| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
PT Virama Karya (Persero) Cabang Kalimantan | 0010004851722001 | Rp 28,709,659,380 | 82.62 | 86.1 | - |
| 0015883549821000 | Rp 30,000,014,400 | 80.9 | - | Tidak dapat ditetapkan sebagai calon pemenang dikarenakan adanya Tenaga Ahli yang masih terkontrak | |
| 0018021204017000 | - | - | - | - | |
| 0010004836093000 | - | - | - | jumlah tenaga ahli yang disampaikan kurang dari yang dipersyaratkan yaitu hanya 29 dari total 45 Tenaga Ahli | |
| 0016384356061000 | - | - | - | - | |
| 0015586076013000 | - | - | - | - | |
| 0019060086805000 | - | - | - | Peserta yang bersangkutan tidak menghadiri rapat pembuktian kualifikasi setelah dilakukan dua kali undangan pembuktian | |
| 0013454236015000 | - | - | - | - | |
Catahi Ide Kreatif | 09*2**2****03**0 | - | - | - | - |
| 0013095203062000 | - | - | - | - | |
Sesfranvio Putra Mandiri | 04*7**4****47**0 | - | - | - | - |
| 0018872267331000 | - | - | - | - | |
| 0013413034016000 | - | - | - | - | |
| 0626906457403000 | - | - | - | - | |
| 0018023903019000 | - | - | - | - | |
CV Mitra Andalan Pratama | 04*3**3****01**0 | - | - | - | - |
| 0013737945015000 | - | - | - | - | |
| 0012169256422000 | - | - | - | - | |
| 0017072794017000 | - | - | - | - | |
Agrinas Pangan Nusantara (Persero) | 00*0**6****93**0 | - | - | - | - |
| 0021430152016000 | - | - | - | - | |
Perkasa Halomoan Pane | 03*5**9****22**0 | - | - | - | - |
| 0028689933027000 | - | - | - | - | |
| 0013282173013000 | - | - | - | - | |
| 0015414154064000 | - | - | - | - | |
| 0030727291722000 | - | - | - | - | |
| 0013494653013000 | - | - | - | - | |
| 0032351421301000 | - | - | - | - | |
| 0831137294911000 | - | - | - | - | |
| 0013639422062000 | - | - | - | - | |
PT Teknika Utama Konsultan | 09*0**8****44**0 | - | - | - | - |
| 0011051380441000 | - | - | - | - | |
| 0014859961024000 | - | - | - | - | |
| 0015725617061000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN SARANA PRASARANA PEMERINTAHAN II DI IBU KOTA NEGARA
A. Latar Belakang
Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) pertama kali disampaikan pada Pidato Kenegaraan di
Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada 16 Agustus 2019,
yang dilanjutkan dengan Pengumuman Pemindahan IKN oleh Presiden pada tanggal 26 Agustus
2019 di Istana Negara.
Sejak tahun 2019, Kementerian PUPR telah memulai proses perencanaan IKN mengundang
keterlibatan masyarakat umum dalam proses perwujudan IKN yang baru melalui Sayembara
Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara sehingga terpilih pemenang sayembara dengan
konsep gagasan “Nagara Rimba Nusa”.
Sebagai tindak lanjut hasil sayembara, dilakukan proses Urban Design dengan kebutuhan
populasi serta fungsi-fungsi di IKN, serta berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait
penyusunan Perencanaan spasial IKN.
Undang – Undang IKN telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia pada 18
Januari 2022. Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN) telah
ditandatangani oleh Presiden dan diundangkan oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 15
Februari 2022. Amanat dalam UU IKN Pasal 7 bahwa Pelaksanaan pembangunan dan
pemindahan IKN dilaksanakan secara bertahap sebagaimana disampaikan dalam Lampiran
Perpres Perincian Rencana Induk IKN tahap awal pemindahan IKN dimulai pada tahun 2022 –
2024.
Pemindahan Ibu Kota Negara dibarengi dengan Pemindahan perangkat pendukung
pemerintahan termasuk ASN dan Perkantoran. Pembangunan perkantoran yang dilaksanakan
salah satunya adalah Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Sarana Prasarana
Pemerintahan II di Ibu Kota Negara.
Paket Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Sarana Prasarana Pemerintahan
II di Ibu Kota Negara merupakan paket kegiatan konstruksi dari Pembangunan Bangunan
Gedung dan Kawasan Pemerintahan II. Sebagai Keberlanjutan dengan di bangunnya kompleks
Sarana Prasarana Pemerintahan I.
Dalam penyelenggaraannya, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang
Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung,
setiap pembangunan bangunan gedung negara, baik itu pembangunan baru, perbaikan
sebagian atau seluruhnya, maupun perluasan bangunan gedung yang sudah ada, dan/atau
lanjutan pembangunan bangunan gedung yang belum selesai, dan/atau perawatan (rehabilitasi,
renovasi, restorasi), akan melalui tahapan-tahapan mulai dari proses persiapan, perencanaan
hingga pelaksanaan konstruksi fisik, serta pengawasan konstruksi.
Dalam pelaksanaan konstruksi fisik, diperlukan penyedia jasa Manajemen Konstruski fisik untuk
melaksanakan kegiatan Kegiatan Pengawasan Pekerjaan Konstruksi yang tepat mutu, waktu
dan biaya serta tertib administrasi sesuai peraturan yang berlaku / tekait
B. Ruang Lingkup Pekerjaan
1. Tugas Konsultan Manajemen Konstruksi Secara Umum :
a. Melaksanakan penjaminan mutu (quality assurance) pelaksanaan pekerjaan mulai dari
tahapan pelaksanaan konstruksi, sampai dengan serah terima akhir pekerjaan;
b. Membantu pengguna jasa dalam melakukan persetujuan atau penolakan perubahan
Kontrak;
c. Melakukan verifikasi atas tagihan pembayaran;
d. Membantu pengguna jasa dalam menghitung nilai perolehan aset barang milik negara;
dan
e. Membantu pengguna jasa ketika dilakukan audit hasil pekerjaan/proyek setelah serah
terima akhir pekerjaan
2. Melakukan Tahapan Reviu Dokumen Perencanaan.
3. Melaksanakan Rancang Bangun Lingkup Pada tahap pelaksanaan Konstruksi terintergrasi
rancang bangun.
4. Koordinasi, pengendalian dan pengawasan terhadap Pekerjaan Pembangunan Bangunan
Gedung dan Kawasan Kantor Prasarana Sarana Pemerintahan II yang dilaksanakan oleh
Penyedia Jasa Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun yang menyangkut kuantitas,
kualitas, biaya dan waktu serta kelengkapan dan kelancaran administrasi ketepatan
pekerjaan yang efisien, sehingga dicapai wujud akhir bangunan dan kelengkapannya yang
sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan, serta dapat diterima dengan baik oleh Pemberi
Tugas
5. Membuat dokumen yang dihasilkan selama proses Manajemen Konstruksi berlangsung
yang tertuang didalam KAK.
6. Membuat Laporan Pelaksanaan Manajemen Konstruksi :
a. Laporan Pendahuluan
b. Laporan Mingguan
c. Laporan Bulanan
d. Laporan Akhir
e. Laporan Hasil Reviu Desain
f. Laporan Ringkas Eksekutif
g. Laporan Perawatan dan Pemeliharaan Berkala
h. Laporan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK)