| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
CV Sigma Moment Consultant | 00*0**8****01**0 | Rp 157,950,503 | 61.08 | 81.08 | - |
PT Adicipta Persada | 02*0**6****07**0 | Rp 173,612,048 | 61.1 | 79.29 | - |
| 0032688483444000 | Rp 180,069,750 | 71.24 | 88.78 | - | |
| 0029840428201000 | Rp 192,760,761 | 76.84 | 93.23 | - | |
| 0807428867201000 | - | - | - | Tidak menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan | |
| 0025374497331000 | - | - | - | Tidak menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan | |
| 0315392357542000 | - | - | - | Tidak menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan | |
| 0025850330216000 | - | - | - | Tidak menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan | |
Ghina Engineering Consultan | 07*4**7****01**0 | - | - | - | - |
| 0313270324424000 | - | - | - | Tidak menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan | |
| 0014657134428000 | - | - | - | Tidak menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan | |
CV Harrisa Consultan | 00*6**8****01**0 | - | - | - | - |
| 0012301065201000 | - | - | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN S O L O K S E L A T A N
DINAS PEKERJAAN UMUM TATARUANG
DAN PERTANAHAN
Jalan Raya Bukit Patanangan – Bangun Rejo Telp. (0755) 583341 Padang Aro
GAMBARAN UMUM
KEGIATAN :
PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM AIR LIMBAH DOMESTIK DALAM
DAERAH KABUPATEN/ KOTA
Sub. KEGIATAN :
PENYUSUNAN RENCANA, KEBIJAKAN, STRATEGI DAN TEKNIS
SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK (SPALD)
PEKERJAAN :
PENYUSUNAN DOKUMEN FS (Feasibility Study) IPLT dan TPST
LOKASI :
KABUPATEN SOLOK SELATAN
TAHUN ANGGARAN
2 0 2 5
1
PENYUSUNAN DOKUMEN FS (Feasibility Study) IPLT dan TPST
PENYUSUNAN DOKUMEN FS (Feasibility Study) IPLT dan TPST
I. Latar Belakang
(1.) Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)
Kabupaten Solok Selatan merupakan salah satu daerah di Provinsi Sumatera Barat
yang terus berkembang dari sisi pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas
hidup masyarakat. Namun demikian, permasalahan sanitasi, khususnya pengelolaan
lumpur tinja, masih menjadi tantangan serius yang berpotensi menimbulkan dampak
negatif terhadap kesehatan masyarakat dan pencemaran lingkungan.
Sebagian besar masyarakat di Solok Selatan masih mengandalkan sistem sanitasi
individual seperti tangki septik. Sayangnya, pengurasan dan pengangkutan lumpur tinja
dari tangki septik belum dilakukan secara teratur dan belum didukung oleh sistem
pengolahan yang memadai. Akibatnya, lumpur tinja sering kali dibuang secara
sembarangan tanpa pengolahan yang layak, sehingga berisiko mencemari sumber air tanah
dan air permukaan, serta meningkatkan potensi penyebaran penyakit berbasis air.
Mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan penyediaan sarana Instalasi Pengolahan
Lumpur Tinja (IPLT) sebagai bagian dari sistem pengelolaan sanitasi terpusat di tingkat
kabupaten. IPLT berfungsi untuk menerima, mengolah, dan membuang lumpur tinja secara
aman dan ramah lingkungan sesuai standar teknis yang berlaku.
Sebelum pembangunan fisik IPLT dapat dilaksanakan, diperlukan penyusunan
dokumen Feasibility Study (FS) sebagai landasan dalam mengambil keputusan
perencanaan dan pembiayaan proyek. Dokumen FS ini akan mengkaji kelayakan dari
berbagai aspek, seperti teknis, lingkungan, sosial, ekonomi, serta kelembagaan dan
operasional, agar pembangunan IPLT dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan
berkelanjutan.
Penyusunan dokumen FS IPLT Kabupaten Solok Selatan juga merupakan bagian dari
upaya mendukung pencapaian target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN), serta mendukung tujuan Sustainable Development Goals
(SDGs), khususnya target 6.2 yaitu "menjamin akses terhadap sanitasi yang layak dan
pengelolaan tinja yang aman bagi semua" pada tahun 2030.
Dengan latar belakang tersebut, penyusunan FS IPLT Kabupaten Solok Selatan
menjadi langkah penting untuk mewujudkan sistem sanitasi yang aman, layak, dan
berkelanjutan demi terciptanya lingkungan yang sehat dan masyarakat yang lebih
sejahtera.
2
PENYUSUNAN DOKUMEN FS (Feasibility Study) IPLT dan TPST
(2.) Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
Peningkatan aktivitas masyarakat serta potensi pertumbuhan penduduk dan
pembangunan kawasan permukiman yang terus meningkat dari tahun ke tahun
berbanding lurus dengan bertambahnya volume timbulan sampah setiap harinya.
Permasalahan pengelolaan sampah menjadi semakin kompleks, terutama karena sebagian
besar sampah masih ditangani secara terbatas melalui sistem kumpul-angkut-buang ke
TPA, yang kapasitas dan pengelolaannya sering kali belum memadai.
Kondisi ini mengakibatkan timbulnya berbagai dampak negatif terhadap lingkungan
dan kesehatan masyarakat, seperti pencemaran tanah, air, dan udara, serta meningkatnya
risiko penyebaran penyakit. Di sisi lain, sebagian besar sampah yang dihasilkan masih
memiliki potensi untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan
baik. Mengatasi permasalahan tersebut sekaligus mendorong implementasi sistem
pengelolaan sampah berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memandang
perlu untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). TPST dirancang
sebagai fasilitas pengolahan sampah skala kawasan atau kabupaten, yang menerapkan
prinsip reduce, reuse, recycle (3R) untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke
TPA sekaligus memberikan nilai tambah dari sampah yang dikelola.
Sebelum pelaksanaan pembangunan TPST dapat dilakukan, diperlukan kajian
kelayakan atau dokumen Feasibility Study (FS) sebagai dasar pengambilan keputusan.
Dokumen FS akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kelayakan proyek TPST
dari sisi teknis, lingkungan, sosial, ekonomi, legal, dan kelembagaan. Kajian ini juga akan
mengidentifikasi lokasi yang optimal, estimasi biaya investasi dan operasional, serta model
pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lokal.
Penyusunan dokumen FS TPST Kabupaten Solok Selatan merupakan bagian dari
upaya pemerintah daerah dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah
berkelanjutan, serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya target 11.6 yang
berkaitan dengan pengurangan dampak lingkungan kota, termasuk pengelolaan sampah
rumah tangga secara efisien.
Dengan adanya dokumen FS ini, diharapkan pembangunan TPST dapat direncanakan
dan dilaksanakan secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung
bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Solok Selatan.
3
PENYUSUNAN DOKUMEN FS (Feasibility Study) IPLT dan TPST
II. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Penyusunan dokumen Feasibility Study (FS) ini dimaksudkan sebagai dasar dalam perencanaan
dan pengambilan keputusan terkait pembangunan infrastruktur Instalasi Pengolahan Lumpur
Tinja (IPLT) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kabupaten Solok Selatan.
Dokumen ini memberikan gambaran menyeluruh tentang kelayakan proyek dari berbagai aspek,
sehingga rencana pembangunan dapat dilakukan secara tepat, efisien, dan berkelanjutan.
b. Tujuan
a) Mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan pengelolaan lumpur tinja dan
sampah di Kabupaten Solok Selatan berdasarkan kondisi eksisting dan proyeksi ke
depan.
b) Menentukan lokasi yang layak dan strategis untuk pembangunan IPLT dan TPST,
dengan mempertimbangkan aspek teknis, tata ruang, sosial, dan lingkungan.
c) Mengkaji aspek teknis desain dan kapasitas infrastruktur yang dibutuhkan,
termasuk sistem pengolahan yang sesuai dengan kondisi lokal dan standar nasional.
d) Menganalisis aspek ekonomi dan finansial, termasuk estimasi biaya investasi,
operasional, dan potensi manfaat ekonomi dari operasional fasilitas.
e) Menilai dampak lingkungan dan sosial, serta menyusun strategi mitigasi
terhadap dampak negatif yang mungkin timbul selama pembangunan maupun
operasional fasilitas.
f) Mengkaji aspek kelembagaan dan operasional, termasuk skema pengelolaan,
peran masyarakat, dan kesiapan lembaga pelaksana (seperti UPTD atau KSM).
g) Menyusun rekomendasi kelayakan pembangunan IPLT dan TPST berdasarkan
hasil kajian multidisiplin sebagai dasar perencanaan lebih lanjut dan penyusunan
Detail Engineering Design (DED).
III. Ruang Lingkup Kegiatan
1. Pengumpulan dan Analisis Data Awal
Inventarisasi kondisi eksisting pengelolaan lumpur tinja dan sampah di wilayah
Kabupaten Solok Selatan.
Kajian demografi, sosial-ekonomi, dan proyeksi timbulan lumpur tinja dan sampah.
Pengumpulan data teknis, tata ruang, dan kebijakan/regulasi yang relevan.
Survei lapangan dan wawancara dengan pihak terkait (pemerintah daerah,
masyarakat, operator, dan stakeholder lainnya).
2. Kajian Kelayakan Teknis
Penentuan alternatif lokasi IPLT dan TPST berdasarkan kriteria teknis dan spasial.
4
PENYUSUNAN DOKUMEN FS (Feasibility Study) IPLT dan TPST
Analisis sistem pengolahan yang sesuai, termasuk kapasitas, teknologi, dan
kebutuhan lahan.
Perencanaan awal skema bangunan, fasilitas pendukung, dan alur operasional.
3. Kajian Lingkungan
Identifikasi potensi dampak lingkungan dari pembangunan dan operasional IPLT
dan TPST.
Rekomendasi pengelolaan dampak lingkungan dan langkah mitigasi.
Kesesuaian lokasi dengan RTRW, KLHS, dan kebijakan perlindungan lingkungan.
4. Kajian Kelayakan Ekonomi dan Finansial
Estimasi biaya investasi (CAPEX) dan biaya operasional/maintenance (OPEX).
Analisis kelayakan ekonomi dan finansial: NPV, IRR, B/C Ratio.
Evaluasi potensi pendapatan dan keberlanjutan finansial fasilitas.
5. Kajian Kelembagaan dan Sosial
Analisis peran dan kapasitas lembaga pengelola (UPTD, Dinas Lingkungan Hidup,
KSM).
Rencana penguatan kelembagaan dan strategi pemberdayaan masyarakat.
Kajian penerimaan sosial terhadap pembangunan fasilitas.
6. Rencana Pengelolaan dan Operasional
Penyusunan rencana sistem pengelolaan harian, jadwal operasional, dan alur kerja.
Strategi pengangkutan, pemeliharaan, dan monitoring fasilitas IPLT dan TPST.
7. Penyusunan Rekomendasi dan Kesimpulan Kelayakan
Menyusun rekomendasi akhir mengenai kelayakan pembangunan IPLT dan TPST
dari berbagai aspek.
Menentukan alternatif terbaik untuk dilanjutkan ke tahap Detail Engineering Design
(DED).
IV. Output yang diharapkan
1. Dokumen Feasibility Study (FS) IPLT dan TPST
Dokumen FS lengkap yang mencakup seluruh aspek kelayakan pembangunan IPLT dan
TPST, antara lain:
Kajian teknis dan desain konseptual.
Analisis kelayakan lokasi dan kebutuhan lahan.
Kajian proyeksi timbulan lumpur tinja dan sampah.
Kajian dampak lingkungan dan sosial.
5
PENYUSUNAN DOKUMEN FS (Feasibility Study) IPLT dan TPST
Kajian ekonomi dan finansial.
Kajian kelembagaan dan strategi operasional.
Rekomendasi alternatif terbaik untuk pembangunan.
2. Peta dan Gambar Pendukung
Peta lokasi eksisting dan lokasi usulan pembangunan IPLT dan TPST.
Peta zonasi pelayanan.
Gambar skema awal sistem pengolahan dan alur operasional.
Tata letak konseptual fasilitas.
3. Data dan Informasi Terintegrasi
Database hasil survei lapangan dan pengumpulan data sekunder.
Informasi proyeksi kebutuhan layanan sanitasi dan persampahan.
Data perhitungan teknis dan estimasi biaya pembangunan serta operasional.
4. Rekomendasi Pengembangan
Rencana tindak lanjut untuk penyusunan DED (Detail Engineering Design).
Usulan model pengelolaan dan skema pembiayaan pembangunan dan operasional.
Strategi pemberdayaan masyarakat dan pelibatan stakeholder.
5. Dukungan Terhadap Perencanaan Daerah
Dokumen FS sebagai lampiran pendukung dalam perencanaan program/kegiatan di
RKPD, Renstra OPD, dan usulan pendanaan (DAK Fisik, APBN, hibah, dll).
Referensi teknis dan administratif untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah
pusat maupun mitra pembangunan.
6
PENYUSUNAN DOKUMEN FS (Feasibility Study) IPLT dan TPST