Review Pola Pengelolaan Sumber Daya Air Ws Parigi Poso; Kota Palu; Sulawesi Tengah; 1 Dokumen; 1 Dokumen; Nf; K; Syc

Repeat Order
Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10118038000
Status: Repeat Order
Date: 29 April 2025
Year: 2025
KLPD: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Work Unit: Balai Wilayah Sungai Sulawesi III
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
Method: Penunjukan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 1,500,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 1,500,000,000
Winner (Pemenang): Satyakarsa Mudatama, PT
NPWP: 016468829019000
RUP Code: 54551346
Work Location: KAB. P O S O - Poso (Kab.)|Kab. Morowali Utara - Kabupaten Morowali Utara|Kab. Parigi Moutong - Parigi Moutong (Kab.)|Kab. Tojo Uana-una - Tojo Una-Una (Kab.)|Kab. Luwu Timur - Luwu Timur (Kab.)|Kab. Luwu Utara - Luwu Utara (Kab.)
Participants: 1
Attachment
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)                           
                                                                             
                                                                             
                           Uraian Pendahuluan1                               
1. Latar      Pola Pengelolaan Sumber Daya Air (selanjutnya disebut Pola) pada Wilayah
   Belakang   Sungai adalah hasil perencanaan tata penggunaan dan tata pengairan pada
              setiap wilayah sungai yang bersifat makro untuk jangka waktu 20 Tahun. Pola
              juga merupakan kerangka dasar dalam merencanakan, melaksanakan,
              memantau dan  mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air,
              pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak air pada wilayah
              sungai tersebut. Pola disusun berdasarkan kondisi WS dan kebijakan pengelola
              sumber daya air yang berlaku pada saat itu.                    
              Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.
              04/PRT/M/2015 Tentang Penetapan Wilayah Sungai, Wilayah Sungai (WS)
              Parigi-Poso merupakan Wilayah Sungai Kewenangan Pemerintah Pusat.
              Pengelolaan WS Parigi-Poso dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi
              III Palu sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
              Nomor 9 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri
              Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16 Tahun 2020 tentang
              Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Pekerjaan
              Umum dan Perumahan Rakyat.                                     
              Pola Pengelolaan SDA WS Parigi-Poso telah ditetapkan oleh Menteri PUPR
              dengan Surat Keputusan Menteri PU Nomor 50/KPTS/M/2012 tentang Pola
              Pengelolaan SDA Wilayah Sungai Parigi - Poso. Dengan demikian Pola tersebut
              saat ini telah berusia lebih 10 (Sepuluh) tahun sejak ditetapkan.
              Merujuk Peraturan Menteri PUPR nomor 10/PRT/M/2015 tentang Rencana dan
              Rencana Teknis Tata Pengaturan Air dan Tata Pengairan pasal 10 disebutkan
              bahwa rencana pengelolaan sumber daya air yang sudah ditetapkan dapat
              ditinjau dan dievaluasi kembali paling singkat setiap 5 (lima) tahun sekali. Selain
              itu, pada tahun 2024 telah dilaksanakan evaluasi RPSDA WS. Parigo Poso.
              Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat beberapa indikator yang berada
              dibawah ambang batas, hal ini menunjukan kurang relevannya RPSDA terhadap
              kondisi saat ini dan memerlukan revisi.                        
              Berdasarkan hal tersebut di atas maka pada Tahun Anggaran 2025, Balai
              Wilayah Sungai Sulawesi III sebagai instansi yang memiliki kewenangan
              pengelolaan sumber daya air WS Parigi-Poso melaksanakan pekerjaan review
              terhadap Pola PSDA WS Parigi-Poso.                             
              Wilayah Sungai (WS) Parigi Poso, yang mencakup Kabupaten Poso dan
              Kabupaten Parigi Moutong di Provinsi Sulawesi Tengah, memiliki peran yang
              sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan air bagi berbagai sektor, seperti
              pertanian, perikanan, industri, dan kebutuhan domestik masyarakat. Sungai
              Parigi dan Poso juga menjadi sumber kehidupan bagi ribuan penduduk yang
              tinggal di sekitar wilayah ini. Namun, pengelolaan sumber daya air di WS Parigi
              Poso menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan ketersediaan air
              yang tidak merata antara musim hujan dan kemarau. Pada musim kemarau,
              sering terjadi penurunan debit air yang signifikan, yang mengancam
              keberlanjutan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari dan sektor pertanian
              yang bergantung pada irigasi. Sebaliknya, musim hujan yang tinggi membawa
              risiko banjir yang merusak infrastruktur dan mengancam kehidupan masyarakat.
              Selain itu, kualitas air di wilayah ini juga terancam oleh aktivitas pertambangan,
              deforestasi, dan polusi dari kegiatan industri yang tidak terkelola dengan baik.
              Berdasarkan hasil evaluasi pengelolaan sumber daya air pada tahun-tahun
              sebelumnya, sejumlah indikator penting menunjukkan kondisi yang
              memprihatinkan, dengan beberapa nilai yang berada di bawah ambang batas
     1 Uraian Pendahuluan memuat gambaran secara garis besar mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
              yang diharapkan. Indikator tersebut mencakup ketersediaan air yang tidak
              merata, pencemaran air yang meningkat, dan pengelolaan air yang belum
              optimal, terutama dalam sektor pertanian. Oleh karena itu, sangat diperlukan
              revisi terhadap Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air (RPSDA) WS Parigi
              Poso untuk menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi di lapangan dan
              menghadapi tantangan-tantangan baru, termasuk perubahan iklim yang
              memperburuk ketidakseimbangan pola curah hujan dan menyebabkan 
              ketidakpastian dalam pengelolaan air. Perubahan iklim, yang mempengaruhi
              pola curah hujan dan frekuensi bencana alam seperti banjir dan kekeringan,
              semakin memperburuk situasi, sehingga pola pengelolaan yang lebih adaptif
              dan berbasis data terkini menjadi sangat mendesak.             
              Selain itu, WS Parigi Poso juga memiliki karakteristik geografis yang sangat
              beragam, dengan wilayah pegunungan, hutan, dan lembah yang saling
              terhubung melalui jaringan sungai yang besar. Keberagaman ini menuntut
              pendekatan pengelolaan yang terkoordinasi, mengingat wilayah ini melintasi
              beberapa kabupaten dan memiliki kepentingan yang berbeda antara satu daerah
              dengan daerah lainnya. Oleh karena itu, pengelolaan SDA di WS Parigi Poso
              memerlukan kebijakan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah,
              yang tidak hanya mengutamakan pemenuhan kebutuhan air tetapi juga
              memperhatikan aspek keberlanjutan ekosistem dan perlindungan lingkungan.
              Dalam hal ini, revisi pola pengelolaan SDA menjadi sangat penting untuk
              menjamin sinergi kebijakan antar instansi dan meminimalkan potensi konflik
              kepentingan di lapangan.                                       
              Penyusunan pola pengelolaan ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas
              lembaga pengelola SDA di tingkat pusat dan daerah, sehingga implementasi
              kebijakan dan program pengelolaan air di wilayah ini dapat berjalan lebih efektif
              dan efisien. Dengan memperhatikan berbagai faktor tersebut, penyusunan
              Review                                                         
                    Pola Pengelolaan Sumber Daya Air WS Parigi-Poso akan menjadi
              dasar yang kokoh untuk merumuskan strategi pengelolaan yang lebih baik, serta
              memberikan arah yang jelas dalam menghadapi tantangan pengelolaan air yang
              semakin kompleks. Pola ini tidak hanya akan memastikan pemenuhan
              kebutuhan air yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat, tetapi juga
              melindungi kualitas air, ekosistem, dan sumber daya alam lainnya, demi
              tercapainya pembangunan yang berkelanjutan di WS Parigi-Poso.  
2. Maksud dan Maksud Kegiatan:                                               
   Tujuan     Melaksanakan kegiatan Review Pola pengelolaan SDA di WS Parigi-Poso .
              Tujuan Kegiatan:                                               
              a. Melengkapi data – data terkait penyusunan review Pola Pengelolaan SDA WS
                Parigi-Poso.                                                 
              b. Menganalisis sosial dan ekonomi, rencana tata ruang dan rencana wilayah,
                neraca air, lahan kritis dan analisis lainnya terkait pengelolaan SDA di Wilayah
                Sungai.                                                      
              c. Menyusun skenario, alternatif pilihan strategi dan kebijakan operasional
                pengelolaan SDA.                                             
3. Sasaran    Sasaran yang akan dicapai dari pekerjaan ini adalah tersedianya dokumen
              Review Pola Pengelolaan SDA Wilayah Sungai Parigi - Poso.      
                                                                             
4. Lokasi     Lokasi Kegiatan berada di Wilayah Sungai Parigi - Poso yang terletak di Provinsi
   Pekerjaan  Sulawesi Selatan, dan Provinsi Sulawesi Tengah.                
5. Sumber     Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN dengan PAGU Rp.
   Pendanaan  1.500.000.000 dan Nilai HPS sebesar Rp. 1.500.000.000 pada Tahun Anggaran
              2025 dengan jenis Kontrak Lumsum. Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU)
              dengan Kualifikasi Usaha Menengah serta disyaratkanp sub bidang klasifikasi/
              layanan Jasa desain rekayasa untuk Teknik sipil air dan subklasifikasi RE103 –
              KBLI 2017 atau RK002 KBLI 2020                                 
6. Nama dan   Instansi pelaksana pekerjaan ini adalah Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai
   Organisasi Sulawesi III, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan
   Pejabat    Umum.                                                          
   Pembuat                                                                   
   Komitmen
Tenders also won by Satyakarsa Mudatama, PT
Authority
28 February 2018Special Study 12 Buah Bendungan Tersebar Di Prov. NttKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 3,000,000,000
10 July 2024Penyusunan Final Business Case Proyek Kpbu Daerah Irigasi Lhok Guci, AcehKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,500,000,000
28 November 2015Audit Teknis Dan Penyusunan Aknop JiatKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,463,170,000
11 November 2020Penilaian Kinerja Aknop Sungai Dan KanalKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,451,280,000
24 April 2019Penilaian Kinerja Dan Aknop Situ;kota Jakarta Timur;DKI Jakarta;1;;nf;k;sycKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,450,000,000
6 December 2023Special Study Bendungan GrenengKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,172,000,000
9 November 2021Penyusunan Pai, Iksi (Epaksi) Dan Aknop D.I. Cacaban, D.I. Gung, Dan D.I. RambutKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,150,000,000
8 July 2019Sid Air Tanah Untuk Air Baku Pulau HiriKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,000,000,000
27 December 2021Persiapan Operasi Dan Pemeliharaan Bendungan Way Sekampung Kabupaten PringsewuKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,000,000,000
31 January 2024Ded Pembangunan Intake Kapasitas Besar Satiung Dan Jaringan TransmisiKab. Tanah BumbuRp 2,000,000,000