| 0868126467955000 | Rp 960,346,717 | |
| 0832419469122000 | Rp 961,179,522 | |
CV Axel Anugrah Mandiri | 03*5**6****25**0 | Rp 963,282,439 |
PT Putra Irian Cahaya | 0720451814955000 | - |
| 0629595844121000 | - | |
| 0396984171121000 | - | |
| 0810654053127000 | - | |
| 0942255191121000 | Rp 1,126,323,053 | |
| 0934069816121000 | Rp 1,195,756,013 | |
| 0940248719127000 | Rp 1,057,927,510 | |
CV Amanda Berkah Group | 05*6**1****11**0 | Rp 1,006,764,202 |
| 0741885628121000 | Rp 1,109,745,500 | |
| 0840341762121000 | - | |
| 0639618974111000 | Rp 1,115,053,464 | |
| 0315428003122000 | Rp 1,109,436,701 | |
| 0029318334128000 | Rp 1,075,529,870 | |
| 0614642783118000 | Rp 1,076,289,452 | |
| 0437097298125000 | Rp 1,051,104,159 | |
| 0940713555127000 | Rp 1,081,272,845 | |
| 0210137337127000 | - | |
| 0841655335127000 | - | |
| 0737823963127000 | - | |
| 0015976210113000 | - | |
| 0720619535127000 | - | |
| 0801845207121000 | - | |
| 0858906928128000 | - | |
CV Wirasena Mandiri | 00*8**4****21**0 | - |
CV Repiktra Apari | 00*7**2****21**0 | - |
| 0418637633128000 | - | |
| 0706852985127000 | - | |
CV Karya Nauli | 07*0**9****27**0 | - |
| 0016142861127000 | - | |
| 0020713855101000 | - | |
| 0945495216009000 | - | |
| 0502116197125000 | - | |
| 0021952452127000 | - | |
| 0391067741125000 | - | |
CV Bersinar Abadi Sentosa | 05*7**6****25**0 | - |
| 0812328565121000 | - | |
| 0026844522121000 | - | |
| 0417307196127000 | - | |
CV Asa Citra Persada | 05*4**6****15**0 | - |
| 0312320161127000 | - | |
Roy Abadi Sejahtera | 05*8**1****25**0 | - |
| 0923407225121000 | - | |
| 0532867041121000 | - | |
| 0725672810122000 | - | |
| 0311826366113000 | - | |
| 0819383357122000 | - | |
| 0316979129121000 | - | |
| 0824698211124000 | - | |
| 0313501744128000 | - | |
| 0924586092124000 | - | |
| 0631580149127000 | - | |
| 0016515835122000 | - | |
| 0969160498121000 | - | |
| 0012000790124000 | - | |
| 0210012449127000 | - | |
PT Silinduat Maju Jaya | 09*2**9****11**0 | - |
| 0941461493121000 | - | |
| 0029315173128000 | - | |
| 0022599435127000 | - | |
| 0421636226121000 | - | |
CV Gogona | 02*7**5****26**0 | - |
| 0022598130127000 | - | |
| 0314009697121000 | - | |
| 0024525263127000 | - | |
| 0941480212128000 | - | |
| 0026260281122000 | - | |
| 0412479651115000 | - | |
| 0421344649127000 | - | |
| 0018516435117000 | - | |
| 0664858743128000 | - | |
| 0947346896121000 | - | |
| 0769438078121000 | - | |
| 0836093211122000 | - | |
| 0312175920127000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
:
Kegiatan
Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Nainggolan Parhusip (DAK)
A. DESKRIPSI PROYEK
1. Pengguna jasa : Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kab. Samosir
2. Lokasi Proyek : Kec. Nainggolan, Kab. Samosir
3. Waktu Pelaksanaan : 150 hari kalender
B. MANAGEMENT PROYEK
Dalam struktur proyek “Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Nainggolan Parhusip (DAK)“ ini
pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu team manajemen yang keseluruhannya dipimpin oleh Kepala Proyek,
dibantu oleh beberapa tenaga staff engineer bidang teknik sesuai kebutuhan. Dan setiap unit kerja diberikan job
description sebagai panduan mereka dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing. Sarana sistem
pengendalian merupakan sesuatu yang sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan pekerjaan.
Sebelum pekerjaan dimulai segala sesuatu yang ada kaitannya dengan pengendalian dipersiapkan dan
dituangkan dalam bentuk daftar-daftar dan check list pengendalian yang mengacu pada jadwal pelaksanaan
pekerjaan inti (disesuaikan dengan Time schedule yang dibuat). Program utama yang telah dituangkan di dalam
Time Schedule, di lapangan dijabarkan lagi secara lebih rinci menjadi program-program bulanan, program
mingguan dan program harian yang realisasinya dipantau/dimonitor dengan formulir-formulir pelaporan
kegiatan pekerjaan:
Untuk pelaksanaan pekerjaan, dibuat metode kerja yang rinciannya dilengkapi dengan shop drawing dan
disetujui oleh direksi lapangan yang mudah dibaca dan dimengerti oleh setiap petugas yang terlibat di dalam
pelaksanaan pekerjaan tersebut.Dengan sarana-sarana tersebut di atas sasaran kerja dan mutu proyek dapat
dicapai seperti yang diharapkan.
1. Pemilihan peralatan yang tepat, baik (disesuaikan dengan hasil kalibrasi alat) dari segi jenis, jumlah
maupun kapasitas serta sesuai dengan kondisi lapangan serta dikelola dengan tepat, akan menjamin
tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan, yakni tepat mutu, waktu dan biaya serta effisien.
2. Kebutuhan peralatan suatu pekerjaan harus dievaluasi dari lingkup pekerjaan yang diberikan. Masing-
masing item pekerjaan dilengkapi peralatannya, bila ada pekerjaan pemadatan tanah, maka dipersiapkan
mesin pemadat dengan jenis mesin yang disesuaikan dengan kebutuhannya dan juga untuk menjaga
berkesinambungan kerja alat agar tetap dapat bekerja dengan baik maka dalam periode-periode tertentu
dilaksanakan servise periodic (disesuaikan dengan alatnya) agar pelaksanaan kerja dilapangan tidak
terganggu.
3. Tenaga kerja yang diperlukan dalam penanganan satu proyek akan ditentukan dengan kualifikasi
konstruksi bangunan. Tenaga-tenaga ahli yang terampil dalam bidangnya, akan memperlancar sukses
tidaknya suatu pekerjaan. Pembentukan satu team pengelolaan proyek dipimpin oleh Manager Proyek yang
dibantu oleh Site Manager, yang berfungsi penuh untuk mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan di
lapangan termasuk tenaga-tenaga ahli engineer yang diperlukan. Tenaga operasional lapangan yang terdiri
dari pelaksana, supervisor, mekanik, pembantu pelaksana dan pekerja dipilih dan disesuaikan dengan
kebutuhan tiap-tiap item pekerjaan di lapangan. Dengan hasil pembentukan satu team work yang baik,
maka sistematis kerja akan berjalan dengan lancar yang memuaskan. Dengan hasil terjun langsung
menangani pekerjaan ini merupakan tenaga yang terlatih, berpengalaman pada bidangnya dan terbina
dengan baik. Untuk tenaga pembantu jumlah tenaga yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhannya.
Dalam penyelesaian secara keseluruhan proyek ini banyak pekerjaan lain yang kegiatannya akan saling
berkaitan dengan pekerjaan inti oleh sebab itu diperlukan adanya koordinasi dan terpadu untuk
menghindari terjadinya hambatan yang tidak diinginkan. Dengan koordinasi yang baik, masing-masing
pekerjaan dapat diselesaikan dengan prosedur yang telah ditetapkan.
4. Pada schedule pelaksanaan pekerjaan,terlihat jangka waktu pelaksanaan masing-masing item pekerjaan
dimana bagian yang satu harus sudah menyelesaikan pekerjaan pada waktu yang telah ditentukan, agar
pihak yang lain dapat memulai kegiatan sesuai dengan waktu yang ditentukan pula, sehingga penyelesaian
proyek secara keseluruhan akan dapat dicapai sesuai dengan schedule yang telah dibuat.
C. STRATEGI PELAKSANAAN
Hal yang paling penting untuk menentukan waktu pelaksanaan suatu pekerjaan agar sesuai dengan waktu
pelaksanaan yang telah diberikan oleh pemberi tugas, adalah mempelajari secara cermat dan teliti item-item
pekerjaan yang diajukan dengan mengevaluasi kebutuhan waktu pelaksanaan setiap item. Apabila waktu yang
diberikan tidak mencukupi atau khawatir akan adanya kendala di lapangan yang mengakibatkan target waktu
yang direncanakan akan meleset dari waktu yang telah ditentukan, perlu dipelajari (diperhatikan kemungkinan)
adanya lingkup pekerjaan yang dapat dikerjakan secara bersamaan tanpa harus menunggu penyelesaian
pekerjaan item per item dari masing-masing lingkup pekerjaan.
Strategi dari sistim management lapangan yang dilakukan adalah dengan menerapkan kontrol terhadap tiap
item pekerjaan. Dengan mengawasi secara ketat serta melakukan berbagai persiapan yang dapatmengakomodasi
kemungkinan terjadinya stagnasi yang terjadi maka diharapkan setiap item pekerjaan dapat terlaksana tepat
pada waktunya.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tersedianya tenaga yang trampil dan berkemampuan baik
dibidangnya. Hal ini diperlukan agar mutu pekerjaan dapat terjaga dengan baik.
Dengan strategi yang cermat maka pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan dapat selesai sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan.
D. STRATEGI PENCAPAIAN HASIL
Setiap kita melaksanakan suatu pekerjaan hal yang pertama kita pikirkan adalah bagaimana strategi dan
sasaran kita untuk mendapatkan hasil kerja yang baik dan keuntungan yang optimal tanpa harus mengurangi
mutu suatu pekerjaan, oleh karena itu strategi yang kita buat disini adalah dengan mengatur urutan-urutan kerja
secara sistematis.
1. Setiap personil harus disiplin dalam menjalankan tugasnya masing-masing dan harus paham dengan Time
schedule yang dibuat.
2. Dalam Pelaksanaan pekerjaan yang memerlukan teknik tinggi serta material kualitas tinggi, diperlukan
pengawasan yang baik dan cermat. Oleh karena itu dalam strategi pelaksanaan ini koordinasi antar satuan
unit kerja haruslah benar-benar baik.
3. Untuk menjamin agar memperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang dipersyaratkan, maka
haruslah dilakukan pemeriksaan secara teratur baik terhadap bahan yang digunakan maupun terhadap cara
pelaksanaan pekerjaan. Dengan sendirinya untuk itu perlu dilakukan pemilihan/seleksi terhadap tenaga
kerja serta pemeliharaan secara teratur terhadap alat-alat dan perlengkapan kerja lainnya yang digunakan
dalam pelaksanaan pekerjaan.
Para pekerja diamati cara kerjanya apakah betul atau salah, sudah sesuai prosedur atau belum, selain itu
juga dilihat hasil kerjanya baik dari segi kapasitas, mutu dan waktu yang telah diprogramkan, jika memang
diperlukan dapat dilakukan penggantian tenaga kerja yang lebih baik dan sesuai kebutuhan Pekerjaan.
4. Pengaturan yang cermat sangat diperlukan agar aktivitas proyek tidak mengganggu lingkungan sekitarnya.
Pembuangan bahan-bahan bekas dan sisa air kerja diatur agar tidak mencemari lingkungan. Pelaksanaan
pekerjaan direncanakan dengan cermat dan teliti agar tidak mengganggu dan merusak bangunan sekitarnya.
Adanya suatu proyek pada umumnya akan menimbulkan masalah sosial terhadap lingkungan sekitarnya,
akibat banyaknya pihak dan pekerja yang terlibat di dalamnya. Hal-hal di atas perlu diamati dan dicermati
agar pelaksanaan proyek tetap berjalan lancar dan efek-efek negatif terhadap lingkungan baik bersifat sosial
maupun teknis dapat dihindari atau dikurangi seminimal mungkin.
E. PENGENDALIAN MUTU
Dalam pelaksanaannya dilapangan agar strategi pencapaian hasil dapat berjalan lebih optimal maka
diperlukan pengendalian mutu yang tepat.
Pengedalian ini diperlukan untuk mengantisipasi sendiri mungkin kuantitas maupun kualitas pekerjaan
sudah terlaksana sebagaimana yang diinginkan sesuai spesifikasi yang diisyaratkan.
Adapun yang perlu diperhatikan dalam pengendalian mutu ini adalah sebagai berikut:
1. Pengadaan Staf personil
Staf personil yang menangani pekerjaan ditempatkan orang-orang yang sudah berpengalaman susuai
bidangnya masing-masing
2. Pengadaan Peralatan Kerja
Pengadaan peralatan kerja disesuaikan menurut kebutuhannya dilapangan setiap pekerjaan yang
menggunakan peralatan yang diisyaratkan, sudah harus dimobilisasi sebelum pekerjaan dimulai. Hal ini
sangat perlu agar pekerjaan dapat terlaksana sesuai dengan rencana kerja dan mutu pekerjaan sesuai
spesifikasi yang diisyaratkan dapat terpenuhi
3. Pengadaan material/bahan-bahan kerja
Salah satu hal yang sangat penting diperhatikan adalah pengadaan material/bahan-bahan kerja. Pengadaan
material/bahan-bahan kerja disesuaikan dengan item pekerjaan yang akan dilaksanakan baik kuantitas
maupun kualitas.
4. Evaluasi pelaksanaan pekerjaan
Untuk mengetahui hasil pelaksanaan pekerjaan, maka setiap minggu diadakan rapat evaluasi terhadap hasil
pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Dalam rapat evaluasi ini yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
a. Mengevalusi kemajuan fisik terhadap time shedule yang ada
b. Mengevaluasi terhadap mutu pekerjaan yang sudah terlaksana bila diperlukan
c. Mengevaluasi terhadap material/bahan-bahan yang diperlukan
d. Evaluasi terhadap peralatan kerja yang dibutuhkan
e. Evaluasi terhadap tenaga kerja
F. PELAPORAN
Pada kegiatan pelaksanaan pekerjaan dilapangan kontraktor mempersiapkan laporan sebagai berikut:
1. Laporan Harian
Laporan harian merupakan penyusunan seluruh isian formulir standard. Laporan harian yang berisikan
antara lain: jenis pekerjaan, tenaga kerja, peralatan yang digunakan, kondisi cuaca dan permasalahan yang
timbul
2. Laporan Mingguan
Laporan mingguan merupakan rekapitulasi dari laporan harian yang isinya antara lain: rencana kerja dan
realisasi progres fisik pekerjaan setiap minggu, rencana kegiatan untuk minggu berikutnya.
3. Laporan Bulanan
Laporan bulanan merupakan rekapitulasi laporan mingguan yang isinya antara lain: rencana kerja dan
realisasi progres fisik serta yang berkaitan dengan bahan dan rencana kegiatan bulan berikutnya.
G. ADMINISTRASI PROYEK
Untuk mendukung administrasi proyek kontraktor membuat arsip surat-menyurat, dokumen-dokumen
kontrak, laporan-lapran, foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan dan lain-lain yang dianggap perlu yang
berhubungan dengan administrasi proyek
H. METODE KERJA PELAKSANAAN
1. Umum
Dalam rangka penanganan “ Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Nainggolan Parhusip (DAK)” akan
dilaksanakan mengikuti ketentuan-ketentuan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Pengaturan
yang cermat dan tepat sangat diperlukan agar setiap aktivitas pelaksanaan proyek tidak mengganggu pada
daerah lingkungan disekitarnya, termasuk pola tanam dan tertib tanam disekitar DI. Nainggolan Parhusip
serta cara memikul dan penempatan bahan ke lokasi pekerjaan.
Hal ini sangat perlu dicermati guna menunjang pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan lancar.Untuk
mendukung kelancaran ini diperlukan suatu penanganan dengan management proyek yang baik. Dalam
mendukung management proyek yang baik inilah diperlukan para tenaga ahli profesional yang sudah
berpengalaman.
2. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan diperlukan guna menunjang pekerjaan utama, mempersiapkan lapangan dan
sumber daya yang dibutuhkan agar proses kerja pekerjaan utama berjalan dengan lancar, dilaksanakan
setelah kontraktor mendapat Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Pemilik Proyek. Adapun pekerjaan
Persiapan ini meliputi:
a. Papan Informasi Nama Proyek
Papan nama proyek berisikan informasi umum mengenai paket pekerjaan yang akan dilaksanakan
sehingga informasi umum bersifat transparansi dan mudah dibaca
b. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
Pekerja harus dilengkapi alat Pelindung
c. Papan nama proyek
Papan nama proyek berisikan informasi umum mengenai paket pekerjaan yang akan dilaksanakan
sehingga informasi umum bersifat transparansi dan mudah dibaca
d. Pekerjan Mobilisasi dan Demobilisasi
Pekerjaan mobilisasi ini dilakukan untuk mobilisasi tenaga kerja, peralatan dan kebutuhan lainnya ke
lokasi proyek/lapangan dalam melaksanakan. Mobilisasi perlu suatu rencana yang matang dan sistem
koordinasi yang baik guna memperlancar dan mengoptimalkan kelancaran pelaksanaan proyek. Hal ini
sangat perlu, terutama dalam hal penyediaan tenaga kerja maupun peralatan yang dibutuhkan harus
disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan.
e. .Photo dokumentasi dan administrasi proyek
Kami akan melakukan dokumentasi serta admisnistrasi proyek dimulai dari awal pekerjaan, pada saat
pekerjaan berlangsung, dan pada saat pekerjaan terselesaikan.
3. Pelaksanaan Pekerjaan
Pelaksanaan Pekerjaan kami susun dalam satu metodologi yang terpadu antara satu pekerjaan yang
satu dan pekerjaan yang lainnya serta Persiapan alat-alat yang diperlukan guna menunjang pekerjaan
ini,Selain metodologi kami juga mempersiapkan lapangan dan sumber daya yang dibutuhkan agar proses
kerja pekerjaan utama berjalan dengan lancar, dilaksanakan setelah kontraktor mendapat Surat Perintah
Mulai Kerja (SPMK) dari Pemilik Proyek.
Pekerjaan saluran akan dimulai dengan melakukan pengukuran situasi dan elevasi dasar saluran,
khususnya outlet dari existing saluran untuk menentukan ketinggian (arah dan kelandaian) saluran rencana
dengan menggunakan titik ikat yang disetujui dan diikuti dengan pemasangan patok serta profil kemiringan
galian.
I. PEKERJAAN SALURAN DAN REHAB BENDUNG
1 Penggalian 1 m3 Tanah Biasa Sedalam s.d. 1 m Untuk Volume s.d. 200 m3 dalam 1 lokasi
2 Bongkaran pasangan batu dan pembersihan batu (manual) bangunan lama
3 Pasangan batu dari bekas bongkaran untuk tembok penahan tanah/tanggul dengan mortar tipe N,
fc'=5,2 MPa (Setara 1PC:4PP) Manual, untuk beda tinggi > 0 s.d. 1m
4 Pasangan batu untuk tembok penahan tanah/tanggul dengan mortar tipe N, fc'=5,2 MPa (Setara
1PC:4PP) Manual, untuk beda tinggi > 0 s.d. 1m
5 Beton mutu fc'=15 Mpa
6 Plesteran tebal 1 cm dengan mortar tipe S, fc' = 12,5 Mpa (setara 1 PC:3PP)
7 Pekerjaan Acian
8 Bekisting lantai beton biasa dengan multiflex 12 mm(TP)
9 Urugan Tanah Kembali
10 Pekerjaan Pintu dan memasang
11 Pembesian 100 kg dengan besi polos atau ulir
II. PEMBERSIHAN AKHIR
- Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan, sepanjang jalan pada lokasi pekerjaan dibersihkan dari
kotoran-kotoran dan sisa-sisa bahan yang tidak diperlukan lagi.
- Setiap kotoran dan sisa bahan yang tidak dipakai dikumpulkan, kemudian diangkut dan dibuang
ketempat disposal area yang telah ditentukan.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 14 December 2020 | Pembangunan Jembatan Bihewa (Tahap II) Tuntas | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 8,122,500,000 |
| 6 June 2024 | Pengadaan Konstruksi Pemindahan Jalan Bali | Kementerian Kesehatan | Rp 5,849,461,000 |
| 13 September 2024 | Belanja Konstruksi Dalam Pengerjaan Bangunan Fasilitas Umum (Pekerjaan Konstruksi Bangunan Pendukung Turyapada Tower) | Provinsi Bali | Rp 1,972,546,396 |