| 0923174031951000 | Rp 1,311,886,800 | |
CV Putri Papua Membangun | 09*8**6****51**0 | Rp 1,368,630,000 |
Mizan Karya Mandiri | 03*3**0****51**0 | - |
CV Irhom Irom Homi | 04*2**5****51**0 | - |
CV Klabra Raya | 02*4**6****51**0 | - |
| 0954392221951000 | - | |
CV Klagolom | 02*3**7****51**0 | - |
CV Samudra Fiberboat | 03*6**2****01**0 | - |
| 0814226429612000 | - | |
Zahra Papua Elektrik | 06*3**2****51**0 | - |
Dope Supply Indonesia | 09*6**3****02**0 | - |
CV Anugerah Papua Jaya | 09*3**0****51**0 | - |
| 0026486258418000 | - | |
Analog Cahaya Trikora | 06*6**5****51**0 | - |
CV Atkomai Permai | 00*8**9****55**1 | - |
[Pick the date]
LAMPIRAN
METODE PELAKSANAAN
PAKET PEKERJAAN : Pengadaan Sarana Prasarana Produksi Penangkapan Ikan
LOKASI : Pesisir Kabupaten Sorong
I. UMUM
Fiberglass Reinforced Plastics ( FRP ) merupakan komposit yang terbentuk
dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentukan, melalui proses
pencampuran yang tidak homogen dengan bersifat mekanik dari masin-
masing material pembentuknya berbeda.
Dari proses percampuran ini dihasilkan material FRP yang mempunya sifat
mekanik dan karakterstik yang berbeda dari material pembentuknya.
Pemakaian material FRP dalam bidang induatri perkapalan dimulai sejak
tahun 1942 khusus untuk kapal-kapal berukuran kurang dari 60 M. Adapun
keuntungan pemakaian FRP untuk konstruksi kapal, yaitu:
1. Kekuatan yang tinggi FRP memiliki perbandingan kekuatan tarik, kekuatan
lengkung (bending) dan kekuatan tekan terhadap berat yang sangat
tinggi. Material yang ringan tetapi memiliki kekuatan yang tinggi adalah
alasan utama mengapa material ini dipakai untuk konstruksi kasko fiber .
2. Ketahanan terhadap keretakan, kelelahan dan korosi yang sangat tinggi.
Dengan karakteristik ini, maka pemakaian FRP untuk material bangunan
kasko fiber akan lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan material
logam.
3. Fleksibel dalam perencanaan. Dalam hal ini karakteristik struktur laminate
FRP dapat kita rencanakan sesuai kondisi pembebanan yang mugkin akan
diterima konstruksi serta mudah dibentuk sesuai dengan bentuk kasko
fiber.
Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan pembangunan kapal dibuatlah suatu
metode kerja agar pelaksanaan kapal tersebut berjalan lancar dan sesuai
dengan yang diharapkan pada spesifikasi teknis. Untuk itu digunakan
pedoman pembangunan, sebagai berikut:
1. Kontrak antara pemilik pekerjaan (owner) dan galangan, termasuk
spesifikasi teknis dan addendum yang terkait dengan kontrak tersebut
(bila ada).
2. Gambar-Gambar yang telah diperiksa dan disetujui oleh pemilik pekerjaan
(owner) dan Konsultan Pengawas.
Metode yang digunakan dalam kegiatan pembangunan akan mengacu
kepada system dan prosedur tata laksana pembangunan fisik kapal fibreglass,
sesuai dengan struktur konstruksi maupun laminate schedule fibreglass yang
dikerjakan
secara seksama sehingga glass content mencapai kisaran 30-35%, sesuai
dengan standard marine.
[Pick the date]
A. KONSRUKSI LAMBUNG
Konstruksi lambung kapal terbuat dari bahan Fibreglass Reinforce Plastics
(FRP) dilaminasi dari “Female Mould”dan dikerjakan dengan sistem “Hand
Lay Up”dengan cara lapis demi lapis.
Material
Laminasi kapal fibreglass terkandung dari bahan Fibreglass dan Polyester
Resin.
Tipe Polyester
Polyester Resin, menggunakan jenis water resistant polyester resin
yang tahan air dan panas serta sifat mekanisnya telah mendapat
persetujuan BKI atau Badan Klasifikasi lainnya
Tipe Glass
Tipe glass yang digunakan antara lain : Chopped Strand Mat 300 gr
(CSM 300), Chopped Strand Mat 450gr (CSM 450), Woven Roving
600 gr (WR 600), Woven Roving 800gr (WR 800).
Jenis semua glass adalah “E-glass”dengan maksimum 1% alkalioxide dan
mempunyai tensile strength minimum Woven Roving (WR) sebesar 260 psi
(11777n/mm2) dan tensile modulus 10150 Psi.
B. DAN LAMINASI SCHEDULE SCANTLING
Ukuran scantling konstruksi kasko fiber ditentukan oleh besaran modulus
dan momen inersia dari plat FRP atau profil berdasarkan peraturan yang
disyaratkan oleh BKI, prosedur laminasi, sebagai berikut :
LAMINASI SCHEDULE
TABEL 1-SINGLE PLATE AND SAMNDWICH CONTRUCTION
[Pick the date]
MATERIAL KODE BERAT GR/M2
Gelcoat G 500
Chopped Strand Matt 300 CSM 300 300
Chopped Strand Matt 450 CSM 450 450
Woven Roving 600 WR 600 600
Woven Roving 800 WR 800 800
Foam (Sandwich Construction FOAM -
Topcoat TC -
C. PENGENDALIAN PROYEK
Dalam proses produksi untuk mendapatkan mutu yang baik dan
pengerjaan tepat waktu sangat bergantung dari manajemen produksi
galangan itu sendiri serta pengawasan yang terkendali oleh tenaga ahli
yang handal.
Bagian Production Planning Control (PPC) bertugas untuk mengendalikan
seluruh pekerjaan, sehingga untuk pekerjaan dapat terkendali dengan baik
dan tepat waktu terkait dengan ketentuan, sebagai berikut:
1. Spesifikasi teknis
2. Gambar-gambar konstruksi dan diagram stabilitas (Gambar Rencana
Umum)
3. Jadwal pekerjaan (time schedule)
4. Aspek Tenaga Kerja
5. Material
6. Struktur Organisasi Perusahaan
[Pick the date]
7. Fasilitas Kerja
Tujuan Factor ini sangat terkait sebagai fungsi kontrol selama proses
produksi berlangsung. Apabila pembangunan fisik telah selesai maka akan
dilakukan uji coba laut untuk menyempurnakan pekerjaan konstruksi
maupun performance kapal itu sendiri, sampai kapal itu mendapatkan
predikat sempurna dan laik laut untuk berlayar.
1. Aspek Spesifikasi Teknis
Spesifikasi teknis sebagai ketentuan yang harus dilaksanakan dengan
baik dan tepat waktu, antara lain:
a. Ketentuan ukuran pokok kasko fiber
b. Ketentuan scatling konstruksi kasko fiber
c. Ketentuan tenaga mesin utama maupun mesin-mesin Bantu
dengan target schedule kapal yang sudah ditentukan.
d. Ketentuan penempatan peralatan dan perlengkapan kapal
e. Ketentuan jenis maupun jumlah inventaris kapal
f. Dan lain-lain.
2. Aspek Jadwal Kerja
Urutan pekerjaan dan target schedule dituangkan dalam jadwal kerja,
sebagai berikut:
a. Bar chart
b. Network planning
3. Aspek tenaga Kerja
Sumber daya manusia atau man power sebagai pelaku pekerja harus
memenuhi criteria sebagai suatu galangan yang professional
dituangkan dalam :
a. Struktur organisasi produksi
b. Daftar alokasi tenaga kerja
4. Aspek Material
Faktor material adalah sangat dominan dalam konstruksi karena biaya
produksi hampir 70% ada pada material, sehingga harus diperhatikan
pengalokasian dengan baik, antara lain:
a. Tempat penyimpanan material
b. Daftar alokasi material
5. Aspek Fasilitas Kerja
Untuk menunjang percepatan waktu kerja dan mutu kerja adalah
sangat tergantung dari peralayan maupun fasilitas dan workshop yang
disusun dalam daftar, antara lain:
a. daftar peralatan kerja
b. Daftar fasilitas kerja
c. Fasilitas workshop (layout galangan)
II PROSES PEMBANGUNAN KASKO FIBER
Dakam pembuatan kapal dengan material FRP secara garis besar melalui
beberapa tahapan pekerjaan, yaitu:
1. DESIGN
Design adalah merancang bentuk kasko fiber, perhitungan
kekuatan/konstruksi kapal, stabilitas dan gambar-gambar kerja untuk
pelaksaan pembangunan kapal. Pada tahap ini sangat memegang peranan
utama dalam pembangunan kapal, karena gambar dan hasil perhitungan
[Pick the date]
di bagian design mejadi acuan pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Gambar-gambar dan perhitungan yang diperlukan dalam merancang
sebuah kapal sesuai dengan item 1.C.2.
2. PEMBUATAN CETAKAN
Pada tahap ini gambar Lines plan dari bagian design ditetapkan menjadi
cetakan lambung kapal, deck, superstructure dan lain-lain.
Cetakan atau muold dalam proses fibreglass memegang peranan penting,
karena dari muold inilah diperoleh hasil produksi sesuai dengan rancang
bangun kapal.
3. PROSES LAMINASI
Prosedur laminasi pada proses “Hand Lay Up” adalah, sebagai berikut:
a. Cetakan diberi release agen (WAX dan PVAL)
b. Membuat lapisan gelcoat atau bentuk lapisan penahan yang diberi
warna yang dapat menahan pengaruh sinar Ultra Violet dari
matahari. Lapisan gelcoat bukan lapisan penguat.
c. Melakukan proses laminasi dengan penguat serat glass (Mat dan
Roving ) dan resin sampai ketebalan yang dirancang
d. Pemasangan bulkhead, frame, girder.
e. Setelah resin sudah cukup kering dan keras, benda kerja dilepas
dari cetakan.
4. PENGGABUNGAN KOMPONEN (ASSEMBLY)
Pada tahap ini setelah semua proses laminasi produksi selesai (Hull, Deck,
Superstrukture, Floor, sekat dan lain-lain) maka setiap komponen tersebut
digabung.
5. PERALATAN/PERLENGKAPAN KASKO
Pada proses ini komponen terbesar dari kasko fiber (Hull, Deck,) sudah
tergabung atau sudah berbentuk kapal, selanjutnya pada proses deck ini
pekerjaan yang dilakukan adalah pemasangan dari instalasi mesin
penggerak dan propulsi alat-alat tambat dan lain-lain.
6. PELUNCURAN
Sistem peluncuran dilakukan dengan system peluncuran, dimana kapal
duduk diatas pangkon (stock block) kayu yang berada diatas rol baja
untuk memudahkan mobilisasi.
III. SISTEM PENGENDALIAN LAPANGAN
Bagian Produksi, mandor maupun supervisor wajib mengendalikan, mencatat
dan melaporkan seluruh rangkaian pekerjaan secara prosedur yang
digambarkan dalam Network Planning. Bila perlu memberikan teguran kepada
pekerjaapabila mengindahkan ketentuan yang telah ditetapkan.
Sistem pengawasan/pengendalian, sebagai berikut:
a. Pengawas Spesifikasi Teknis
Mengendalikan spesifikasi teknis meliputi kegiatan, sebagai berikut:
Memeriksa kondisi mould (cetakan kapal) yang digunakan
sampai benar-benar siap digunakan,
Mengawasi prosedur laminasi (laminate lay up) dimana
laminasi dikerjakan dengan system Hand Lay Up.
Mengawasi instalasi mesin, alignment mesin dengan shafting
arrangement, penyambungan terhadap system pipa
[Pick the date]
Mengawasi pemasangan dan perletakan Hull dan Deck
Equipm.
Mengawasi perletakan barang-barang inventaris.
b. Mengendalikan Gambar dan Diagram
Spesifikasi teknis saling terkait dan saling melengkapi dengan
gambar konstruksi maupun diagram yang harus dikendalikan
secara tepat.
c. Mengendalikan Jadwal Kerja
Mengendalikan Bar Chart sebagai alat control dalam pelaksanaan
pekerjaan terhadap item-item pekerjaan yang terdiri dari work item
dan group work item, saling terkait dengan persiapan pengadaan
material, tenaga kerja maupun alat kerja.
Mengendalikan Network Planning sebagai alat kontrol
ketergantungan suatu item pekerjaan teradap item pekerjaan
lainnya dalam hal waktu, material tenaga kerja maupun alat kerja.
d. Mengendalikan Material
Pemeriksaan terhadap jumlah, jenis maupun kualitas material yang
sudah ditetapkan dalam spesifikasi teknis lalu melakukan
monitoring pengadaan material tersebut dengan Bar Chart
sehingga dapat mencapai target schedule produksi dengan tepat
waktu.
e. Fasilitas Kerja
Mengendalikan jumlah dan kualitas alat kerja maupun fasilitas
kerja/workshop untuk menunjang kelancaran kerja produksi.
IV KOORDINASI PEKERJAAN
1. Meeting Mingguan
Melakukan meeting minguan dalam lingkup intern produksi dalam
seminggu sekali, untuk mengevaluasi semua kegiatan pekerjaan pada
minggu yang lalu dan mempersiapkan pekerjaan minggu yang akan
datang.
Dari hasil meeting tersebut diharapkan dapat memberikan informasi
kepada bagian-bagian yang terkait untuk kelancaran pekerjaan proyek.
2. Meeting Bulanan
Melibatkan semua bagian produksi dan non produksi untuk
mengevaluasi kemajuan proyek dan memberikan informasi kepada pihak
management untuk diketahui.
V. SISTEM PELAPORAN KEMAJUAN FISIK KASKO FIBER
Bagian PPC monitor seluruh rangkaian pekerjaan dan menuangkan dalam
laporan mingguan dan bulanan, serta wajib melaporkan kepada pimpinan
untuk mengambil kebijaksanaan maupun keputusan, terutama terhadap
pemilik/konsultan sebagai bahan konsultasi apabila ada hal-hal yang harus
dikonsultasikan.
VI. SISTEM PELAPORAN HASIL UJI COBA LAUT
1. Pelaporan Dock Trial
Melaporkan kesiapan kapal (mesin induk, mesin bantu, dan persiapan
lainnya) untuk dikerjakan ke Sea Trial.
2. Pelaporan Hasil Inclining Test
Melaporkan Inclining Test, kapal dalam kondisi kosong untuk
mengetahui tinggi metasentra (MG) yang sesungguhnya.
[Pick the date]
3. Pelaporan Hasil Sea Trial
Melaporkan hasil Sea Trial yang pada hakekatnya berisi materi-materi
kelayakan (laik) laut maupun performance kapal yang diuji cobakan,
antara lain:
a. Speed test record
b. Turning circles record
VII. SERAH TERIMA
Serah terima kapal dilakukan sesuai dengan tempat yang sudah ditetapkan,
setelah diperiksa dan disetujui Tim Teknis (Pemilik).| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 27 May 2025 | Pembangunan Gedung Laboratorium Dan Perpustakaan Tipe 2 Pada Man Keerom | Kementerian Agama | Rp 7,303,536,000 |
| 3 July 2021 | Pembangunan Jalan Aifat Timur Jauh - Moskona Utara | Provinsi Papua Barat | Rp 4,814,800,000 |
| 24 May 2022 | Pembangunan Sumur Bor Di Kota Sorong | Kota Sorong | Rp 4,579,106,100 |
| 28 June 2024 | Pembangunan Ruang Kelas Baru Sma Negeri 2 | Kab. Sorong | Rp 4,000,000,000 |
| 2 July 2021 | Pembangunan Boardwalk (Dak Penugasan Pariwisata) | Kota Sorong | Rp 3,750,000,000 |
| 15 May 2020 | Peningkatan Jalan Batu Payung - Kampung Aulo | Kab. Sorong | Rp 2,467,420,000 |
| 24 April 2021 | Pengembangan Kapasitas Nelayan Kecil | Kab. Sorong | Rp 1,670,284,000 |
| 10 September 2020 | Pembangunan Sarana Dan Prasaran Air Bersih Di Kampung Klaben | Kab. Sorong | Rp 1,475,527,200 |
| 18 October 2021 | Pembangunan Jalan Batu Payung - Kampung Aulo | Kab. Sorong | Rp 1,436,970,000 |
| 11 May 2025 | Belanja Barang Untuk Dijual/Diserahkan Kepada Masyarakat (Pengadaan Bibit Ternak Sapi) | Kab. Sorong | Rp 1,351,000,000 |