| 0316553395086000 | Rp 15,345,515,000 | |
| 0024018863943000 | - | |
| 0624617569942000 | - | |
| 0030104434952000 | - | |
| 0021129390951000 | - | |
CV Ubaidillah Putra Pertama | 00*5**0****42**0 | - |
| 0023324908922000 | - | |
| 0616661476942000 | - | |
| 0933445041942000 | - | |
CV Gitang Care | 00*7**7****42**0 | - |
PENGGUNA ANGGARAN
DI NAS KESEHATAN DAN KB
SATKER/SKPD
DI NAS KESEHATAN DAN KB
NAMA PA
DI NAS KESEHATAN DAN KB KAB. PULAU MOROTAI
PENGGUNA PEKERJAAN
PE MBANGUNAN LABORATORIUM
KESEHATAN MASYARAKAT
(LABKESMAS)
PEMERINTAH KABUPATEN PULAU MOROTAI
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
BAB – I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Kabupaten Pulau Morotai sebagai salah satu wilayah strategis di Provinsi Maluku Utara memiliki
tantangan geografis dan aksesibilitas pelayanan kesehatan yang memerlukan penanganan khusus.
Dalam upaya meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat, dibutuhkan dukungan
infrastruktur kesehatan yang memadai dan sesuai standar, salah satunya adalah Laboratorium
Kesehatan Masyarakat (Labkesmas).
Labkesmas berperan penting dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang
kesehatan masyarakat. Fungsinya mencakup kegiatan pengujian kualitas air, makanan, vektor
penyakit, lingkungan kerja, dan faktor risiko kesehatan lainnya. Hasil dari kegiatan laboratorium ini
menjadi dasar dalam pengambilan keputusan kebijakan kesehatan, deteksi dini penyakit, dan
pengendalian wabah berbasis data yang akurat.
Saat ini, Kabupaten Pulau Morotai belum memiliki fasilitas Labkesmas yang representatif dan
memenuhi standar teknis sesuai pedoman Kementerian Kesehatan. Kondisi ini berpotensi
menghambat optimalisasi kegiatan surveilans, pemantauan lingkungan, dan pengujian laboratorium
kesehatan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat
yang layak dan terstandar menjadi suatu kebutuhan mendesak.
Pembangunan gedung Labkesmas ini dimaksudkan untuk menyediakan fasilitas laboratorium
yang mampu menunjang kegiatan teknis operasional secara efektif, efisien, dan aman. Gedung
laboratorium akan dirancang sesuai dengan standar teknis bangunan pelayanan kesehatan,
mempertimbangkan aspek keselamatan struktur, sanitasi lingkungan, alur kerja laboratorium, serta
mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang berkualitas di wilayah Kabupaten Pulau Morotai.
1.2. LANDASAN HUKUM
Landasan hukum dalam penyusunan spesifikasi teknis ini adalah sebagai berikut :
a) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
b) Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Undang-Undang
Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi;
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
c) Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang Jasa Konstruksi;
d) Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden
Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah;
e) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 7 Tahun 2015 tentang
Pengaman Pantai;
f) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2021
tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi;
g) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2024 tentang Hibah Rehabilitasi
Rekonstruksi Pascabencana;
h) Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 12 Tahun
2021 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Melalui Penyedia;
i) Surat Edaran Kepala LKPP Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Tertib
Evaluasi Kewajaran Harga Pada Tender barang Jasa Lainnya Dan Pekerjaan Konstruksi;
j) Peraturan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 4 Tahun 2024 tentang
Penyelenggaraan Hibah Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pascabencana;
k) Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 9 Tahun 2024
tentang Petunjuk Pelaksanaan, Mekanisme Pelaksanaan, Pelaporan,
Pemantauan, Dan Evaluasi Kegiatan Konstruksi Hibah Rehabilitasi Dan Rekonstruksi
Pascabencana;
l) Peraturan Daerah Kabupaten Pulau Morotai Nomor 1 Tahun 2025 tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pulau Morotai Tahun Anggaran
2025;
m) Peraturan Bupati Pulau Morotai Nomor 2 Tahun 2025 tentang Penjabaran Anggaran
dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pulau Morotai Tahun Anggaran 2025.
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud
Maksud dari pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten
Pulau Morotai ini adalah untuk menyediakan fasilitas laboratorium yang memenuhi standar
teknis, aman secara struktural, higienis, serta mampu menunjang kegiatan pemeriksaan dan
pengujian kesehatan masyarakat secara optimal.
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
Tujuan
Tujuan dari pembangunan Labkesmas ini antara lain:
a) Meningkatkan kapasitas layanan laboratorium dalam mendukung program kesehatan
masyarakat, terutama dalam aspek promotif dan preventif.
b) Menyediakan sarana dan prasarana laboratorium yang sesuai dengan standar teknis dan
pedoman dari Kementerian Kesehatan.
c) Mendukung kegiatan deteksi dini dan surveilans epidemiologi, serta pengendalian penyakit
berbasis hasil pemeriksaan laboratorium.
d) Memperkuat sistem informasi kesehatan melalui penyediaan data hasil pengujian yang
akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
e) Memfasilitasi pengawasan dan pengendalian kualitas lingkungan yang berisiko terhadap
kesehatan masyarakat.
f) Mendukung pelaksanaan standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan di tingkat
kabupaten.
1.4. SASARAN
Sasaran dari kegiatan Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Pulau
Morotai ini adalah:
A. Tersedianya bangunan gedung Labkesmas yang representatif, fungsional, dan sesuai
dengan standar teknis bangunan pelayanan kesehatan.
B. Tersedianya ruang-ruang laboratorium khusus seperti ruang mikrobiologi, ruang kimia,
ruang pengolahan sampel, ruang penyimpanan bahan kimia, dan ruang administrasi yang
tertata dengan alur kerja yang efisien.
C. Tersedianya prasarana pendukung seperti sistem ventilasi, drainase, sanitasi,
pencahayaan, dan pengolahan limbah laboratorium yang sesuai standar K3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja).
D. Tersedianya sarana dan fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sistem keamanan
gedung untuk menjamin operasional laboratorium secara berkelanjutan.
E. Terwujudnya laboratorium kesehatan masyarakat daerah yang siap mendukung pengujian
dan pelayanan laboratorium secara mandiri, cepat, dan akurat.
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
1.5. NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang
menyelenggarakan/melaksanakan pekerjaan Pembangunan Gedung Laboratoratorium
Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) :
a) K/D/L/I :
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai
b) Satuan Kerja/SKPD :
Kantor Dinas Kesehatan dan KB Kab. Pulau Morotai
c) PA :
Dinas Kesehatan dan KB Kab. Pulau Morotai
d) Pejabat Pembuat Komitmen :
Nama : Ode Ari Junaedi Wali, ST
NIP : 19850719 201101 1 001
1.6. INFORMASI LELANG
a) Nama Paket
PEMBANGUNAN LABORATORIUM KESEHATAN MASYARAKAT (Labkesmas)
b) Satuan Dinas
Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Pulau Morotai
c) Kategori
Pekerjaan Jasa Konstruksi
d) Metode
Tender
e) Metode Dokumen
Satu File
f) Metode Evaluasi
Sistem harga terendah gabungan kontrak dan harga satuan
e) Kualifikasi Usaha
Menengah
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
1.7. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA
a) Sumber Dana :
DPA PEMBANGUNAN LABORATORIUM KESEHATAN MASYARAKAT (Labkesmas)
Tahun Anggaran 2025
b) Total Nilai Pagu :
Rp. 15.402.000.000,00,- Terbilang : “Lima Belas Miliar Empat Ratus Dua Juta Rupiah”
c) Total Nilai HPS :
Rp. 15.402.000.000,00,- Terbilang : “Lima Belas Miliar Empat Ratus Dua Juta Rupiah”
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
BAB – II
RUANG LINGKUP
2.1. RUANG LINGKUP DAN LOKASI PEKERJAAN
a) Ruang Lingkup Pekerjaan Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat
(Labkesmas) berada dalam lingkup masyarakat umum.
b) Lokasi Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) berada di
Desa Muhajirin Baru Kec. Morotai Selatan
2.2. LINGKUP PEKERJAAN
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1) Mobilisasi & Demobilisasi Alat
2) Pengukuran dan Pemasangan Bouplank
3) Pembuatan Direksikeet/Gudang Alat
4) Papan Nama Proyek & Papan Nama K3
5) Listrik Kerja dan Air Kerja
6) Persiapan K3 (Helm, Rompi, Sepatu, Kacamata dan Kotak P3K)
7) Pelaporan dan Dokumentasi
8) Pembersihan Akhir
II. PEKERJAAN STRUKTUR
A. PEKERJAAN LANTAI I
Pekerjaan Tanah dan Pondasi
1) Galian Tanah Pondasi Telapak, Sedalam 2 m
2) Galian Tanah Pondasi Lajur, Sedalam 1 m
3) Urugan Tanah Kembali Pondasi
4) Urugan Pasir Bawah Pondasi Lajur Tbl. 3 cm
5) Pek. Pasangan Batu Kosong
6) Pek. Pas. Pondasi Batu Belah/Gunung Sp. 1 : 4
7) Pek. Lantai Kerja Pondasi Telapak Tbl. 7 cm, Camp. 1:3:5
Pekerjaan Pondasi Beton
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
1) Pek. Pondasi Telapak PT-1 ,Uk. 175x175x35 cm + Kolom Pedestal 40x40 cm
2) Pek. Pondasi Telapak 220x220x20cm
3) Pek. Pondasi Telapak PT-4, Uk. 130x100x124x25x25 cm (tangga)
Pekerjaan Sloof Beton
1) Pek. Sloof Beton TB-1 30/40 cm
2) Pek. Sloof Beton TB-2 15/20 cm
Pekerjaan Kolom Beton
1) Pek. Kolom Beton K-1 40x40 cm
2) Kolom Praktis 11/11 cm
Pekerjaan Balok Beton
1) Pek. Balok B1, 30/70 cm
2) Pek. Balok BA, 20/40 cm
3) Pek. Balok Latei, 12/20 cm
Pekerjaan Plat Beton & Tangga
1) Pek. Plat Lantai Tbl. 12 cm
2) Pek. Plat Tangga Tbl. 12 cm
Pekerjaan Struktur Lif
1) Pek. Dinding Beton Lif
B. PEKERJAAN LANTAI II
Pekerjaan Kolom dan Beton
1) Pek. Kolom Beton K-2, 40 x 40 cm
2) Kolom Praktis 11 x 11 cm
Pekerjaan Ring Balok Beton
1) Pek. Ring Balok RB-1, 25 x 50 cm
2) Pek. Ring Balok RB-2, 12 x 20 cm
3) Pek. Balok Latei 12x20
Pekerjaan Ring Balok Beton
1) Pek. Plat Dek Beton Tbl. 12 cm
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
2) Pek. Plat Beton Kantilever Tbl. 10 cm
III. PEKERJAAN STRUKTUR
A. PEKERJAAN LANTAI I
Pekerjaan Dinding dan Plesteran
1) Pek. Pasangan Dinding Bata ringan tebal 10 cm
2) Pemasangan 1 m2 plesteran mortar siap pakai (semen instan) tebal 10 mm
3) Pek. Acian
Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding
1) Pek. Rabat Beton Dibawah Lantai Tbl. 7 cm, Camp. 1:2:3 (k-175)
2) Pek. Lantai Granite Uk. 60x60 cm Polished
3) Pek. Lantai Granite Uk. 60x60 cm UnPolished (toilet, selasar, ram, anak tangga dll)
4) Pek. Dinding Granite Uk. 60x60 cm Polished (toilet dll)
5) Pek. Plint Hospital
6) Pek. Dinding Plywood 12 mm + rangka dan HPL (Loket pendaftaran)
7) Pek. Rak Lemari Takewood T.2 cm, Lapis HPL (VIP) Type Meja Loket Pendaftaran
Pekerjaan Palfond
1) Pemasangan 1 m2 Langit-Langit PVC, Tebal 7 mm + Rangka Hollow 4.4
2) Pek. Pasang List Plafon PVC
Pekerjaan Kusen Pintu, Jendela & Ventilasi Aluminium
1) Pek. Pintu Kaca Tempered 12 mm (Enterance) Enterance
2) Pek. Kusen Pintu dan Jendela UPVC"
3) Pintu Double Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=160 x H=210 cm, Engsel + Doorcloser,
Automatic Doorseal
4) Pintu Double Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=120 x H=210 cm, Engsel + Doorcloser,
Automatic Doorseal
5) Pintu Single Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=90 x H=210 cm + Asesories
6) Pintu Single Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=80 x H=210 cm + Asesories
7) Pintu Single Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=70 x H=210 cm + Asesories
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
8) Pintu Single Sleding Uk. W=160 x H=210 cm Asesories Manual Operation Doorseal Strip
Brush Asesories
9) Pek. Bingkai Jendela dan Ventilasi UPVC
10) Pek. Kaca Tempereds T.8 mm
11) Pek. Ventilasi Kaca T. 5 mm
12) Pek. Kunci & Ventilasi Jendela Stainless
13) Pek. Tarikan Jendela & ventilasi Stainless
14) Pek. Tarikan Jendela & ventilasi Stainless
15) Pek. Kait Angin Jendela dan Ventilasi Kwalitas 1
Pekerjaan Pengecetan
1) Pek. Cat Dinding
Pekerjaan Lain - Lain
1) Pek. Railing Pagar Tangga Stainless & ram
2) Pek. Huruf Stainless " LABORATORIUM " uk. 15 cm (Lobby)
3) Pek. Huruf Stainless " KESEHATAN MASYARAKAT KABUPATEN PULAU MOROTAI"
uk. 10 cm
4) Pek. Pasang Logo Neon Box uk. 45x45 cm (Interior Lobby)
5) Pek. Atap Canopy Teras Depan
B. PEKERJAAN LANTAI II
Pekerjaan Dinding dan Plesteran
1) Pek. Pasangan Dinding Bata ringan tebal 10 cm
2) Pemasangan 1 m2 plesteran mortar siap pakai (semen instan) tebal 10 mm
3) Pek. Acian
Pekerjaan Penutup Lantai dan Dinding
1) Pek. Lantai Granite Uk. 60x60 cm Polished
2) Pek. Lantai Granite Uk. 60x60 cm UnPolished (toilet, selasar, anak tangga dll)
3) Pek. Plint Hospital
4) Pek. Dinding Plywood 12 mm + rangka dan HPL (Informasi)
5) Pek. Rak Lemari Takewood T.2 cm, Lapis HPL (Informasi)
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
Pekerjaan Palfond
1) Pemasangan 1 m2 Langit-Langit PVC, Tebal 7 mm + Rangka Hollow 4.4
2) Pek. Pasang List Plafon PVC
Pekerjaan Kusen Pintu, Jendela & Ventilasi Aluminium
1) Pek. Pintu Kaca Tempered 12 mm (Enterance) R. Serba Guna
2) Pek. Kusen Pintu dan Jendela UPVC"
3) Pintu Double Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=160 x H=210 cm, Engsel + Doorcloser,
Automatic Doorseal
4) Pintu Double Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=120 x H=210 cm, Engsel + Doorcloser,
Automatic Doorseal
5) Pintu Single Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=90 x H=210 cm + Asesories
6) Pintu Single Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=80 x H=210 cm + Asesories
7) Pintu Single Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=70 x H=210 cm + Asesories
8) Pintu Single Sleding Uk. W=160 x H=210 cm Asesories Manual Operation Doorseal Strip
Brush Asesories
9) Pek. Bingkai Jendela dan Ventilasi UPVC
10) Pek. Kaca Tempereds T.8 mm
11) Pek. Ventilasi Kaca T. 5 mm
12) Pek. Kunci & Ventilasi Jendela Stainless
13) Pek. Tarikan Jendela & ventilasi Stainless
14) Pek. Tarikan Jendela & ventilasi Stainless
15) Pek. Kait Angin Jendela dan Ventilasi Kwalitas 1
Pekerjaan Atap
1) Pek. Rangka Atap Baja Ringan Type-C.75 t 1.0 mm & Type C.75 t 0.75 mm + Reng Baja
Ringan
2) Pek. Penutup Atap Spandeck 0.40 mm
3) Pek. Bumbungan Spandeck
Pekerjaan Pengecetan dan Waterproofing
1) Pek. Cat Dinding
2) Pek. Waterproof Membran bakar
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
Pekerjaan Fasade Bangunan & Lain - Lain
1) Pek. ACP Merk "SEVEN" Exterior (Silver) + Rangka Hollow 40.40 cm.
2) Pek. ACP Merk "SEVEN" Exterior (Putih) Rangka Hollow 40.40 cm.
3) Pek. ACP Cutting Merk "SEVEN" Exterior (Putih) Rangka Hollow 40.40 cm.
4) Pek. Huruf Stainless " LABORATORIUM " uk. 25 cm
5) Pek. Huruf Stainless " KESEHATAN MASYARAKAT KABUPATEN PULAU MOROTAI"
uk. 15 cm
6) Pek. Logo Neon Box, uk. 150x150 cm, Exterior
IV. PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL DAN PLAMBING
A. PEKERJAAN MEKANIKAL
Pekerjaan Panel
1) LVMDP Gedung LABORATORIUM KESEHATAN
2) PANEL Penerangan LT.1
3) PANEL AC LT.1
4) PANEL Penerangan LT.2
5) PANEL AC LT.2
6) PANEL Pompa Transfer
7) PANEL Pompa Boster
8) PANEL Pompa Deep Well
Pekerjaan Kabel Fedeer
1) Dari PLN KE LVMDP
NYY 4 x 185 mm + NYA 95 mm
2) dari PANEL LVMDB ke Panel Penerangan LT.1
NYY 4 x 35 mm + NYA 16 mm
3) dari PANEL LVMDB ke Panel AC LT.1
NYY 4 x 35 mm + NYA 16 mm
4) dari PANEL LVMDB ke Panel Penerangan LT.2
NYY 4 x 35 mm + NYA 16 mm
5) dari PANEL LVMDB ke Panel AC LT.2
NYY 4 x 35 mm + NYA 16 mm
6) dari PANEL LVMDB ke POMPA BOSTER
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
NYY 4 x 16 mm + NYA 10 mm
7) dari PANEL LVMDB Gedung ke Panel Deep Well
NYY 4 x 10 mm + NYA 10 mm
Pekerjaan Sambungan Daya PLN
1) Penyambungan & Daya PLN 197 KVA
2) Biaya SLO
Pekerjaan Kabel Tray
1) Lantai I
Kabel Tray 300 x 100 (Elektrikal)
2) Lantai II
Kabel Tray 300 x 100 (Elektrikal)
Pekerjaan Lampu dan Stop Kontak
Lantai I
1) Lampu Down light LED 13 Watt lumen 1400
2) Lampu Down light LED 13 Watt lumen 1400 c/w nikad batteri
3) Lampu Down light LED 6 watt lumen 470
4) Lampu EXIT
5) Lampu TL 1 x 22 Watt lumen 2100
6) Stop Kontak 1 ph 200 VA
7) Saklar Tunggal
8) Saklar Ganda
9) Instalasi Penerangan Kabel NYA 3 x 2.5 mm in counduit
10) Instalasi Stop Kontak Kabel NYA 3 x 2.5 mm in counduit
11) Instalasi saklar Kabel NYA 3 x 2.5 mm in counduit
Lantai II
1) Lampu Down light LED 13 Watt lumen 1400
2) Lampu Down light LED 13 Watt lumen 1400 c/w nikad batteri
3) Lampu Down light LED 6 watt lumen 470
4) Lampu EXIT
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
5) Lampu TL 1 x 22 Watt lumen 2100
6) Stop Kontak 1 ph 200 VA
7) Saklar Tunggal
8) Saklar Ganda
9) Instalasi Penerangan Kabel NYA 3 x 2.5 mm in counduit
10) Instalasi Stop Kontak Kabel NYA 3 x 2.5 mm in counduit
11) Instalasi saklar Kabel NYA 3 x 2.5 mm in counduit
B. PEKERJAAN PLUMBING
Instalasi Air Bersih
1) Roof Tank
2) WLC + Pengkabelan
3) Katup - Katup
4) Pipa Utama Distribusi Instalasi pipa utama air bersih dengan pipa pvc aw termasuk
gantungan/hanger, support, fitting dan aksesories
5) Instalasi pipa air bersih cabang dan toilet dengan pipa pvc termasuk gantungan/hanger,
support, fitting dan aksesories
6) Katup - Katup
7) Instalasi pipa air bersih cabang dan toilet dengan PVC termasuk gantungan/hanger,
support, fitting dan aksesories
8) Pekerjaan Pengadaan Kran air untuk Toilet + Tempat Wudhu
9) Pekerjaan Pengadaan Kran air Jet Safety Shower Untuk Ruangan
10) Pekerjaan Pengadaan Kloset Duduk
11) Pekerjaan Pengadaan Wastefel Keramik 1 lubang
12) Pekerjaan Pengadaan Wastefel Stanles 1 lubang Untuk Lab
13) Floor Drain 2.5 inch stanlees
14) Katup – Katup
Pekerjaan Air Bekas, Air Kotor dan Venit
1) Pekerjaan Septitank 5 m3 dengan Menggunakan Pasangan Batu dan Penutup
BetonWLC + Pengkabelan
Lantai I
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
2) Instalasi Air Kotor Cabang dan toilet dengan Pipa PVC kelas AW 10 kg/cm2 termasuk
gantungan/hanger, support, fitting dan aksesories
3) Floor Clean Out ( FCO )
Lantai II
4) Instalasi Air Kotor Cabang dan toilet dengan Pipa PVC kelas AW 10 kg/cm2 termasuk
gantungan/hanger, support, fitting dan aksesories
5) Instalasi Air Bekas cabang dan toilet dengan Pipa PVC kelas AW 10 kg/cm2 termasuk
gantungan/hanger, support, fitting dan aksesories
6) Floor Clean Out ( FCO )
Pekerjaan Air Hujan
1) Roof Drain Dia.4'
2) Pipa PVC Kelas AW
Pemadam Kebakaran
1) Fire Extinguisher Dry chemical type ABC Class ABC 6 Kg c/w include Bracket
Unit VRF
1) Unit VRF
Instalasi Unit VRF
1) Pemasangan Unit
2) Pekerjaan Jarinngan instalasi
3) Suplay & Fresh Air
4) Supporting Material
5) Additional
6) Instalasi Single
2.3. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN
Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan ini selama 150 (Seratus lima puluh) Hari Kalender,
terhitung sejak Penandatanganan Kontrak dengan masa pemeliharaan 60 (Enam puluh) Hari
Kalender setelah selesai pekerjaan (PHO) penyerahan pertama pekerjaan.
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
2.4. KEMAMPUAN PENYEDIA JASA
Penyedia Jasa Konstruksi yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi ini wajib
memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan kualifikasi dan teknis sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan dalam bidang pengadaan barang/jasa serta perundangan lainnya.
Penyedia Jasa Konstruksi wajib memiliki perizinan dibidang Jasa Konstruksi, Izin Usaha
Jasa Konstruksi, dan Sertifikat Badan Usaha yang bersesuaian dengan pekerjaan yang akan
dilaksanakan. Penyedia Jasa Konstruksi juga diwajibkan memiliki klasifikasi, kualifikasi, dan
subklasifikasi sebagai berikut :
Klasifikasi : Konstruksi Gedung Kesehatan (KBLI 41015)
Sipil Kualifikasi : Menengah
Subklasifikasi : Jasa Pelaksana Konstruksi Gedung Kesehatan (BG 005) KBLI 2020
2.5. KELUARAN/PRODUK YANG DIHASILKAN
Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) adalah terwujudnya
fasilitas laboratorium kesehatan masyarakat yang lengkap, fisik bangunan yang sesuai dengan gambar
rencana (addendum jika ada), mempunyai mutu dan kualitas bangunan yang sesuai dengan spesifikasi,
dan mampu mendukung berbagai kegiatan pemeriksaan, surveilans, serta pencegahan penyakit untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan
2.6. STANDAR TEKNIS
a) Peraturan perundang – undangan.
b) Standar Nasional Indonesia (SNI)
c) Melaksanakan pembangunan sesuai dengan dokumen perencanaan, yakni kebenaran
ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan, peralatan dan
perlengkapan selama pekerjaan di lapangan
d) Melaksanakan dan mengambil tindakan yang cepat dan tepat agar batas waktu serta
kondisi seperti yang tercantum dalam dokumen kontrak terpenuhi
e) Mengkoordinasikan dan menyampaikan kepada pengelola proyek untuk disarankan kepada
pimpinan kegiatan
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
2.7. PENJELASAN GAMBAR DAN SPESIFIKASI TEKNIS
a) Kontraktor wajib meneliti semua Gambar dan Spesifikasi Teknis termasuk tambahan dan
perubahannya yang tercantum dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing.)
b) Bilamana ada ketidaksesuaian antara Gambar dan Spesifikasi Teknis, maka yang
mengikat adalah Spesifikasi Teknis. Bilamana suatu gambar tidak cocok dengan gambar
yang lain, maka harus berkonsultasi dengan konsultan pengawas untuk dikoordinasikan
dengan Konsultan Perencana.
c) Bilamana perbedaan-perbedaan itu menimbulkan keragu – raguan sehingga dalam
pelaksanaan dapat menimbulkan kesalahan. Kontraktor dapat menanyakan kepada
Konsultan Pengawas dan mengikuti keputusannya
2.8. JADWAL TAHAPAN PEKERJAAN
a) Sebelum memulai kegiatan, pelaksana pekerjaan harus mengadakan konsultasi terlebih
dahulu dengan kuasa mengguna anggaran/pejabat pembuat komitmen/pejabat pengadaan
jasa dan konsultan pengawas yang ditunjuk untuk menkoordinasikan mengenai pekerjaan
yang akan dikerjaan serta Pihak Penyedia wajib membuat rencana pelaksanaan terperinci
berupa Bar Chart, S – Curve, dan Network Planning
b) Rencana kerja tersebut harus sudah mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi
Lapangan dan Konsultan Pengawas, paling lambat dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari
kalender sejak Kotrak Kerja diterima Pihak Penyedia. Rencana kerja yang telah diketahui
oleh Direksi Lapangan dan Konsultan Pengawas akan diteruskan kepada Panitia/Pejabat
Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) untuk mendapat persetujuannya
c) Pihak Penyedia wajib memberikan salinan rencana kerja yang telah disahkan oleh
Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan dalam 5 (lima) rangkap kepada Konsultan
Pengawas, dan satu salinan ahrus ditempel dibangsal Pihak Penyedia di lapangan yang
selalu diikuti dengan grafik kemajuan pekerjaan.
d) Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Pihak Penyedia berdasarkan grafik
rencana kerja tersebut
e) Penyedia mencari informasi umum mengenai lokasi kegiatan yang akan dikerjakan
sehingga dapat mempersiapkan hal – hal yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan
f) Pihak Penyedia wajib melakukan pemeliharaan pekerjaan bilamana masa pemeliharaan
belum selesai.
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
2.9. KEAMANAN PEKERJAAN
a) Pihak Penyedia diwajibkan menjaga keamanan terhadap barang-barang milik proyek,
Konsultan Pengawas dan milik pihak ketiga yang ada di lapangan, baik terhadap pencurian
maupun pengrusakan. Untuk maksud – maksud tersebut Pihak Penyedia dianjurkan untuk
membuat pagar pengaman.
b) Bila terjadi kehilangan atau pengrusakan barang – barang atau pekerjaan, tetap menjadi
tanggung jawab Pihak Penyedia dan tidak dapat diperhitungkan dalam biaya pekerjaan
tambah atau pengunduran waktu pelaksanaan.
c) Apabila terjadi kebakaran, Pihak Penyedia bertanggung jawab atas akibatnya, untuk itu
Pihak Penyedia harus menyediakan alat-alat pemadam kebakaran yang siap pakai, dan
ditempatkan di tempat-tempat yang strategis dan mudah dicapai.
2.10. JAMINAN KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN
a) Sejumlah obat-obat dan perlengkapan medis menurut syarat – syarat Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan (PPPK) dalam keadaan siap pakai dan harus tetap tersedia di lapangan.
b) Bila mana terjadi musibah atau kecelakaan dilapangan yang memerlukan perawatan
serius, Pihak Penyedia harus segera membawa korban ke rumah sakit terdekat dan
melaporkan kejadian tersebut ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
c) Pihak Penyedia wajib menyediakan air minum yang bersih dan cukup, serta memenuhi
syarat – syarat kesehatan bagi semua petugas/pekerja, baik yang berada dibawah
kekuasaannya maupun dibawah Pihak Ketiga dan untuk tamu – tamu proyek yang
meninjau lapangan pekerjaan.
d) Pihak Penyedia wajib menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak bagi
semua petugas dan pekerja lapangan.
e) Selain untuk penjaga keamanan, penginapan bagi pekerja tidak diperkenankan berada di
lapangan pekerjaan, kecuali bagi mereka yang didatangkan dari luar daerah dengan izin
tertulis dari Pemilik Proyek.
f) Segala hal yang menyangkut Jaminan Sosial Keselamatan Tenaga Kerja, wajib diberikan
oleh para Pihak Penyedia/Pelaksana sesuai dengan peraturan dan perundang- undangan
yang berlaku. Pihak Penyedia/Pelaksana wajib menyelenggarakan Program jaminan
Sosial Jaminan Kerja (JAMSOSTEK) sesuai dengan Peraturan Pemerintah yang berlaku.
RKS Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
2.11. TEMPAT TINGGAL PIHAK PENYEDIA
a) Untuk kemungkinan diperlukannya kerja diluar jam kerja apabila terjadi hal – hal mendesak,
Kontraktor dan Pelaksana wajib memberitahukan secara tertulis alamat dan nomor telepon
yang mudah dihubungi.
b) Alamat Kontraktor dan Pelaksana diharapkan tidak sering berubah-rubah selama
pelaksanaan pekerjaan. Bila terjadi perubahan alamat, Kontraktor dan Pelaksana wajib
memberitahukan secara tertulis.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
BAB – III
SPESIFIKASI BANGUNAN KONSTRUKSI
3.1. PEKERJAAN PERSIAPAN
a) Direksi Keet atau Kantor Direksi Lapangan merupakan representative untuk bekerja dan
aman menyimpan dokumen proyek selama pelaksanaan proyek.
b) Kontraktor dapat membangun direksi keet pada lokasi pekerjaan yang dapat digunakan
sebagai kantor kontraktor dan tempat penyimpanan bahan dan alat, ukuran 5 x 6 M dengan
material atap seng, dinding papan atau tripleks, lantai papan/rabat, dapat dikunci dan aman
dari hujan, panas dengan kelengkapannnya sesuai kebutuhan hingga selesainya pekerjaan
dengan persetujuan dari Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan.
c) Setelah pekerjaan selesai, maka Direksi teknis keet menjadi milik proyek.
d) Dokumentasi, administrasi, dan pelaporan adalah pekerjaan yang berlangsung selama
pekerjaan konstruksi dilaksanakan.
e) Kontraktor harus menyiapkan peralatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja selama
pekerjaan konstruksi berlangsung, guna menunjang kegiatan Sistem Manajemen K3.
Adapun item-item K3 yang maksud antara lain :
• Alat Pelindung Diri (APD);
• Alat Pelindung Kerja (APK);
• Rambu-rambu peringatan;
• Rambu-rambu dan perlengkapan lalu-lintas;
• Spanduk/Banner K3; dan
• Bendera K3.
f) Kontraktor bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan, bentuk, ukuran-ukuran dan mutu
yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) pekerjaan.
g) Kontraktor berkewajiban mencocokkan ukuran – ukuran satu sama lain dan segera
memberitahukan/berkonsultasi dengan direksi teknis bilamana terdapat perbedaan ukuran
– ukuran satu sama lainnya.
h) Peil nol (±0,00) ditetapkan di lapangan sesuai kondisi dan keinginan pada waktu rencana
awal pelaksanaan.
i) Kontraktor diwajibkan membuat tanda tetap untuk ukuran peil nol di atas patok yang kuat,
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
dan memeliharanya selama waktu pekerjaan berlangsung dan patok tersebut telah disetujui
oleh direksi teknis.
j) Penentuan peil kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dengan teliti dengan
menggunakan alat pengukur, yaitu Total Station, guna mendapat letak bangunan penguat
tebing/pantai.
k) Kontraktor diwajibkan menyediakan air bersih yang memenuhi syarat untuk konstruksi
hingga selesainya pekerjaan dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
l) Kontraktor tidak diperkenakan untuk menyimpan alat/bahan bangunan diluar lokasi
pekerjaan. Kontraktor juga tidak diperkenakan menyimpan bahan-bahan yang ditolak oleh
Direksi Teknik/Pengawas Lapangan dan Konsultan Pengawas karena tidak memenuhi
syarat.
3.2. PEKERJAAN STRUKTUR
1. Pekerjaan Galian Tanah untuk Pondasi
1.1. Pekerjaan galian tanah harus mengikuti ukuran lebar dan kedalaman yang sesuai
dengan gambar.
1.2. Sebelum pekerjaan galian dimulai, kontraktor diwajibkan mengadakan pengecekan
AS galian, titik/patok STA, serta berkoordinasi dengan Direksi Teknik/Pengawas
Lapangan dan Konsultan Perencana.
1.3. Pekerjaan galian tanah untuk pondasi ini memiliki dua tipe yaitu galian tanah pondasi
telapak dengan kedalaman 2 m dan galian tanah pondasi lajur dengan kedalaman 1
m.
2. Pekerjaan Urugan Tanah Kembali
2.1. Sebelum melakukan urugan, tanah yang akan digunakan harus diuji untuk
memastikan bahwa ia memenuhi spesifikasi teknik yang telah ditentukan. Tanah
harus bebas dari kotoran, batu, atau bahan lain yang bisa merusak struktur
3. Pekerjaan Urugan Pasir Bawah Pondasi Lajur, T. 3 cm
3.1. Pasir ditumpuk dengan ketebalan minimum 3 cm diatas dasar galian pondasi dan
diratakan
3.2. Pastikan ketebalan pasir diperiksa secara berkala agar sesuai standar yang
ditetapkan
3.3. Setelah diratakan, pasir dibasahi dengan air untuk mencapai kepadatan yang optimal
4. Pasangan Batu Kosong (Anstamping)
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
4.1. Susun batu – batu diatas lapisan pasir urug tanpa adukan (aanstamping) dengan
tinggi 20 cm dan isikan pasir dalam celah-celah batu tersebut sehingga tak ada
rongga antar batu kemudian siramlah pasangan batu kosong tersebut dengan air
5. Pekerjaan Pondasi Batu Belah/Gunung
5.1. Sebelum pekerjaan pasangan batu dilaksanakan, kontraktor harus mengecek ulang
posisi bouwplank/patok tetap, kontraktor juga diwajibkan menyempurnakan benang
sebagai alat kontrol, menimbang dengan alat sederhana seperti (selang + air)
5.2. Pembuatan galian untuk pasangan batu sesuai dengan yang ditunjukkan oleh gambar
rencana. Pekerjaan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat berat
untuk menggali seperti excavator.
5.3. Batu dengan ukuran yang besar diletakkan pada lapisan dasar atau lapisan yang
pertama dan pada sudut sudut dari pasangan batu tersebut.
5.4. Pekerjaan Pasangan Batu pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini menggunakan
material batu gunung atau batu kali ataupun batu karang. Batu yang digunakan
dibersihkan dan dibasahi sampai merata selama beberapa saat agar air dapat
meresap.
5.5. Setiap rongga atau celah antar batu diisi dengan bahan adukan dari semen dan pasir
sesuai dengan komposisi campuran yang ditentukan. Bahan adukan atau mortar
dapat disiapkan menggunakan alat concrete mixer atau secara manual
5.6. Pekerjaan Pondasi ini menggunakan Spesi 1 Pc : 4 Ps
6. Pekerjaan Pondasi Telapak
6.1. Pembersihan lahan dan pengukuran titik pondasi sesuai gambar kerja.
6.2. Menentukan posisi dan elevasi pondasi untuk acuan pemasangan
6.3. Pengecoran lantai kerja untuk dasar pondasi dengan tebal 7 cm dengan campuran 1
: 3 : 5.
6.4. Perakitan dan pemasangan tulangan menggunakan besi beton :
• besi beton diameter 16 mm
• besi beton diameter 13 mm
• besi beton diameter 12 mm
• besi beton diameter 10 mm (begel)
• besi beton diameter 8 mm (begel)
6.5. Pemasangan bekisting untuk membentuk cetakan pondasi telapak
6.6. Pengecoran beton mutu K-250 dan pemadatan dengan vibrator
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
6.7. Perawatan beton selama minimal 7 hari agar beton tidak retak dan mengeras dengan
baik
7. Pekerjaan Pasang Sloof Beton
7.1. Tentukan lokasi dan dimensi sloof sesuai dengan gambar rencana. Penting untuk
melakukan pengukuran yang akurat agar sloof dapat berfungsi dengan baik
7.2. Pekerjaan sloof ini menggunakan dimensi :
• TB – 1 30/40 cm
• TB – 2 15/20 cm
7.3. Perakitan dan pemasangan tulangan menggunakan besi beton :
• besi beton diameter 16 mm
• besi beton diameter 12 mm
• besi beton diameter 10 mm (begel)
• besi beton diameter 8 mm (begel)
7.4. Buatlah bekisting dengan papan atau tripleks yang kuat. Bekisting harus dipasang
dengan hati – hati, memberikan jarak 2,5 hingga 3 cm untuk selimut beton.
7.5. Lakukan pengecoran beton secara bersamaan dengan cetakan lain jika diperlukan,
gunakan beton dengan mutu yang diisyaratkan.
8. Pekerjaan Pasang Kolom Beton
8.1. Pemeriksaan gambar struktur dan lokasi kolom.
8.2. Pemotongan dan perakitan tulangan utama dan sengkang menggunakan besi beton
:
• besi beton diameter 16 mm
• besi beton diameter 10 mm (begel)
8.3. Pemasangan tulangan di posisi yang ditentukan dan diberi space untuk menjaga
selimut beton
8.4. Bekisting kolom dari multipleks/kayu
8.5. Pembongkaran bekisting dilakukan setelah 2–3 hari atau sesuai kondisi cuaca dan
spesifikasi teknis.
8.6. Diperiksa posisi vertikal dan dimensi 40 x 40 cm
8.7. Beton mutu minimal K-250 dicor secara vertikal
8.8. Digetarkan dengan vibrator untuk memadatkan beton dan menghindari rongga
9. Pekerjaan Pasang Balok Beton
9.1. Pemeriksaan gambar kerja (struktur & dimensi)
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
9.2. Pemasangan bekisting balok dengan penyangga (perancah) yang kuat dan stabil
9.3. Dicek kelurusan, dimensi, dan elevasi sesuai rencana
9.4. Pemotongan dan perakitan tulangan pokok dan sengkang sesuai gambar struktur.
9.5. Pengecoran beton mutu K – 250.
9.6. Pemadatan menggunakan concrete vibrator
10. Pekerjaan Plat Beton dan Tangga
10.1. Kontraktor berkonsultasi dengan Direksi Teknik/Pengawas Lapangan dan
Konsultan Pengawas mengenai gambar rencana
10.2. Pasang bekisting plat (dari multipleks & rangka kayu)
10.3. Pasang perancah yang kuat dan stabil untuk menahan beban cor
10.4. Cek elevasi, kerataan, dan sambungan antar panel.
10.5. Bekisting tangga dibuat dari multipleks & kayu rangka, berbentuk miring sesuai
kemiringan tangga.
10.6. Pasang tulangan bawah, atas, dan distribusi sesuai gambar kerja
10.7. Cek posisi dan ikatan tulangan agar tidak bergeser saat pengecoran
10.8. Untuk tangga tambahkan tulangan ekstra pada bordes dan landing
10.9. Pengecoran dilakukan dari bawah ke atas
10.10. Gunakan vibrator untuk meratakan dan memadatkan
10.11. Menggunakan beton mutu K-250
11. Pekerjaan Strukutr Lif (Dinding Beton)
11.1. Pemeriksaan gambar kerja (struktur & arsitektur)
11.2. Menentukan posisi dinding (marking) dengan alat ukur
11.3. Gunakan bekisting kayu atau multipleks sesuai desain
11.4. Lumasi bagian dalam bekisting dengan oli/mould oil untuk memudahkan
pembongkaran
11.5. Pasang tulangan vertikal dan horizontal sesuai gambar struktur.
11.6. Pemotongan dan perakitan tulangan utama menggunakan besi beton berdiameter
12 mm
11.7. Gunakan spacer untuk menjaga ketebalan selimut beton (biasanya 2,5 cm)
11.8. Gunakan beton mutu sesuai desain (K-250)
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
3.3. PEKERJAAN ARSITEKTUR
1. Pekerjaan Dinding
1.1. Kontraktor diwajibkan berkonsultasi dengan Direksi Teknik/Pengawas Lapangan
dan Konsultan Pengawas sebelum pekerjaan dimulai
1.2. Buatlah marking area kerja yang menunjukkan jalur dinding dan posisi kolom dan
lubang kusen.
1.3. Sebelum digunakan, rendam bata dalam air hingga gelembung udara hilang. Ini
akan membantu penyerapan air saat pemasangan.
1.4. Pasang bata pada jalur marking yang ditentukan, dengan adukan semen dan pasir
1 Pc : 4 Ps dengan menggunakan tebal bata 10 cm.
1.5. Pada setiap pertemuan dinding pasangan batu bata dengan kolom praktis, ring
balok beton,maupun beton lainnya seperti tercantum dalam Gambar Kerja, harus
dipasang angker diameter 10 mm tiap jarak 70 cm. Bagian yang mencuat keluar
sejauh 20 cm, dan bagian yang tertanam minimal sedalam 20 cm.
1.6. Selama pasangan dinding belum difinish, Kontraktor wajib untuk memelihara dan
menjaga atas kerusakan atau pengotoran oleh bahan lain. Dalam proses
pengeringan harus selalu dibasahi dengan air minimal selama 7 hari.
2. Pekerjaan Plesteran
2.1. Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus
terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.
2.2. Tentukan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
2.3. Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada permukaan
dinding bata untuk menghindarkan keretakan.
2.4. Buat adukan untuk plesteran.
2.5. Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan alat
bantu unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.
2.6. Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekitarnya, kemudian ratakan
dengan raskam dan jidar.
2.7. Pekerjaan plesteran ini menggunakan plesteran mortar siap pakai (semen instan)
dengan tebal 10 mm
3. Pekerjaan Acian
3.1. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
3.2. Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh
hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan
acian sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok.
4. Pekerjaan Rabat Beton dibawah Lantai
4.1. Permukaan tanah yang akan dipasang rabat beton harus dipadatkan dengan baik
agar rata dan padat, sehingga daya dukung tanah maksimal
4.2. Tanah harus bebas dari bahan organik, alkali, asam, atau kotoran lain yang dapat
menurunkan kualitas beton
4.3. Bekisting (cetakan) dibuat dari kayu yang halus, rata, dan kuat agar dapat
digunakan berulang
4.4. Permukaan dalam bekisting harus bersih dari kotoran dan bahan lepas, serta jika
terbuat dari kayu harus disiram air terlebih dahulu untuk menghindari pengisapan
air dari beton
4.5. Beton rabat dibuat dengan perbandingan campuran semen Portland, pasir, dan
kerikil 1 : 2 : 3
4.6. Pengadukan beton menggunakan alat mekanis (molen) agar merata dan sesuai
mutu K-175 non struktural) dengan tebal campuran 7 cm
5. Pekerjaan Pemasangan Lantai Granit
5.1. Pastikan permukaan lantai yang akan dipasang granit rata, bersih, dan bebas dari
debu, minyak, atau kotoran lain
5.2. Jika terdapat ketidakteraturan seperti permukaan bergelombang atau tidak rata,
lakukan perataan dengan adukan semen dan pasir (rasio 3:1) dan tunggu hingga
kering
5.3. Potong granit sesuai ukuran dan bentuk yang dibutuhkan menggunakan alat
pemotong granit agar sesuai dengan area pemasangan, terutama di tepi atau sudut
ruangan
5.4. Siapkan perekat granit, bisa berupa campuran semen dan pasir (rasio 1:3) atau
perekat instan khusus granit yang mudah diaplikasikan dengan menambahkan air
5.5. Oleskan perekat menggunakan roskam bergigi secara merata di permukaan lantai,
dengan ketebalan yang cukup agar granit menempel kuat.
5.6. Letakkan granit pada perekat yang sudah dioleskan, mulai dari titik awal yang sudah
ditentukan
5.7. Setelah granit terpasang, isi celah antar granit dengan campuran semen dan pasir
(grout) untuk mengunci posisi dan mencegah masuknya kotoran
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
5.8. Bersihkan sisa grout dari permukaan granit agar tidak mengotori tampilan akhir
5.9. Gunakan mortar atau perekat berkualitas yang memiliki daya lekat kuat dan sesuai
dengan jenis granit yang dipasang, seperti produk SikaCeram yang banyak
direkomendasikan untuk pemasangan granit agar hasil maksimal dan tahan lama.
5.10. Pekerjaan lantai granite Ukuran 60 x 60 cm UnPolished untuk toilet, selasar, ram,
anak tangga
5.11. Pekerjaan dinding granite Ukuran 60 x 60 cm UnPolished untuk toilet
6. Pekerjaan Plint Hospital
6.1. Bersihkan area pertemuan antara lantai dan dinding dari debu, kotoran, dan sisa
material.
6.2. Tarik benang patokan pada dinding setinggi 50 mm dari permukaan lantai (level nol)
dan tarik benang di lantai sejauh 50 mm dari dinding sebagai panduan pemasangan
plint
6.3. Potong plint sesuai ukuran ruangan dan sudut, terutama untuk sudut dalam dan luar
dengan radius lengkung yang sesuai
6.4. Pasang plint hospital dengan posisi mengikuti garis benang patokan agar lurus dan
rata
6.5. Gunakan perekat yang sesuai (semen mortar atau perekat khusus) untuk
menempelkan plint pada dinding dan lantai
6.6. Pastikan plint menempel rapat tanpa celah agar tidak menjadi tempat penumpukan
kotoran dan bakteri, sangat penting untuk lingkungan fasilitas kesehatan
7. Pekerjaan Dinding Plywood tambahan rangka dan HPL (High Pressure Laminate)
7.1. Pasang rangka penopang dari bahan hollow besi atau kayu dengan ukuran dan
jarak sesuai dengan gambar rencana
7.2. Pastikan rangka terpasang tegak lurus, kuat, dan rata sesuai marking yang telah
dibuat pada lantai dan dinding
7.3. Gunakan plywood berkualitas dengan tebal 12 mm sesuai dengan gambar rencana
7.4. Potong plywood sesuai ukuran dinding yang akan dipasang.
7.5. Pasang plywood pada rangka menggunakan bor dan sekrup yang sesuai ukuran
plywood agar menempel kuat dan rata
7.6. Pastikan permukaan plywood rata dan bebas dari cacat seperti mata kayu yang
menonjol
7.7. Amplas permukaan plywood agar halus dan rata, sehingga HPL dapat menempel
dengan sempurna tanpa gelembung udara atau kerutan
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
7.8. Ukur dan potong HPL sesuai ukuran permukaan plywood yang akan dilapisi
7.9. Oleskan lem kayu atau lem khusus HPL secara merata pada permukaan plywood
dan bagian belakang HPL menggunakan kuas agar perekat maksimal
7.10. Tempelkan HPL dengan hati-hati pada plywood, tekan dan ratakan dengan alat atau
tangan agar tidak ada udara terperangkap dan permukaan rata sempurna
7.11. Gunakan alat seperti roller atau kayu yang dilapisi kain untuk menekan dan
meratakan HPL
7.12. Pekerjaan ini diperuntukkan untuk loket pendaftaran
8. Pekerjaan Rak Lemari Takewood tambahan HPL (High Pressure Laminate) Type Meja
8.1. Sebelum pihak kontraktor mengorder Rak Lemari Takewood, Kontraktor diwajibkan
berkonsultasi dengan Direksi Teknik/Pengawas Lapangan dan Konsultan
Pengawas terkait spesifikasi
8.2. Rak lemari tipe meja ini biasanya dirancang untuk fungsi ganda, yaitu sebagai rak
penyimpanan sekaligus meja kerja atau meja display, sehingga cocok untuk ruang
yang membutuhkan furniture multifungsi
8.3. Rak lemari ini di gunakan di Loket Pendaftaran
9. Pemasangan Plafond
9.1. Tentukan elevasi atau ketinggian plafon menggunakan waterpass atau laser level
di sekeliling ruangan, lalu buat garis patokan pada dinding sebagai acuan
pemasangan rangka
9.2. Pasang wall angle (siku metal) mengelilingi ruangan pada garis elevasi yang sudah
ditentukan
9.3. Gunakan paku beton atau sekrup dengan jarak 40-50 cm agar kuat menyangga
rangka hollow
9.4. Potong hollow sesuai panjang ruangan dan pasang di atas wall angle, kemudian
kencangkan dengan baut atau sekrup
9.5. Pasang kawat penggantung (rod hanger) dari dak beton ke rangka hollow dengan
jarak antar penggantung untuk menjaga kestabilan dan mencegah melengkung
9.6. Pasang hollow melintang (cross member) dengan jarak antar hollow untuk
menopang plafon PVC
9.7. Pastikan sambungan hollow rapi dan kuat, gunakan sekrup drywall untuk
pengencangan
9.8. Setelah rangka terpasang dan rata, pasang lembaran plafon PVC pada rangka
hollow
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
9.9. Gunakan sekrup khusus untuk PVC dengan jarak pemasangan sekitar 30-40 cm
agar plafon menempel kuat dan rata
9.10. Pastikan setiap lembar PVC terpasang rapat dan sejajar untuk hasil estetis
9.11. Pekerjaan ini menggunakan langit – langit PVC dengan tebal 7 mm dan rangka
hollow 4.4
10. Pekerjaan Pasang List Plafond
10.1. Pastikan rangka plafon sudah terpasang dengan kuat dan rata.
10.2. Tandai posisi pemasangan list PVC di pertemuan antara dinding dan rangka plafon
menggunakan waterpass agar lurus dan sejajar
10.3. Pasang list PVC pada pertemuan dinding dan rangka plafon.
10.4. Gunakan sekrup dan bor untuk mengencangkan list PVC ke rangka atau dinding
10.5. Pastikan list terpasang kuat dan rata, tidak ada celah yang terlihat
10.6. Jika perlu, gunakan sealant atau lem khusus PVC untuk menutup celah sambungan
agar tahan air dan tidak mudah kotor
11. Pekerjaan Pintu Kaca
11.1. Siapkan kaca tempered 12 mm, fitting (engsel, floor hinge, patch fitting), gasket,
sealant, handle, dan kunci
11.2. Pastikan kusen terpasang rata dan simetris agar pintu bisa berfungsi dengan baik
11.3. Sebelum pihak kontraktor mengorder item ini, Kontraktor diwajibkan berkonsultasi
dengan Direksi Teknik/Pengawas Lapangan dan Konsultan Pengawas terkait
spesifikasi
11.4. Tempatkan gasket di dalam kusen/frame untuk melindungi kaca dari goresan
11.5. Pasang kaca tempered ke posisi yang sudah disiapkan dengan hati-hati
menggunakan penjepit kaca
12. Pekerjaan Kusen Pintu dan Jendela
12.1. Siapkan kusen UPVC sesuai ukuran bukaan dinding
12.2. Ukur dan siapkan lubang dinding sesuai ukuran kusen, dengan toleransi tambahan
sekitar 3 mm pada lebar dan tinggi agar pas
12.3. Masukkan kusen ke dalam lubang dinding
12.4. Periksa kelurusan dan posisi kusen menggunakan pendulum atau waterpass agar
kusen tegak lurus dan sejajar
12.5. Tandai posisi lubang sekrup pada dinding melalui lubang yang ada di kusen
12.6. Lepaskan kusen, bor lubang pada dinding sesuai tanda, dan masukkan fisher (plug)
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
12.7. Pasang kembali kusen ke posisi dan kencangkan dengan sekrup melalui lubang
yang sudah dibuat
13. Pengadaan Pintu Double Swing Dengan Kaca Mati dan Pintu Single Sleding
13.1. Sebelum pihak kontraktor mengorder item ini, Kontraktor diwajibkan berkonsultasi
dengan Direksi Teknik/Pengawas Lapangan dan Konsultan Pengawas terkait
spesifikasi
13.2. Untuk item ini memiki beberapa ukuran yang akan digunakan pada kegiatan ini,
yaitu
• Pintu Double Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=160 x H=210 cm, Engsel +
Doorcloser, Automatic Doorseal
• Pintu Double Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=120 x H=210 cm, Engsel +
Doorcloser, Automatic Doorseal
• Pintu Single Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=90 x H=210 cm + Asesories
• Pintu Single Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=80 x H=210 cm + Asesories
• Pintu Single Swing Dengan Kaca Mati Uk. W=70 x H=210 cm + Asesories
• Pintu Single Sleding Uk. W=160 x H=210 cm Asesories Manual Operation
Doorseal Strip Brush Asesories
14. Pekerjaan Bingkai Jendela dan Ventilasi UPVC
14.1. Siapkan alat seperti meteran, pensil, waterpass, bor listrik dengan mata bor 6 mm,
obeng, palu, sealant silikon, isolasi kertas, dan pahat. Siapkan juga bingkai (kusen)
UPVC sesuai ukuran bukaan dan aksesorisnya seperti sekrup, fisher, engsel,
handle, serta sealant
14.2. Ukur lebar dan tinggi bukaan jendela atau ventilasi dengan teliti dari dalam dan luar.
Bersihkan area bukaan dari sisa material lama, debu, dan kotoran. Ratakan
permukaan jika ada ketidakrataan agar pemasangan bingkai dapat presisi dan kuat
14.3. Masukkan bingkai UPVC ke dalam bukaan dinding.
14.4. Gunakan waterpass untuk memastikan posisi bingkai sudah lurus secara horizontal
dan vertikal. Jika belum lurus, sesuaikan dengan menambah atau mengurangi
material di sekitar bingkai.
14.5. Tandai posisi lubang sekrup pada dinding melalui lubang yang tersedia di bingkai.
14.6. Lepaskan bingkai, bor lubang di dinding sesuai tanda, dan masukkan fisher (plug).
14.7. Pasang kembali bingkai ke posisi dan kencangkan dengan sekrup
14.8. PAsang aksesoris berupa
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
• Kaca Tempereds dengan tebal 8 mm
• Kaca untuk ventilasi dengan tebal 5 mm
• Kunci jendela dan ventilasi berbahan stainless
• Tarikan jendela dan ventilasi berbahan stainles
• Engsel jendela dan ventilasi berbahan kwalitas 1
• Kait angin jendela dan ventilasi kwalitas 1
15. Pekerjaan Cat Dinding
15.1. Persiapan material seperti cat dinding, plamir dinding, sealer, alkali (anti jamur),
ampelas, air, dan alat bantu seperti steiger, roll, bak roll, kuas, kape, dll
15.2. Pastikan permukaan dinding dalam keadaan kering dan tidak lembab
15.3. Perbaiki retak atau lubang kecil dengan plamir dinding, lalu amplas untuk
mendapatkan permukaan halus dan rata
15.4. Aplikasikan lapisan dasar sealer sebagai pengikat cat. Jika setelah sealer muncul
retak rambut, lakukan plamir ulang dan amplas kembali
15.5. Untuk dinding luar, sebelum pengecatan dasar, beri lapisan alkali sebagai anti
jamur/lumut.
15.6. Pengulangan lapisan cat dilakukan setelah lapisan sebelumnya kering sempurna
16. Pekerjaan Railing Pagar Tanggal
16.1. Pastikan struktur tangga atau area pemasangan railing sudah selesai dan kuat,
terutama lantai atau tangga tempat tiang railing akan dipasang agar pengeboran
dan pemasangan tiang kuat dan aman
16.2. Tentukan posisi tiang railing dengan penandaan menggunakan marker atau alat
ukur agar posisi lubang bor sesuai dengan lubang pada tiang railing
16.3. Potong pipa stainless steel sesuai ukuran dan desain yang telah direncanakan
16.4. Fabrikasi dilakukan di workshop dengan membuat mal, marking, pemasangan
stopper/plat rip pada matras, dan melakukan tag weld (las sementara) untuk
sambungan pipa
16.5. Bor area yang sudah ditandai dengan bor ukuran besar terlebih dahulu, kemudian
bersihkan lubang dengan bor ukuran kecil agar rapi dan presisi.
16.6. Pasang dynabolt sebagai anchor untuk mengikat tiang railing ke lantai atau tangga.
Dynabolt ini sangat penting untuk kekuatan sambungan railing dengan struktur
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
16.7. Pasang tiang railing ke lubang yang sudah berisi dynabolt, kemudian kencangkan
menggunakan mur dan ring pengunci. Tutup bagian dynabolt dengan penutup
khusus agar tampilan rapi
16.8. Sambungkan bagian-bagian railing dengan pengelasan listrik
16.9. Lakukan pengecekan dimensi dan toleransi pemasangan sesuai standar yang
disetujui oleh Direksi dan pengawas
17. Pekerjaan Pemasangan Huruf Stainles
17.1. Sebelum pihak kontraktor mengorder item ini, Kontraktor diwajibkan berkonsultasi
dengan Direksi Teknik/Pengawas Lapangan dan Konsultan Pengawas terkait
spesifikasi
17.2. Ukuran huruf yaitu :
• Huruf Stainless dengan tulisan " LABORATORIUM " ukuran 15 cm untuk lobby
bangunan
• Huruf Stainless dengan tulisan " KESEHATAN MASYARAKAT KABUPATEN
PULAU MOROTAI " ukuran 10 cm untuk lobby bangunan
• Huruf Stainless dengan tulisan " LABORATORIUM " ukuran 25 cm untuk fasade
bangunan
• Huruf Stainless dengan tulisan " KESEHATAN MASYARAKAT KABUPATEN
PULAU MOROTAI " ukuran 15 cm untuk fasade bangunan
17.3. Ukur dan tandai area pemasangan dengan menggunakan paku dan tali agar huruf
dapat dipasang lurus dan rapi. Buat pola huruf satu per satu di media (tembok atau
permukaan lain) menggunakan pensil sebagai panduan
17.4. Bor lubang pada titik-titik yang sudah ditandai sesuai posisi lubang baut pada huruf.
17.5. Lubang harus presisi agar baut dapat masuk dengan sempurna dan huruf tidak
miring
17.6. Pasang baut dan mur pada lubang di bagian belakang huruf stainless satu per satu
17.7. Tempelkan huruf pada media dengan menancapkan baut ke dalam lubang yang
sudah diberi lem
17.8. Pastikan huruf terpasang dengan kuat, rata, dan sejajar satu sama lain
18. Pekerjaan Pemasangan Logo Neon Box
18.1. Ukur area pemasangan dengan penggaris atau alat ukur lainnya untuk memastikan
ukuran neon box sesuai lokasi
18.2. Pilih lokasi di area eksterior agar logo neon box efektif menarik perhatian
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
18.3. Rencanakan desain neon box yang sesuai dengan identitas merek, termasuk
ukuran, warna, dan jenis huruf yang mudah dibaca
18.4. Produksi neon box sesuai desain yang sudah disetujui
18.5. Pasang lampu neon atau LED dengan hati-hati di dalam cetakan neon box
18.6. Sambungkan kabel listrik dan transformator dengan aman dan benar.
18.7. Lakukan pengujian untuk memastikan lampu menyala dengan baik dan
pencahayaan sesuai desain
18.8. Siapkan alat dan tenaga bantu untuk pemasangan.
18.9. Pasang neon box pada lokasi yang telah ditentukan dengan kokoh dan rapi,
menggunakan bracket atau rangka penyangga sesuai struktur bangunan.
18.10. Pastikan neon box tidak terhalang dan mudah terlihat dari berbagai sudut pandang
3.4. PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL DAN PLAMBING
1. Pekerjaan Pemasangan Panel
1.1. Siapkan panel listrik sesuai spesifikasi
1.2. Siapkan kabel, bracket, alat ukur, dan perlengkapan instalasi listrik lainnya
1.3. Pastikan semua material telah disetujui dan sesuai standar mutu
1.4. Sebelum pemasangan, matikan sumber listrik utama untuk menghindari risiko
sengatan listrik
1.5. Tentukan lokasi panel yang mudah diakses dan aman dari kelembapan
1.6. Tandai posisi pemasangan panel pada dinding atau tempat yang telah disiapkan
dengan penggaris dan pensil
1.7. Pasang bracket atau penyangga pada posisi yang sudah ditandai agar panel dapat
terpasang kokoh dan stabil
1.8. Pasang panel listrik pada bracket yang sudah terpasang
1.9. Pastikan panel terpasang dengan benar dan kokoh
1.10. Pengadaan dan pemasangan panel tegangan rendah berikut accessories sesuai
dengan gambar dan spesifikasi :
• LVMDP Gedung LABORATORIUM KESEHATAN
• PANEL Penerangan LT.1
• PANEL AC LT.1
• PANEL Penerangan LT.2
• PANEL AC LT.2
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
• PANEL Pompa Transfer
• PANEL Pompa Boster
• PANEL Pompa Deep Well
2. Pekerjaan Kabel Fedder
2.1. Menentukan jalur pemasangan kabel feeder dari sumber listrik (transformator
atau panel utama) menuju panel distribusi
2.2. Memastikan spesifikasi kabel sesuai kebutuhan daya dan standar keselamatan
2.3. Menyiapkan kabel feeder, konektor, alat pengaman, dan perlengkapan instalasi
lainnya
2.4. Jika kabel dipasang bawah tanah, gali parit dengan kedalaman sesuai standar
2.5. Pastikan parit bersih dari batu tajam dan benda yang dapat merusak isolasi kabel
2.6. Pasang saluran pelindung jika diperlukan untuk menghindari kerusakan fisik
2.7. Letakkan kabel feeder sesuai jalur yang telah direncanakan, pastikan kabel tidak
tertekuk tajam dan terpasang rapi
2.8. Gunakan saluran kabel atau ducting untuk kabel yang dipasang di atas permukaan
atau di dalam bangunan guna melindungi kabel
2.9. Kabel harus diisolasi dengan baik dan dipasang sedemikian rupa agar tidak mudah
rusak
2.10. Lakukan penyambungan kabel dengan konektor yang sesuai dan pastikan
sambungan kuat serta aman
2.11. Pasang label identifikasi pada kabel untuk memudahkan pemeliharaan dan
pengawasan
2.12. Sistem grounding harus dipastikan terhubung dengan baik untuk keamanan
2.13. Pengadaan dan pemasangan panel tegangan rendah berikut accessories sesuai
dengan gambar dan spesifikasi :
• Dari PLN KE LVMDP ( NYY 4 x 185 mm + NYA 95 mm )
• Dari PANEL LVMDB ke Panel Penerangan LT.1 ( NYY 4 x 35 mm + NYA 16
mm )
• Dari PANEL LVMDB ke Panel AC LT.1 ( NYY 4 x 35 mm + NYA 16 mm )
• Dari PANEL LVMDB ke Panel Penerangan LT.2 ( NYY 4 x 35 mm + NYA 16
mm )
• Dari PANEL LVMDB ke Panel AC LT.2 ( NYY 4 x 35 mm + NYA 16 mm )
• Dari PANEL LVMDB ke POMPA BOSTER ( NYY 4 x 16 mm + NYA 10 mm )
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
• Dari PANEL LVMDB Gedung ke Panel Deep Well ( NYY 4 x 10 mm + NYA
10 mm )
3. Pekerjaan Penyambungan Daya PLN
3.1. Identifikasi total kebutuhan daya listrik berdasarkan beban di setiap ruangan,
termasuk penerangan, alat laboratorium, AC, dan peralatan lainnya
3.2. Tentukan kapasitas daya yang diperlukan dari PLN dengan memperhitungkan
faktor daya dan cadangan beban
3.3. Dalam pekerjaan ini menggunakan daya 197 KVA
3.4. Ajukan permohonan sambungan daya ke PLN dengan melampirkan perencanaan
teknis dan kapasitas daya yang dibutuhkan
3.5. Koordinasi dengan PLN untuk pemasangan trafo dan titik sambungan listrik
3.6. Serahkan instalasi listrik yang sudah tersambung ke PLN kepada pihak pengelola
gedung
4. Pekerjaan Kabel Tray
4.1. Periksa kuantitas, spesifikasi, dan kondisi kabel tray yang akan dipasang
untuk memastikan sesuai dengan dokumen dan standar
4.2. Siapkan alat bantu seperti kunci pas, sarung tangan, helm keselamatan, serta alat
pengangkat jika diperlukan
4.3. Tentukan jalur pemasangan kabel tray berdasarkan gambar rencana instalasi
4.4. Lakukan penandaan (marking) titik-titik pemasangan support dan jalur kabel tray
menggunakan alat ukur seperti waterpass atau laser level agar pemasangan presisi
dan sejajar
4.5. Pasang support atau hanger kabel tray pada titik yang sudah ditandai
4.6. Pastikan support terpasang kuat dan sesuai level agar kabel tray tidak mudah
bergeser atau miring
4.7. Letakkan kabel tray pada support yang sudah terpasang
4.8. Sambungkan antar bagian kabel tray menggunakan jointing atau slice plate dengan
mur dan baut, pastikan kepala mur menghadap ke dalam untuk menghindari
kerusakan kabel akibat tajamnya baut
4.9. Gunakan fitting yang sesuai untuk sambungan melengkung, percabangan, atau
perubahan ukuran kabel tray
4.10. Tarik kabel ke dalam kabel tray dengan hati-hati agar tidak merusak isolasi kabel
4.11. Ikat kabel menggunakan cable ties agar rapi dan tidak bergeser saat tray ditutup
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
4.12. Pasang penutup kabel tray untuk melindungi kabel dari debu, air, dan gangguan
mekanis
4.13. Pastikan penutup terpasang rapat dan kokoh agar kabel terlindungi optimal
4.14. Pasang jumper pentanahan di setiap sambungan kabel tray untuk memastikan tray
berfungsi sebagai konduktor pembumian peralatan listrik
4.15. Untuk Pekerjaan Pemasangan Kabel Tray di lantai 1 dan lantai 2 menggunakan
kabel Tray 300 x 100 (Elektrikal)
5. Pekerjaan Pasang Lampu
5.1. Pasang fitting lampu sesuai dengan jenis dan model lampu yang akan digunakan.
Pastikan lampu terpasang dengan kokoh dan aman
5.2. Sebelum lampu dihidupkan, lakukan pengujian untuk memastikan tidak ada
kebocoran arus dan semua sambungan berfungsi dengan baik
5.3. Pekerjaan ini pada lantai 1 dan lantai 2 menggunakan lampu :
• Lampu downlight LED 13 watt lumen 1400
• Lampu downlight LED 13 watt lumen 1400 c/w nikad batteri
• Lampu downlight LED 6 watt lumen 470
• Lampu EXIT
• Lampu TL 1 x 22 watt lumen 2100
6. Pekerjaan Stop Kontak dan Saklar
6.1. Pahami kabel fase, netral, dan grounding untuk memastikan pemasangan yang
aman
6.2. Pastikan untuk mematikan aliran listrik di area kerja untuk mencegah kejutan listrik
6.3. Pilih lokasi yang tepat untuk stop kontak dan saklar. Pastikan lokasi tersebut mudah
dijangkau dan sesuai dengan standar keselamatan (misal, jarak minimal 30 cm dari
lantai untuk stop kontak)
6.4. Gunakan bor untuk membuat lubang dengan ukuran yang sesuai untuk kotak stop
kontak pada dinding
6.5. Masukkan kotak stop kontak ke dalam lubang yang telah dibuat dan pasang pipa
untuk jalur kabel apabila diperlukan
6.6. Hubungkan kabel ke stop kontak. Kabel fase (merah) ke terminal fase, kabel netral
(biru) ke terminal netral, dan kabel grounding (kuning-hijau) ke terminal ground
6.7. Tempelkan stop kontak ke dalam kotak yang terpasang dan kencangkan dengan
sekrup. Ulangi langkah yang sama untuk saklar
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
6.8. Setelah pemasangan, nyalakan kembali aliran listrik dan gunakan tespen untuk
memeriksa apakah stop kontak dan saklar berfungsi dengan baik
7. Pekerjaan Instalasi Titik Lampu, Stop Kontak dan Saklar
7.1. Siapkan semua bahan yang diperlukan, seperti lampu, kabel listrik, pipa conduit,
dan perlengkapan lain. Pastikan semua material sesuai dengan kebutuhan dan
mengikuti standar yang berlaku
7.2. Siapkan gambar kerja yang jelas menunjukkan lokasi titik lampu, saklar, dan jalur
kabel. Pastikan semua detail seperti ukuran, jenis perlengkapan, dan sistem
pemasangannya tertera dengan jelas
7.3. Setelah kabel terpasang, tentukan posisi titik lampu berdasarkan layout yang telah
disusun
7.4. Kabel yang digunakan pada Titik Lampu, Stop Kontak dan Saklar di lantai 1 dan
lantai 2 yaitu kabel NYA 3 x 2.5 mm in counduit
8. Pekerjaan Instalasi Air
8.1. Sebelum mulai, pastikan untuk merencanakan dan menandai jalur instalasi serta
titik outlet-nya
8.2. Pilih pipa PVC kelas AW dengan diameter sesuai yang ditentukan dalam gambar
kerja serta aksesoris seperti gate valve dan fitting lainnya.
8.3. Pipa harus dipasang secara horizontal dan vertikal sesuai dengan tata letak yang
telah ditentukan
8.4. Pastikan ujung pipa dibersihkan dengan ampelas agar sambungan dapat kuat dan
tidak bocor
8.5. Gunakan lem PVC yang kuat untuk menyambungkan pipa, pastikan sambungan
rapi dan aman
8.6. Setelah instalasi pipa selesai, pasang perangkat sanitair seperti keran, toilet, dan
shower dengan melakukan sambungan yang aman. Periksa setiap sambungan
untuk memastikan tidak ada kebocoran
8.7. Pekerjaan ini menggunakan Roof Tank kapasitas 8 m3 bahan figer glass panel,
lengkap outlet / inlet, manhole dan dudukan
8.8. Instalasi pipa untuk air bersih menggunakan pipa PVC diameter 2”, 1”, 3/4 “,½”
8.9. Instalasi pipa untuk air kotor menggunakan pipa PVC diameter 2”, 1”, 3/4 “,½”
8.10. Instalasi pipa untuk air tinja menggunakan pipa PVC diameter 2”, 1”, 3/4 “,½”
9. Pemasangan Kloset Duduk
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
9.1. Tentukan dimensi dan posisi ruang untuk kloset Duduk. Pastikan kloset dipasang di
tempat yang strategis dan tidak mengganggu aktivitas lainnya. Posisi biasanya 15-
20 cm lebih tinggi dari lantai
9.2. Setelah kotakan siap, pasang kloset duduk di kotakan yang telah dibuat. Lakukan
pemasangan sebelum adukan semen mengering agar lebih mudah menyesuaikan.
Pastikan lubang kloset terhubung dengan pipa pembuangan.
9.3. Setelah kloset terpasang dengan baik, lanjutkan dengan pemasangan keramik
sekitar kloset
10. Pemasangan Floor Drain
10.1. Pastikan area di mana floor drain akan dipasang bersih dan bebas dari material
yang dapat menyumbat lubang pembuangan setelah pemasangan.
10.2. Campurkan pasir dan semen hingga rata dan cukup untuk dilakukan pemasangan
floor drain
10.3. Letakkan floor drain ke dalam lubang pembuangan yang telah dibersihkan. Tekan
dan ratakan dengan adukan semen agar tidak ada kebocoran.
10.4. Tutup bagian pinggir floor drain dengan adukan semen, rapikan, dan saat semen
setengah kering, taburkan semen kering di atasnya untuk hasil yang lebih rapi
10.5. Jika perlu, lapisi bagian tengah floor drain dengan potongan keramik yang senada
agar terlihat lebih estetis
11. Pekerjaan Pembuatan Septik Tank
11.1. Pilih lokasi yang jauh dari sumber air bersih (minimal 10 m dari sumur) dan mudah
diakses untuk pemeliharaan. Pertimbangkan juga topografi tanah agar tidak
terendam air
11.2. Lubang untuk septic tank harus digali sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
Pastikan dasar lubang rata dan tidak terlalu dalam agar struktur tidak tenggelam
11.3. Gunakan material yang kuat seperti beton atau buis beton. Dinding harus dibangun
dengan ketebalan yang cukup
11.4. Pastikan semua sambungan pipa inlet dan outlet terpasang dengan benar.
Gunakan sealant untuk mencegah kebocoran
11.5. Pekerjaan Pembuatan Septik Tank ini bervolume 5 m3 dengan Menggunakan
Pasangan Batu dan Penutup Beton
12. Pekerjaan Instalasi Air Hujan
12.1. Menentukan jalur pengumpulan air hujan dari atap menggunakan talang dan pipa
saluran air hujan (roof drain)
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
12.2. Rancang sistem perpipaan yang mengalirkan air hujan dari talang ke bak
penampungan atau sumur resapan
12.3. Perencanaan harus mengacu pada standar teknis seperti SNI dan memperhatikan
kapasitas penampungan sesuai curah hujan dan luas atap
12.4. Siapkan pipa PVC Kelas AW diameter 100 mm, talang, sambungan, fitting (elbow,
valve, socket), dan bahan pelengkap lain
12.5. Pasang talang di sepanjang tepi atap dengan kemiringan yang cukup agar air
mengalir lancar
12.6. Sambungkan pipa saluran air hujan dari talang menuju pipa vertikal (talang tegak)
yang mengalirkan air ke bawah
12.7. Sambungan pipa menggunakan solvent cement atau lem khusus agar kedap air
dan kuat
13. Pekerjaan Instalasi Unit VRF
13.1. Membuat shop drawing dan perencanaan instalasi lengkap sesuai spesifikasi teknis
dan tata letak gedung
13.2. Memilih material dan komponen yang sesuai standar, seperti unit outdoor, unit
indoor (cassette, ducted, wall mounted), pipa tembaga refrigerant, isolasi pipa, dan
kelengkapan instalasi listrik
13.3. Memastikan perencanaan memenuhi standar nasional dan internasional terkait
HVAC, seperti SNI, NFPA, ASHRAE
13.4. Menempatkan unit outdoor di lokasi yang telah disiapkan, misalnya di atap atau
area terbuka yang memungkinkan sirkulasi udara baik
13.5. Pastikan pemasangan kokoh dan sesuai level agar unit dapat beroperasi optimal
13.6. Pasang unit indoor di setiap ruangan sesuai kebutuhan pendinginan, dengan
memperhatikan estetika dan kemudahan perawatan
13.7. Sambungkan unit indoor dengan pipa refrigerant yang telah diisolasi dengan baik
14. Pekerjaan Instalasi Single
14.1. Tentukan lokasi pemasangan unit indoor dan outdoor dengan memperhatikan
sirkulasi udara, kemudahan perawatan, dan estetika.
14.2. Pastikan jarak minimal pemasangan outdoor sesuai standar
14.3. Siapkan alat dan bahan seperti :
• Pipa Refrigerant 1/4-3/8
• Pipa Refrigerant 1/4-3/8
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
• Drain Pipe PVC 3/4" + Canaylon 1/2" Thickness
• Drain Pipe PVC 1" + Insulation 1/2" Thickness
• Drain Pipe PVC 1 1/2" + Insulation 1/2" Thickness
• Kabel Kontrol 3 x 2,5
• Kabel Power 4 x 4
• Kabel Power 3 x 2,5
• Unit MCB 1 Phase (10A)
• Panel Listrik AC
• Bracket Outdoor
14.4. Pasang unit indoor di lokasi yang telah ditentukan, biasanya di dinding ruangan
dengan ketinggian ideal
14.5. Pastikan unit tidak langsung menghembuskan udara ke arah orang dan tidak
berdekatan dengan sumber panas atau pintu keluar masuk
14.6. empatkan unit outdoor pada lokasi yang memiliki sirkulasi udara baik dan tidak
terhalang benda lain
14.7. Gunakan karet mounting untuk meredam getaran dan suara
14.8. Sambungkan unit indoor dan outdoor menggunakan pipa tembaga sesuai diameter
standar unit AC
14.9. Pasang isolasi pipa untuk mencegah kondensasi dan kehilangan energi
14.10. Buat oil trap untuk menjaga kelancaran aliran refrigerant
14.11. Sambungkan kabel listrik dari panel ke unit indoor dan outdoor dengan pengaman
MCB sesuai kapasitas
14.12. Pastikan grounding terpasang dengan baik untuk keselamatan
14.13. Pasang pipa drainase dengan kemiringan ke bawah agar air kondensasi dapat
mengalir lancar
14.14. Pastikan ujung pipa drainase tidak tersumbat dan berada di tempat pembuangan
yang tepat
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
BAB – IV
SPESIFIKASI PERALATAN KONSTRUKSI DAN
PERALATAN BANGUNAN
4.1. PERALATAN YANG DIPERLUKAN DALAM PEKERJAAN
Jenis, kapasitas dan jumlah peralatan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) adalah sebagaimana diuraikan pada tabel
berikut ini:
No. Jenis Alat Keterangan
1. Palu Dalam kondisi baik
2. Sekop Dalam kondisi baik
3. Cangkul Dalam kondisi baik
4. Ember Cor Dalam kondisi baik
5. Alat Tukang Listrik Dalam kondisi baik
4.2. PERALATAN UTAMA YANG DIKOMPETISIKAN
Adapun jenis, kapasitas, dan jumlah peralatan yang dipersyaratkan sebagai persyaratan
teknis pada saat proses pemelihan/tender adalah sebagai berikut:
No. Jenis Kapasitas Jumlah
1. Excavator 35 HP – 65 HP 3 Unit
2. Dump Truck 3 m3 – m7 3 Unit
3. Truck Mixer 4 m3 – 7 m3 3 Unit
4. Tamping Rammer 10 kn – 14 kn 3 Unit
5. Generator Set 3 Kw – 7 Kw 3 Unit
6. Water Tank Truck 4000 Liter – 6000 Liter 3 Unit
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
4.3. KETENTUAN PERALATAN KONSTRUKSI
1. Mobilisasi peralatan sebagaimana tercantum pada tabel 4.1 paling lambat sudah mulai
dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak diterbitkan Surat Perintah Mulai Kerja
(SPMK), atau sesuai kebutuhan dan Rencana Kerja yang disepakati saat Rapat Persiapan
Pelaksanaan Kontrak;
2. Peralatan Utama yang ditempatkan dan digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan adalah peralatan
yang laik operasi;
3. Alat dan perkakas yang digunakan harus dipastikan telah diberi sistem perlindungan atau
kelengkapan pengaman untuk mencegah paparan (expose) bahaya secara langsung terhadap
tubuh pekerja;
4. Informasi tentang jenis, cara penggunaan/pemeliharaan/pengamanannya alat dan perkakas dapat
diperoleh dari manual produk dari pabrik pembuatnya, ataupun dari pedoman/peraturan pihak yang
kompeten;
5. Ketentuan lebih lanjut mengenai peralatan konstruksi diatur dalam SSUK dan SSKK;
6. Dalam hal peralatan yang disyaratkan dalam proses pemilihan/tender, Pokja Pemilihan
menetapkan daftar peralatan pada tabel 4.2 kedalam Lembar Data Pemilihan sebagai bagian dari
persyaratan teknis Dokumen Pemilihan;
7. Dalam hal evaluasi teknis peralatan pada saat proses pemilihan mengacu pada Pasal 28 ayat (12)
Bab III Instuksi Kepada Peserta (IKP) Modul Dokumen Pemilihan Pekerjaan Konstruksi;
8. Untuk pelatan utama yang ditawarkan secara sewa pada saat pembuktian dokumen kualifikasi
meunjukkan bukti sewa yang sah.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
BAB – V
SPESIFIKASI PROSES/KEGIATAN
No. Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
1 Pekerjaan Pondasi dan Beton - Tangan/kaki tertimpa material Ringan
- Terpeleset/terjatuh kedalam
Galian
2 Pekerjaan Langit-Langit - Tangan/kaki tertimpa material Sedang
- Terjatuh dari ketinggian
- Terkena zat adiktif
- Menginjak benda tajam
- Terkena debu
3 Pekerjaan Pengecatan - Tangan/kaki tertimpa material Sedang
- Terjatuh dari ketinggian
- Terkena zat adiktif
- Menginjak benda tajam
4 Pekerjaan Instalasi Listrik Tersengat arus Sedang
listrik Jatuh dari
ketinggian
Berdasarkan identifikasi risiko tabel diatas untuk pekerjaan ditetapkan tingkat risiko pekerjaan “KECIL”.
Identifikasi Bahaya Dengan Tingkat Resiko Terbesar Yaitu :
No. Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya Tingkat
1 Pekerjaan Instalasi Listrik Tersengat arus listrik Jatuh dari Sedang
ketinggian Tertimpa tangga
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
BAB – VI
SPESIFIKASI JABATAN KONSTRUKSI
6.1. PERSONEL / TENAGA KERJA YANG DIPERLUKAN
Personel atau tenaga kerja yang diperlukan untuk melaksanakan Pembangunan Laboratorium
Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), Kecamatan Morotai Selatan adalah sebagai berikut:
Jabatan dalam pekerjaan Pengalaman
No. Sertifikat Kompetensi Kerja
yang akan dilaksanakan (Tahun)
Ahli Muda Bidang Keahlian Manajemen
Konstruksi Jenjang 7 / Ahli Muda Manajemen
1. Manajer Pelaksanaan / Proyek 4 Tahun
Proyek Jenjang 7 atau Ahli Bidang Keahlian
Manajemen Konstruksi Jenjang 7 / Manajemen
Proyek Jenjang 7
Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung Jenjang 7
2. Manajer Teknik 4 Tahun
atau Ahli Teknik Bangunan Gedung Jenjang 7
3 Manajer Keuangan - S1 Ekonomi Bidang Akuntansi
Ahli Muda K3 Konstruksi Jenjang 7 / Ahli Muda
Keselamatan Konstruksi Jenjang 7 atau Ahli K3
4 Ahli K3 Konstruksi 3 Tahun
Konstruksi Jenjang 7 / Ahli Keselamatan
Konstruksi Jenjang 7
6.2. KETENTUAN SPESIFIKASI JABATAN KONSTRUKSI
1. Personil Manajerial diisyaratkan pada pemilihan/tender dan ditetapkan sebagai persyaratan
teknis pada Lembaran Data Pemilihan;
2. Tata cara evaluasi personel manajerial berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dalam
Lampiran Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021;
3. Evaluasi terhadap personel manajerial ditetapkan dalam dokumen pemilihan;
4. Setiap kegiatan/pelaksanaan pekerjaan, pemasangan, pembongkaran, pemindahan,
pengangkutan, pengangkatan, penyimpanan, perletakan, pengambilan, pembuangan,
pembongkaran, dan sebagainya harus dilakukan oleh tenaga ahli dan tenaga terampil yang
berkompeten berdasarkan gambar, spesifikasi teknis, manual, pedoman dan standar serta
rujukan yang benar dan sah atau telah disetujui oleh tnaga ahli terkait;
5. Setiap tenaga ahli dan tenaga terampil dibidang K3 Konstruksi diatas harus melakukan
analisis keselamatan pekerjaan (Job Safety Analysis) setiap sebelum memulai
pekerjaannya, untuk memastikan bahwa potensi bahaya dan risiko telah diidentifikasi dan
diberikan tindakan pencegahan terhadap kecelakaan kerja dan/atau penyakit di tempat kerja;
6. Peserta menyampaikan daftar isian personel manajerial beserta daftar riwayat pengalaman
kerja atau referensi dari pengguna jasa;
7. Sertifikat Kompetensi Kerja personel manajerial dibuktikan pada saat rapat persiapan
penunjukan penyedia;
8. Sertifikat Kompetensi Kerja tidak dievaluasi dan tidak dibuktikan pada saat pemilihan.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
BAB – VII
TATA CARA PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
7.1. TATA CARA PENGUKURAN
Pada tahap awal kontrak, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama Pengawas Pekerjaan
dan Penyedia Jasa Konstruksi melakukan Pengukuran bersama sesuai ketentuan pada SSUK
Pasal 25.1 s/d 25.3.
Untuk setiap pengajuan pembayaran, selanjutnya PPK bersama Pengawas Pekerjaan dan
Penyedia Jasa melakukan Pengukuran bersama atas pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Pengukuran dilakukan berdasarkan ketentuan yang telah diatur dalam spesifikasi umum
Kementerian Pekerjaan Umum.
7.2. TATA CARA PENGAJUAN DAN PEMBAYARAN
Pembayaran terdiri dari pembayaran Uang Muka dan pembayaran Prestasi Bulanan (Monthly
Certificate / MC), adapun tatacara pengajuan pembayaran sebagai berikut :
• Pembayaran Uang Muka
Pembayaran Uang Muka dilaksanakan paling lambat 1 (satu) minggu setekah SPMK
keluar, dan pembayaran Uang Muka sebesar 25% (dua puluh lima persen).
• Pembayaran Prestasi Bulanan (Monthly Certificate / MC) Tatacara pengajuan pembayaran
sebagai berikut:
➢ Pengajuan Pembayaran Prestasi Bulanan (Monthly Certificate / MC) dilaksanakan
secara simultan sesuai dengan prestasi pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan.
Data pendukung Prestasi Bulanan (Monthly Certificate / MC) yang diajukan oleh
penyedia jasakan diperiksa oleh pengawas pekerjaan dan disetujui oleh Direksi
Lapangan, serta diketahui oleh PPK;
➢ Selanjutnya permohonan Prestasi Bulanan (Monthly Certificate / MC) tersebut
disampaikan kepada PPK, setelah ditandatangani PPK dan mendapat
persetujuan KPA untuk diajukan ke bagian keuangan;
➢ Keterlambatan pengajuan dari penyedia jasa yang mengakibatkan kegagalan
pembayaran sepenuhnya menjadi tanggungjawab penyedia jasa.
Spesifikasi Teknis Pekerjaan Pembangunan LABKESMAS
7.3. DATA PENDUKUNG PEMBAYARAN
Adapun data pendukung yang harus disiapkan untuk pengajuan pembayaran Uang Muka
maupun pembayaran Prestasi Bulanan (Monthly Certificate / MC) adalah sebagai berikut :
• Pembayaran Uang Muka
➢ Dokumen Kontrak
➢ Jaminan Uang Muka;
➢ Jaminan Pelaksanaan;
➢ Daftar Rincian Penggunaan Uang Muka
➢ NPWP
➢ Rekening Koran; dan
➢ Faktur.
• Pembayaran Prestasi Bulanan (Monthly Certificate / MC)
➢ Backup Quantity;
➢ Backup Quality;
➢ Foto Dokumentasi yang mendukung kemajuan pekerjaan;
➢ Laporan Harian, Mingguan dan Bulanan.
Morotai Selatan, 04 Juli 2025
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Dinas Kesehatan dan KB
Kabupaten Pulau Morotai
Ode Ari Junaedi Wali, ST
NIP. 19850719 201101 1 001