| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0018999615019000 | Rp 1,192,606,200 | 76.8 | 81.44 | - | |
| 0019694504218000 | Rp 1,201,131,000 | 79.43 | 83.4 | - | |
| 0017649112517000 | Rp 1,219,890,000 | 71.52 | 76.77 | - | |
| 0011186749441000 | Rp 1,248,576,285 | 76.63 | - | Personil manajerial atas nama Erman telah berkontrak dan aktif hingga 14 November 2024 | |
| 0011191632424000 | Rp 1,307,107,140 | 76.98 | 79.83 | - | |
| 0013494653013000 | - | - | - | Peserta Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi Teknis Yang Ditetapkan Di Dokumen Pemilihan | |
| 0016121790444000 | - | - | - | Tidak Menghadiri Pembuktian Kualifikasi | |
| 0015316136429000 | - | - | - | Peserta Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi Teknis Yang Ditetapkan Di Dokumen Pemilihan | |
| 0016779308441000 | - | - | - | Peserta Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi Teknis Yang Ditetapkan Di Dokumen Pemilihan | |
| 0013943766017000 | - | - | - | Peserta Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi Teknis Yang Ditetapkan Di Dokumen Pemilihan | |
| 0015314974423000 | - | - | - | Peserta Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi Teknis Yang Ditetapkan Di Dokumen Pemilihan | |
| 0018474882218000 | - | - | - | Peserta Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi Teknis Yang Ditetapkan Di Dokumen Pemilihan | |
| 0719817025432000 | - | - | - | Peserta Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi Teknis Yang Ditetapkan Di Dokumen Pemilihan | |
| 0014694749606000 | - | - | - | Peserta Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi Teknis Yang Ditetapkan Di Dokumen Pemilihan | |
| 0020052080331000 | - | - | - | Peserta Tidak Memenuhi Ambang Batas Kualifikasi Teknis Yang Ditetapkan Di Dokumen Pemilihan | |
| 0028271005216000 | - | - | - | - | |
| 0020754628216000 | - | - | - | - | |
| 0748470481201000 | - | - | - | - | |
CV Avezes Barani Jaya | 06*2**3****11**0 | - | - | - | - |
| 0014362461429000 | - | - | - | - | |
PT Teknika Utama Konsultan | 09*0**8****44**0 | - | - | - | - |
| 0626906457403000 | - | - | - | - | |
| 0016147266722000 | - | - | - | - | |
| 0017234386445000 | - | - | - | - | |
PT Rencana Cipta Mandiri | 00*7**0****29**0 | - | - | - | - |
| 0018035493216000 | - | - | - | - | |
| 0024817769216000 | - | - | - | - | |
PT Atharrazka Tata Jaya | 00*0**5****32**0 | - | - | - | - |
| 0937090397216000 | - | - | - | - | |
PT Hirfi Studio | 03*2**8****52**0 | - | - | - | - |
| 0943074740216000 | - | - | - | - | |
PT Sentrabina Nugraha Pratama | 00*2**1****16**0 | - | - | - | - |
| 0018944967211000 | - | - | - | - | |
| 0755787504322000 | - | - | - | - | |
| 0016155970952000 | - | - | - | - | |
| 0030475891211000 | - | - | - | - |
Lingkup Pekerjaan
Lingkup kegiatan studi kelayakan ini meliputi:
a. Formulasi kebijakan perencanaan yang meliputi kajian terhadap kebijakan dan
sasaran perencanaan, lingkungan dan penataan ruang, serta pengadaan tanah.
b. Kajian terhadap kondisi eksisting pada wilayah studi.
c. Pengambilan data fisik, ekonomi dan lingkungan.
d. Prediksi hasil analisis kuantitatif untuk setiap alternatif solusi.
e. Kajian penggunaan alternatif teknologi dan standar yang berkaitan dengan kebutuhan
proyek.
f. Studi komparasi alternatif solusi pada koridor yang terpilih dalam studi kelayakan.
Ada 3 (tiga) komponen pokok yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan studi ini, yaitu:
I. Inventarisasi Data
Pada tahap pengumpulan data ini dilakukan dalam rangka pengumpulan data-data yang
diperlukan untuk desain jalan (perkiraan biaya) dan analisis transportasi (perkiraan
revenue/benefit). Pada dasarnya data yang dikumpulkan semaksimal mungkin
diusahakan dari sumber sekunder, survei primer hanya dilakukan jika data sekunder tidak
tersedia atau untuk mengkonfirmasi data dengan kondisi nyata di lapangan.
Inventarisasi data yang dibutuhkan untuk melakukan beberapa kajian dan analisis, antara
lain volume lalu lintas, sosial ekonomi, kondisi tanah, data jaringan jalan regional, peta
topografi, data hidrologi & drainase, peta geologi, foto udara/citra satelit, dan lingkungan.
Data yang dibutuhkan dikelompokkan sesuai dengan karakteristiknya seperti data sosial
ekonomi, data transportasi, data fisik, dokumen perencanaan, dan lain sebagainya.
Adapun jenis data yang dibutuhkan, antara lain:
a. Data Sosial Ekonomi, yaitu data kewilayahan dan penggunaan lahan, populasi
penduduk dan penyebarannya, karakteristik penduduk, PDRB, serta kegiatan
ekonomi.
b. Data Jaringan Transportasi, yaitu kondisi dan tingkat pelayanan jaringan transportasi
yang berada di dalam daerah studi, baik ruas maupun simpul pada moda transportasi
yang dioperasikan (jalan, sungai, laut, dan udara), operasi dan kinerja jaringan
transportasi, dan permintaan perjalanan orang dan barang.
c. Dokumen Perencanaan, antara lain RTRW Nasional, Propinsi, dan Kabupaten;
rencana jaringan jalan dan rencana investasi swasta, dan lain-lain.
d. Data tata ruang, yang meliputi data penggunaan lahan per jenis kegiatan berikut
intensitasnya, pola penyebaran lokasi kegiatan, besaran penggunaan ruang dan pola
kegiatannya.
e. Data lalu lintas, yang merangkum karakteristik perjalanan di daerah yang akan di studi.
Data tersebut meliputi kecepatan, volume lalu lintas, waktu perjalanan, hambatan lalu
lintas, asal-tujuan perjalanan, dan rute pelayanan utama, baik untuk angkutan orang
maupun barang.
f. Data kondisi geografis/tanah, yang meliputi data topografi, keberadaan hambatan
alam (sungai, bukit, daerah rawan patahan, dll), dan daya dukung tahan di sekitar
lokasi trase jalan ini.
II. Analisis
Tahap analisa dilakukan dengan menganalisa data yang telah dikumpulkan dengan
tahapan:
• Analisis pendahuluan (non kuantitatif pada aspek lingkungan, teknik dan operasional
dari alternatif-alternatif yang ada)
• Analisis lingkungan dan analisis ekonomi
III. Pelaksanaan
a. Persiapan
Tahap persiapan dilakukan dalam rangka untuk menyusun rencana kerja kegiatan studi
kelayakan Persimpangan Tak Sebidang Simpang Panam. Beberapa kegiatan yang
dilakukan dalam tahapan ini adalah sebagai berikut:
1) Persiapan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi:
Penyelesaian masalah administrasi
Pembentukan tim ahli serta pembagian pekerjaan/job description
Pengumpulan literature dan data-data sekunder semaksimal mungkin sebagai
bahan awal untuk menyusun rencana kerja.
Berkoordinasi dengan stakeholder menyangkut regulasi, perijinan, kriteria disain
jalan dan lain-lain yang diperlukan untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan
studi kelayakan.
Berkoordinasi dengan Instansi-Intansi yang terkait dalam pemerintahan daerah.
2) Melakukan kajian awal terhadap karakteristik wilayah studi sebagai dasar dalam
mengembangkan kerangka analisis.
3) Review terhadap peraturan perundangan dan standar teknis mengenai
perencanaan persimpangan tak sebidang.
4) Menyusun kerangka/struktur analisis yang akan diterapkan pada tahapan
selanjutnya.
5) Menyusun rencana survei yang meliputi pemilihan metoda/teknik survei, formulir
survei, dan tenaga surveyor.
Hasil tahap persiapan ini akan dimuat dalam Laporan Pendahuluan yang utamanya
berisi bahasan mengenai kerangka analisis, pengenalan wilayah studi, dan rencana
pelaksanaan pengumpulan data/survei.
b. Penyusunan Rencana Kerja
Penyusunan rencana kerja perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, karena akan
mempengaruhi proses yang akan dilakukan selanjutnya. Adapun rencana kerja yang
perlu dilakukan dalam kegiatan ini, seperti di bawah:
1) Pengembangan metode pengerjaan studi yang sesuai
2) Penentuan tujuan dan sasaran kajian
3) Penentuan metode survei yang sesuai
4) Penentuan metode analisis
c. Survei
Survei ini difokuskan pada pembahasan hasil yang berkaitan dengan survei, baik primer
maupun sekunder. Maksud dan tujuan dari dilaksanakannya survei adalah untuk
memperoleh data-data yang akan dipergunakan pada perencanaan, baik data primer
maupun data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan mengingat diperlukan
data-data acuan yang menyangkut pergerakan lalu lintas pada beberapa lokasi. Data
sekunder dilakukan dalam kaitannya dengan hasil statistik, survei, penelitian dan
rekomendasi dari studi-studi sebelumnya.
Dalam pelaksanaan survei, dikenal beberapa tahapan survei sebagai berikut:
1) Survei Awal (Reconnaisance Survey)
Tujuan dari survei pendahuluan (reconnaissance survey) adalah untuk
mendapatkan peta dasar dari suatu daerah dalam batas koridor rencana jalan,
sehingga dapat digambarkan rencana trase jalan. Pada survei awal ini,
dikumpulkan data-data meliputi peta topografi, tata guna lahan dan lain sebagainya
yang diperoleh dari daerah bersangkutan dan dapat digunakan sebagai data dasar
sebelum melakukan peninjauan lapangan secara langsung.
2) Survei Detil (Detail Survey)
Setelah didapatkan data-data mengenai batas-batas penguasaan tanah yang akan
digunakan dalam perencanaan disain jalan, maka dilakukan pengukuran untuk
pembebasan tanah dengan menggunakan alat-alat ukur, map (peta) dan
sebagainya.
Untuk pekerjaan yang dilakukan antara lain, sebagai berikut:
Dilakukan pematokan sumbu jalan dengan sudut jurusan dan kelandaian yang telah
ditentukan sebelumnya.
Memberi tanda dan patok-patok pada bagian-bagian yang lurus.
Mengukur dan menandai sudut-sudut defleksi dari route jalan
Memberi tanda untuk stasiun-stasiun dan profil melintang
Membuat patok-patok untuk lengkungan-lengkungan jalan.
Membuat patok-patok rincikan awal ramija dan ramaja, sekaligus rincikan untuk
pembebasan tanah.