Desain preservasi jalan jembatan (rutin, rehabilitasi, rekonstruksi
dan pelebaran) tergantung kondisi jalan dan jembatan. Sebagian
besar ruas jalan yang didesain merupakan desain pemeliharaan
rutin yang harus di sinkronkan dengan hasil survey kondisi jalan
sedangkan untuk desain rehabilitasi, rekonstruksi dan pelebaran
diutamakan dilakukan pada jalan yang mengalami kondisi rusak
ringan atau rusak berat.
Sebagian besar jembatan yang didesain merupakan desain rutin
dan berkala jembatan yang harus di sinkronkan dengan hasil
survey kondisi jembatan, sedangkan untuk desain rehabilitasi dan
penggantian jembatan hanya dilakukan pada jembatan yang
mengalami kondisi rusak ringan atau rusak berat.
Terkait dengan lokasi jasa layanan perencanaan ini dan untuk
memudahkan monitoring pengguna jasa dalam rangka
memaksimalkan hasil pelaksanaan kegiatan perencanaan, maka
penyedia jasa/Konsultan yang menjadi pelaksana Kontrak
perencanaan ini harus mempunyai kantor di Provinsi Sulawesi
Utara.
5. Sumber Pendanaan Untuk pelaksanaan kegiatan ini tersedia Anggaran dengan nilai
HPS Rp. 1.686.750.000,- (Satu Milyar Enam Ratus Delapan
Puluh Enam Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah),
termasuk PPN, sumber dana APBN Tahun Anggaran 2023.
6. Nama dan Nama : Rahmat, ST, MSc.
Organisasi Pejabat PPK : PPK Perencanaan Provinsi Sulawesi Utara
Pembuat Satuan Kerja : Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan
Komitmen Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Utara
7. Lingkup Pekerjaan 1) PERSIAPAN
a) Tujuan
Tujuan dari tahap persiapan adalah untuk mengumpulkan
informasi awal mengenai kondisi topografi, geologi, tata
guna lahan, lalu lintas, serta lingkungan.
b) Lingkup
(1) PetaTopografi berupa peta kontur, dengan Skala
minimum 1 : 50.000
(2) Peta jaringan jalan, dokumen leger jalan, database
jaringan jalan, database jembatan, daerah rawan
kecelakaan.
(3) Peta kondisi tanah, peta geologi dengan Skala minimal
1 : 250.000, daerah rawan bencana, dokumen tanah
terdahulu, dan koridor trase.
(4) Peta wilayah Rencana Tata Ruang Wilayah.
(5) Peta tata guna lahan.
(6) Melakukan kordinasi dengan instansi terkait dengan
disekitar lokasi proyek.
c) Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dalam persiapan meliputi:
(1) Laporan studi koridor (jika bias diterapkan),
(2) Laporan studi rancang-bangun pendahuluan,
(3) Rencana pendahuluan dari alternative desain (yaitu:
profil atau lembar rencana, bagian-bagian yang umum,
materi pekerjaan utama yang dikenali dan
dialokasikan), dan
(4) Perkiraan biaya konstruksi pendahuluan untuk
alternative desain.
2) SURVEY LAPANGAN
a) Survey Pendahuluan
(1) Tujuan
Tujuan survey pendahuluan adalah untuk
mengumpulkan data-data awal berdasarkan aspek-
aspek yang diperlukan yang akan digunakan sebagai
dasar/referensi survey detail/survey berikutnya dan
harus dilakukan oleh seorang ahli utama.
(2) Lingkup Pekerjaan
Hal lain yang menjadi lingkup pekerjaan pada
perencanaan jalan dan jembatan adalah:
(a) Studi literatur
Pada tahapan ini Tim harus mengumpulkan data
pendukung perencanaan baik data sekunder
maupun data laporan Studi Kelayakan (bila ada),
laporan Studi Amdal (bila ada).
(b) Koordinasi dengan instansi terkait
Tim melaksanakan koordinasi dan konfirmasi
dengan instansi/unsur-unsur terkait di daerah
sehubungan dengan dilaksanakannya survey
pendahuluan.
(c) Diskusi perencanaan di lapangan
Tim bersama-sama melaksanakan survey dan
mendiskusikannya dan membuat usul perencanaan
dilapangan bagian demi bagian sesuai dengan
bidang keahliannya masing-masing.
(d) Survei Inventori Jalan
Survei ini ditujukan untuk mendata semua
dimensi, kerusakan, kondisi dan tipe struktur
ataupun bengunan pelengkap sepanjang jalan
penanganan yang masuk dalam rumija. Survei ini
diharapkan menggunakan format yang ditentukan
oleh pejabat pembuat komitmen.
(e) Survey pendahuluan khusus untuk perencanaan
jembatan perlu ditambahkan atau diperhatikan
dalam hal menentukan dan memperkirakan letak,
dimensi, kelas pembebanan jembatan dan tipe
konstruksi dan bahan serta tipe bangunan bawah.
(3) Keluaran survey pendahuluan meliputi:
(a) Laporan seluruh hasil survey pendahuluan
berkaitan dengan konsep desain yang akan
diterapkan dengan mempertimbangkan faktor-
faktor berdasarkan seluruh hasil survey
pendahuluan.
(b) Laporan tindak lanjut survey pendahuluan yaitu
survey detail yang didalamnya memuat beberapa
survey detail yang harus dilakukan termasuk
batasan koridor pengambilan data.
b) Survey Detail
Survey Topografi
(1) Tujuan
Tersedianya peta topografi dengan skala 1:1000
yang akan digunakan untuk perencanaan geometrik
jalan dan skala 1: 500 yang akan digunakan untuk
perencanaan geometric jembatan.
(2) Lingkup Pekerjaan
(a) Pemasangan patok-patok BM harus dibuat dari
beton dengan ukuran 10x10x75cm atau pipa
pralon ukuran 4 inci yang dipasang setiap 1
(satu) km dan pada setiap lokasi rencana
jembatan.
(b) Pengukuran titik kontrol horizontal dilakukan
dengan system poligon, dan semua titik ikat
(BM) harus dijadikan sebagai titik poligon.
(c) Pengukuran titik kontrol vertikal, pengukuran
ketinggian dilakukan dengan cara 2 kali
berdiri/pembacaan pergi-pulang. Pengukuran
sifat datar harus mencakup semua titik
pengukuran (poligon, sifat datar, dan potongan
melintang) dan titik BM.
(d) Pengukuran Situasi, pengukuran situasi
dilakukan dengan sistem tachimetri dan harus
memerhatikan keseragaman penyebaran dan
kerapatan titik yang cukup dan harus digunakan
alat theodolit.
(e) Titik BM harus memiliki koordinat x, y, z dan
diikat pada patok BPN atau BIG.
(f) Pengukuran Penampang Melintang.
Kondisi Lebar Interval, (m)
koridor, (m)
Jalan baru
a. Datar,landai, 75+75 50
dan lurus
b. Pegunungan 75+75 25
c. Tikungan 50(luar)+ 100 25
(dalam)
(g) Pengukuran pada perpotongan rencana trase
jembatan dengan sungai atau jalan yaitu ke arah
hulu dan hilir masing-masing minimum 200 m
dengan interval 25 meter. Koridor pengukuran
searah rencana trase jembatan minimum 100 m
dari garis tepi sungai/jalan atau sampai batas
oprit jembatan dengan jalan dengan interval 25
meter.
(h) Semua hasil perhitungan titik pengukuran
detail, situasi, dan penampang melintang harus
digambarkan pada gambar polygon, sehingga
membentuk gambar situasi dengan interval
garis ketinggian (contour) 1 meter. Proses
pengambilan data untuk Topografi mengacu
pada pada Pedoman Pengukuran Topografi
N0.010/PW/2004 atau peraturan terbaru yang
berlaku.
(3) Keluaran
Keluaran survey Topografi meliputi:
(a) Laporan survey Topografi meliputi:
Peta topografi (peta transies) dengan skala yang
disesuaikan dengan jenis perencanaan yang
akan dilakukan.
Survey Drainase
(1) Tujuan
Tujuan survey drainase yang dilaksanakan dalam
pekerjaan ini adalah untuk mengumpulkan data
hidrologi dan karakter/perilaku aliran air pada
bangunan air yang ada (sekitar jembatan maupun
jalan), guna keperluan analisis hidrologi, penentuan
debit banjir rencana (elevasi muka air banjir},
perencanaan teknis drainase dan bangunan
pengaman terhadap gerusan, river training
(pengarah arus) yang diperlukan.
(2) Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan survey hidrologi dan hidrolika
ini meliputi:
(a) Mengumpulkan dan menganalisis data curah
hujan harian maksimum (mm/hr) paling sedikit
dalam jangka 10 tahun pada daerah tangkapan
(catchment area).
(b) Mengumpulkan data bangunan pengaman yang
ada seperti gorong-gorong, jembatan, selokan
yang meliputi: lokasi, dimensi, kondisi, tinggi
muka air banjir.
(c) Mengumpulkan data karakteristik sungai dan
menganalisa pola aliran air pada daerah rencana
serta merencanakan bangunan pengaman bila
diperlukan.
(d) Proses analisa perhitungan harus mengacu pada
Pedoman Perencanaan Drainase Jalan Pd.T.02-
2006-B, Manual Hidrolika untuk Jalan dan
Jembatan No.01/8M/05, SNI 1724:2015
Analisis Hidrologi, Hidroulik, dan Kriteria
Desain Bangunan di Sungai dan atau pedoman
lain yang berlaku.
(3) Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dari Survey Drainase
adalah berupa Laporan Drainase yang didalamnya
memuat:
(a) Data identifikasi semua aliran air yang ada dan
lintasan-lintasan drainase serta
permasalahannya.
(b) Daerah-daerah tangkapan berdasarkan peta-
peta topografi
(c) lnformasi histori banjir yang tersedia
(d) Data curah hujan dan hasil analisis yang
digunakan dalam desain drainase
(e) Dimensi saluran dan gorong-gorong
Survey dengan Alat BB dan DCP
(1) Tujuan
Tujuan utama dari penyelidikan geoteknik lapangan
dan bawah permukaan adalah untuk memberikan
informasi tentang kondisi bawah permukaan tanah,
bahaya geoteknik, dan ketersediaan tanah, agregat
dan batuan pada perencanaan.
(2) Lingkup
Kegiatan penyelidikan geoteknik untuk perencanaan
jalan meliputi:
(a) Pengambilan contoh tanah pada lokasi jalan
jembatan
(b) Pengujian pada tanah atau batuan tertentu
(c) Penentuan lokasi quarry baik untuk perkerasan
jalan, struktur jembatan, maupun untuk bahan
timbunan (borrow pit) diutamakan yang ada di
sekitar lokasi pekerjaan.
(d) Pemeriksaan Lendutan Jalan dengan Alat
Benkelman Beam
(e) Pengujian dengan alat Dynamic Cone
Penetrometer (DCP) untuk mencari nilai CBR
dari suatu lapisan tanah langsung di lapangan.
(f) Posisi atau titik tempat investigasi dilakukan
harus didokumentasikan dan memiliki
koordinat x, y,z..
(3) Keluaran
Data lendutan, CBR hasil survey dan hasil analisis
maupun uji laboratorium pada contoh tanah atau
batuan.
Survey Geologi dan Geoteknik
(1) Tujuan
Evaluasi kondisi tanah bawah permukaan di
lapangan, stratigrafi (menduga struktur lapisan
tanah), klasifikasi lapisan tanah, kekuatan lapisan
tanah dan kedalaman lapisan tanah keras.
(2) Lingkup
Sedangkan lingkup kegiatan Geologi dan Geoteknik
untuk perencanaan jembatan meliputi :
(a) Penyelidikan Geologi
Penyelidikan meliputi pemetaan geologi
permukaan detail dengan peta dasar topografi
skala 1:250.000 sampai dengan skala
1:100.000. Pencatatan kondisi geoteknik di
sepanjang rencana trase jalan untuk setiap jarak
500 - 1000meter.
(b) Penyelidikan lapangan
Meliputi pemeriksaan sifat tanah (konsistensi,
jenis tanah, warna, perkiraan prosentase butiran
kasar/halus) dengan Metoda USCS.
(c) Penyelidikan Geoteknik
Penyelidikan geoteknik disini merupakan
bagian dari penyelidikan tanah yang mencakup
seluruh penyelidikan lokasi kegiatan
berdasarkan klasifikasi jenis tanah yang didapat
dari hasil tes dengan mengadakan peninjauan
kembali terhadap semua data tanah dan material
guna menentukan jenis/tipe pondasi yang tepat
dan sesuai tahapan kegiatannya.
Laporan penyelidikan tanah dan material harus
pula berisi analisa dan hasil analisis daya
dukung tanah serta rekomendasi jenis pondasi
yang sesuai dengan daya dukung tanah tersebut
dan hasil borlog dituangkan dalam bentuk
tabel/formulir borlog dan form drilling log yang
dilengkapi dengan keterangan/data diantaranya
tentang tipe bor yang digunakan, kedalaman
lapisan tanah, tinggi muka air tanah, grafik log,
uraian lithologi, jenis sample, nilai SPT,
tekanan kekuatan (kg/cm2), liquid/plastis limit,
perhitungan pukulan dan lain sebagainya.
(d) Posisi atau titik tempat investigasi dilakukan
harus didokumentasikan dan memiliki
koordinat x, y,z.
(3) Keluaran survey Geologi/Geoteknik
Keluaran dari survey Geologi/Geoteknik berupa
laporan penyelidikan tanah, peta penyebaran tanah
dan foto dokumentasi
Survei Geolistrik (jika diperlukan)
(1) Tujuan
Mencari resistivitas atau tahanan jenis dari batuan.
Resistivitas atau tahanan jenis adalah besaran atau
parameter yang menunjukkan tingkat hambatannya
terhadap arus listrik . Batuan yang memiliki
resistivitas makin besar, menunjukkan bahwa batuan
tersebut sulit untuk dialiri oleh arus listrik. Selain
resistivitas batuan, metode geolistrik juga dapat
dipakai untuk menentukan sifat-sifat kelistrikan.
Bisa juga untuk mendapatkan data kedalaman dan
keberadaan lapisan yang mengandung air.
(2) Lingkup pekerjaan
(a) Mempelajari geologi sekitar daerah penelitian
(b) Menentukan titik-titik pengukuran dengan spasi
200 m dan menggunakan konfigurasi Wenner.
(c) Memilih lintasanyang mempunyai kemiringan<
20°
(d) Pengamatan air sumur penduduk di sekitar
daerah penelitian
3)PENGENDALIAN SURVEY PENDAHULUAN DAN
SURVEY DETAIL
Pengendalian survey bertujuan sebagai kendali mutu
pengambilan data, kendali mutu tersebut diantaranya:
a) Setiap akan kegiatan survey baik pendahuluan maupun
survey detail pelaksana kegiatan wajib mengajukan jadwal
kegiatan yang kemudian ditindaklanjuti dengan surat ijin
melakukan survey baik pendahuluan maupun detail yang
dikeluarkan oleh Kepala Satuan Kerja atau Pejabat Pembuat
Komitmen.
b) Proses survey baik pendahuluan maupun survey detail
wajib diawasi dimulai dari persiapan peralatan sampai pada
proses survey oleh petugas yang ditunjuk oleh Kepala
Satuan Kerja atau Pejabat Pembuat Komitmen.
c) Data hasil pengambilan pada survey detail wajib diperiksa
kebenarannya sebelum dilakukan proses desain. Proses
desain dapat dilakukan apabila data hasil survey detail
sudah dapat diterima oleh Kepala Satuan Kerja atau Pejabat
Pembuat Komitmen.
d) Adanya berita acara pemeriksaan baik terhadap survey
pendahuluan maupun survey detail yang dikeluarkan oleh
Kepala Satuan Kerja atau Pejabat Pembuat Komitmen.
4) PROSES DESAIN
a) Tujuan
Menyiapkan dokumen perencanaan teknis yang terdiri dari
gambar desain, spesifikasi, engineering estimate.
b) Lingkup Pekerjaan
Yang menjadi lingkup pekerjaan perencanaan jalan adalah:
(1) Menetapkan awal dan akhir rencana proyek pada peta,
serta menarik beberapa alternatif rencana yang
memenuhi Standar Perencanaan Geometrik Jalan.
(2) Melakukan perencanaan tebal perkerasan baik
perkerasan kaku maupun fleksibel dengan mengacu
pada pedoman perencanaan tebal perkerasan lentur dan
tebal perkerasan kaku.
(3) Melakukan perencanaan drainase dan bangunan
perlengkapan jalan.
(4) Melakukan perencanaan manajemen traffic pada saat
pelaksanaan.
(5) Melakukan perencanaan K3 konstruksi berkaitan
dengan resiko yang ditimbulkan dengan adanya
kegiatan konstruksi.
Hal yang menjadi lingkup pekerjaan perencanaan jembatan
adalah:
(1) Menetapkan kelas, dimensi, bentuk dan tipe jembatan
yang akan di Desain beserta bangunan pelengkapnya.
(2) Merencanakan desain bangunan atas dan bangunan
bawah berdasarkan peraturan yang ditentukan dalam
Peraturan SNI 1725:2016 Pembebanan Untuk
Jembatan atau peraturan lain yang relevan yang
disetujui oleh pemberi tugas.
(3) Merencanakan pondasi jembatan secara benar terhadap
aspek kekuatan dukung dan stabilitas berdasarkan SNI
8460:2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik.
(4) Perencanaan jembatan harus memperhitungkan beban
gempa sesuai SNI 2833:2016 atau peraturan lain yang
terbaru/relevan yang disetujui oleh pemberi tugas.
(5) Melakukan perencanaan manajemen traffic pada
saatpelaksanaan.
(6) Melakukan perencanaan K3 konstruksi berkaitan
dengan resiko yang ditimbulkan dengan adanya
kegiatan konstruksi.
c) Persyaratan
Proses perencanaan harus mengacu pada standar, Pedoman
yang berlaku seperti standar atau pedoman yang tertulis
pada acuan normatif atau referensi lain yang tertuang dalam
Kerangka Acuan Kerja.
d) Penggambaran
Penggambaran Desain Jalan:
Alinyemen Horisontal dengan Skala 1 :1000
Alinyemen Vertikal dengan Skala 1:100
Potongan Melintang Skala Horisontal 1:1200, Skala
Vertikal 1:100
5) PENGENDALIAN PROSES PERENCANAAN
Pengendalian pada saat proses perencanaan dilakukan agar
desain yang dihasilkan memenuhi persyaratan secara teknis,
proses pengendalian dilakukan terhadap:
a) Konsep desain awal berdasarkan data sekunder harus
mendapat persetujuan dari Kepala satuan kerja atau pejabat
pembuat komitmen.
b) Konsep desain berdasarkan data survey pendahuluan dan
survey detail yang merupakan review terhadap desain awal
harus diperiksa dan diasistensikan kepada Kepala satuan
kerja atau pejabat pembuat komitmen.
c) Pemeriksaan dan Asistensi perencanaan secara bertahap
wajib dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan kepada Kepala
Satuan Kerja /Pejabat Pembuat Komitmen
d) Pengecualian terhadap desain yang tidak memenuhi standar
harus mendapat persetujuan dari pejabat setingkat eselon I.
Penggunaan teknologi baru dapat digunakan apabila diterima oleh
Tim yang dibentuk oleh pejabat Eselon II dan mendapat
persetujuan dari Direktorat Jenderal Bina Marga.
8. Keluaran Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini selain laporan
pendahuluan, antara, draft akhir dan akhir adalah:
1. Laporan Perencanaan
Laporan perencanaan ini dipisahkan berdasarkan paket
pekerjaan masing-masing laporan berisi:
- Daftar isi.
- Peta lokasi proyek.
- Daftar bangunan pelengkap.
- Uraian yang berisi data perencanaan beserta perhitungan
struktur bangunan bawah beserta pondasinya, drainase, jalan
dan lain-lain.
- Gambar rencana yang dibuat di atas kertas kalkir ukuran A1,
untuk kemudian diperkecil menjadi A3.
2. Laporan Perkiraan Kuantitas dan Biaya
Laporan ini berisi perkiraan kuantitas dan biaya yang dihitung
untuk tiap item pekerjaan yang kemudian digabungkan sebagai
kesimpulan perkiraan biaya. Laporan perkiraan kuantitas dan
biaya ini dipisahkan sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan
dengan isi sebagai berikut:
- Daftar isi.
- Peta lokasi proyek.