| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0802429654955000 | Rp 1,422,368,000 | - | |
CV Bungsu Jaya Konstruksi | 05*9**7****55**0 | Rp 1,223,775,438 | Tidak memiliki SBU BG001 Konstruksi Gedung Hunian dan NIB KBLI 41011 Konstruksi Gedung Hunian. |
CV Sinar Kamase Abadi | 07*7**9****51**0 | - | - |
CV Atkomai Permai | 00*8**9****55**1 | - | - |
| 0028589133951000 | - | - | |
| 0935191775951000 | - | - | |
CV Hagya Kyano | 08*2**9****51**0 | - | - |
CV Wabu Mandiri Jaya | 10*0**0****66**0 | - | - |
CV Saruran Abadi | 00*0**3****52**0 | - | - |
Anugerah Papua Sejahtera | 10*1**1****50**3 | - | - |
URAIAN SINGKAT KEGIATAN
BELANJA HIBA PEMBANGUNAN RUMAH PENDUDUK
KWAKEK DI DISTRIK KLAYILI
TAHUN 2025
URAIAN SINGKAT KEGIATAN
Pekerjaan : BELANJA HIBA PEMBANGUNAN RUMAH PENDUDUK
KWAKEK DI DISTRIK KLAYILI
Lokasi : Distrik Klayili Kabupaten Sorong– Papua Barat Daya
Tahun Anggaran : 2025
Sebelum seluruh pekerjaan yang tercantum dalam dokumen kontrak dikerjakan, maka
perlu adanya suatu metode pelaksanaan pekerjaan dengan maksud agar hasilnya sesuai
dengan yang diharapkan. Yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan adalah
sebagai berikut :
1. Pembersihan Lapangan
Pembersihan lapangan atau lokasi kerja serta perataan area dilakukan oleh pekerja
dibawah arahan dan komando Mandor, dengan membersihkan seluruh area pekerjaan,
membersihkan sampah dan akar pohon apabila ada serta memberi patok batas pada area
pekerjaan agar tahapan pekerjaan selanjutnya dapat dilaksanakan.
2. Administrasi & Dokumentasi
Pada tahapan ini dilakukan proses administrasi meliputi surat menyurat, arsip file, pelaporan
setiap aspek pekerjaan baik laporan harian, mingguan, dan bulanan dan juga Pelaporan
progrees kemajuan pekerjaan dilapangan dan lain lain serta untuk dokumentasi ialah
dilakukan pengambilan foto untuk tahapan setiap pekerjaan dilapangan pada masa
pelakasanaan pekerjaan.
3. Papan Nama Proyek
Untuk papan nama proyek akan dilakukan pengesetan pada printing grafika dan akan diprint
sebagai spanduk dan dipasangkan pada tiang kayu Penyangga dengan baik. Papan nama
proyek dengan dimensi yang disesuaikan yang memuat tentang identitas proyek, terlebih
dahulu dipasang sebagai tanda dimulainya pekerjaan. Untuk patok penunjuk arah akan
dibuat dari kayu dan diberi tanda penunjuk arah. bentuk papan nama proyek dapat dilihat
pada gambar berikut :
Papan nama proyek biasanya berisikan tulisan :
1. Nama Pekerjaan
2. Sumber Dana
3. Nilai Pekerjaan
4. Nama Kontraktor Pelaksana
5. Nama Konsultan Pengawas
6. Nama Instansi
7. Nama subtansi/ Dinas
4. Gudang Peralatan
Untuk Gudang Peralatan akan dikoordinasikan dengan Direksi Teknik dimana letak yang
boleh area digunakan, para pekerja akan membuat gudang peralatan dari komponen kayu
dan triplek di lokasi pekerjaan dengan ukuran sesuai dengan instruksi Direksi dan
Pengawas Pekerjaan. Atau apabila ada bangunan yang layak dan baik untuk dipergunakan
maka akan dilakukan penyewaan bangunan tersebut sebagai sarana penunjang kinerja
pekerjaan.
5. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
Pada tahapan pekerjaan ini termasuk untuk Pengukuran akan dilakukan kembali pengukuran
awal (MC-0) apabila dibutuhkan terhadap pekerjaan. Pengukuran diukur berdasarkan titik
penentuan sesuai dengan gambar rencana dan intruksi pengawas dan Direksi. Untuk
pemasangan Bowplank dipasang dengan jarak dan ukuran tertentu dengan menggunakan
kayu kelas II serta paku kayu. Pengukuran dan pemasangan bouwplank titik duga (peil + 00)
ditentukan bersama - sama Kontraktor dan Konsultan Pengawas dan Direksi. Patok - patok
berukuran minimal 5/7 cm dan papan bouwplank 3/20 cm dengan panjang ukuran lebih dari
4 m dan diambil dari kayu kualitas baik. Papan patok dipasang kayu keras dan tidak berubah
posisinya, tanda – tanda dan sumbu akan di pasang secara teliti dan jelas, dicat dengan cat
menie (Apabila dianjurkan).
6. Pekerjaan Tanah Dan Pondasi
Untuk pekerjaan galian pondasi maka galian pondasi tapak terlebih dahulu dilakukan setelah
pondasi tapak baru dilakukan galian tanah pondasi batu gunung. Juru ukur akan memberikan
patok-patok panduan serta berapa kedalaman galian yang harus dicapai. Material hasil galian
sebagian ditempatkan/distok disamping galian untuk timbunan kembali, jarak penempatan
hasil galian untuk timbunan harus aman, tidak akan terjadi longsor dan masuk kedalam
lubang galian.
Berikut Urutan metode pelaksanaan :
- Juru Ukur akan melakukan pengukuran untuk menentukan titik ukur terhadap titik elevasi
galian tanah
- Tukang menandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna
cat
- Tukang memasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Tukang menggali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan
menggunakan alat ukur manual atau dengan Survey Equipment.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa air untuk menguras air
dipompa ke luar, sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.
6.1 Pas. Pasir Alas
Untuk urugan pasir akan dilakukan setelah galian tanah untuk pondasi dilakukan, pada lantai
galian Tukang akan menghampar pasir urug dengan ketebalan sesuai dengan bestek dan
gambar rencana, pekerja akan memastikan pasir dalam keadaan tidak tercampur dengan batu
atau tanah, setelah pasir dihampar akan akan dilakukan pengukuran ketebalan agar sesuai
dengan ukuran dan dimensi yang dipersyaratkan. Urugan Pasir dilakukan dengan
menyeluruh dan merata mengikuti dimensi galian agar padat dan rapat. Berikut urutan
metode pelaksanaan :
- Pada dasar galian pondasi dihampar pasir urug padat dengan ketebalan sesuai gambar
kerja
- Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari
pasir tersebut
- Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
- Tukang memeriksa urugan pasir urug agar benar-benar padat dan ketebalan sesuai
dengan bestek
6.2 Pas Batu Aanstamping
Pada pekerjaan ini dilakukan sebelum pondasi dilaksanakan. Untuk pekerjaan ini batu
aanstamping (Batu Kosong) yang digunakan bisa Batu Gunung / Kali atau batu yang di
sarankan sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipergunakan harus berkualitas baik dari
jenis yang keras, tidak berlubang dan forius, dengan ukuran maksimal 25 cm. Tukang Batu
akan menghampar batu ke dalam galian dengan ketebalan pasangan batu sesuai dengan
gambar kerja dan menyeluruh sesuai dengan dimensi galian. Batu Gunung /Kali harus bersih
dan tidak boleh mengadung atau menempel tanah dan lumut pada permukaannya. Batu
diletakkan dibawah pondasi dilakukan oleh pekerja. Setelah batu ditempatkan maka diukur
ketebalan batu tersebut.
6.3 Pas. Batu Gunung 1 : 4
Pekerjaan galian dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja. Juru ukur akan
memberikan patok-patok panduan serta berapa kedalaman galian yang harus dicapai.
Material hasil galian sebagian ditempatkan/distok disamping galian untuk timbunan
kembali, jarak penempatan hasil galian untuk timbunan harus aman, tidak akan terjadi
longsor dan masuk kedalam lubang galian.
Berikut Urutan metode pelaksanaan :
- Juru Ukur akan melakukan pengukuran untuk menentukan titik ukur terhadap titik elevasi
galian tanah
- Tukang menandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi warna
cat
- Tukang memasang patok dan benang untuk acuan galian.
- Tukang menggali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang
- Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai rencana.
- Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan
menggunakan alat ukur manual atau dengan Survey Equipment.
- Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa air untuk menguras air
dipompa ke luar, sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.
6.4 Urugan Tanah Kembali
Urugan tanah kembali dikerjakan setelah pekerjaan konstruksi pondasi selesai
dikerjakan. Tukang atau pekerja akan mengurug tanah ke bekas lubang galian secara
menyeluruh dan merata. Untuk urugan pondasi dapat digunakan tanah hasil galian pondasi
atau material lain yang disetujui oleh Konsultan supervisi dan Direksi. Tanah urugan pondasi
dipadatkan dengan alat pemadat atau alat lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas Dan
Direksi.
7. Pekerjaan Struktur
7.1 Pekerjaan Pengecoran :
1) Pencampuran beton.
Sebelum melakukan pencampuran beton, akan dibuat mix design beton yang akan dibuat
(jika diperlukan). Hal ini meliputi penyelidikan Laboratorium terhadap bahan-bahan sesuai
standar yang diminta dalam spesifikasi, antara lain PBI, ASTM, AASTHO, BS. Setelah
persiapan mix design disetujui, dan diadakan uji campuran ( trial mix ) sudah berhasil, maka
material dapat diorder sesuai dengan yang telah disetujui oleh Pengawas/Pemilik Proyek.
2) Pelaksanaan pengecoran beton.
Setelah besi dan bekisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada
lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidak-sempurnaan
hasil pengecoran. Juru ukur (surveyor) dengan menggunakan survey Equipment melakukan
pengukuran dan marking area untuk titik penempatan, ukuran (dimensi) serta leveling dari
poer, dan tapak pondasi. Dengan menggunakan check list pengecoran, surat ijin pengecoran
diajukan kepada Pengawas. Setelah diadakan pengecekan oleh tim Pemberi tugas, dan ijin
pengecoran telah ditanda tangani, maka pengecoran dapat segera dilaksanakan. Tukang
membuat adukan beton segar yang dicampur di lapangan (site mix) menggunakan Concrete
Mixer atau Molen Beton sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai
alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam media cor atau
area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan dipadatkan dengan alat
atau manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau
sudut didalam cetakan atau area cor.
7.2 Besi Beton Polos
1. Fabrikasi :
Fabrikasi besi beton dilakukan di Work shop Besi, setelah Shop drawing Pembesian
& Bending schedule disetujui. Pemotongan dilakukan dengan Bar cutter, kemudian
pembengkokan sesuai Shop drawing dilakukan dengan menggunakan Bar bender. Pekerjaan
perakitan besi (fabrikasi) dilaksanakan oleh Tukang Besi yang ahli. Besi dipotong dan
dibentuk sesuai dengan gambar kerja. Besi dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat
beton. Pelaksana Lapangan dan pengawas lapangan akan memeriksa dan mengontrol setiap
rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi agar sesuai dengan Gambar kerja serta
spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah difabrikasi ditempatkan pada lokasi stock yard besi
yang telah disediakan terlebih dahulu dan terlindung dari air hujan, dan diberi label pada
setiap jenisnya.
2. Pemasangan :
Setelah fabrikasi selesai, besi beton yang akan dipasang diangkut ke lokasi pekerjaan.
Pemasangan dilakukan sesuai dengan Shop drawing. Diameter besi dan jarak antar besi
dicheck dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran
pasangan besi. Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai
dengan petunjuk kerja dalam gambar kerja. Pengawas lapangan dan Tukang memeriksa
pasangan besi tepasang dengan baik dan kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai
dengan gambar kerja.
7.3 Papan Bekisting
Bekisting yang telah difabrikasi diangkut ke lokasi pemasangan, dan segera dipasang
sesuai dengan posisinya yang tertera di shop drawing. Bekisting yang telah dipasang pada
area cor pondasi kemudian di paku agar terpasang dengan kuat dan kokoh. Bekisting
dipasang dengan kokoh, kuat, tidak bocor, tidak ngeplin, bersih dari kotoran kayu-kayu
lepas, sampah-sampah dll. Pengawas lapangan dan Tukang memeriksa pemasangan
bekisting telah terpasang dengan baik dan kuat serta kokoh.
8. Pas. Batu Bata 1 : 4 (dinding)
Berikut metode pelaksanaan Pasangan Batu Bata :
a. Sediakan bak yang diisi air untuk merendam batu bata yang akan dipasang (± 10
menit )
b. Buat tarikan benang tiap ± 7 lapis bata.
c. Tinggi pasangan bata maximum yang diperbolehkan terhadap sesuai dengan gambar
dan rencana dan syarat-syarat pekerjaan
d. sebelum pelaksanaan pasangan dimulai, pasangan batu bata sebaiknya disiram.
e. Tebal adukan pengikat tidak kurang dari 10 mm dan adukan harus padat sedemikian
rupa sehingga membentuk sambungan yang lurus.
f. Kemudian pekerja / Tukang memasang batu bata hingga menyusun seperti gambar
kerja dan direkat dengan adukan beton
g. Tukang memastikan susunan pasangan batu bata sejajar, kokoh dan rapi
h. Juru Ukur melakukan pengukuran agar pasangan bata terpasang dengan sejajar dan
Sesuai Bestek
9. Plesteran 1 : 4 Tebal 15 mm
Berikut metode pelaksanaan plasteran dan acian :
a. Tukang membasahi permukaan pasangan bata sampai basah dan merata
b. Pekerja memaasang tarikan benang vertikal dan horisontal
c. Tukang membuat kepalaan vertikal jarak 1 m’, biarkan sampai kepalaan mengeras
min ± 1 hari.
d. Plester di antara kepalaan, lalu ratakan dan padatkan dengan jidar alumunium mak.
3 m’.
e. Perawatan Plester kasar dengan penyiraman selama min. 3 hari, sebelum diaci.
f. Acian dinding plaster satu bidang sekaligus pada satu kali pengacian.
g. Ratakan dan padatkan acian menggunakan roskam baja sampai benar-benar rata dan
halus.
10. Timbunan Tanah Bawah Lantai
Pekerjaan Timbunan (Urugan) tanah pada proyek ini meliputi timbunan tanah yang
didatangkan dari luar dan ada juga dari hasil galian, tanah yang didatangkan dari borrow
area dengan kualitas tanah yang baik untuk timbunan, bersih dari kotoran dan akar-akar
kayu dan harus mendapat persetujuan Pengawas Lapangan dan Direksi berdasarkan
spesifikasi teknis. Dalam pelaksanaannya pekerjaan timbunan ini perlu diperhatikan dari
segi Kesehatan dan Keselamatan Kerja. dan dampak lingkungan (Environmental Aspect),
terutama pada saat transportasi material timbunan. Tanah timbun yang didatangkan dari
luar (borrow) diangkut dengan Dumptruk. Bak dump truk harus ditutupi dengan terpal
plastik agar tidak tercecer diperjalanan. Adapun jalan di lokasi yang dilewati oleh dump
truck harus selalu dirawat dan dijaga dari dampak debu yang ditimbulkan dari hasil
transport tersebut, dengan menyediakan tenaga pembersih dan penyiraman jika terjadi
debu. Tanah timbun yang didatangkan di hampar ke area timbunan kemudian pekerja
melakukan perataan secara menyeluruh ke seluruh sudut area timbun, Tanah timbun
ditimbun dengan ketebalan timbunan sesuai dengan gambar kerja. Setelah ketebalan
timbunan dicapai maka akan dilakukan pemadatan tanah agar padat dan tidak kosong.
Tukang memriksa kembali ketebalan timbunan sesuai dengan Gambar kerja.
11. Urugan Pasir Bawah Lantai T = 5 cm
Tukang dan pekerja akan menghampar pasir urug dengan ketebalan sesuai dengan bestek
dan gambar rencana, pekerja akan memastikan pasir dalam keadaan tidak tercampur dengan
batu atau tanah, setelah pasir dihampar akan akan dilakukan pengukuran ketebalan agar
sesuai dengan ukuran dan dimensi yang dipersyaratkan. Urugan Pasir dilakukan dengan
menyeluruh dan merata mengikuti dimensi area agar padat dan rapat. Berikut urutan metode
pelaksanaan :
- Pada dasar galian pondasi dihampar pasir urug padat dengan ketebalan sesuai gambar
kerja
- Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari
pasir tersebut
- Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
- Tukang memeriksa urugan pasir urug agar benar-benar padat dan ketebalan sesuai
dengan bestek
12. Beton Cor T = 5 cm
Metode pelaksanaan :
- Tukang membuat alur dan patokan area pengecoran
- Pekerja Dan Tukang membuat adukan beton cor segar
- Beton cor dihampar ke area pengecoran
- Pengecoran dilakukan dengan merata dan menyeluruh
- Setelah beton dihampar maka akan diukur kebalan beton cor sesuai dengan gambar
kerja
13. PEKERJAAN KERAMIK
Metode Pelaksanaan Keramik :
a. Pemasangan keramik untuk pola, tipe dan ukurannya harus sesuai dengan gambar
kerja dan petunjuk Pengawas Lapangan.
b. Setelah dasar lantai siap, maka keramik yang akan dipasang diseleksi sesuai dengan
warna-warna yang sama. Apabila diperlukan pemotongan dilaksanakan dengan rapi
dengan memakai mesin pemotong dan pinggirannya diasah dengan batu pengasah.
c. Sebelum pemasangan, keramik harus direndam air hingga tercapai kondisi jenuh air
untuk menghindari pengeringan adukan mortar/spesi yang terlalu cepat.
d. Keramik dipasang dengan menggunakan adukan mortar 1 PC : 4 Pasir dalam
perbandingan volume. Pemasangan dengan jalur-jalur (joints) yang lurus dan apabila
terjadi ketidakteraturan jalur diisi dengan pasta semen. Sesudah cukup kering
keramik dicuci dengan lap basah sampai bersih, dan apabila ada bagian-bagian yang
lepas harus cepat diperbaiki.
e. Selama pemasangan dan sebelum kering yang cukup, lantai harus dihindari dari
injakan dan gangguan lain. Kotoran-kotoran dan lainnya yang menempel pada
permukaan lantai harus segera dibersihkan sebelum menjadi kering.
f. Untuk pemasangan dinding keramik metode pelaksanaannya sama hanya saja
keramik yang pasang pada bidang dinding.
g. Untuk pemasangan bon bon keramik diselaraskan dengan potongan dan pola
pasangan keramik bak garis dan dimensi keramik
14. PEKERJAAN KAMAR MANDI DAN SANITASI AIR
Pipa, Sambungan dan Aksesories Lainnya untuk Air Bersih dan air kotor
Untuk pekerjaan ini akan dilakukan pembelian atau pengadaan Pipa PVC beserta
acsesoris ini sesuai dengan spesifikasi teknis dan dipasangkan dalam instalasi air bersih
dan dipasang sesuai dengan gambar kerja. Pemasangan kran air dipasang pada titik
pemasangan, dan floor drain dipasang pada titik pemasangan di area kamar mandi.
1. Instalasi Air Bersih dan Kotor
- Tukang pipa akan memeriksa jaringan untuk instalasi pipa
- Tukang memasang pipa ke titik-titik pemasangan
- Apabila dibutuhkan dilakukan pembobokan untuk menyambung pemasangan pipa
- Pipa dipasang dan disambung dengan menggunakan lem perekat pipa pada tiap
sambungan dan tiap pemasangan aksesoris pipa
- Untuk wastafel kloset jongkok dipasang pada saat bersamaan dengan pemasangan
keramik sedangkan kran air, bak fiber air dan water tank dipasang pada saat
pekerjaan dinding atau lantai telah selesai dikerjakan.
2. Metode pembuatan Septick Tank dan Peresapan
- Pekerja Melakukan Galian Tanah, usahakan secepat mungkin untuk mulai memasang
dinding batu bata, sebab dikhawatirkan air akan semakin penuh. Sebagaimana telah
diketahui bahwa cara memasang dinding batu bata untuk septic tank hampir sama
caranya dengan dinding rumah.
- Pasang bagian dasar dengan pasangan satu bata, beri alas dengan nat adukan semen
dan pasir. Pasangan berikutnya adalah pola setengah bata sebagaimana memasang
dinding rumah. Ruangan septictank dibagi menjadi dua bagian, sehingga terdapat
penyekat. Ruang pertama berfungsi sebagai penampung limbah padat, dan ruang
kedua berfungsi sebagai penampung cairan limbah. Pada bagian tengah penyekat
diberi lubang kecil agar terdapat ruang resapan.
- Dinding dan lantai septic tank diplester kecuali pada ruangan resapan.
- Jika pemasangan batu bata telah selesai, sisakan sekitar 12 cm dari permukaan tanah
untuk cor beton.
- Siapkan papan pada bagian atas pasangan bata, letakkan anyaman besi tadi, tutup sisi
luar dengan papan setebal 10 cm.
- Tahap berikutnya adalah menyambung semua pipa pembuangan limbah padat dari
kloset ke septic tank kemudian Timbun dengan tanah.
- Usahakan letak kloset harus lebih tinggi dari septic tank, agar kotoran dapat dengan
mudah masuk ke dalam septic tank
- Untuk pembuatan bak kontrol pekerja akan melakukan galian tanah sesuai dengan
ukuran bak kontrol
- Pekerja akan memasang pasangan bata dan memplaster pasangan bata
- Pada bak kontrol dipasang pipa sebagai kontrol terhadap jaringan instalasi pipa
15. PEK. PASANGAN KUSEN PINTU DAN JENDELA
Untuk item pekerjaan ini akan dirangkum metode pelaksanaan sebagai berikut :
- Tukang Kayu membuat kusen berdasarkan gambar kerja.
- Kusen bisa dibuat lokasi pekerjaan maupun di workshop
- Sebelum kusen dipasang, dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen dengan alat bantu
waterpass/unting-unting.
- Untuk daun pintu dan jendela juga terlebih dahulu dirakit di worshop dan kemudian
dibawa ke lokasi pekerjaan untuk dipasang
- Daun Pintu dan Jendela dipasang setelah pekerjaan konstruksi selesai dan masuk
pekerjaan akhir
- Daun Pintu dan Jendela yang dipasang sesuai dengan deskripsi dalam spesifikasi
teknis.
- Engsel pintu dipasang pada saat pemasangan frame pintu dan jendela sebagai pengait
antara kusen dan frame
- Untuk, Kunci Tanam, Grendel Dan Pegangan Pintu dipasang setelah keseluruhan
kusen terpasang dan pekerjaan fisik dalam tahap pekerjaan akhir. Barang tersebut
dipasang sesuai dengan spesikasi teknis dan dipasang pada lubang pasang masing-
masing dengan baut skrup sebagai pengikat.
16. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaan dirangkum sebagai berikut :
1. Tentukan elevasi plafond dan buat garis sipatan pada dinding & as sumbu ruangan.
2. Tentukan jarak penempatan kait pengantung
3. Pasang benang untuk pedoman penentuan titik paku penggantung untuk
menjamin kelurusan.
4. Pasang paku kait dan rod/penggantung.
5. Pasang rangka utama
6. Pasang rangka pembagi.
7. Pasang dan kencangkan klip / rod.
8. Pasang panel Plafond
9. Cek kerapihan dan kerataan bidang plafond.
10. Tutup sambungan antara panel dengan paper tape dan diampelas dan difinishing
dengan cat.
11. Setelah plafond dan atap seslesai maka akan dipasang list profil pada sudut atau
siku pasangan plafond dengan dinding sesuai dengan gambar kerja.
17. PEKERJAAN RANGKA DAN PENUTUP ATAP KANOPI
Untuk Kuda-kuda kayu maka Tukang kayu akan mengukur kayu yg akan dirakit
menjadi kudakuda kayu. Stelah ukuran didapat maka kayu akan dibentuk menjadi
kuda kuda dengan ikatan kayu dibuat sesuai dengan gambar kerja, Setelah kayu
terbentuk maka satu persatu kayu kuda kuda akan dinaikkan ke atap area pemasangan
kemudian diatap area pemasangan akan dirakit kayu menjadi kuda-kuda kayu
kemudian diikatkan dengan baik dan kokoh menggunakan metode sambungan ikat
sesuai dengan gambar kerja.
18. Listplank Kayu 2x20 cm
Pada tahapan pekerjaan ini akan dilakukan pengetaman papan untuk listplank
pada ketam kayu kemudian papan yang telah sesuia ukurannya akan dipasang oleh
pekerja dan tukang pada area pemasangan listplank dengan panjang dan ukuran
listplank sesuai dengan gambar kerja, listplank dipaku pada kayu dengan kuat dan
kokoh agar tidak terlepas.
19. Penutup Atap Spandek
Pemasangan atap dilakukan yaitu atap dipakukan langsung pada gording dengan
menggunakan paku ulir (paku khusus untuk atap). Tiap sambungan diberi tindisan
sesuai dengan spesifikasi pabrik. Alur atap harus dipasang merata (tidak bolak balik),
sehingga hasil akhir pasangan akan rapi. Bubungan ditutup dengan seng bubungan.
Tindisan antara satu lembaran bubungan dengan lembaran bubungan lainnya harus
sesuai dengan persyaratan pabrik minimal 10 cm. Pemasangan harus rapi dan
memenuhi syarat-syarat sehingga tidak mengakibatkan kebocoran.
20. Pekerjaan Instalasi Listrik
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaan dirangkum sebagai berikut :
1. Metode Pemasangan Instalasi Kabel Saklar, Fitting Lampu & Stop Kontak
- Marking jalur konduit pada dinding
- Bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter
- Pasang conduit & inbow dos
- Tunggu sampai dinding difinish.
- Sambungkan saklar, stop kontak dengan instalasinya
- Pasang saklar & stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
21. PEKERJAAN PENGECATAN
Untuk item pekerjaan ini metode pelaksanaan dirangkum sebagai berikut :
- Jika permukaan sudah rata, laksanakan pengecatan dasar dengan alat
bantu pada bidang yang
luas & kwas untuk bidang yang sempit ( sulit ).
- Jika cat dasar tersebut sudah kering, laksanakan pengecatan finish ( Jumlah
pelapisan cat sesuai dengan Spesifikasi ).
- Apabila sudah rata, bersihkan cat- cat yang mengotori bahan-bahan/pekerjaan
lain yang seharusnya tidak terkena cat.
- Untuk pengecatan plafond. Lembaran Plafond akan dicat terlebih dahulu
sebelum pemasangan
- Untuk pengecatan plafond gunakan alat bantu seperti rol dan lainnya pada sisi
yang tidak bias dicat sebelum pemasangan
- Untuk pengecatan listplank juga lembaran listplank akan dicat sebelumnya
sebelum pemasangan dilakukan.
IV. PENUTUP
a. Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima, Penyedia Jasa Konstruksi
hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan
mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan.
b. Berdasarkan bahan-bahan tersebut menyusun program kerja dan program
jaminan mutu.
Sorong, 3 Juni 2025
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
PPTK
FANY IRAWAN WAILISSA, ST
NIP. 198609282011012014| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 8 December 2018 | Pembangunan Jembatan Kali Mati I (Tahap II/Tuntas) | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 4,486,030,000 |
| 15 June 2022 | Pembangunan Menara Pandang | Kab. Tambrauw | Rp 3,000,000,000 |
| 24 August 2021 | Pembangunan 6 Rkb Sd Inpres 2 Klawasi | Kota Sorong | Rp 2,400,500,000 |
| 24 May 2022 | Pembangunan 6 Rkb Sd Negeri 25 Klagete | Kota Sorong | Rp 2,300,000,000 |
| 20 May 2023 | Rumah Dinas Puskesmas Malabotom | Kab. Sorong | Rp 2,100,000,000 |
| 7 July 2025 | Pembangunan Talud Komplek Tmp Kel. Remu Utara | Kota Sorong | Rp 2,000,000,000 |
| 14 October 2021 | Peningkatan Jalan Kurnia - Segun | Kab. Sorong | Rp 1,837,120,000 |
| 13 May 2022 | Pembangunan Rumah Dinas Tenaga Kesehatan Puskesmas Salawati Tengah | Kab. Sorong | Rp 1,650,000,000 |
| 12 August 2023 | Pembangunan Pagar Gereja Jemaat Gki Sele Be Solu | Kota Sorong | Rp 1,429,000,000 |
| 10 September 2024 | Pembangunan Unit Sekolah Baru (Usb) + Rumah Jaga Slb Kota Sorong | Provinsi Papua Barat Daya | Rp 1,195,304,200 |