| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0012162715441000 | Rp 3,935,275,785 | 87.62 | 90.1 | - | |
| 0018444851015000 | Rp 3,941,458,485 | 85.22 | 88.15 | - | |
| 0016469157009000 | Rp 4,324,163,175 | 94.57 | 93.86 | - | |
| 0012358966651000 | - | - | - | Tidak memenuhi persyaratan kualifikasi teknis | |
| 0020545448722000 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi teknis yang tercantum dalam LDK | |
| 0017673971441000 | - | 41.5 | - | tidak memenuhi nilai ambang batas nilai teknis | |
PT Virama Karya (Persero) Cabang Kalimantan | 0010004851722001 | - | - | - | tidak memenuhi persyaratan kualifikasi tenis yang tercantum pada LDK |
| 0018405548623000 | - | - | - | - | |
PT Multi Perkasa Propertindo | 08*9**7****06**0 | - | - | - | - |
| 0756673489518000 | - | - | - | - | |
| 0020544417722000 | - | - | - | - | |
| 0014697635428000 | - | - | - | - | |
| 0012531083517000 | - | - | - | - | |
| 0024351520722000 | - | - | - | - | |
| 0030142319722000 | - | - | - | - | |
| 0724874979722000 | - | - | - | - | |
| 0030727291722000 | - | - | - | - | |
CV Dafa Rizky Anur | 0032073298728000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Review Masterplan Drainase Kota Samarinda
Uraian Pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa pada pekerjaan Review Masterplan
Drainase Kota Samarinda. Maksud dilaksanakannya pekerjaan ini adalah mengadakan Review
Masterplan Drainase Kota Samarinda adalah untuk meninjau kembali Dokumen Masterpalan
Drainase Kota Tahun 2014 dan menyusun kembali perencanaan Masterplan Drainase Kota
Samarinda 2024 yang lebih komprehensif dan terintegrasi dalam satuan wilayah drainase Kota
Samarinda, untuk mengatasi masalah kawasan rawan banjir, genangan, dan daerah yang
terdampak limpasan pasang surut sungai Mahakam, dengan paradigma baru drainase yang
berwawasan lingkungan dan berkelajutan. Sesuai dengan ruang lingkupnya konsultan maka
program kerja untuk pekerjaan ini dapat diuraikan pada bagian – bagian sebagai berikut :
1. Mobilisasi Personil
Setelah konsultan perencanaan ditunjuk untuk menangani pekerjaan ini, segera dilakukan
mobilisasi yang meliputi mobilisasi personil inti serta peralatan yang diperlukan. Sedangkan
mobilisasi personil lainnya yang dilakukan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan serta
jadwal yang telah disusun. Pembahasan serta koordinasi dilakukan antara pihak konsultan
dengan pemberi tugas dalam hal ini adalah pengguna jasa serta penyedia. Selain itu disusun
pula rencana kerja terinci yang disetujui oleh pihak pemberi tugas. Adapun personil yang
ditugaskan dalam pekerjaan ini adalah Team Leader, Ahli Drainase/Hidraulika 1, Ahli
Drainase/Hidraulika 2, Ahli Perencanaan Wilayah/Kota, Ahli Hidrologi 1, Ahli Hidrologi 2,
Ahli Geodesi, Ahli Geoteknik, Ahli Bangunan Air/Struktur, Ahli RAB, dan Ahli Sosial
Ekonomi dengan masa pelaksanaan 240 hari kerja.
2. Pekerjaan Persiapan
Setelah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterima, maka Konsultan segera melakukan
pekerjaan ini. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah pekerjaan persiapan yang meliputi:
Proses Administrasi dan Kegiatan Koordinasi Proyek.
Mobilisasi Personil dan Peralatan serta Penyusunan Rencana Kerja
Pengumpulan Data Sekunder
Orientasi Lapangan dan Persiapan Survey
Review Hasil Identifikasi
Pembuatan Laporan Pendahuluan
3. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
(1) Kajian kesesuaian Masterplan Drainase Tahun 2014, dengan kondisi saat ini untuk
mengetahui permasalahan yang ada;
(2) Pengumpulan Peta, mengumpulkan data peta topografi, foto udara, peta digital
(Digital Elevation Model/DEM) dengan skala peta menyesuaikan yang ada misal
skala 1:50.000, skala 1:10.000 atau skala yang lebih besar;
(3) Melakukan inventarisasi sistem drainase Kota Samarinda, termasuk didalamnya
adalah bangunan pengendali banjir yang telah ada dan lokasi rencana bangunan
pengendali banjir yang diusulkan;
(4) Melakukan Desk Studi untuk mendiskusikan dan merumuskan konsep
pengembangan sistem drainase kota, berdasar kajian terdahulu, RTRW Kota
Samarinda, hasil inventarisasi lapangan dan temuan permasalahan yang ada;
(5) Melakukan Kajian/Analisa Hidrologi, dimulai dari pengumpulan data lapangan
mengenai banjir, genangan air. Mengunjungi dan memeriksa tempat-tempat
pengukuran debit banjir dan curah hujan. Menganalisis frekuensi banjir,
memperkirakan sedimen, limpasan air hujan dan erosi;
(6) Melakukan analisa Hidrolika, mengasumsi dasar hidrolika secara umum, misalnya
rencana dimensi saluran, kapasitas existing saluran dan dimensi bangunan
pelengkap;
(7) Melakukan pengukuran topografi sesuai dengan kebutuhan perencanaan awal (basic
design) saluran drainase utama serta titik-titik outlet drainase kawasan. Volume
pengukuran topografi (panjang saluran, luas peta situasi, pemasangan BM dan CP)
disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya kegiatan
(8) Melakukan investigasi geoteknik, Geoteknik dan Mekanika Tanah, mempelajari
peta geologi regional. Memperkirakan parameter perencanaan geoteknik, menilai
awal kesediaan bahan bangunan. Volume survei investigasi geoteknik (pengeboran
pondasi/tanah, sondir, test pit, uji lapangan dan uji laboratorium) disesuaikan dengan
Rencana Anggaran Biaya kegiatan;
(9) Perekayasaan Sistem Drainase, membuat garis besar perencanaan sistem drainsae
yang terbagi pada sub sistem drainase (sistem planning) pada skala peta topograsi
1:50.000 dan memperkirakan adanya bangunan pengendali banjir yang telah ada
(eksisting) dan rencana.
(10) Kajian Aspek Multisektor, sinergi dengan tata ruang dan tata guna lahan, sinergi
dengan rencana induk kota, sinergi dengan kebijakan Pemerintah Kota Samarinda,
Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat serta dalam mengendalikan dampak
lingkungan;
(11) Produk Akhir, gambar dasar (basic design), isi laporan rencana induk, arah trase
saluran, lokasi alternatif bangunan pelengkap, modul drainase kasar, luas daerah
tergenang dan daerah dikeringkan, program pelaksanaan, skala prioritas, perkiraan
biaya, prakelayakan untuk sosial, ekonomi dan teknis.
(12) Diharapkan Tingkat Ketelitian untuk teknis 60% dan ekonomi 70%;
4. Tahapan Rinci Kegiatan
A. Inventarisasi Kondisi Awal Sistem Drainase
1) Mengumpulkan Data
Data yang dikumpulkan antara lain adalah sebagai berikut:
a) Data spasial antara lain:
• studi-studi terkait.
• data rencana pengembangan kota.
• foto udara, atau citra satelit.
• peta topografi.
• peta tata guna lahan.
• peta jenis tanah.
• peta geologi.
• peta cekungan air tanah jika tersedia.
• peta jaringan drainase eksisting dan bangunan-bangunannya.
• peta arah aliran.
• lokasi genangan.
• Peta jaringan infrastruktur bawah tanah (air bersih, kabel telekomunikasi,
listrik, dll).
• penduduk dan kepadatan penduduk
b) Data hidrologi antara lain:
• daerah pengaliran sungai atau saluran.
• data stasiun klimatologi dan/atau stasiun penakar hujan.
• data debit sungai dan saluran.
• Data genangan (tinggi genangan, kedalaman, lama genangan, frekuensi
kejadian).
• data sumber air.
• data sedimentasi.
• data pasang surut.
• data fasilitas pemanenan air hujan: kolam, embung, waduk, sumur resapan,
biopori, bioretensi, dll.
c) Data hidrolika dan bangunan pelengkap antara lain:
• data dimensi saluran (panjang, lebar, kedalaman, bahan, tahun dibangun,
kemiringan dasar saluran dan kapasitas).
• data bangunan: pintu air, gorong-gorong, box culvert, stasiun pompa (jenis
bangunan, letak, tahun dibangun, dimensi, kapasitas, fungsi, saringan
sampah).
• Kondisi badan air penerima (elevasi permukaan air tertinggi, sedimentasi,
penyempitan).
d) Data sarana dan prasarana kota lainnya, antara lain:
• Gambar jaringan utilitas yang ada, jaringan listrik, jaringan air PDAM,
jaringan telpon, jaringan pipa gas (kalau ada).
• Gambar rencana pengembangan jaringan utilitas tersebut di atas.
e) Data lain:
• Harga bahan dan upah.
• Analisis harga satuan setempat.
• Data kerugian akibat genangan banjir.
2) Membuatuat peta pembagian sistem, sub-sistem drainase berdasarkan peta topografi
dan kondisi aktual di lapangan.
3) Menyususun besaran daerah pengaliran (catchment area) saluran, sungai, menjadi
sub-sub sistem daerah pengaliran.
4) Menghitung panjang saluran utama dan nama badan air penerimanya dari setiap
saluran yang ada.
5) Menginventarisir semua komponen sistem drainase, baik saluran maupun bangunan
pendukungnya, jika data tidak tersedia, ukur dimensi saluran dan/atau segmen
saluran, serta bangunan lainnya.
6) Melakukan cek lapangan untuk memastikan kondisi yang ada sesuai dengan data
7) Mencatat permasalahan utama yang terjadi pada masing-masing saluran, segmen
saluran dan bangunan lainya beserta foto kondisinya.
B. Kajian dan Analisis Drainase dan Konservasi Air
1) Analisis kondisi eksisting yaitu:
a. Analisis kapasitas sistem drainase eksisting: kapasitas saluran, segmen saluran,
dan bangunan pendukungnya.
b. Membandingkan analisis pada point a) dengan kapasitas rencana (awal); jika
kapasitas eksisting lebih besar atau sama dengan kapasitas awal, maka komponen
sistem drainase yang bersangkutan masih aman, sebaliknya perlu dilakukan
tindakan.
2) Analisis kebutuhan:
a. Menentukan rencana saluran sesuai topografi dan rencana tata guna lahan
dan/atau tata ruang. Dalam penataan jaringan saluran drainase diusahakan
sebanyak mungkin mengikuti pola eksisting dan alur alam. Mengembangkan
sistem gravitasi, sistem pompa hanya dipakai kalau tidak ada alternatif lain.
b. Menentukan kala ulang pada masing-masing saluran dan/atau segmen saluran
sesuai dengan klasifikasi kota dan orde saluran.
c. Menganalisis hujan kawasan dan intensitas hujan sesuai dengan kala ulang yang
diperlukan.
d. Menghitung debit rencana masing-masing saluran dan/atau segmen saluran
dengan metode yang sesuai, untuk sistem pompa dan/atau sistempolder perlu
dihitung hidrograf banjir.
e. Menganalisis perbedaan antara kebutuhan (point d) dan kondisi yang ada, apabila
kapasitas saluran existing lebih besar atau sama dengan debit rencana, maka
saluran yang ada dapat digunakan. Apabila saluran existing lebih kecil dari
rencana, maka saluran tersebut perlu ada tindakan atau alternatif pengendalian
peningkatan limpasan dari kondisi eksisting
f. Perhitungan yang dilakukan diarahkan untuk penurunan debit, dengan
mengimplementasikan fasilitas pemanenan air hujan. Jika dengan perhitungan ini
kapasitas saluran masih lebih kecil dari debit yang akan terjadi, baru dilakukan
peningkatan kapasitas.
3) Analisa Solusi
Dari peta genangan, kemudian dibuat beberapa alternatif pemecahan atau solusi dan
dipilih satu alternatif yang paling efisien dan efektif. Alternatif itu yang dijadikan
dasar untuk perencanaan detail dan penyusunan program tahunan.
5. Laporan Pekerjaan
Pelaporan Pekerjaan yang dibuat menyesuaikan standar pada panduan perencanaan, anatara
lain :
Rencana Mutu Kontrak
Paling lambat satu bulan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) dan sesudah
mengadakan persiapan, pengumpulan data, review hasil studi yang terdahulu
dan peninjauan lapangan, konsultan diminta untuk menyerahkan Laporan
Rencana Mutu Kontrak kepada Pengguna Jasa. Laporan menyesuaikan Format
dari Pengguna Jasa.
Laporan Pendahuluan
Paling lambat 1 (satu) bulan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) dan sesudah
mengadakan persiapan, pengumpulan data, review hasil studi yang terdahulu
dan peninjauan lapangan, konsultan diminta untuk menyerahkan Laporan
Pendahuluan kepada Pengguna Jasa.
Laporan pendahuluan yang diserahkan berisi :
a. Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh;
b. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya;
c. Jadwal kegiatan Penyedia Jasa;
d. Uraian Program Kerja, Rencana Tindak, Implementation Program,
Jadwal Pengerahan Personil, dll;
e. Metode Pelaksanaan untuk penanganan pekerjaan yang bersangkutan;
f. Permasalahan, hambatan dan temuan/fact and finding di lapangan;
g. Daftar Referensi, studi terdahulu yang ada korelasi terhadap pekerjaan
yang bersangkutan;
h. Hasil pengumpulan seluruh data yang dapat dikumpulkan oleh Konsultan;
i. Temuan-temuan awal dari Konsultan yang menyangkut baik masalah
teknis maupun non teknis.
Laporan Bulanan
Dibuat setiap bulannya untuk mengetahui kemajuan/ progres pekerjaan yang
selalu diasistensikan secara berkala kepada Pengawas dan Direksi Pekerjaan serta
diserahkan kepada Pengguna Jasa.
Laporan Interim
Pada awal bulan ke-4 (empat) sejak SPMK diterbitkan Penyedia Jasa
diwajibkan untuk menyerahkan Laporan Interim pekerjaan ini, yang isinya
memuat antara lain :
- Evaluasi kondisi eksisting drainase utama kota
- Perhitungan Hidrologi dan hidrolik
- Konsep Rencana induk sistem drainase
- Analisa pemilihan jenis bangunan drainase dan bangunan pelengkapnya
- Penyajian gambar-gambar perencanaan dasar (berdasar hasil Pengukuran
topografi sementara)
Laporan Topografi
Laporan yang menginformasikan, kondisi topografi, tanggal pengukuran, type
alat, nomor serinya dan keadaan cuaca harus dimasukkan pada buku ukur. Nama
patok profil, nama patok poligon, dan nama monumen harus jelas tertulis dalam
buku ukur sehingga tiap bagian dari pada pengukuran dengan mudah siap untuk
dicek. Seluruh alat ukur harus diteliti sebelum dan sesudah operasi, dibuktikan
dengan berita acara, yang dilampirkan dalam laporan.
Laporan Hidrologi
Laporan berisikan informasi data lapangan (primer dan sekunder) dari kondisi
hidrologi dan hidrometri daerah survey, meliputi : Data iklim dan curah hujan,
sistem tata air yang ada, pengukuran debit air, bekas banjir yang pernah terjadi,
contoh air, hasil pengukuran tinggi muka air, serta analisa perhitungan hidrologi
dan hidrometri, serta analisa pasang surut jika ada.
Laporan Geologi dan Mekanika Tanah
Laporan ini terdiri dari hasil analisa dan hasil penyelidikan tanah dan hasil uji
laoratorium terhadap sampel/contoh tanah, peta geologi Kota Samarindadengan
skala yang disesuaikan dari sumber yang digunakan, Peta geologi regional dan
lain-lain yang berhubungan dengna survey mekanika dan geologi.
Laporan Sosek
Laporan yang terdiri dari informasi mengenai kondisi sosial ekonomi yang
terdapat pada daerah studi yang digunakan sebagai pertimbangan dalam
penyusunan Masterplan Drainase Kota Samarinda. Laporan ini dilengkapi pula
dengan hasil questioner yang disebar dalam rangka pemetaan kondisi sosial
ekonomi masyarakat.
Laporan Inventarisasi kondisi Sistem drainase
Laporan mengiformasikan tentang referensi mengenai kondisi sistem drainase
utama Kota Samarinda.
Konsep Laporan Akhir (Draft Final Report)
Pada minggu pertama bulan ke - 8 (delapan) sejak SPMK diterbitkan penyedia
jasa menyerahkan Draft Final Report untuk didiskusikan bersama dengan
Direksi Pekerjaan. Berisikan hasil final penyusunan Masterplan Drainase Kota
Samarinda dan beberapa hasil gambar basic design saluran/bangunan
terpilih/prioritas.
Laporan Akhir
Laporan Akhir adalah hasil perbaikan dari Konsep Laporan Akhir (Draft Final
Report) yang terlah dipresentasikan dan memperoleh masukan dan persetujuan
dari Direksi Pekerjaan.
Laporan Ex-Summary
Laporan rangkuman dari seluruh laporan yang dibuat oleh penyedia jasa terkait
penyusunan Review Masterplan Drainase Kota Samarinda.
Photo dan Video Dokumentasi
Foto dokumentasi berupa file dan hasil foto yang dicetak pada studio foto dan
bukan berupa hasil cetak printer, pada foto dokumentasi ini haruslah mewakili
segala kegiatan konsultan baik dilapangan maupun dikantor. Hasil Video berupa
file hasil kegiatan survey, presenstasi dan kegiatan lainnya terkait perencanan
studi.
Penggadaan Gambar
Gambar terdiri dari Album gambar ukuran A3 lengkap terhadap hasil
perencanaan dasar yang dibuat lalu di gandakan dalam 2 bentuk yaitu ukuran A3.
Leaflet
Leaflet merupakan hasil rangkuman yang dibuat dalam bentuk selebaran yang
memuat seluruh informasi hasil perencanaan.
External Hardisk, Media penyimpanan data dengan kapasitas 1 TB.
Roll Banner, Berisikan infomasi kegiatan hasil perencanaan yang dibuat sebagai
alat penyampai informasi kepada publik