| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0417307196127000 | Rp 374,663,349 | - | |
Jogi Pratama Makmur | 09*3**3****21**0 | Rp 373,830,251 | Peralatan yang disampaikan adalah water tanker (mobil tangki air) tidak sesuai dengan BAB. IV Lembar Data Pemilihan (LDP) |
Lazor Jaya Kontruksi | 03*1**0****21**0 | Rp 320,562,200 | Surat Perjanjian Sewa Peralatan tidak benar berdasarkan hasil klarifikasi terhadap perusahaan pemberi dukungan |
| 0812335545124000 | - | - | |
| 0951112903121000 | Rp 371,855,429 | Perhitungan Kebutuhan Bahan Tidak Benar pada uraian pekerjaan Perancah bekisting lantai menggunakan bambu ø 8-10 cm : 1. Bambu ø 8 cm -10 cm, panjang 4 m* 2. Paku 5 cm dan 7 cm 3. Tambang ijuk atau plastik | |
| 0763668522124000 | Rp 397,774,009 | - | |
| 0769438078121000 | Rp 375,818,953 | Pengalaman pelaksana yg disampaikan hanya 1 tahun tidak sesuai dengan BAB IV. Lembar Data Pemilihan (LDP) | |
| 0931153142121000 | Rp 328,512,854 | 1. Tidak menyampaikan bukti kepemilikan peralatan 2. Tidak menyampaikan daftar riwayat pengalaman kerja atau referensi kerja personil | |
Eben Ezer | 0210027009127000 | - | - |
| 0437097298125000 | - | - | |
| 0312977366127000 | - | - | |
| 0029318334128000 | - | - | |
| 0022599435127000 | - | - | |
| 0720619535127000 | - | - | |
CV Baratama Cipta Marsada | 06*5**9****25**0 | - | - |
| 0532867041121000 | - | - | |
| 0436205645127000 | - | - | |
| 0421636226121000 | - | - | |
| 0858906928128000 | - | - | |
| 0022598130127000 | - | - | |
| 0016515835122000 | - | - | |
| 0763876570121000 | - | - | |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
:
Kegiatan
REHABILITASI JARINGAN IRIGASI DI. HAIRI (DAK)
A. DESKRIPSI PROYEK
1. Pengguna jasa : Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kab. Samosir
2. Lokasi Proyek : Kec. Nainggolan, Kab. Samosir
3. Waktu Pelaksanaan : 130 hari kalender
B. MANAGEMENT PROYEK
Dalam struktur proyek “Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Hairi (DAK)“ ini pelaksanaan proyek dikelola
oleh suatu team manajemen yang keseluruhannya dipimpin oleh Kepala Proyek, dibantu oleh beberapa tenaga
staff engineer bidang teknik sesuai kebutuhan. Dan setiap unit kerja diberikan job description sebagai panduan
mereka dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing. Sarana sistem pengendalian merupakan
sesuatu yang sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan pekerjaan. Sebelum pekerjaan
dimulai segala sesuatu yang ada kaitannya dengan pengendalian dipersiapkan dan dituangkan dalam bentuk
daftar-daftar dan check list pengendalian yang mengacu pada jadwal pelaksanaan pekerjaan inti (disesuaikan
dengan Time schedule yang dibuat). Program utama yang telah dituangkan di dalam Time Schedule, di
lapangan dijabarkan lagi secara lebih rinci menjadi program-program bulanan, program mingguan dan program
harian yang realisasinya dipantau/dimonitor dengan formulir-formulir pelaporan kegiatan pekerjaan:
Untuk pelaksanaan pekerjaan, dibuat metode kerja yang rinciannya dilengkapi dengan shop drawing dan
disetujui oleh direksi lapangan yang mudah dibaca dan dimengerti oleh setiap petugas yang terlibat di dalam
pelaksanaan pekerjaan tersebut.Dengan sarana-sarana tersebut di atas sasaran kerja dan mutu proyek dapat
dicapai seperti yang diharapkan.
1. Pemilihan peralatan yang tepat, baik (disesuaikan dengan hasil kalibrasi alat) dari segi jenis, jumlah
maupun kapasitas serta sesuai dengan kondisi lapangan serta dikelola dengan tepat, akan menjamin
tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan, yakni tepat mutu, waktu dan biaya serta effisien.
2. Kebutuhan peralatan suatu pekerjaan harus dievaluasi dari lingkup pekerjaan yang diberikan. Masing-
masing item pekerjaan dilengkapi peralatannya, bila ada pekerjaan pemadatan tanah, maka dipersiapkan
mesin pemadat dengan jenis mesin yang disesuaikan dengan kebutuhannya dan juga untuk menjaga
berkesinambungan kerja alat agar tetap dapat bekerja dengan baik maka dalam periode-periode tertentu
dilaksanakan servise periodic (disesuaikan dengan alatnya) agar pelaksanaan kerja dilapangan tidak
terganggu.
3. Tenaga kerja yang diperlukan dalam penanganan satu proyek akan ditentukan dengan kualifikasi
konstruksi bangunan. Tenaga-tenaga ahli yang terampil dalam bidangnya, akan memperlancar sukses
tidaknya suatu pekerjaan. Pembentukan satu team pengelolaan proyek dipimpin oleh Manager Proyek yang
dibantu oleh Site Manager, yang berfungsi penuh untuk mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan di
lapangan termasuk tenaga-tenaga ahli engineer yang diperlukan. Tenaga operasional lapangan yang terdiri
dari pelaksana, supervisor, mekanik, pembantu pelaksana dan pekerja dipilih dan disesuaikan dengan
kebutuhan tiap-tiap item pekerjaan di lapangan. Dengan hasil pembentukan satu team work yang baik,
maka sistematis kerja akan berjalan dengan lancar yang memuaskan. Dengan hasil terjun langsung
menangani pekerjaan ini merupakan tenaga yang terlatih, berpengalaman pada bidangnya dan terbina
dengan baik. Untuk tenaga pembantu jumlah tenaga yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhannya.
Dalam penyelesaian secara keseluruhan proyek ini banyak pekerjaan lain yang kegiatannya akan saling
berkaitan dengan pekerjaan inti oleh sebab itu diperlukan adanya koordinasi dan terpadu untuk
menghindari terjadinya hambatan yang tidak diinginkan. Dengan koordinasi yang baik, masing-masing
pekerjaan dapat diselesaikan dengan prosedur yang telah ditetapkan.
4. Pada schedule pelaksanaan pekerjaan,terlihat jangka waktu pelaksanaan masing-masing item pekerjaan
dimana bagian yang satu harus sudah menyelesaikan pekerjaan pada waktu yang telah ditentukan, agar
pihak yang lain dapat memulai kegiatan sesuai dengan waktu yang ditentukan pula, sehingga penyelesaian
proyek secara keseluruhan akan dapat dicapai sesuai dengan schedule yang telah dibuat.
C. STRATEGI PELAKSANAAN
Hal yang paling penting untuk menentukan waktu pelaksanaan suatu pekerjaan agar sesuai dengan waktu
pelaksanaan yang telah diberikan oleh pemberi tugas, adalah mempelajari secara cermat dan teliti item-item
pekerjaan yang diajukan dengan mengevaluasi kebutuhan waktu pelaksanaan setiap item. Apabila waktu yang
diberikan tidak mencukupi atau khawatir akan adanya kendala di lapangan yang mengakibatkan target waktu
yang direncanakan akan meleset dari waktu yang telah ditentukan, perlu dipelajari (diperhatikan kemungkinan)
adanya lingkup pekerjaan yang dapat dikerjakan secara bersamaan tanpa harus menunggu penyelesaian
pekerjaan item per item dari masing-masing lingkup pekerjaan.
Strategi dari sistim management lapangan yang dilakukan adalah dengan menerapkan kontrol terhadap tiap
item pekerjaan terutama terhadap critical path yang ada. Dengan mengawasi secara ketat terhadap critcal path
serta melakukan berbagai persiapan yang dapatmengakomodasi kemungkinan terjadinya stagnasi yang terjadi
maka diharapkan setiap item pekerjaan dapat terlaksana tepat pada waktunya.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tersedianya tenaga yang trampil dan berkemampuan baik
dibidangnya. Hal ini diperlukan agar mutu pekerjaan dapat terjaga dengan baik.
Dengan strategi yang cermat maka pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan dapat selesai sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan.
D. STRATEGI PENCAPAIAN HASIL
Setiap kita melaksanakan suatu pekerjaan hal yang pertama kita pikirkan adalah bagaimana strategi dan
sasaran kita untuk mendapatkan hasil kerja yang baik dan keuntungan yang optimal tanpa harus mengurangi
mutu suatu pekerjaan, oleh karena itu strategi yang kita buat disini adalah dengan mengatur urutan-urutan kerja
secara sistematis.
1. Setiap personil harus disiplin dalam menjalankan tugasnya masing-masing dan harus paham dengan Time
schedule yang dibuat.
2. Dalam Pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknik tinggi serta material kualitas tinggi, diperlukan
pengawasan yang baik dan cermat. Oleh karena itu dalam strategi pelaksanaan ini koordinasi antar satuan
unit kerja haruslah benar-benar baik.
3. Untuk menjamin agar memperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang dipersyaratkan, maka
haruslah dilakukan pemeriksaan secara teratur baik terhadap bahan yang digunakan maupun terhadap cara
pelaksanaan pekerjaan. Dengan sendirinya untuk itu perlu dilakukan pemilihan/seleksi terhadap tenaga
kerja serta pemeliharaan secara teratur terhadap alat-alat dan perlengkapan kerja lainnya yang digunakan
dalam pelaksanaan pekerjaan.
Para pekerja diamati cara kerjanya apakah betul atau salah, sudah sesuai prosedur atau belum, selain itu
juga dilihat hasil kerjanya baik dari segi kapasitas, mutu dan waktu yang telah diprogramkan, jika memang
diperlukan dapat dilakukan penggantian tenaga kerja yang lebih baik dan sesuai kebutuhan Pekerjaan.
4. Pengaturan yang cermat sangat diperlukan agar aktivitas proyek tidak mengganggu lingkungan sekitarnya.
Pembuangan bahan-bahan bekas dan sisa air kerja diatur agar tidak mencemari lingkungan. Pelaksanaan
pekerjaan direncanakan dengan cermat dan teliti agar tidak mengganggu dan merusak bangunan sekitarnya.
Adanya suatu proyek pada umumnya akan menimbulkan masalah sosial terhadap lingkungan sekitarnya,
akibat banyaknya pihak dan pekerja yang terlibat di dalamnya. Hal-hal di atas perlu diamati dan dicermati
agar pelaksanaan proyek tetap berjalan lancar dan efek-efek negatif terhadap lingkungan baik bersifat sosial
maupun teknis dapat dihindari atau dikurangi seminimal mungkin.
E. PENGENDALIAN MUTU
Dalam pelaksanaannya dilapangan agar strategi pencapaian hasil dapat berjalan lebih optimal maka
diperlukan pengendalian mutu yang tepat.
Pengedalian ini diperlukan untuk mengantisipasi sendiri mungkin kuantitas maupun kualitas pekerjaan
sudah terlaksana sebagaimana yang diinginkan sesuai spesifikasi yang diisyaratkan.
Adapun yang perlu diperhatikan dalam pengendalian mutu ini adalah sebagai berikut:
1. Pengadaan Staf personil
Staf personil yang menangani pekerjaan ditempatkan orang-orang yang sudah berpengalaman susuai
bidangnya masing-masing
2. Pengadaan Peralatan Kerja
Pengadaan peralatan kerja disesuaikan menurut kebutuhannya dilapangan setiap pekerjaan yang
menggunakan peralatan yang diisyaratkan, sudah harus dimobilisasi sebelum pekerjaan dimulai. Hal ini
sangat perlu agar pekerjaan dapat terlaksana sesuai dengan rencana kerja dan mutu pekerjaan sesuai
spesifikasi yang diisyaratkan dapat terpenuhi
3. Pengadaan material/bahan-bahan kerja
Salah satu hal yang sangat penting diperhatikan adalah pengadaan material/bahan-bahan kerja. Pengadaan
material/bahan-bahan kerja disesuaikan dengan item pekerjaan yang akan dilaksanakan baik kuantitas
maupun kualitas.
4. Evaluasi pelaksanaan pekerjaan
Untuk mengetahui hasil pelaksanaan pekerjaan, maka setiap minggu diadakan rapat evaluasi terhadap hasil
pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Dalam rapat evaluasi ini yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
a. Mengevalusi kemajuan fisik terhadap time shedule yang ada
b. Mengevaluasi terhadap mutu pekerjaan yang sudah terlaksana bila diperlukan
c. Mengevaluasi terhadap material/bahan-bahan yang diperlukan
d. Evaluasi terhadap peralatan kerja yang dibutuhkan
e. Evaluasi terhadap tenaga kerja
F. PELAPORAN
Pada kegiatan pelaksanaan pekerjaan dilapangan kontraktor mempersiapkan laporan sebagai berikut:
1. Laporan Harian
Laporan harian merupakan penyusunan seluruh isian formulir standard. Laporan harian yang berisikan
antara lain: jenis pekerjaan, tenaga kerja, peralatan yang digunakan, kondisi cuaca dan permasalahan yang
timbul
2. Laporan Mingguan
Laporan mingguan merupakan rekapitulasi dari laporan harian yang isinya antara lain: rencana kerja dan
realisasi progres fisik pekerjaan setiap minggu, rencana kegiatan untuk minggu berikutnya.
3. Laporan Bulanan
Laporan bulanan merupakan rekapitulasi laporan mingguan yang isinya antara lain: rencana kerja dan
realisasi progres fisik serta yang berkaitan dengan bahan dan rencana kegiatan bulan berikutnya.
G. ADMINISTRASI PROYEK
Untuk mendukung administrasi proyek kontraktor membuat arsip surat-menyurat, dokumen-dokumen
kontrak, laporan-lapran, foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dan lain-lain yang dianggap perlu yang
berhubungan dengan administrasi proyek
H. METODE KERJA PELAKSANAAN
1. Umum
Dalam rangka penanganan “ Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Hairi (DAK)” akan dilaksanakan
mengikuti ketentuan-ketentuan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Pengaturan yang cermat dan
tepat sangat diperlukan agar setiap aktivitas pelaksanaan proyek tidak mengganggu pada daerah lingkungan
disekitarnya, termasuk pola tanam dan tertib tanam disekitar DI. Hairi serta cara memikul dan penempatan
bahan ke lokasi pekerjaan.
Hal ini sangat perlu dicermati guna menunjang pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan lancar.Untuk
mendukung kelancaran ini diperlukan suatu penanganan dengan management proyek yang baik. Dalam
mendukung management proyek yang baik inilah diperlukan para tenaga ahli profesional yang sudah
berpengalaman.
2. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan diperlukan guna menunjang pekerjaan utama, mempersiapkan lapangan dan
sumber daya yang dibutuhkan agar proses kerja pekerjaan utama berjalan dengan lancar, dilaksanakan
setelah kontraktor mendapat Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Pemilik Proyek. Adapun pekerjaan
Persiapan ini meliputi:
a. Papan Informasi Nama Proyek
Papan nama proyek berisikan informasi umum mengenai paket pekerjaan yang akan dilaksanakan
sehingga informasi umum bersifat transparansi dan mudah dibaca
b. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
Pekerja harus dilengkapi alat Pelindung
3. Pelaksanaan Pekerjaan
Pelaksanaan Pekerjaan kami susun dalam satu metodologi yang terpadu antara satu pekerjaan yang
satu dan pekerjaan yang lainnya serta Persiapan alat-alat yang diperlukan guna menunjang pekerjaan
ini,Selain metodologi kami juga mempersiapkan lapangan dan sumber daya yang dibutuhkan agar proses
kerja pekerjaan utama berjalan dengan lancar, dilaksanakan setelah kontraktor mendapat Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) dari Pemilik Proyek.
Pekerjaan saluran akan dimulai dengan melakukan pengukuran situasi dan elevasi dasar saluran,
khususnya outlet dari existing saluran untuk menentukan ketinggian (arah dan kelandaian) saluran rencana
dengan menggunakan titik ikat yang disetujui dan diikuti dengan pemasangan patok serta profil kemiringan
galian.
I. PEKERJAAN BENDUNG
II. PEKERJAAN SALURAN PASANGAN BATU
Pekerjaan saluran pada paket pekerjaan ini meliputi :
Pembuangan genangan air dilakukan selama pelaksanaan pekerjaan seperti kisdam, saluran, drainase
dari genangan atau bangunan sementara yang lain. Pada saat pembuangan air dilaksanakan. Kami
akan memasang, mengerjakan, mengoperasikan dan memelihara semua pipa, pompa dan peralatan
lain yang diperlukan untuk membuang air bermacam- macam pekerjaan dan untuk memelihara dasar
pondasi serta bagian pekerjaan yang lain agar bebas dari air dan pekerjaan konstruksi sesuai dengan
syarat-syarat. Penyedia Jasa bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan akibat banjir/luapan air
atau kegagalan pembuangan air atau pekerjaan pangamanan atas biaya kami.
Semua sistim pengeringan sementara seperti kisdam, tanggul-tanggul atau pembuangan air sementara
yang lain harus segera dibongkar atau diratakan pada saat pekerjaan telah selesai atau jika ditentukan
lain sehingga kelihatan baik dan tidak mengganggu kelancaran pekerjaan saluran dan bangunan-
bangunan yang berhubungan dengan pembuangan atau parit alam, dan disetujui oleh Direksi
Pekerjaan. Cara pembuangan air yang dilakukan oleh Penyedia Jasa harus mendapat persetujuan
Direksi, kecuali lebih jauh sebagaimana disetujui atau diijinkan oleh Direksi untuk pekerjaan
pembuangan air tidak akan mengganggu jalanannya air yang dibutuhkan untuk pengairan yang ada
baik permanen atau semi permanen selama masih diperlukan.
1. Bongkaran Bangunan Lama
Pekerjaan saluran ini dimulai dari pembongkaran bangunan lama (rusak) yang tidak berfungsi lagi,
dan digali sesuai dengan ukuran gambar yang direncanakan mengikuti aturan pembangunan saluran
agar saluran setelah dibangun dapat mengalirkan air sebagaimana fungsinya saluran.
2. Pekerjaan Galian Tanah
Pekerjaan ini merupakan galian tanah untuk pondasi bangunan,dinding penahan tanah dan drainase.
Penggalian dilakukan sesui dimensi yang telah ditentukan mengikuti patok bow plank yang sudan
dipasang. Semua sisa-sisa hasil galian akan dibuang ke tempat disposal aera yang telan ditentukan agar
tidak mengganggu pekerjaan selanjutnya. Pekerjaan ini juga meliputi pembuatan parit alam sesuai
dengan item pekerjaan yang tertuang dalam dokumen kontrak. Selama pekerjaan galian, lereng
sementara yang dinilai stabil dan mampu menahan pekerjaan, struktur atau mesin disekitarnya harus
dipertahankan sepanjang waktu. Kami juga bertanggungjawab untuk memperoleh informasi tentang
keberadaan dan lokasi utilitas bawah tanah dan untuk memperoleh setiap ijin atau wewenang lainnya
yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pekerjaan galian tanah dimaksud, dengan volume galian
tanah 72,61 m3
3. Pekerjaan Pasangan Batu dengan Mortar Type N (setara dengan campuran 1 PC : 4 PP)
Pekerjaan ini harus mencakup pembuatan struktur yang ditunjukkan dalam gambar atau seperti yang
diperintahkan Direksi Pekerjaan, yang dibuat dari Pasangan Batu. Pekerjaan harus meliputi
pemasokan semua bahan, galian, penyiapan pondasi dan seluruh pekerjaan yang diperlukan
untukmenyelesaikan struktur sesuai dengan spesifikasi dan memenuhi garis, ketinggian, potongan dan
dimensi seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau sebagaimana yang diperintahkan secara tertulis
oleh direksi pekerjaan.
Setelah pekerjaan galian tanah selesai dilaksanakan, maka dimulailah pekerjaan pemasangan batu kali
dengan material Batu Gunung / Batu kali, Semen PC, Pasir Pasangan, Air dan Concrete Mixer sudah
harus on site di lokasi yang akan dikerjakan. Adukan untuk spesi digunakan campuran 1 PC
berbanding 4 Pasir jadi didalam pengadukan harus benar-benar merata aduknya sehingga tidak terjadi
kelemahan disuasi sisi spesi nantinya. Adukan yang akan dipasang harus mendapat persetujuan
Direksi dan dibuatkan bak takaran agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan semen. Air yang
digunakan harus air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang merusak ikatan semen.
Pencampuran material dilakukan dengan Concrete Mixer.
Material batu kali yang dipergunakan adalah material yang baik dan keras dengan ukuran
diameter 10-15 Cm atau 15 – 20
Spasi/adukan yang dipergunakan untuk pasangan batu kali adalah adukan/spasi dengan
campuran 1 Pc: 4 Ps
4. Pekerjaan Pasangan Batu dari Bekas Bongkaran Pasangan Batu Lama (camp. 1 PC : 4)
Pekerjaan ini sama dengan pekerjaan point 3 namun material batu yang dipergunakan adalah bekas
bongkaran pasangan lama, dalam hal ini batu bekas bongkaran harus bersih dari lumpur dan bekas
spasi Semen Portland.
Material batu kali yang dipergunakan adalah material bekas bongkaran pasangan lama
Spasi/adukan yang dipergunakan untuk pasangan batu kali adalah adukan/spasi dengan
campuran 1 Pc: 4 Ps
5. Pekerjaan Lantai Beton Cor K175
Setelah selesai dikerjakan pekerjaan pasangan batu belah 1:4, dilanjutkan dengan Pekerjaan Lantai
Beton Cor 1:3:5 dengan menggunakan material Semen PC, Batu Pecah, Pasir Beton, Air, Concrete
Mixer danConcrete Vibrator sudah harus on site di lokasi yang akan dikerjakan. Pencampuran
material juga dilakukan dengan Concrete Mixer dengan memperhatikan permukaan sebelah dalam
dari antara dinding saluran yang dipasang dengan pasangan batu belah 1:4 harus sudah
dibersihkan dari bahan-bahan lepas dan kotoran-kotoran yang ada. Selama pengecoran beton harus
dipadatkan dengan alat pemadat (Concrete Vibrator). Ketelitian dalam hal pemadatan perlu
diperhatikan agar supaya sudut-sudut, sela-sela diantara terisi dan disekeliling terpenuhi. Semua
rongga-rongga / gelembung udara tidak boleh terjadi pada pemadatan. Harus diperhatikan agar
penggetaran / pemadatan tidak terlalu lama yang dapat mengakibatkan pemisahan bahan-bahan
(segregation). Permukaan beton yang sudah di cor harus diusahakan tetap dalam keadaan lembab,
dengan cara menutupinya dengan karung-karung basah atau menggenangi dengan air paling
lambat 2 minggu. Penjelasan dan kedudukan dari tempat sambungan-sambungan cor harus
diserahkan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan sebelum mulai dengan pengecoran.
Tempat sambungan harus ditempatkan sedemikian rupa, sehingga pengaruh dari penyusutan dan
suhu sangat diperkecil. Dimana pekerjaan beton panjang atau luas dan menurut Direksi
pelaksanaannya lebih praktis, maka Penyedia Jasa harus mengatur rencana pelaksanaan
sedemikian rupa, sehingga sebelum beton baru dicorkan menyambung yang lama, beton sudah
berumur 4 minggu.
Sambungan cor harus rapat air, dan harus dibentuk dalam garis-garis lurus dengan acuan yang
kaku tegak lurus pada garis tegangan pokok dan sejauh mungkin dapat dilaksanakan, pada tempat
gaya lintang/ geser yang terkecil. Sambungan itu merupakan jenis pertemuan biasa, kecuali jika
jenis lain dikehendaki oleh Direksi. Sebelum yang baru dicor disamping beton yang sudah
mengeras, beton yang lama harus dibersihkan dari batuan diatas seluruh penampangnya dan
meninggalkan permukaan kasar yang bersih serta bebas dari buih semen
6. Pekerjaan Plesteran 1:2
Pekerjaan Plesteran 1:2 dilaksanakan setelah pekerjaan lantai beton Cor 1:3:5 dengan memakai
material Semen PC, Pasir Pasangan dan Air sudah harus on site di lokasi yang akan dikerjakan.
Untuk plesteran pasangan batu, perbandingan campuran antara semen danpasir satu berbanding
dua ( 1 : 2 ). Semua bagian yang akan diplesteran harus bersih dari kotoran dan disiram dengan air.
Selama proses pengeringan plesteran harus disiram air agar tidak terjadi retak-retak akibat proses
pengeringan yang terlalu cepat. Pencampuran material dilakukan dengan Concrete Mixer.
7. Urugan Tanah Kembali
Pekerjaan akhir dari pembangunan saluran ini adalah pekerjaan pengurukan tanah kembali yang
bertujuan untuk menutup rongga-rongga dari sisi saluran sebelah luar. Material Timbunan berasal
dari hasil galian tanah dan timbunan tanah dari luar. Timbunan Tanah dilaksanakan sesuai dengan
garis rencana dan tingkatan yang tertera dalam gambar rencana. Timbunan dilaksanakan lapis
demi lapis sehingga kepadatannya dapat semaksimal mungkin. Pemadatan timbunan tanah
menggunakan Vibrator Roller secara merata di seluruh areal timbunan.
III.PEKERJAAN PINTU BAGI
Dalam pelaksanaan pekerjaan pintu bagi ini elevasi daun pintu bawah harus sama dengan elevasi
saluran induk agar distribusi air ke saluran yang dibagi lancar, dan semua bahan pintu disesuaikan
dengan Standard Nasional Indonesia (SNI).
IV. PEMBERSIHAN AKHIR
- Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan, sepanjang jalan pada lokasi pekerjaan dibersihkan dari
kotoran-kotoran dan sisa-sisa bahan yang tidak diperlukan lagi.
- Setiap kotoran dan sisa bahan yang tidak dipakai dikumpulkan, kemudian diangkut dan dibuang
ketempat disposal area yang telah ditentukan.
STRUKTUR ORGANISASI LAPANGAN DAN
TUGAS POKOK PERSONIL INTI
PROYEK :
REHABILITASI JARINGAN IRIGASI D.I HAIRI (DAK )
SITE MANAGER
ADMINISTRASI KEUANGAN
PELAKSANA
JURU UKUR QUANTITY BENDUNG DRAFTMAN
MANDOR/TUKANG PASANG BATU/PEKERJA
1. SITE MANAGER/PELAKSANA IRIGASI
TUGAS SEBAGAI SITE MANAGER
Site Manager bertanggungjawab pada pelaksanaan pembangunan keseluruhan baik
biaya, waktu dan mutu, tugas Site Manager dapat diberikan dalam beberapa bagian :
I. Tugas Perencanaan
a) Merencanakan “Time Schedule” pelaksanaan proyek sesuai dengan kewajiban
dari perusahaan terhadap pemilik proyek atau kepentingan perusahaan sendiri.
b) Merencanakan pemakaian bahan dan alat dan pekerjaan instalasi untuk setiap
proyek yang ditangani sesuai dengan volume dan waktu penggunaannnya.
II. Tugas dan controlling pengarahan
a) Memberikan instruksi pekerjaan dan pengarahan kepada pelaksana dalam
menunjang pelaksanaan proyek. Instruksi-instruksi pekerjaan secara umum
dapat diberikan secara lisan dan yang bersifat khusus dibukukan dalam buku
instruksi pengawas.
b) Mengadakan kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan instruksi-
instruksi yang diberikan baik segi teknis, kualitas pekerjaan, maupun time
schedulenya.
c) Mengadakan control disiplin kerja dari pelaksana-pelaksana proyek, mandor
maupun tenaga kerja sesuai dengan tugas, kewajiban dan wewenang masing-
masing.
III. Tugas-tugas komunikasi dan administrasi
a) Berkomunikasi dengan pemilik rumah atau direksi yang ditunjuk dalam segala
hal yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek untuk menunjang kewajiban
perusahaan dengan pemilik proyek, baik dalam waktu maupun kualitasnya.
Komunikasi ini juga meliputi pemilihan material, surat-menyurat, penyelesaian
klaim dan sebagain6ya.
b) Melaksanakan pekerjaan administrasi yang berkaitan dengan pekerjaan tambah
kurang. Dan diberikan ke Budget Control sepengetahuan Proyek Manager dan
disetujui oleh Direktur Proyek.
IV. Tugas Laporan
a) Membicarakan masalah-masalah khusus dan kesulitan-kesulitan teknis
dengan Proyek Manager.
b) Membuat laporan mingguan untuk Proyek Manager yang mencakup kegiatan
proyek, kesulitan-kesulitan proyek, dan hal-hal khusus yang perlu dilaporkan.
c) Membicarakan kesulitan-kesulitan, rencana detail bangunan dengan Proyek
Manager.
V. Tugas pengaturan tenaga
a) Mengatur penggunaan tenaga pekerja di proyek untuk menunjang rencana
Time Schedule.
b) Menyetujui dan menerima tenaga pelaksana, mandor, dan pekerja sesuai
dengan target dari kantor dan menugaskan sesuai dengan tujuan masing-
masing.
c) Mengusulkan hal-hal yang dapat menunjang pengarahan tenaga pelaksana
kepada Manager Proyek.
d) Memberikan data-data untuk perhitungan upah tenaga untuk dihitung oleh
Budget Control, mencheck ulang perhitungan upah untuk disetujui oleh Proyek
Manager dan Direktur Proyek.
TUGAS SEBAGAI PELAKSANA IRIGASI :
Menganalisis, menguasai gambar desain, sfesifikasi teknis saluran irigasi.
Membuat program kerja mingguan berdasarkan rencana kerja induk.
Melaksanakan persiapan lapangan sesuai lingkup pelaksanaan.
Mengadakan bimbingan teknis pada mitra kerja.
Melaksanakan pekerjaan saluran irigasi sesuai dengan shop drawing, spesifikasi
teknis, metode kerja dan K3
Membuat laporan mingguan, melakukan pemeriksaan dan memproses berita acara
kemajuan fisik pekerjaan sub kontraktor/mandor
Melakukan koordinasi kegiatan dengan pelaksanaan dengan mitra usaha di
lapangan.
2. ADMINISTRASI KEUANGAN
a) Mempersiapkan daftar biaya berkaitan dengan rancangan dalam bentuk batas biaya
dan target biaya untuk setiap bagian pekerjaan.
b) Menyelenggarakan system administrasi umum dan teknis dalam rangka
memperlancar pengelolaan proyek.
c) Membuat pembukuan arsip-arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek.
d) Pelaksanaan pengendalian biaya selama pelaksanaan proyek.
3. JURU GAMBAR / DRAFTMAN SIPIL
a) Menggambar/plot area, diagram profil, membuat draft gambar rincian bangunan,
instalasi, proyek konstruksi.
b) Mengaplikasikan sketsa kasar gambar, spesifikasi, dan tata teknik.
c) Mengidentifikasi symbol-simbol yang terdapat pada hasil survey topografi.
d) Menginput data topografi (hasil survey/rekayasa enjiner) untuk diproses menjadi
gambar/peta.
e) Menginformasikan kekurangan data gambar konstruksi untuk revisi gambar kepada
atasan langsung.
f) Menyelesaikan menduplikasikan, dan mendokumentasikan gambar sesuai dengan
alat bantu dan spesifikasi yang dibutuhkan.
4. QUANTITY
a) Mempelajari gambar dan spesifikasi untuk memperkirakan volume pada saat
pengajuan penawaran.
b) Menghutung hasil volume pekerjaan pada saat pengajuan pembayaran.
c) Melakukan pengukuran untuk pengambilan data.
d) Melakukan pengolahan data.
e) Menyajikan data.
f) Mempelajari gambar kerja (shop drawing).
g) Menyusun metode kerja pelaksanaan pengukuran (TOR).
h) Melakukan pengukuran dan pematokan (staking out) dilapangan sesuai gambar
kerja..
i) Menyajikan data pengukuran dari hasil pelaksanaan pekerjaan untuk keperluan as
built drawing.
5. JURU UKUR
a) Mengukur tugas pengukuran dan pemetaan situasi secara teristis.
b) Melakukan orientasi lapangan.
c) Menyiapkan alat ukur dan pemetaan.
d) Menyiapkan buku ukur, bahan dan alat untuk pembuatan benchmark serta patok
lapangan.
e) Mengukur kerangka horizontal dan vertical.
f) Menghitung koordinat dan tinggi patok-patok ukur (benchmark), kerangka
horizontal-vertikal.
g) Mengukur detail sutasi.
h) Memetakan kerangka horizontal-vertikal.
i) Menghitung data ukuran situasi.
j) Menyempurnakan buku ukur (pembuatan sketsa lapangan).
k) Menggambar peta situasi, sesuai skala peta.
l) Menyusun laporan.
6. TUKANG PASANG BATU
a) Menerapakan ketetuan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.
b) Mengawasi pekerjaan pasangan batu kali untuk pekerjaan saluran dan tembok
penahan tanah.
c) Mengawasi kemiringin saluran seperti yang telah tertuang dalam gambar shop
drawing.
d) Mengenal dan mengerti beberapa jenis bahan bangunan, termasuk peralatan
kerja, serta mengetahui cara menggunakan menajamkan alat, memeliharan dan
menyimpannya.
e) Mengerti membaca gambar konstruksi bangunan, serta dapat mengukur yang
disyaratkan dalam pekerjaan.
f) Menghitung volume bahan dan biaya yang dibutuhkan.
g) Mengerti cara mencampur bahan.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 28 October 2022 | ,Pengaspalan Jalan Temba, Desa Purba Sianjur, Kab. Humbang Hasundutan, Pakkat, Purba Sianjur | Kab. Humbang Hasundutan | Rp 1,000,000,000 |
| 2 September 2023 | Rehabilitasi Ruang Kelas Sd Negeri 21 Pasaran Parsaoran | Kab. Samosir | Rp 989,985,000 |
| 3 July 2024 | Pembangunan Laboratorium Komputer Sdn 177933 Manalu Purba | Kab. Humbang Hasundutan | Rp 264,000,000 |
| 28 June 2024 | Pembangunan Ruang Kelas Sdn 173493 Ambalo | Kab. Humbang Hasundutan | Rp 249,975,000 |
| 27 June 2024 | Penataan Halaman Smpn 1 Baktiraja | Kab. Humbang Hasundutan | Rp 199,980,000 |
| 27 June 2024 | Penataan Halaman Smpn 1 Parlilitan | Kab. Humbang Hasundutan | Rp 199,980,000 |
| 21 August 2025 | Pembangunan Toilet Upt Sd Negeri 152 Rura Aek Sopang | Kab. Humbang Hasundutan | Rp 145,200,000 |
| 20 August 2025 | Pembangunan Toilet Upt Sd Negeri 026 Silagalaga | Kab. Humbang Hasundutan | Rp 143,220,000 |
| 16 October 2025 | Pengaspalan Jalan Pangambatan Menuju Hkbp Sileang | Kab. Humbang Hasundutan | Rp 100,000,000 |