| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0769113473121000 | Rp 3,529,541,990 | - | |
CV Putri Sihusapi Gemilang | 00*0**8****24**0 | - | - |
CV Busimor Engineering | 0210247656122000 | Rp 3,122,013,833 | ---Peralatan utama yang disampaikan tidak memenuhi syarat, Kapasitas alat dump truk yang disampaikan tidak sesuai dengan yang disyaratkan dalam LDP Dokumen Pemilihan; ---Dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) tidak memenuhi syarat, tingkat Resiko pada tabel IBRP RKK tidak sesuai dengan yang disyaratkan dalam LDP Dokumen Pemilihan |
| 0317423002117000 | Rp 3,123,372,219 | Tidak menghadiri undangan klarifikasi penawaran | |
| 0733159453331000 | Rp 3,490,000,000 | Tidak memenuhi syarat administrasi penawaran, peserta tidak menyampaikan Daftar Personil Manajerial | |
CV Sipanggu Putra Konstruksi | 10*1**1****11**8 | - | - |
| 0314124371117000 | - | - | |
| 0015320526122000 | - | - | |
| 0844971945121000 | - | - | |
CV Tunas Mekar Jaya | 09*0**5****21**0 | - | - |
| 0763876570121000 | - | - | |
| 0024949646128000 | - | - | |
| 0920416039122000 | - | - | |
| 0018519124117000 | - | - | |
| 0018518100117000 | - | - | |
CV Sitamiang Lasniroha | 02*6**0****17**0 | - | - |
| 0942255191121000 | - | - | |
| 0737823963127000 | - | - | |
CV Bintang Prima Jaya | 07*5**2****17**0 | - | - |
| 0018516872117000 | - | - | |
CV Basado Maszefalina | 07*2**5****28**9 | - | - |
| 0749562138117000 | - | - | |
| 0398528729111000 | - | - | |
| 0012637039125000 | - | - | |
| 0210006383122000 | - | - | |
CV Graha Safal | 0840208391113000 | - | - |
CV Rozaq | 06*3**7****04**0 | - | - |
Masda Skay | 08*8**8****11**0 | - | - |
PT Mitra Perdana Group | 02*8**9****01**0 | - | - |
| 0916336340117000 | - | - | |
| 0017478033127000 | - | - | |
| 0020813705117000 | - | - | |
CV Mulia | 00*4**6****22**0 | - | - |
| 0816206239216000 | - | - | |
PT Anugerah Nyata Perkasa | 06*9**0****24**0 | - | - |
| 0725672810122000 | - | - | |
CV Glorious Casana | 05*9**3****27**0 | - | - |
| 0020815908117000 | - | - | |
| 0714630662122000 | - | - | |
CV Shangrila Kirana Pratama | 10*1**1****23**2 | - | - |
SPESIFIKASI TEKNIS
A. SPESIFIKASI UMUM
1. Uraian Pekerjaan
a. Nama dan Tempat Pekerjaan
Pekerjaan : 1. Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Di Nagori Talun Saragih Kec. Bosar Maligas
Lokasi : 1. Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun
b. Lingkup Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan yang dimaksud dalam uraian ini adalah Pekerjaan Pembangunan Sitem
Penyediaan Air Minum (SPAM) Di Nagori Talun Saragih Kec. Bosar Maligas yang
meliputi :
• Pek. Pendahuluan
• Penerapan Sistem Manajemen dan Keselamatan Kerja (SMKK)
• Pek. Sumur Bor
• Pek. Menara Air dan Rumah Pompa
• Pek. Box Gate Valve
• Pek. Pipa Distribusi
• Pek. Pemasangan Pipa Sambungan Rumah (SR)
• Pek. Akhir
2. Peraturan dan Standart Teknis yang digunakan :
a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 22 Tahun 2020 Tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang Undang No 2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi.
b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
c. SNI 6880-2016 Tentang Spesifikasi Beton Struktural.
d. SNI 06-0084-2002 Tentang Pipa PVC untuk Air Minum.
e. SNI 0039 : 2013 Tentang Pipa Baja saluran air dengan atau tanpa lapis seng.
f. SNI 4829.2:2015 tentang Sistem perpipaan plastik - Pipa polietilena (PE) dan fiting untuk
sistem penyediaan air minum
g. SNI 2547:2008 Tentang Spesifikasi Meteran Air Minum
h. SNI 6774:2008 tentang Perencanaan unit paket instalasi pengolahan air
i. Standarisasi Satuan Harga (SSH) Kabupaten Simalungun.
j. Menurut Peraturan setempat yang berhubungan dengan penyelenggaraan pembangunan
dari instansi yang berwenang.
3. Pengujian dan Pemeriksaan Material
a. Semua Material atau bahan yang digunakan harus memenuhi Spesifikasi yang telah
ditetapkan.
b. Pengujian pengujian yang akan dilaksanakan oleh Laboratorim Kabupaten atau Provinsi
atau Pusat harus mendapat persetujuan PPTK atau Pengawas Lapangan.
c. Material Pabrikasi yang diadakan harus memiliki mill Certificate atau keabsahan
Spesifikasi yang telah ditentukan.
B. SPESIFIKASI TEKNIS
1. Pekerjaan Pendahuluan
a. Pembersihan
kegiatan pembersihan permukaan tanah, pembongkaran pangkal/tunggul batang pohon,
gelondongan kayu, semak, belukar dan tanaman lain serta bahan non-organik berupa pagar,
bangunan, fondasi, puing dan lainnya pada lokasi Pekerjaan Bendung, Brocaptering
Reservoar dan Jalur Pipa pada saat awal pekerjaaan juga setelah selesai pekerjaan.
b. Pematokan / Pengukuran
Pengukuran menggunakan alat Ukur meteran atau opttik dan mebuat patok patok yang
jelas sesuai arahan Pengawas Lapangan.
c. Papan Nama Proyek
Papan Nama Proyek minimal ukuran 1 x 1 m yang berisi Nama Pekerjaan, Nilai Pekerjaan,
Instansi Pemberi Pekerjaan dan Nama Perusahahaan serta masa Pelaksanaan Pekerjaan
d. Sewa Gudang/Pondok Kerja
Gudang penyimpanan mampu melindungi bahan/material dari cuaca panas ataupun
hujan,Pondok Kerja adalah Tempat Layak Huni
2. Penerapan Sistem Manajemen Dan Keselamatan Kerja (SMKK)
a. Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri :
➢ Topi pelindung (Safety helmet)
➢ Pelindung mata (Goggles, Spectacles)
➢ Pelindung pernafasan dan mulut (Masker)
➢ Sarung tangan (Safety gloves)
➢ Sepatu keselamatan (Safety shoes)
➢ Rompi keselamatan (Safety vest)
b. Personel Keselamatan Konstruksi:
Minimal memiliki Petugas Keselamatan Konstruksi
c. Fasilitas Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan:
memiliki Peralatan P3K
d. Rambu dan Perlengkapan Lalu Lintas yang Diperlukan atau Manajemen Lalu Lintas:
➢ Rambu Peringatan
➢ Rambu Informasi
3. Pekerjaan Tanah
a. Galian Tanah
➢ Menggunakan Galian Manual atau semi mekanis
➢ Lobang Galian harus kering sebelum dilakukan pekerjaan berikutnya, apabila ada
air harus dikeringkan terlebih dahulu
b. Urugan Tanah kembali
➢ Urugan Tanah Harus dalam Kondisi Padat
➢ Urugan dilakukan lapis demi lapis maksimal tebal 15 cm dan
➢ Pemadatan Urugan dilakukan dengan manual
4. Pekerjaan Beton Bertulang
Bahan Beton :
a. Semen
➢ Semen yang digunakan adalah Semen Portland Biasa produksi dalam negeri yang
sesuai dengan ketentuan SNI dan mempunyai standar kualitas SNI.
➢ semen harus disimpan di gudang yang kering, terlindung dari air, berventilasi
cukup, dengan lantai yang ditinggikan dan diberi alas untuk mencegah terserapnya
air oleh semen yang berada di lapisan bawah. Semen yang sudah menunjukkan
tanda-tanda pengerasan, menggumpal atau lengket harus ditolak dan tidak
digunakan.
➢ Semen yang lebih dulu masuk harus digunakan lebih dulu dan semen yang telah
disimpan lebih dari 1 bulan pada musim hujan atau lebih dari 3 bulan pada musim
kering, tidak boleh lagi digunakan.
b. Agregat Halus (Pasir)
➢ Butir-butir tajam, keras, bersih, dan tidak mengandung lumpur dan bahan-bahan
organis. - Pasir yang digunakan adalah pasir sungai, pasir laut tidak dapat
digunakan
➢ Ukuran
Sisa di atas ayakan 4 mm harus minimal 2 % berat
Sisa di atas ayakan 2 mm harus minimal 10 % berat.
Sisa di atas ayakan 0,25 mm harus minimal 80 % - 90 % berat.
c. Agregat Kasar
➢ Agregat kasar harus mengandung dari bahan yang bersih, kuat, berdaya tahan,
yang diproduksi oleh pemecah batu (stone crusher) atau berasal dari kerikil sungai
alam yang memenuhi persyaratan atau yang disaring.
➢ Butir-butir keras, bersih dan tidak berpori, jumlah butir-butir pipih maksimal 20 %
berat, tidak pecah atau hancur serta tidak mengandung zat-zat reaktif alkali.
➢ Ukuran
Sisa diatas ayakan 31,5 mm harus 0 % berat, sisa diatas ayakan 4 mm harus
berkisar 90 % - 98 % berat Selisih antara sisa-sisa kumulatif diatas dua ayakan
yang berurutan, adalah maksimal 60 % dan minimal 10 % berat.
butiran agregat kasar dengan ukuran nominal tidak lebih dari 20 mm
d. Air Pencampur
Air untuk campuran adukan beton harus bebas dari asam, garam, bahan alkali dan bahan
organik yang dapat mengurangi mutu beton.
e. Besi Tulangan dan Kawat Pengikat
➢ Penulangan dengan diameter sampai dengan 12 mm, menggunakan baja mutu U-
24 (Round Bars) atau
➢ U24 dengan tegangan leleh Fy = 2400 kg/cm2.
➢ Penulangan dengan diameter lebih besar dari 12 mm, menggunakan baja mutu U-
40 (Deformed Bars) atau U32 dengan tegangan leleh Fy = 3200 kg/cm2.
➢ Besi yang akan digunakan harus bebas dari karat dan kotoran lain. Apabila terdapat
karat pada bagian permukaan besi, maka besi harus dibersihkan dengan cara
disikat atau digosok tanpa mengurangi diameter penampang besi, atau
menggunakan bahan cairan sejenis “Vikaoxy Off” atau yang setaraf yang disetujui
Pengawas.
➢ Menggunakan Besi Polos SNI
➢ Kawat pengikat harus berukuran minimal diameter 1 mm.
f. Bekisting (Acuan)
➢ Kuat menahan beban adukan beton tanpa berubah bentuk (stabil), tahan terhadap
perbedaan cuaca yang dapat mengakibatkan perubahan bentuknya (melengkung),
harus kedap air, tidak meloloskan air campuran (pasta semen), yang dapat merusak
kualitas beton dan mempunyai permukaan yang rata /halus.
➢ Bekisting harus dikerjakan dengan baik, teliti dan kokoh, untuk mendapatkan
bentuk penampang, ukuran dari bahan beton seperti dalam gambar kerja.
➢ Bekisting tidak boleh dibongkar sebelum mendapatkan ijin tertulis dati Pengawas.
Pekerjaan Beton
a. Perbandingan Campuran
berdasarkan kepada Permen pekerjaan umum tentang pedoman analisa harga satuan
pekerjaan . Pada waktu pelaksanaannya bisa di konversi menjadi perbandingan bahan di
lapangan. setelah mendapat persetujuan PPK atau Pengawas Lapangan.
b. Adukan beton yang dibuat di tempat ( site mixing )
➢ Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mesin (batch mixer),
tipe dan kapasitasnya harus mendapat persetujuan dari Tim Pengawas.
➢ Kecepatan mengaduk sesuai dengan rekomendasi dari pembuat mesin tersebut. -
Jumlah adukan beton tidak boleh melebihi kapasitas mesin pengaduk.
➢ Lama pengadukan tidak kurang dari 2 menit sesudah semua bahan berada dalam
mesin pengaduk.
➢ Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 menit harus dibersihkan dahulu.
c. Pengecoran beton
➢ Adukan beton harus secepatnya dibawa ke tempat pengecoran dengan
menggunakan cara (metode) yang seefektif mungkin.
➢ Pengecoran dilakukan dengan selapis demi selapis dan tidak dibenarkan
menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari ketinggian lebih dari 2 meter, yang
akan menyebabkan pengendapan agregat.
➢ Pengecoran dilakukan dengan cara terus menerus (kontiniu/tanpa henti). Adukan
yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih dari 15 menit setelah keluar dari
mesin adukan yang tumpah selama pengangkutan tidak diperkenankan untuk
dipakai sebagai bahan pengecoran.
➢ Pada pengecoran baru (sambungan antar beton lama dan beton baru), permukaan
beton lama terlebih dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan dengan menyikat
menggunakan sikat kawat baja sampai agregat kasar tampak, kemudian disiram
dengan calbond Beton.
d. Pemadatan beton
➢ Beton dipadatkan dengan menggunakan vibrator atau pengetar adukan selama
pelaksanaan pengecoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga
tidak merusak acuan maupun posisi tulangan.
➢ Beton harus dicor lapis demi lapis dengan tidak melebihi 40 cm tebalnya. Lapis-
lapis ini harus dijaga supaya mempunyai pengikat satu sama lain yang baik.
e. Curing dan perawatan beton
Semua permukaan beton yang terbuka harus dijaga agar tetap basah dengan cara
menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut selama
7 hari.
f. Pembongkaran Bekisting/Acuan
Acuan-acuan bagian konstruksi di bawah ini boleh dilepas dengan memperhitungkan
keamanan sesuai SKSNI T-15-1990-03 dalam waktu sebagai berikut ;
1) Sisi balok, dinding dan kolom yang tidak dibebani 2 hari
2) Balok tanpa beban konstruksi 7 hari
3) Balok dengan beban konstruksii 21 hari
4) Tiang penyangga overstek/cantilever 28 hari
5) Pelat Lantai/Atap 21 Hari
g. Tes uji beton
➢ Cetakan benda uji harus berbentuk silinder berdiameter 15 cm, tinggi 30 cm.
➢ Benda uji dibuat setiap hari dimana pembuatan adukan beton berlangsung.
➢ Pada permulaan pelaksanaan setiap 3 m3 beton harus dibuat satu benda uji dengan
maksud supaya dalam waktu singkat dapat terkumpul 3 bh benda uji untuk
ditentukan kuat desak beton karakteristiknya.
➢ Selanjutnya minimal setiap 5 m3 atau setiap bagian pengecoran harus selalu dibuat
satu benda uji.
➢ Segera setelah terkumpul 3 bh benda uji maka dapat dilakukan pemeriksaan kuat
Tekan beton pada umur 7, 14 atau 28 hari sebagai bukti bahwa mutu pelaksanaan
dan kuat desak beton karakteristiknya memenuhi persyaratan.
➢ Benda uji harus ditandai untuk identifikasi dengan suatu kode yang dapat
menunjukkan tanggal pengecoran dan pembuatan adukan bagian-bagian struktur
yang bersangkutan.
➢ Semua benda uji akan dicoba dalam Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik atau
laboratorium bahan lain yang disetujui Tim Pengawas.
5. Pemasangan Pipa GIP
a. Jenis Pipa
Menggunakan Jenis Pipa GIP (Galvanis Iron Pipe)/ Pipa Medium di Galvanis sesuai SNI
0039:2013 Tentang Pipa Baja saluran air dengan atau tanpa lapis seng.
b. Ukuran Pipa
Panjang 6m
Diameter dalam
Diameter Luar (mm) Tebal
Nominal
(mm)
mm inch Nominal Maks Min
15 1/2 21,3 21,8 21 2,6
20 3/4 26,9 27,3 26,5 2,6
25 1 33,7 34,2 33,3 3,2
40 1 1/2 48,3 48,8 47,9 3,2
50 2 60,3 60,8 59,7 3,2
80 3 88,9 89,5 88 3,5
100 4 114,3 115 113,5 4
150 6 165,1 166,5 163,9 4,5
200 8 219,1 221,3 216,9 6
Toleransi Tebal Pipa adalah +15 % - 10%
c. Pemasangan Assesoris Pipa GIP
Semua aksesoris pipa untuk pipa galvanis harus dari bahan yang sama dan di fabrikasi
dengan kekuatan yang sama dengan pipanya kecuali ditentukan lain oleh PPK yang
memenuhi standar persyaratan yang ditentukan . Ketebalan dinding minimum dan diameter
luar dinding aksesoris pipa harus sesuai dengan diameter luar dan tebal dinding minimum
dari pipanya.
d. Sambungan Pipa
Sambungan Pipa dilakukan dengan Flange CI yang di las disambung dengan Baut dan
rubber Packing.
e. Pengelasan Pipa
➢ Sebelum pengerjaan pengelasan, permukaan alur harus dibersihkan dari debu,
tanah dan karat dengan menyikat dan mengasah (grinding). Bila pipa akan
dipotong di lapangan.
➢ lapisan pelindung dalam maupun lapisan pelindung luar pada kedua ujung pipa
harus dikupas minimum
➢ 10 cm, kemudian ujung pipa dibuat alur sebagaimana yang ditentukan “fitting”.
➢ Batang las harus sesuai persyaratan yang ditentukan yang memiliki kuat tarik yang
setara atau lebih baik dari logam dasar bahan pipa. Batang las yang menyerap
lengas (moisture) tidak boleh digunakan dan tingkat lengas harus lebih kecil dari
2,50 % untuk batang yang diiluminasi (illuminated rod) dan 0,5 % untuk batang
yang hydrogennya rendah (low hydrogenous rod).
➢ Mesin las, harus mesin pengelasan busur nyala (Arc Welding Machine) dengan
arus AC atau pengelasan busur nyala DC.
6. Pemasangan Pipa PVC
a. Jenis Pipa
Pipa Kelas S 12,5 yaitu pipa PVC yang memiliki ukuran 1,25" sampai 24". Untuk pipa
ukuran 1,25" sampai 2" dirancang mampu menahan tekanan air dari dalam sampai 8 bar
(0.8 Mpa). untuk pipa ukuran 2,5" sampai 24" dirancang mampu menahan tekanan air dari
dalam sampai 10 bar (1.0 Mpa), Pipa PVC SNI 06-0084-2002 Pipa untuk Saluran Air
Minum.
b. Pemasangangan Assesoris Pipa PVC
pemasangan aksesoris pipa dilakukan sesuai dengan kebutuhan pada yang diperlukan
dilapangan. Pemasangan aksesoris harus tepat pada setiap titik yang akan dipasang sesuai
dengan ukuran aksesorisnya. Pada waktu pemasangan dipastikan benar-benar kuat dan
tidak menimbulkan cacat pada pipa yang dipasang.
c. Persambungan Pipa menggunakan Solvent Cement Joint / Lem PVC.
d. Ukuran Tebal Dinding untuk Pipa PVC.
Kelas S 12.5
Diameter Nominal Diameter Luar Tebal Dinding Min.
(inci) (mm) (mm
2 " 63 2,4
3" 90 3,5
4" 110 4,2
6" 160 6,2
8" 200 7,7
7. Pemasangan Pipa HDPE
a. Spesifikasi Pipa
Material yang digunakan adalah memenuhi standart Industri ISO 4427-2:2007 atau SNI
4829.2:2015 untuk air minum dan memiliki . Pipa HDPE yang harus diadakan adalah pipa
HDPE yang mempunyai hubungan diameter pipa dan ketebalan pipa (SDR : Standart
dimension ratio) 17 , Class PE 100 yang mempunyai tekanan kerja/pressure nominal (PN)
10 bar. Pipa HDPE 100 harus mempunyai nilai kekuatan/ketegangan minimum yang
diijinkan (MRS = Minimum Required Strength) untuk PE 100 Pada temperature 20oC
selama 50 tahun sebesar 10 MPa (N/mm2).
b. Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan untuk membuat pipa polietilena, harus merupakan bahan baku
yang menyatakan layak digunakan untuk air minum yang dikeluarkan oleh pemasok bahan
baku, hal tersebut dibuktikan dengan Certificate Badan Independen BODYCOTE atau
sertifikat yang dikeluarkan oleh Balai Besar kimia dan Kemasan Kementerian
Perindustrian atau Sertifikat dari Laboratorium Independen lainnya yang tersertifikat
KAN.
c. Pemasangangan Assesoris Pipa HDPE
Pemasangan aksesoris pipa dilakukan sesuai dengan kebutuhan pada yang diperlukan
dilapangan. Pemasangan aksesoris harus tepat pada setiap titik yang akan dipasang sesuai
dengan ukuran aksesorisnya. Pada waktu pemasangan dipastikan benar-benar kuat dan
tidak menimbulkan cacat pada pipa yang dipasang.
d. Persambungan Pipa
➢ Penyambungan pipa dapat dilakukan dengan cara pemanasan yaitu dengan
menggunakan Butt Fusion dan sambungan Elektrofusion dilengkapi dengan data
logger pada saat pengerjaan dan Atau dengan Mechanical Joint.
➢ Penyambungan dengan menggunakan Butt Fusion dilakukan untuk pipa dengan
diameter mulai dari 63 mm dengan ketebalan minimum 3,8 mm dengan SDR 17.
➢ Penyambungan dengan Mechanical Joint direkomendasikan untuk pipa dengan
diameter 20 – 110 mm. Sedangkan dengan penyambungan dengan elektrofusion
dapat digunakan untuk semua ukuran pipa.
e. Pengujian
Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan kepada pipa HDPE dengan tekanan
mencapai 10 bar dengan menggunakan alat pengukur tekanan Manometer yang telah di
kalibarasi dan bersertifikat dari Lembaga uji dan sertifikasi bersertifikat KAN. Nilai alat
pengukur harus menunjukan minimal tekanan 10 bar dengan keadaan pipa masih dalam
keadaan baik.
f. Ukuran Tebal Dinding untuk Pipa HDPE
Kelas SDR 17 (PN 10)
Diameter Nominal Diameter Luar Tebal Dinding Min.
(inci) (mm) (mm)
1/2" 20
1 32 2,0
1 1/2" 50 3,0
2 " 63 3,8
3" 90 5,4
4" 110 6,6
6" 160 9,5
8" 200 11,9
8. Pekerjaan Sumur Bor
a. Jenis Sumur
Sumur yang akan dikerjakan oleh Penyedia Jasa (Pihak Kedua) adalah tipe Lonjor Tunggal
(Single String) dengan menggunakan bahan konstruksi Pipa PVC berstandart SNI diameter
6" sebagai Pipa jambang pompa (pump casing) dan sebagai casing dan screen bagian
bawah, jika casing dan screen disusun secara kombinasi dengan diameter yang berbeda,
maka harus digunakan reduser sebagai sambungan.
b. Prosedur Pengeboran
Penyedia Jasa harus memberitahukan secara tertulis kepada Satlak paling kurang 24 jam
sebelum memulai pekerjaan pemboran. Pemboran akan dilakukan dengan metoda Direct
Circulatian Mud Flush. Secara umum urutan pekerjaan pemboran dan kontruksi sumur
adalah sebagai berikut:
➢ Persiapan jalan masuk menuju Site.
➢ Persiapan site, persiapan bahan dan persiapan pekerjaan.
➢ Pemasangan menara bor, mesin bor, pompa lumpur dan alat bantu.
➢ Pemboran lubang untuk pipa konduktor sementara (temporary casing) diameter
12" dari permukaan tanah sampai pada kedalaman 10 m atau seperti yang
ditentukan oleh Satlak.
➢ Pemasangan pipa konduktor sementara dengan diameter 10".
➢ Pemboran lubang diameter 8" sampai akhir (sesuai dengan debit yang
dipersyaratkan dalam kontrak dan harus menembus habis satuan batuan lapisan
aquifer yang di buktikan dari cutting atau hasil loging).
➢ Pengambilan cutting dilakukan pada tiap meter kedalaman dari awal sampai akhir
pemboran.
➢ Logging Point Resistivity (PR) dan logging Self Potential (SP) untuk menentukan
kedudukan dan ketebalan lapisan pembawa air (akuifer) dan merencana susunan
konstruksi.
➢ Membuat gambar lapangan dan melaksanakan rencana susunan konstruksi sumur
yang terdiri dari susunan casing, screen, gravel pack, bail plug/sumbat bawah,
centralizer, dan komponen sumur, berdasarkan log pemboran deskripsi sample dan
geophysical logging /SP-PR logging
➢ Pemasangan pipa Casing diameter 6” , bail plug/sumbat bawah.
➢ Pemasangan pipa Dorong pompa diameter 1,5" sesuai dengan desain sumur.
➢ Penempatan gravel pack ke dalam rongga annulus di sekeliling pipa Casing.
➢ Development sumur.
➢ Pengambilan sample air untuk analisa kualitas air.
➢ Pencabutan Pipa Konduktor Sementara diameter 10"
➢ Pemasangan tutup sumur dan kunci.
➢ Pengisian semen kedalam rongga annulus di sekeliling Pipa jambang pompa.
➢ Pembongkaran mesin bor.
➢ Pengembalian kondisi lokasi (reklamasi) site/pembersihan site lokasi pemboran.
Jika dalam setiap langkah kegiatan di atas mengindikasikan adanya kegagalan, maka
Penyedia Jasa (Pihak Kedua) wajib melaporkan kepada Satlak, selanjutnya Satlak
berkonsultasi dengan Tim Teknis lainnya.
c. Instalasi Sumur
Material instalasi sumur yang akan dipasang untuk konstruksi sumur antara lain dapat
terdiri dari :
➢ Pipa PVC diameter 6", 5", 4" dan 3" SNI.
➢ Pipa Saringan PVC - SNI diameter 5", 4" dan 3".
➢ Reducer PVC untuk menyambung pipalscreen yang berbeda diameternya.
➢ Centralizer dengan diameter sesuai pipa/screen yang dipasang.
➢ Tutup atas dan kunci, tutup dasar sumur (top cap & bottom plug).
➢ Gravel pack 8 mm -10 mm.
➢ Semen Grouting.
➢ Temporary casing.
➢ Bahan bahan penyambung, lem mur, dan baut
d. Mesin Pompa
➢ Pompa Air Baku harus memenuhi Standart SNI 6774:2008
➢ Ruang lingkup pekerjaan pompa yaitu pengadaan, pengangkutan ke lapangan,
pemasangan di lapangan, dan tes (uji coba)
➢ Daya listrik
Untuk menggunakan daya PLN ke lokasi pompa maka harus memenuhi standar
yang telah ditentukan oleh dinas terkait (PLN).
➢ Meter air harus Sesuai dengan SNI 2547: 2008 Tentang Spesifikasi Meteran Air
Minum.
9. Pekerjaan Sambungan Rumah
a. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan sambungan rumah ini meliputi sambungan rumah dengan menggunakan meter
air kualitas SNI sampai dengan 1 buah kran di depan rumah dan jarak rumah dari pipa
distribusi maksimal 12 meter, apabila jarak rumah dengan jaringan distribusi lebih dari 12
m, maka kekurangan pipa tersebut menjadi tanggung jawab calon pemasang.
b. Fungsi Utama
Fungsi utama dari sambungan rumah adalah sebagai berikut.
➢ Mengalirkan air dari pipa distribusi kerumah konsumen;
➢ Untuk mengetahui jumlah air yang dialirkan ke konsumen.
c. Perlengkapan Minimal
Perlengkapan minimal yang harus ada pada sambungan rumah adalah sebagai berikut.
➢ Penyadapan pipameter air dan pelindung;
➢ Meter air atau flowrestrictor;
➢ Katup pembuka/ penutup aliran air;
➢ Katup satu arah;
➢ Pipa dan perlengkapannya.
Pengujian dengan memastikan konstruksi sesuai gambar rencana, tidak terdapat kebocoran
pada sambungan pipa dan valve, dan dipastikan air dapat tersalurkan dengan baik ke
konsumen.
d. Penerima Manfaat
Dalam menentukan penerima manfaat SR penyedia harus berkoordinasi dengan Direksi,
Perumda Air Minum Tirta Lihou, pengelola SPAM perdesaan maupun Stakeholder Terkait.
e. Persyaratan Teknis
Kualitas sambungan rumah (SR) harus memenuhi persyaratan teknis minimum sebagai
berikut.
➢ Meter air harus Sesuai dengan SNI 2547: 2008 Tentang Spesifikasi Meteran Air
Minum.
➢ Box meter warna menurut petunjuk direksi;Stop Kran 1/2" kuningan
➢ Stop kran (material GI, kuningan) dipasang setelah meter air dari arah jaringan pipa
distribusi;
➢ Pipa jenis GIP sesuai SNI 0039 : 2013;
➢ Katup searah (check valve);
➢ Plug kran (atau spesifikasi yang lebih baik, contoh Lockable Magnetic);
➢ Double nipple GIP 1/2" atau 3/4"
➢ Pipa tegak sesuai dengan gambar.
➢ Pemasangan sambungan tapping dari pipa distribusi harus menggunakan clamp
saddle untuk mencegah kebocoran. Clamp saddle dilengkapi dengan cap atau
penutup bagian atas untuk buka-tutup saat pemasangan agar tidak bocor.
➢ Pipa SR harus ditanam sesuai kedalaman yang ditentukan untuk mencegah
kerusakan dan kebocoran. Pipa sebaiknya diklem di dinding tembok jika
penanaman pipa tidak memungkinkan.
➢ Pipa SR yang melintasi saluran (biasanya di depan rumah) harus dilindungi atau
diberi pipa pelindung (casing) untuk mencegah agar tidak patah akibat diinjak
atau tertimpa benda keras.
➢ Dudukan kran SR harus dicor dan diberi penguat untuk mencegah agar tidak
mudah patah. Ketentuannya hampir sama dengan Kran Umum (KU). SR harus
dilengkapi dengan meter air untuk kontrol pemakaian dan pembayaran iuran.
➢ Seluruh jenis meter air harus bersegel resmi dan berstandar SNI.
➢ Pipa harus ditanam sesuai kedalaman yang ditentukan untuk mencegah
kerusakan dan kebocoran. Pipa sebaiknya diklem di dinding tembok jika
penanaman pipa tidak memungkinkan.
➢ Stop kran untuk mengatur masuknya air dari pipa distribusi dan untuk
pemeliharaan saat terjadi kebocoran/kerusakan.
10. Pekerjaan Akhir
a. Commisioning Test
Menguji apakah jaringan pipa bisa mengalirkan air sampai ke semua pelanggan dengan
tekanan yang direncanakan tanpa ada kebocoran pipa.