Uraian Singkat/Latar Belakang Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air meningkat (BNPB.go.id/definisi bencana 2023). Biasanya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi atau saluran air/sungai tidak dapat menampung dan menyalurkan air sehingga terjadi luapan air yang kemudian menggenangi daratan. Kejadian banjir bersifat acak dan tidak bisa diprediksi secara akurat. Untuk mencegah agar masyarakat tidak menjadi korban, maka dari segi pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan yaitu secara struktural, dimana dilakukan rekayasa teknik terhadap sungai melalui normalisasi, pembangunan bendungan dan, dan pendekatan non struktural, dimana dilakukan pendekatan lain berupa pencegahan dan juga memperbaiki kondisi lahannya. Salah satu pendekatan non struktural dalam pengendalian banjir adalah dengan mengembangkan Flood Forecasting and Early Warning System (FFEWS). FFEWS merupakan perpaduan model prediksi banjir dengan sistem peringatan dini kejadian bencana banjir. Model prediksi banjir dirancang dengan model hidrologi sebagai input debit untuk model hidraulika sehingga luas potensi genangan dapat diprediksi. Dengan adanya luas potensi genangan dapat ditentukan penempatan alat ukur muka air banjir. FFEWS mengintegrasikan teknologi akuisisi data sistem sensor dengan suatu perangkat lunak pengolah informasi berbentuk Decision Support System. Dengan sistem ini, data muka air dan debit dapat dikirim ke pusat monitoring yang memiliki sistem pengolahan data untuk mengambil keputusan apakah bencana banjir akan terjadi atau tidak pada saat itu juga. Dengan menggunakan konsep deteksi ini maka ancaman keselamatan jiwa dapat diturunkan. Sederhananya suatu FFEWS bukan menjadikan sistem tersebut buruk, namun baik atau buruknya suatu sistem, tergantung pada bagaimana sistem tersebut dapat meminimalkani risiko banjir di masyarakat, karena esensi dari early warning system adalah meminimalkan resiko. Berbagai konsep peringatan dini telah banyak dikembangkan dan diimplementasikan. Bermacam teknik, metode dan algoritma telah diimpelementasikan mulai dari yang sifatnya sederhana hingga yang kompleks namun berbiaya tinggi. Meskipun konsep peringatan dini ini telah banyak dikembangkan, namun peluang pengembangan sistem terus terbuka untuk mendapatkan sistem yang efisien, murah, akurat dan mudah digunakan (Ginting, 2009). FFEWS adalah sistem yang saling terintegrasi terdiri dari sensor, mikrokontroler sebagai pengontrol dan modul untuk mengirim data bisa melalui Bluetooth, Wifi, atau modul GSM (GPRS/SMS). EWS ada banyak jenisnya seperti EWS Banjir, EWS Tanah Longsor, EWS Tsunami, EWS Gempa. EWS banjir yang ada saat ini menggunakan water level sensor yang secara realtime membaca ketinggian air, data ketinggian muka air diterima dan diolah oleh mikrokontroler kemudian pada ketinggian tertentu atau level ketinggian tertentu data akan dikirim menggunakan SMS ke server. Kemudian dari server akan mengirimkan SMS ke nomor handphone tertentu yang berisi informasi status ketinggian air (AWAS/WASPADA/SIAGA) (LPPM UNS : 2013). Wilayah Sungai Mamberamo Tami Apauvar terdiri dari Sungai Mamberamo yang merupakan sungai terbesar di WS ini serta sungai–sungai lain di pesisir utara yang mengalir ke samudra pasifik dan sungai–sungai yang bermuara ke danau sentani. Pada tahun 2019 banjir bandang menerjang Distrik Sentani Kabupaten Jayapura dan di setiap tahunnya pada titik–titik tertentu di Kota Jayapura selalu terjadi banjir yang disebabkan oleh perilaku manusia dalam merusak pohon di wilayah hutan konservasi dan membuang sampah ke dasar sungai. Berdasarkan hal tersebut diatas maka dibutuhkan perencanaan FFEWS di DAS Sentani dan DAS Tami.