| 0602720914951000 | Rp 1,740,000,000 | |
| 0944889815955000 | - | |
| 0026905901951000 | - | |
CV Atkomai Permai | 00*8**9****55**1 | - |
CV Mamgit | 00*9**4****55**0 | - |
PEMERINTAH KABUPATEN RAJA AMPAT
DINAS PERHUBUNGAN
Kompleks Kantor Bupati dan Otonom Daerah, Distrik Waisai Kota, Kabupaten Raja Ampat
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANUNGAN DERMAGA MINI DIKAMPUNG FOLLEY
Nama Paket :
PEMBANUNGAN DERMAGA MINI DIKAMPUNG FOLLEY
Jangka Waktu
: 80 (Delapan Puluh)Hari Kalender
Pelaksanaan
Sumber Dana : DTI, OTSUS PAPUA BARAT DAYA
Nilal Total HPS : Rp. 1.760.000.000,00(Satu Milyar Tujuh Ratus Enam Puluh Juta
rupiah)
Satuan Kerja : Dinas Perhubunngan Kabupaten Raja Ampat.
A. UMUM
Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Umumnya aplikasi
teknologi ini banyak diterapkan dsalam metodeb – metode pelaksanaan pekerjaan
konstruksi. Penggunaan metode yang tepat , praktis, cepat dan aman, sangat membantu
dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek, sehingga target 3 T yaitu tepat
mutu/kualitas, tepat biaya/kuantitas dan tepat waktu sebagaimana ditetapkan dapat
tercapai.
Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, ada kalanya juga diperlukan suatu metode
terobosan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan lapangan. Khususnya pada saat
menghadapi kendala – kendala yang diakibatkan oleh kondisi lapangan yang tidak sesuai
dengandugaan sebelumnya. Untuk itu penerapan metode pelaksanaan yang dibuat harus
sesuai kondisi lapangan, akan sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan ini.
Pembangunan Dermaga memerlukan teknis khusus dalam pembuatannya. Oleh sebab itu
maka metode pelaksanaan pekerjaan merupakan salah satu persyaratan sangat diperlukan
dalam proses tender dan juga sebagai garis besar dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan
dan juga untuk mengatasi masalah – masalah yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan
di lapangan.
B. PERSIAPAN
Sebelum memulai pekerjaan terlebih dahulu dilaksanakan :
1. Meneliti kembali gambar rencana dan disesuaikan dengan kondisi lapangan
2. Membuat gambar kerja sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan di lapangan
3. Menunjuk pelaksana lapangan yang kompeten sesuai dengan bidang keahlian dan
pengalamannya
4. Menyiapkan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (Time Schedule) di direksi keet sebagai bahan
kontrol oleh pihak supervisi dan direksi.
C. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank
Pelaksanaan pengukuran tersebut disaksikan oleh pengawas/pihak Direksi yang
menunjukkan titik referensi. Sebagai patokan tinggi peil (level) dermaga dan
rumah dermaga , adalah peil 0,00 bangunan existing. Pelaksanaan pekerjaan akan
menggunakan alat – alat yang sesuai dengan keperluan untuk mendapatkan
ukuran, sudut ukuran tegak secara tepat dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dilanjutkan dengan pemasangan bouwplank sebagai referensi untuk dasar
patokan elevasi lantai dermaga dan rumah dermaga.
2. Papan Nama Proyek
Pada lokasi pekerjaan perlu dipasang papan nama proyek yang bertujuan untuk
menerangkan, jumlah dan jenis pekerjaan. Bahan yang digunakan untuk papan
nama proyek adalah bahan yang telah disetujui oleh konsultan pengawas.
3. Dokumentasi Laporan
Untuk mengumpulkan data – data/info seputaran pekerjaan yang sedang
dilaksanakan
4. Rencana Keselamatan Kerja
Peduli dalam mempromosikan pemahaman akan kebutuhan keselamatan
konstruksi dan membudayakan keselamatan konstruksi dalam seluruh
kegiatan pelaksanaan konstruksi
Peduli dalam melakukan sosialisasi tentang keselamatan konstruksi
terhadap seluruh tenaga kerja maupun masyarakat didalam lingkungan kerja
konstruksi
Peduli dalam melaksanakan implementasi sesuai rencana keselamatan
konstruksi bedasarkan perundang-undangan yang berlaku dalam keselamatan
konstruksi nasional
Mencegah kecelakaan, kebakaran, sakit akibat kerja, keamanan dan
pencemaran lingkungan
Memantau dan mengevaluasi terhadap kinerja keselamatan konstruksi serta
melakukan perbaikan secara berkelanjutan
D. PEKERJAAN DERMAGA
1. Lingkup pekerjaan pembuatan tiang pancang, pekerjaan gelagar beton 20/30,
pemancangan tiang beton 20/20, gelagar kayu 6/12, skor palang kayu 5/10, kayu
penjepit kreb lantai 5/10, lantai papan kayu 4/20 dan pasang maut mur 17,5 cm.
a. Uraian
Perlu diketahui bahwa lokasi pekerjaan berada di pinggir laut, yang
proses pelaksanaan khusus item pekerjaan ini perlu perhitungan yang
matang akan pasang surutnya air laut dan ada beberapa item pekerjaan
yang harus dilaksanakan bersamaan.
Sebelum dilaksanakan penggalian untuk dudukan tiang pancang beton,
terlebih dahulu mdibuatkan mall untuk pengecoran tiang pancang sesuai
ukuran dimensi dan perakitan besi beton sesuai dengan
dimensinya.Dimensi /ukuran tiang pancang dermaga adalah 20/20,
sementara gelagar beton 20/30, pelaksanaannta lihat gambar kerja.
Setelah itu juga memperhatikan akan pasang surutnya air laut karena
pekerjaan dilaksanakan di pinggir laut sehingga mempermudah saat
penggalian dan pada saat pengecoran tiang pancang.
b. Material
Semen PC
Semua semen yang digunakan adalah semen Portland yang memenuhi
syarat – syarat yang telah ditentukan dalam RKS. Semua semen
disimpan di dalam gudang yang tertutup dan terlindung dari
kerusakan – kerusakan akibat salah penyimpanan dan cuaca.
Pasir beton/kerikil dan pasir pasang
Semua pasir beton/kerikil dan pasir pasang yang akan digunakan
disesuaikan dengan syarat – syarat tang dtentukan dalam RKS. Gradasi
dari agregat – agregat tersebut secara keseluruhan dapat menghasilkan
mutu beton yang baik, padat dan mempunyai daya kerja yang baik
dengan air dalam proporsi campuran yang akan digunakan dapat
dilakukan pengujian sebelum digunakan.
Baut
Baut dipasang /diikat dengan tulangan besi beton sebelum dilakukan
pengecoran agar menjadi kuat dan kaku dengan jarak antar baut
disesuiakan dengan gambar, fungsi baut dipasang adalah sebagai
dudukan pengikat skor kayu yang dipasang antara tiang pancang lalu
dikancing dengan mur agar terlihat kuat dan tidak mudah lepas.
Air
Air yang digunakan untuk semua pekerjaan di lapangan adalah air
bersih, ntidak berwarna, tidak mengandung bahan – bahan kimia
dan tidak mengandung zat organis atau bahan lainnya yang dapat
memberikan efek merusak beton dan tulangan serta tidak
mengandung minyak atau lemak.
c. Besi Beton
Semua besi beton yang digunakan baik ukuran dan bentuknya sesuai
dengan syarat – syarat dan ketentuann yang sesuai dengan spesifikasi
yang ada pada gambar kerja.
Pemasangan besi dilakukan sesuai dengan gambar – gambar yang
ada. Hubungan abtara besi beton satu dengan yang lain dengan
menggunakan kawat beton , diikat dengan erat , tidak menggeser
selama pengecoran beton dan bebas dari tanah ataupun papan
bekisting.
Pembengkokanbesi beton dilakukan secara hati – hati dan teliti,
tepat pada ukuran posisi pembengkokan nsesuai dengan gambar.
Pembengkokan tersebut dilakukan oleh tenaga/pekerja yang
terampil dengan menggunakan alat – alat sedemikian rupa , sehingga
tidak menimbulkan cacagt, patah, retak – retak dan sebagainya.
Pemasangan dan penyetetalan berdasarkan peil – peil sesuai dengan
gambar dan sudah memperhitungkan mengenai toleransi
penurunnya.
d. Bekisting
Bekisting dan perancah dibuat dari kayu dengan memenuhi syarat –
syarat kekuatan, daya tahan dan mempunyai permukaan yang baik
untuk pekerjaan finishing.
Beksiting dipasang sesuai dengan ukuran – ukuran jadi yang ada di
dalam gambar dan dapat menjamin ukuran – ukuran tersebut tidak
akan berubah sebelum dan selama pengecoran.
Beksiting dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi
kebocoran atau hilangnya air selama pengecoran , tetap lurus (tidak
berubah bentuk) dan tidak bergoyang.
Bekisting untuk bagian konstruksi (tiang pancang, poer dan balok
gelagar) memakai multiplek dengan ketebalan minimal 9 mm dan
cukup kuat, disesuaikan dengan jarak rusuk – rusuk pengaku bekisting.
Pembongkaran bekisting dilakukan sesuai dengan satndar. Bagian –
bagian konstruksi yang akan dibongkar beksistingnya sudah dapat
memikul berat sendiri dan beban – beban pelaksanaan.
e. Pengecoran
Adukan beton menurut komposisi campuran yang sesuai denagn mutu
dan kekuatan beton yang diisyaratkan menurut jenis pekerjaan.
Pengadukan dilakukan di dalam suatu mesin pengaduk dari tipe yang
disetujui dan berputar pada kecepatan yang direkomendasikan oleh
pabrik pembuat mesin tersebut.
Untuk mendapatkan kekuatan dan mutu beton seperti yang
diisyaratkan dalan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Gambar Kerja,
akan diadakan pengujian sesuai dengan petunjuk konsultan pengawas
dan direksi.
Pembuatan, pengadukan beton cor dilakukan dekat dengan lokasi
pengecoran sehingga tidak terjadi pengendapan agregat dan
tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari laur.
Untuk beton bertulang, pengecoran beton akan dilakukan setelah besi
beton selesai dipasang dan diperiksa oleh konsultan pengawas ,
sebelum pengecoran dimulai dipasang baut bdengan cara mengikat
dengan kawat beton antara rakitan besi beton dan jarak antara baut
disesuaikan denagn gambar kerja serta membersihkan dari segala
kotoran – kotoran (potongan kayu,batu,tanag dan lain – lain) lalu
dibasahi dengan air semen.
Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dengan menuangkan
adukan dari suatu ketinggian tertentu untuk menghindari
pengendapan agregat. Pengecoran dilakukan terus – menerus.
Beton dipadatkan dengan menggunakan alat tongkat yang panjang
dengan jumlah sesuai kebutuhan selama pengecoran berlangsung dan
dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak mmerusak acuan maupun
posisi tulangan.
Beton yang dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan
terhadap sinar matahari, angin hujan, atau aliran air dan pengrusakaqn
secara mekanis atau pengeringan sebelumm waktunya, dengan
meyemprotkan air atau menggenang air pada permukaan beton
tersebut.
2. Pekerjaan Gelagar Beton Bertulang
Uraian pelaksanaan gelagar beton bertulang dengan dimensi/ukuran 20/30, proses
pelaksanaan pekerjaanya sama dengan point no 1. Fungsi utama gelagar beton
bertulang selain sebagai pengikat anatar tiang panvang beton bertulang juga
sebagai dudukan balok gelagar lantai yang berbahan kayu 6/12.
E. PEKERJAAN KAYU
1. Lingkup pekerjaan terdiri dari pekerjaan balok gelagar lantai 6/12, skor kayu 5/10,
balok penjepit lantai kayu 5/10 dan lantai papan 4/20.
a. Uraian
Penggunaan material kayu harus sesuai dengan yang diperisyaratkan
antaralain tidak cacat,pecah, tidak bengkok dan lain sebagainya yang
dapat memepengaruhi mutu kayu.
b. Pelaksanaan
Material kayu yang didatangkan harus betul – betul kayu besi dan tidak
ada cacatnya, tidak pecah dan tidak bengkok.
Penyetelan material kayu utamanya gelagar lantai harus betul – betul
diperhatikan dalam menyekap bagian atas kayu dan penyambungan
balok gelagar digunakan baut + mur hitam, di bagian atas kayu harus
terlihat rata karena pada saat pemasangan lantai papan dermaga
terlihat rapi.
Pemasangan skor kayu besi yang berfungsi sama dengan gelagar kayu
yaitu sebagai pengikat tiang pancang beton bagian tengah yang
dipasang menggunakan baut yang telah ditanam didalm tiang pancang
dan dikancing dengan mur agar skor terlihat kaku dan kuat.
Pekerjaan/pemasangan lantai papan dermaga disusun dengan celah
2cm dengan rapi dan dipaku dengan menggunakan paku beton, fungsi
celah agar air hujan tidak tergenang di lantai papan dermaga dan juga
dapat terlihat bagus dan rapi.
Balok penjepit kayu besi 5/10 dipasang diatas lantai papan dermaga
agar lantai papan dermaga menjadi lebih kuat, tidak gampang lepas dan
terlihat lebih bagus lagi.
Sebelum pekerjaan diserah terimakan, pada semua lokasi pekerjaan akan
dibersihkan segala sisa bahan bangunan dan kotoran lainnya yang ada
dilokasi pekerjaan hingga besrih dan rapih. Bahan sisa tersebut akan
dibuang ke lokasi pembuangan yang telah disesuaikan.
Waisai, 11 September 2025
Hormat kami,
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DINAS PERHUBUNGAN
JOHANNES B. RAHAYAAN, SH
NIP. 19740621 200212 1 005