| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0428473037814000 | Rp 276,830,781 | - | |
| 0404131138814000 | - | - | |
| 0028566826814000 | - | - | |
| 0031547391814000 | Rp 279,368,903 | 1) Tidak menyampaikan NIB yang disyaratkan; 2) Tidak menyampaikaan SBU yang disyaratkan; 3) Daftar Riwayat Hidup personel manajerial yang disampaikan ditandatangani oleh CV. MAPUTEH, seharusnya CV. CAKRAS MAS; 4) Pada Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi poin 1 tercantum Memenuhi ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, seharusnya Memenuhi ketentuan Keselamatan Kerja; 5) Pada tabel B.1 dokumen RKK tidak menyampaikan identifikasi bahaya yang ditetapkan oleh PPK, yaitu Pekerjaan Struktur Kayu. | |
| 0028564649814000 | Rp 289,439,313 | 1) Tidak melampirkan tangkapan layar laman OSS yang mencantumkan bahwa Sertifikat Standar sedang menunggu verifikasi; 2) Tidak melampirkan SBU yang disyaratkan. | |
| 0669877276801000 | Rp 270,788,583 | 1) Kapasitas dump truck yang ditawarkan pada daftar peralatan dan Surat Perjanjian Sewa, tidak sesuai persyaratan; 2) Spesifikasi genset yang ditawarkan pada Surat Perjanjian Sewa, tidak sesuai persyaratan; 3) Pada Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi poin 1 tercantum Memenuhi ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi, seharusnya Memenuhi ketentuan Keselamatan Kerja. | |
CV Revan Prima Perkasa | 09*3**9****14**0 | - | - |
| 0022643316813000 | - | - | |
CV Rahmat Bersaudara | 04*9**7****01**0 | - | - |
CV Azka Jaya Berkah | 03*4**3****14**0 | - | - |
| 0434963732814000 | - | - | |
| 0021131776813000 | - | - | |
| 0028559268813000 | - | - | |
CV R-Sena | 0902727346814000 | - | - |
CV Tobadak Construction | 08*8**4****14**0 | - | - |
| 0631576154814000 | - | - | |
| 0614610517813000 | - | - | |
CV Tiga Putri | 0767325202814000 | - | - |
| 0724767199802000 | - | - | |
| 0654619816814000 | - | - | |
CV Tandukkalua' | 0742683436813000 | - | - |
| 0736839150814000 | - | - | |
CV Barack Pratama | 0668753718813000 | - | - |
CV Maloga Konstruksindo | 06*3**1****14**0 | - | - |
| 0968560540813000 | - | - | |
CV Tujuh Berlian | 08*4**3****14**0 | - | - |
| 0316621291814000 | - | - | |
| 0707745063813000 | - | - | |
| 0024738098814000 | - | - | |
| 0031452121952000 | - | - | |
| 0838367589814000 | - | - | |
| 0669839284804000 | - | - | |
CV Rafah Jaya | 0804861029814000 | - | - |
PT Aditama Indonesia Persada | 08*0**8****04**0 | - | - |
SPESIFIKASI TEKNIS
PEMBANGUNAN GAZEBO
1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1.1 MOBILISASI
a. Keterangan Umum
Cakupan kegiatan mobilisasi yang diperlukan untuk kontrak ini akan tergantung pada jenis dan
volume pekerjaan yang harus dilaksanakan sebagaimana ditentukan di bagian- bagian lain dari
dokumen Kontrak dan secara umum akan sesuai dengan hal-hal sebagai berikut :
b. Persyaratan Mobilisasi untuk semua kontrak
✓ Pembelian atau sewa tanah guna keperluan base camp kontraktor dan kegiatan.
✓ Mobilisasi untuk semua staf Supervisi Konstruksi dan semua pekerja yang diperlukan
untuk pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan Kontrak.
✓ Mobilisasi dan pemasangan peralatan konstruksi dari suatu lokasi asalnya ketempat yang
digunakan sesuai dengan ketentuan kontrak
✓ Penyediaan dan pemasangan Base Camp lontraktor, termasuk bila perlu kantor –kantor
lapangan, tempat tinggal, bengkel-bengkel, gudang- gudang, dsb.
✓ Pembuatan dan penyerahan suatu program mobilisasi.
c. Persyaratan mobilisasi untuk kantor lapangan dan fasilitasnya untuk Direksi Teknik.
Penyediaan dan pemeliharaan kantor dan akomodasi staf dengan perlengkapannya yang
akan digunakan Direksi Teknik harus sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dari
spesifikasi umum ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor pada bagian dari
kontrak. Gedung-gedung ini akan tetap menjadi milik kantor pada waktu proyek selesai.
d. Persyaratan mobilisasi untuk fasilitas pengendalian mutu.
Penyediaan dan pemeliharaan laboratorium lapangan sesuai dengan persyaratan dalam
spesifikasi umum ini termasuk peralatan laboratorium lapangan sebagaimana tercantum
dalam lampiran sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor dan menjadi bagian dari
kontrak gedung laboratorium dan peralatannya, akan tetap menjadi milik kontraktor pada
waktu proyek selesai. Bila penyediaan suatu laboratorium lapangan dan peralatannya tidak
secara khusus dinyatakan sebagai bagian dari cakupan pengadaan dari kontrak ini, maka
fasilitas pengendalian mutu, termasuk bila perlu fasilitas laboratorium dan pelayanan
tersebut sebagaimana diperlukan untuk memenuhi ketentuan –ketentuan pengendalian
mutu dari spesifikasi ini harus disediakan.
e. Periode Mobilisasi
Mobilisasi dari seluruh mata pekerjaan yang terdaftar harus diselesaikan dalam waktu 60 hari
terhitung setelah tanggal mulainya pekerjaan, kecuali bahwa fasilitas waktu 45 hari.
1.2 PEKERJAAN PAPAN NAMA
Bentuk ukuran dan isi papan ditentukan Direksi dan disetujui pemberi tugas, dipasang saat
pekerjaan dimulai dan dicabut kembali atas persetujuan pemberi tugas.
1.3 BANGSAL KERJA/DIREKSI KEET
a. Penggunaan direksi keet serta gudang dalam memanfaatkan tempat pelaksanaan pekerjaan,
berfungsi dalam bidang berikut:
✓ Pembuatan laporan
✓ Mempelajari sebuah gambar
✓ Membuat gambar kerja
✓ Membuat sebuah administrasi proyek
b. Bahan-bahan yang digunakan dalam membangun sebuah direksi keet di lapangan bisa
menggunakan bahan berikut:
✓ Penutup dinding
✓ Rangka kayu kaso
✓ Multipleks 9 mm
✓ Penutup atap dengan asbes gelombang
✓ Penutup atap dengan seng gelombang atau dengan lantai yang sudah discreeding.
Fungsi lainnya dari bangunan direksi keet dan gudang ini juga adalah sebagai tempat/komunikasi
yang efektif. Supaya hubungan antara pengawas, pemilik, dan kontraktor bisa berjalan dengan
lancar.
Tak hanya bangunan berupa direksi keet di lapangan saja, tapi dibutuhkan juga bangunan gudang
yang bisa menyimpan peralatan kerja. Peralatan kerja atau material bahan yang rentan pada cuaca
dan biasanya mudah hilang.
Untuk bangunan gudangnya membutuhkan peralatan seperti:
✓ Rangka kayu kaso
✓ Penutup atap dengan menggunakan seng/asbes gelombang
✓ Penutup dinding yang dibuat dari bahan berupa multipleks 9 mm
✓ Lantai yang telah discreeding
Buatlah direksi keet dan juga gudang di tempat konstruksi atau proyek bangunan, yang agak jauh
dari lokasi. Supaya keberadaan direksi keet ini tidak mengganggu proses dalam pelaksanaan
pekerjaan.
1.4 LISTRIK KERJA
Listrik kerja diperlukan untuk membantu pekerjaan pemotongan keramik, pemotongan besi,
pompa air, penerangan kerja serta power untuk mengoperasikan alat bantu kerja lainnya.
Pengadaan listrik kerja dengan membuat meteran listrik baru dengan pengajuan ke PLN atau
Genset tergantung dari efesiensinya terhadap pelaksanaan pekerjaan.
1.5 LAPORAN PROYEK dan DOKUMENTASI
a. Laporan Proyek
Adalah bentuk pertanggung jawaban pihak kontraktor kepada pemilik proyek yang berisi
detail perkembangan pelaksanaan proyek di lapangan. Mulai dari membuat laporan
harian tentang perkembangan pembuatan Gazebo kemudain laporan harian tersebut
harus dilaporkan setiap minggu sebagai Laporan Mingguan yang antara lain : prestasi
pekerjaan dilapngan, jumlah tenaga kerja, catatan teknis, permohonan-permohonan.
Berdasarkan Laporan mingguan tersebut dibuat Laporan Bulanan yang juga memuat hal-
hal yang belum termuat dalam Laporan Mingguan yang dilengkapi dengan foto-foto
kegiatan perkembangan pekerjaan dilapangan.
b. Dokumentasi
Adalah catatan yang dapat dibuktikan atau dapat menjadi bukti secara hukum (Tung
Palan). Dokumentasi yaitu setiap penglihatan / butki fisik dapat berupa tulisan, foto, video
klip, kaset dan lain-lain yang telah dilakukan dan dapat dikumpulkan / dipakai Kembali
(thyredot) atau semua data Otentik yang dapat dibuktikan secara hukum dan dapat
dipertanggung jawabkan sesuai dengan aturan dan dapat digunakan untuk melindungi
klien (Informed Concent).
1.6 AS BUILT DRAWING
As-Built Drawing atau gambar rekaman akhir merupakan gambar yang dibuat sesuai dengan
kondisi terbangun di lapangan yang telah mengadopsi semua perubahan yang terjadi selama
proses konstruksi. Artinya, setiap perubahan yang terjadi dan berbeda dari desain aslinya harus
dibuatkan As-Built Drawing dan diverifikasi oleh penyedia jasa konstruksi atau penyedia jasa
konsultasi. Gambar As-built Drawing juga menunjukkan komponen-komponen proyek seperti
lokasi, dimensi, beserta pengukuran lainnya. Selain itu, As-built Drawing juga memiliki rincian lain.
Adapun tujuan utama dari pembuatan As-built Drawing dalam Proyek Konstruksi adalah sebagai
berikut :
✓ Digunakan untuk merekam setiap perubahan atau modifikasi yang dibuat selama proses
pembangunan yang berbeda dari desain aslinya.
✓ Ditujukan untuk memudahkan pada saat proses pemerikasaan.
Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa kelengkapan As-Built Drawing adalah sebgai berikut :
1. Gambal riil/nyata denah bangunan.
2. Gambar tampak bangunan dengan material finishing-nya.
3. Gambar potongan bangunan.
4. Gambar denah atap, rangka serta bahan penutup atap.
5. Gambar bukaan (posisi maupun ukuran jendela dan pintu secara detail untuk setiap
ruang)
6. Bahan denah pola lantai, bahan penutup lantai, ukuran, kode, cat, serta sub-kontraktor
yang mengerjakannya.
7. Gambar struktur bangunan.
8. Gambar detail bangunan, meliputi :
✓ Gambar detail plafond/potongan plafon serta type cornice
✓ Gambar detail fasad bangunan.
✓ Gambar detail railing tangga, void, balkon, dan pagar
1.7 K3 KONSTRUKSI (KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)
K3 Konstruksi merupakan suatu himbauan atau regulasi yang dipakai untuk memberikan informasi
kepada para karyawan yang berkaitan dengan keamanan, keselamatan, dan Kesehatan di
lingkungan kerja.
Penerapan K3 Konstruksi secara umum terbagi menjadi 5, yaitu :
1. Melakukan Identifikasi
2. Melakukan Evaluasi
3. Melakukan Pengembangan Strategi
4. Melakukan Penerapan
5. Melakukan Monitoring
Adapun perlengkapan serta alat dalam K3 Konstruksi, sebagai berikut :
1. Alat Pelindung Kepala.
2. Alat Pelindung mata dan wajah.
3. Alat pelindung Telinga.
4. Alat pelindung pernapasan dan kelengkapannya.
5. Alat pelindung tangan.
6. Alat pelindung kaki.
7. Pakaian Pelindung.
2. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
2.1 PENGUKURAN DAN PEMASANGAN BOWPLANK
Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank adalah pekerjaan awal saat akan mendirikan bangunan
sebelum kita memulai pekerjaan struktur seperti pondasi dan lainnya.
a. PEKERJAAN PENGUKURAN
Sebelum memulai pelaksanaan pembangunan Struktur-struktur Bangunan, terlebih
dahulu akan dilaksanakan pekerjaan setting out, dimana diperlukan joint survey bersama-sama
antara Kontraktor, engineer/konsultan dan wakil Pemilik Proyek. Hasil survey akan dipakai untuk
keperluan shop drawing dan perhitungan kuantitas aktual volume pekerjaan. Sebelum dimulai
pelaksanaan pekerjaan, lapangan terlebih dahulu harus dilakukan pengukuran ulang dan harus
dibersihkan / diamankan dari bangunan – bangunan, fasilitas yang mengganggu. Lapangan selalu
dijaga tetap bersih dan rata.
Lokasi pembangunan dilengkapi dengan keterangan – keterangan mengenai peil ketinggian tanah,
letak pohon, letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya.
Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya
segera dilaporkan kepada Perencana / Pengawas untuk diminta keputusannya. Penentuan titik
ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat water pass / theodolith atau Total
station yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan.
b. PEKERJAAN BOWPLANK
Setelah pekerjaan pangukuran (survey) lokasi proyek selesai, keterangan titik ketinggian
peil dan sudut-sudut fisik bangunan sudah didapatkan maka pekerjaan selanjutnya adalah
Pemasangan Bouwplank, Bouwplank sendiri merupakan patok kayu sementara yang berfungsi
untuk menentukan titik As bangunan yang akan dibangun.
Adapun Syarat-syarat memasang bouwplank adalah sebagai berikut:
1. Kedudukannya harus kuat dan tidak mudah goyah.
2. Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan bouwplank tidak goyang akibat
pelaksanaan galian tanah.
3. Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda.
4. Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang (horizontal) dengan papan bouwplank
lainnya.
5. Letak kedudukan bouwplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan semua).
6. Garis benang bouwplank merupakan as (garis tengah) daripada pondasi dan dinding
batu bata .
2.2 URUGAN PASIR DIBAWAH PONDASI
✓ Urug pasir dilaksanakan di bawah pondasi Batu Kali serta di tempat lainnya (lihat gambar).
✓ Menggunakan material pasir urug yang bagus, bebas dari kotoran.
✓ Pengurugan dilaksanakan setebal sesuai gambar, dilaksanakan selapis demi selapis dan
dipadatkan dengan kepadatan memenuhi syarat dan disetujui Direksi.
✓ Urug sirtu dilaksanakan pada galian tanah pondasi, peninggian peil lantai bangunan rencana
setinggi gambar rencana , urugan sirtu dilaksanakan selapis demi selapis disiram air sampai
jenuh dan dipadatkan dengan alat pemadat (stamper) setiap lapisnya sampai dengan
ketinggian yang ditentukan dengan kepadatan yang memenuhi syarat yang disetujui oleh
direksi.
2.3 PASANGAN BATU KOSONG
a. Lingkup pekerjaan
Bagian pekerjaan ini meliputi pasangan pondasi batu kosong yang dibuat untuk menahan
beban pondasi dan struktur diatasnya sebagaimana dinyatakan dalam gambar.
b. Material.
✓ Batu kali yang dipakai harus dari jenis yang keras dan tidak keropos, serta mempunyai
gradasi yang baik.
✓ Baik batu, pasir maupun yang dipakai pada pekerjaan ini harus bersih dari lumpur dan
kotoran lainnya.
c. Pelaksanaan
✓ Batu Kosong disusun pada tanah dasar yang kondisi tanahnya lembek sehingga didapatkan
suatu lapisan yang kokoh dan stabil untuk menahan beban diatasnya.
✓ Batu yang berukuran lebih besar harus diletakkan pada bagian paling bawah lalu
dilanjutkan dengan menyusun batu yang berukuran lebih kecil di atasnya sampai
memenuhi ketebalan/dimensi yang sesuai dengan gambar. Pemasangan batu kosong
harus diupayakan serapat mungkin sehingga tidak banyak terdapat rongga.
2.4 PASANGAN BATU KALI
a. Lingkup pekerjaan
Bagian pekerjaan ini meliputi pasangan pondasi batu kali yang dibuat dibawah tiang kayu ulin
sebagaimana dinyatakan dalam gambar.
b. Material.
✓ Batu kali yang dipakai harus dari jenis yang keras dan tidak keropos, serta mempunyai
gradasi yang baik.
✓ Baik batu, pasir maupun yang dipakai pada pekerjaan ini harus bersih dari lumpur dan
kotoran lainnya.
c. Pelaksanaan
✓ Sebelum dipasang batu harus dibersihkan dari lumpur atau tanah yang melekat serta
basahi dengan air agar ikatan dengan adukan menjadi kuat.
✓ Pemasangan lapis batu pertama, diawali dengan menghamparkan adukan setebal 3-5 cm,
kemudian menyusun batu diatas hamparan dengan jarak 2-3 cm ( tidak bersinggungan )
pukul atau ketok – ketok batu tersebut agar terikat kuat dengan adukan.
✓ Adukan dibuat dengan perbandingan 1 bagian semen dan 4 bagian pasir ( 1 Pc : 4 Ps ).
✓ Apabila hujan atau setelah selesai, pasangan ditutup plastik agar pasangan yang masih
baru tersebut tidak rusak karena air hujan.
2.5 MUR BAUT GALVANIS (AKSESORIES PONDASI)
Mur Baut adalah pasangan yang memiliki fungsi utama untuk menyambungkan dua benda atau
lebih. Tipe sambungan yang digunakan adalah sambungan tetap yaitu antara tiang kayu kelas 1
dengan pondasi batu kali yang artinya sambungan tersebut tidak dapat dilepas Kembali. Gunakan
mur baut dari jenis material besi galvanis yang sesuai dengan bestek.
3. PEKERJAAN BETON BERTULANG
a. Keterangan Umum
- Pekerjaan beton dilaksanakan sesuai dengan yang diminta dalam Dokumen Kontrak dan
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku SNI 2002 dan PBI 1971.
Adapun pada garis besarnya pekerjaan beton bertulang yang dilaksanakan adalah :
1. Pek. Pondasi Umpak Beton Bertulang
2. Pek. Sloof 20 x 25
✓ Beton K-200
✓ Besi Tulangan
✓ Bekisting 2x Pakai
- Bahan yang digunakan untuk pekerjaan beton adalah :
1. Semen, dipakai PC (Portland Cement) Jenis I keluaran segala merk yang beredar di
Indonesia (Standart SNI) dan harus dipakai satu macam merk semen untuk pekerjaan
ini.
2. Agregat, dipakai batu pecah dan pasir butiran kasar yang memenuhi syarat SNI/PBI.
3. Air, dapat digunakan dari segala sumber asal memenuhi syarat SNI/PBI.
- Pelaksanaan beton bertulang atau struktur menggunakan mutu beton K-200 dan
campurannya diaduk dengan mesin pengaduk / molen hingga mencapai mutu sesuai yang
disyaratkan. Banyaknya air yang dipakai untuk beton harus diatur menurut keperluan
untuk menjamin beton dengan konsistensi yang baik dan untuk menyesuaikan variasi
kandungan lembab atau gradasi (perbutiran) dari agregat waktu masuk dalam mesin
pengaduk (mixer). Penambahan air untuk mencairkan kembali beton padat hasil
pengadukan yang terlalu lama atau yang menjadi kering sebelum dipasang sama sekali
tidak diperkenankan. Keseragaman konsistensi beton untuk setiap kali pengadukan sangat
perlu.
- Dimensi pekerjaan beton bertulang dan struktur dilaksanakan sesuai gambar kerja.
b. Syarat-Syarat Bahan Pekerjaan Beton
- Semen
Semen yang dipakai harus PC yang telah disahkan atau disetujui oleh yang berwenang dan
dalam segala hal memenuhi syarat-syarat yang dikehendaki oleh Peraturan Beton
Bertulang Indonesia, dalam hal ini dipakai Portland Cement (PC Kelas I) sesuai dengan
Standart Indonesia NI-B atau ASTM C-150 Type I, pada prinsipnya seluruh merk semen
yang beredar di Indonesia serta memenuhi standart mutu tersebut di atas dapat dipakai.
- Agregat
1. Batu pecah, dipakai batu pecah mesin ukuran 1/1 s/d 2/2 cm jenis yang keras, tajam,
bersih dari segala kotoran yang dapat mengurangi daya rekatnya.
2. Pasir cor, dipakai pasir butiran kasar / tajam warna hitam , bebas dari segala kotoran
yang dapat mengurangi daya rekatnya.
3.
- Baja Tulangan
Semua baja tulangan dipakai baja dengan tegangan leleh karakteristik 2400 kg/cm2 atau
yang umum dijual di pasaran, ukuran dan jumlah sesuai tertera dalam gambar. Bahan-
bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi ketentuan-ketentuan SNI 2002 / PBI
1971.
- Air
Air untuk adukan dan perawatan beton harus bersih, bebas dari bahan-bahan atau
campuran-campuran yang mempengaruhi daya lekat semen.
- Bekisting
Bekisting harus dibuat dan direncanakan begitu rupa sehingga beton dapat dengan baik
ditempatkan dan dipadatkan, tidak terjadi perubahan bentuk acuan selama pengecoran
dilaksanakan maupun selama proses pengerasan beton. Bekisting untuk struktur
bangunan memakai papan kayu meranti 2/20 dan diberi lapisan plastik bila perlu. Bikisting
dari papan kayu meranti tersebut harus diperkuat dengan rangka kayu klas II ukuran 5/7,
6/9, 6/12 dan sebagainya, untuk mendapatkan kekuatan dan kekakuan yang sempurna,
atau dari bahan lain yang disetujui oleh Direksi Proyek.
4. PEKERJAAN STRUKTUR KAYU
a. Keterangan Umum
Pekerjaan Konstruksi kayu dalam hal ini meliputi, sebagai berikut :
1. Pas. Tiang Kayu Kelas 1 Balok 15/15 cm.
2. Pas. Balok Sloof Kayu Kelas 1 Balok 6/12.
3. Pas. Balok Sloof Kayu Kelas 1 Balok 5/10.
4. Pek. Lantai Kayu Kelas 1 Lokal Papan.
b. Bahan
Bahan kayu yang digunakan semuanya menggunakan kayu kelas 1 atau setara.
c. Toleransi Ukuran
Kayu yang dipergunakan untuk semua pekerjaan adalah kayu kelas 1 dengan kualitas baik
untuk pembuatan tiang menggunakan kayu kelas 1 ukuran 15/15 – 4 meter, untuk slooff
menggunakan kayu kelas 1 ukuran 6/12 dan 5/10 – 4 meter, sedangkan untuk lantai
menggunakan papan kayu kelas 1– 4 meter.
d. Pelaksanaan
✓ Semua kayu yang digunakan untuk konstruksi gazebo adalah kayu kelas 1 dengan
ukuran sesuai gambar kerja dan terlebih dahulu diserut agar terlihat rapi.
✓ Tiang dipasang tegak lurus dengan tapak pondasi dan dipasang sesuai dengan titik
atau jarak antar tiang berdasarkan dengan gambar rencana. Adapun ukuran tiang
yang digunakan yaitu 15/15 dengan menggunakan kayu kelas 1.
✓ Sloof atau Balok dipasang dengan menyesuaikan denah rencana. Ukuran sloof yaitu
6/12 cm dan 5/10 cm.
✓ Lantai papan minimal uk. 18/18 setelah diserut Kayu kelas 1 tidak cacat dan rata,
digunakan untuk seluruh ruangan.
✓ Sebelum dilaksanakan pemasangan bahan, kontraktor mengajukan contoh terlebih
dahulu untuk mendapat persetujuan Konsultan pengawas/pemilik bangunan, bahan
tersebut harus disimpan di tempat yang terlindung dan tertutup, kering dan bersih.
5. PEKERJAAN RAILING DAN JALUSI
a. Keterangan Umum
Pekerjaan Railing dan Jalusi dalam hal ini meliputi, sebagai berikut :
1. Railing Rangka Kayu Type RL.1
2. Railing Rangka Kayu Type RL.2
3. Jalusi Rangka Kayu Type JL.1
b. Bahan
Bahan kayu yang digunakan adalah semuanya menggunakan kayu kelas 1 atau setara dengan
kualitas yang baik.
c. Toleransi Ukuran
Kayu yang digunakan untuk pekerjaan railing ialah kayu dengan ukuran 5/5 cm yang diserut
terlebih dahulu.
d. Pelaksanaan
✓ Ajukan persetujuan gambar kerja dan material yang digunakan.
✓ Periksa kesesuaian material yang akan dipasang dengan material yang telah disetujui.
✓ Marking as dan elevasi untuk posisi railing dan jalusi sesuai gambar kerja.
✓ Periksa keterkaitannya dengan pekerjaan lain seperti lantai gazebo, dinding dan lain-
lain.
✓ Pasang railing dan jalusi sesuai dengan jarak yang telah ditentukan.
✓ Ratakan dan haluskan sambungan serta bersihkan railing dan jalusi yang telah
dipasang.
6. PEKERJAAN KUDA-KUDA DAN ATAP
a. Keterangan Umum
Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan dan alat-alat bantu yang diperlukan,
sehingga konstruksi selesai dilaksanakan. Bagian pekerjaannya adalah Pekerjaan Rangka kuda-
kuda kayu, gording, listplank dan penutup atap.
b. Bahan
✓ Untuk rangka kuda-kuda kayu termasuk gording menggunakan kayu kelas II, Pasangan
listplank menggunakan kayu papan kelas II.
✓ Ukuran kayu yang tertera dalam gambar merupakan ukuran terpasang. Kayu harus betul-
betul kering, tidak keropos, lurus, tidak cacat/bermata.
✓ Penutup atap genteng metal dan nok genteng metal.
c. Toleransi Ukuran
✓ Kaki kuda-kuda menggunakan kayu kelas II dengan ukuran balok 6/12 cm.
✓ Gording menggunakan kayu kelas II dengan ukuran balok 5/10 cm.
✓ Listplank menggunakan kayu kelas II dengan ukuran papan 2/20 cm.
d. Pelaksanaan Rangka Atap
✓ Semua pekerjaan kayu yang harus diserut rata dan licin hingga memberikan penyelesaian
yang baik dan sedikit penghalusan.
✓ Gording dipasang setiap jarak 50 cm, harus waterpass menurut kemiringan atap,
sedangkan reng dipasang setiap jarak sesuai dengan ukuran genteng.
✓ Permukaan kayu yang tampak (expose) harus diserut rata dan licin, setiap sambungan
konstruksi atap agar diperhatikan adanya pen/joint yang berfungsi pengunci.
✓ Semua sambungan kayu dan pemasangan box pada kuda-kuda harus dikerjakan dengan
Teknik sambungan “purusan” , diperkuat dengan mur baut.
✓ Pada konstruksi kuda-kuda dipasang perkuatan dengan beugel kalung dan plat besi yang
dibaut sesuai dengar gambar rencana.
e. Pelaksanaan Penutup Atap
✓ Bahan penutup atap dipakai genteng metal produksi pabrik dengan kualitas baik dan
memenuhi persyaratan.
✓ Untuk seluruh bahan bangunan harus menggunakan bahan penutup atap satu pabrik,
sebelum dipesan / kirim ke pekerjaan, kontraktor terlebih dahulu mengajukan contoh
kepada Pengawas konsultan untuk mendapatkan persetujuan, bahan penutup atap yang
cacat tidak dibenarkan untuk dipakai.
✓ Sebelum pemasangan penutup atap dilaksanakan, harus dicek kemiringan dan kerataan
rangka atap sehingga diperoleh bidang yang rata.
✓ Pemasangan bubungan digunakan dengan jenis yang sama dengan atap, pemasangan
penutup atap yang tidak rapi, tidak rata dan berombak harus diperbaiki atas biaya
kontraktor.
7. PEKERJAAN PLAFOND
a. Keterangan Umum
- Dalam pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan
alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pekerjaan ini hingga dapat dicapai hasil
pekerjaan yang baik dan sempurna.
- Pekerjaan ini dilakukan meliputi seluruh pemasangan plafond termasukpemesangan
rangka plafond, pemasangan list plafond, sesuai yang disebutkan /ditunjukkan dalam
gambar dan sesuai petunjuk direksi.
b. Bahan
- Penutup Plafond
Digunakan triplesk milamin yang bermutu baik yang telah disetujui dalam arti ketebalan,
mutu, jenis dan produk dari bahan tersebut.
- Rangka Plafond
Digunakan bahan yang bermutu baik yang telah disetujui dalam arti ketebalan, mutu,
jenis, dan produk dari bahan tersebut.
- List Plafond
Digunakan list plafond kayu profil 10 cm yang bermutu baik, yang telah disetujui profil,
mutu, jenis dan produk dari bahan tersebut atau sesuai dengan gambar.
c. Pelaksanaan
- Batang-batang profil untuk rangka langit-langit yang dipasang dengan baik, lurus, rata,
tidak ada bagian yang bengkok atau melengkung atau cacat-cacat lainnya dan telah
disetujui oleh direksi.
- Selurung rangka langit-langit digantungkan pada rangka atap dan dibuat sedemikian rupa
sehingga seluruh rangka dapat melekat dengan baik dan kuat pada rangka atap dan tidak
dapat berubah-ubah bentuk lagi.
- Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang, seluruh permukaan rangka harus rata,
lurus dan waterpass, tidak ada bagian yang bergelombang dan batang-batang rangka
harus saling tegak lurus.
- Bahan penutp langit-langit yang digunakan dengan ukuran sesuai gambar produk yang
dipakai.
- Setelah dipasang seluruh bidang plafond dicek levelnya serta rata permukaannya.
- Pada pekerjaan langit-langit perlu diperhatikan akan adanya pekerjaan lain yang dalam
pelaksanaanya erat kaitannya dengan pekerjaan langit-langit seperti perletakan lampu,
diffuser, dan lain-lain.
- Sebelum dilaksanakan pemasangan langit-langit, pekerjaan lain yang berada diatasnya
harus sudah terpasang dengan baik dan sempurna.
8. PEKERJAAN TANGGA KAYU
a. Keterangan Umum
Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan dan alat-alat bantu yang diperlukan,
sehingga konstruksi selesai dilaksanakan. Bagian pekerjaannya adalah Pekerjaan Rangka kayu,
lantai kayu, dan Rangka railing.
b. Bahan
✓ Untuk rangka tangga kayu menggunakan kayu kelas I.
✓ Untuk lantai kayu menggunakan papan kayu kelas I.
✓ Untuk rangka railing menggunakan balok kayu kelas II.
c. Toleransi Ukuran
✓ Untuk rangka tangga menggunakan kayu kelas I dengan ukuran balok 4/20 cm.
✓ Untuk lantai papan menggunakan papan kayu kelas I dengan ukuran 2/18 cm.
✓ Untuk rangka railing menggunakan kayu kelas II dengan ukuran balok 5/5 cm.
d. Pelaksanaan
✓ Semua pekerjaan kayu yang harus diserut rata dan licin hingga memberikan penyelesaian
yang baik dan sedikit penghalusan.
✓ Rangka tangga dipasang sesuai dengan kemiringan. Cek kemiringan dengan menggunakan
alat ukur kemiringan waterpass.
✓ Agar tangga nyaman untk dilewati ukuran tegak (optrade) dan ukuran mendatar
(aantrede) harus punya perbandingan yang tepat. Teknik hitungan dimensinya bisa
memakai rumus 1 Aantrade ditambah 2 Optrade.
✓ Semua sambungan kayu diperkuat dengan mur baut.
✓ Marking as dan elevasi untuk posisi railing sesuai gambar kerja.
✓ Periksa keterkaitannya dengan pekerjaan lain seperti lantai gazebo, dinding dan lain-lain.
✓ Pasang railing sesuai dengan jarak yang telah ditentukan.
✓ Ratakan dan haluskan sambungan serta bersihkan railing yang telah dipasang.
9. PEKERJAAN ACIAN DAN PENGECETAN
a. Keterangan Umum
Pekerjaan meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan dan alat-alat bantu yang diperlukan,
sehingga finishing selesai dilaksanakan. Bagian pekerjaannya adalah Pekerjaan Pengecetan
kayu, dan Pengecetan plafond.
b. Bahan
Pada bidang kayu dan plafon, digunakan cat khusu kayu yang berkualitas baik dan
warna cat sesuai petunjuk Direksi/ Pengawas teknis.
c. Pelaksanaan
✓ Semua bidangpengecetan harus betul-betul rata, tidak terdapat cacat.
✓ Pengecetan tidak dapat dilakukan selama masih adanya perbaikan pekerjaan pada
bidang pengecetan.
✓ Bidang pengecetan harus dalam keadaan kering dan bersih dari debu, lemak, minyak
dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecetan.
✓ Pengecetan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari direksi.
✓ Hasil pengerjaan harus baik, warna dan pola texture merata, tidak terdapat noda-
noda pada permukaan pengecetan. Harus dihindarkan terjadinya kerusakan akibat
dari pekerjan-pekerjaan ini.
✓ Apabila seluruh permukaan kayu sudah licin, pori-pori kayu harus ditutup dengan
dempul kayu secukupnya, kemudian digosok dengan kain sampai halus dan rata.
✓ Permukaan kayu kemudian di cat dengan meni.
✓ Pekerjaan meni dilakukan dengan menggunakan kwas, dilakukan lapis, sedemikian
rupa sehingga bidang kayu tertutup sempurna dengan lapisan menie.
✓ Dibutuhkan 2-3 lapis cat dengan sempurna sehingga diperoleh permukaan yang halus
dan licin.
10. PEKERJAAN FINISHING
Setelah proyek selesai Penyedia Barang/Jasa diwajibkan membersihkan kembali lokasi proyek dari
sisa-sisa material yang tidak terpakai, agak lokasi proyek tampak bersih dan indah Setelah
dilaksanakan serah terima pekerjaan gedung siap dan dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh
User.