| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0316574995518000 | Rp 246,531,000 | 87.17 | 89.73 | - | |
| 0416574572216000 | Rp 247,747,838 | 78.44 | 82.66 | - | |
| 0020493367606000 | Rp 254,407,838 | 87.24 | 89.17 | - | |
| 0824174395421000 | Rp 266,361,983 | 82.84 | 84.78 | - | |
| 0608483467625000 | Rp 791,322,885 | 86.19 | 75.18 | - | |
| 0027930965606000 | - | - | - | - | |
| 0841963499427000 | - | - | - | - | |
| 0016899395608000 | - | - | - | - | |
| 0027771385619000 | - | - | - | - | |
| 0023023112621000 | - | - | - | - | |
| 0016394694801000 | - | - | - | - | |
| 0022988877517000 | - | - | - | - | |
| 0026038885805000 | - | - | - | Peserta tidak mengirimkan data pembuktian kualifikasi dan tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0028056257955000 | - | - | - | - | |
| 0015370596821000 | - | - | - | - | |
| 0022399836623000 | - | - | - | - | |
| 0022853212941000 | - | - | - | - | |
CV Osaze Kurnia Bersama | 09*9**1****17**0 | - | - | - | - |
| 0665812020955000 | - | - | - | - | |
| 0317660736901000 | - | - | - | - | |
| 0316649987216000 | - | - | - | - | |
| 0018405548623000 | - | - | - | - | |
| 0030266894805000 | - | - | - | - | |
| 0016453219421000 | - | - | - | - | |
| 0020431292731000 | - | - | - | - | |
| 0711862706602000 | - | - | - | - | |
| 0719817025432000 | - | - | - | - | |
Edu Wonka Marelza | 0249821448517000 | - | - | - | - |
PT Teknika Utama Konsultan | 09*0**8****44**0 | - | - | - | - |
PT Refena Kembar Anugrah | 0840760227216000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
SUPERVISI PELAKSANAAN PERCEPATAN PENYEDIAAN AIR MINUM
(INPRES) PROVINSI JAWA TIMUR
Ruang Lingkup Pekerjaan Konsultan Supervisi Pelaksanaan Percepatan Penyediaan Air Minum
(Inpres) Provinsi Jawa Timur, meliputi :
1. Persiapan pelaksanaan;
2. Pemantauan dan pengawasan di lapangan;
3. Penelaahan terhadap kondisi pekerjaan, potensi resiko/kemungkinan dampak yang akan
timbul, solusi/rekomendasi terhadap permasalahan di lapangan, langkah percepatan yang
harus dilakukan, serta kemungkinan adanya review desain terhadap kondisi terbaru di
lapangan;
4. Dokumentasi pelaksanaan pekerjaan.
Tahapan pelaksanaan pembangunan mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
Nomor. 22/PRT/M/2018 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara, lingkup
pekerjaan dalam menyelenggarakan pekerjaan konsultan supervisi meliputi :
a) Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan
dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.
b) Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode pelaksanaan, serta mengawasi
ketepatan waktu, dan biaya pekerjaan konstruksi.
c) Mengawasi pelaksanaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas, dan laju pencapaian
volume atau realisasi fisik.
d) Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang
terjadi selama pelaksanaan konstruksi.
e) Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat laporan mingguan
dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan,
laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh penyedia
jasa pelaksanaan konstruksi.
f) Meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawing) yang diajukan oleh
penyedia jasa pelaksanaan konstruksi.
g) Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (as built
drawing) sebelum serah terima pertama.
h) Menyusun daftar cacat atau kerusakan sebelum serah terima pertama, mengawasi
perbaikannya pada masa pemeliharaan, dan menyusun laporan akhir pekerjaan
pengawasan.
i) Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan, berita acara pemeliharaan
pekerjaan, dan serah terima pertama dan akhir pelaksanaan konstruksi sebagai
kelengkapan untuk pembayaran angsuran pekerjaan konstruksi.
j) Bersama-sama penyedia jasa perencanaan konstruksi menyusun petunjuk
pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.
k) Membantu pengelola kegiatan dalam menyusun dokumen pendaftaran.
l) Melakukan pemeriksaan dan menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung terbangun
sesuai dengan imb.
m) membantu pengelola kegiatan dalam penyiapan kelengkapan dokumen Sertifikat Laik
Fungsi (SLF) dari Pemerintah Kabupaten atau Kota setempat.