| 0032907107922000 | Rp 1,198,400,000 | |
CV Gunung Intan | 0019441500926000 | - |
| 0014154330926000 | - | |
| 0016461188926000 | - | |
| 0840789697926000 | - | |
Tani Subur Nusa | 09*5**3****22**0 | - |
| 0317542512926000 | - |
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
BAB 1
CIVIL WORKS
(PEKERJAAN CIVIL)
Pasal 1
Pekerjaan Tanah
1. Galian Tanah / Pasir / Batu / Lumpur
a. Sebelum pekerjaan galian tanah dimulai, Kontraktor wajib mengadakan check
bersama Pengawas Pekerjaan atas duga tinggi / peil awal, permukaan tanah,
sehingga apabila terdapat kelainan / perbedaan yang mencolok dengan gambar
rencana dapat segera diketahui secara dini dan melaporkannya kepada Direksi.
Pengajuan claim atas perbedaan / kelainan setelah Kontraktor melakukan
pekerjaan galian, tidak dapat diterima.
b. Penggalian harus dikerjakan sesuai dengan gambar pelaksana, kecuali
ditetapkan lain oleh Direksi berhubung keadaan setempat.
c. Galian yang diperlukan untuk pondasi konstruksi dibuat dengan ukuran yang
sesuai dengan keperluan pengerjaannya. Untuk galian penanaman pipa
diameter 1”-3” dengan kedalaman 50cm
d. Dalam hal galian tanah tertimbun kembali sebagai akibat dari adanya :
Longsoran tebing galian dan sejenisnya
Adanya rembesan
Kistdam yang kurang sempurna
e. Teknis pelaksanaan galian yang dilakukan dengan maksud untuk memperbesar
volume pekerjaan tanah oleh hal tersebut di atas, tidak dapat diperhitungkan
sebagai pekerjaan tambah.
f. Galian yang telah sampai pada kedalaman yang ditentukan harus segera
dilaporkan kepada Direksi untuk diadakan pemeriksaan. Sebelum ada
persetujuan Direksi atas kebenaran kedalaman galian tersebut, Kontraktor tidak
| I - 1
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
dibenarkan memulai pekerjaan pasangan pondasi. Dalam hal rawan banjir
pemeriksaan agar dilakukan sekurang - kurangnya satu hari sekali.
2. Pemindahan Tanah Berlebih
Tanah hasil galian bilamana nantinya tidak akan dipergunakan untuk meninggikan
atau menimbun lokasi pekerjaan lain, maka tanah galian tersebut harus diangkut ke
luar / disingkirkan dari tempat pekerjaan menurut petunjuk Direksi.
3. Pembuangan Sisa Galian
Semua bahan-bahan yang diselamatkan tetap menjadi hak dari pemilik. Bahan-
bahan sisa galian, sampah-sampah, bahan-bahan hasil bongkaran dari semua
konstruksi yang tidak diperlukan oleh pemilik harus dibuang oleh Kontraktor, sesuai
petunjuk Direksi.
4. Timbunan Tanah
a. Material tanah yang dimanfaatkan untuk penimbunan tanggul harus sesuai
kondisi / keadaan tanah di tempat pekerjaan.
b. Bentuk dan metode penimbunan tanah harus sesuai dengan gambar rencana
atau petunjuk Direksi atas persetujuan Pemimpin Proyek.
c. Pemadatan dengan tenaga manusia :
Tanah yang memenuhi syarat untuk ditimbun dihampar setebal 20 cm
merata.
Sesuai dengan kadar yang diperlukan untuk pemadatan maka hamparan
tanah tersebut disiram air.
Setelah disiram air dimulai pemadatannya dengan menimbris tanah
tersebut dengan alat yang beratnya 15~20 kg dan tinggi jatuh alat timbris +
30 cm.
Setelah padat betul baru dihampar dengan tanah berikutnya setebal 20 cm,
disiram air dipadatkan, begitu seterusnya sampai selesai.
d. Pemadatan dengan mesin pemadat disesuaikan dengan aturan / manual dari
peralatan yang digunakan.
Pasal 2
Pekerjaan Beton
1. Bahan – Bahan
a. Semen
Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan harus Portland Cement, sesuai
dengan BS 12 – part 2 (1971) pada waktu pemakaian. Kontraktor harus
menyediakan contoh semen apabila diminta oleh Direksi, keduanya yaitu
contoh dari gudang Kontraktor di lapangan dan dari pabrik, atau Kontraktor
harus menguji semennya menurut BS 4550 part 2 (1970). Untuk maksud BS
12, tempat pekerjaan harus dianggap beriklim panas.
b. Bahan Bantuan
Bahan bantuan untuk beton dan adukan memenuhi BS 882, 1201 pada
waktu pemakaian :
| I - 2
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
• Pasir harus diambil dari sungai atau tambang pasir. Penambahan bahan
lain seperti dari batu pecah akan diijinkan, apabila menurut pendapat
Direksi pasir yang ada tidak memenuhi gradasinya. Kandungan
maksimum terhadap lempung, lanau dan debu tidak boleh lebih dari
3% perbandingan berat, bila diuji menurut pasal 13 dari BS 812.
• Bahan bantuan (kerikil) harus memenuhi persyaratan BS 882, 1201
tabel 1 dan bergradasi baik dengan diameter maksimum tergantung
kelas dari betonnya. Kerikil harus dari batu pecahan. Apabila kelas dari
beton menghendaki perlawanan abrasi yang baik maka bahan bantuan
harus diambil dari lokasi setempat yang menurut penilaian dari Direksi
adalah yang terbaik. Kontraktor harus mengirim contoh material
apabila dibutuhkan oleh Direksi. Contoh harus diambil sesuai dengan
BS 812. Kontraktor harus membuat percobaan dari contoh material
sesuai dengan BS 812, BS 882, dan BS 1377 (Test 1B) secara rutin dan
dengan frekwensi yang disetujui Direksi serta mengirimkan kepada
Direksi setiap copy laporan test. Apabila test abrasi dibutuhkan oleh
Direksi, maka Kontraktor harus melakukan test sesuai dengan pasal 9
dar BS 812 part 3; 1975 untuk membandingkan dengan data – data
dari beberapa lokasi. Bahan bantuan untuk beton tahan abrasi harus
berberat jenis 2,6 dan nilai tahan aus kurang dari 15% apabila diuji
menurut BS 812.
c. Air
Air yang dipakai untuk membuat, merawat beton dan membuat adukan
harus dari sumber yang disetujui oleh Direksi dan pada waktu pemakaian
harus terhindar dari bahan – bahan yang bisa mengotorkan air dalam jumlah
apapun :
• Mempengaruhi waktu permulaan pengerasan dari semen yang
melebihi 30 menit atau mengurangi kekuatan dari percobaan kubus
lebih dari 20% apabila dicoba menurut BS 3148.
• Mencegah tercapainya kekuatan dari percobaan kubus yang
ditentukan 28 hari untuk beton kelas tertentu.
• Menghasilkan perubahan warna atau kembang garam di atas
permukaan semen yang sedang mengeras.
• Memperburuk atau memulai reaksi alkali bahan batuan. Air harus
bebas dari hidrokarbon dan larutan bubuk dari bahan organik. Larutan
bahan dari organik tidak boleh lebih dari 500 bagian untuk tiap juta
dalam ukuran berat. Kontraktor harus mengadakan percobaan untuk
air yang diusulkan untuk dipakai dan harus menyerahkan catatan –
catatan mengenai percobaan tersebut kepada Direksi sebelum
melaksanakan pekerjaan beton tetap. Kontraktor harus membuat
percobaan – percobaan yang teratur dari air oleh Direksi dan harus
memberi kepada salinan catatan dari hasil tiap percobaan.
| I - 3
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
d. Tulangan
Tulangan baja untuk beton harus batangan baja keras yang diprofil / baja
lunak digilas panas, sesuai dengan BS 4449–1978 atau tulangan anyaman
baja, sesuai dengan BS 4483–1969 seperti ditunjukkan dalam gambar. Untuk
tiap – tiap pengiriman batang baja yang diserahkan ke tempat pekerjaan,
Kontraktor harus menyediakan untuk tiap – tiap pembuatan kepada Direksi
(seperti ditentukan dalam BS 4449), suatu hasil pemeriksaan dari
laboratorium yang disetujui oleh Direksi seperti ditentukan dalam pasal 12
dari tambahan A dari BS 4449. Untuk tiap – tiap kiriman tulangan anyaman
baja yang dikirim ke tempat pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan
kepada Direksi satu kutipan yang diakui dari catatan – catatan pemeriksaan
dan pengujian yang berhubungan dengan pemuatan – pemuatan dari mana
kiriman itu dibuat, sesuai pasal 29 BS 1221.
Kontraktor harus menyediakan contoh tulangan dari gudang di lapangan, jika
dibutuhkan oleh Direksi. Tulangan pada waktu pengecoran beton harus
bersih dan bebas dari kerusakan, sisik gilingan yang lepas dari karat lepas.
Batang – batang baja yang telah bengkok tidak boleh diluruskan, atau
dibengkokkan lagi untuk dipakai di pekerjaan tanpa persetujuan Direksi
e. Penyimpanan Bahan - Bahan Bangunan
Semua semen harus dikirim ke tempat pekerjaan dalam karung kertas yang
ditandai, utuh dan ditutup sepatutnya atau bungkus lainnya yang disetujui.
Semua semen harus disimpan dalam gudang yang tidak terpengaruh oleh
cuaca, dinaikkan dari permukaan tanah untuk mencegah penghisapan air.
Penempatan di tempat terbuka dapat diijinkan pada pekerjaan kecil dengan
pengesahan tertulis dari Direksi, dalam hal mana selalu harus ditempatkan di
atas tempat yang dilindungi dengan tutup yang tahan air menurut
persetujuan Direksi. Masing – masing kiriman semen harus disimpan
terpisah sedemikian sehingga ada jalan masuk dengan mudah untuk
pemeriksaan dan pengujian. Setelah disetujui Direksi penggunaan semen
harus menurut urutan pengiriman. Tiap – tiap jenis bahan dan batuan, pasir
dan kerikil maupun bata merah, kapur dan batu – batu harus disimpan
dalam peti yang terpisah atau tutup lainnya yang keras dan bersih, yang
harus bisa kering sendiri, dan dilindungi dari pencampuran dengan tanah
atau benda – benda lainnya yang merusak. Tulangan baja harus disimpan
jauh dari tanah dan diganjal untuk mencegah perubahan bentuknya.
2. Acuan dan Pekerjaan Penyelesaian
a. Acuan – Acuan.
Acuan harus dibuat untuk tetap kaku selama pengecoran dan pengerasan
dari beton dan untuk memperoleh bentuk permukaan yang diperlukan.
Kontraktor harus menyerahkan rencana dan penjelasan tentang acuan dan
harus membuat contoh – contoh acuan untuk mendapat pengesahan
Direksi. Acuan harus dipasang dengan sempurna, sesuai dengan bentuk –
| I - 4
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
bentuk dan ukuran yang benar dari pekerjaan beton, yang ditunjukkan
dalam gambar. Cara pendukungnya yang akan menghasilkan permukaan
beton yang padat, jika dibutuhkan oleh Direksi acuan untuk permukaan
beton yang kelihatan harus sedemikian rupa sehingga menghasilkan
permukaan yang halus tanpa adanya garis atau kelihatan terputus. Tiap kali
sebelum pembetonan dimulai, acuan harus diperiksa dengan teliti dan harus
dibersihkan. Pembetonan dalam cuaca panas atau kering, Kontraktor harus
membuat rencana acuan dan membukanya, sehingga permukaan beton
dapat dilihat untuk dimulai perawatan sesegera mungkin. Acuan hanya
boleh dibuka dengan ijin Direksi dan pekerjaan pembukaan setelah
mendapat ijin harus dilaksanakan di bawah pengawasan mandor yang
berwenang. Harus diberi perhatian yang besar pada waktu pembukaan
acuan, untuk menghindari kegoncangan atau pembalikan tegangan dalam
beton. Dalam hal mana Direksi berpendapat bahwa usul Kontraktor untuk
membuka acuan belum pada waktunya baik berdasarkan pada perhitungan
cuaca atau dengan alasan lainnya, maka ia boleh memerintahkan Kontraktor
untuk menunda pembukaan acuan dan Kontraktor tidak boleh menuntut
kerugian atas penundaan tersebut. Untuk beton dengan semen Portland
biasa waktu paling sedikit untuk pembukaan acuan harus menurut di bawah
ini :
Muka sisi balik, lantai dinding = 1 hari
Bagian bawah = 24 hari
b. Pekerjaan Permulaan
Permukaan beton untuk jalan kendaraan atau jembatan–jembatan harus
mempunyai penyelesaian akhir sebagaimana keadaannya setelah diratakan
dengan papan kayu keras yang digetarkan, apabila dipakai untuk meratakan
beton sampai ketinggian dan bentuk yang benar, segera setelah diletakkan.
Permukaan dari beton kedap air yang terbuka harus diratakan dengan alat
lepas baja sampai halus. Permukaan yang kelihatan lainnya harus diletakkan
dengan alat perata kayu secukupnya sehingga tidak berakibat mengalirnya
air membawa bahan halus ke permukaan. Permukaan beton yang kelihatan
waktu acuan dibuka, tidak boleh diperbaiki tanpa ijin tertulis dari Direksi.
Kecuali jika ditunjukkan lain dalam gambar – gambar, sudut – sudut tajam
harus dibuat tumpul dengan ukuran 20 mm x 30 mm.
3. Kelas Beton dan Mutu Pekerjaan
a. Kelas – Kelas Beton
Kelas – kelas beton yang dipergunakan dalam pekerjaan dan batas dari
bahan – bahan pokok tiap kelas, diberikan dalam daftar di bawah ini :
| I - 5
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Ukuran Berat
Berat
Maksimum Maksimum Air
Kelas Minimum Pemakaian
Kerikil tiap kg PC
PC tiap m3
(mm) beton (kg)
Konstruksi
K.250 20 325 0,55
utama
Beton tak
K.150 40 225 0,55
bertulang
Bila dipandang perlu oleh Direksi, perbandingan campuran beton akan
ditentukan/ diperbaiki selama pekerjaan berlangsung. Kontraktor tidak
boleh merubah perbandingan campuran beton atau sumber dari bahan –
bahan tanpa mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi.
b. Perbandingan Campuran
Perbandingan campuran beton Tumbuk adalah 1 : 3 : 5 dan beton K.250
adalah 1 : 2 : 3 (Semen : Pasir : Kerikil). Kontraktor harus menentukan
campuran untuk beton K.150 dan K.250 sedemikian rupa sehingga disetujui
Direksi, penentuan tersebut harus mengikuti ketentuan dalam PBI 1971 (NI
2) / SK SNIT - 15 - 1990. Kontraktor tidak boleh merubah campuran dan
sumber dari bahan – bahannya tanpa persetujuan Direksi. Ijin Direksi tidak
akan diberikan terhadap perbandingan bahan – bahan yang diusulkan,
kecuali apabila Kontraktor membuat dan menguji campuran percobaan
seperti yang disyaratkan untuk setiap kelas beton, dan telah menyerahkan
semua detail dari hasil pengujian dari faktor kemungkinan untuk
dilaksanakan atau workability (faktor kepadatan dan slump), kekuatan dan
berat jenis kepada Direksi. Kontraktor tidak boleh memulai pekerjaan beton
permanen sampai ijin Direksi untuk campuran bahan – bahan yang diusulkan
disetujui. Berat jenis dari kubus uji beton selama pekerjaan berlangsung
tidak boleh kurang dari 90% dari rata – rata kubus beton percobaan.
c. Percobaan Campuran
Kontraktor harus membuat percobaan campuran untuk setiap kelas beton
dengan memakai alat – alat yang sama dengan yang akan dipakai pada
pelaksanaan pekerjaan. Beton untuk percobaan campuran ini boleh
digunakan untuk dipasang pada bagian pekerjaan bukan bangunan yaitu
yang pada gambar tertera sebagai beton kelas B. Dua puluh benda uji kubus
beton dibentuk untuk setiap macam kelas beton dan diuji setelah beton
berumur 28 hari. Tidak lebih dari 1 buah dari kedua puluh benda uji tersebut
berada di bawah persyaratan kekuatan tekan kubus karakteristik.
| I - 6
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Persyaratan tersebut adalah sebagai berikut :
Kelas Beton Kekuatan Tekan Kubus Karakteristik ( kg / cm2 )
K.150 150
K.250 250
Pengujian ini harus dilaksanakan sesuai dengan PBI 1971/SK SNIT - 15 - 1990.
d. Pengujian Beton
Kontraktor selama masa pelaksanaan harus menyediakan, memelihara dan
menggunakan alat – alat yang diperlukan untuk menyediakan contoh kubus
beton dengan ukuran 15 cm x 15 cm untuk diuji sesuai dengan BS 1881,
termasuk bagian 1 sampai 6 untuk menyiapkan contoh batuan dan air untuk
diuji sesuai dengan BS 812 dan BS 3148. Dia juga harus menyediakan
termometer yang diperlukan untuk mengukur suhu beton dan bahan –
bahan beton dari udara. Kontraktor harus mengambil contoh beton dari
campuran percobaan dari beton yang baru dicor dan merawat seperlunya
kemudian mengirim ke laboratorium yang disetujui untuk diuji menurut BS
1881 part 1 sampai 6. Sebelum mengecor beton untuk karya tetap
Kontraktor harus melaksanakan “pengujian turun” pada setiap waktu mulai
menuangkan beton. Pengujian turun (slump test) harus dilaksanakan
sebagaimana diterangkan dalam BS 1881 part 2. Jika tidak diperintahkan lain
turunnya harus melebihi 50 mm dan tidak lebih dari 100 mm. Pengambilan
contoh dan pengujian dari beton, bahan batuan dan kandungan harus sesuai
dengan pasal 209 dan Amandemen No. 1 BSCP 114, dan mendapat
persetujuan Direksi. Khususnya terhadap kubus beton, harus dibentuk dalam
cetakan tidak kurang dari 150 mm kubus. Paling sedikit 6 kubus diambil dari
masing – masing pengecoran beton untuk diuji, 3 kubus diuji setelah 7 hari
dan 3 kubus sesudah 28 hari. Kontraktor harus membuat catatan untuk tiap
pengujian yang memberikan keterangan secukupnya dalam sistem matriks
seperti disebutkan dalam BS 1881, part 1 sampai 6. Kontraktor harus
membuat catatan dalam bentuk yang disetujui Direksi dalam rangkap 3, dan
menyerahkan kepada Direksi tidak lebih dari 3 hari sesudah tiap percobaan
selesai dilaksanakan. Kontraktor harus juga membuat dan menyerahkan
catatan tentang suhu udara beton dan bahan – bahan beton untuk
mendapat persetujuan Direksi.
e. Mengawasi dan Mencampur Bahan - bahan
Kontraktor harus mencampur dengan hati–hati bahan–bahan dari tiap
golongan beton dengan perbandingan berdasarkan ukuran volume. Air harus
ditambah pada bahan batuan, pasir dan semen di dalam mesin pengaduk
mekanis, dan banyaknya harus menurut jumlah paling kecil yang diperlukan
untuk memperoleh pemadatan penuh. Kemudian bahan–bahan beton
seluruhnya harus benar–benar tercampur. Beton pencampur boleh
digunakan dengan mendapat persetujuan Direksi lebih dahulu, asalkan
bahwa bahan itu sesuai dengan perincian dan sesuai dengan BS 1926 untuk
| I - 7
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
“Btruck Mixed Concrete”. Dalam keadaan demikian, air untuk campuran
harus dicampur di lapangan dan benar–benar diaduk dengan bahan–bahan
lainnya pada tempat sedekat mungkin dengan pekerjaan penuangan.
Apabila pencampuran beton kelas D diijinkan dilakukan dengan tangan maka
semen, bahan batuan dan pasir harus dicampur di atas lantai kayu yang
tertutup rapat. Bahan–bahan harus dibalikkan paling sedikit 2 kali sesudah
air dicampurkan, sampai campuran beton mencapai warna dan kekentalan
yang sama. Kontraktor harus merencanakan tempat dari alat pencampuran
dan tempat bahan–bahan untuk ruang kerja yang cukup. Rencana ini harus
diserahkan untuk mendapat persetujuan Direksi, sebelum alat pencampuran
dan bahan–bahan diletakkan.
f. Mengangkut, Menempatkan dan Memadatkan Beton
Beton harus dibawa sedemikian rupa sehingga di tempat penuangan masih
mempunyai mutu yang ditentukan dan kekentalan yang dibenarkan, tidak
terjadi penambahan atau pengurangan apapun sejak meninggalkan tempat
adukan. Kontraktor harus mendapat persetujuan Direksi atas pengaturan
yang diusulkannya, sebelum pekerjaan pembetonan dimulai. Beton tidak
diijinkan untuk dijatuhkan atau digelincirkan secara tak terkendali dari
ketinggian lebih dari 1,5 meter. Dalamnya beton dalam tuangan tidak boleh
lebih dari 1,5 meter, pengecoran harus dilakukan terus menerus sampai ke
tempat sambungan yang disediakan sebelum permulaan pembetonan.
Kontraktor harus memperhatikan pemadatan dari beton sebagai rapat air
dengan kepadatan terbesar. Pemadatan harus dibantu dengan pemakaian
mesin penggetar dari jenis menyelam, tetapi tidak mengakibatkan
bergetarnya tulangan dan acuan. Jumlah dan jenis alat getar yang tersedia
untuk dipakai pada setiap masa pembetonan, harus dengan persetujuan
Direksi.
g. Sambungan Cor
Penjelasan dan kedudukan dari tempat sambungan–sambungan cor harus
diserahkan kepada Direksi untuk mendapat persetujuan sebelum ada
satupun berlangsung. Tempat sambungan harus ditempatkan sedemikian
rupa, sehingga pengaruh dari penyusutan dan suhu sangat diperkecil.
Dimana pekerjaan beton memanjang atau meluas dan jika menurut
pendapat Direksi mungkin dilaksanakan, maka Kontraktor harus mengatur
rencana pelaksanaan sedemikian rupa, sehingga beton sudah mempunyai
umur 4 minggu sebelum beton baru diletakkan terhadapnya. Sambungan cor
harus rata air, dan harus dibentuk dalam garis – garis lurus dengan acuan
yang kaku tegak lurus pada garis tegangan pokok dan sejauh mungkin dapat
dilaksanakan pada tempat gaya lintang yang terkecil. Itu harus sambungan
pertemuan biasa, kecuali jika jenis lain disetujui oleh Direksi. Sebelum beton
dicor di samping beton yang sudah mengeras, beton yang lama harus
dibersihkan dari batuan – batuan di atas seluruh penampangnya dan
meninggalkan permukaan kasar yang sehat serta bebas dari buih semen.
Ukuran dari beton yang dituangkan dalam satu kali pelaksanaan lebih dari
| I - 8
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
1,5 meter dan ukuran mendatar harus tidak lebih dari 7 meter tanpa
mendapat persetujuan Direksi.
h. Pembetonan di Atas Permukaan yang Dapat Ditembus
Kontraktor tidak boleh menempatkan beton di atas permukaan itu lebih
dahulu dengan kertas kulit kedap air sesuai dengan kebutuhan – kebutuhan
BS 1521, untuk kertas bangunan kedap air kelas N, atau lain – lain bahan
kedap air, semuanya harus mendapat persetujuan Direksi.
i. Pembetonan Dalam Cuaca yang Tidak Menguntungkan
Kontraktor tidak boleh mengecor pada waktu hujan deras atau angin
berdebu. Apabila suhu udara melebihi 33,5 C, maka Kontraktor tidak boleh
mengecor beton tanpa persetujuan Direksi dan tanpa mengambil tindakan
pencegahan seperlunya untuk menjaga supaya suhu beton pada waktu
pencampuran dan penuangan di bawah 33,5 C, misalnya menjaga bahan –
bahan beton dan acuan agar terlindungi dari matahari serta bahan – bahan
batuan dan acuan disemprot dengan air.
j. Melindungi dan Merawat Beton
Sampai beton mengeras seluruhnya dalam waktu tidak kurang dari 7 hari,
Kontraktor harus melindungi beton dari pengaruh jelek dari angin, matahari,
tinggi atau rendahnya suhu, penggantian atau pembalikan derajat suhu,
muatam sebelum waktunya, benturan atau tumbukan dan air tanah yang
merusak. Jika tidak ditentukan lain oleh Direksi, permukaan beton yang
kelihatan harus dijaga supaya terus basah sesudah dicor, tidak kurang dari 7
hari untuk semen dari Portland dan beton dengan semen penahan sulfa,
atau tiga hari untuk beton dengan semen yang cepat mengeras. Permukaan
– permukaan seperti itu segera setelah dibuat acuannya, maka harus segera
ditutup dengan kain atau pasir atau lain – lain bahan yang mungkin disetujui
oleh Direksi, yang harus terus – menerus berhubungan dengan beton dan
terus dijaga supaya dalam keadaan basah menurut kehendak Direksi.
Kontraktor harus membuat perlengkapan khusus atas kehendak Direksi
untuk pengawasan dan pembahasan yang dimaksud sepanjang masa 6
sampai 24 jam sesudah beton dicor dengan semen yang cepat mengeras.
4. Tulangan Baja
a. Daftar Pembengkokan
Kontraktor harus menentukan sendiri dari penjelasan yang diberikan dalam
gambar – gambar dan perincian, kebutuhan – kebutuhan akan tulangan baja
yang tepat untuk dipakai dalam pekerjaan. Daftar bengkokan yang mungkin
diberikan oleh Direksi kepada Kontraktor tidak ada jaminan ketelitiannya.
Tulangan baja harus dipotong dari baja lurus, bebas dari belitan dan
bengkokan atau kerusakan lainnya dan bengkokan dengan mesin
pembengkok yang direncanakan untuk itu dan disetujui oleh Direksi. Ukuran
ditentukan lain, atau diperintahkan Direksi. Bentuk – bentuk tulangan baja
harus dipotong sesuai dengan gambar, tidak boleh menyambung tulangan
tanpa persetujuan Direksi.
| I - 9
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
b. Pemasangan
Kontraktor harus menempatkan dan memasang tulangan baja dengan tepat
pada tempat kedudukan yang ditunjukkan dalam gambar – gambar dan
harus ada jaminan bahwa tulangan itu akan tetap pada kedudukannya pada
waktu pengecoran beton. Pengelasan tempel dengan adanya persetujuan
Direksi lebih dahulu dapat diijinkan untuk memasang dengan tepat barang –
barang bersilang dengan sudut tegak lurus, tetapi tidak akan diperbolehkan
ada pengelasan lainnya. Pengganjalan alat perenggang dari beton harus
dibuat beton dengan mutu yang sama seperti mutu beton yang akan dicor.
Perenggang tulangan dari besi beton dan kawat pengikat harus sepadan
dengan bahan – bahan tulangan dan selimut yang ditentukan harus dipakai.
Tulangan utama dari tulangan anyaman eks pabrik yang berdampingan harus
disambung dengan overlap 300 mm dan tulangan melintang dengan overlap
150 mm. Kontraktor tidak boleh mengecor beton sekeliling baja, sampai
Direksi memeriksa dan menyetujuinya.
Pasal 3
Syarat-syarat Bahan
Semua bahan yang digunakan untuk pelaksanaan harus hasil / produksi Dalam Negeri,
demikian juga perlengkapan kerja. Apabila produksi Dalam Negeri tidak ada maka
digunakan barang yang sebesar mungkin komponennya adalah produksi Dalam Negeri.
1. Semen PC
a. Semen PC yang digunakan adalah keluaran pabrik semen Dalam Negeri.
b. Pada prinsipnya seluruh pekerjaan pasangan disyaratkan menggunakan satu
merk semen PC. Penggunaan semen dengan merk berlainan hanya dapat
diijinkan pada saat terjadi kelangkaan semen dan harus mendapat
persetujuan dari Pemimpin Proyek secara tertulis.
c. Semen PC yang dipakai untuk beton konstruksi harus memenuhi ketentuan
NI-8.
2. Pasir
a. Pasir yang digunakan tidak boleh mengandung unsur garam, dan kandungan
lumpur maksimum adalah 5%.
b. Bila dipandang perlu oleh Direksi, digunakan persyaratan PBI 1971
sepenuhnya.
c. Pasir yang berasal dari pantai / laut tidak boleh digunakan dalam pekerjaan
ini.
d. Untuk pekerjaan pasangan batu, beton, plesteran dan siaran pasir harus
disaring / diayak dengan lubang ayakan yang disyaratkan untuk pasir.
3. Batu Kali
| I - 10
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
a. Batu yang digunakan harus batu yang masif, batu apung dan atau batu
berongga / berpori tidak boleh digunakan untuk pekerjaan pasangan batu
ataupun batu pengisi bronjong
b. Ukuran batu harus memenuhi syarat :
Untuk pekerjaan pasangan batu kali ukuran batu minimal berdiameter 15
cm.
c. Khusus untuk pekerjaan pasangan batu kali, harus digunakan batu belah,
dimana minimal 2/3 permukaan luarnya adalah bidang belahan.
4. Kerikil
a. Kerikil yang digunakan adalah hasil dari pecahan batu atau hasil dari
penyaringan sirtu. Kerikil untuk campuran beton konstruksi harus bersih dari
lumpur ataupun kotoran.
b. Kerikil harus masif, tidak boleh keropos ataupun berongga.
c. Bila terdiri dari beberapa ukuran kerikil yang disyaratkan maka cara
penempatannya harus dipisah–pisahkan dan pencampurannya berdasarkan
ketentuan yang ditetapkan.
5. Air
a. Air yang digunakan untuk pekerjaan beton, pasangan batu, plesteran dan
siaran adalah air bersih, bebas dari unsur dan atau zat kimia yang dapat
merusak kekuatan beton / pasangan batu.
b. Air untuk keperluan harian karyawan / pekerjanya harus memenuhi standar
kesehatan yang berlaku.
| I - 11
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
BAB 2
PEKERJAAN PASANGAN
BATU, PLE STERAN &
ACIAN
Pasal 1
Umum
Analisa Harga Satuan Pekerjaan Batu dan Pasangan Batu dalam Dokumen Penawaran
Kontraktor harus sudah memasukkan harga satuan untuk material, pekerja dan alat.
Pekerjaan Batu dan Pasangan Batu dalam Review Design Kawasan Kompleks Pusat
Pemerintahan Sumba Barat Daya meliputi :
a. Pasangan Batu
b. Pasangan Batu Kosong
c. Plesteran
d. Acian
Material batu yang digunakan adalah batu kali yang kokoh, tidak retak/patah, tidak
mengandung bijih besi tanah dan pasir. Semua material yang akan digunakan untuk
Pekerjaan Batu dan Pasangan Batu harus diperiksa dan mendapat persetujuan
Engineer.
Pasal 2
Pasangan Batu Kali/karang
1. Cakupan Pekerjaan
Semua pasangan batu harus dilaksanakan menurut persyaratan ini dan untuk
semua pekerjaan yang berhubungan dengan hal ini dan yang mungkin diminta
oleh direksi, harus terdiri dari bahan-bahan yang ditentukan dan harus dicampur
denga perbandingan yang tepat, di bentuk dan dipasang sesuai dengan
persyaratan dan ketentuan yang tersebut dalam pasal ini. Persyaratan dan
| I - 12
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
ketentuan ini harus diterapkan untuk semua pekerjaan batu kecuali bila dirubah
secara khusus oleh Direksi untuk bagian pekerjaan tertentu. Standar yang
digunakan untuk Pekerjaan Batu dan Pasangan Batu adalah :
a. Material yang digunakan adalah N.I 13 (Batu Belah)
b. PUBI – 1982 (Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia)
c. Kriteria Perencanaan Irigasi (untuk beberapa jenis pekerjaan)
2. Semen
Semua semen untuk adukan mortar pada pekerjaan batu harus sesuai dengan
persyaratan dan ketentuan seperti yang ditentukan di dalam Bab IV (Pekerjaan
Beton).
3. Pasir
Pasir untuk adukan mortar yang digunakan pada pasangan batu yang diperlukan
ini harus disediakan oleh Kontraktor dan harus sesuai dengan persyaratan dan
ketentuan seperti yang ditentukan dalam Bab IV (Pekerjaan Beton).
4. Air
Air yang digunakan dalam menyiapkan adukan mortar harus tidak mengandung
sejumlah bahan-bahan yang tidak dapat merusak seperti lumpur, bahan-bahan
organis, alkali, garam-garam dan bahan lain yang tidak dikehendaki. Air tersebut
akan diperiksa dan disetujui oleh Engineer serta sesuai dengan Bab IV (Pekerjaan
Beton).
5. Susunan Spesi / adukan
Adukan mortar untuk semua pasangan batu kecuali ditentukan lain terdiri dari 3
(tiga) macam yaitu:
a. Pasangan 1 : 2 (Pc : Ps) untuk struktur yang membutuhkan kekuatan tinggi
b. Pasangan 1 : 3 (Pc : Ps) untuk konstruksi pasangan batu yang berhubungan
langsung dengan aliran air
c. Pasangan 1 : 4 (Pc : Ps) untuk pondasi dan struktur yang tidak berhubungan
langsung dengan aliran air
Volume air digunakan secukupnya agar menghasilkan konsistensi yang tepat
untuk penggunaan yang dimaksud. Kompensasi campuran adukan mortar untuk
bagian tertentu harus sesuai dengan gambar atau yang ditentukan oleh Engineer.
6. Mencampur Adukan Mortar
Cara dan alat yang digunakan untuk mencampur adukan mortar harus
sedemikian rupa sehingga dapat menentukan dengan teliti serta mengontrol
jumlah tiap bahan secara terpisah yang akan diaduk dan harus mendapat
| I - 13
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
persetujuan Engineer. Bila dipergunakan mesin pengaduk harus disesuaikan
dengan rencana kerja, begitu juga dengan lama pengadukan, sesudah semua
bahan berada di dalamnya tidak boleh kurang dari 2 (dua) menit kecuali bila
airnya sudah cukup. Banyaknya adukan yang dicampur air hendaknya
secukupnya saja sesuai yang akan segera digunakan, dan semua adukan yang
tidak digunakan dalam 30 menit sesudah pemberian air harus dibuang.
Pencairan ulang adukan mortar yang sudah mengeras tidak diijinkan. Bak dan
ember-ember adukan harus selalu dibersihkan dan dicuci pada akhir pekerjaan
tiap hari kerja.
7. Pemasangan
Semua batu yang digunakan dalam pasangan batu harus betul-betul bersih
sebelum dipasang dan harus disetujui oleh Engineer. Batu-batu tidak boleh
dipasang selama hujan cukup lebat atau cukup lama agar adukan tidak larut dari
pasangan. Adukan yang sudah dihamparkan dan meleleh karena air hujan harus
dibuang dan diganti sebelum pekerjaan dilanjutkan. Sebelum pasangan batu
betul-betul mengeras, tidak diperbolehkan adanya kegiatan pekerjaan lain di
atasnya.
Semua batu yang digunakan dalam pasangan batu dengan sambungan adukan
harus dibasahi dengan air antara tiga sampai empat jam sebelum dipergunakan
dengan suatu cara yang menjamin bahwa batu benar-benar akan basah
seluruhnya dan merata.
Jarak antar batu dalam spesi sekitar 10 mm ~ 50 mm, dan tidak boleh terjadi
persinggungan antar batu. Ukuran dan distribusi batu dalam pasangan batu harus
dikontrol sedemikian sehingga spesi yang diisikan dalam rongga antar batu dapat
seminimal mungkin volumenya.
8. Constraction joints dan False joints
a. Constraction Joints
Dipasang pada bangunan seperti dinding pasangan batu, struktur penahan tanah
dan dinding saluran dengan interval maksimum 20 meteran. Kecuali ditentukan
lain oleh Engineer tipikal constraction joints pasangan batu sama dengan
constraction joints pasangan beton.
Secara vertikal constraction joints pada pasangan batu harus rata dan tegak lurus
dengan arah aliran atau sesuai dengan pengarahan Engineer. Secara horisontal
constraction joints pada pasangan batu harus rata dan tegak lurus dengan tinggi
bangunan atau dengan pengarahan Engineer.
| I - 14
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
b. False Joints
Dipasang pada struktur pasangan batu yang tidak berhubungan langsung dengan
aliran air dan memiliki profil topografi yang ekstrim seperti dinding yang
berkelak-kelok, curam dan terjal (ditunjukkan dalam gambar kerja atau dengan
arahan Engineer). False joints dibangun dengan menambahkan pasangan batu
setinggi tembok pada pias yang dianggap ekstrim. Bila diperlukan False joints
dibuat bersamaan dengan dinding pasangan batu.
c. Filter Drains to Joints
Merupakan lapisan di belakang pondasi yang berfungsi menahan lapisan tanah
dibelakang dinding agar tidak hilang terbawa aliran rembesan. Lapisan ini terdiri
dari kerikil dan geotekstil. Ijuk dan bahan filter alam lain tidak boleh digunakan
sebagai pengganti geotekstil tanpa persetujuan dari Engineer. Secara detail akan
dijelaskan pada sub bab 8.2.11.
d. Siaran Pasangan Batu
Susunan adukan mortar :
Adukan mortar untuk semua siaran kecuali bila tentukan lain dari spesifikasi ini
atau ditentukan lain oleh Direksi harus terdiri dari 1 : 3 (Pc : Ps) perbandingan
volume serta air secukupnya untuk menghasilkan konsistensi yang tepat bagi
penggunaan yang dimaksud.
Syarat pelaksanaan :
Sebelum pekerjaan siaran dimulai, sambungan-sambungan dari semua
permukaan pasangan batu harus dibuat kasar sebelum asukan dipasang.
Permukaan harus dibersihkan dengan sikat kawat dan dibasahi. Semua pekerjaan
siaran harus menurut petunjuk Engineer. Pekerjaan siaran dapat berupa :
a. Recessed Pointing, Siaran terbenam (sambungan rerata sedalam 1 cm dari
permukaan batu)
b. Flush pointing, Siaran rata siaran diratakan dengan permukaan batu
c. Raised Pointing, Siaran timbul tebal 1 cm di atas permukaan batu dan lebar
minimum 2 cm.
9. Plesteran dan Acian
Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Rencana atau oleh Engineer, Pasangan
Batu harus disiar dan diaci.
10. Lubang Drainasi
Dinding pasangan batu yang dipasang harus diberi lubang drainase dengan
ketentuan 1 (satu) lubang tiap 4 (empat) meter persegi tampak muka bangunan
seperti ditunjukkan dalam gambar atau sesuai arahan Engineer. Pipa PVC yang
digunakan adalah diameter 50 mm.
11. Timbunan tanah dan Drainasi Layer (bedding)
| I - 15
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Dilakukan sesuai dengan garis, elevasi dan dimensi seperti yang ditunjukkan pada
Gambar Kerja atau sesuai dengan arahan dari Engineer. Material timbunan yang
akan diisikan dan metode pemadatan yang dilakukan
Kecuali bila tidak terdapat dalam Gambar Kerja, Antara material timbunan tanah
(backfill) dengan Dinding Penahan tanah, dinding dan dasar saluran, dan
pasangan batu pelindung slope harus di beri bedding dan atau drainasi
memanjang berupa kerikil dengan ketebalan minimum 150 mm. Pemasangan
bedding dengan mengikuti ketentuan:
(1) Antara random backfill atau impervious backfill dengan pasangan batu:
dipasang lapisan filter dengan urutan back fill – fine filter – coarse filter –
Pasangan batu.
(2) Antara Timbunan tanah bebas dengan pasangan batu, dipasang lapisan
filter dengan susunan backfill – coarse filter – Pasangan batu.
(3) Antara galian tanah berbatuan lunak dengan pasangan batu, dipasang
lapisan filter dengan susunan galian tanah berbatuan lunak – fine filter –
coarse filter – Pasangan batu.
(4) Antara galian batuan lunak sampai batuan keras dengan pasangan batu,
dipasang filter dengan urutan galian batuan lunak sampai batuan keras –
coarse filter – Pasangan batu.
Untuk dinding saluran dan lantai beton bangunan air, drainasi atau bedding harus
dibuat sesuai dengan Gambar Kerja atau sesuai dengan arahan Engineer. Bila
disetujui oleh Engineer, geotekstil sintetis dapat digunakan sebagai pengganti
lapisan fine filter. Biaya penggantian ini menjadi tanggung jawab Kontraktor.
Tipe, ketebalan dan karakteristik geotekstil yang akan dipakai harus mendapat
persetujuan Engineer dan pemasangannya harus benar-benar mengikuti
petunjuk dari industri pembuatnya. Ijuk dan bahan filter alam lain tidak boleh
digunakan sebagai pengganti geotekstil tanpa persetujuan dari Engineer.
12. Perawatan
Semua pasangan batu atau pasangan batu kosong termasuk pekerjaan siaran
harus dirawat dengan air atau cara-cara lain yang harus diterima dan disetujui
Engineer. Bila perawatan dilaksanakan dengan air, pasangan-pasangan batu
harus tetap dijaga agar tetap basah minimum 14 hari kecuali bila ditentukan lain,
misalnya ditutup dengan bahan yang direndam air atau dengan pipa-pipa alat
pengiram, atau cara-cara lain yang disetujui, untuk tetap menjaga semua
permukaan selalu basah. Air yang dipakai untuk perawatan harus memenuhi
ketentuan-ketentuan persyaratan untuk air.
13. Perbaikan Pasangan Batu
Bila sesudah penyelesaian suatu pekerjaan pasangan batu, pasangan berada di
luar garis ketentuan atau ternyata tidak rata dan atau tidak sesuai dengan garis-
garis dan tingkatan sesuai pada gambar, maka pasangan tersebut harus
dibongkar dan diganti atas biaya Kontraktor kecuali bila Engineer mengijinkan
| I - 16
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
secara tertulis, untuk menambal atau mengganti bagian yang rusak atas
persetujuan Direksi.
Pasal 3
Pasangan Batu Kosong
1. Cakupan Pekerjaan
Pekerjaan pasangan batu kosong terdiri dari pemasangan batu kosong di tempat
seperti yang ditunjukkan dalam gambar atau yang ditentukan Direksi sesuai
dengan persyaratan ini.
2. Umum
(1) Pasangan batu kosong harus terdiri dari batu-batu pecah yang dipasang pada
suatu lapisan dasar, sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan
pada persyaratan ini dan yang ditunjukkan dalam gambar atau yang
ditentukan oleh Direksi.
(2) Semua bahan batu pecah dan bahan lapisan dasar yang digunakan dalam
pekerjaan ini harus disediakan oleh Kontraktor sesuai dengan tujuan
penggunaannya dan memenuhi syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan
untuk batu pecah dan dapat disetujui oleh Engineer.
3. Pemasangan
Pemasangan batu kosong harus dilaksanakan di atas fondasi yang kuat dan
menurut garis serta dimensi seperti yang ditunjukkan pada gambar atau
ditentukan oleh Engineer.
Persiapan yang harus dilakukan sebelum pemasangan batu kosong adalah
identifikasi lokasi pemasangan, yang dibagi menjadi dua macam yaitu:
(1) Tanah galian dan timbunan (excavated and fill surfaces)
Sebelum rip – rap dipasang di lokasi tanah galian maka Kontraktor harus
melakukan pekerjaan pengupasan tanah lapisan atas sesuai dengan Gambar
rencana atau dengan petunjuk Engineer. Semua material lepas hasil galian
harus dipindahkan dan dilakukan pekerjaan pemadatan dengan persetujuan
Engineer.
Tempat-tempat yang rendah pada fondasi harus diisi dengan bahan yang
cocok dan dipadatkan secara berlapis-lapis, tebal tiap lapisan 15 cm. Bila
galian fondasi telah disetujui oleh Direksi, lapisan dasar setebal 15 cm
sampai 30 cm seperti yang ditunjukkan dalam gambar akan dibuat di bawah
fondasi ini. Lapisan dasar akan dipasang dengan yang seragam dan
dilaksanakan serata mungkin dan rapi untuk menghasilkan suatu fondasi
yang kuat bagi pasangan batu kosong.
Batu pecah yang dipakai dalam pasangan batu kosong harus dipasang dan
disusun sedemikian rupa pada lapisan dasar yang kuat sehingga bila
pekerjaan tersebut telah selesai, menjadi stabil dan tidak mungkin longsor.
Adanya rongga-rongga besar antara batu-batu pasangan harus dihindarkan.
| I - 17
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Pengawasan harus dilaksanakan agar diperoleh jaminan bahwa semua
pasangan batu disusun di atas permukaan yang betul-betul datar. Pasangan
batu pecah harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ke luar di
atas garis pasangan seperti yang ditunjukkan pada gambar atau atas
petunjuk Engineer. Semua celah-celah di dalam pasangan batu kosong harus
diisi sebaik-baiknya dengan pecahan batu. Jumlah batu-batu pecah yang
digunakan harus tidak boleh melebihi jumlah yang diperlukan untuk mengisi
celah-celah dalam pasangan batu tersebut.
Di atas pasangan batu kosong harus dibuat penutup dengan miring yang
cukup untuk melindungi puncak pasangan itu. Penutup itu harus terdiri dari
batu-batu datar buatan pilihan yang besar serta dipasang menurut arah dan
tingkatan-tingkatan seperti ditunjukkan pada gambar atau ditentukan oleh
Engineer.
| I - 18
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
BAB 3
PEKERJAAN
PENGADAAN &
PEMASANGAN PIPA
Pasal 1
Lingkup Pekerjaan
a. Instalasi pipa, katup-katup, kelengkapan lain dari pipa air baku.
b. Mengadakan buruh, peralatan-peralatan dan pelayanan-pelayanan dalam rangka
pelaksanaan seluruh pekerjaan yang diperlukan dan hal-hal yang bertalian dengan
penyelesaian pekerjaan yang diuraikan pada (a) di atas ataupun yang ditentukan
kemudian dalam lingkup pekerjaan.
Pasal 2
Standard
Pipa dan sccessorisnya harus sesuai dengan standard internasional yang ada dan
kualitas minimum sama dengan standard spesifikasi yang dibutuhkan.
Standard yang diterima :
ANSI = American National Institute
ASTM = American Society of Testing Material
AWS = American Welding Society
AWWA = American Water Works Association
ISO = International Standardization of Organisation
BS = British Standards Institution
JIS = Japaaneese Industrial Standards
SNI = Standar Nasional Indonesia
SII = Standard Industri Indonesia
Pasal 3
Pengaturan Kerja
1. Pengaturan Kerja
| I - 19
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Semua pekerjaan harus dilakukan secara cermat dan lengkap dengan mengikuti cara
terbaik (modern) serta sesuai dengan spesifikasi teknis. Lubang baut harus rata dan
bersih dari bintik-bintik kotoran. Semua pekerjaan dikerjakan oleh tenaga ahli, dan
bilamana mungkin, semua bagian harus tepat sesuai standard dimensi untuk
memudahkan pemindahan dan perbaikan. Permukaan dicat atau dilapisi anti karat
yang rata, bebas dari ujung-ujung tajam, dan proyeksi harus rata pada ujung-ujung
sekeling bagiannya. Semua batang besi, tangkai besi plat besi harus bersih dan lurus.
Toleransi dan penyesuaian terhadap shop drawing diharapkan sekecil mungkin.
Pekerjaan mesin harus dilakukan oleh pekjerja ahli dan mengikuti cara terbaik dan
praktis untuk peralatan yang ada spesifikasi.
Permukaan yang akan di las harus bersih dan bebas dari debu, karat, cat dan
barang-barang aseng lainnya. Semua pekerjaan las sesuai dengan pekerjaan las yang
baik dan praktis, pertimbangan ketebalan sesuai dengan barang yang di las. Sesudah
pengelasan, besi harus terikat sempurna kuat dan akan lebih baik bila dihaluskan
dan disikat kawat untuk menghilangkan abu, kotoran atau cairan, sebelum dipakai.
Semua pengelasan akan terlihat rata dan rapi semua sisi, tanpa kelihatan, overlap
dan tidak ada lubang-lubang yang terlewatkan dan juga tonjolan-tonjolan, ujung
dan akhir pengelasan harus baik menggabungkan besi asalnya. Pada waktu
perakitan dan selama pengelasan, bagian komponen yang sudah jadi harus
dipegang pada tempatnya dengan klemp yang cukup memadai dan kuat untuk
pegangan agar bagian tidak berubah posisi dan hubungan yang terlalu dekat.
Pasal 4
Pekerjaan Pipa GIP
1. Material Perpipaan
Untuk material pipa GIP yang ditawarkan, rekanan harus melengkapi dokumen
penawarannya dengan :
• Brosur
Begitu pula untuk fitting dan accessories pipa seperti gate-valve dan sebagainya,
rekanan juga melengkapi dengan brosur-brosur.
Referensi ke Standard-standard Nasional atau publikasi dalam spesifikasi ini untuk
indikasi bentuk umum, type dari bermacam kualitas. Barang-barang mungkin
dilengkapi dengan International Standard yang lain, maka diperlukan keseragaman
kualitas sedikitnya sama dengan kebutuhan standard spesifikasi. Kecuali itu
spesifikasi diijinkan dengan cara lain, dimana SII-ISO standard tidak ada, maka
standar yang lain sedikitnya mendekati kebutuhan SII-ISO standard untuk
alternative.
Gambar kerja (Shop Drawing) yang utama untuk pembuatan dan pengiriman barang
supplier harus menyerahkan gambar kerja. Gambar kerja, untuk perpipaan dan
fitting harus dilengkapi :
• Type material yang dipakai, ukuran, tebal, panjang, tipe spesial, bentuk/rupa,
berat, klass, toleransilimit, dan kualitas.
• Standard pembuatan
| I - 20
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
• Gambar fabrikasi komplit termasuk spesial detail, adaptor, fitting dan joint
design (penyambung)
• Metode coating dan linning (pelapisan) bila ada.
Tenaga ahli mengadakan peninjauan barang terlebih dahulu sebelum barang dikirim
dari pabrik supplier atau dari pabrik sub-kontraktor, dan supplier atau sub-
kontraktor harus mengajukan dan menyiapkan fasilitas untuk tenaga ahli tersebut
atau wakilnya yang ditunjuk untuk peninjauan tersebut. Peninjauan atau
persetujuan oleh tenaga ahli untuk segala peralatan dan material tidak akan lepas
dari kewajiban supplier dalam kontrak ini.
Lapisan cat pelindung supaya diadakan oleh pihak pabrik dimana sedikit mungkin
sama dengan spesifikasi, semua lapisan dalam harus patut untuk air minum.
Pekerjaan pipa steel, fittings dan valves untuk diatas tanah memakai lapisan luar
dengan polyamide cured epoxy fabrication primer.
Pipa baja dan GIP, harus ada sertifikat air minum untuk layak dipakai sebagai pipa
air minum dan tidak mengandung bahan yang bisa terlarut dalam sejumlah
teretentu yang bisa mengakibatkan keracunan. Semua pipa harus ada sertifikat,
aman sebagai pipa yang mengalirkan air minum dari laboratorium bebas. Semua
lining (lapisan dalam) atau coatings (lapisan luar) yang dikenakan ke pipa-pipa dan
fitting steel juga layak untuk dipakai mengalirkan air minum.
Seluruh material perpipaan yang pokok, kecuali ditentukan atau diuraikan secara
lain dalam RAB, disediakan oleh Kontraktor, sesuai dengan kontrak pekerjaan untuk
paket ini. Material yang dimaksud adalah sebagai berikut :
• Pipa dan kelengkapannya.
• Katup-katup.
• Gasket mur baut dari flens-flens
Material lain yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan perpipaan, seperti
pasir, koral, semen, batu bata dan lain-lain yang ditentukan di dalam RAB, akan
disediakan oleh Kontraktor.
2. Gudang dan Material Perpipaan
Setiap pekerjaan perpipaan dianggap telah terpasang pada jalur pipa, hanya apabila
hal itu dilakukan dengan sepengetahuan atau persetujuan dan ditandatangani
Pemberi Tugas pada surat laporan tertulis yang dibuat oleh Kontraktor. Pekerjaan
pipa yang dipasang tidak sesuai dengan prosedure diatas, akan dianggap hilang dan
harga materialnya akan dibebankan kepada Kontraktor berdasarkan harga satuan
yang ditetapkan pada kontrak pengadaan barang.
Kontraktor akan menyediakan pekerja dan peralatan yang diperlukan untuk
transportasi material ke gudang Kontraktor atau ke lapangan pekerjaan. Kontraktor
akan bertanggung jawab untuk setiap kerusakan dan kehilangan material, segera
setelah serah terima dari material tersebut. Seluruh material akan ditangani dan
| I - 21
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
digudangkan sedemikian, sehingga dapat dihindari pengerusakan/pemburukan dan
pengotoran.
Lokasi gudang Kontraktor akan ditempatkan sesuai penunjukan dan persetujuan
Pemberi Tugas dan harus dijaga selama 24 jam. Setelah penyelesaian pekerjaan,
maka Kontraktor akan mengangkut kembali barang-barang sisa ke gudang Pemberi
Tugas atau kegudang sesuai pengarahan dari Pemberi Tugas.
3. Penanganan Material Perpipaan
Pipa-pipa akan ditangani dan digudangkan sesuai dengan instruksi pabrik sehingga
tidak menyebabkan kerusakan. Perhatian khusus diberikan terhadap penanganan
dan penggudangan pipa-pipa dan kelengkapannya sehubungan dengan coating atau
cement lining. Kait atau alat lain yang mungkin mengakibatkan kerusakan terhadap
ujung-ujung pipa tidak akan digunakan.
Pipa-pipa dan kelengkapannya tidak akan digelundungkan, kecuali diatas balok kayu
yang layak dan tidak akan diangkat dengan menggunakan rantai. Apabila terjadi
kerusakan dalam pemasangan perpipaan atau peralatan-peralatan yang karena
kelalaian, maka kewajiban Kontraktor untuk mengadakan kembali perpipaan/
peralatan lain yang sesuai dengan kuantitas yang diperlukan. Sebelum meletakkan
pipa-pipa atau kelengkapan-kelengkapannya pada posisi yang telah ditentukan,
harus dibersihkan terlebih dahulu dan diperiksa jika ada kerusakan-kerusakan.
Didalam penanganan katup, perhatian khusus akan diberikan dan diuji terhadap
dudukan katup dan bagian-bagian yang bergerak. Katup-katup akan terpasang
sehingga berfungsi dengan baik, bebas dari pengotoran dan gangguan terhadap
mekanismenya. Kontraktor akan memperbaiki dengan biaya sendiri apabila terjadi
kerusakan sewaktu pemasangan. Setiap katup yang tidak berfungsi sebagaimana
mestinya setelah pemasangan akan diperbaiki atas biaya Kontraktor.
Kontraktor akan memasang pipa-pipa serta kelengkapan-kelengkapannya sesuai
dengan gambar-gambar dan petunjuk Pemberi Tugas. Pekerjaan akan dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan kondisi untuk pekerjaan perpipaan yang
berlaku seperti Peraturan Perpipaan Indonesia (PPI), American Welding Society
(AWS), instruksi-instruksi dari Pemberi Tugas dan dokumen-dokumen yang
disebutkan diatas, juga akan berlaku untuk seluruh pipa dari segala jenis material
yang tidak dicakup didalam dokumen ini.
4. Pemasangan Pipa
Pipa dan kelengkapannya setelah diambil dari gudang diletakkan dekat jalur pipa.
Dalam hal pemasangan pipa Pemborong harus mengikuti prosedur dari pabrik
pembuat pipa dan harus dipasang pada jalur yang dimaksud sesuai gambar. Setiap
pipa akan diperiksa secara teliti sebelum dan sesudah pemasangan dan pipa yang
mengalami kerusakan akan diperbaiki atau diganti. Setiap selesai pemasangan pada
setiap hari, maka ujung pipa yang terbuka akan ditutup dengan potongan kayu atau
ditutup lain yang disetujui oleh Pemberi Tugas.
| I - 22
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Pemotongan pipa akan dilakukan dengan alat pemotong pipa yang sesuai untuk
setiap jenis pipa dan disetujui Pemberi Tugas dan ujung pipa bekas potongan akan
dihaluskan dengan alat yang sesuai untuk jenis pipa yang dimaksud. Semua
sambungan dan kelengkapan-kelengkapan pipa untuk sistem tersebut akan
dipasang selayaknya dan sesuai dengan petunjuk-petunjuki pabrik pembuatnya.
Blok-blok penahan dari beton akan ditempatkan pada tempat yang benar. Katup-
katup dan kelengkapan lainnya supaya dipasang dan ditempatkan pada lokasi yang
benar dan dalam hal pemasangannya agar menurut petunjuk-petunjuk/intruksi-
intruksi pabrik pembuatnya.
5. Pengujian Tekanan Hydrostatic
Pengujian tekanan hanya dilakukan setelah pipa terpasang dengan sempurna
beserta seluruh kelengkapan dan blok-blok penahan/penjangkaran beton paling
sedikit telah berumur 14 hari.
Pengujian tekanan dilakukan bagian perbagian dari panjang pipa tergantung dari
letak dan jarak dari katup-katup. Maksimum panjang pipa yang akan diuji adalah
500 meter untuk pipa yang berdiameter sampai dengan 150 mm dan untuk yang
berdiameter lebih besar dari 150 mm adalah 1500 mm.
Apabila terdapat hal-hal khusus sehingga pengujian pipa harus dilakukan lain maka
Pemberi Tugas dapat menentukan/mengintruksikan lain dari tersebut diatas.
Periode stabilisasi dibutuhkan, tergantung pada tiap-tiap jenis pipa, yaitu setelah
pipa diisi penuh dengan air dengan tekanan rendah dan pada periode ini di check
segala kemungkinan kebocoran dan perbaikan yang masih dibutuhkan.
Setelah periode stabilisasi dari bagian pipa yang akan diuji selesai, maka “ Pengujian
Tekanan “ hingga tekanan yang dikehendaki dilakukan dengan bantuan pompa
piston kecil yang disertai sebuah akumulator. Pompa tersebut sebelumnya harus
diperiksa untuk menjamin tidak adanya kehilangan tekanan pada pompa itu sendiri
dan tekanan hendaknya dilakukan secara perlahan-lahan dan merata.
Manometer ( min. diameter 15 cm berkapasitas 0 – 20 atm dan dapat menunjukkan
0,1 bar) dipasang pada ujung bagian pipa yang diuji dan mempunyai sambungan
stop cock ½”. Pengujian tekanan pipa akan dilakukan dalam periode minimum 3
(tiga) jam untuk pipa berdiameter sampai dengan 150 mm dan 6 (enam) jam untuk
diameter lebih dari 150 mm pada tekanan dua kali tekanan kerja.
6. Desinfeksi
Setelah “ pengujian” dan “pengujian kebocoran” terhadap “Hydraulic Struktur” yang
ada (reservoir dan lain-lain) telah selesai, maka dilakukan pengurasan terhadap
pipa-pipa dan struktur tersebut.
Untuk kondisi tekanan tertentu, dan apabila pipa akan segera dipergunakan maka
setelah pengurasan dan pembersihan selesai, maka dilakukan desinfeksi, yaitu
dengan mengalirkan air campuran calcium-hypochlorite dengan kadar minimum 2,5
mg/l pada ujung-ujung pipa dan struktur-struktur. Setelah 24 jam pengisian selesai
| I - 23
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
dan pengisian kembali kadar calsium hypochlorite menyatakan 1 mg/l, maka
pengurasan dapat dilakukan kembali dan berarti sistem siap untuk dipakai. Jika
setelah 24 jam ternyata cholrine sangat kecil atau nol sama sekali, maka desinfeksi
akan diulangi lagi dan seterusnya demikian hingga Pemberi Tugas menyetujuinya.
Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Kontraktor.
7. Accessories (Kelengkapan Pipa)
Pemasangan accessories yaitu katup-katup, katup-katup udara, wash out, fitting-
fiting, dan lain-lain akan menerima perhatian sama seperti pada pemasangan pipa,
terutama mengenai pembersihan, dudukan, cara penyambungan dan instruksi-
instruksi pabrik pembuatnya. Katup-katup yang terletak di bawah tanah untuk pipa
yang letaknya horizontal, maka katup-katup didudukan beton agar jangan terjadi
retak pada pipa akibat berat katup itu sendiri.
Katup-katup harus dilengkapi dengan “spindle”, rumah katup dan tutup rumah
katup sesuai dengan tipikal gambar detail. Rumah katup dan tutup rumah katup
akan terpasang hingga dapat berfungsi baik, bebas dari kotoran-kotoran dan
gangguan terhadap mekanismenya. Setiap katup yang tidak berfungsi sebagaimana
mestinya setelah pemasangan akan diperbaiki atas biaya Pemborong.
a) Air Valve
• Supplier melengkapi semua valves yang diperlukan dan ditunjukkan dalam
penawaran. Semua valves harus punya spesifikasi ukuran dan sejauh
memungkinkan, semua valves dari tipe yang sama dan dari satu pabrik. Supplier
harus menyerahkan sertifikat dari pabrik untuk setiap valves yang ada pada
ketentuan spesifikasi.
• Semua valves harus dilengkapi nama pabrik, tekanan kerja, ukuran/diameter,
dan arah aliran pada setiap badan valves.
• Valve terbuat dari ductile iron atau cast iron klass tinggi, cakram dengan
dudukan nikle atau stainless . Cakram alternatif dengan lapisan plastic atau karet
yang menutup penuh semua permukaan. Tangkai valves harus dari stainless
steel. Komponen yang lain bisa dari gunmetal, aluminium, kuningan atau nikle
tembaga dengan campuran 5% dari seng.
• Dududukan valves harus bisa kokoh sempurna dicelah bagian badan valve atau
kokoh sempurna pada bagian tembereng lingkaran, atau dengan cara lain
terletak sempurna pada badan valve dan aman terikat pada posisinya. Semua
bagian, baut, mur, dan ring (washer) untuk pengikat sempurna dibagian dalam
valve harus terbuat dari stainless steel type 304.
• Valve ukuran diameter 40 mm dan lebih kecil harus dari kuningan, kecuali untuk
pemutarnya (hand wheel) bisa memakai cat iron atau besi tempa dan dilengkapi
dengan baut penutup.
| I - 24
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
• Hubungan ulir (lubang alur pada valves harus sesuai dengan ISO R-7 “ Pipe
threads for gas list tubes and screwed fittings”
• Semua flens harus disesuaikan dengan dimensi dan lubang baut sesuai
spesifikasi dalam ISO 2531 untuk tekanan sebesar PN 16. Valves diameter 50
mm dan lebih besar harus dengan flens, kecuali tidak ada spesifikasi/ketentuan
lain.
• Pelindung tangkai ulir, cincin pasak, dan packing untuk valve direncanakan
dengan perakitan stuffing box (pelindung tangkai ulir) sedemikian rupa bersama
packingnya untuk bisa diatur posisinya atau tangkai tertarik penuh tanpa
mengganggu bagian-bagian yang lain dari valve.
• Besi untuk baut, angker baut dan penutup sekerup harus sesuai dengan
“specifications or low carbon steel externally and internally threaded standard
fastners” grade B (ASTM A-307), atau “specification for carbon steel bars subject
to mechanical property requirement : (1) The nut material shall be free of
cutting steel and (2) the nuts shall be capable of developing the full strength of
the bolth”. Semua baut dan mur harus mempunyai bentuk segi enam (hexagon).
Baut, mur dan ringnya untuk flens harus sesuai dengan ketentuan ISO 2531.
Gaskets dibuat dari karet chloropane.
• Semua valve direncanakan untuk tekanan kerja tidak kurang dari 16 bar, jika
tidak ada ketentuan lain.
• Supplier harus menyerahkan shop drawing (gambar rencana kerja) ke tenaga
ahli yang ditunjuk untuk persetujuan. Shop drawing meliputi :
o Daftar dan rencana material
o Detail joint (dan bila diperlukan adaptor)
o Nama pabrik pembuat
o Ukuran, detail, material, ketebalan untuk setiap bagian.
Tenaga ahli akan melakukan pemeriksaan barang-barang sebelum pengiriman
dari pabrik atau sub-kontraktor dimana barang itu dibuat. Supplier dan sub-
kontraktor harus mengajukan dan menyiapkan kebutuhan fasilitas untuk tenaga
ahli tersebut dalam melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan dan persetujuan oleh
tenaga ahli untuk semua peralatan atau material tidak bias lepas dari supplier
dalam pelaksanaan kontrak ini.
b) Gate Valve
• Gate valve harus bisa menutup rapat tanpa ada celah sesuai dengan BS 5150, BS
5163 atau AWWA C 500.
• Gate valve harus dilengkapi dengan alat pengatur (hand whells, operating nuts)
sesuai spesifikasi. Untuk operating nuts harus sesuai ukuran kebutuhan valve.
Operator harus bisa melihat pada arah mana untuk mengatur posisi/membuka
valve.
| I - 25
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
• Valves harus dari ductile iron atau cast iron kwalitas tinggi untuk badannya dan
pintunya (gate) diperkuat dengan campuran besi yang biasa dipakai untuk
senapan (gun metal = campuran tembaga, timah, timah hitam, seng, dan
kuningan). Valve tidak mengandung kuningan 5 % lebih banyak dari seng.
• Kandungan besi bagian dalam harus dilindungi/dilapisi cat dengan
polyamidecurd epoxy resin, yang aman dan sesuai untuk air minum.
• Semua valves diameter 50mm dan yang lebih besar memakai hubungan flens.
Valves dan stop cocks untuk pipa diameter 40 mm kebawah memakai hubungan
ulir.
c) Check Valve
• Ceck Valve harus mampu menahan tekanan akibat aliran balik dalam pipa (water
hammer) sebesar 16 bar dan maksimum 20 bar. Type check valve adalah “Swing
Check Valve” dan “Smolensky Check Valve”.
• Setiap check valve harus terbuat dari cast iron atau ductile iron dengan
dilengkapi dudukan karet, cakram (disc), tangkai valve, dan mekanisme operasi,
dan harus sesuai untuk semua pemakaian peralatan seperti pada “standards for
smolensky check valve” Class 150, dengan “connected flange” ANSI B 16.1 atau
International Standard yang lain yang lebih tinggi kwalitasnya dari standard yang
dimaksud.
• Semua bagian dari mekanisme pengoperasian harus mudah dan siap untuk
dilakukan pemeriksaan, pengaturan, perbaikan dan pemindahan. Kelengkapan
pengunci cakram harus ada pada saat diadakan pengangkatan mekanisme
pengoperasian dan terbuka penuh serta terlihat kuat. Indikator posisi cakram
harus diberikan dan langsung dari tangkai valve, atau kepanjangannya, dimana
untuk mengindikasikan kedudukan cakram terhadap relative lintasan air pada
badan valve.
• Mekanisme pengoperasian untuk operasi manual harus bisa terkunci sendiri
tanpa bisa mengubah posisi cakram yang telah diset akibat tekanan air atau
getaran.
• Permukaan luar seluruh bagian valve dari besi harus dilindungi oleh polyamide
cured epoxy resin yang sesuai dan aman untuk digunakan pada air minum.
8. Perlintasan
Perlintasan sungai, selokan, jalan supaya dilaksanakan sesuai typikal gambar detail
yang ada. Untuk perlintasan tersebut, terutama perlintasan sungai dan selokan,
harus diadakan perbaikan-perbaikan sesuai lokasi terutama mengenai dudukan
(pondasi) perlintasan dan juga dinding penahan (retaining wall) dan semua biaya-
biaya ini sudah harus diperhitungkan pada waktu peninjauan lapangan dan
dimasukkan ke Rencana Anggaran Biaya (RAB/BOQ).
Pemasangan pipa, accessories dan fitting-fitting pada perlintasan-perlintasan ini
benar-benar harus dilaksanakan dengan baik dan juga seluruh pekerjaan lain yang
dimaksud dalam gambar termasuk coating/painting terhadap pipa yang terletak di
| I - 26
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
atas tanah dan pengembalian pada keadaan semula untuk perlintasan jalan dan
jalan kereta api dan lain-lain pekerjaan yang mungkin diperlukan yang dijumpai
sewaktu peninjauan di lapangan.
9. Wash Out (Pengeluaran)
Wash Out akan dipasang pada tempat-tempat sesuai gambar dan pemasangan
dilakukan sesuai tipikal gambar detail dan petunjuk-petunjuk Pemberi Tugas.
10. Ketentuan Pipa Galvanized yang dipakai
Diameter Diameter Tebal Dinding Tekanan Test Berat
Nominal DN Luar T Minimal
(mm) OD (mm) (kg/cm2) (Kg/m)
(mm)
13 (1/2”) 21.40 2.64 50 1.23
18 (3/4”) 27.00 2.64 50 1.59
25 (1”) 34.00 3.25 50 2.46
32 (1 ¼’) 42.80 3.25 50 3.17
39 (1 ½”) 48.30 3.25 50 3.66
50 (2”) 60.20 3.66 50 5.16
63 (2 ½”) 76.10 3.66 50 6.64
75 (3”) 88.90 4.06 50 8.63
100 (4”) 114.30 4.47 50 12.40
125 (5”) 140.60 4.88 50 16.70
150 (6”) 166.10 4.88 50 19.80
Pipa GI diameter 150 mm dan yang lebih kecil harus sesuai dan mengikuti SNI atau
SII-0161-81 (equivalent BS 1387/67) ukuran medium dan digalvaniz. Ujung pipa
harus dibuat alur hubungan ulir dan besarnya alur sesuai ISO R-7. Fitting untuk pipa
ini meleable cast iron sesuai BS 143 dan BS 1256 untuk alur ujungnya, jika tidak ada
ketentuan lain, dan harus digalvaniz. Alternative fittings adalah ductile cast iron
atau cast iron dilengkapi flens. Pipa galvanise yang digunakan adalah pipa GI klass
medium, sesuai SII 0161-81 atau SNI.
a. Penanganan (Handling)
• Pipa GI adalah material yang mempunyai sifat jauh lebih keras dari pada pipa
PVC maupun asbes semen, namun masih juga memerlukan penanganan yang
memadai.
• Pada tempat penyimpanan/penggudangan maka alas pada lantai diusahakan
lebih tinggi dan rata, hal tersebut untuk mencegah pipa GI berhubungan
langsung dengan air apabila terjadi hujan dan dapat berakibat korosi.
• Dalam penngangkutan dan penurunan pipa perlu diperhatikan benturan-
benturan yang mungkin terjadi agar tidak mengalami kerusakan (penyok) pada
pipa dan ujung pipa.
| I - 27
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
b. Pemasangan Pipa
• Pemasangan dan pemakaian pipa GI untuk sambungan rumah yang
berdiameter kecil disamping itu juga untuk perlintasan yaitu jembatan ataupun
gorong-gorong dan syphon.
• Pemasangan pipa pada umumnya dilakukan setelah galian sesuai gambar dan
pipa diletakkan diatas bantalan yang teratur dan padat dengan penahan yang
cukup kuat dari samping (urugan yang padat).
• Jangan menggali terlalu jauh didepan pipa-pipa yang dipasang karena galian
panjang yang terbuka seringkali dapat menuntun kearah banjir, longsor,
berbahaya, untuk lalu lintas, pekerja-pekerja dan lain-lainnya. Untuk
mendapatkan hasil yang baik maka pekerjaan penggalian, Pemasnagan dan
penimbunan dilakukan bersama-sama sehingga memungkinkan pengawas
melaksanakan kontrol yang lebih ketat terhadap para pekerja.
• Penyambungan pipa dilakukan setlah terlebih dahulu pipa dimasukkan di
lubang galian, hal tersebut untuk menghindari patahan sewaktu pengangkatan
pipa ke lubang galian.
• Di daerah gunung dan daerah berbatu yang tidak memungkinkan pipa ditanam
maka pemasangannya cukup dengan anker atau balok penyangga dan
pengaman.
c. Pengujian Tekanan Hydrostatic
• Setelah pemasangan pipa selesai, maka diadakan lagi inspeksi apakah seluruh
sistem telah dipasang dengan baik. Apabila sistem terlalu besar, maka uji coba
hydrostatic dapat dilakukan sebagian-sebagian.
• Pipa-pipa harus secara layak diangker pada semua perubahan arah dan titik
tetap yang telah ditentukan.
• Angker-angker dan blok-blok penahan lainnya harus cukup kuat terhadap uji
coba maximum hydrostatic, maka pemborong harus memberi perhatian penuh
didalam mengerjakannya dan selalu berhubungan dengan pemberi Tugas
terutama karena sifat alam dari pipa ini amat flexible.
• Urugan sebagian, hanya dengan sambungan-sambungan yang kelihatan, sangat
baik dan penutup ujung pipa membutuhkan tahanan yang kuat.
• Seluruh katup-katup harus dalam posisi terbuka demikian halnya katup udara.
• Jaringan pipa diisi dengan air dari titik yang terendah untuk dapat membuang
udara dari jaringan pipa. Setelah penuh, maka dibiarkan selama 24 jam. Katup
udara ditutup dan seluruh sambungan diperiksa lagi, apakah dalam keadaan
baik.
• Tekanan akan dilakukan secara lambat-lambat dengan bantuan pompa, hingga
tingkat tekanan yang dibutuhkan.
• Apabila sistem terpisah dari pompa penguji tekanan, maka untuk periode 1 jam,
uji coba dapat dikatakan memuaskan, apabila jumlah air yang dibutuhkan untuk
mendapatkan tekanan yang dimaksud tidak melebihi jumlah sebagai berikut :
• 3 liter per km pipa, dengan diameter dalam 25 mm per 3 bar tekanan
percobaan, per 24 jam.
| I - 28
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
• Kerusakan yang timbul dari percobaan ini akan diperbaiki dan lanjutan uji coba
hydrostatic dilakukan sampai memberi hasil yang memuaskan.
• Perbaikan-perbaikan
Bermacam-macam metode untuk menanggulangi kebocoran, kerusakan pada
bagian pipa. Secara umum, yang paling baik adalah untuk bagian yang rusak, pipa
dipotong dan diganti dengan bagian pipa yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Apabila kerusakan terjadi pada pengelasan sambungan, maka bagian las tersebut
akan diganti keseluruhannya.
d. Peralatan Pipa GI
• Flange
Flange penyambungan antara pipa dengan pipa, fitting dengan fitting atau
antara pipa dengan fitting yang diameter lebih dari 100 mm menggunakan
flange harus diperhatikan penyambungannya. Sebelum penyambungan
dilakukan harus dibersihkan dahulu dari kotoran. Setelah diyakinkan bersih baru
diantara flange yang akan disambung dipasang packing berupa karet.
Pemasangan mur/baut harus benar-benar kuat dan rapat agar tidak terjadi
kebocoran pada sambungan tersebut.
Pasal 5
Ketentuan-Ketentuan Pipa HDPE
1) PIPA HDPE DAN FITTING
A. Umum
Bahan pipa harus dari high density polyethylene (HDPE) yang memenuhi
persyaratan baik Grade P33, Class C ataupun Grade P34, Class C (PE 3306 dan PE
3406) sesuai dengan standar ASTM D 1248.
Campuran yang digunakan harus dari virgin plastic kecuali bahan-bahan yang
diolah kembali dari produksi pipa pabrik itu sendiri dapat digunakan dengan
syarat aslinya dari virgin (material baru).
Sertifikat pabrik harus disertakan pada penawaran.
B. Dimensi
Pipa yang sudah selesai harus disuplai sesuai dengan ukuran yang diberikan
dalam ISO 4065 untuk pipa seri S4. Pipa tersebut disuplai dalam bentuk
gulungan kurang lebih 100 meter.
Tekanan baja nominal pipa adalah 0,98 M Pa (10.0 kg/cm²) dan dimensinya
adalah sebagai berikut :
| I - 29
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
PIPE SIZE NOMINAL
(mm) PIPE (inch) SDR PRESSURE (bar) THICK (mm)
20 ½” 11 16 1.9
25 ¾” 11 16 2.3
32 1” 11 16 2.9
40 1 1/4” 11 16 3.7
11 16 4.6
13.6 12.5 3.7
50 1 ½” 17 10 3.0
26 6,3 2,4
21 8 3
63 2" 17 10 3,8
13,6 12,5 4,7
11 16 5,8
26 6,3 2,9
21 8 3,6
75 2 1/2" 17 10 4,5
13,6 12,5 5,5
11 16 6,8
26 6,3 3,5
21 8 4,3
90 3" 17 10 5,4
13,6 12,5 6,6
11 16 8,2
26 6,3 4,3
21 8 5,3
110 4" 17 10 6,6
13,6 12,5 8,1
11 16 10
26 6,3 5,4
21 8 6,7
140 5" 17 10 8,3
13,6 12,5 10,3
11 16 12,7
26 6,3 6,2
21 8 7,7
160 6" 17 10 9,5
13,6 12,5 11,8
11 16 14,6
26 6,3 7,7
21 8 9,6
200 8" 17 10 11,9
13,6 12,5 14,7
| I - 30
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
11 16 18,2
26 6,3 9,6
21 8 13,4
250 10" 17 10 14,8
13,6 12,5 18,4
11 16 22,7
26 6,3 12,1
21 8 16,9
315 12" 17 10 18,7
13,6 12,5 23,2
11 16 28,6
26 6,3 13,6
21 8 19,1
355 14" 17 10 21,1
13,6 12,5 26,1
11 16 32,2
26 6,3 15,3
21 8 21,5
400 16" 17 10 23,7
13,6 12,5 29,4
11 16 36,3
26 6,3 19,1
21 8 26,7
500 20" 17 10 29,6
13,6 12,5 36,8
11 16 45,4
C. PENGETESAN
Pipa harus dites sesuai dengan persyaratan AWWA C 901 sebagai berikut:
1. Sustained pressure test, 22 bars (2,16 M Pa) atau 22 kg/cm²) untuk 100 jam.
2. Burst pressure test, 40 bars (3,92 M Pa) atau 40 kg/cm²) dipertahankan
selama minimum 60 detik.
Tekanan-tekanan tersebut di atas adalah untuk pengetesan 23 °C (± 3,5 °C).
Apabila test yang dilakukan pada suhu di atas 30 °C, tekanan tes dapat dikurangi
sampai tidak kurang dari 80% dari harga-harga di atas.
D. SAMBUNGAN DAN FITTING
1. Umum
Sambungan dibuat dengan compression type coupling.
Penjelasan fusi panas maupun pemotongan ulir pada pipa polyethylene
tidak diperkenankan. Fitting harus menggunakan compression type yang
dirancang untuk digunakan dengan pipa polyethylene dan mempunyai
| I - 31
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
compression type adaptor. Untuk pipa 40 mm dan lebih kecil fitting harus
disediakan sesuai dengan gambar untuk sambungan pelayanan.
2. Pengetesan
Sambungan dan fitting harus dapat menahan tes kedap air yang disyaratkan
dalam ISO 3458 dan ISO 3501.
3. Sambungan Mekanikal Ganda (Coupling)
Kecuali ditentukan lain, kopling harus dari bahan HDPE tipe sambungan
mekanikal pada kedua ujungnya untuk penyambungan ke pipa HDPE.
4. Sambungan Mekanikal Elbow
Kecuali ditentukan lain, elbow harus dari bahan HDPE tipe sambungan
mekanikal pada kedua ujungnya untuk penyambungan ke pipa HDPE.
5. Sambungan Mekanikal Sederhana (Thread End)
Kecuali ditentukan lain, semua fitting dengan ujung berulir harus dari
logam, jenis alloy tembaga atau polypropylene sesuai yang disetujui. Ujung
ulir dapat dari jenis “male” atau “female”. Ujung-ujung sambungan
mekanikal dari jenis compression type dengan built in rubber ring dan
clamping ring untuk penyambungan ke pipa HDPE.
E. PERKAKAS/PERALATAN DAN CADANGAN
Untuk perbaikan dan pemeliharaan oleh PDAM, harus disediakan suku cadang
dan perkakas sebagai berikut.
Untuk kopling dan sambungan-sambungan, Pelaksana Pekerjaan harus
memasukkan ke dalam penawarannya penyediaan suku cadang (tergantung dari
jenis kopling dan sambungan yang disuplai) untuk keperluan pemeliharaan dan
perbaikan dalam perioda tiga tahun.
Pelaksana Pekerjaan harus merinci jumlah/banyaknya suku cadang sesuai
dengan rekomendasi pabrik untuk kopling dan untuk disetujui Pemberi Tugas.
Untuk asembling dan re-asembling sambungan pipa HDPE di lapangan, dalam
kotak perkakas “Special tool” untuk HDPE harus termasuk paling sedikit:
- 2 pemotong pipa HDPE masing-masing dengan 30 pisau, cadangan.
- 2 alat bevel untuk pipa HDPE
- 2 set ekstraktor untuk pembukaan sambungan (bila perlu).
Harus ditambahkan ke dalam daftar di atas semua perkakas yang diperlukan
untuk pemasangan pipa HDPE, seperti direkomendasikan oleh pabrik pipe HDPE
dan/atau “clamp coupling”.
2) PIPA POLYETHILENE & ACCESSORIS
Pipa polyethilene dan fitting harus berwarna hitam dengan strip berwarna biru
yang menyatu dengan pipa untuk identifikasi pipa air. Pipa polyethilene harus
memenuhi standard-standard berikut :
ISO 4427 : 1996 Pipa polyethilene untuk supply air
ISO 12162 : 1995 Material (bahan baku) thermoplastic untuk pipa dan fitting
bertekanan.
AS 4130 : 1997 Pipa polyethilene untuk aplikasi pipa bertekanan
AS 4131 : 1997 Bahan baku polyethilene untuk pipa dan fitting bertekanan
| I - 32
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Bahan baku pipa polyethilene harus memiliki Minimum Required Strength (MRS)
11.2 MPA pada suhu 25°C dalam masa 50 tahun.
Kontraktor harus memberikan data tekhnik test certificate untuk bahan baku
polyethilene pada saat memasukkan tender beserta pengalaman pabrik didalam
pembuatan pipa tersebut.
A. Tekanan Kerja
Pipa PE 100 yang diperlukan dapat menahan tekanan kerja minimal 8 bar sesuai
dengan volume pekerjaan. Pipa dengan tekanan kerja tersebut mampu
menahan tekanan 1,5 kali test tekanan. Kontraktor harus memberikan data
tekhnik test certificate pada saat memasukkan tender beserta pengalaman
pabrik didalam pembuatan pipa tersebut.
B. Penyambungan Pipa
Metoda penyambungan pipa PE yang diperkenankan adalah :
a. Permanent Joint : Butt Wlding , Socket Welding, dan Electofusion
b. Dismountable Joint : Vitaulic Coupling , Stub Flanges, dan Compression
fitting.
Penyambungan yang disarankan pada perencanaan ini pada umumnya
menggunakan Butt Welding dan Stub Flanges. Penggunaaan system Stub Flange
terutama pada fitting joint dan pada pipa lurus interval jarak maksimal 500 m
sesuai dengan panjang yang dibutuhkan untuk pengetesan pipa.
Prosedure penyambungan pipa harus dilakukan sesuai standard yang berlaku
hingga menjamin kekuatan sambungan yang diinginkan. Kontraktor dapat
mengusulkan system penyambungan lain bilamana diperlukan atas dasar
persetujuan pemilik pekerjaan dan pengawas pekerjaan.
3) V A L V E
A. Umum
Pelaksana Pekerjaan harus melengkapi valve sesuai dengan yang dibutuhkan
dan menurut standard yang disetujui. Seluruh valve sesuai dengan ukuran yang
disebutkan dan bila mungkin dari jenis atau model yang sama dan dikeluarkan
oleh satu pabrik.
Seluruh valve pada badan bagian luar harus tercetak asli dari pabrik dan dicor
dengan huruf timbul yang dapat menunjukkan :
- Nama atau Merk Dagang Pembuatnya.
- Tahun pembuatan (97 berarti 1997).
- Tekanan kerja.
- Diameter nominal.
- Arah panah aliran bila valve tersebut untuk digunakan satu arah aliran.
Valve dengan diameter lebih kecil 50 mm terbuat dari brass/ kuningan, bila tidak
disebutkan lain, kecuali untuk handwheel terbuat dari besi tuang atau besi
tempa dan jenis sambungan dari sambungan ulir. Ulir valve harus sesuai dengan
ISO 7/1 "Pipa threads where pressure tight joints are made on the threads"
Valve dengan diameter 50 mm ke atas menggunakan sambungan sistim dengan
flange dan terbuat dari cast iron/besi tuang.
| I - 33
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Ketebalan flange harus ditentukan berdasarkan tekanan kerja seperti yang
dispesifikasikan dan sesuai dengan standar internasional yang diakui. Pelaksana
Pekerjaan harus menyerahkan peritungan desain atas permintaan Direksi
Pekerjaan.
Bila tidak disebutkan dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) maka seluruh
Valve harus dibuat khusus untuk menerima tekanan kerja minimal 10 Bar dan
untuk flange harus mempunyai dimensi yang sesuai dengan standard ISO 2531.
Seluruh unit yang beroperasi harus didesain untuk pembukaan berlawanan arah
jarum jam dan searah jarum jam untuk penutupan. Tanda panah harus tertera
untuk menunjukkan arah rotasi untuk membuka atau menutup valve. Semua
lubang/bukaan sambungan pipa harus ditutup untuk mencegah masuknya
benda-benda asing.
Harga penawaran valve sudah termasuk perlengkapan untuk penyambungan
seperti gasket, mur, baut dan ring untuk satu sisi flange dengan imbuhan 10 %.
Besar dan ukuran perlengkapan tersebut disesuaikan dengan spesifikasi teknis
dari flange valve, mur baut dan ring dikirim dalam keadaan bukan material
bekas dan sudah tergalvanis dengan merata dan baik. Ketebalan gasket minimal
3 mm, terbuat dari karet sintetis.
Petunjuk pengoperasian valve harus disertakan seperti maksimum force pada
handweel, engkol (crank), T-bar dan perlengkapan lain sehingga tidak
menimbulkan kesulitan pada operator. Pelaksana Pekerjaan harus menyertakan
besarnya maximum torque yang dibutuhkan untuk setiap valve yang dikirim.
Coating seluruh permukaan logam seperti badan valve, flange, surface box dan
lain-lain yang berkontak dengan air bersih atau tanah harus dilapisi dengan non
toxic coaltar epoxy, enamel, bitumen atau bahan lain yang sama dan disetujui
oleh Direksi Pekerjaan Pengawas.
Permukaan harus bersih, kering dan bebas dari kotoran sebelum digunakan.
Coating dengan cara penyemprotan harus dilakukan di pabrik. Ketebalan
minimum coating setelah kering ± 400 microns (16 mils). Material yang
berkontak dengan air harus dari jenis non toxic sedangkan bahan yang dapat
larut tidak boleh digunakan.
Petunjuk operasi (operating manual) harus disediakan sebanyak 6 (enam) set
untuk setiap jenis valve dan perlengkapannya dan dalam bahasa Inggris.
Pelaksana Pekerjaan harus menyertakan sertifikat dari pabrik yang
menerangkan bahwa setiap valve telah memenuhi persyaratan yang diminta
dalam spesifikasi ini.
B. Gate Valve
Bila tidak disebut dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity), maka gate valve
yang ditawarkan adalah gate valve dari jenis "Soft/Resilent seated non rising
system".
Valve harus memenuhi standard "Gate Valve for Water and Other Liquids"
(AWWA C 500) atau standard internasional lain yang sama atau yang lebih tinggi
kualitasnya; dan didesain khusus untuk tekanan kerja yang tidak lebih kecil dari
10 Bar.
| I - 34
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Gate Valve dari jenis resilent-seated terdiri dari iron body ressilent seated gate
velve dengan jenis tangkai non rising (NRS). Valve harus dirancang untuk saluran
air yang bebas hambatan yang mempunyai diameter tidak kurang dari diameter
nominal valve dalam posisi terbuka.
Badan valve harus terbuat dari ductile iron dengan double flange. Flange harus
memenuhi standar ISO 2531, face to face memenuhi ISO 5732 seri 14. Untuk
stem seal harus disediakan gland packing atau O-ring termasuk pressure
actuated steam seal lainnya.
Penawaran gate valve adalah berikut hand wheel, kecuali bila disebut lain dalam
Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) maka gate valve harus dilengkapi dengan
cap untuk stemnya dan sudah dibaut.
Untuk gate valve yang tanpa hand wheel harus dilengkapi dengan kunci T (Tee
Key) minimal satu buah dan maksimum satu untuk setiap 20 buah yang
seukuran. Tee key tersebut dilengkapi dengan pendongkel tutup surface box/
street cover dan terbuat dari baja ST 40 yang telah digalvanis.
Bila dalam Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) diperlukan extension spindle
maka material tersebut terbuat dari baja ST 40 yang telah tergalvanis. Harga
penawaran extension spindle sudah termasuk potongan pipa PVC untuk
melindungi extension spindle tersebut dari urugan tanah.
Badan dari gate valve, hand wheel/cap terbuat dari besi tuang kelabu atau
bahan dengan kualitas lebih tinggi.
Badan gate valve harus terbuat dari besi (iron body) dengan dudukan dari logam
perunggu, tangkai valve jenis non-rising dan dengan katup yang solid (solid
wedge gate). Valve harus cocok untuk pemasangan dengan posisi tegak (vertikal
mounting). Valve harus dirancang untuk saluran air yang bebas hambatan yang
mempunyai diameter tidak kurang dari diameter nominal valve apabila dalam
posisi terbuka.
Stuffing box harus terbuat dari bahan yang sama dengan badan valve seperti
telah dispesifikasikan di atas dan harus dalam posisi terbuka. Tinggi dari stuffing
box tidak boleh kurang dari diameter valve. Packing pada stuffing box harus
terbuat dari asbes atau bahan lain yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan.
Packing dari hemp atau jute (rami) tidak boleh digunakan. O-ring stem seal
dapat digunakan atas persetujuan Direksi Pekerjaan dan seal ini harus terdiri
dari 2 (dua) buah O-ring seal dan paling sedikit 1 (satu) buah ditempatkan di atas
stem-collar dan dapat dilakukan penggantian dalam keadaan tekanan kerja
penuh dimana valve-nya dalam posisi terbuka penuh.
Stem terbuat dari perunggu atau stainless steel.
Body seat ring dan disk seat ring terbuat dari kuningan atau perunggu. Surface
box untuk valve yang ditanam terbuat dari grey cast iron, rata dan tahan
terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh beban lalu lintas yang padat. Tutup
harus disertakan pada surface box tersebut dan diberi cetakan "PDAM - BPN "
pada bagian atasnya.
Joint antara tutup dengan badan tidak berupa engsel melainkan dihubungkan
dengan baut. Ukuran surface box disesuaikan dengan masing-masing dimensi
valve dan sudah di-coating dengan anti karat.
| I - 35
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Semua valve, kecuali ditentukan lain, harus dilengkapi dengan mur (wrench
nuts), mur baut yang digunakan pada bonnet, packing plate, gland dan lainnya
harus dari bahan stainless steel (kecuali ditentukan lain dan memenuhi ISO 1461
atai ISO/R 898 class min.8.8.
Gasker/Rubber terbuat dari nitrile butadine rubber (NBR) dan memenuhi
standard ISO 4633.
Pengoperasian gate valve resilent seated gate valve tipe NRS memerlukan kunci
mur dan roda pemutar dari tiper tersebut tanpa perbandingan roda gigi. Kunci
mur dan roda pemutar dari tipe tersebut harus terbuat dari cast iron atau
ductile cast iron. Kunci mur luasnya 32 mm2 pada bagian atas pada bagian dasar
dan tinggi 70 mm. Tipe roda pemutar adalh ruji/jari-jari. Tipe piringan atau roda
pemutar tidak digunakan. Diameter roda pemutar tidak boleh kurang dari yang
tercantum dalam tabel berikut, kecuali ditentukan lain, semua gate valve
termasuk resilent-seated gate valve, tipe NRS dengan diameter 150 mm atau
lebih harus dilengkapi dengan petunjuk valve yang dapat dibaca dalam persen
dengan minimum ukuran 25 %.
Diameter Minimum Diameter Roda
Nominal Pemutar
(mm) (mm)
1 2
50 160
80 180
100 250
150 300
200 350
250 400
300 400
350 450
400 500
C. Katup Udara (Air Release Valve)
Katup udara harus dapat beroperasi secara otomatis dan mengikuti hal-hal
sebagai berikut :
dapat melepaskan udara selama pengaliran air dalam pipa.
dapat memasukkan udara selama penggelontoran.
dapat melepaskan udara bila ada udara yang terjebak dalam pipa.
dapat mencegah penutupan yang dini bila udara sedang dilepaskan.
aman terhadap vakum.
Seluruh air valve dengan standard flange JIS-B2213. Setiap valve lengkap dengan
mur, baut, ring dan dudukan (stool). Ukuran sesuai dengan yang diberikan pada
uraian pekerjaan.
Badan valve terbuat dari cast iron atau ductile iron dan pelampung dari ebonit,
stainlees steel atau Acrynolitrile Butadiene Steel.
| I - 36
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Seluruh bagian yang bergerak terbuat dari stainlees steel, bronze atau ABS.
Valve harus diuji dengan tekanan sebesar 1 bar di atas tekanan kerja dan tidak
menunjukkan gejala kebocoran. Juga tidak terjadi kebocoran bila tekanan
minimum 0,1 bar.
Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan katup penutup (isolating valve) secara
terpisah untuk setiap katup udara dengan jenis kupu-kupu (butterfly valve)
dengan spesifikasi sbb:
a. Setiap badan valve terbuat dari cast iron atau ductile iron dengan rubber
seat, disc, valve shaft dan peralatan mekanisme operasional yang mengikuti
"Standards for Rubber Seated Butterfly Valves" (AWWA Designation C 504)
atau standard internasional lain yang disetujui yang sama atau lebih tinggi
kualitasnya dari yang disebutkan.
b. Setiap piringan (valve disc) harus dapat berputar dengan sudut 90° dari
posisi terbuka penuh sampai tertutup. Sumbu perputaran valve harus
horizontal.
c. Mekanisme operasional harus terkait pada badan valve dan sesuai dengan
standard AWWA C 504.
d. Setiap mekanisme operasional harus dapat dilepas untuk pengawasan dan
perbaikan
e. Mekanisme operasional untuk pengoperasian valve secara manual harus
dapat mengunci sendiri sehingga tangga aliran air atau vibrasi tidak
mengakibatkan piringan berpindah dari tempatnya semula.
f. Setiap valve didesain untuk tekanan melintang pada piringan (bila tertutup
rapat) sama dengan rate tekanan pada pipa.
g. Seluruh valve harus mengikuti Spesifikasi ini dan harus dapat membuka
atau menutup bila tidak dioperasikan dalam periode yang lama.
h. Badan valve dan flange terbuat dari cast iron dan mengikuti "Specification
for Grey Iron Casting for Valves, Flanges and Pipe Fittings" kelas B (ASTM
Designation A 126) atau ductile iron (ASTM 536).
i. Flange harus mengikuti standard JIS-B 2213.
j. Dudukan valve harus dapat menjaga valve pada posisi yang seharusnya.
k. Tipe air valve harus sesuai dengan spesifikasi di bawah ini yang tergantung
pada ukuran pipa yang dipasang.
Ukuran Pipa Diameter Nominal Air
(mm) Tipe Air Valve Valve
(mm)
300 dan lebih kecil tipe dengan orifice 25 mm dan lebih kecil
kecil/tunggal
350 dan lebih besar tipe dengan dua 75 mm dan lebih besar
orifice atau kombinasi
1. Tipe air valve dengan lubang/orifice kecil
| I - 37
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Air valve dengan lubang kecil didesain untuk pengoperasian secara
otomatis yang akan mengeluarkan udara yang terakumulasi bertekanan
pada saat aliran air dalam penuh.
2. Tipe air valve dengan dua lubang atau kombinasi
Air valve dengan dua lubang atau kombinasi didesain untuk dioperasikan
secara otomatis, sehingga akan :
a. Terbuka pada kondisi bertekanan kurang dari tekanan atmosfer, dan
menampung banyak udara selama operasi pengurasan saluran pipa.
b. Mengeluarkan banyak udara dan menutup, pada saat air dalam kondisi
tekanan rendah, mengisi badan valve selama operasi pengisian,
c. Tidak menutup aliran pada kondisi kecepatan pembuangan udara tinggi,
dan
d. Mengeluarkan akumulasi udara bertekanan pada kondisi aliran air
penuh dalam pipa.
D. Ball Valve
Auxiliary valve yang untuk tipe air valve dengan lubang tunggal/kecil disebut ball
valve. Ball valve memiliki dua lubang atau tipe kombinasi. Valve ini dikondisikan
untuk tekanan kerja sebesar 0.98 Mpa (10.0 kg/cm2) dan memiliki ujung flange.
Ball valve harus merupakan tipe non-lubricated dan terbuat dari bahan cast iron
untuk badan valve dan bola stainless steel dengan dudukan/bantalan.
Dudukan/bantalan harus diberi penguat dari teflon dan mudah diganti di
lapangan tanpa menggunakan alat khusus. Tangkai/stem harus dibuat dari
stainless steel. Teflon penguat digunakan untuk packing stem yang mudah diatur
dan mudah diganti tanpa memindahkan valve dari jalur pipa pada saat kondisi
normal. Setiap valve harus dilengkapi dengan kunci dari ductile cast iron pada
tiap operasi.
E. Plug Valve
Plug valve harus non-lubricated, plug dengan tipe resilient faced eccentric
dengan badan valve yang terbuat dari cast iron. Plug cast iron berpegas harus
dilapisi dengan chloroprene (neoprene) agar dapat kedap dari gelembung air.
Valve juga dilengkapi dengan heavy duty prelubricated bearing dari stainless
steel atau perunggu.
Tutup stem/tangkai terbuat dari karet cincin “O” atau multiple Buna - N Packing
Rings. Pada saat packing ring digunakan, packing gland harus dapat dipasang
tanpa harus melepaskan bagian valve.
F. Check Valve
Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan check valve jenis Swing Check
Valve/Klep Tabok dengan sambungan flange.
Bagian atasnya tertutup dengan flange buta (blank-flange) yang dapat dibuka
sewaktu-waktu bila diperlukan.
Pada bagian luar badan check valve harus terdapat cap (tercetak) yang dapat
menunjukkan merk, atau dari pabrik mana yang membuatnya, besarnya
diameter, tekanan kerja dan arah aliran air.
| I - 38
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Badan tutup atas dan cakram dari badan check valve terbuat dari besi tuang.
Kedudukan untuk cakram terbuat dari Neophrene Synthetic Rubber yang
berkualitas baik.Tekanan kerja dari check valve mampu menahan 10 kg/cm2.
Check valve harus didesain sedemikian rupa sehingga piringan, dudukan,
dudukan cincin dan bagian-bagian dalam lainnya yang mungkin perlu untuk
perbaikan harus mudah diambil, mudah dipindahkan, dan mudah diganti tanpa
menggunakan peralatan khusus atau harus memindahkan valve dari jalurnya.
Valve harus cocok untuk pengoperasian dalam posisi horizontal atau vertikal
dengan aliran ke atas dan ketika terbuka penuh valve harus mempunyai daerah
aliran bersih (a net-flow area) tidak kurang dari luas diameter nominal pipa dan
ujung flange.
G. Tutup Manhole
Tutup manhole harus terbuat dari Ductile Cast Iron yang memenuhi standar ISO
1083-76 atau standar lainnya yang setara. Tutup tersebut diperkuat dengan
stainless steel bolts, stainless steel sring washer dan ductile iron cams. Tutup
harus ait tight dan water tight sampai pada tekanan 1 bar, internal atau
eksternal dan harus memenuhi syarat terst load diatas 40 Ton.
4) SUKU CADANG
Pelaksana Pekerjaan harus menyediakan dengan jumlah yang cukup
pisau/cutter/mata bor untuk pekerjaan tapping dalam daftar satuan dan harga
(priced BQ) dengan menambahkan 10% (allowance) untuk setiap diameter.
Jenis pisau/cutter/mata bor harus sesuai dengan material pipa yang ditawarkan
Pelaksana Pekerjaan.
5) PERKAKAS DAN PERALATAN
Semua perkakas dan peralatan yang disuplai oleh Pelaksana Pekerjaan untuk
pekerjaan pemasangan pipa dan pengetesan pipa yang terpasang harus sesuai
dengan persyaratan yang dispesifikasikan di sini. Pelaksana Pekerjaan harus
menyampaikan gambar-gambar kerja dan data perencanaan untuk semua
perkakas dan peralatan tersebut yang memberikan detail-detail, jenis bahan,
kapasitas dan informasi-informasi lain yang diperlukan sesuai dengan prosedur
yang diberikan dalam bagian-bagian yang relevan dari syarat umum.
Petunjuk Pemakaian
Pelaksana Pekerjaan harus menyampaikan sesuai yang disyaratkan oleh Direksi
Pekerjaan 6 (enam) copy petunjuk pemakaian (instruction manual) perkakas dan
peralatan yang disuplai para bagian ini.
Pengecekan Lapangan dan Pengetesan
Sebelum serah terima perkakas dan peralatan yang diberikan pada bagian ini,
Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan untuk diadakan pengecekan lapangan
dan pengetesan semua perkakas dan peralatan yang disuplai. Pelaksana
Pekerjaan harus menyediakan tenaga kerja dan bahan-bahan yang diperlukan
untuk pengecekan dan pengetesan berikut ini :
a. Jenis perkakas dan peralatan
b. Jumlah perkakas dan peralatan
| I - 39
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
c. Fungsi perkakas dan peralatan.
Apabila didapati cacat dalam fabrikasi peralatan tersebut dan perkakas yang
rusak pada waktu pengecekan lapangan dan pengetesan tersebut, maka
Pelaksana Pekerjaan harus menggantinya dengan yang baru atas biayanya
sendiri. Setiap perbaikan perkakas dan peralatan yang dikerjakan di lapangan
tidak diperkenankan.
Persyaratan
1. Pemotong Pipa
a. Pemotong Pipa tipe Piringan /disc
Pemotong pipa harus didesain untuk pemotongan pipa ductile iron dan
pipa baja, dan mudah dibawa, digerakkan mesin, kecepatan
pemotongan yang tinggi dengan diameter 350 mm. Mesin harus
merupakan mesin standar dengan berat ringan, mesin dengan
pendingin udara dengan ukuran 10 cc dan tiga filter sistem pembersih
udara. Roda pemotong pipa harus disediakan dengan perlengkapan dan
alat pemeliharaan yang diperlukan.
b. Pemotong Pipa Manual tipe A
Pemotong pipa manual tipe A harus terbuat dari kepala besi, tangkai
baja, roda pemotong baja,dan dua gulungan penunjuk. Kapasitas
pemotongan harus 3.2 mm sampai 32 mm diameter pipa baja. Setiap
pemotong harus dilengkapi dengan lima set lengkap pisau pemotong.
c. Pemotong Pipa Manual Tipe B
Pemotong pipa manual tipe B harus berkepala besi, tangkai baja, tiga
atau lebih roda pemotong. Kapasitas pemotongan harus 25 mm sampai
80 mm diameter pipa baja. Setiap pemotong harus dilengkap dengan
lima set lengkap pisau cadangan.
d. Pemotong Pipa Putaran
Pemotong pipa ini harus dari tipe ring dengan kapasitas pemotongan 75
mm sampai 250 mm diameter pipa baja. Setiap pemotong harus
dilengkapi dengan lima set lengkap pisau cadangan.
e. Pemotong Putaran Bertenaga Pneumatik
Pemotong harus didesain untuk memotong pipa dengan berputar di
sekitar pipa, dengan menggunakan tabung pneumatik, dan terdiri dari 4
pisau pemotong yang berputar, palang, saddle assembly dan pneumatic
assembly dengan pneumatik silinder, pipa flexible khusus tekanan tinggi
dan unit kontrol. Kapasitas pemotong harus maksimum O.D 764 mm
dari pipa ductile iron. Setiap pemotong harus disediakan dengan 20 set
lengkap pisau cadangan, satu set lengkap pipa fleksible tekanan tinggi,
satu set lengkap O-ring dan gasket untuk silinder tenaga pneumatik,
perlengkapan dan alat pemeliharaan lain yang diperlukan.
2. Kunci Pemutar Baut
Kunci-kunci digunakan pada waktu pemasangan pipa untuk
mengencangkan mur dan baut.
| I - 40
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Kunci torsi digunakan pada pekerjaan penyambungan tersebut setelah
sambungan dikencangkan sampai dengan tegangan torsi tertentu, dan
penyelesaian penyambungan. Kunci yang ujungnya terbuka digunakan pada
penyambungan pipa untuk pekerjaan pipa driving. Setiap set kunci harus
dilengkapi dengan socket atau pemutar yang cocok untuk semua pipa dan
fitting yang disediakan.
Setiap set spanner harus dilengkapi dengan spanner yang sesuai untuk
semua pipa pada pekerjaan pipa driving. Semua kunci dan spanner harus
dibuat dari baja yang sesuai atau melampaui persyaratan JIS G4403.Setiap
set kunci dan spanner harus disediakan kotak baja yang sesuai untuk
penyimpanannya.
3. Pompa Tangan
Pompa tangan harus dari jenis yang sesuai untuk pengetesan tekanan pada
jalur pipa dan dioperasikan dengan tangan secara volumetrik timbal balik.
Pompa harus didesain untuk mampu memberikan tekanan maksimum
sebesar 1,96 M Pa (20 kg/cm²) dan harus dilengkapi tangki air baja, kran,
alat ukur tekanan dengan range 0 sampai 20 kg/cm² dan selang tekanan
tinggi sepanjang 3 m dengan kopling untuk male threads ISO 7/1. Pompa
dan tangki air harus dipasang di atas kereta yang beroda karet.
4. Pompa Pengujian Hidrostatik
Pompa pengujian hidrostatik harus dirancang untuk pengetesan jalur pipa
dan mudah dipindahkan, digerakkan dengan motor serta dari jenis
reciprocating volumetrik pump. Sistim kontrolnya dirancang untuk
membuang dan menyalurkan kelebihan air secara otomatis, mengisolasi
dan mempertahankan tekanan pengujian serta melindungi pompa dari
kerusakan. Mesin pompa tersebut dari model standard, ringan dan mesin
bensin dengan pendingin udara. Setiap pompa dilengkapi dengan sistim
resirkulasi, katup pembuang otomatis, alat ukur tekanan dan lain-lain dan
dilengkapi juga dengan alat-alat lain termasuk 1 set lengkap valve pompa, 1
set selang penghisap sepanjang 5m dengan saringan dan alat penyambung,
1 set selang pembuang sepanjang 10 m dengan alat penyambung, 1 set
katup pembuang dan perkakas untuk pemeliharaan.
5. Leak Repair Band/ Band untuk Perbaikan Kebocoran
Leak repair band (ban untuk perbaikan kebocoran) harus disediakan untuk
merehabilitasi pipa dan perbaikan kebocoran dan terbuat dari besi tuang
ductile dengan gasket kedap air. Mur dan bautnya dari besi tuang atau baja
dengan pelapisan yang dispesifikasikan.
6) PEMASANGAN PIPA
6.1. UMUM
A. Uraian Kerja, Rencana dan Gambar Kerja
Kontrak ini harus diselesaikan dalam batas waktu yang ditentukan dalam syarat-
syarat Kontrak maupun dalam Lampiran Surat Penawaran yang merupakan
sebagian dari Kontrak. 2 (dua) minggu sebelum dimulainya pekerjaan di
| I - 41
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
lapangan yang manapun juga, Kontraktor harus memberitahu Direksi dan Lurah
setempat sehingga penduduk di sekitarnya dapat diberitahukan mengenai
adanya pelaksanaan pembangunan dan pengaturan-pengaturan jalan sementara
yang perlu dibuat.
Dalam waktu 2 (dua) minggu sejak adanya Perintah Direksi untuk mulai
melaksanakan pekerjaan, Kontraktor juga harus menyerahkan detail-detail
berikut ini :
Program yang sesuai dengan Syarat-syarat Kontrak
Peralatan/mesin-mesin yang akan digunakan termasuk merk, jenis dan
kapasitasnya.
Tenaga kerja/buruh yang akan dipekerjakan.
Staf Senior, Pemasok, para ahli yang akan terlibat.
Rencana detail dari metode yang diusulkan untuk pekerjaan-pekerjaan
sementara dan pekerjaan-pekerjaan galian termasuk papan-papan
penahan dan rangka penguatnya untuk lubang-lubang galian, parit-parit,
dan lain-lain.
Rencana detail dari cofferdam yang diusulkan untuk penyeberangan
sungai.
Rencana detail dari pipe jacking yang diusulkan untuk crossing jalan.
Rencana pengeluaran dalam bentuk grafik-akumulasi pengeluaran
terhadap waktu.
Kontraktor tidak akan diperbolehkan mulai melakukan kegiatan penggalian jika
informasi-informasi tersebut diatas tidak dapat dipenuhi.
Selama pelaksanaan pemasangan pipa, Kontraktor harus menyelesaikan terlebih
dahulu pekerjaan-pekerjaan sepanjang jalan yang sedang dikerjakan tersebut,
sebelum melanjutkan ke bagian terusannya.
Pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan tersebut adalah :
Konstruksi jalur pipa
Penyelesaian pemasangan katup-katup dan tapping konstruksi bak
kontrol.
Pembuatan chamber (bak)
Pengurugan kembali
Pekerjaan perbaikan-perbaikan
Pembersihan dan sterilisasi
Pengujian sementara
Hanya peletakan pipa dengan panjang maksimum 500 m diperkenankan tanpa
pengujian sementara. Jalur pipa yang belum/tidak diuji dan dibiarkan terbuka
sepanjang malam harus ditutup sementara dengan penutup (stopper) yang
harus disediakan oleh Kontraktor. Kontraktor tidak diperkenankan memulai
setiap galian untuk pipa sebelum permukaan tanah diperiksa dan pengukuran
(survey) bersama Kontraktor harus menyerahkan gambar hasil pengukuran
bersama kepada Direksi untuk penyesuaian terhadap elevasi desain bilamana
diperlukan. Gambar pengukuran bersama tersebut harus diserahkan kepada
Direksi selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum jadual penggalian dimulai.
| I - 42
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
B. Satuan Ukuran dan Standar yang Umum
Sistem International (SI) tentang satuan harus dipergunakan di seluruh proyek
dan harus dijadikan dasar-dasar perhitungan, perencanaan dan pelaksanaan
proyek. Semua ukuran harus dalam metrik.
Didalam seluruh dokumen, seperti surat menyurat, tabel-tabel teknis dan
gambargambar, harus dipergunakan satuan ukuran menurut Sistem
International. Dalam gambar-gambar atau brosur-brosur yang dicetak dan
satuan ukurannya berlainan, maka satuan yang setara dengan Sistem
International harus dicantumkan sebagai tambahan. Bila terdapat pemakaian
singkatan-singkatan seperti ini, maka artinya adalah sebagai berikut :
AASHTO - American Association of State Highway Officials
ASTM - American Society for Testing Materials
AWWA - American Water Works
BS - British Standards Assosiation
ISO - International Organization for Standardization
JIS - Japanese Industrial Standard
PUBBI - Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia
PBI - Peraturan Beton Indonesia
SII - Standar Industri Indonesia
SNI - Standar Nasional Indonesia
AS - Australian Standard
6.2. PERSIAPAN PEKERJAAN
A. Ijin Galian
Kontraktor harus mendapat ijin untuk membuat galian di jalan dari pejabat yang
berwenang sebelum mulai menggali di jalan-jalan umum dan harus mematuhi
syaratsyarat ijin tersebut. Institusi yang berwenang mengatur penggalian. Biaya
dalam mengurus perijinan tersebut harus termasuk dalam harga satuan
pekerjaan penggalian. Tanpa membatasi kewajibannya terhadap Kontrak,
Kontraktor harus mengikuti rekomendasi dari instansi terkait.
Dalam pelaksanaan pembangunan di atau dekat jalan-jalan umum atau right
ofway, Kontraktor harus mengatur pelaksanaan sedemikian rupa sehingga dapat
disediakan jalan yang aman dan memadai dan terbuka sepanjang waktu untuk
kendaraan, pejalan kaki maupun binatang.
B. Penutupan Jalan
Sebelum memulai pekerjaan di jalan-jalan umum, Kontraktor terlebih dahulu
harus mendapat izin dan persetujuan dari PEMDA. Kadang-kadang tidak
diperbolehkan menutup jalan. Oleh karena itu Kontraktor harus mengatur cara
kerjanya sedemikian supa untuk mengatur arus lalu lintas yang ada. Untuk dapat
melakukan penutupan jalan yang berwenang, pejabat tersebut akan melakukan
penutupan jalan dan memberikan izin yang diperlukan bagi Kontraktor.
Selama jalanan ditutup, Kontraktor harus menjaga keselamatan dan keamanan
jalanjalan masuk ke rumah-rumah penduduk yang ada di sepanjang jalan
tersebut dari salah satu arah dan berhubungan langsung dengan mereka supaya
penduduk setempat tahu perkembangan yang ada dan keadaan jalan masuknya.
| I - 43
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Kontraktor harus memberitahukan pejabat jalan yang berwenang 6 (enam)
minggu di muka untuk melaksanakan setiap rencana penutupan jalan.
C. Peil dan Tanda-tanda Batas
Tanda-tanda/patok-patok batas dan peil telah ditentukan oleh juru ukur Direksi
dan tanda-tanda ini harus ditunjukkan kepada Kontraktor untuk dipergunakan
sebagai dasar ketinggian dan garis-garis lainnya. Gambar peletakan patok-patok
tersebut harus diberikan kepada kontraktor. Letak-letak patok juga harus
dicantumkan disemua gambar-gambar.
D. Kontraktor-kontraktor Lain
Kontraktor lain perlu bekerja di tapak yang sama selama periode Kontrak,
Kontraktor harus memberi kerjasama dengan Kontraktor lain tersebut agar
semua kegiatan terus berlangsung dan selesai pada waktu yang telah ditetapkan
(Pasal 3 dan 4 Syarat-syarat Kontrak).
E. Peil dan Tanda-tanda Batas
Tanda-tanda/patok-patok batas dan peil telah ditentukan oleh juru ukur Direksi
dan tanda-tanda ini harus ditunjukkan kepada Kontraktor untuk dipergunakan
sebagai dasar ketinggian dan garis-garis lainnya. Gambar peletakan patok-patok
tersebut harus diberikan kepada kontraktor. Letak-letak patok juga harus
dicantumkan disemua gambar-gambar.
F. Letak Kantor Lapangan Kontraktor dan Fasilitas Kontrak Lainnya.
Dalam waktu 2 (dua) minggu sejak ditandatanganinya Kontrak, Kontraktor harus
mengajukan gambar rencana yang menunjukkan lokasi yang diusulkannya untuk
:
Kantor lapangan (Direksi Keet)
Gudang-gudang, bengkel, dan tempat merawat peralatan, tempat
mencampur dan mengaduk beton dan tempat menimbun material.
Tempat sementara untuk menimbun maupun tempat yang permanen
untuk membuang sisa tanah galian.
Kantor Kontraktor harus berdekatan dengan Kantor direksi untuk memudahkan
komunikasi dan terletak dalam lokasi proyek.
G. Gudang
Kontraktor harus menyediakan gudang sampai akhir masa pemeliharaan untuk
menyimpan seluruh material pipa dan perlengkapannya yang akan digunakan
dalam proyek ini.
Gudang tersebut terdiri dari :
Ruangan administrasi & pertemuan.
Gudang tertutup.
Gudang terbuka (tanpa dinding), dimana untuk penyimpanan pipa
Kontraktor harus menutupnya dengan terpal untuk melindungi pipa dari
sinar matahari.
| I - 44
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
H. Tanah untuk Kantor, Gudang, Bengkel dan sebagainya
Kontraktor harus mengusahakan sendiri tanah tambahan yang dibutuhkan untuk
kantor, gudang dan tempat penimbunan material, bengkel dan kegunaan-
kegunaan lain termasuk tanah untuk Direksi Keet. Lokasinya harus disetujui
Direksi.
6.3. PENANGANAN MATERIAL
A. Material Secara Umum
Material yang dipakai sebagai bagian proyek yang permanen dan pekerjaan-
pekerjaan sementara yang direncanakan oleh Direksi harus memenuhi standar
spesifikasi yang berlaku sejak 42 (emapt puluh dua) hari sebelum tanggal
penyerahan Penawaran, kecuali dimana terdapat syarat-syarat umum atau
khusus dalam Kontrak yang menyebutkan lain. Bila diperlukan oleh Direksi,
Pemasok harus dapat menyediakan Surat Keterangan dari Pabrik yang
menyatakan bahwa bahan-bahannya sesuai standar spesifikasi yang ada.
Jika spesifikasi memberi kesempatan bagi pemilik proyek untuk menyaksikan uji
coba di lapangan, Direksi akan menyampaikan instruksi sehubungan dengan itu
kepada Kontraktor dan Kontraktor harus mengatur hal tersebut dengan
pabriknya. Jika terdapat istilah "atau lainnya yang disetujui" maka Kontraktor
dengan izin tertulis terlebih dahulu dari Direksi boleh menggunakan material
lain/pengganti yang telah disetujui.
B. Pengadaan Buku Standar Spesifikasi
Kontraktor harus menyediakan buku Standar yang dipakai dan dibutuhkan
dalam pelaksanaan Kontrak oleh Direksi. Standar-standar tersebut tetap
menjadi milik Kontraktor.
C. Contoh-contoh Material
Apabila disebutkan dalam tugas atau bila memang diperlukan oleh Direksi,
Kontraktor harus menyerahkan contoh-contoh material kepada Direksi dan
kualitas contoh harus menunjukkan kualitas material yang diusulkannya dalam
proyek.
6.4. DIREKSI DAN PENGAWASAN
A. Pelayanan untuk Direksi
Kontraktor harus menyediakan tenaga pelayanan jika perlu, untuk melayani
keperluankeperluan kantor, termasuk menjaga keamanan untuk membersihkan
perlengkapan yang ada dan membantu Direksi dalam melakukan pengukuran,
pengawasan, pemeriksaan, uji coba atau menyelenggarakan kegiatan
pelaksanaan oleh Kontraktor dengan cara apapun, di setiap waktu pada siang
atau malam hari selama berlangsungnya Kontrak.
B. Wakil Kontraktor di Lapangan
Wakil Kontraktor di lapangan harus yang berpengalaman sekurang-kurangnya 5
(lima) tahun dalam pengawasan pekerjaan yang serupa.
| I - 45
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
C. Tamu-tamu Resmi
Jika diberi wewenang oleh Direksi, Kontraktor harus selalu memberi kebebasan
dan memberikan jalan maupun fasilitas lainnya bagi karyawan Pemilik Proyek
yang berwenang, para pejabat Pemerintah atau orang-orang lain yang memang
diberi hak oleh Pemerintah untuk meninjau atau melakukan inspeksi atas
pekerjaan di bagian yang manapun maupun material yang akan dipakai.
D. Perlengkapan Untuk Memeriksa Dan Memasang Patok Dan Atau Melakukan
Pengukuran Volume Maupun Test Dalam Proyek.
Kontraktor harus menyediakan dan menjaga kelangsungan pemakaian alat sipat
datar, mistar panjang 4 meter, teodolit, spirit level ukuran 1 meter, patok jarak,
tambang dan meteran gulung, alat-alat test agregat, pasir dan pasir urug
menurut BS 812 : Part 2 : 1975 dan alat-alat lain yang mungkin diperlukan oleh
Direksi untuk memeriksa hasil pemasangan patok-patok dan test serta
pengukuran volume pekerjaan. Semua peralatan tetap menjadi milik Kontraktor.
E. Perlindungan terhadap Pekerjaan/Barang Proyek
Kontraktor dengan biayanya sendiri, harus membungkus dan membuat
perlindungan yang sesuai terhadap seluruh pekerjaan yang mudah rusak, baik
akibat cuaca maupun oleh cara kerja yang dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan.
Tidak boleh ada material yang terjemur langsung di bawah terik matahari yang
boleh dipakai kecuali jika menurut pendapat Direksi sudah cukup aktu bagi
material tersebut berada dalam kondisi tertentu sehingga temperaturnya sudah
sesuai untuk dikerjakan.
6.5. PELAKSANAAN DI LAPANGAN
A. Persiapan Lapangan
Kontraktor harus memberitahukan kepada Direksi sebelum memulai
pekerjaannya di jalan-jalan umum.
B. Papan Nama Proyek
Kontraktor harus membuat Papan Nama Proyek sesuai permintaan Direksi.
Papan, dipasang didekat Direksi Keet.
C. Jalan Masuk Lapangan
Kontraktor harus mengusahakan sendiri untuk mendapatkan tanah-tanah
tambahan yang diperlukan di sepanjang jalur pipa, bukan di jalan umum, untuk
dipergunakan sebagai sarana konstruksi. Pihak Kontraktor harus mengusahakan
sendiri juga jalan masuk menuju lapangan apabila jalan masuk lapangan belum
tersedia.
D. Foto-foto Lapangan
Kontraktor harus membuat foto-foto jalan, trotoir dan lain-lain bangunan yang
berdekatan dengan proyek sebelum pelaksanaan dimulai untuk mendapatkan
rekaman dari keadaan yang sudah ada. Biaya-biaya foto-foto ini harus sudah
diperhitungkan oleh Kontraktor.
| I - 46
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Foto kemajuan lapangan bulanan juga harus diserahkan dengan kelengkapan
yang memuaskan sebagaimana yang disetujui oleh Direksi.
E. Pengadaan Listrik, Air Sementara dan Telepon
Kontraktor harus mengusahakan sendiri pengadaan sementara tenaga listrik, air
sementara dan telepon.
F. Gambar-gambar dan Spesifikasi di Lapangan
Kontraktor harus memiliki dan menyimpan di lapangan satu set salinan dari
semua gambar-gambar, spesifikasi, tambahan gambar kerja dari Kontraktor yang
telah disetujui, perintah perubahan dan penyesuaian-penyesuaian lain dengan
baik dan diberi tanda untuk merekam semua perubahan yang telah terjadi
selama pelaksanaan. Gambar dan dokumen-dokumen tersebut juga harus
disediakan untuk Direksi.
G. Rapat-rapat Lapangan
Kontraktor harus membuat program, melakukan koordinasi dan mengatur
tahapan pembangunan termasuk pekerjaan Sub Kontraktor agar TANGGAL
SELESAINYA KONTRAK DAPAT TERCAPAI SEPENUHNYA. Selama pekerjaan, rapat
untuk membicarakan kemajuan pelaksanaan harus diadakan dengan teratur
sekurangkurangnya sebulan sekali dan dihadiri oleh Direksi untuk melakukan
koordinasi dari kegiatan Kontraktor dan Sub Kontraktornya agar pasal ini dapat
dilaksanakan sepenuhnya.
Risalah rapat lapangan ini harus disimpan dan salinannya dibagikan kepada
semua pihak yang terlibat dan semua hasil yang ada harus dipatuhi.
H. Buku Upah
Kontraktor harus mempunyai buku catatan upah yang baik dan kartu absensi
yang menunjukkan upah yang sudah dibayar dan lamanya waktu kerja buruh-
buruhnya, serta harus menyiapkan apabila diminta, buku upah dan kartu
absensinya untuk diperiksa oleh Direksi maupun pejabat yang berwenang
lainnya dari Departemen Tenaga Kerja.
I. Lembur dan Waktu Lowong
Jika Kontraktor memandang perlu untuk kerja lembur sebagai usaha
menyelesaikan pekerjaan pada tanggal yang telah ditetapkan, atau untuk
tujuan-tujuan lain, Kontraktor harus membicarakannya dengan Direksi sebelum
dilaksanakan.
Biaya yang timbul akibat kegiatan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab
Kontraktor, yang dalam pelaksana-annya harus tetap mematuhi Undang-undang
Perburuhan.
Kontraktor harus memperhitungkan semua biaya yang terpaksa dikelurkan
untuk waktuwaktu lowong dan biaya-biaya lain sehubungan dengan kerja
lembur.
| I - 47
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
J. Pelaksanaan Pekerjaan Terus-Menerus
Jika perlu untuk alasan keselamatan kerja atau untuk mempercepat pekerjaan
pada bagian struktur atau pekerjaan-pekerjaan yang memotong jalan-jalan
utama, sungai atau saluran, Kontraktor harus melaksanakan bagian pekerjaan
tersebut secara terus menerus siang dan malam setelah mendapat persetujuan
secara tertulis dari Direksi dan pejabat setempat yang berwenang. Kontraktor
tidak akan menerima bayaran ekstra untuk kerja terus menerus ini.
K. Laporan Kemajuan
Laporan kemajuan bulanan atas bobot pekerjaan yang telah dilaksanakan harus
disiapkan oleh Kontraktor di tiap akhir bulan dari bulan yang bersangkutan
dalam bentuk yang disetujui oleh Direksi dan diajukan oleh Kontraktor bersama-
sama dengan permohonan untuk mendapatkan Berita Acara penyelesaian
pekerjaan sementara.
Laporan tersebut harus menunjukkan volume pekerjaan yang telah diselesaikan,
material yang sebenarnya terpakai, material yang masih ada di tempat
penyimpanan, jumlah karyawan dan buruh yang bekerja di lapangan dan hasil
akhir dari semua kegiatan yang telah diselesaikan atau yang masih dalam
pelaksanaan dan harus diringkas dalam bentuk prosentase penyelesaian.
Dimasukkan dalam laporan dan diajukan kepada Direksi sebelum diserahkan
secara resmi.
L. Laporan kepada Direksi
Kontraktor harus segera melaporkan kepada Direksi untuk setiap keadaan tak
terduga atau gangguan yang ditemukan dalam pelaksanaan yang tidak dapat
diketahui sebelumnya yang mungkin dapat mempengaruhi perencanaan.
Kontraktor harus menyediakan bagi Direksi semua catatan dan sketsa-sketsa
perubahanperubahan yang dilakukan di lapangan selama pelaksanaan, yang
mungkin sangat perlu untuk pembuatan gambar-gambar pelaksanaan (as built
drawing).
M. Hak atas Material yang Ditemukan dalam Proyek
Pemberi Tugas mempunyai hak atas semua kayu, batu, tanah, pasir, kerikil dan
material lainnya seperti penemuan-penemuan arkeologis yang diperoleh dan
dihasilkan dari kegiatan penggalian dari kegiatan lain yang berkaitan dengan
Proyek. Kecuali jika ditentukan lain, baik Kontraktor maupun Sub Kontraktor
tidak berhak atas materialmaterial tersebut maupun hal-hal yang berkaitan
dengan material tersebut.
N. Memotong atau Bekerja di Jalan-jalan Utama
Semua pekerjaan di jalan-jalan utama harus seizin yang berwenang (bagian
jalan) dari Dinas PU atau dinas yang terkait. Harga-harga satuan Kontraktor
harus dianggap mencakup semua pekerjaan yang timbul agar memenuhi
peraturan yang dikeluarkan, terutama biaya untuk ijin galian. Direksi harus
mengusahakan ijin-ijin prinsip untuk setiap pekerjaan pemasangan pipa yang
dilakukan di jalan-jalan umum.
| I - 48
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
O. Keselamatan, Kesehatan dan Kesejahteraan
Kontraktor harus mematuhi semua persyaratan yang telah ditentukan dalam
Undangundang yang berlaku di Indonesia selama masa kontrak yang
mempengaruhi kondisi kerja, keselamatan, kesehatan atau kesejahteraan
karyawan baik karyawan Kontraktor, Direksi maupun Pemilik Proyek. Kontraktor
harus mematuhi prosedur yang berlaku untuk keselamatan pekerjanya, orang-
orang yang berdekatan dan lalu lintas. Usulan keselamatan cara kerja harus
diajukan jauh hari sebelum pekerjaan itu dimulai.
Syarat-syarat berikut ini harus diperhatikan :
a) Semua galian harus dijaga dari kemungkinan runtuh/longsor dan
dilengkapi dengan pagar pengaman maupun papan-papan tanda
peringatan-peringatan lain.
b) Sebelum pekerjaan dapat dimulai di jalan-jalan raya umum, tanda-tanda
peringatan yang memadai, jelas menunjukkan arah lalu lintas yang ada
maupun bagi pejalan kaki dan rambu-rambu lalu lintasnya harus
mendapat persetujuan dari Direksi dan Polisi lalu lintas.
c) Semua pekerjaan di jalan-jalan umum dan tempat pejalan kaki harus
dilengkapi dengan lampu-lampu penerangan di malam hari yang harus
dijaga oleh petugas patroli malam dan/atau penjaga-penjaga
d) Setiap orang yang bekerja, mengunjungi atau melakukan inspeksi bagian
manapun dari proyek harus dilengkapi dan diharuskan memakai pakaian
pelindung atau perlengkapan lainnya. Perlengkapan ini termasuk helm
pengaman, jas, sarung tangan, alas kaki, pelindung mata dan
perlengkapan pelindung lainnya atau peralatan alin yang dipandang perlu
oleh Direksi.
e) Semua instruksi dan rekomendasi dari pabrik dalam penggunaan
produkproduknya, pemakian, prosedur pelaksanaan setiap material atau
bagian dari perlengkapan atau peralatan harus diikuti dengan tepat.
Perlindungan khusus harus ada untuk orang-orang yang bekerja dengan
memakai peralatan listrik atau material-material yang akan menimbulkan
debu-debu halus dan khususnya semua produk-produk dengan asbes.
Operator harus berdiri menentang arah angin ketika bekerja dan
memakai kedok gas dan kaca mata penahan cahaya dan debu. Di mana
memungkinkan, jaket harus dipakai dan harus terbuat dari 60% bahan
polyster dan 40% katun.
f) (f) Semua alat kerek, pengangkat barang, kabel baja, rantai, tali, blok
katrol dan alatalat pengangkat lainnya yang digunakan dalam Proyek
harus diperiksa dengan teliti oleh orang yang ahli minimal setiap 6 (enam)
bulan dan harus ditest dengan beban hingga 150% dari beban kerja yang
aman dan kemudian ditentukan masa pakainya berdasarkan tanggal uji
coba yang berhasil tersebut.
Semua komponen dan roda gigi kerja baik yang tetap maupun bergerak,
termasuk alat angker dan alat pemasang setiap crane dan mesin pengangkatnya
harus mempunyai konstruksi yang baik dari material yang dapat diandalkan,
berkekuatan cukup dan dirawat dengan baik. Semua komponen dan roda gigi
| I - 49
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
yang ada harus ditest oleh ahli yang bersangkutan sekurang-kurangnya dalam
setahun.
Catatan tentang semua peralatan tersebut dan hasil pengujian yang dilakukan
harus dijaga kebenarannya oleh Kontraktor dan selalu siap untuk diperiksa oleh
Direksi.
P. Pembongkaran, Kerusakan yang Terjadi Akibat Kecelakaan dan Perbaikan
Kontraktor harus bertanggung jawab demi keamanan bangunan, dinding-
dinding dan pagar-pagar yang berdekatan dengan galian. Kontraktor harus
menyerahkan hasil perhitungan-perhitungan dan gambar-gambar untuk
menunjukkan bahwa semua pekerjaan-pekerjaan sementara seperti rangka-
rangka penopang parit dan lubang galian cukup kuat dan hal ini harus disetujui
oleh Direksi sebelum dilaksanakan di lapangan. Jika ada pekerjaan atau struktur-
struktur lain yang berdekatan menjadi rusak akibat kerja Kontraktor, maka
Kontraktor harus memperbaiki kembali ke kondisi yang semula atas biayanya
sendiri.
7) PEMASANGAN PIPA PE
7.1. SITE INSTALLATION
A. Penanganan dan Penyimpanan
Pipa PE sangat mudah dalam penanganannya, kuat dan lentur dan menghemat
biaya pemasangan.
Walaupun pipa-pipa tersebut kuat dan tahan terhadap kerusakan di lapangan,
namun tetap diperlukan perawatan dan cara penyimpanan yang lebih baik untuk
menjamin terhindarnya permasalahan di lapangan.
a) Penanganan
Penanganan pipa PE menjadi lebih mudah dikarenakan beratnya yang ringan.
Bagaimanapun juga perawatan harus kita lakukan untuk menghindari
terjadinya goresan pada bagian dinding maupun ujung pipa.
Dalam hal pengangkatan pipa PE yang dipak bersama-sama, beratnya harus
disamaratakan sepanjang pipa. Mengacu kepada instruksi Fabrikan. Apabila
tali kawat atau rantai digunakan, maka HARUS digunakan bantalan pada
permukaan pipa yang bersinggungan dengan tali sling.
b) Pengiriman
Tumpukan pipa harus diberi alas papan yang bertujuan untuk menghindari
distorsi. Penyangga horisontal dengan lebar min. 75 mm, dengan jarak 1.5
meter diletakkan di bawah pipa dan untuk tumpukan pipa berbentuk
rektangular, harus digunakan penyangga vertikal setiap jarak 3 m. Pipa PE
harus diikat dengan baik pada truck/trailer dengan menggunakan tali atau
nilon pengikat. Rantai besi atau cable sling tidak disarankan untuk digunakan.
Demikian pula dengan fitting-fitting harus diatur sedemikian rupa agar
terhindar dari kerusakan.
| I - 50
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
c) Penyimpanan
Untuk penyimpanan pipa jangka panjang (lebih dari 6 bulan). Harus
diperhatikan pencegahan terjadinya distorsi pada pipa. Dan juga dibutuhkan
alas papan untuk menghindari melengkungnya pipa dan harus pula dilindungi
dari goresan benda tajam. Pipa-pipa lurus tersebut harus di beri alas kayu
dengan ukuran lebar minimum 75 mm setiap jarak 1.5 meter. Tumpukan
maksimum yang direkomendasikan adalahn 2 meter.
B. Persiapan di lapangan
a) Kedalaman galian
Jika kedalaman pipa PE tidak ditentukan, lapisan dibagian atas pipa harus
ditentukan sehingga mampu melindungi pipa dari beban luar, kerusakan
yang disebabkan oleh pihak lain, dan konstruksi jalan.
Jika memungkinkan pipa harus dipasang pada batas kedalaman minimum
dan, tabel berikut dapat digunakan sebagai petunjuk.
Penimbunan minimum yang direkomendasikan :
*Cover over pipe crown
Installation conditions
(mm)
No subject to vehicular loading 300
Subject to vehicular loading-not in
roadways 450
In sealed roadways 600
under sealed roadways 750
Pipes in embankment conditions or 750
subject to construction loading
equipment
* subject to variation by the regulatory authority
Kedalaman ini hanya berlaku untuk pemasangan khusus seperti beban
memanjang pada atas pipa; pemadatan tambahan dari bahan penimbun
sekitar pipa atau timbunan pelindung, standar AS 2566 harus digunakan.
b) Pertimbangan AS2566
Rekomendasi umum dari AS2566 – Disain untuk pipa fleksibel bawah tanah
harus diperhatikan dalam mendisain parit dan tanggul.
Demikian pula dengan spesifikasi desain untuk perlindungan penyangga
samping dan urukan harus disesuaikan dengan AS2566.
Dinding parit dengan kondisi tanah kurang baik harus di gali tahap demi
tahap, untuk menghindari runtuhnya material dinding parit (lubang galian).
c) Lebar galian
Secara umum, lebar galian minimum harus sesuai dengan syarat konstruksi
sehingga proses dapat terus berlangsung.
Lebar galian untuk keperluan pemasangan pipa PE dapat berkurang
dibandingkan keperluan untuk pemasangan pada pipa tipe lain, karena
pengelasan “butt” atau elektrofusi dilakukan diatas tanah kemudian pipa
| I - 51
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
yang sudah tersambung diletakkan kedalam galian. Demikian juga untuk pipa
diameter kecil dalam bentuk coil bisa disambung diatas tanah dan kemudian
diletakkan di dalam galian.
Lebar galian minimum harus mencakup untuk pemadatan bahan penyangga
samping.
Lebar maksimum galian harus dibatasi sedapat mungkin tergantung kondisi
tanah. Hal ini penting baik secara ekonomis maupun untuk penambahan
bagian penyangga samping.
Apabila terdapat galian-galian atau tanggul-tanggul yang lebar maka pipa
harus dipasang pada 75 mm lapisan yang dipadatkan atau bahan yang padat
seperti yang ditunjukkan pada diagram.
d) Pelindung
Pipa harus diletakkan pada lapisan padat, tebal 75 mm, dengan memenuhi
kondisi berikut :
1. pasir, bebas dari batu-batuan atau benda-benda tajam kurang dari 13.2
mm
2. batu kerikil atau batuan dengan yang diperbolehkan sampai ukuran
maksimum 15 mm bekas galian yang bebas dari batu dan pecahannya
tidak mengandung tanah liat lebih besar dari 75 mm yang mampu
mempengaruhi pemadatan.
3. Pastikan bahwa fitting-fitting, flanges dan perlengkapan lainnya tidak
menyentuh tanah aslinya (dinding lubang).
e) Penyangga
Bahan yang digunakan untuk penyangga harus disesuaikan dengan
kebutuhan pada bahan pelindung.
Bahan untuk penyangga harus dipadatkan dengan rata setebal 75 mm untuk
pipa sampai dengan 250 mm, dan 150 mm untuk pipa berdiameter 300 mm
keatas.
f) Timbunan
Pada saat bagian pengisi sudah diletakkan dan dipadatkan sesuai yang
dibutuhkan diatas pipa, bahan timbunan dapat menggunakan bahan bekas
galian.
Sisa dari galian atau pengisian tanggul dapat dilaksanakan dengan
menggunakan tanah galian. Penimbunan lubang galian tidak boleh
menggunakan bahan-bahan yang keras (seperti batu bata, batuan, dsb).
Ukuran dari partikel maksimum 75 mm. Pada saat pipa PE dipasang
ditempat-tempat yang mempunyai tekanan luar yang sangat tinggi, maka
bahan penimbun harus mempunyai standar yang sama sebagai bahan
pelindung dan bahan lapisan.
Diperlukan untuk menunda penimbunan tahap akhir setelah pemadatan
disekeliling pipa sampai cuaca lebih dingin untuk membiarkan pipa kontraksi.
Mechanical join seperti flange harus tetap diekspose sampai pipa dites. Pipa
tidak boleh ada yang tidak tertimbun dimana akan menyebabkan
| I - 52
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
kemungkinan masuknya air pada waktu hujan, dsb yang akan mengisi bagian-
bagian yang kosong dan menyebabkan pipa terapung kecuali ditimbun
dengan ketinggian beberapa kali diameter pipa.
Metoda penempatan sisa galian pada penimbunan galian akan bergantung
pada lokasi jalur pipa apakah berada didaerah bebas lalu lintas atau dibawah
jalanraya. Apabila berada di jalan raya akan lebih baik untuk meneruskan
penimbunan dan pemadatan dengan kualitas material timbunan yang
berkualitas bagus sampai batas lapisan aspal.
Pemadatan yang berat dari penimbunan tidak diperbolehkan tanpa
sedikitnya 300 mm bahan pelindung penutup jalur pipa.
Adalah sangat penting bahwa tingkat pemadatan yang sangat sesuai dengan
AS/NZS2566 harus dicapai, seperti sifat pipa PE yang memiliki struktur
fleksibel. Horizontal plat bergetar untuk pemadat tidak boleh digunakan
sampai terdapat lapisan timbunan tanah setebal 300 mm diatas pipa PE.
Catatan : vertical plat bergetar sebaiknya tidak digunakan.
Pita atau penanda, harus diletakkan pada lapisan timbunan yang telah
dipadatkan setebal 150 mm.
7.2. BUTT-FUSION WELDING
A. Umum
Penyambungan butt fusion adalah proses termofusi yang melibatkan pemanasan
secara bersama dikedua ujung pipa yang akan disambung sampai kondisi leleh
tercapai pada kedua ujungnya. Lalu kedua ujung pipa di gabung pada tekanan
tertentu untuk waktu tertentu sehingga terbentuk sambungan yang senyawa.
Hasil penyambungan pipa harus tahan terhadap gaya tarik dan mempunyai
kekuatan yang sebanding dengan pipa.
Metode penyambungan jenis ini membutuhkan plat pemanas elektrik untuk
dapat mencapai suatu temperature tertentu yang digunakan untuk jenis pipa
dari bahan PE 80 dan PE 100 untuk ukuran 90 mm keatas dengan SDR yang
sama.
B. Peralatan
Generator, digunakan untuk memberikan daya listrik kepada plat pemanas,
pemotong dan pompa hidrolik.
Mesin butt fusion dilengkapi dengan pengencang pipa, pemotong, plat
pemanas, pompa hidrolik dan pengatur waktu.
Roda penyangga pipa
Tenda pengelasan
Alat pembersih, kainkatun atau handuk kertas (tissue)
Alat ukur sambungan
Termometer digital untuk memeriksa suhu plat pemanas
Pipa dan penutupnya
Papan landasan
Pemotong pipa
Termometer temperatur udara
Spidol warna putih
| I - 53
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Alat pengukur waktu
Meteran ukuran 12 m
C. Metode penyambungan
1) PEMERIKSAAN AWAL
Sebelum dimulainya pengelasan, dilakukan pemeriksaan sebagai berikut :
adanya bahan bakar yang cukup digenerator dan dalam keadaan benar-
benar berfungsi sebelum dihubungkan ke mesin.
NOTE : dalam hal ini pemakaian generator, Generator HARUS disesuaikan
dengan kapasitas mesin butt welding.
Perlengkapan mesin dan pompa hidrolik berfungsi dengan baik
Heater plate (plat pemanas) dalam keadaanbersih dan lakukan
pembersihan apabila sebelumnya sudah digunakan.
Siapkan tenda untuk memberikan perlindungan selama pekerjaan
dilakukan.
Perlengkapan mesin harus lengkap dan tidak rusak.
Anda harus mengetahui langkah-langka penyambungan yang benar dan
pipa yang akan disambung.
Plat pemanas harus pada temperatur yang benar (sambungkan plat pada
sumber listrik dan biarkan selama 20 menit pada kondisi temperatur yang
disarankan).
Untuk membersihkan kotoran pada plat pemanas bisa dicuci pada saat dingin
dengan sedikit air yang cukup sebelum memulai penyambungan. Gunakan
bahan yang bersih yang tidak meninggalkan bekas. Untuk membersihkan
kotoran lapisan minyak atau pelumas harus menggunakan kain dan bahan
pembersih yang sesuai. Seperti ISO PROPANOL.
Periksa dan pastikan bahwa pipa-pipa dan atau fitting-fitting yang akan
disambung mempunyai ukuran diameter, SDR dan bahan yang sama.
2) SAMBUNGAN PERCOBAAN
Meskipun pencucian plat pemanas dapat menghilangkan kotoran yang
tertinggal, akan tetapi partikel kecil daripada debu seringkali masih ada.
Untuk membersihkannya diperlukan pembuatan sambungan percobaan pada
setiap sesi penyambungan, dimana ketika temperature plat mulai menurun
atau dibawah 180°, atau pada saat adanya perubahan ukuran pipa yang akan
disambung.
Sambungan percobaan dapat dibuat dengan menggunakan potongan pipa
dengan ukuran, SDR dan bahan yang sama. Hal ini bukan untuk membuat
sambungan. Prosedur tersebut dapat dihentikan setelah proses pemanasan
tercapai.
3) PROSEDUR PENYAMBUNGAN
tempatkan pipa pada (clamp) penjepit dimana ujung pipa berhadapan
dengan plat pemotong dalam posisi lurus.
Luruskan dan ratakan posisi seluruh komponen dengan roller
Kencangkan clamp (penjepit) untuk memegang dan membulatkan
kembali pipa.
| I - 54
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Tutup ujung pipa yang terbuka untuk mencegah pendinginan plat oleh
masuknya udara ke bagian dalam pipa.
Nyalakan alat pemotong dan geserkan klem pipa perlahan sehingga ujung
pipa tepat berhadapan dengannya sampai terjadinya pemotongan
permukaan pipa yang kontinyu.
Jaga agar alat pemotong tetap menyala sementara clamp (penjepit)
dibuka untuk menghindari terjadinya pemotongan permukaan yang tidak
rata.
Angkat alat pemotong perlahan dan hindarkan persinggungan dengan
permukaan pipa.
Bersihkan sisa potongan dari mesin dan pipa.
Dilarang menyentuh permukaan yang sudah dipersiapkan.
Periksa bahwa kedua permukaan sudah rata.jika tidak, ulangi proses
pemotongan
Dekatkan kedua pipa dan periksa tidak adanya celah antara permukaan
potongan.
Maksimum selisih diameter yang diijinkan adalah :
1.0 mm untuk pipa ukuran 90 mm s.d 315 mm
2.0 mm untuk pipa ukuran 355 mm s.d 800 mm
2.5 mm untuk pipa ukuran lebih besar dari 800 mm
jika ketidaksesuaian tersebut lebih besar dari batas tadi maka pipa harus
diluruskan lagi dan dipotong lagi.
Buka dan kemudian tutup clamp dan perhatikan tekanan tarik yang
dibutuhkan untuk menggerakkan pipa bersama-sama secara hidrolik.
Tekanan tarik adalah ukuran tekanan minimal yang dibutuhkan untuk
mengatasi gaya gesek akibat tarikan kerja mesin dan berat pipa/fitting yang
sedang disambung.
Catatan : tekanan tarik (kPa) harus diperkirakan secara tepat sebelum
pembuatan sambungan dan harus ditambahkan tekanan ram dasar yang
ditunjukkan pada mesin.
(apabila yang digunakan mesin las otomatis, maka pekerjaan ini akan
terlaksananya secara otomatis).
Pindahkan lempengan pemanas dari tempat pelindungnya. Periksa bahwa
plat tersebut bersih dan baik suhunya.
Tempatkan plat pemanas pada mesin dan tutup clamp supaya bagian
permukaan yang akan disambung menyentuh lempengan. Gunakan
sistem hidrolik dengan menggunakan tekanan yang ditentukan
sebelumnya.
Jaga tekanan yang dipakai sampai pipa mulai meleleh dan lelehannya
merata 1 – 6 mm terbentuk tiap ujungnya. Lihat schedule PE butt welding
AS/NZS4130 untuk pipa PE.
Setelah lelehan awal muncul, tekanan pada sistem hidrolik harus dilepas
supaya pencatat tekanan tercatat nol dan tekanan tarik sedemikian
sampai pertumbuhan lelehan terkontrol selama waktu pemanasan.
Periksa bahwa pipa tidak bergeser posisinya di clamp dan ujung pipa
harus terus dijaga agar tetap kontak dengan plat pemanas.
| I - 55
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Setelah pemanasan selesai, buka klem dan pindahkan plat pemanas
pastikan bahwa plat tidak menyentuh permukaan yang meleleh.
Segera tutup klem (mengacu kepada perhitungan-perhitungan yang ada)
dan rekatkan permukaan yang sudah meleleh bersama pada tekanan
yang sudah ditentukan sebelumnya.
Jaga tekanan yang dibutuhkan untuk waktu pendinginan minimal sesuai
yagn diindikasikan pada tabel
Setelah itu pipa yang disambung bisa dipindahkan dari mesin tapi tidak
boleh dipindahkan untuk periode berikutnya sama pada waktu
pendinginan diatas.
Periksa sambungan untuk kebersihan dan keseragamannya dan cek
bahwa lelehan sesuai dengan batasan yang ditentukan. Data semua
sambungan dengan mengisi butt welding QA sheet.
D. Aturan untuk “BUTT-FUSION”
JANGAN PERNAH
Berusaha untuk menyambung pipa dengan SDR yang berbeda
Menyentuh ujung pipa yang sudah dipotong
Membiarkan sisa potongan di bagian dalam pipa atau pada mesin pengelas
Membiarkan peralatan menjadi basah atau berdebu
Menggunakan mesin-mesin yang tidak direkomendasikan
Memindahkan pipa sebelum cooling time selesai
Mengijinkan operator yang belum ditraining untuk menggunakan peralatan
penyambungan
Tidak mengikuti prosedur
Menyambung pipa dari bahan yang berbeda di lapangan
Menggunakan sebuah generator yang kapasitasnya tidak memadai.
E. Parameter butt fusion
Parameter ini harus digunakan sebagai pembimbing ke butt fusion dari pipa
polyethilene yang menggunakan AS/NZS4130 sebagai bahan dasarnya.
Kontraktor yang melakukan penyambungan harus selalu memeriksa
kemungkinan yang ada untuk setiap proyek diberikan.
Catatan :
1) parameter ini digunakan untuk butt fusion bahan polyethilene PE 80 atau PE
100 seperti yang dispesifikasikan dalam AS/NZS4131.
2) parameter ini bisa juga digunakan untuk butt fusion dari PE 80 ke PE 100. ini
mungkin menghasilkan sedikit perbedaan bentuk lelehan tanpa mengurangi
kualitas pengelasan.
3) hanya pipa-pipa dan fitting-fitting yang mempunyai diameter dan ketebalan
yang sama yang boleh di butt fusion bersama.
4) t=rata-rata ketebalan dinding pipa dihitung dari AS4130 min/max,
pembulatan ke mm terdekat.
| I - 56
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
5) D=rata-rata diameter luar pipa dihitung dari AS4130 min/max, pembulatan
ke mm terdekat.
6) rumus perhitungan tekanan :
| I - 57
h i d
l u
r
a
o
s
l i
a
k
n
b
u
a
l
g
u
.
s
C
p
i
i
l
p
i n
a
d e r
x n i l a i t e k a n a n
dimana luas anulus pipa = n (D – t)t
7) untuk suhu sekitar >25°C, waktu pendinginan harus ditambah dengan 1
menit per °C setelah 25°C keatas
F. Profil butt welding
a. sambungan yang baik dengan lelehan yang bagus dan merata
b. lelehan terlalu sempit dan terlalu tinggi atau banyak tergulung kemungkinan
disebabkan karena waktu pemanasan yang pendek t, dan/atau P1
c. lelehan terlalu rata dikarenakan tekanan penyambungan P3 yang terlalu
rendah
d. sambungan yang kuran baik karena lubang yang tajam diantara kedua
lelehan. Lubang cukup dalam sehingga mengurangi ketebalan pipa. Lubang
ini juga berlaku sebagai titik pusat stres.
e. Sambungan yang kurang baik dengan saling berhimpit disebabkan oleh tidak
ratanya pipa tersebut.
f. Sambungan yang kurang baik antara pipa-pipa dari tebal dinding yang
berbeda. Dinding pipa yang lebih tebal harus dikurangi dengan alat
chamferef ke sebuah sudut 1:4 sebelum penyambungan
g. Sambungan yang kurang baik dengan runtuhnya bahan yang terlelehkan
h. Sambungan yang kurang baik antara bahan-bahan dari temperature yang
berbeda atau ujung-ujung pipa yang sudah dipanaskan pada waktu yang
berbeda.
i. Lelehan diluar ukurannya dikarenakan penyambungan pada sebuah
temperature dan/atau sebuah tekanan yang terlalu rendah.
7.3. PENGETESAN DAN UJI COBA
A. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pengetesan
Sebelum pengetesan, instalasi harus dicek untuk memastikan semua kotoran
dan bahanbahan konstruksi dipindahkan untuk menghindari kontak dengan
pipa-pipa dan fittingfitting.
Semua valve harus di tempatkan pada posisi terbuka dan penempatan valve
pada ujung pipa untuk mengeluarkan udara dari jalur pipa selama pengisian
berlangsung.
B. Test Tekanan
Air harus perlahan dialirkan ke jalur pipa sampai semua udara dikeluarkan dari
jalur dan air mengalir dengan bebas pada ujung pipa. Lebih baik lagi jika air
dialirkan ke jalur pipa dari titik terendah untuk memudahkan pengeluaran udara.
Tekanan harus dinaikkan terus menerus secara bertahap ke jalur pipa tanpa
dikagetkan.
Sebuah tes tekanan dari 1.3 kali dari maksimum tekanan kerja harus diterapkan
pada jalur pipa sampai 1000 meter panjang dan untuk test penempatan valve.
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Tes tekanan pada situasi ini harus ditahan minimal 15 menit dan alat pencatat
tekanan diperiksa jika terjadi penurunan tekanan. Selanjutnya, sambungan harus
benar-benar di inspeksi secara visual untuk kemungkinan terjadinya kebocoran
pada sambungan.
Sifat elastis dari PE seperti yang diuraikan pada tes tekanan, bisa menyebabkan
pengembangan pada pipa dan volume perlu sedikit ditambah untuk
mendapatkan bacaan tekanan yang tepat. Penambahan volume ini hanya 1%
dan dapat diterapkan pada tekanan awal dan tekanan tersebut harus ditahan
pada periode maksimum selama 1 jam atau waktu yang diperlukan untuk
mengadakan inspeksi di seluruh sambungan.
Sedikit penurunan tekanan lebih kecil dapat terjadi yang disebabkan oleh
pemuaian pipa, walaupun demikian hal ini tidak mengindikasikan kebocoran
pada jalur pipa.
| I - 58
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
BAB 4
PEKERJAAN PENGADAAN
& PEMASANGAN
POMPA AIR TENAGA
SURYA
Pasal 1
Spesisifikasi Umum
Sistem pompa air tenaga surya (PATS) yang diusulkan adalah pompa air submersible
dan penggerakya adalah motor DC. Sumber listrik DC berasal dari modul surya yang
dirangkai sedemikian rupa, melalui kontroler / CONTROLEL / Maximum Power Point
Tracker (MPPT).
Design yang dipilih, perkiraan air yang dihasilkan, serta seluruh parameter terkait,
diolah melalui software COMPASS, sehingga variasi jumlah air yang dihasilkan
sepanjang tahun bahkan harian dapat diprakirakan secara akurat.
Pompa Submersible tipe Positive Displacement yang dipilih memiliki kelebihan jika
dibandingkan dengan pompa sentrifugal, karena air di angkut oleh cekungan rotor
berbentuk helix yang berputar unik dalam rongga rotor, sehingga walaupun
terdapat kandungan pasir, lumpur, serta bahan organik sampai kadar tertentu, air
akan tetap mengalir dengan mudah dan lancar.
Air yang di dorong menuju bak penanmpungan reservoar, selanjutnya di
distribusikan ke hidran umum ( HU ) / Sambungan Rumah (SR) atau Tugu Kran (TG)
dengan gaya gravitasi.
Total power PLTS yang dibutuhkan pompa sudah disesuaikan dengan kebutuhan
lapangan dan juga hasil perhitungannya berdasarkan perangkat lunak yang di
gunakan. Sumber air rata-rata terletak lebih rendah dari area pemukiman yang akan
mendapat distribusi air.
| I - 59
Spesifiksi
PERENCANAAN REHABILITASI/PEMBANGUNAN SPAM TA. 2024
Teknis
Pasal 2
Peralatan PATS
1. Modul Surya
Modul Surya berfungsi sebagai pembangkit listrik yang mengubah cahaya matahari
menjadi listrik yang akan digunakan untuk menggerakkan pompa.
✓ Umum
Jenis Modul Surya : Monokristallyne / Polykristaline
Sertifikat : SNI; ISO
Spesifikasi :
2. Penyangga Modul (Modul Support)
Merupakan konstruksi yang berfungsi sebagai penyangga susunan modul surya,
yang dirancang sesuai dengan kondisi dan situasi. Terbuat dari bahan besi baja
hollow sesuai gambar rencana.
o Model : Knockdown, Tilt angle 15°
o Ukuran : Disesuaikan dengan jumlah modul yang terpasang
o Treatment : Besi hollow sesuai gambar rencana
o Nama Produk : Modul Support
o Luas konstruksi penyangga menyesuaikan jumlah dan ukuran lempeng panel
surya yang dipasang
o Panjang dan lebar tiang sesuai gambar
3. Pompa Air
Pompa air tenaga surya yang diusulkan adalah pompa yang memliki kapasitas tinggi,
yaitu pompa submersible yang berfungsi untuk menaikkan/mendorong air
kepermukaan tanah atau reservoar atau ke hidran umum.
| I - 60