyelidikan Tanah
No. Acuan Normatif Jenis Pekerjaan
1 SNI 4153:2008 Cara uji penetrasi lapangan dengan SPT
Tata cara pencatatan dan identifikasi hasil pengeboran
2 SNI 2436:2008
inti
3 SNI 1964:2008 Cara uji berat jenis tanah
4 SNI 3423:2008 Cara uji analisis ukuran butiran tanah
Cara uji penentuan batas plastis dan indeks plastisitas
5 SNI 1966:2008
tanah
6 SNI 1967:2008 Cara uji penentuan batas cair tanah
7 SNI 3422:2008 Cara uji penentuan batas susut tanah
8 SNI 1965:2019 Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan
Metode uji kuat geser langsung tanah tidak
9 SNI 3420:2016
terkonsolidasi dan tidak terdrainase
Cara uji triaksial untuk tanah kohesif dalam keadaan
10 SNI 4813:2015
tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase (UU)
Tata cara pengklasifikasian tanah untuk keperluan
11 SNI 6371:2015
teknik dengan sistem klasifikasi unifikasi tanah
Standard Practice for Using Significant Digits and Data
12 ASTM D6026-21
Records in Geotechnical Data
Principles of Foundation Engineering Eighth Edition
13 Braja M. Das (2016)
(ref. untuk analisis daya dukung tanah fondasi)
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 5
DOCUMENT
BAB 2
GAMBARAN UMUM LOKASI PEKERJAAN
2.1 Wilayah Pekerjaan dan Tutupan Lahan
Kabupaten Enrekang adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi
Selatan, Indonesia. Secara administratif terdiri dari 12 kecamatan defenitif
terdapat 129 kelurahan/desa, yaitu 17 kelurahan dan 112 desa, dengan luas
wilayah sebesar 1.786,01 Km². Terletak pada koordinat antara 3o14’36” -
03o50’00” LS dan 119o40’53” - 120o06’33” BT.
Kabupaten ini pada umumnya mempunyai wilayah Topografi yang bervariasi
berupa perbukitan, pegunungan, lembah dan sungai dengan ketinggian 47 –
3.293 mdpl serta tidak mempunyai wilayah pantai. Secara umum keadaan
Topografi wilayah didominasi oleh perbukitan/pegunungan yaitu sekitar 84,96%
dari luas wilayah Kabupaten Enrekang sedangkan yang datar hanya 15,04%.
Lokasi pekerjaan berada di wilayah dataran tinggi dengan ketinggian 698 mdpl
dengan kemiringan lereng sekitar lokasi sebesar 14-18% berdasarkan
pengamatan citra Google Earth. Tutupan lahan sekitar lokasi berupa jalan raya
dan pepohonan.
2.2 Stratigrafi Regional
Identifikasi stratigrafi regional lokasi pekerjaan merujuk pada Peta Geologi
Lembar Majene dan Bagian Barat Lembar Palopo, Sulawesi yang diterbitkan
oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Tahun 1998.
Lokasi Soil Test
Gambar 2 Peta Geologi Lembar Majene dan Bagian Barat Lembar Palopo, Sulawesi
Sumber: GeoMap Pusat Survei Geologi
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 6
DOCUMENT
Berdasarkan peta tersebut diketahui bahwa geologi umum lokasi pekerjaan
terdiri dari :
1) Formasi Toraja (Tets): serpih coklat kemerahan, serpih napalan kelabu,
batugamping, batupasir kuarsa, konglomerat, batugamping, dan setempat
batubara.
Identifikasi jenis tanah lokasi pekerjaan secara umum berdasarkan hasil
pengeboran inti yaitu dominan lempung padat hingga batu lempung.
2.3 Kegempaan
Gempa umumnya sangat merusak lingkungan hidup maupun bangunan.
Konstruksi bangunan dibutuhkan perencanaan bangunan tahan gempa untuk
mengurangi kerusakan yang dapat terjadi pada bangunan akibat gempa. Maka
itu perlu memperhatikan kondisi kegempaan pada lokasi pekerjaan.
Spektrum respons desain adalah grafik yang menunjukkan respons maksimum
(perpindahan, kecepatan, percepatan) yang akan dialami oleh struktur dengan
periode tertentu terhadap gerakan tanah tertentu. Spektrum respon desain
diperlukan untuk
• Perencanaan Beban Gempa: Digunakan untuk menentukan beban
gempa yang akan digunakan dalam perhitungan desain struktur,
memastikan bahwa struktur tahan terhadap gempa.
• Analisis Dinamis: Membantu dalam analisis dinamik struktur, yaitu
analisis yang mempertimbangkan pengaruh gerakan tanah terhadap
struktur.
• Studi Desain Awal: Merupakan metode yang berguna dan murah untuk
studi desain awal, memberikan perkiraan respons puncak struktur
terhadap gempa.
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 7
DOCUMENT
Gambar 3 Spektrum Respon Desain
Sumber: rsa.ciptakarya.pu.go.id
Berdasarkan spektrum respon desain, besarnya akselerasi puncak (PGA) untuk
wilayah pekerjaan sebesar 0,2778 g.
.
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 8
DOCUMENT
BAB 3
METODOLOGI PEKERJAAN
3.1 Pengujian Bor Inti
3.1.1 Pengeboran Geoteknik
Teknis pelaksanaan pengeboran dilakukan dengan metode pengeboran inti
(core drilling). Pengeboran inti dilakukan dengan memutar dan menekan sebuah
single core barrel berdiameter 2 7/8 inci. Untuk menembus tanah dan batu akan
digunakan bit yang sesuai dengan fisik batuan. "Metal crown" pada soft rock,
dan "diamond bit" pada hard rock, untuk itu konsultan akan menyediakan mata
bor intan dan mata bor widya.
Core drilling mudah mengidentifikasi jenis tanah karena potongan tanah terbawa
keluar. Tanah dari hasil core drilling disimpan dan diletakkan di dalam core box
dengan ukuran panjang 1 meter dan 5 kolom. Pengeboran akan di hentikan
apabila menemukan tanah keras (N 60) sebanyak 3 kali berturut-turut atau
SPT
hingga mencapai kedalaman 20 meter di mana yang terlebih dahulu tercapai.
Pada litologi yang bersifat lepas dan mudah urug, pengeboran menggunakan
pipa pelindung atau "casing", sepanjang daerah urugan. Cara lain untuk
keperluan ini ialah dengan menggunakan semen atau bahan bentonit.
Pengeboran yang akan dilakukan pada pekerjaan ini adalah termasuk ke dalam
pengeboran dalam dengan kedalaman minimal 20 m. Pengeboran akan
dilaksanakan oleh tenaga yang sudah berpengalaman, sehingga kualitas
pengeboran yang berupa persentase "core recovery" diharapkan dapat
mencapai atau mendekati 100%. Dalam hal ini tiap juru bor telah mengetahui
cara pengaturan jumlah air pembilas, tekanan yang tepat, dan kecepatan
pengeboran yang disesuaikan dengan kondisi batuan, sehingga keaslian kondisi
geologi tidak terganggu
Bila posisi titik bor berada di daerah miring atau langsung bertemu dengan
batuan keras, pelaksanaan pengeboran akan menggunakan andang atau
platform yang dibuat dari bahan kayu balok dan papan dengan luas dasar 5 m x
5m dan tinggi 1,5m.
Pengeboran inti akan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga memungkinkan
pengambilan inti dengan persentase mendekati 100%, "core recovery" tidak
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 9
DOCUMENT
boleh kurang dari 80%. Hal ini dapat dilaksanakan dengan pengaturan jumlah
dan tekanan air dan tekanan mata bor pada dasar lubang yang sesuai, sehingga
batuan lapuk serta rekah/pecah dapat terambil intinya. Apabila diperlukan
pengeboran tanpa air pembilas akan dilaksanakan.
Jenis mata bor serta tabung penginti yang digunakan disesuai dengan
kebutuhan. Pada proyek ini karena pengeboran dilakukan merupakan
pengeboran dalam maka digunakan type HQWL (diameter luar 86.9 mm), NQWL
(diameter luar 69.9 mm) dan BQWL (diameter luar 55.6 mm).
Gambar 4 Contoh Core Box
Sumber: Google
Sampel akan diletakkan kotak dari kayu sebagai tempat penyimpanan contoh
inti. Contoh inti disusun dengan panjang dan dimensi yang umum digunakan
untuk memudahkan pengamatan dan membawanya, seperti sebagai berikut;
setiap kotak terdiri dari 5 (lima) baris sepanjang 1 m dengan lebar baris sesuai
dengan diameter contoh inti dengan mencantumkan kedalaman contoh yang
terambil. Bilamana dalam satu baris tidak mendapatkan contoh inti secara
penuh, maka pada bagian yang tidak terambil digantikan dengan kayu kecil
sebagai gantinya yang bertulisan loose core dengan mencantumkan kedalaman.
Nomor lubang bor, jumlah box, dan kedalaman setiap kotak harus jelas tertulis
pada setiap kotak contoh. Inti hasil pengeboran akan dengan segera di
tempatkan pada kotak pengintip.
Kedalaman muka air tanah dalam lubang bor akan diukur dan dicatat setiap
sebelum dan setelah pekerjaan untuk hari itu. Apabila pada waktu pekerjaan
berlangsung muka air tanah dalam lubang bor naik maka kedalaman pada waktu
air mulai naik
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 10
DOCUMENT
Dan ketinggian naiknya akan dicatat dan pengeboran dilanjutkan seperti biasa.
Apabila kenaikan itu berlangsung terus sehingga mencapai permukaan casing
ataupun melebihinya maka pekerjaan untuk sementara akan dihentikan dan hal
ini akan segera dilaporkan kepada pihak Engineer/Direksi. Pekerjaan akan
dilanjutkan setelah ada perintah dari Engineer/Direksi. Perlengkapan dan
prosedur kerja mengacu pada ASTM D1452 – 72.
Gambar 5 Skema Pengeboran geoteknik
Sumber: ASTM D1452
3.1.2 Standard Penetration Test
Standard Penetration Test (SPT) dilakukan dengan interval 1.5 meter sepanjang
pengeboran dilaksanakan. Prosedur pelaksanaan SPT yaitu dengan cara
menjatuhkan hammer seberat 63,5 kg secara bebas di atas landasan penumbuk
dari ketinggian 760 mm, sehingga split spoon sampler sepanjang 45.00 cm
masuk ke dalam lapisan tanah.
Jumlah pukulan dicatat untuk penetrasi split spoon sampler 15 cm pertama, 15
cm kedua dan 15 cm ketiga dan harga SPT (N-value) merupakan penjumlahan
tumbukan untuk penetrasi 15 cm kedua dan 15 cm ketiga.
N = N2 + N3
SPT
di mana:
N2 = Jumlah pukulan pada interval 15 cm kedua.
N3 = Jumlah pukulan pada interval 15 cm ketiga.
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 11
DOCUMENT
Gambar 6 Skema Urutan Standard Penetration Test (SPT)
Sumber: Google
Contoh tanah yang didapat pada standard penetration test (SPT) segera
dimasukkan ke dalam plastik kedap udara untuk menghindari perubahan kadar
air. Contoh ini merupakan disturbed sample yang dapat digunakan untuk
menentukan kepadatan tanah atau kekerasan tanah serta mendeskripsikan jenis
tanah. Dalam pengambilan contoh tanah selain dengan cara pengeboran dapat
dilakukan dengan pengujian Standard Penetration Test (SPT).
SPT ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan tanah dengan cara menentukan
nilai N yang merupakan jumlah pukulan dari alat penumbuk (hammer) yang jatuh
bebas dari suatu ketinggian tertentu (H) per kaki. Dari percobaan ini kita juga
dapat menentukan kekerasan tanah per lapisan dan letak tanah keras. Setelah
percobaan selesai, alat dikeluarkan dan dibuka untuk mengambil contoh tanah
yang tertahan di dalamnya. Dalam percobaan ini perlawanan tanah ditunjukkan
dengan banyaknya tumbukan, semakin banyak tumbukan maka semakin keras
tanah yang diuji. Nilai SPT dapat dihubungkan secara empiris dengan beberapa
sifat lain dari tanah yang bersangkutan. Untuk menentukan jenis tanah
berdasarkan nilai SPT baik pada tanah kohesif, non kohesif dan kualitas RQD
dapat dilihat pada Tabel 4 sampai Tabel 6.
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 12
DOCUMENT
Tabel 4 Tabel Klasifikasi Tanah Kohesif Berdasarkan Nilai SPT
No. Nilai N Konsistensi
1 <2 Sangat Lunak
2 2 – 4 Lunak
3 4 – 8 Sedang
4 8 – 15 Kaku
5 15 – 30 Sangat Kaku
6 >30 Keras
Tabel 5 Tabel Klasifikasi Tanah Non kohesif Berdasarkan Nilai SPT
No. Nilai N Kerapatan Relatif (Dr)
1 <4 Sangat lepas
2 4 – 10 Lepas
3 10 – 30 Padat sedang
4 30 – 50 Padat
5 >50 Sangat padat
Tabel 6 Hubungan Nilai RQD dengan Kualitas Batuan
No. Nilai RQD (%) Kualitas Batuan
1 90 – 100 Memuaskan
2 74 – 90 Baik
3 50 – 75 Memadai
4 25 – 50 Buruk
5 <25 Sangat Buruk
3.2 Pengujian Sampel Tanah di Laboratorium
Sifat-sifat fisik (physical properties) menunjukkan sifat-sifat tanah yang
mengindikasikan jenis dan kondisi tanah, serta memberikan hubungan terhadap
sifat-sifat mekanis (engineering properties) seperti kekuatan dan kemampatan
atau kecenderungan untuk mengembang, dan permeabilitas. Pada umumnya,
untuk tanah berbutir kasar (coarse-grained), sifat-sifat partikelnya dan derajat
kepadatan relatif adalah sifat-sifat yang paling penting. Sedangkan, untuk tanah
berbutir halus (fine-grained), konsistensi (keras atau lunak) dan plastisitas
merupakan sifat-sifat yang paling berpengaruh.
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 13
DOCUMENT
3.2.1 Pemeriksaan Kadar Air (Moisture Content)
Kadar air (Moisture Content) adalah perbandingan berat air terkandung dalam
contoh tanah atau agregat dengan berat kering tanah /agregat. Nilai kadar air
biasanya dinyatakan dalam persen (%). Pengujian ini bertujuan untuk mencari
besarnya kadar air tanah.
3.2.2 Pemeriksaan Berat Jenis (Spesific Gravity)
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui nilai berat jenis tanah. Berat jenis
(specific gravity) tanah adalah perbandingan antara berat isi butir tanah terhadap
berat isi air pada temperatur 4ºC dan tekanan 1.0 atmosfer. Pengujian ini
dilakukan dengan menggunakan piknometer. Berat jenis tanah digunakan pada
hubungan fungsional antara fase udara, air, dan butiran dalam tanah. Pengujian
ini diperlukan untuk perhitungan-perhitungan indeks tanah (indeks properties).
3.2.3 Pemeriksaan Berat Isi (Unit Weight)
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat isi tanah yang merupakan
perbandingan antara berat butir tanah dan berat air suling dengan volume yang
sama. (g/cm3).
3.2.4 Pengujian Analisa Saringan dan Hidrometer
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran butiran tanah dengan
mencari persentase berat dari tiap-tiap ukuran butiran tanah. Uji saringan (grain
size analysis) dilakukan untuk uji jenis tanah berbutir kasar, ditentukan dengan
cara menyaring. Tanah benda uji disaring lewat satu set saringan standar, berat
tanah yang tertinggal dalam setiap saringan ditimbang. Persen terhadap berat
kumulatif tanah dihitung.
Selanjutnya pengujian hidrometer bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran
butiran tanah dengan mencari persentase berat dari tiap-tiap ukuran butiran
tanah yang berbutir halus, ditentukan dengan kecepatan mengendap butiran
pada larutan suspensi (sedimentasi) didasarkan hukum stokes. Untuk tanah
dengan butiran yang lebih besar akan mengendap lebih cepat sedangkan butiran
yang lebih kecil akan mengendap lebih lama dalam suspensi.
3.2.5 Pengujian Batas-batas Atterberg (Atterberg Limits)
Atterberg limit test adalah suatu cara untuk mendapatkan gambaran mengenai
batas-batas konsistensi dari suatu tanah berbutir halus dengan
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 14
DOCUMENT
mempertimbangkan kadar airnya. Batas-batas tersebut adalah batas cair, batas
plastis. Batas cair atau liquid limit adalah kadar air tanah pada batas cair dan
plastis. Batas cair dinyatakan dalam bentuk kadar air yang dibutuhkan oleh
tanah untuk menutup celah sepanjang 12.7 mm pada ketukan 25.
1. Batas plastis atau plastic limit adalah kadar air pada keadaan plastis dan
semi padat yaitu persentase kadar air di mana tanah dengan diameter
silinder 3.2 mm mulai retak-retak ketika digulung. Indeks plastisitas
adalah selisih antara batas cair dan batas plastis yang merupakan
interval kadar air di mana tanah masih bersifat plastis.
2. Batas cair tanah berbutir halus dapat ditentukan dengan pengujian
casagrande dan kerucut penetrasi (cone penetration). Pada kegiatan ini
akan dilakukan pengujian menggunakan metode casagrande.
3. Batas susut adalah kadar air pada kedudukan antara daerah semi padat
dan padat, yaitu persentase kadar air di mana pengurangan kadar air
selanjutnya tidak mengakibatkan perubahan volume tanah.
3.2.6 Pengujian Geser Langsung (Direct Shear)
Uji Geser Langsung, pelaksanaan pengujian merujuk pada SNI 3420:2016;
bertujuan untuk mengetahui kemampuan maksimum tanah (terutama tanah
berbutir lepas) untuk menahan perubahan akibat tekanan pada kondisi
kelembapan tertentu. Pengujian ini dilakukan apabila untuk mendapatkan
karakteristik kuat geser tanah total, nilai kohesi dan sudut geser dalam dari
contoh uji dengan uji triaksial tidak dapat dilakukan.
Terhadap contoh uji yang sudah ditempatkan di dalam kotak diaplikasikan
dengan tekanan normal tertentu, kemudian diaplikasikan tekanan geser secara
berangsur-angsur bebannya ditambah sampai terjadi keruntuhan (shearing
failure). Sejumlah test dilaksanakan terhadap contoh tanah yang sama dengan
cara menambah tekanan normalnya, yang berarti juga meningkatkan nilai
tekanan gesernya.
3.2.7 Pengujian Triaxial (Unconsolidated – Undrained)
Pada uji tekan triaksial konvensional, benda uji silinder dibungkus dengan
membran karet dan diletakkan dalam sel triaksial di mana benda uji diberi
tekanan fluida. Beban aksial kemudian diberikan dan ditingkatkan, sampai
keruntuhan terjadi. Pada kondisi tersebut, tegangan minor dan pertengahan,
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 15
DOCUMENT
masing-masing σ dan σ , sama dengan tekanan fluida; tegangan utama (mayor)
3 2
σ , diberikan oleh tekanan fluida dan tegangan aksial yang diberikan oleh piston
1
beban. Tegangan deviator (σ - σ ), adalah perbedaan antara tegangan utama
1 3
mayor dan minor. Kondisi drainase selama pemberian tekanan sel dan beban
aksial, masing-masing menjadi dasar klasifikasi umum uji tekan triaksial, yaitu
Tak terkonsolidasi dan tak terdrainase (UU), terkonsolidasi-tak terdrainase (CU),
dan terkonsolidasi-terdrainase (CD).
Tak terkonsolidasi dan tak terdrainase, UU, suatu tekanan sel diberikan pada
benda uji dan tegangan deviator atau geser diberikan segera setelah tekanan sel
stabil. Drainase tidak diizinkan selama pemberian tekanan sel (tegangan keliling)
dan drainase tidak diizinkan selama pemberian tegangan deviator. Metode ini
mengacu pada SNI 4813:2015 untuk menguji triaksial UU pada tanah kohesif.
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 16
DOCUMENT
BAB 4
HASIL PELAKSANAAN PEKERJAAN
4.1 Hasil Pengeboran Inti (SPT)
Pelaksanaan kegiatan penyelidikan tanah berupa kegiatan pengeboran
geoteknik dilakukan pada lokasi pekerjaan dengan volume pekerjaan yaitu 1
(satu) titik pengeboran. Kegiatan survei penyelidikan dan pengeboran
didokumentasikan secara lengkap pada LAMPIRAN II.
Kedalaman pelaksanaan pengeboran mengacu pada besaran nilai N-SPT
yaitu lebih besar dari 60 diperoleh secara 3 kali berturut turut atau telah
dijumpainya lapisan batuan dasar minimal 3 meter, interval pengujian SPT pada
pekerjaan ini sebesar 2 meter. Tabulasi hasil pelaksanaan pengeboran disajikan
pada Tabel 7.
Tabel 7 Rekapitulasi Hasil Pelaksanaan Pengeboran
Kedalaman bor Kedalaman
No. Lokasi Pekerjaan HOLE ID
(m) N >60
SPT
1 Reservoir Curio BH-01 15,0 2-15 m
Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa pola per lapisan tanah/batuan
pada lokasi pekerjaan secara umum pada tabel berikut:
Tabel 8 Deskripsi hasil pengeboran titik BH-01
Dermaga Sarmi titik BH-01
Kedalaman (m) Warna Deskripsi
Lempung padat, plastisitas rendah, kandungan air:
0,0 – 1,0 Coklat kemerahan
lembap
Lempung padat hingga batu lempung, plastisitas
1,0 – 3,0 Abu-abu cerah rendah: kandungan air: lembap, konsistensi: sangat
keras
Lempung padat hingga batu lempung, plastisitas
3,0 – 4,0 Coklat kemerahan rendah: kandungan air: lembap, konsistensi: sangat
keras
Batu lempung, kandungan air: lembap, konsistensi:
4,0 – 5,0 Coklat abu-abu
sangat keras
Coklat agak Batu lempung, kandungan air: lembap, konsistensi:
5,0 – 8,0
kemerahan sangat keras
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 17
DOCUMENT
Coklat keabu- Batu lempung, kandungan air: lembap, konsistensi:
8,0 – 10,0
abuan sangat keras
Coklat agak Batu lempung, kandungan air: lembap, konsistensi:
10,0 – 15,0
kemerahan sangat keras
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
BORING LOG AND S.P.T. TEST RESULT
PEKERJAAN : PENYELIDIKAN TANAH BANGUNAN RESERVOIR KOORDINAT : -3.3246121° ; 119.883172° MULAI : -286,0 M0 EMI 2025
INSTANSI : BALAI PRASARANA PERMUKIMAN WILAYAH SULAWESI SELATAN BORE HOLE NO. : BH-01 SELESAI : 27 MEI 2025
LOKASI : CURIO, KAB. ENREKANG ELV. MUKA AIR TANAH : 2.0 METER JURU BOR : AGIS FAHRI F.
ELEVASI : 2 M TINGGI DARI JALAN KEDALAMAN BOR : 15.0 METER DIPERIKSA : Ir. YODI LITHA, ST.
Standard Penetration Test
)
a la k S ) m ( is a v e lE ) m ( n a m a la d e K e lp m a S S D / S D U g n is a C
T A
M ( h a n a T r iA a k
u
g o L Warna Deskripsi Tanah / Batuan N1 N2 N3 N2 N + = N3
f i
t a le R n a t a d a p e
K
is n e t s is n o K ) m ( n a m a l a d e
K
w o lB ( n a k u b m u T
h
/
)m
c RQD N d a - n V a R lu ec e o ( v N e / f r o y o t ( ) %) T P S CORE BOX
M lm 0 10 20 30 40 50 60
0 J
0 - 1 Coklat kemerahan Lempung padat, plastisitas rendah, kandungan air: lembap RQD : 0 % RQV : 100 % 0 0 1 0
1
1 2
RQD : 0 % RQV : 100 % 0 0
2 1 - Abu-abu cerah Lempung padat hingga batu lempung, plastisitas rendah: kandungan air: lembap
3 18 26 35 SANGAT 2.00 >60 2 3
>60 RQD : 0 % RQV : 100 % >60
15 15 15 KERAS 2.45 30 0 0
3
3 - 4 DS 1 Coklat kemerahan Lempung padat hingga batu lempung, plastisitas rendah: kandungan air: lembap RQD : 0 % RQV : 100 % 3 0 4 0
4
4 - 5 Coklat abu-abu Batu lempung, kandungan air: lembap 2 1 1 5 3 1 2 5 2 1 8 1 >60 S K A E N R G A A S T 4 4 . . 0 4 0 1 > 2 6 6 0 RQD : 0 % RQV : 100 % >60 4 0 5 0
5
5 6
RQD : 0 % RQV : 100 % 0 0
6
5 - 8 C ke o m kl e a r t a a h g a a n k Batu lempung, kandungan air: lembap 6 0 0 >60 S K A E N R G A A S T 6 6 . . 0 0 0 0 > 0 60 RQD : 0 % RQV : 100 % >60 6 0 7 0
7
7 8
RQD : 0% RQV : 100 %
0 0
8
60 SANGAT 8.00 >60 8 9
>60 RQD : 0% RQV : 100 % >60
8 0 KERAS 8.00 0 7y 0 0
9 - Coklat keabu-abuan Batu lempung, kandungan air: lembap
1
0 9 0
RQD : 0% RQV : 100 % 0 1
10
60 SANGAT 10.00 >60 0 1
0 >60 KERAS 10.00 0 RQD : 0% RQV : 100 % >60 1 1
11
1 2
RQD : 0% RQV : 100 % 1 1
12
1 0 - 1 C ke o m kl e a r t a a h g a a n k Batu lempung, kandungan air: lembap 6 0 0 >60 S K A E N R G A A S T 1 1 2 2 . . 0 0 0 0 > 0 60 RQD : 0% RQV : 100 % >60 2 1 3 1
13 5
3 4
RQD : 0% RQV : 100 % 1 1
14
60 SANGAT 14.00 >60 4 5
0 >60 KERAS 14.00 0 RQD : 0% RQV : 100 % >60 1 1
15
16
Proportion Used :
LEGEND:
0 to 10% : mengandung sedikit (..With a Trace of..)
: Rongga (Cave) N-SPT Tanah Berbutir Halus N-SPT Tanah Berbutir Kasar:
10 to 20% : dengan sedikit (...With a Little...)
: LEMPUNG (Clay) 20 to 35% : dengan beberapa (...With some...)
< 2 : Sangat Lunak < 4 : Sangat Urai
30 to 50% : campur (...And...)
: LANAU (Silt)
2 - 4 : Lunak 4 - 10 : Urai
: PASIR (Sand) 4 - 8 : Teguh 10 -30 : Agak padat
Catatan Ukuran Butir : 8 -15 : Sangat reguh 30 -50 : Padat
: BATU LEMPUNG (Claystone)
Boulder (bongkah) : Lebih besar dari 256 (mm) 15 -30 : Keras > 50 : Sangat Padat
: BATU PASIR (Sandstone) Cobble (berangkal) : 64 -256 (mm) Sand (pasir) : 1/16 -2 (mm) > 30 : Sangat keras
Silt (lanau) : 1/256 -1/16 (mm)
: KERANG-KERANG (Shells) Pebble (kerakal) : 4 -64 (mm)
Clay (lempung) : Lebih kecil dari 1/256 (mm)
Granule (kerikil) : 2 -4 (mm)
: KERIKIL / KERAKAL (Gravels/Cobbles)
: KARANG-KARANG (Coral)
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 19
DOCUMENT
4.2 Hasil Pengujian Sampel Tanah di Laboratorium
Hasil pengujian laboratorium dirangkum pada tabel berikut dan data uji sampel
tanah secara mendetail disajikan pada LAMPIRAN I.
Tabel 9 Hasil Uji Laboratorium
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
P
C
L
B
S
K
e k e r ja a n
lie n t
o k a s i / S T A
o r e H o le ID
a m p e l U D S
e d a la m a n S
T r ia x ia l U U
/ D
a m
B
K
B
B
A
P
D
K
P
L
L
B
B
In
B
K
S
K
S
p
e
a
e
e
n
o
e
e
a
a
e
a
a
d
a
o
u
o
e l
r a t J e n is ( G s )
d a r A ir ( w )
r a t Is i N a tu r a l ( γ )t
r a t Is i K e r in g ( γ )
d
g k a P o r i ( e )
r o s ita s ( n )
r a ja t K e je n u h a n (
r ik il
s ir
n a u
m p u n g
ta s P la s tis ( P L )
ta s C a ir ( L L )
e k s P la s tis ita s ( P
ta s S u s u t ( S L )
h e s i ( c )
d u t g e s e r ( φ )
h e s i ( c )
u
S r
I)
)
S
N
P
B
U
o
E
A
g
g
k g
k g
M M
. 0 1 7
N Y E
L A I P
m
-
%
/c m ³
/c m ³
-
-
%
%
%
%
%
-
-
-
-
-
/c m ²
°
/c m ²
A
/S o
L ID
R A
R Y
il- L
IK A
S A
O
a b
N
R A
F
/C
T
N
V
A
A
L
.G
N
P
A
B
A
E
H
B
P
R
B
O
/V
P
M
H
R A T O R Y
I/2 0 2 5
E M B A N G U N
U K IM A N W IL
- 0 1
J a y a p u r a , 1 7
D ip e r ik s a ,
R is w a n d y L
K e p a la L a b o
T E S T
A N R E S E R V
A Y A H S U L A W
M e i 2 0 2 5
o ly P a s e r u , S
r a to ir u m
O
E
T
IR
S I S
., M T
E
.
L A T A N
e
ta
t
S
la
r
u
ta
N
e
z is
-
s is
y
nla
ian
rA
G
t
im
iL
gts
re
eT
b
r
e
tt
A
U
D
S C
ir e
S
cT
C
t S
e s
la
ht
s
e
s
a
ific
r
a tio n
C u r io
C
, K
3
L
a
D
.5
2
1
2
1
0
0
9
1
3
4
b
0
0
b . E n
S 1
- 4 .0
.5 4 1
3 .6
.1 2 8
.8 7 4
.3 6
.2 6
6 .8
3 .5
5 .7
5 .8
5 .0
1 8
3 2
1 4
1 6
e r p a
.4 5 8
2 9
.5 2 6
r
s
e
ir
k a n g
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 20
DOCUMENT
4.3 Penentuan Fondasi
Fondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang bertugas
meletakkan bangunan dan meneruskan beban bangunan atas (upper
structure/super structure) ke dasar tanah yang cukup kuat untuk mendukungnya.
Jika ditinjau dari kedalaman tanah keras, penentuan fondasi dapat terbagi
menjadi 3 (tiga) jenis seperti terlihat pada di bawah.
Selain parameter kedalaman beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam
penentuan jenis fondasi adalah:
1. Keadaan tanah yang akan dipasang fondasi
2. Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (superstructure)
3. Kegempaan
4. Faktor Lingkungan dan Sosial
5. Waktu pekerjaan dan biaya
6. Ketersediaan material pembuatan fondasi di daerah tersebut.
Tabel 10 Pemilihan Jenis Fondasi
No. Kedalaman Jenis Fondasi Contoh
Tanah Keras (m)
1 0 – 4 Dangkal Pondasi Rollag (pasangan batu
bata)
Pondasi Umpak
Pondasi Cerucuk bambu,
Pondasi Pasangan batu Kali,
Pondasi Cakar Ayam, dan
Pondasi Telapak (foot plate)
2 4 – 10 Dalam Pondasi Mini Pile
Pondasi Bored Pile
Pondasi Strauss Pile
Pondasi Sumuran
3 >10 Dalam/Kombinasi Pondasi Tiang Pancang
Pondasi Bor Pile
Berdasarkan hasil pelaksanaan survei dan pertimbangan lainnya yang telah
diuraikan sebelumnya maka jenis fondasi yang di rekomendasikan untuk lokasi
perencanaan adalah fondasi dangkal seperti fondasi telapak.
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 21
DOCUMENT
4.4 Daya Dukung Tanah Fondasi Dangkal
Data yang diperoleh dari penyelidikan tanah di lapangan berupa penyelidikan
boring dan uji laboratorium dapat dijadikan sebagai bahan analisa daya dukung
tanah dengan mempertimbangkan jenis rencana fondasi yang akan digunakan.
Untuk menghitung daya dukung fondasi telapak dari hasil penyelidikan tanah
digunakan persamaan umum Terzaghi (1943) dalam Braja M. Das (2016)
sebagai berikut:
𝟏
𝒒 = 𝒄′𝑵 + 𝒒𝑵 + 𝜸𝑩𝑵
𝒖 𝒄 𝒒 𝜸
𝟐
di mana
qu = Daya dukung ultimit (ton)
c = kohesi (kN/m2)
γ = berat isi tanah (kN/m3)
B = lebar fondasi (m)
Untuk nilai lainnya menggunakan faktor daya dukung Terzaghi berdasarkan
sudut geser tanah pada tabel berikut.
Tabel 11 Faktor Daya Dukung Terzaghi
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 22
DOCUMENT
Kapasitas daya dukung yang diizinkan umumnya adalah 3.
𝑸𝒖
𝑸𝒂𝒍𝒍 =
𝑭𝑺 = 𝟑
Berdasarkan pendekatan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka estimasi daya
dukung fondasi telapak adalah sebagai berikut.
Diketahui data tanah dari BH-01 DS 1 3.5 - 4.0m
Berdasarkan nilai sudut geser 29°, maka nilai faktor daya dukung Terzaghi
N = 34.24 ; N = 19.98 ; N = 16.18
c q γ
Diberikan beberapa referensi hitungan dimensi fondasi telapak pada tabel
berikut.
Tabel 12 Estimasi Daya Dukung Fondasi Telapak
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
K
S
B
o
u
e
h
d
r
e
u
a
s i
t g
t Is
(
e
i
c
s
T
)
e
a
r
n
(
a
φ
h
)
( γ )t
0
2
. 4
2
. 1
5
9
2
8
8
k
g
g
/
/
c
c
°
m
m
³
²
Dimensi Kedalaman Daya dukung
q q Luas
ult ijin
Fondasi (B) (D) fondasi (Q )
f ijin
m m ton/m 2 ton/m 2 m 2 ton
1 213 71.0 45.46
0.8 1.5 234 78.1 0.64 50.00
2 256 85.2 54.53
1 220 73.3 105.60
1.2 1.5 241 80.4 1.44 115.80
2 263 87.5 126.01
1 225 75.1 168.87
1.5 1.5 246 82.1 2.25 184.82
2 268 89.2 200.76
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR 23
DOCUMENT
BAB 5
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Dari hasil survei penyelidikan tanah dapat disimpulkan bahwa:
1) Identifikasi jenis tanah lokasi pekerjaan secara umum berdasarkan hasil
pengeboran inti yaitu dominan lempung padat hingga batu lempung
berwarna coklat abu-abu.
2) Berdasarkan hasil pelaksanaan survei yang telah diuraikan sebelumnya
maka jenis fondasi yang direkomendasikan untuk lokasi pekerjaan adalah
jenis fondasi dangkal misalkan Fondasi Telapak dengan penentuan dimensi
dan kedalaman fondasi disesuaikan dengan beban struktur atas.
3) Untuk perhitungan pembebanan sebaiknya menggunakan software struktur
untuk mengontrol dan menghitung daya dukung yang harus lebih besar dari
beban maksimum yang bekerja.
4) Hendaknya memperhatikan faktor kegempaan yang ada.
5) Dalam merencanakan fondasi agar dikontrol terhadap penurunan, guling
dan geser.
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
DOCUMENT
LAMPIRAN
LAMPIRAN I
DATA PENGUJIAN LABORATORIUM
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
SUMMARY OF LABORATORY TEST
No. 017/Soil-Lab/CV.GBP/VI/2025
Pekerjaan PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
Client BALAI PRASARANA PERMUKIMAN WILAYAH SULAWESI SELATAN
Lokasi / STA Curio, Kab. Enrekang
Bore Hole ID BH-01
Sampel UDS / DS DS 1
Kedalaman Sampel m 3.5 - 4.0
Berat Jenis (Gs) - 2.541
Kadar Air (w) % 13.6
e
t Berat Isi Natural (γ) g/cm³ 2.128
a t
t
S
la Berat Isi Kering (γ
d
) g/cm³ 1.874
r
u
t a Angka Pori (e) - 0.36
N
Porositas (n) - 0.26
Derajat Kejenuhan (Sr) % 96.8
Kerikil % 3.5
e
z is s is Pasir % 15.7
-y
nla
ian Lanau % 35.8
rA
G
Lempung % 45.0
t Batas Plastis (PL) - 18
im
iL
Batas Cair (LL) - 32
gt
s
r ee
bT Indeks Plastisitas (PI) - 14
r
e
t
t A Batas Susut (SL) - 16
USCS Classification - CL berpasir
Kohesi (c) kg/cm² 0.458
Direct Shear
Test
Sudut geser (φ) ° 29
Triaxial UU Kohesi (c ) kg/cm² 0.526
u
Jayapura, 17 Mei 2025
Diperiksa,
Riswandy Loly Paseru, ST., MT.
Kepala Laboratoirum
HASIL PEMERIKSAAN SIFAT-SIFAT FISIK
Physical Properties Test
Pekerjaan : PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
Lokasi Sampel : Kec. Curio, Kab. Enrekang
Dikerjakan : Edwin
Tanggal uji : Mei 2025
Diperiksa : Riswandy
Sta. / KM : - Jenis Sampel : DS 1
HOLE ID : BH-01 Kedalaman : 3.5 - 4.0 m
PEMERIKSAAN KADAR AIR (SNI 1965:2019)
Nomor cawan A1 A2
Berat cawan w g 8.30 8.63
1
Berat cawan + tanah basah w g 66.75 75.63
2
Berat cawan + tanah kering w g 59.68 67.74
3
Berat air w = w - w g 7.07 7.89
w 2 3
Berat tanah kering w = w - w g 51.38 59.11
s 3 1
Kadar air w = (w / w ) * 100% % 13.76 13.35
w s
Kadar air rata-rata % 13.55
PEMERIKSAAN BERAT ISI (SNI 03-3637-1994)
Nomor cetakan A1
Diameter cetakan d cm 6.05
Tinggi cetakan h cm 1.95
Volume cetakan v = 0.25π * d2 * h cm3 56.06
Berat cetakan w g 44.00
1
Berat cetakan + tanah basah w g 163.28
2
Berat tanah basah w = (w - w ) g 119.28
w 2 1
PEMERIKSAAN BERAT JENIS (SNI 1964:2008)
Nomor piknometer 1 2
Suhu T °C 28 28
Berat piknometer w g 25.63 26.57
1
Berat sampel w g 10.00 10.00
2
Berat piknometer + sampel + air w g 79.84 80.33
3
Berat piknometer + air w g 73.78 74.25
4
Berat jenis air pada suhu T° C g g/mL 0.99624 0.99705
T
Berat jenis air pada suhu 20° C g g/mL 0.99821 0.99821
20
Koefisien koreksi berat jenis a = g / g - 0.99803 0.99884
T 20
Berat sampel kering w g 10.00 10.00
s
Berat jenis sampel Gs = a * w / w - 2.533 2.548
s w
Berat jenis sampel rata-rata - 2.541
REKAPITULASI SIFAT-SIFAT FISIK
Kadar air % 13.55 Spesimen Lempung
Berat isi basah g/cm3 2.128 Warna Coklat kemerahan
Berat isi kering g/cm3 1.874 Volume Udara Volume udara (%) 0.85
Berat jenis - 2.541 Volume Air Volume air (%) 25.40
Angka pori (e) - 0.36 Volume Solid Volume solid (%) 73.76
Porositas (n) - 0.26
Derajat Kejenuhan % 96.78
Dikerjakan, Diperiksa,
Edwin Litha Riswandy Loly Paseru
Teknisi Laboratorium Kepala Laboratorium
HASIL PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN
Sieve-Mechanical and Hydrometer Methods
Pekerjaan : PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
Lokasi Sampel : Kec. Curio, Kab, Enrekang
Dikerjakan : Edwin
Tanggal uji : Mei 2025
Diperiksa : Riswandy
Sta. / KM : - Jenis Sampel : DS 1
HOLE ID : BH-01 Kedalaman : 3.5 - 4.0 m
ANALISA SARINGAN (SNI 3423:2008)
Berat material kering = 300 g (lolos saringan no. 4)
Diameter Berat Tertahan Persen Tertahan Σ Persen Tertahan Persen Lolos
Saringan No.
(mm) (g) (%) (%) (%)
4" 100.000
3" 75.000
2" 50.000
1½" 37.500
1" 25.000
¾" 19.000
½" 12.500
⅜" 9.500
4 4.750 0 0.0 0.0 100.0
10 2.000 10.6 3.5 3.5 96.5
20 0.850 25.1 8.4 11.9 88.1
40 0.425 13.5 4.5 16.4 83.6
60 0.250 4.2 1.4 17.8 82.2
100 0.150 2.1 0.7 18.5 81.5
200 0.075 2.3 0.8 19.3 80.7
PAN - 242.2 80.7 100.0 0.0
ANALISA HIDROMETER (SNI 3423:2008)
Berat material kering = 50 g Faktor Kt = 0.0128
Recall Spesific Gravity = 2.541 Faktor koreksi suhu Ft = 2.15
% Finer = 80.7 % Koreksi nol Fz = -1
Tipe Hidrometer = 152-H Koreksi meniskus Fm = 1
Suhu = 28 °C Faktor koreksi Gs a = 1.0267
Waktu Pembacaan Kedalaman Efektif, Diameter Persen Lolos
Pembacaan Aktual
(menit) Terkoreksi L (cm) (mm) (%)
0.5 43 44 9.2 0.0549 78.2
1 42 43 9.4 0.0392 76.5
2 40 41 9.7 0.0282 73.2
5 37 38 10.2 0.0183 68.2
15 32 33 11.1 0.0110 59.9
30 29 30 11.5 0.0079 55.0
60 26 27 12.0 0.0057 50.0
250 24 25 12.4 0.0029 46.7
1440 22 23 12.7 0.0012 43.4
Dikerjakan, Diperiksa,
Edwin Litha Riswandy Loly Paseru
Teknisi Laboratorium Kepala Laboratorium
HASIL PEMERIKSAAN ANALISA SARINGAN
Sieve-Mechanical and Hydrometer Methods
Pekerjaan : PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
Lokasi Sampel : Kec. Curio, Kab, Enrekang
Dikerjakan : Edwin
Tanggal uji : Mei 2025
Diperiksa : Riswandy
Sta. / KM : - Jenis Sampel : DS 1
HOLE ID : BH-01 Kedalaman : 3.5 - 4.0 m
GRAFIK DISTRIBUSI UKURAN PARTIKEL
3" 2" 1½" 1" ¾" ½" ⅜" #4 #10 #20 #40 #60 #100 #200
100
90
80
70
)
% 60
(
s
o
lo
50
L
n
e
s
r 40
e
P
30
20
10
0
100.0000 10.0000 1.0000 0.1000 0.0100 0.0010 0.0001
Diameter (mm)
REKAPITULASI HASIL ANALISA SARINGAN DAN HIDROMETER
Berangkal - % D - mm Berdasarkan SNI 6371:2015,
10
Kerakal - % D - mm material diklasifikasikan sebagai:
30
Kerikil 3.5 % D - mm ● Tanah Berbutir Halus
60
Pasir 15.7 % Cu - - ● Pengujian batas-batas Atterberg
Lanau 35.8 % Cc - - dilakukan untuk menentukan
Lempung 45.0 % simbol USCS
Koloida - %
Dikerjakan, Diperiksa,
Edwin Litha Riswandy Loly Paseru
Teknisi Laboratorium Kepala Laboratorium
HASIL PEMERIKSAAN BATAS - BATAS ATTERBERG
Atterberg Limit Test
Pekerjaan : PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
Lokasi Sampel : Kec. Curio, Kab, Enrekang
Dikerjakan : Edwin
Tanggal uji : Mei 2025
Diperiksa : Riswandy
Sta. / KM : - Jenis Sampel : DS 1
HOLE ID : BH-01 Kedalaman : 3.5 - 4.0 m
BATAS PLASTIS DAN BATAS CAIR (SNI 1966:2008 ; 1967:2008)
Jenis Pengujian Batas Plastis Batas Cair
Nomor uji I II I II III IV
Jumlah Tumbukan n 17 24 29 34
Nomor cawan A B C D E F
Berat cawan w g 11.28 13.99 9.31 9.71 9.71 9.92
1
Berat cawan + tanah basah w g 13.90 16.70 15.93 16.75 16.78 17.07
2
Berat cawan + tanah kering w g 13.50 16.28 14.20 15.00 15.10 15.44
3
Berat air w = w - w g 0.40 0.42 1.73 1.75 1.68 1.63
w 2 3
Berat tanah kering w = w - w g 2.22 2.29 4.89 5.29 5.39 5.52
s 3 1
Kadar air w = w /w * 100 % 18.02 18.34 35.38 33.08 31.17 29.53
w s
BATAS SUSUT (SNI 3422:2008)
Nomor Uji I II
Nomor Cawan G
Berat cawan w g 12.96
1
Berat cawan + tanah basah w g 83.90
2
Berat cawan + tanah kering w g 61.50
3
Berat air w = w - w g 22.40
w 2 3
Berat tanah kering w = w - w g 48.54
s 3 1
Kadar Air w = w /w * 100 % 46.15
w s
Berat gelas w g 10.45
4
Berat gelas + raksa w g 477
5
Berat gelas + raksa sisa w 6 g 281
Massa jenis raksa γ Hg g/mL 13.60
Volume tanah basah v 1 = (w 5 -w 4 ) / γ Hg mL 34.31
Volume tanah kering v = (w -w ) / γ mL 19.9
s 6 4 Hg
Batas susut 16.46
Batas susut rata-rata 16.46
REKAPITULASI HASIL UJI BATAS-BATAS ATTERBERG
Batas Plastis 18
Batas Cair 32
Indeks Plastisitas 14
Batas Susut 16
USCS Classification* CL
*Penentuan simbol kelompok klasifikasi tanah mengacu pada SNI 6371:2015
Dikerjakan, Diperiksa,
Edwin Litha Riswandy Loly Paseru
Teknisi Laboratorium Kepala Laboratorium
HASIL PEMERIKSAAN BATAS - BATAS ATTERBERG
Atterberg Limit Test
Pekerjaan : PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
Lokasi Sampel : Kec. Curio, Kab, Enrekang
Dikerjakan : Edwin
Tanggal uji : Mei 2025
Diperiksa : Riswandy
Sta. / KM : - Jenis Sampel : DS 1
HOLE ID : BH-01 Kedalaman : 3.5 - 4.0 m
GRAFIK PENENTUAN BATAS CAIR
100
80
)
%
60
(
w
y = -8.392ln(x) + 59.364
,
r
iA
r 40
a w
d L
a
K
20
0
1 10 N=25 100 1000
Jumlah Tumbukan, N
GRAFIK KLASIFIKASI USCS
60
50
I P 40
,
s
a
t
i s 30
i
t
s
a
l
P MH or OH
20
s
k
e
d
n
I 10
ML or OL
CL-ML
0
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110
Batas Cair, LL
: Klasifikasi Sampel pada Grafik
Dikerjakan, Diperiksa,
Edwin Litha Riswandy Loly Paseru
Teknisi Laboratorium Kepala Laboratorium
HASIL PENGUJIAN GESER LANGSUNG
Direct Shear Test
Pekerjaan : PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
Lokasi Sampel : Kec. Curio, Kab, Enrekang
Dikerjakan : Edwin
Tanggal uji : Mei 2025
Diperiksa : Riswandy
Sta. / KM : - Jenis Sampel : DS 1
HOLE ID : BH-01 Kedalaman : 3.5 - 4.0 m
PENGUJIAN GESER LANGSUNG UU (SNI 1965:2019)
PR. Cal : 0.5455 kgf/div
Kecepatan geser : 2.00 mm/menit
Nomor Uji 1 2 3
Diameter d 6.00 cm d 6.00 cm d 6.00 cm
Tinggi h 2.00 cm h 2.00 cm h 2.00 cm
Luas A 28.27 cm2 A 28.27 cm2 A 28.27 cm2
Beban normal P 10.00 kg P 20.00 kg P 40.00 kg
Pembacaan Tegangan Pembacaan Tegangan Pembacaan Tegangan
Perpindahan Geser
Dial Geser Dial Geser Dial Geser
(mm) (div) (kg/cm2) (div) (kg/cm2) (div) (kg/cm2)
0.00 0 0.000 0 0.000 0 0.000
0.50 6 0.116 11 0.203 13 0.251
1.00 11 0.212 18 0.347 22 0.424
1.50 14 0.270 20 0.386 30 0.579
2.00 18 0.347 24 0.463 39 0.752
2.50 21 0.405 28 0.540 45 0.868
3.00 24 0.463 33 0.637 50 0.965
3.50 26 0.502 37 0.714 55 1.061
4.00 28 0.540 40 0.762 59 1.138
4.50 30 0.579 42 0.810 62 1.196
5.00 31 0.598 44 0.849 63 1.215
5.50 32 0.617 46 0.887 64 1.235
6.00 31 0.598 47 0.907 64 1.235
6.50 31 0.598 47.5 0.916 63 1.215
7.00 29 0.560 46 0.887 62 1.196
7.50 27 0.521 44 0.849 61 1.177
8.00 43 0.830 58 1.119
8.50
9.00
9.50
10.00
Normal Stress, kg/cm2 0.354 0.707 1.415
Max. Shear Stress, kg/cm2 0.617 0.916 1.235
REKAPITULASI HASIL UJI GESER LANGSUNG
Kohesi (c ), kg/cm2 0.458
u
Sudut geser dalam (φ ), o 29
u
Dikerjakan, Diperiksa,
Edwin Litha Riswandy Loly Paseru
Teknisi Laboratorium Kepala Laboratorium
HASIL PENGUJIAN GESER LANGSUNG
Direct Shear Test
Pekerjaan : PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
Lokasi Sampel : Kec. Curio, Kab, Enrekang
Dikerjakan : Edwin
Tanggal uji : Mei 2025
Diperiksa : Riswandy
Sta. / KM : - Jenis Sampel : DS 1
HOLE ID : BH-01 Kedalaman : 3.5 - 4.0 m
GRAFIK HUBUNGAN TEGANGAN GESER DAN PERPINDAHAN GESER
1.40
1.20
)
2
m
1.00
c
/g
k
(
r 0.80
e
s
e
G
0.60
n
a
g
n
a 0.40
g
e
T
0.20
0.00
0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0 8.0 9.0 10.0
Perpindahan (mm)
Load 1 Load 2 Load 3
GRAFIK HUBUNGAN TEGANGAN GESER DAN TEGANGAN NORMAL
2.00
1.80
1.60
)
2
m 1.40
c
/g
l( 1.20
r
s
e G 1.00
n
a 0.80
g
n
a
g 0.60
e
T
0.40
0.20
0.00
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.2 1.4 1.6 1.8 2.0 2.2 2.4 2.6 2.8 3.0 3.2 3.4 3.6 3.8 4.0
Tegangan Normal (kg/cm2)
Dikerjakan, Diperiksa,
Edwin Litha Riswandy Loly Paseru
Teknisi Laboratorium Kepala Laboratorium
TRIAXIAL COMPRESSION TEST
Unconsolidated - Undrained (UU)
PEKERJAAN : PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
LOKASI / STA. : KEC. CURIO, KAB. ENREKANG
NAMA SAMPEL : BH-01 DS 1
KEDALAMAN SAMPEL : 3.5 - 4.0 M
METODE UJI : SNI 4813:2015
DIKERJAKAN : EDWIN
TANGGAL : MEI 2025
SPECIMEN DATA
ANGLE OF INTERNAL FRICTION
Number of Specimen 1 2 3
Specimen Diameter cm 3.800 3.800 3.800
Specimen Height cm 7.600 7.600 7.600
Ø = 12.50 °
Specimen Area
cm2
11.341 11.341 11.341
Dial Gauge Subdevision mm/div 0.010 0.010 0.010
COHESION
Load Rate mm/min 2.000 2.000 2.000
Load Ring Constant kg/div 0.623 0.623 0.623
Lateral Pressure kg/cm2 0.500 1.000 2.000 c u = 0.526 kg/cm2
Maximum Deviator Stress kg/cm2 1.609 1.964 2.476
Maximum Value of Vertical Stress kg/cm2 2.109 2.964 4.476
SPECIMEN No.1 SPECIMEN No.2 SPECIMEN No.3
Defor- Load Unit Correc Dev Defor- Load Unit Correc Dev Defor- Load Unit Correc Dev
mation Dial Strain Area Stress mation Dial Strain Area Stress mation Dial Strain Area Stress
(div) Reading (%) (cm2) (kg/cm2) (div) Reading (%) (cm2) (kg/cm2) (div) Reading (%) (cm2) (kg/cm2)
0 0 0.00 11.34 0.00 0 0 0.00 11.34 0.00 0 0 0.00 11.34 0.00
20 5 0.26 11.37 0.27 20 8 0.26 11.37 0.44 20 11 0.26 11.37 0.60
40 9 0.53 11.40 0.49 40 13 0.53 11.40 0.71 40 17 0.53 11.40 0.93
60 14 0.79 11.43 0.76 60 17 0.79 11.43 0.93 60 22 0.79 11.43 1.20
80 18 1.05 11.46 0.98 80 22 1.05 11.46 1.20 80 26 1.05 11.46 1.41
100 20 1.32 11.49 1.08 100 26 1.32 11.49 1.41 100 31 1.32 11.49 1.68
120 24 1.58 11.52 1.30 120 28 1.58 11.52 1.51 120 34 1.58 11.52 1.84
140 27 1.84 11.55 1.46 140 30 1.84 11.55 1.62 140 36 1.84 11.55 1.94
160 29 2.11 11.58 1.56 160 32 2.11 11.58 1.72 160 39 2.11 11.58 2.10
180 30 2.37 11.61 1.61 180 33 2.37 11.61 1.77 180 41 2.37 11.61 2.20
200 30 2.63 11.64 1.60 200 34 2.63 11.64 1.82 200 42 2.63 11.64 2.25
220 29 2.89 11.67 1.55 220 35 2.89 11.67 1.87 220 43 2.89 11.67 2.29
240 27 3.16 11.70 1.44 240 36 3.16 11.70 1.92 240 44 3.16 11.70 2.34
260 26 3.42 11.73 1.38 260 37 3.42 11.73 1.96 260 45 3.42 11.73 2.39
280 25 3.68 11.76 1.32 280 37 3.68 11.76 1.96 280 46 3.68 11.76 2.44
300 24 3.95 11.79 1.27 300 37 3.95 11.79 1.95 300 46 3.95 11.79 2.43
320 320 36 4.21 11.82 1.90 320 47 4.21 11.82 2.48
340 340 35 4.47 11.85 1.84 340 47 4.47 11.85 2.47
360 360 33 4.74 11.88 1.73 360 46 4.74 11.88 2.41
380 380 380 44 5.00 11.91 2.30
400 400 400 42 5.26 11.94 2.19
420 420 420
440 440 440
460 460 460
480 480 480
500 500 500
520 520 520
540 540 540
MODE OF FAILURE
MOHR CIRCLE
4.0
3.5
SPECIMEN 1
)2 3.0
m
c
/
g k (
s
2.5 y = 0.2217x + 0.5261
s
e rtS 2.0
ra e 1.5 SPECIMEN 2
h
S
1.0
0.5
0.0
SPECIMEN 3
0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0
Normal Stress (kg/cm2)
CLASSIFIED
PENYELIDIKAN TANAH PEMBANGUNAN RESERVOIR
DOCUMENT
LAMPIRAN II
DOKUMENTASI SURVEI PENYELIDIKAN
TANAH
Dokumen : Laporan Akhir Revisi : - Tanggal : Juni 2025
DOKUMENTASI TITIK BOR BH-01
PENYELIDIKAN TANAH
KEC. CURIO, KAB. ENREKANG
PEMBANGUNAN RESERVOIR
DOKUMENTASI TITIK BOR BH-01
PENYELIDIKAN TANAH
KEC. CURIO, KAB. ENREKANG
PEMBANGUNAN RESERVOIR
COREBOX TITIK BH-01
PENYELIDIKAN TANAH
KEC. CURIO, KAB. ENREKANG
PEMBANGUNAN RESERVOIR
0-5 M 5-10 M
10-15 M| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 2 May 2024 | Pengadaan Dan Pemasangan Jaringan Perpipaan Mendukung Inpres Air Minum Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 6,195,442,000 |
| 27 December 2021 | Rehabilitasi Jaringan Irigasi Pompa Bl.2-Bl3 D.I.Kampili Kab.Gowa | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 4,210,388,000 |
| 19 July 2022 | Belanja Modal Bangunan Air Kotor Lainnya Kawasan Kel. Katimbang, Kec. Biringkanaya, Dsk | Kota Makassar | Rp 2,385,900,000 |
| 20 February 2018 | Pemb. Jaringan Perpipaan Spam Ikk Noling Untuk Kawasan Kec. Noling Kab. Luwu (Pipa Pspamss 5) | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,229,000,000 |