| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0751981002722000 | Rp 19,216,243,010 | - | |
Rezky Asri Jaya | 10*1**1****20**2 | - | - |
PT Tirtonadi Jaya Abadi | 07*0**5****13**0 | - | - |
| 0951713932741000 | Rp 19,237,073,530 | Tidak melampirkan jaminan penawaran | |
| 0902934215741000 | Rp 19,227,352,621 | Tidak melampirkan jaminan penawaran | |
| 0922354410331000 | - | - | |
| 0028528529728000 | - | - | |
CV Agunsela | 00*0**5****01**0 | - | - |
| 0031161318727000 | - | - | |
Multi Conblock Nusantara | 03*0**4****41**0 | - | - |
CV Bangun Persada Indonesia | 02*2**3****31**0 | - | - |
CV Kotekaku | 09*1**8****53**0 | - | - |
| 0862062908741000 | - | - | |
PT Noah Bahtera Karya | 00*7**8****41**0 | - | - |
CV Lambanan Puncak | 07*1**0****22**0 | - | - |
URAIAN PEKERJAAN
LANJUTAN PENINGKATAN SALURAN DRAINASE SUB SISTEM JL.
PASUNDAN - JL. K.S. TUBUN DALAM (BANKEU PROV. 2025)
No RINCIAN PEKERJAAN JUMLAH HARI
1 Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) 240 hari
2 Pekerjaan Persiapan 240 hari
3 Pekerjaan Tanah 240 hari
4 Pekerjaan Pemancangan 240 hari
5 Pekerjaan Beton 240 hari
6 Pekerjaan Lain - Lain 240 hari
Pada tahap awal pekerjaan Lanjutan Peningkatan Saluran Drainase Sub Sistem Jl.
Pasundan - Jl. K.S. Tubun Dalam (Bankeu Prov. 2025), dilakukan pekerjaan pengukuran dan
persiapan lokasi. Tim survei melakukan penandaan titik-titik penting sesuai dengan gambar
kerja, memastikan semua elemen konstruksi akan ditempatkan pada posisi yang tepat. Area
konstruksi dibersihkan dari vegetasi dan material yang menghalangi untuk memudahkan
proses selanjutnya.
Selanjutnya, dilaksanakan pekerjaan galian tanah. Pekerja menggali tanah hingga
kedalaman dan lebar yang sesuai dengan desain saluran. Proses ini membutuhkan ketelitian
tinggi agar dimensi galian sesuai spesifikasi, sehingga saluran beton nantinya dapat berfungsi
optimal dalam mengalirkan air. Setelah galian selesai, dasar galian diratakan untuk
memastikan stabilitas struktur yang akan dibangun. Permukaan dasar diperiksa menggunakan
alat ukur untuk memastikan elevasi dan kemiringan sesuai dengan yang ditentukan dalam
desain, menghindari masalah drainase di kemudian hari.
Tahap berikutnya adalah pemancangan tiang galam dengan diameter 8 cm dan
panjang 4 meter. Tiang-tiang ini dipasang dengan jarak tertentu sebagai penopang tambahan
bagi struktur saluran beton, terutama pada tanah yang kurang stabil. Pemancangan dilakukan
secara hati-hati agar tiang tertanam dengan kokoh. Setelah tiang terpasang, dilakukan
penimbunan tanah pilihan di atas dasar galian. Tanah pilihan digunakan karena memiliki sifat
yang lebih baik untuk mendukung struktur, dan proses pemadatan dilakukan secara bertahap.
Pemadatan yang baik mencegah penurunan tanah yang dapat merusak struktur saluran.
Pemasangan u-ditch beton menjadi langkah selanjutnya. Balok dengan dimensi 20x20
cm dipasang yang berfungsi sebagai penyangga utama bagi saluran beton dan harus dipasang
dengan presisi tinggi untuk menjaga kestabilan dan alignmen struktur.
Tahap berikutnya adalah pembesian untuk struktur saluran beton. Proses ini dimulai dengan
memotong dan membengkokkan baja tulangan sesuai dimensi dan bentuk yang ditentukan
dalam gambar kerja. Selanjutnya, rangkaian tulangan dirakit di lokasi proyek atau di area
fabrikasi dengan menggunakan kawat bendrat untuk menyatukan sambungan. Perakitan
tulangan ini mencakup tulangan utama dan tulangan sengkang, yang dipasang untuk
meningkatkan kekuatan struktur terhadap beban lentur dan geser. Selama pemasangan, jarak
antar tulangan dan ketebalan selimut beton diperiksa dengan spacer untuk memastikan sesuai
dengan standar.
Setelah pembesian selesai, dilanjutkan dengan pembuatan bekisting saluran. Bekisting
dibuat menggunakan material kayu atau multipleks, dan harus dipasang dengan kokoh untuk
menahan tekanan beton segar saat proses pengecoran. Dimensi bekisting disesuaikan dengan
bentuk dan ukuran saluran yang tertera pada gambar kerja. Sambungan antar bekisting
diperkuat dengan paku, baut, atau kawat agar tidak terjadi pergeseran selama pengecoran.
Pada bagian dalam bekisting, dilakukan pelapisan dengan minyak atau bahan pelepas agar
beton tidak menempel saat bekisting dibuka. Sebelum pengecoran, bekisting diperiksa kembali
untuk memastikan kedap air dan stabil terhadap getaran saat pengecoran berlangsung.
Proses inti yaitu pengecoran saluran beton kemudian dilakukan. Beton dengan mutu f’c
25 MPa dicor sesuai dengan dimensi dan bentuk yang ditentukan pada gambar kerja.
Pengecoran harus dilakukan secara kontinu dan konsisten untuk menghindari sambungan
dingin dan memastikan kekuatan struktur. Setelah saluran terbentuk, dilakukan pembuatan
pergantian jalan, hal ini memungkinkan kendaraan dan pejalan kaki untuk melintasi area
tersebut tanpa mengganggu fungsi saluran. Ketebalan dan kualitas beton dijaga agar mampu
menahan beban lalu lintas.
Pengisian timbunan samping saluran kemudian dilaksanakan dengan tanah pilihan. Sisi
kanan dan kiri saluran diisi dan dipadatkan secara bertahap untuk memberikan dukungan
lateral pada struktur saluran dan mencegah erosi tanah di sekitar area tersebut.
Akhirnya, proyek memasuki tahap pemeriksaan dan finishing. Semua elemen pekerjaan
diperiksa kembali untuk memastikan kesesuaian dengan desain dan standar kualitas. Finishing
dilakukan pada permukaan saluran dan pergantian jalan untuk memberikan tampilan yang
rapi dan estetis, sekaligus memastikan fungsi optimal dari konstruksi yang telah dibuat.